Indonesia


7 Juli 2013

indonesia-72-2017

Related Post:

Republik Indonesia
Bendera Lambang
Motto: Bhinneka Tunggal Ika
(Bahasa Jawa Kuno: “Berbeda-beda tetapi tetap Satu”)
Ideologi nasional: Pancasila
Lagu kebangsaan Indonesia Raya
Ibu kota
(dan kota terbesar)
Jakarta
6.00°10.5′LU 106°49.7′BT
Bahasa resmi Bahasa Indonesia
Pemerintahan Republik Presidensial (Periode 2014 – 2019)
 – Presiden Joko Wododo
 – Wakil Presiden Jusuf Kalla
 – Ketua MPR Zulkifli Hasan
 – Ketua DPR Setya Novanto
 – Ketua DPD H. Irman Gusman S.E., MBA.
Legislatif Majelis Permusyawaratan Rakyat
 – Majelis Tinggi Dewan Perwakilan Daerah
 – Majelis Rendah Dewan Perwakilan Rakyat
Kemerdekaan dari Belanda
 – Diproklamasikan 17 Agustus 1945
 – Diakui (sebagai RIS) 27 Desember 1949
 – Kembali ke RI 17 Agustus 1950
Luas
 – Total 1,904,569 km2
 – Air (%) 4,85%
Penduduk
 – Perkiraan 19 Juni 2009 230.472.833
 – Sensus 2010 237.556.363
 – Kepadatan 124/km2
PDB (KKB) Perkiraan 2011
 – Total Rp. 10,706 triliun
(AS$ 1,121 miliar)
 – Per kapita Rp. 44,885 juta
(AS$ $4.700)
PDB (nominal) Perkiraan 2011
 – Total Rp. 4,821 triliun
(AS$ 846 miliar)
 – Per kapita Rp. 36,261 juta
(AS$ 3.797
IPM (2006) 0.734  (MENENGAH)
Mata uang Rupiah (Rp) (IDR)
Zona waktu WIB (+7), WITA (+8), WIT (+9)
Lajur kemudi Kiri
Ranah Internet .id
Kode telepon +62

Updates:

Jumlah penduduk Indonesia per 1 Juli 2015 : 255,461,700 (3.44% dari jumlah penduduk dunia). Data dari Wikipedia

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara. Dengan populasi sebesar 237 juta jiwa pada tahun 2010, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung.

Dengan jumlah total populasi sekitar 250 juta penduduk, Indonesia adalah negara berpenduduk terpadat nomor empat di dunia. Komposisi etnis di Indonesia amat bervariasi karena negeri ini memiliki ratusan ragam suku dan budaya. Meskipun demikian, lebih dari separuh jumlah penduduk Indonesia didominasi oleh dua suku terbesar.

Dua suku terbesar ini adalah Jawa (41 persen dari total populasi) dan suku Sunda (15 persen dari total populasi). Kedua suku ini berasal dari pulau Jawa, pulau dengan penduduk terbanyak di Indonesia yang mencakup sekitar enam puluh persen dari total populasi Indonesia. Jika digabungkan dengan pulau Sumatra, jumlahnya menjadi 80 persen total populasi. Ini adalah indikasi bahwa konsentrasi populasi terpenting berada di wilayah barat Indonesia. Propinsi paling padat adalah Jawa Barat (lebih dari 43 juta penduduk), sementara populasi paling lengang adalah propinsi Papua Barat di wilayah Indonesia Timur (dengan populasi hanya sekitar 761,000 jiwa).

CLICK IMAGE TO VIEW FULL SIZE

CLICK IMAGE TO VIEW FULL SIZE

Ibu kota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia-Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.

Peta Indonesia berdasarkan Provinsi dari Sabang sampai Merauke

peta indonesia elektrik

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah suku terbesar dengan populasi mencapai 41,7% dari seluruh penduduk Indonesia. Semboyan nasional Indonesia, Bhinneka tunggal ika (“Berbeda-beda tetapi tetap satu”), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Indonesia juga anggota dari PBB dan satu-satunya anggota yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28 September 1966 dan Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28 September 1950. Selain PBB, Indonesia juga merupakan anggota dari ASEAN, APEC, OKI, G-20 dan akan menjadi anggota dari OECD.

Etimologi

Kata “Indonesia” berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti “Hindia” dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti “pulau”. Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk “Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu”. Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia-Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).

Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik. Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau pada tahun 1913.

Sejarah

Sejarah Awal

Peninggalan fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki “Manusia Jawa“, menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu. Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan. Kondisi tempat yang ideal bagi pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padi setidaknya sejak abad ke-8 SM, menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad pertama masehi. Selain itu, Indonesia yang terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar pulau, telah menjadi jalur pelayaran antara India dan Cina selama beberapa abad. Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan perdagangan tersebut.

Sejak abad ke-1 kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh, bahkan sampai ke Afrika. Sebuah bagian dari relief kapal di candi Borobudur, k. 800 M.

Sejak abad ke-1 kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh, bahkan sampai ke Afrika. Sebuah bagian dari relief kapal di candi Borobudur, k. 800 M.

Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Kalimantan, Sumatera, dan Jawa sejak abad ke-4 hingga abad ke-14. Kutai, merupakan kerajaan tertua di Nusantara yang berdiri pada abad ke-4 di hulu sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Di wilayah barat pulau Jawa, pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M berdiri kerajaan Tarumanegara. Pemerintahan Tarumanagara dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dari tahun 669 M sampai 1579 M. Pada abad ke-7 muncul kerajaan Malayu yang berpusat di Jambi, Sumatera. Sriwijaya mengalahkan Malayu dan muncul sebagai kerajaan maritim yang paling perkasa di Nusantara. Wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, semenanjung Melayu, sekaligus mengontrol perdagangan di Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan. Di bawah pengaruh Sriwijaya, antara abad ke-8 dan ke-10 wangsa Syailendra dan Sanjaya berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis agrikultur di Jawa, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi Borobudur dan candi Prambanan. Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur pulau Jawa. Di bawah pimpinan mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya meluas sampai hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut “Zaman Keemasan” dalam sejarah Indonesia.

Kedatangan pedagang-pedagang Arab dan Persia melalui Gujarat, India, kemudian membawa agama Islam. Selain itu pelaut-pelaut Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga pernah menyinggahi wilayah ini pada awal abad ke-15. Para pedagang-pedagang ini juga menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah Nusantara. Samudera Pasai yang berdiri pada tahun 1267, merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.

