Rahasia Seks dan Cinta Yang Agak Terlupakan


KHUSUS PASUTRI


26 Juni 2013

Ini adalah ulasan dari Zainul Fuad (Kang Zain) seorang Pembicara, Penulis, & Konsultan yang saya kira sangat perlu dibaca oleh semua Pasangan Suami Istri di Jagat Raya ini.

Man-and-Woman-Couple-in-Bed

Mohon maaf artikel ini bukan artikel porno, kecuali bagi yang berpikir porno. Dan bagi yang sudah terlanjur berpikir porno, segeralah beristighfar, karena artikel ini bukan artikel porno, tapi ini adalah artikel spiritual yang berbau porno, bukan artikel porno yang berbau spiritual, karena memang spiritual itu nyaris meliputi semuanya, baik yang porno atau yang tidak porno.

Sahabatku yang spiritualis, SERINGKALI Tuhan menyimpan rahasia kehidupan di tempat yang terbuka, bahkan saking terbukanya maka kita anggap hal itu bukanlah rahasia sehingga kita enggan memahami hakikatnya, misal pada kasus seks dan cinta. Saking asiknya manusia berhubungan seks, maka banyak manusia yang lupa bahwa terdapat beberapa hakikat spiritual yang luar biasa di dalam berhubungan seks ….

Jika kita bicara cinta maka tidak selalu bicara tentang seks, dan jika kita bicara tentang seks maka seks terbaik adalah seks yang halal yang dilandasi rasa saling mencintai. Nah, ada apakah hubungan antara cinta dan seks?

Saya yakin bagi Anda yang pernah dan sedang menikah maka Anda pasti pernah melakukan Hubungan seks dengan pasangan Anda, kecuali yang belum sempat…. semoga Anda disempatkan-Nya karena banyak nuansa spiritual dalam seks dan cinta ….

Menurut Anda, dimanakah letak PUNCAK KENIKMATAN berhubungan seksual, khususnya dalam sudut pandang seorang Pria ? Silakan dijawab :

  1. Ketika Foreplay
  2. Ketika Masuknya alat kelaminnya ke dalam alat kelamin istrinya
  3. Ketika alat kelaminnya berhasil berlama-lama berada di dalam alat kelamin istrinya
  4. Ketika LEPASnya spermatozoa setelah sempat bertahan beberapa saat untuk memberikan kepuasan terbaik bagi istrinya
  5. Atau, Ketika LEPASnya spermatozoa tapi belum sempat MENAHAN cukup lama “stand by” berada di dalam alat kelamin istrinya

Antara Seks dan Cinta-200-horz-1

Saya yakin mayoritas dari Anda akan menjawab nomor 4, yaitu puncak kenikmatannya adalah “Ketika LEPASnya spermatozoa setelah sempat bertahan beberapa saat untuk memberikan kepuasan terbaik bagi istrinya.”

Bahkan bagi orang-orang bujang yang “kreatif” maka seringkali melakukan proses melepaskan ini yang disebut “Onani”, namun masalahnya Onani ini tidak melewati prosedur yang lumrah, tanpa perlu “masuk” dan “bertahan” di dalam alat kelamin wanita, yaitu yang penting sperma bisa LEPAS dari kandangnya…. tentu saja perilaku ini adalah hal yang kurang baik.. kok belum apa-apa sudah melepaskan.. bisa-bisa nanti kena “warisan” Ejakulasi Dini… nah bagi Anda yang sudah terlanjur kena penyakit Onani ini maka kunjungi artikel kami “Onani, antara maslah dan solusi” di : goo[dot]gl/H4Jml … semoga lekas sembuh yaa…

Baiklah, mari kita lanjutkan, ternyata : Saat “Mau Masuk” itu nikmat, Saat “Masuk” itu nikmat, Saat “bertahan di dalam” juga nikmat, dan saat “Keluar-Lepas” juga nikmat, nah, sekali lagi saya bertanya, bagi Anda yang pernah berhubungan seks, manakah yang lebih nikmat? Dimanakah puncak kenikmatan yang sungguh melegakan dan membuat Anda rileks?

couple-in-bed-fake-orgasm-w352-horz-600-1

Ya, sebagaimana yang juga saya rasakan bahwa puncak kenikmatan sejati dalam berhubungan seksual adalah di saat MELEPASKAN

  • SEKS bukan sekedar untuk Niat Memasuki-Mengenali … Memulai MISI … >> TEGANG karena SENANG
  • SEKS bukan sekedar untuk Memasuki-Menahan-Mengikat… Menjalankan MISI.. >> SENANG karena TEGANG
  • SEKS bukan sekedar untuk Keluar-Melepaskan… Menyelesaikan MISI.. >> TENANG karena sudah melewati masa TEGANG dan SENANG

Sehingga untuk mencapai maqom TENANG dalam kehidupan DUNIA ini maka kita perlu melewati prosedur yang namanya SENANG dan TEGANG …. tapi bagi Anda yang sudah terlatih dalam “Inner Peace” maka rasa TENANG akan hadir hampir di setiap saat di kehidupan Anda, walaupun Anda sedang SENANG ataupun TEGANG…

Nah, sekarang kita paham bahwa Puncak dari SEKS adalah MELEPASKAN. Lalu, dimanakah Puncak dari CINTA? Apakah di saat Saling “Memiliki-Mengikat” ataukah di saat “Saling Melepaskan”? Sebab kita paham bahwa dalam kehidupan CINTA pun melewati prosedur TEGANG, SENANG, dan TENANG.

e55ec99a77a7e2c6e6b1ae0469b28dcd_1

Berbagai Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.