5 Perawatan Vagina Yang Sering Dilakukan

PASUTRI 150

6 Agustus 2013

vagina

Perawatan kecantikan kini tidak hanya dilakukan di luar saja ternyata banyak wanita yang saat ini melakukan perawatan kecantikanya di bagian yang sanagat vital yankni di vagina mereka. Nah kamu mau tahu perawatan vagina seperti apa yang sering di lakukan? simak 5 Perawatan Vagina Yang Sering Dilakukanberikut ini.

1. Mencukur

Mencukur bulu bulu yang ada disekitar vagina memang sering dilakukan oleh wanita hal ini dilakukan wanita agar vagina lebih bersih dan terlihat rapi namun kadang kadang bulu baru yang akan timbul akan membuat derah disekitar vagina akan gatal.

2. Pemutihan atau Bleaching

Memiliki vagina yang terlihat menghitam terkadang membuat wanita menjadi merasa tidak percaya diri ketika berhubungan seks dengan pasanganya. Untuk mengatasi ini terkadang wanita akan melakukan pemutihan pada vagina namun asal kamu ketahui Bahan kimia yang dipakai untuk mencerahkan kulit dapat menyebabkan luka bakar dan gatal.

3. Sabun Pembersih Vagina

Untuk menjaga kebersihan biasa wanita selalu membeli bebrapa sabun untuk vagina namun tahukah kamu bahwa sebenarnya tanpa dicuci pakai sabun vagina bisa membersikhan dirinya sendiri bahkan bahan kimia yang ada di sanun bisa membuat gatal dan infeksi bakteri di vagina.

4. Mewarnai Rambut Kemaluan

Sebagian besar wanita melakukan perawatan ini untuk membuat tampilan rambut kemaluan terlihat cantik. Sayangnya, perawatan rambut ini tidak cukup aman untuk dilakukan pada daerah kemaluan Anda. Selain memiliki bau yang kuat, bahan kimia pada produk pewarna rambut dapat menyebabkan gatal-gatal atau infeksi.

5. Bikini Waxing

Bikini waxing tampaknya bukan hal baru. Banyak selebritis yang gemar melakukan ini untuk menjaga kebersihan alat kelamin mereka. Meskipun bikini waxing terbilang cukup aman, beberapa wanita yang memiliki kulit sensitif dapat menghadapi masalah-masalah seperti ruam kulit. Pastikan bahwa Anda melakukan bikini waxing di salon profesional agar lebih aman.

Bikin Waxing

Bikini Waxing Menjaga Kesehatan Miss V

Brazilian Waxing atau sering disebut dengan istilah Bikini Waxing bisa jadi alternatif perawatan area V bagi kaum hawa.

Menurut professional make up artist sekaligus pemilik Gula Waxing Boutique & Make Up, Agustantini Hikmawaty, menghilangkan rambut di area V sangat bermanfaat bagi kesehatan. Rambut di garis bikini yang berada di daerah tertutup sering tergesek gesek.

Karena berada pada lipatan, hawa di daerah itu pun cenderung panas. Terlebih, di daerah itu terdapat kuman normal kulit. Kalau rambut dibiarkan panjang dan lebat, pertumbuhan kuman normal jadi berlebihan.

“Hal ini bisa menimbulkan gangguan, seperti peradangan di akar rambut. Gejalanya, warna kemerahan, timbul bintil bintil, juga peradangan komplet, hingga menimbulkan pernanahan,” ujar Agustantini.

Daerah V yang lebih bersih dan terawat, otomatis bisa meminimalkan jamur yang menyebabkan keputihan. Sebab, jamur akan lebih mudah berkembang di area yang lembab. Termasuk di organ intim yang terlalu lembab lantaran rambut yang tidak dibersihkan.

Bagi pemula, disarankan mencoba bikini waxing basic yang hanya merapikan daerah sekitar lipatan bikini atau area samping kanan kiri organ genital. Tahapan selanjutnya, playboy, butterfly atau in the between yang menyisakan rambut untuk dibentuk seperti segitiga atau bujur sangkar. Atau, bisa juga bikini waxing hollywood untuk menghabiskan semua rambut di area V.