Kolonialisme

Johannes van den Bosch, pencetus Cultuurstelsel.

Johannes van den Bosch, pencetus Cultuurstelsel.

Indonesia juga merupakan negara yang dijajah oleh banyak negara Eropa dan juga Asia, itu disebabkan Indonesia sejak zaman dahulu merupakan negara yang kaya akan hasil alamnya yang melimpah, hingga membuat negara-negara Eropa tergiur untuk menjajah dan bermaksud menguasai sumber daya alamnya untuk pemasukan bagi negaranya, Negara-negara yang pernah menjajah diantaranya adalah;

  • Portugis pada tahun 1509, hanya Maluku, lalu berhasil diusir pada pada tahun 1595
  • Spanyol pada tahun 1521, hanya Sulawesi Utara, tetapi berhasil diusir pada tahun 1692.
  • Belanda pada tahun 1602, seluruh wilayah Indonesia.
  • Perancis secara tidak langsung menguasai Jawa pada periode 1806-1811 karena Kerajaan Belanda takluk kepada kekuatan Perancis. Ketika Louis Bonaparte adik Napoleon Bonaparte naik takhta Belanda pada tahun 1806, maka secara otomatis jajahan Belanda jatuh ke tangan Perancis. Periode ini berlangsung pada pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada tahun 1808-1811. Berakhir pada tahun 1811 ketika Inggris mengalahkan kekuatan Belanda-Perancis di pulau Jawa.
  • Inggris pada tahun 1811, sejak ditandatanganinya Kapitulasi Tungtang yang salah satunya berisi penyerahan Pulau Jawa dari Belanda kepada Inggris, Pada tahun 1814 dilakukanlah Konvensi London yang isinya pemerintah Belanda berkuasa kembali atas wilayah jajahan Inggris di Indonesia. Lalu baru pada tahun 1816, pemerintahan Inggris di Indonesia secara resmi berakhir.
  • Jepang pada tahun 1942, hanya 3,5 tahun, dan berakhir pada tahun 1945, sejak kekalahan Jepang kepada sekutu.
Soekarno, presiden pertama Indonesia.

Soekarno, presiden pertama Indonesia.

Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tapi dapat diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Portugis). Pada masa itulah agama Kristen masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi imperialisme lama yang dikenal sebagai 3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel. Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19.

Di bawah sistem Cultuurstelsel (Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika, yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia-Belanda.

Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943.

Indonesia merdeka

Hatta, Sukarno, dan Sjahrir, tiga pendiri Indonesia.

Hatta, Sukarno, dan Sjahrir, tiga pendiri Indonesia.

Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia. Setelah perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang pada saat itu sedang bulan Ramadhan. Setelah kemerdekaan, tiga pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil presiden, dan perdana menteri. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.

Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal oleh orang Belanda sebagai ‘aksi kepolisian’ (Politionele Actie), atau dikenal oleh orang Indonesia sebagai Agresi Militer. Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember 1949 sebagai negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama Amerika Serikat. Mosi Integral Natsir pada tanggal 17 Agustus 1950, menyerukan kembalinya negara kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan Republik Indonesia Serikat. Soekarno kembali menjadi presiden dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad Natsir sebagai perdana menteri.

Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti sekaligus merintis gerakan non-blok pada awalnya, kemudian menjadi lebih dekat dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat Cina dan Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia (“Konfrontasi“), dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya Orde Baru yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional menjadi berdasarkan paham sosialiskomunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno.

Jenderal Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme. Sementara itu kondisi fisik Soekarno sendiri semakin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya. Tiga puluh dua tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama.

Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom lulusan Departemen Ekonomi Universitas California, Berkeley, yang dipanggil “Mafia Berkeley“. Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik Korupsi, Kolusi, dan Nnepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998.

Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004 pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan, terutama Papua. Timor Timur akhirnya resmi memisahkan diri pada tahun 1999 setelah 24 tahun bersatu dengan Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste.

Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami yang menghantam Pantai Pangandaran dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan.

Politik dan Pemerintahan

Gedung MPR-DPR

Gedung MPR-DPR

Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Istana Negara, bagian dari Istana Kepresidenan Jakarta.

Istana Negara, bagian dari Istana Kepresidenan Jakarta.

MPR pernah menjadi lembaga tertinggi negara unikameral, namun setelah amandemen ke-4 MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi, dan komposisi keanggotaannya juga berubah. MPR setelah amandemen UUD 1945, yaitu sejak 2004 menjelma menjadi lembaga bikameral yang terdiri dari 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan wakil rakyat melalui Partai Politik, ditambah dengan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang merupakan wakil provinsi dari jalur independen. Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu dan dilantik untuk masa jabatan lima tahun. Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan dan TNI/Polri. MPR saat ini diketuai oleh Taufiq Kiemas. DPR saat ini diketuai oleh Marzuki Alie, sedangkan DPD saat ini diketuai oleh Irman Gusman.

Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidensial sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. Meskipun demikian, Presiden saat ini yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat juga menunjuk sejumlah pemimpin Partai Politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh menteri tanpa portofolio partai (berasal dari seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).

Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Konstitusi, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun demikian keberadaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap dipertahankan.

Pimpinan DPD RI periode 2014-2019

DAFTAR PIMPINAN DPD RI, DPR RI DAN MPR RI PERIODE 2014-2019
October 12, 2014

Pimpinan DPD RI periode 2014-2015
Ketua  :

H. Irman Gusman S.E., MBA. (Sumatera Barat)

Wakil Ketua :

Prof. DR. Farouk Muhammad (Nusa Tenggara Barat)
Gusti Kanjeng Ratu Hemas (DIY)

Pimpinan DPR RI periode 2014-2019

Ketua :

Ade Komarudin (Golkar)

Wakil Ketua :

Fadli Zon (Gerindra)
Fahri Hamzah (PKS)
Taufik Kurniawan (PAN)
Agus Hermanto (Demokrat)

Pimpinan MPR RI periode 2014-2019

Ketua :

Zulkifli Hasan (PAN)

Wakil Ketua :

Mahyudin (Golkar)
EE Mangindaan (Demokrat)
Hidayat Nur Wahid (PKS)
Oesman Sapta (DPD)

Pembagian Administratif

PETA INDONESIA 1

Indonesia saat ini terdiri dari

  • 34 provinsi, lima di antaranya memiliki status yang berbeda.
  • Provinsi dibagi menjadi 403 kabupaten dan 98 kota yang dibagi lagi menjadi kecamatan dan lagi menjadi kelurahan, desa, gampong, kampung, nagari, pekon, atau istilah lain yang diakomodasi oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
  • Tiap provinsi memiliki DPRD Provinsi dan gubernur; sementara kabupaten memiliki DPRD Kabupaten dan bupati; kemudian kota memiliki DPRD Kota dan wali kota; semuanya dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilu dan Pilkada. Bagaimanapun di Jakarta tidak terdapat DPR Kabupaten atau Kota, karena Kabupaten Administrasi dan Kota Administrasi di Jakarta bukanlah daerah otonom.

