Cara Mencegah Keguguran Pada Trimester Kehamilan

PASUTRI 150

25 Juni 2013

 

Cara Mencegah Keguguran Pada Trimester Kehamilan

59597_362204060567532_1376334427_n

Tingkat stres yang terus meningkat dan gaya hidup yang tidak sehat memperbesar risiko keguguran pada ibu hamil. Selain itu, wanita yang tetap bekerja selama kehamilan lebih berisiko mengalami keguguran. Umumnya, wanita mengalami keguguran pada trimester pertama kehamilan. Hal ini dikarenakan implantasi janin tidak lengkap selama 3 bulan pertama kehamilan. Berikut adalah lima tips mencegah keguguran pada trimester kehamilan, seperti dilansir Boldsky.

1. Jangan makan keju

Keju putih adalah makanan yang berbahaya bagi ibu hamil, maka sebaiknya hindari makan keju pada trimester pertama kehamilan. Hal ini dapat menyebabkan keracunan makanan yang parah dan menyebabkan keguguran spontan. Untuk menghindari keguguran, jangan makan keju.

2. Bepergian jauh

Bepergian jauh selama kehamilan harus dilakukan dengan cara yang sangatlah aman. Khususnya pada trimester pertama kehamilan, ketika janin masih belum cukup kuat untuk menghadapi guncangan, jadi hindari melakukan perjalanan jarak jauh. Juga, cobalah untuk menghindari bepergian dengan kendaraan roda dua.

3. Pengawet

Setiap jenis makanan yang memiliki pengawet di dalamnya merupakan penyebab keguguran. Jangan pula minum jus dalam kemasan, sebaiknya Anda membuatnya sendiri di rumah.

4. Kafein

Terlalu banyak mengonsumsi kafein saat trimester pertama kehamilan bisa memicu keguguran. Sekitar 100 gram kafein diperbolehkan untuk wanita hamil yaitu setara dengan 1 bungkus kopi instan. Untuk menghindari keguguran, kurangi asupan kopi.

5. Hormon stres

Ketika Anda sedang stres, hormon kortisol akan diproduksi dalam tubuh Anda. Hormon stres ini dapat memicu kontraksi pada rahim dan menggugurkan janin muda. Jadi, cobalah untuk menghindari stres sebaik mungkin.

Ini adalah beberapa cara sederhana namun efektif untuk menghindari keguguran pada trimester pertama kehamilan. Apakah Anda punya tips lain? Jika ya, yuk bagi dengan sahabat lainnya!

Berbagai Sumber

Alasan Mengapa Harus Cepat Hamil Setelah Menikah

PASUTRI 150

25 Juni 2013

Alasan Mengapa Harus Cepat Hamil Setelah Menikah

ini-alasan-harus-cepat-hamil-setelah-menikah

Beberapa pasangan memutuskan untuk menunda memiliki anak dengan alasan pekerjaan dan lainnya. Namun tampaknya hal ini bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan.

Penelitian menunjukkan bahwa hamil setelah pernikahan berusia lebih dari setahun meningkatkan risiko pasangan untuk memiliki anak yang terkena masalah saraf.

Penelitian ini juga menjelaskan mengapa anak yang lahir setelah terapi kesuburan juga memiliki kesulitan berkembang. Anak yang lahir setelah orang tuanya melakukan perawatan kesuburan berisiko tinggi untuk lahir secara prematur dan memiliki berat badan yang kecil.

Ilmuwan melakukan pengamatan terhadap perkembangan saraf 209 anak. semua anak tersebut lahir dari orang tua yang berusaha keras memiliki anak, dan kebanyakan telah menjalani perawatan kesuburan, seperti dilansir oleh Daily Mail (26/03).

Hasilnya penelitian menemukan 17 anak (di bawah delapan persen) yang mengalami masalah saraf. Anak-anak ini kebanyakan adalah dari orang tua yang melakukan terapi kesuburan. Wanita yang menunda dan hamil setelah lebih dari setahun menikah juga memiliki risiko 30 persen lebih tinggi untuk memiliki anak dengan masalah perkembangan saraf.

Dalam penelitian ini, rata-rata orang tua membutuhkan waktu lebih dari empat tahun untuk memiliki anak. Beberapa orang tua yang anaknya tidak memiliki masalah saraf berhasil hamil setelah dua tahun lebih delapan bulan.

Berbagai Sumber

Cara Bercinta Yang Aman Saat Hamil

PASUTRI 150

 

25 Juni 2013

 

iOvVNDHua4

Beberapa pasangan sering beranggapan bahwa sanggama bisa membahayakan keadaan janin dalam kandungan sehingga tidak berani melakukan hubungan seks sewaktu kehamilan. Benarkah demikian?

