8 Kesalahan Saat Memberikan Pertolongan Pertama

8 Kesalahan Saat Memberikan Pertolongan Pertama

Kita mungkin akan segera menelepon ambulans bila melihat kecelakaan atau peristiwa serangan jantung. Namun, untuk keadaan darurat lainnya, seperti luka bakar atau keseleo, kita akan bergerak untuk memberikan pertolongan pertama sebelum membawa korban ke rumah sakit.

113313_620

Namun, karena panik dan terburu-buru, seringkali menjadi bingung dan keliru dalam memberikan pertolongan pertama. Alih-alih meredakan luka, ternyata malah memperparahnya. Padahal, aturan pertama pertolongan pertama adalah: Tidak membahayakan.

Berikut 8 kesalahan dalam pertolongan pertama yang sering terjadi yang bersumber dari Palang Merah Amerika dan Mayo Clinic yang ditulis dalam News Max Health, edisi 21 Mei 2013.

1. Luka bakar.

Kesalahan umum yang sering terjadi pada penanganan luka bakar adalah dengan memberikan es di atasnya. Sebaiknya, penanganan luka bakar ringan atau bahkan luka bakar tingkat pertama dan kedua adalah dengan membasuh luka dengan air dingin. Setelah itu, tutup luka dengan kain kasa yang longgar (jangan gunakan kapas) dan segera pergi ke UGD.

2. Tersetrum.

Hal yang paling sering terjadi setelah tersetrum adalah mengabaikannya. Jarang sekali orang akan langsung memeriksakan diri ke dokter setelah tersetrum sebab tidak tampak bukti cedera fisik (kecuali jika dalam voltase besar). Luka pascasetrum tersembunyi jauh di dalam tubuh.

3. Gigi copot.

Saat menyadari gigi goyang dan akan copot, jangan sekali-kali menggosok gigi itu untuk melepasnya. Seperti saran American Dental Association, gunakanlah ujung karet untuk mencopotnya. Kemudian, rendam gigi dalam segelas susu. Dan, segera bawa gigi itu ke dokter sebab mungkin saja masih bisa dipasang kembali. Semakin cepat Anda bertindak, semakin baik kesempatan Anda.

4. Putus jari.

Hal mengerikan ini mungkin terjadi saat Anda menggunakan pisau atau gergaji. Kesalahan yang sering terjadi adalah dengan meletakkan bagian jari yang terputus di dalam es. Prosedur yang benar adalah meletakkan bagian itu di dalam kantong kedap air, dan kemudian menempatkan kantong di dalam es sebelum pergi ke UGD untuk menyambungnya kembali.

5. Mimisan.

Kekeliruan dalam mengobati mimisan adalah dengan bersandar. Perlakuan yang tepat adalah dengan duduk tegak dengan badan sedikit condong ke depan, bukannya dengan bersandar dan membuat badan condong ke belakang. Kemudian, tekan hidung Anda tepat di bawah tulang hidung dan tahan selama 5 sampai 10 menit. Jika perdarahan berlanjut, segera pergi ke UGD.

6. Keseleo.

Hal yang salah dalam hal ini adalah suhu yang ekstrem. Hindari penggunaan bantal pemanas, balsem, dan es. Memang benar adanya bahwa es membantu mengurangi pembengkakan. Namun, jangan langsung tempelkan ke kulit. Berikan pelapis (kain atau handuk tipis) sebelum menempelkannya ke kulit. Tempelkan selama 20 menit untuk mengurangi pembengkakan. Berikan juga ibruprofen (obat antiradang) untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan. Jika bagian tubuh Anda yang keseleo tak mampu menahan beban berat, mungkin ada tulang yang patah dan Anda harus segera membawanya ke UGD.

7. Keracunan.

Kesalahan terbesar adalah meminum sirup ipekak untuk merangsang muntah sehingga racun dapat keluar. Namun, menurut American Academy of Pediatrics, hal yang benar adalah dengan membawa korban ke rumah sakit segera. Jangan lupa, bawa makanan/minuman yang disinyalir penyebab keracunan sehingga dokter akan mengetahui dengan pasti jenis racunnya dan memberikan penawar yang tepat.

8. Kejang.

Kesalahan terburuk adalah dengan memasukkan sesuatu ke dalam mulut korban, misalnya sendok. Lebih baik, baringkan korban dan segera telepon ambulans. Namun, perlu diingat bahwa dalam keadaan tertentu, seperti nyeri dada, pendarahan yang banyak dan tak terkendali, sesak napas, dan kebingungan, Anda harus benar-benar menelepon ambulans, bukan membawanya sendiri ke rumah sakit. Petugas medis akan memberikan arahan kepada Anda untuk memberikan pertolongan pertama. Dan, jika dibawa dengan ambulans, korban akan segera tertolong, sebab petugas medis akan segera menanganinya. Ini lebih aman ketimbang Anda membawa sendiri ke rumah sakit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s