Provinsi Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua Barat, dan Papua memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat otonomi yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya. Contohnya, Aceh berhak membentuk sistem legal sendiri; pada tahun 2003, Aceh mulai menetapkan hukum Syariah.[29] Yogyakarta mendapatkan status Daerah Istimewa sebagai pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia selama Revolusi.[30] Provinsi Papua, sebelumnya disebut Irian Jaya, mendapat status otonomi khusus tahun 2001.[31] DKI Jakarta, adalah daerah khusus ibukota negara. Timor Portugis digabungkan ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi provinsi Timor Timur pada 1979–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste.[32]

Provinsi di Indonesia dan ibukotanya

Sumatera

  • Aceh – Banda Aceh
  • Sumatera Utara – Medan
  • Sumatera Barat – Padang
  • Riau – Pekanbaru
  • Kepulauan Riau – Tanjungpinang
  • Jambi – Jambi
  • Sumatera Selatan – Palembang
  • Kepulauan Bangka Belitung – Pangkal Pinang
  • Bengkulu – Bengkulu
  • Lampung – Bandar Lampung

Jawa

  • Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • Banten – Serang
  • Jawa Barat – Bandung
  • Jawa Tengah – Semarang
  • Daerah Istimewa Yogyakarta – Yogyakarta
  • Jawa Timur – Surabaya

Kepulauan Nusa Tenggara

  • Bali – Denpasar
  • Nusa Tenggara Barat – Mataram
  • Nusa Tenggara Timur – Kupang

Kalimantan

  • Kalimantan Barat – Pontianak
  • Kalimantan Tengah – Palangka Raya
  • Kalimantan Selatan – Banjarmasin
  • Kalimantan Timur – Samarinda
  • Kalimantan Utara – Tanjung Selor

Sulawesi

  • Sulawesi Utara – Manado
  • Gorontalo – Gorontalo
  • Sulawesi Tengah – Palu
  • Sulawesi Barat – Mamuju
  • Sulawesi Selatan – Makassar
  • Sulawesi Tenggara – Kendari

Kepulauan Maluku

  • Maluku – Ambon
  • Maluku Utara – Sofifi

Papua

  • Papua Barat – Manokwari
  • Papua – Jayapura

Daftar ibu kota provinsi di Indonesia

 

Yurisdiksi Ibu kota Populasi Gambar
Indonesia Jakarta 9.607.787  
Sumatera
Aceh Banda Aceh 223.446  
Sumatera Utara Medan 2.097.610
Sumatera Barat Padang 833.562
Riau Pekanbaru 897.767  
Jambi Jambi 531.857    
Sumatera Selatan Palembang 1.455.284
Bengkulu Bengkulu 308.544  
Lampung Bandar Lampung 881.801
Kepulauan Bangka Belitung Pangkal Pinang 174.000
Kepulauan Riau Tanjung Pinang 192.493
Jawa
Jakarta Jakarta 8.839.247
Yogyakarta Yogyakarta 511.744
Jawa Barat Bandung 2.288.570
Jawa Tengah Semarang 1.352.869
Jawa Timur Surabaya 2.611.506
Banten Serang 501.562
Sunda Kecil
Bali Denpasar 491,500
Nusa Tenggara Timur Kupang 269,680
Nusa Tenggara Barat Mataram 356.141
Kalimantan
Kalimantan Barat Pontianak 516.737
Kalimantan Tengah Palangka Raya 168.449  
Kalimantan Selatan Banjarmasin 693.566
Kalimantan Timur Samarinda 727.500
Kalimantan Utara Tanjung Selor 622.350
Sulawesi
Sulawesi Utara Manado 417.586  
Sulawesi Tengah Palu 268.664  
Sulawesi Selatan Makassar 1.168.258
Sulawesi Tenggara Kendari 226.056  
Sulawesi Barat Mamuju    
Gorontalo Gorontalo 138.354  
Maluku
Maluku Ambon 428.585  
Maluku Utara Sofifi 163.467  
Papua
Papua Jayapura 197,396
Papua Barat Manokwari    

Geografi

Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara yang memiliki 13.487 pulau besar dan kecil, sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni[34], yang menyebar disekitar khatulistiwa, yang memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6°LU – 11°08′LS dan dari 95°’BT – 141°45’BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.

Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, dimana setengah populasi Indonesia bermukim. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatera dengan luas 473.606 km², Kalimantan dengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km². Batas wilayah Indonesia diukur dari kepulauan dengan menggunakan territorial laut: 12 mil laut serta zona ekonomi eksklusif: 200 mil laut, searah penjuru mata angin, yaitu:

Utara Negara Malaysia dengan perbatasan sepanjang 1.782 km, Singapura, Filipina, dan Laut Cina Selatan
Selatan Negara Australia, Timor Leste, dan Samudra Indonesia
Barat Samudra Indonesia
Timur Negara Papua Nugini dengan perbatasan sepanjang 820 km, Timor Leste, dan Samudra Pasifik

Sumber daya alam

Sumber daya alam Indonesia berupa minyak bumi, timah, gas alam, nikel, kayu, bauksit, tanah subur, batu bara, emas, dan perak dengan pembagian lahan terdiri dari tanah pertanian sebesar 10%, perkebunan sebesar 7%, padang rumput sebesar 7%, hutan dan daerah berhutan sebesar 62%, dan lainnya sebesar 14% dengan lahan irigasi seluas 45.970 km

Pendidikan

Sesuai dengan konstitusi yang berlaku, yaitu berdasarkan UUD 1945 pasal 31 ayat 4 dan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, bahwa pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah mesti mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD diluar gaji pendidik dan biaya kedinasan. Namun pada tahun 2007 alokasi yang disediakan tersebut baru sekitar 17.2 %, jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara Malaysia, Thailand dan Filipina yang telah mengalokasikan anggaran untuk pendidikan lebih dari 28 %.

Ekonomi

800px-PDRB_per_kapita_Indonesia_2008.svgSistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.

