Bagaimana Cara Membuat Wanita Benar-Benar Orgasme!


23 Juli 2013

KHUSUS PASUTRI-NEW

Female Orgasm
Female Orgasm

Menurut hasil penelitian di Columbia University, 54 % wanita memalsukan kepuasan seksualnya saat berhubungan dengan pasangannya. Ada banyak alasan mengapa wanita melakukannya. Pahami masalahnya dan siapkan solusinya. Setelah itu, kami harap pasangan Anda selalu mengalami Orgasme sejati.

Si Dia merasa tak aman. Menurut penelitian di Temple University, memalsukan Orgasme merupakan salah satu cara bagi seorang wanita untuk menutupi rasa tidak amannya di kamar tidur. Sejumlah wanita menyatakan bahwa berpura-pura adalah cara mereka mengurangi tekanan saat ‘beraksi’. Jadi, bagaimana Anda bisa membuatnya merasa lebih percaya diri? Mulai dengan mengatakan betapa seksinya dia menurut Anda, saran Jennifer Landa, M.D., chief medical officer di BodyLogicMD dan penulis The Sex Drive Solution for Women.

“Dengan membuat dia merasa lebih nyaman dengan dirinya sendiri dan mengungkapkan fantasi Anda, dia akan merasa lebih nyaman dengan mengekspresikan dirinya secara seksual,” ujar Landa.

Si Dia menginginkan foreplay. Studi terbaru di Indiana menemukan hampir setengah dari wanita yang disurvei mengaku telah memalsukan Orgasme pada aktivitas seksual terakhir mereka. Alasannya? Mereka ‘berbohong’ karena kurangnya cumbuan. Foreplay sangat penting karena memiliki kemampuan untuk meningkatkan fungsi seksual dan kepuasan, jelas Erin B. Cooper, M.A., seorang mahasiswa kedokteran di bidang psikologi klinis di Temple. Jadi, sebelum Anda menuju “main course”, sisihkan waktu untuk menyalakan api gairahnya.

Coba ini: “Rangsang payudara, bukan hanya puting,” jelas Debby Herbenick, Ph.D., ilmuwan peneliti di Indiana University dan penulis buku Because Feels Good. Gunakan seluruh tangan untuk menyentuh, meremas atau memijat payudara, fokus pada sisi luar dan perhatikan bagaimana wanita memberikan responnya. “Jika dia menikmati sentuhan di payudara, Anda dapat melanjutkan.”

belly-peircing-kiss-horz

Mood si Dia tak tepat. Penelitian terbaru di Journal of Sexual Research, 67 % wanita berpendidikan tinggi yang mengaku ‘berpura-pura’ mengatakan, mereka berpikir tidak mungkin meraih Orgasme dan berharap seks-nya bisa segera diselesaikan, atau suasana hati mereka kurang bersahabat dan ingin menghindari menyakiti perasaan pasangannya.

“Apa yang ada dalam pikiran mereka terbukti mempengaruhi gairah seksual wanita,” kata Cooper. Jika wanita memiliki masalah yang mendesak di dalam pikirannya, mereka mungkin menjadi kurang responsif secara seksual. Bagaimana cara Anda agar bisa membuatnya tenang? Dengarkan kekecewaannya dan tawarkan dukungan moral untuknya. Wanita yang merasa terhibur oleh pasangannya lebih mungkin untuk mengekspresikan diri secara seksual, jelas Cooper.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.