“Wanita bisa terus melakukan hubungan seks sepanjang mereka menghendakinya tanpa harus takut membahayakan janin. Asalkan, posisi dan teknik sanggama diatur sedemikian rupa, sekreatif mungkin, agar aktivitas itu tetap berlangsung dengan nyaman, tidak membebani rahim,” jelas Dr Andri Wanananda, MS, seksolog dan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara kepada detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (3/4/2013).

Menurut Dr Andri, bagi wanita yang tengah hamil muda (di bawah 1 bulan) posisi hubungan intim yang aman adalah yang tidak membebani kandungan dalam perut. Posisinya yaitu, ‘doggie-position’ atau ‘side by side position’ (posisi miring).

Akan tetapi, bila wanita tersebut pernah mengalami keguguran sebaiknya hubungan intim ditunda sampai usia kehamilan telah masuk 16 minggu (4 bulan).

Hal yang sama juga disampaikan oleh dr M Nurhadi Rahman, SpOG, dokter kandungan yang berpraktik di RS Sardjito, Yogyakarta. Menurutnya, hubungan seks perlu dan boleh saja dilakukan saat hamil.

“Bisa pada usia kandungan berapa saja asalkan aman dan tidak menyebabkan bahaya pada ibu dan janinnya. Kalau kehamilannya normal silakan saja, tetapi kalau ada keluhan dari ibunya seperti flek atau kontraksi berulang tapi tidak melahirkan, juga atau keguguran sebaiknya tidak dilakukan,” tegas dr Nurhadi.

Mengenai posisi, dr Nurhadi mengatakan tergantung si ibu, posisi harus senyaman mungkin bagi tubuh ibu hamil. Tetapi ia mengingatkan, posisi seperti missionary (man on top) tidak diperbolehkan karena ketika lelakinya bertumpu, maka beban ibu akan semakin berat.

“Yang boleh itu doggy style, woman on top, dan posisi lain di mana wanitanya yang mengatur gerakan, sehingga ia merasa nyaman dengan kandungannya. Yang penting ibu dan kandungannya terjaga,” tutup dr Nurhadi.

Variasi WOT Bikin Seks Lebih Menyenangkan

 

25 Juni 2013

PASUTRI 150

Man-and-Woman-Couple-in-Bed

Posisi women on top termasuk dalam satu posisi bercinta yang populer di kalangan kaum Hawa. Selain membuat kaum Hawa lebih aktif dan agresif, orgasme pun akan cepat diraihnya.

Nah, posisi woman on top memiliki beberapa variasi yang biasanya dikembangkan oleh setiap pasangan saat melakukan aktivitas bercinta untuk mencapai orgasme maksimal.

Dilansir Time of India, berikut beberapa teknik jitu untuk melakukan variasi saat berada dalam posisi woman on top.

Easy Butt Grab

Berbaringlah datar dengan kaki menyebar. Kemudian biarkan ia berbaring di atas Anda dengan kaki lurus keluar tapi tertutup. Dia akan memiliki keleluasaan untuk bergerak maju mundur atau mengangkat bokongnya saat melakukan penetrasi.

The Face Butt

Saat Anda berbaring telentang, biarkan dia masuk dalam posisi doggy style dengan bokongnya menghadap ke arah Anda. Biarkan kakinya berada di area atas rusuk Anda, sehingga dia bisa membimbing jalannya permainan, sementara Anda asyik menikmati pemandangan punggung dan bokongnya.

The Squat

Ketika Anda berbaring telentang di ranjang, biarkan dia berada di atas Anda. Ketimbang menggunakan lututnya untuk naik dan turun, biarkan dia jongkok dan menggunakan kakinya untuk naik dan turun secara perlahan.

Namun perlu diingat, bahwa untuk melakukan ini wanita memerlukan kaki yang kuat. Jika tidak, dia tak akan mampu bertahan lama dan hanya berlangsung beberapa detik saja.

Up & Down

Saat Anda berbaring telentang dengan kaki tertutup, dan sedikit menekuk lutut, biarkan dia duduk di atas Anda dengan tubuh yang membelakangi Anda. Selain dapat bergerak naik turun dengan leluasa, dia pun dapat melakukan gerakannya dengan bolak balik sesuai keinginannya.

Hal ini akan memberikan stimulasi baik bagi klitoris, dan G-spot sesuai dengan yang diinginkan wanita.

The Back Arch

Anda berbaring di ranjang dengan kaki melebar terbuka, dan tergantung di sisi tempat tidur. Dengan kaki tertutup di atas ubin, lengkungkan punggungnya, dan gunakan tangannya untuk bersandar di ranjang. Sehingga dia bisa bermanuver dengan dirinya untuk naik dan turun.