677px-Indonesian_Rupiah_(IDR)_banknotes2009

Indonesian Rupiah (IDR) banknotes 2009

Indonesian_Rupiah_(IDR)_banknotes

Indonesian Rupiah (IDR) banknotes 2016

2016 Indonesian Rupiah

2016 Indonesian Rupiah “National Heroes” Series

Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara.

Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadualan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing. Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981. Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali, selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997 Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu,[40] yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.

Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut. Namun demikian, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam memengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%. Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari.

Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet. Sektor jasa adalah penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan sektor industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang 14,0%. Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%.

Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.

Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan. Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007.

Peringkat internasional

Organisasi Nama Survey Peringkat
Heritage Foundation/The Wall Street Journal Indeks Kebebasan Ekonomi 110 dari 157
The Economist Indeks Kualitas Hidup 71 dari 111
Reporters Without Borders Indeks Kebebasan Pers 103 dari 168
Transparency International Indeks Persepsi Korupsi 143 dari 179
United Nations Development Programme Indeks Pembangunan Manusia 108 dari 177
Forum Ekonomi Dunia Laporan Daya Saing Global 51 dari 122

Demografi

Kepadatan_2010

Menurut sensus penduduk 2000, Indonesia memiliki populasi sekitar 206 juta, dan diperkirakan pada tahun 2006 berpenduduk 222 juta. 130 juta (lebih dari 50%) tinggal di Pulau Jawa yang merupakan pulau berpenduduk terbanyak sekaligus pulau dimana ibukota Jakarta berada. Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah Bangsa Austronesia, dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda, Madura, Batak, dan Minangkabau.

Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas di antaranya adalah etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke Nusantara melalui perdagangan sejak abad ke 8 M dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi etnis Tionghoa. Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930 dan 2000 pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya.

Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.

Kebanyakan penduduk Indonesia bertutur dalam bahasa daerah sebagai bahasa ibu, namun bahasa resmi negara, yaitu bahasa Indonesia, diajarkan di seluruh sekolah-sekolah di negara ini dan dikuasai oleh hampir seluruh penduduk Indonesia.

Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta DKI Jakarta 9.607.787 Indonesia
Indonesia
7 Depok Jawa Barat 1.738.570
2 Surabaya Jawa Timur 2.765.487 8 Palembang Sumatera Selatan 1.648.292
3 Bandung Jawa Barat 2.394.873 9 Semarang Jawa Tengah 1.555.984
4 Bekasi Jawa Barat 2.334.871 10 Makassar Sulawesi Selatan 1.338.663
5 Medan Sumatera Utara 2.097.610 11 Tangerang Selatan Banten 1.290.322
6 Tangerang Banten 1.798.601 12 Batam Kepulauan Riau 1.137.894

Kebudayaan

Pertunjukan

Wayang kulit warisan budaya Jawa.

Wayang kulit warisan budaya Jawa.

Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki warisan budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Cina, Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda. Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatera seperti tari Ratéb Meuseukat dan tari Seudati dari Aceh.

Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.

Busana

Seorang gadis Palembang tengah mengenakan Songket, salah satu busana tradisional Indonesia.

Seorang gadis Palembang tengah mengenakan Songket, salah satu busana tradisional Indonesia.

Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri batik meliputi Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, Pandeglang, Garut, Tasikmalaya dan juga Pekalongan. Kerajinan batik ini pun diklaim oleh negara lain dengan industri batiknya.[60] Busana asli Indonesia dari Sabang sampai Merauke lainnya dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan di setiap daerah antara lain baju kurung dengan songketnya dari Sumatera Barat (Minangkabau), kain ulos dari Sumatera Utara (Batak), busana kebaya, busana khas Dayak di Kalimantan, baju bodo dari Sulawesi Selatan, busana berkoteka dari Papua dan sebagainya.

Arsitektur

Lukisan Candi Prambanan yang berasal dari masa pemerintahan Raffles.

Lukisan Candi Prambanan yang berasal dari masa pemerintahan Raffles.

Arsitektur Indonesia mencerminkan keanekaragaman budaya, sejarah, dan geografi yang membentuk Indonesia seutuhnya. Kaum penyerang, penjajah, penyebar agama, pedagang, dan saudagar membawa perubahan budaya dengan memberi dampak pada gaya dan teknik bangunan. Tradisionalnya, pengaruh arsitektur asing yang paling kuat adalah dari India. Tetapi, Cina, Arab, dan sejak abad ke-19 pengaruh Eropa menjadi cukup dominan.

Ciri khas arsitektur Indonesia kuno masih dapat dilihat melalui rumah-rumah adat dan/atau istana-istana kerajaan dari tiap-tiap provinsi. Taman Mini Indonesia Indah, salah satu objek wisata di Jakarta yang menjadi miniatur Indonesia, menampilkan keanekaragaman arsitektur Indonesia itu. Beberapa bangunan khas Indonesia misalnya Rumah Gadang, Monumen Nasional, dan Bangunan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan di Institut Teknologi Bandung.

Olahraga

Maria Kristin Yulianti (merah), peraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008.

Maria Kristin Yulianti (merah), peraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008.

Olahraga yang paling populer di Indonesia adalah bulu tangkis dan sepak bola; Liga Super Indonesia adalah liga klub sepak bola utama di Indonesia. Olahraga tradisional termasuk sepak takraw dan karapan sapi di Madura. Di wilayah dengan sejarah perang antar suku, kontes pertarungan diadakan, seperti caci di Flores, dan pasola di Sumba. Pencak silat adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya. Olahraga di Indonesia biasanya berorientasi pada pria dan olahraga spektator sering berhubungan dengan judi yang ilegal di Indonesia.

Di ajang kompetisi multi cabang, prestasi atlet-atlet Indonesia tidak terlalu mengesankan. Di Olimpiade, prestasi terbaik Indonesia diraih pada saat Olimpiade 1992, dimana Indonesia menduduki peringkat 24 dengan meraih 2 emas 2 perak dan 1 perunggu. Pada era 1960 hingga 2000, Indonesia merajai bulu tangkis. Atlet-atlet putra Indonesia seperti Rudi Hartono, Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Ricky Subagja, dan Rexy Mainaky merajai kejuaraan-kejuaraan dunia. Rudi Hartono yang dianggap sebagai maestro bulu tangkis dunia, menjadi juara All England terbanyak sepanjang sejarah. Selain bulu tangkis, atlet-atlet tinju Indonesia juga mampu meraih gelar juara dunia, seperti Elyas Pical, Nico Thomas, dan Chris John.