Lima Hal Pnting Sebelum Melakukan Bikini Waxing

Istiliah bini waxing sepertinya masih asing di kalangan masyrakat Indonesia, Bikini waxing merupakan cara menghilangkan bulu dengan menggunakan lilin atau wax pada area bikini line boleh dikatakan menghilangkan rambut pada kemaluan. Proses bikini wax tidaklah lama, kurang dari dua jam Anda sudah bisa menghilangkan bulu-bulu yang dirasa mengganggu disekitar kemalauan.

Tren Waxing tidak hanya pada bagian bulu ketiak dan juga bulu kaki, dalam hal menghilangkan bulu kemaluan pun ada ternnya, yang paling terkenal adalah brazilian waxing dan dapat dilihat seperti dibawah ini

Namun seperti pepatah bilang tidak ada gading yang tidak retak, seperti dikutip dari womenshealthmag, baru-baru ini kota New Jersey melarang adanya bikini wax setelah dua wanita dilaporkan masuk rumah sakit karenanya.

Dan menurut catatan womenshealthmag pada 2007, seorang wanita Australia yang mengidap diabetes 1, dilaporkan hampir meninggal akibat infeksi bakteri yang ia dapatkan setelah melakukan bikini waxing.

Wah ternyata ada dampaknya juga, lalu bagaimana agar terhindar dari risiko-risiko tersebut, berikut ini lima hal yang perlu Anda lakukan sebelum dan saat melakukan bikini waxing.

1. Cobalah untuk Bertanya mengenai wax yang digunakan

Rosanne Kinley, mantan pemimpin National-Interstate Council of State Boards of Cosmetology, hard wax merupakan waxing yang terbaik, karena lebih lembut dan menempel pada rambut, bukan kulit. Sedangkan, speed wax yang lembut dan lengket, dan dioleskan menggunakan aplikator roller, terasa lebih menyakitkan dan lebih mungkin merobek kulit, meski pun lebih cepat dan mudah dilakukan. Sugaring, sebuah metode penghilang bulu yang menjadi tren belakangan ini, ternyata lebih aman untuk kulit ketimbang wax. Carilah produk yang bebas dari bahan kimia, dan hanya mengandung gula, air, jus lemon, dan gliserin.

2. Jangan Lupa Untuk Perhatikan kebersihannya

Sebelum memulai waxing, praktisi harus membersihkan tangannya terlebih dulu. Mencelupkan spatula ke dalam cairan lilin sebanyak dua kali tidak boleh dilakukan, karena akan memasukkan bakteri ke dalam panci. Selain itu, praktisi juga harus memiliki persediaan spatula baru untuk digunakan setiap kali dia mengoleskan lilin ke kulit Anda. Dan terakhir, dia harus selalu memeriksa suhu lilin sebelum mengoleskannya ke kulit, untuk mencegah luka bakar.

3. Mencegah itu Lebih baik

Bruce Robinson, profesor klinis asosiasi dermatologi di Mount Sinai Medical Center, New York City, menyatakan “setelah waxing, jangan lupa untuk mengoleskan krim antibiotik topikal dan krim hidrokortison 1% sebagai antiperadangan ke daerah yang telah di waxing.” Hal ini akan mengurangi iritasi dan membantu mencegah adanya infeksi yang potensial.

4. Kenali tanda-tanda infeksi

Sering-seringlah memeriksakan diri dengan menggunakan cermin untuk mencari tanda-tanda peradangan seperti rambut yang tumbuh ke dalam, ruam, kulit terkelupas, atau luka. Segera hubungi dokter jika Anda melihat adanya tanda kemerahan atau pembengkakan, rasa gatal, sensasi terbakar, pengelupasan kulit, atau demam di daerah tersebut

Tidak ada salahnya untuk melakukan bikini waxing selama Anda nyaman dan tidak merepotkan tentunya Anda harus cermat dan tepat, agar terhindar dari resiko penyakit

Berbagai Macam Tipe Bikin Waxing

Waxing dianggap cara yang paling tepat untuk menghilangkan bulu yang tidak diinginkan. Ini dikarenakan permukaan akan lebih bersih dan hasil yang tahan lama. Beberapa tahun terakhir ini telah banyak cara yang populer untuk menghilangkan pubic hair Anda.