Aktivitas Seksual Selama Hamil

KHUSUS PASUTRI


25 Juni 2013

59597_362204060567532_1376334427_n
Kehamilan tentu tidak berarti Aktivitas Seksual, suami istri harus berhenti total. Namun ternyata kehamilan bisa menjadikan urusan ranjang lebih hangat. Hal ini bukan sekedar dari pendapat saya, namun sudah dibuktikan dari beberapa penelitian, dengan hasil menunjukan fakta unik bahwa Aktivitas Seksual Selama Hamil, menyebabkan:
  • Wanita mencapai orgasme lebih cepat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa Wanita Hamil mempunyai hormon progesteron dan oestrogen yang berlebih. Peningkatan kedua hormone tersebut menyebabkan payudara dan vagina lebih sensitif dan mudah terangsang. Kondisi tersebut tentu menyebabkan Istri anda lebih mudah mencapai orgasme, bahkan multiple orgasme juga bisa terjadi. Karena meningkatnya hormon progesteron dan oestrogen tersebut, tidak arang wanita hamil juga mencapai Orgasme saat tidur. Mimpi dan fantasi seksual dapat menghantar cerita untuk merasakan orgasme lebih mudah.
  • Jangan Berhubungan Badan Saat Mual. Pada trimester pertama, wanita hamil biasanya sering merasakan mual dan pusing. Jangan memaksa diri melakukan Aktivitas Seksual saat pusing dan mual. Carilah waktu lain dengan kesehatan terbaik agar keduanya merasa lebih nyaman, dan tentu harus dengan Posisi Berhubungan Badan yang Aman dan Nyaman.
  • Ukuran Payudara Membesar. Meningkatnya hormon saat hamil juga akan menyebabkan payudara ibu hamil membesar. Hal tersebut tidak hanya memberikan kebahagiaan wanita, namun juga bagi suami. Anda juga jangan terkejut apabila kolostrum muncul di saat Aktivitas Seksual Selama Hamil. Bahkan beberapa kasus, suatu rangsangan seksual juga dapat memicu pembentukan kolostrum lebih cepat.
  • Vagina Lebih Basah. Meningkatnya hormon ibu hamil juga berpengaruh pada meningkatnya cairan pada vagina, hal tersebut ternyata menyebabkan Organ Reproduksi Wanita bagian terluar tersebut jauh lebih lembut.
  • Hubungan Janin Aktivitas Seksual. Pada usia kehamilan trimester 3, biasanya bayi juga dapat merasakan penetrasi. Reaksi yang diberikan juga beragam, beberapa bayi memberikan reaksi diam, namun ada pula yang justru hiperaktif. Sehingga, untuk menjaga keamanan bayi, anda harus Berhubungan Badan Saat Hamil harus dilakukan dengan hati-hati.

Dari beberapa fakta diatas, anggapan bahwa kehamilan bisa menyebabkan ranjang menjadi dingin itu salah besar. Karena dengan melakukan Aktivitas Seksual Selama Hamil bisa memberikan sensasi berbeda, terutama untuk wanita yang belum pernah mencapai orgasme.

Summary:

  • Aktivitas Seksual Selama Hamil mempunyai keunikan dan Fakta menarik untuk dibuktikan,
  • Berhubungan Badan saat Trimester pertama dan ketiga harus lebih hati-hati dan dengan Posisi yang aman,
  • Bayi ternyata juga dapat merasakan aktivitas Seks yang dilakukan oleh orang tuanya.

Berbagai Sumber

Waktu yang Tepat Bercinta saat Hamil

PASUTRI 150

 

25  Juni 2013 

Hubungan-Seksual-saat-keHamilan

Wanita atau istri anda hamil tentu bukan menjadi halangan untuk melakukan hubungan seksual bagi suami istri. Bahkan Hubungan Seksual saat Kehamilan baik dilakukan sehingga mampu memberikan kebahagiaan, meningkatkan keharmonisan keluarga, ungkapan perhatian dan kasih sayang antara suami istri. Yang perlu diperhatikan adalah Berhubungan seks saat hamil harus dilakukan dengan benar, sehingga kehamilan dapat terus berlangsung dengan aman  dan istri tetap merasa nyaman saat melakukan hubungan seksual pada saat hamil bahkan mendapatkan kepuasan. Adapun aspek yang harus diperhatikan ketika berhubungan seks saat hamil adalah:

Posisi dan Gerakan Hubungan Seksual saat Hamil muda:

  • Lakukan Hubungan badan dalam posisi yang  rileks, tidak melelahkan terutama istri
  • Jangan gunakan posisi seks yang akan bagian perut istri anda,
  • Suami  tidak boleh melakukan memasukan alat kelamin terlalu dalam.

Waktu Yang Tepat Hubungan Seksual Saat Hamil:

  • Ketika suami dan istri menginginkan untuk melakukannya,
  • Istri tidak dalam keadaan sehat dan tidak terlalu lelah, lebih dianjurkan ketika pagi hari.