Seni Musik

Seperangkat gamelan

Seperangkat gamelan

Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari Sabang hingga Merauke. Setiap provinsi di Indonesia memiliki musik tradisional dengan ciri khasnya tersendiri. Musik tradisional termasuk juga keroncong yang berasal dari keturunan Portugis di daerah Tugu, Jakarta, yang dikenal oleh semua rakyat Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. Ada juga musik yang merakyat di Indonesia yang dikenal dengan nama dangdut yaitu musik beraliran Melayu modern yang dipengaruhi oleh musik India sehingga musik dangdut ini sangat berbeda dengan musik tradisional Melayu yang sebenarnya, seperti musik Melayu Deli, Melayu Riau, dan sebagainya.

Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki banyak ragam dari pelbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula dari alat musik tradisional Indonesia ‘dicuri’ oleh negara lain[65] untuk kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak cipta seni budaya dari Indonesia. Alat musik tradisional Indonesia antara lain meliputi:

  • Angklung
  • Bende
  • Calung
  • Dermenan
  • Gamelan
  • Gandang Tabuik
  • Gendang Bali
  • Gondang Batak
  • Gong Kemada
  • Gong Lambus
  • Jidor
  • Kecapi Suling
  • Kulcapi Batak
  • Kendang Jawa
  • Kenong
  • Kulintang
  • Rebab
  • Rebana
  • Saluang
  • Saron
  • Sasando
  • Serunai
  • Seurune Kale
  • Suling Lembang
  • Sulim Batak
  • Suling Sunda
  • Talempong
  • Tanggetong
  • Tifa, dan sebagainya

Boga

Beberapa makanan Indonesia: soto ayam, sate kerang, telor pindang, perkedel dan es teh manis

Beberapa makanan Indonesia: soto ayam, sate kerang, telor pindang, perkedel dan es teh manis

Masakan Indonesia bervariasi bergantung pada wilayahnya. Nasi adalah makanan pokok dan dihidangkan dengan lauk daging dan sayur. Bumbu (terutama cabai), santan, ikan, dan ayam adalah bahan yang penting.

Sepanjang sejarah, Indonesia telah menjadi tempat perdagangan antara dua benua. Ini menyebabkan terbawanya banyak bumbu, bahan makanan dan teknik memasak dari bangsa Melayu sendiri, India, Timur tengah, Tionghoa, dan Eropa. Semua ini bercampur dengan ciri khas makanan Indonesia tradisional, menghasilkan banyak keanekaragaman yang tidak ditemukan di daerah lain. Bahkan bangsa Spanyol dan Portugis, telah mendahului bangsa Belanda dengan membawa banyak produk dari dunia baru ke Indonesia.

Sambal, sate, bakso, soto, dan nasi goreng merupakan beberapa contoh makanan yang biasa dimakan masyarakat Indonesia setiap hari. Selain disajikan di warung atau restoran, terdapat pula aneka makanan khas Indonesia yang dijual oleh para pedagang keliling menggunakan gerobak atau pikulan. Pedagang ini menyajikan bubur ayam, mie ayam, mi bakso, mi goreng, nasi goreng, aneka macam soto, siomay, sate, nasi uduk, dan lain-lain.

Rumah makan Padang yang menyajikan nasi Padang, yaitu nasi disajikan bersama aneka lauk-pauk Masakan Padang, mudah ditemui di berbagai kota di Indonesia. Selain itu Warung Tegal yang menyajikan masakan Jawa khas Tegal dengan harga yang terjangkau juga tersebar luas. Nasi rames atau nasi campur yang berisi nasi beserta lauk atau sayur pilihan dijual di warung nasi di tempat-tempat umum, seperti stasiun kereta api, pasar, dan terminal bus. Di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dikenal nasi kucing sebagai nasi rames yang berukuran kecil dengan harga murah, nasi kucing sering dijual di atas angkringan, sejenis warung kaki lima. Penganan kecil semisal kue-kue banyak dijual di pasar tradisional. Kue-kue tersebut biasanya berbahan dasar beras, ketan, ubi kayu, ubi jalar, terigu, atau sagu.

Perfilman

Poster film Tjoet Nja' Dhien (1988), film tentang pahlawan nasional Indonesia asal Aceh.

Poster film Tjoet Nja’ Dhien (1988), film tentang pahlawan nasional Indonesia asal Aceh.

Bukti tulisan tertua di Indonesia adalah berbagai prasasti berbahasa Sanskerta pada abad ke-5 Masehi. Figur penting dalam sastra modern Indonesia termasuk: pengarang Belanda Multatuli yang mengkritik perlakuan Belanda terhadap Indonesia selama zaman penjajahan Belanda; Muhammad Yamin dan Hamka yang merupakan penulis dan politikus pra-kemerdekaan;[70] dan Pramoedya Ananta Toer, pembuat novel Indonesia yang paling terkenal.[71] Selain novel, sastra tulis Indonesia juga berupa puisi, pantun, dan sajak. Chairil Anwar merupakan penulis puisi Indonesia yang paling ternama. Banyak orang Indonesia memiliki tradisi lisan yang kuat, yang membantu mendefinisikan dan memelihara identitas budaya mereka.[72] Kebebasan pers di Indonesia meningkat setelah berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto. Stasiun televisi termasuk sepuluh stasiun televisi swasta nasional, dan jaringan daerah yang bersaing dengan stasiun televisi negeri TVRI. Stasiun radio swasta menyiarkan berita mereka dan program penyiaran asing. Dilaporkan terdapat 20 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007.[73] Penggunaan internet terbatas pada minoritas populasi, diperkirakan sekitar 8.5%.

Bahasa

Indonesia hanya memiliki satu bahasa nasional atau bahasa negara, yakni Bahasa Indonesia.Campur tangan negara terhadap bahasa nasional diselenggarakan melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Indonesia memiliki lebih dari 721 bahasa daerah. Di antara ratusan bahasa daerah tersebut, yang paling banyak sebarannya adalah di Papua dan Kalimantan, sedangkan yang paling sedikit adalah di pulau Jawa. Menurut jumlah penuturnya, bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia berturut-turut adalah: Jawa (80 juta penutur), Melayu-Indonesia, Sunda, Madura, Batak, Minangkabau, Bugis, Aceh, Bali, Banjar.

Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional telah diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia kepada para pelajar mulai jenjang pendidikan dasar. Meski demikian, dengan berbagai alasan terdapat upaya untuk menghapus pelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar.

