Cara Bercinta Dengan Istri Yang Sedang Hamil

NEW AH.OLS LOGO-3-80-1  24 Juni 2013ICON ADULT ONLY-01-1-20

For faster internet access (Jabodetabek & Banten) click BOLT! ZTE MF825A USB Mobile Broadband

Cara Bercinta Dengan Istri Yang Sedang Hamil

birthtoaconsumerBercinta Saat Hamil Muda Terkadang banyak suami yang tak mengerti saat sang istri menolak bercinta selama kehamilan. Para pria meyakini hubungan seksual tetap aman dilakukan meski sang istri telah berbadan dua. Untuk itu, gunakanlah panduan ini sebagai alasan yang bisa Anda ungkapkan pada pasangan Berhubungan seks bisa menularkan penyakit seksual. Saat pertarungan berlangsung sengit, tak jarang pasangan melakukan sesi oral seks. Hal ini dinilai dapat berakibat fatal bagi Anda dan janin.Hasrat seksual pasang surut.

Ada saat-saat tertentu Anda merasa terlalu atau tidak nyaman untuk berseks ria. Perubahan hormon dalam tubuh Anda akan memengaruhi hasrat seksual Anda dalam berbagai cara, dan ini normal. Jadi Anda tak perlu merasa bersalah.

Adanya tanda untuk tak melakukan seks. Berhenti melakukan hubungan seks dan kunjungi dokter Anda jika memiliki pendarahan pada vagina, keputihan, atau sakit saat berhubungan seksual. Jangan berhubungan seks jika Anda mengalami kontraksi atau air ketuban Anda telah pecah.

Terakhir, seks tidak hanya identik dengan hubungan seksual saja. Banyak sesi-sesi yang bisa dilakukan, seperti berciuman, berpelukan, memegang satu sama lain. Keintiman dalam sebuah hubungan adalah bagian paling penting dari seks saat hamil.

Kehamilan seharusnya bukan menjadi penghalang untuk mendapatkan kepuasaan seks selama berhubungan seks. Bahkan banyak wanita yang merasakan kenikmatan seks lebih ketika menjalani seks selama kehamilan daripada sebulum hamil.

4 Posisi Seks Yang Nyaman Saat Hamil

Berikut ini adalah posisi seks yang paling aman untuk wanita hamil, yang dikutip medic magic dari buku yang dikarangan oleh Helena Frith Powell, berjudul ‘Be Incredibly Sexy: A Crash Course In Getting Your Groove On-and Keeping It There’.

  1. Women On Top. Saat hamil, posisi wanita di atas pria merupakan posisi yang paling aman. Duduklah di atas tubuh pasangan. Posisi ini juga membuat wanita lebih nikmat.
  2. Posisi Missionary. Lupakan posisi misonary klasik, karena Anda akan kesulitan dengan keadaan perut yang membesar. Berbaringlah dan tarik lutut ke dada, sehingga memudahkan pasangan untuk penetrasi. Agar lebih nyaman, letakkan bantal di bawah tubuh Anda.
  3. Posisi Menyamping. Berbaringlah dengan posisi menyamping, membelakangi suami. Posisi seks ini akan terasa lebih nikmat saat suami membelai perut dan bagian sensitif lainnya.
  4. Posisi Duduk. Posisi pasangan duduk dan Anda duduk di atasnya dan saling berhadapan. Lakukan gerakan seks secara perlahan dan jangan sampai pasangan terlalu menekan perut Anda karena bisa membahayakan.
POSISI SEKS YAG AMAN PADA SAAT ISTRI SEDANG HAMIL

POSISI SEKS YAG AMAN PADA SAAT ISTRI SEDANG HAMIL

Manfaat dan Bahaya Seks Ketika Hamil

Sebagian orang percaya bahwa berhubungan seks ketika hamil dapat membantu kelancaran proses persalinan. Saat berhubungan seks, prostaglandin yang dikeluarkan sperma dapat mengakibatkan kontraksi guna membantu penekanan sehingga kepala bayi dapat masuk ke bagian bawah panggul. Ya membantu juga secara tidak langsung. Kadang-kadang bayi sudah 40 minggu di perut, hamil campur saja. Ya terjadi kontraksi, leher rahim menjadi lunak. Namun hubungan seks pada usia kehamilan tua tetap harus hati-hati. tegas Dr. R. Muharam, Sp.OG dari Sam Marie Family Healthcare.