Terjadi flek akibat Hubungan Seksual saat Hamil

Ketika Wanita mencapai orgasme akan terjadi sedikit kontraksi (ketegangan semacam kram ringan) pada rahim. Apabila hal ini terjadi sejak awal, maka kondisi kram yang terus menerus saat orgasme ini atau akibat aktifitas seksual yang melelahkan dapat menjadi pemicu timbulnya perdarahan saat melakukan Hubungan Seksual saat Hamil.

Bahaya Sperma untuk Janin

Cairan sperma tidak berbahaya untuk janin di dalam kandungan, kecuali apabila suami menderita infeksi alat kelamin atau  menderita AIDS. Namun Bagi Ibu Hamil yang  rawan terjadi keguguran (pernah mengalami flek),  pada kehamilan muda (trimester pertama) sebaiknya tidak menumpahkan sperma di  dalam vagina. Hal ini dikarenakan cairan sperma mengandung  zat prostaglandin yang dapat merangsang kontraksi otot rahim. Sebaliknya ketika menjelang kelahiran disarankan untuk lebih sering melakukan hubungan seks, sehingga membantu merangsang kontraksi.

Cairan sperma tidak dapat mengotori bayi karena dia terlindung aman dalam kantung. Namun apabila suami menderita infeksi kelamin dan dalam pengobatan, sebaiknya gunakan kondom bila berhubungan seksual dengan istri yang sedang hamil.

Berhubungan Badan pada Awal Kehamilan sebenarnya tidak berbahaya, bahkan akan mengurangi ketegangan dan stres akibat  perubahan hormonal dalam  tubuh wanita Hamil. Namun tentu harus hati – hati melakukannya, Termasuk lebih membatasi frekuensi dalam Hubungan Seksual saat Hamil.

Larangan Hubungan Seksual saat Hamil

  • Suami Istri dilarang Berhubungan Seksual saat hamil ketika ketuban sudah pecah,
  • Suami terinfeksi HIV atau AIDS dan berhubungan seks tidak menggunakan kondom,
  • Ibu hamil mempunyai riwayat keguguran yang terlalu sering,
  • Di diagnosa plasenta previa dan mengalami perdarahan.

Dengan beberapa tips diatas semoga anda dan istri tetap bisa menikmati Hubungan Seksual saat Hamil. Namun ketika istri mengalami keluhan mules ringan terasa seperti nyeri dan kram saat haid, atau keluar flek kecoklatan atau perdarahan dengan warna merah muda sampai dengan darah segar menetes, segera periksaan ke dokter terdekat, sehingga resiko keguguran dapat dihindarkan.

Summary:

  • Berhubungan Badan Saat Hamil tetap boleh dilakukan dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi,
  • Gerakan Berhubungan Badan saat hamil harus lebih berhati-hati dan pelan-pelan,
  • Hubungan Badan saat Hamil tidak disarankan untuk dilakukan apabila dapat membahayakan ibu dan janin.

Berbagai Sumber

Waktu Paling Tepat untuk Bercinta

PASUTRI 150

25 Juni 2013

Waktu Paling Tepat Untuk Bercinta

4 Teknik Perlambat OrgasmeSelain posisi dan teknik dalam bercinta, ternyata pemilihan waktu juga berperan besar dalam tercapainya puncak kenikmatan alias orgasme. Jadi, kapan waktu yang paling tepat?

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Sexual Medicine disebutkan bahwa sekitar 14 hari setelah siklus menstruasi adalah waktu yang paling tepat. Wanita yang bercinta pada periode tersebut cenderung lebih mudah mencapai orgasme.

Pada periode 14 hari pasca-menstruasi, klitoris akan membesar sekitar 20 persen dan lebih peka terhadap rangsangan. Dengan demikian, seorang wanita akan menjadi lebih mudah bergairah.

Sekelompok peneliti dari Italia yang melakukan penelitian itu melibatkan 24 wanita berusia 18-35 tahun. Menggunakan peralatan ultrasound, klitoris para responden diukur, demikian pula pembuluh darah utama yang mengalirkan darah ke klitoris sehingga akan timbul gairah seksual.

Pengukuran lewat ultrasound tersebut dilakukan di awal, tengah, dan akhir siklus menstruasi. Hasilnya, pada hari ke-14 siklus menstruasi, ukuran klitoris lebih besar sampai 20 persen. Selain itu, pembuluh darah juga cenderung membesar sehingga sirkulasi darah ke organ tersebut lebih lancar.

Hari ke-14 adalah sekitar masa ovulasi sehingga terjadi perubahan pada tubuh. Perubahan itu juga dipengaruhi oleh hormon estrogen. Tak heran jika di masa subur tersebut, kebanyakan wanita menjadi lebih bersemangat berhubungan seks dibanding hari-hari lainnya.