Bagi penganut agama Islam yang menjadi kaum mayoritas di Indonesia, bahasa Arab adalah bahasa asing yang memiliki kedudukan khusus, karena harus dipraktikkan dalam ibadah harian tertentu, misalnya salat. Meskipun demikian, bahasa Arab tidak menjadi bahasa pergaulan umum sejak periode awal keberadaannya di Indonesia.

Lingkungan Hidup

Komodo, hewan reptil langka khas dari Nusa Tenggara.

Komodo, hewan reptil langka khas dari Nusa Tenggara.

Wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi sehingga oleh beberapa pihak wilayah ekologi Indonesia disebut dengan istilah “Mega biodiversity” atau “keanekaragaman mahluk hidup yang tinggi”[83][84] umumnya dikenal sebagai Indomalaya atau Malesia bedasarkan penelitian bahwa 10 persen tumbuhan, 12 persen mamalia, 16 persen reptil, 17 persen burung, 25 persen ikan yang ada di dunia hidup di Indonesia, padahal luas Indonesia hanya 1,3 % dari luas Bumi. Kekayaan makhluk hidup Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Brasil dan Republik Demokratik Kongo. [85]

Rafflesia arnoldii bunga terbesar di dunia, diameternya mencapai 1,3 meter.

Rafflesia arnoldii bunga terbesar di dunia, diameternya mencapai 1,3 meter.

Meskipun demikian, Guinness World Records pada 2008 pernah mencatat rekor Indonesia sebagai negara yang paling kencang laju kerusakan hutannya di dunia. Setiap tahun Indonesia kehilangan hutan seluas 1,8 juta hektar. Kerusakan yang terjadi di daerah hulu (hutan) juga turut merusak kawasan di daerah hilir (pesisir).[86] Menurut catatan Down The Earth, proyek Asian Development Bank (ADB) di sektor kelautan Indonesia telah memicu terjadinya alih fungsi secara besar-besaran hutan bakau menjadi kawasan pertambakan. Padahal hutan bakau, selain berfungsi melindungi pantai dari abrasi, merupakan habitat yang baik bagi berbagai jenis ikan. Kehancuran hutan bakau tersebut mengakibatkan nelayan harus mencari ikan dengan jarak semakin jauh dan menambah biaya operasional mereka dalam mencari ikan. Selain itu, hancurnya hutan bakau juga mengakibatkan semakin rentannya kawasan pesisir Indonesia terhadap terjangan air pasang laut dan banjir, terlebih di musim hujan.

Jalan Toll

Daftar Jalan Toll di Indonesia yang sudah beroperasi
Island Province Toll Road name Operator
Sumatra North Sumatra Belmera Jasa Marga
Java Banten Jakarta-Serpong Toll Road Jasa Marga
Jakarta-Tangerang Toll Road Jasa Marga
Tangerang-Merak Toll Road Marga Mandala Sakti
Prof. Dr. Sedyatmo Toll Road (Soekarno-Hatta International Airport Toll Road) Jasa Marga
Jakarta Jakarta Inner Ring Road Jasa Marga & Citra Marga Nusaphala Persada
Jakarta Outer Ring Road Jasa Marga, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, Jalan Lingkar Barat & Bintaro Serpong Damai / Nusantara Infrastructure
Jakarta-Cikampek Toll Road Jasa Marga
Jagorawi Toll Road Jasa Marga
Jakarta-Tangerang Toll Road Jasa Marga
Jakarta-Serpong Toll Road Bintaro Serpong Damai / Nusantara Infrastructure
Prof. Dr. Sedyatmo Toll Road (Soekarno-Hatta International Airport Toll Road) Jasa Marga
West Java Jakarta-Cikampek Toll Road Jasa Marga
Cipularang Toll Road Jasa Marga
Padaleunyi Toll Road Jasa Marga
Jagorawi Toll Road Jasa Marga
Bogor Ring Road  
Palimanan-Kanci Toll Road Jasa Marga
Kanci-Pejagan Toll Road Bakrie Toll Road
Central Java Semarang Section A,B,C Toll Road Jasa Marga
Semarang Ungaran toll road Jasa Marga
East Java Surabaya-Gresik Toll Road Jasa Marga
Surabaya-Gempol Toll Road Jasa Marga
Surabaya/Waru-Juanda International Airport Toll Road Citra Marga Nusaphala Persada
Surabaya-Madura Bridge Toll Road Jasa Marga
Bali Bali Bali Mandara Toll Road Jasa Marga
Sulawesi Makassar Makassar Airport Toll Road Jalan Tol Seksi Empat / Nusantara Infrastructure
Makassar Seaport – Tallo Bosowa Marga Nusantara / Nusantara Infrastructure

June 10, 2014 by the BBC World News

Indonesia Profile

Overview

_55373014_indonesiaSpread across a chain of thousands of islands between Asia and Australia, Indonesia has the world’s largest Muslim population and Southeast Asia’s biggest economy.

Ethnically it is highly diverse, with more than 300 local languages. The people range from rural hunter-gatherers to a modern urban elite.

Sophisticated kingdoms existed before the arrival of the Dutch, who consolidated their hold over two centuries, eventually uniting the archipelago in around 1900.

After Japan’s wartime occupation ended, independence was proclaimed in 1945 by Sukarno, the independence movement’s leader.

The Dutch transferred sovereignty in 1949 after an armed struggle.

Economic Growth

Long-term leader General Suharto came to power in the wake of an abortive coup in 1965. He imposed authoritarian rule while allowing technocrats to run the economy with considerable success.

But his policy of allowing army involvement in all levels of government, down to village level, fostered corruption. His “transmigration” programmes – which moved large numbers of landless farmers from Java to other parts of the country – fanned ethnic conflict.

Suharto fell from power after riots in 1998 and escaped efforts to bring him to justice for decades of dictatorship.

Post-Suharto Indonesia has made the transition to democracy. Power has been devolved away from the central government and the first direct presidential elections were held in 2004.

Indonesia has undergone a resurgence since the 1997 Asian financial crisis, becoming one of the world’s major emerging economies.


At a Glance

  • Politics: Democracy followed the end of Suharto’s three decades of dictatorial rule in 1998
  • Economics: Indonesia is the regions biggest economy and a member of the G20 group of the world’s richest nations

Investors are attracted by a large consumer base, rich natural resources and political stability.

Traditional markets and modern high rises co-exist in the region's biggest economy

Traditional markets and modern high rises co-exist in the region’s biggest economy

Secessionists

The country faces demands for independence in several provinces, where secessionists have been encouraged by East Timor’s 1999 success in breaking away after a traumatic 25 years of occupation.