Waktu yang tepat

Waktu yang tepat untuk berhubungan seks sewaktu hamil yaitu setelah trimester pertama hingga usia 7 bulan. Pada waktu ini, ibu hamil sudah relaks dan lebih enakan. Pada trimester pertama kehamilan, sebaiknya Anda menunda hubungan seks terlebih dahulu. Pasalnya, hubungan seks di awal kehamilan mudah terjadi kontraksi. Ari-ari belum terbentuk sehingga dapat mengakibatkan keguguran bila tejadi kontraksi dahsyat.

Sedangkan pada usia kehamilan 7-9 bulan, frekuensi hubungan seks sebaiknya dikurangi sampai janin berusia 9 bulan karena sangat membahayakan janin. Pasalnya kontraksi bisa mengakibatkan pecah ketuban dan bayi dapat terinfeksi. Sementara bila bayi harus dilahirkan, paru-parunya belum matang. Waktu yang sangat membahayakan yaitu antara kehamilan usia 7-8 bulan, ujarnya.

Pada kehamilan berusia 9 bulan, bayi sudah siap untuk dilahirkan bila terjadi kontraksi sehingga air ketuban pecah. Pasalnya, paru-paru bayi sudah matang. Kalau bisa di atas 36 minggu, bila pecah ketuban, bayi lahir sudah aman karena telah mampu bernapas di luar tubuh ibu, katanya.

Posisi seks yang aman

Banyak orang menganggap seks saat hamil sangat berbahaya terhadap janin karena penis, orgasme atau ejakulasi dianggap dapat mencederai bayi. Sebenarnya tidaklah demikian. Hubungan seks dengan pasangan pada saat hamil apalagi menjelang persalinan dilakukan dengan sangat relaks.

Posisi yang baik dalam berhubungan seks saat hamil, yaitu tidak menekan perut. Menurut Muharam posisi terbaik adalah setengah duduk. Posisi ini tidak menekan perut. Atau dapat pula Anda mengambil posisi suami berlutut dengan satu lutut untuk menahan berat badannya. Atau gaya lainnya, Anda dapat mengangkat kedua kaki ke atas. Bagi Anda berjiwa petualangan, posisi Dr. Ruth dan Dr. Amos dapat Anda coba, agar Anda nyaman saat bercinta.

Posisi Dr. Ruth dan Dr, Amos, yaitu wanita hamil berbaring telentang, meletakkan salah satu kaki atau keduanya pada bangku. Ini akan memungkinkan istri untuk bergerak bebas dan sedikit memiringkan tubuhnya ke kiri dan kanan untuk menambah kenikmatan. Pasangannya berlutut atauberdiri di antara kakinya, yang memungkinkannya untuk dengan mudah mencumbu klitoris dengan jari tangan dan anggota tubuh lainnya. Ketika pria melakukan penetrasi, tidak akan ada tekanan pada perut istri dan mereka berdua dapat bergerak. Anda dapat mencoba dan memodifikasi posisi ini agar hubungan seks lebih menyenangkan dan nyaman.

Harus hati-hati

Saya mengingatkan, hubungan seks harus dilakukan dengan nyaman agar jangan sampai terjadi kontraksi yang dahsyat untuk menghindari pecah ketuban. Pasalnya, ketuban pecah dapat menyebabkan infeksi ke tubuh janin. Itu yang repot, usaha boleh tapi higienisnya harus dijaga. Kalau sampai infeksi makanya begitu pecah ketuban harus konsultasi ke dokter. Karena golden periodenya, 6 jam, kalau lebih dari 6 jam, harus dikasih antibiotik. Bila tidak maka akan semakin banyak kumannya, jelasnya.

Masalah lain yang harus diwaspadai adalah tali pusat akan terjepit diantara bayi dan rahim. Akibatnya dapat terjadi gawat janin. Bayi menjadi sesak dan kehabisan oskigen karena oksigen tidak dapat masuk ke dalam tubuh bayi. Ada proses mengisap, bayi bisa menelan air ketuban ke paru-paru. Itu yang ditakutkan.

Selain itu, dalam situasi tertentu hubungan seks pada trimester kedua tidak diperbolehkan khususnya pada ibu hamil dengan plasenta previa, dimana plasenta menghalangi cervix, pelebaran cervix prematur, dan beresiko mengalami persalinan prematur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s