Militant Islamic groups have flexed their muscles over the past few years. Some have been accused of having links with al-Qaeda, including the group blamed for the 2002 Bali bombings, which killed 202 people.

Lying near the intersection of shifting tectonic plates, Indonesia is prone to earthquakes and volcanic eruptions. A powerful undersea quake in late 2004 sent massive waves crashing into coastal areas of Sumatra, and into coastal communities across south and east Asia. The disaster left more than 220,000 Indonesians dead or missing.

Indonesia is vulnerable to volcanic eruptions, such as this one on the island of Sumatra

Indonesia is vulnerable to volcanic eruptions, such as this one on the island of Sumatra

Facts of Indonesia

  • Full name: Republic of Indonesia
  • Population: 242.8 million (UN, 2012)
  • Capital: Jakarta
  • Area: 1.9 million sq km (742,308 sq miles)
  • Major languages: Indonesian, 300 regional languages
  • Major religion: Islam
  • Life expectancy: 68 years (men), 72 years (women) (UN)
  • Monetary unit: 1 rupiah (Rp)
  • Main exports: Oil and gas, plywood, textiles, rubber, palm oil
  • GNI per capita: US $2,940 (World Bank, 2011)
  • Internet domain:.id
  • International dialling code: +62

Leader

Outgoing president: Susilo Bambang Yudhoyono

Former army general Susilo Bambang Yudhoyono won Indonesia’s first-ever direct presidential elections in September 2004, in what was hailed as the first peaceful transition of power in Indonesia’s history.

He was re-elected in July 2009 in a landslide victory on the back of improved security and strong growth in Southeast Asia’s biggest economy.

He is to be replaced in mid-2014 after the presidential election.

Mr Yudhoyono has cultivated an image as a tough corruption fighter with high moral integrity; pledges to crack down even harder on corruption were one of the main planks of his 2009 election campaign.

But the sentencing in 2012 of a former Democratic Party treasurer on corruption charges caused embarrassment for the president’s ruling party.

Mr Yudhoyono is credited with having ushered in an era of financial stability. The global financial crisis of 2008-9 did not hit Indonesia as badly as some of its neighbours, though millions of Indonesian citizens still live under the poverty line.

He has identified the fight against terrorism as a key challenge, and has warned that Indonesia’s reputation for pluralism is threatened by a growing trend of religious extremism.

The first year of Mr Yudhoyono’s first term brought perhaps his biggest challenge, the 2004 Asian tsunami disaster. His administration also won international plaudits for signing a peace deal in 2005 with separatist rebels in Aceh province.

Mr Yudhoyono, a fluent English speaker, studied for his master’s degree in the US. Rising through the ranks under former President Suharto, he led Indonesia’s peacekeeping contingent in Bosnia in the 1990s.

Mr Yudhoyono also completed several tours of duty in the Indonesian-occupied East Timor.

Married with two sons, the president has released several albums featuring his own love songs, some of them now covered by Indonesian boy bands.

Indonesia Timeline

 A chronology of Key Events:

  • 1670-1900 – Dutch colonists bring the whole of Indonesia under one government as the Dutch East Indies.
  • 1928 – A youth conference pledges to work for “one nation, one language, one people” for Indonesia.
  • 1942 – Japan invades Dutch East Indies.
  • 1945 – The Japanese help independence leader Sukarno return from internal exile and declare independence.
  • 1949 – The Dutch recognise Indonesian independence after four years of guerrilla warfare.
  • 1950s – Maluku (Moluccas) declares independence from Indonesia and fights an unsuccessful separatist war
  • 1962 – Western New Guinea, or West Papua, held by the Netherlands, is placed under UN administration and subsequently occupied by Indonesian forces. Opposition to Indonesian rule erupts.
Sukarno: Indonesia's Founding Father

Sukarno: Indonesia’s Founding Father

Suharto Comes to Power

  • 1965 – Failed coup: In the aftermath, hundreds of thousands of suspected Communists are killed in a purge of leftists which descends into vigilantism.
  • 1966 – Sukarno hands over emergency powers to General Suharto, who becomes president in March 1967.
  • 1969 – West Papua formally incorporated into Indonesia, becoming Irian Jaya Province.
  • 1975 – Portugal grants East Timor independence.
  • 1976 – Indonesia invades East Timor and incorporates it as a province.
  • 1997 – Asian economic crisis: Indonesian rupiah plummets in value.
  • 1998 – Protests and rioting topple Suharto; B J Habibie becomes president.

East Timor Independence Vote

  • 1999 – Ethnic violence breaks out in Maluku. Free elections are held in Indonesia. East Timor votes for independence in UN-sponsored referendum, after which anti-independence militia go on the rampage. East Timor comes under UN administration. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) becomes president.
  •  2000 – Two financial scandals dog the Wahid administration: Buloggate (embezzled funds from the state logistics agency), and Bruneigate (missing humanitarian aid funds from the Sultan of Brunei). The corruption case against former President Suharto collapses. Irian Jaya separatists become more vocal in demanding a referendum.
  • 2001 – Ethnic violence in Kalimantan as indigenous Dayaks force out Madurese transmigrants. Mass political demonstrations by Wahid’s supporters and opponents. IMF stops further loans citing lack of progress in tackling corruption.

Megawati Sworn In

  • 2001 July – Parliament dismisses President Wahid over allegations of corruption and incompetence. Vice President Megawati Sukarnoputri is sworn in as his replacement, even as Wahid refuses to leave the presidential palace.
  • 2002 January – Indonesia inaugurates human rights court which is expected to test government’s willingness to hold the military accountable for atrocities in East Timor after the 1999 independence vote. Irian Jaya province granted greater autonomy by Jakarta, allowed to adopt locally-preferred name of Papua.
  • 2002 May – East Timor becomes independent.
  • 2002 August – Constitutional changes are seen as a step towards democracy. For the first time, voters will be able to elect a president and vice president.

Bali Attacks

  • 2002 October – Bomb attack on the Kuta Beach nightclub district on Bali kills 202 people, most of them tourists. 
    • Muslim Cleric Abu Bakar Ba’asyir is arrested shortly after the bombings. He is accused of plotting to overthrow the government as the alleged spiritual leader of Jemaah Islamiah (JI), the group thought to be behind the Bali bombing.
  • 2002 December – Government and separatist Free Aceh Movement (Gam) sign peace deal in Geneva, aimed at ending 26 years of violence.
    • The accord provides for autonomy and free elections in the Muslim oil-rich province of Aceh; in return the Gam must disarm.
  • 2003 May – Peace talks between government and Gam separatists break down; government mounts military offensive against Gam rebels.
    • Martial law is imposed.
  • 2003 August – Car bomb explodes outside the Marriott Hotel in Jakarta, killing 14 people.
  • 2003 August-October – Three Bali bombing suspects are found guilty and sentenced to death for their roles in the 2002 attacks.
    • A fourth suspect is given life imprisonment. bu Bakar Ba’asyir is cleared of treason but jailed for subversion and immigration offences. The subversion charge is later overturned.
  • 2004 April – Parliamentary and local elections: Golkar party of former President Suharto wins greatest share of vote, with Megawati Sukarnoputri’s PDI-P coming second.
  • 2004 July – First-ever direct presidential elections; first round narrows field to Susilo Bambang Yudhoyono and incumbent Megawati Sukarnoputri.
  • 2004 September – Car bomb attack outside Australian embassy in Jakarta kills nine, injures more than 180. 
    • Former general Susilo Bambang Yudhoyono wins second round of presidential elections, unseating incumbent Megawati Sukarnoputri.
  • 2004 November – End of two-year process under which 18 people were tried by Indonesian court for human rights abuses in East Timor during 1999 crisis. Only one conviction – that of militia leader Eurico Guterres – is left standing.

Tsunami; Aceh Deal

  • 2004 December – More than 220,000 people are dead or missing in Indonesia alone after a powerful undersea earthquake off Sumatra generates massive tidal waves. The waves devastate Indian Ocean communities as far afield as Thailand, India, Sri Lanka and Somalia.
  • 2005 March – Court finds Muslim cleric Abu Bakar Ba’asyir guilty of conspiracy over 2002 Bali bombings, sentences him to two-and-a-half years in jail. He is freed in June 2006. 
    • A powerful earthquake off Sumatra kills at least 1,000 people, many of them on the island of Nias. The quake triggers tsunami alerts around the Indian Ocean.
  • 2005 August – Government and Free Aceh Movement separatists sign a peace deal providing for rebel disarmament and the withdrawal of government soldiers from the province. Rebels begin handing in weapons in September; government completes troop pull-out in December.
  • 2005 September – Airliner crashes on take-off from Sumatran city of Medan, killing more than 100 passengers and around 50 people on the ground.
  • 2005 October – Three suicide bombings on the resort island of Bali kill 23 people, including the bombers
  • 2006 January – East Timorese report accuses Indonesia of widespread atrocities during its 24-year occupation, holding it responsible for the deaths of more than 100,000 people.
  • 2006 February-March – Deadly protests at a major US-owned gold and copper mine in Papua province follow attempts to remove illegal prospectors from the site.
  • 2006 May – A powerful earthquake kills thousands of people on Java.
  • 2006 July – A tsunami, triggered by a large undersea earthquake, kills more than 500 people on Java.

Aceh Elections

  • 2006 December – First direct elections held in Aceh province, consolidating the August 2005 peace accord. Former separatist rebel leader Irwandi Yusuf elected governor.
  • 2007 June – Police capture the alleged head of the militant group Jemaah Islamiah (JI), Zarkasih, and the leader of the group’s military wing, Abu Dujana.
  • 2007 December – Alleged JI leader Zarkasih goes on trial in Jakarta.
  • 2008 January – Former President Suharto dies.
Former President Suharto died in 2008. He led Indonesia for 32 years until 1998

Former President Suharto died in 2008. He led Indonesia for 32 years until 1998

  • 2008 July – Final report by joint Indonesian-East Timorese Truth Commission blames Indonesia for the human rights violations in the run-up to East Timor’s independence in 1999 and urges it to apologise. President Yudhoyono expresses “deep regret” but stops short of an apology.
  • 2008 November – Three Islamic militants convicted of carrying out the 2002 Bali bombings are executed.
  • 2009 July – President Susilo Bambang Yudhoyono wins re-election. 
    • Twin suicide bomb attacks on the JW Marriott and Ritz-Carlton hotels in Jakarta kill nine people and injure scores of others.

Pressure Mounts on Militants

  • 2009 September – Police shoot dead Indonesia’s most-wanted Islamist militant Noordin Mohammad Top, thought to be responsible for a series of deadly attacks across the archipelago.
  • 2010 February-March – Several suspected militants are arrested in series of raids on alleged training camps of groups thought to be linked to Jemaah Islamiah (JI) in Aceh province. Fourteen men are charged with plotting to launch terrorist attacks.
  • 2010 March – Police shoot dead Dulmatin – an alleged leading member of JI and the last main suspect in the 2002 Bali bombings still at large – during a raid on a Jakarta internet cafe.
  • 2010 October – Indonesia admits that men seen torturing Papuan villagers in a video are members of the military.
    • President Yudhoyono calls off a state visit to the Netherlands because of a threatened bid by separatists to have him arrested.
  • 2010 November – US President Barack Obama visits, hailing Indonesia as an example of how a developing nation can embrace democracy and diversity.
  • 2011 February – Two churches are set alight in central Java during a protest by hundreds of Muslims about blasphemy.
    • Three members of the Ahmadiyah sect, a minority Muslim group, are bludgeoned to death in a mob attack in West Java.
  • 2011 June – Radical cleric Abu Bakar Ba’asyir gets 15-year jail sentence for backing an Islamist militant training camp.
  • 2011 December – Pay deal ends acrimonious three-month strike by 8,000 workers at copper and gold mine owned by US company Freeport-McMoran in the restive eastern province of Papua.
    • Dutch government apologises for massacre of at least 150 people in the village of Rawagede, on the island of Java, in 1947, during Indonesia’s war of independence.
  • 2012 March – Court sentences Islamist militant Pepi Fernando to 18 years in prison for a parcel-bombing campaign targeting Muslim leaders and police.
  • 2012 June – Jakarta court sentences bombmaker Umar Patek to 20 years in prison for his role in the 2002 Bali attacks. He was extradited from Pakistan in 2011. The sentencing brings to an end the 10-year investigation into the bombings.
  • 2013 February – Eight soldiers are shot dead in two separate attacks by armed men in Papua province.
  • 2013 June – Parliament approves a major petrol and diesel price hike to cut the ballooning fuel subsidy, sparking violent protests.
  • 2013 September – Via its ambassador in Jakarta, the Netherlands publicly apologises for summary executions carried out by the Dutch army in the 1940s.
  • 2013 November – Major diplomatic row with Australia over allegations that Australia spied on the president.
  • 2014 April – Preparations for 9 April parliamentary polls.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s