Regular Bikini Wax

Biasanya waxing jenis ini disarankan untuk pemula. Tipe waxing ini menghilangkan bulu pada kedua sisi di garis bikini. Tipe penghilang pubic hair ini disebut juga ‘regular style’. Dengan kata lain, regular bikini wax hanya menghilangkan bulu hanya di atas sekitar garis bikini.

French Wax

Tipe jenis ini hampir sama dengan regular bikini waxing. French style juga dikenal dengan nama ‘modified bikini wax’. Caranya dengan mehilangkan beberapa pubic hair didaerah tertentu. French style ini baik dilakukan untuk wanita yang suka menggunakan bikini ataupun pakaian terbuka. Pada French Bikini, beberapa helai tipis tidak akan dihilangkan dibagian atas.

Brazilian Wax

Tipe ini juga dikenal dengan nama Playboy Style karena menghilangkan bulu mulai dari bokong, anus, vulva dan hanya menyisakannya sedikit. Brazilian wax adalah bikini style yang paling banyak disukai karena terlihat seksi. Beberapa polling menunjukkan bahwa Brazilian style yang paling banyak dipilih oleh para pria.

Full Brazilian Wax

Tipe waxing ini juga dikenal dengan nama Hollywood Bikini Style, Bare Pubic hairStyle atau Sphynyx Style. Full Brazilian biasanya yang banyak dipilih orang. Disini semua pubic hair dihilangkan, dengan kata lain Anda benar-benar ‘telanjang’. Full Brazilian menghilangkan semua bulu dari bokong, anus, dan vulva.

Landing Strip

Merupakan tipe waxing yang paling sering digunakan dan dipilih. Karena biasanya meninggalkan sedikit pubic hair dibagian tengah. Bagian yang dibiarkan biasanya sekitar 1.25 inci lebih dari regular bikini wax.

Melakukan bikini waxing akan menyebabkan rasa sakit dan akan terasa lebih sakit lagi bila Anda melakukan Full Brazilian Wax. Tetapi biasanya ada beberapa tempat waxing yang meyediakan obat penahan sakit sebelum Anda melakukan waxing dan dapat diminum satu jam sebelum waxing.

Setelah Anda melakukan bikini waxing, kulit Anda akan memerah dan menjadi lebih sensitif, tenang saja karena semua itu normal. Ada beberapa produk yang bisa digunakan untuk merawat kulit yang merah akibat waxing. Gunakan bedak, lotion, krim, pelembab, gel yang mengandung ekstra chamomile dan aloe vera.

Sensasi Brazilian Wax

Perawatan brazilian wax mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Tak percaya? Menjamurnya butik atau salon yang khusus menyediakan layanan ini salah satu buktinya. Honeypot, butik waxing di bilangan Patal Senayan bahkan mengemukakan fakta mengejutkan: jumlah pelanggan yang datang per harinya tak lagi dalam hitungan jari!

Jika Anda termasuk wanita yang peduli pada kebersihan dan kenyamanan organ intim, maka Anda patut menjajal waxing yang satu ini. Meski relatif anyar, brazilian wax bisa dibilang spesial jika dibandingkan dengan jenis waxing lain yang lebih dikenal sebelumnya. Bukan hanya karena nama dan bagian tubuh yang diwaxing, tapi juga sensasinya! Konon, melakukan brazilian wax bisa menambah kenikmatan saat berhubungan seks dengan pasangan.

Adalah tujuh bersaudari asal Brazil yang pada 1987 pertama kali mempopulerkan brazilian wax di Amerika Serikat. Waxing ini merupakan proses menghilangkan rambut-rambut yang ada di area organ intim kewanitaan hingga bokong, berbeda dengan bikini wax yang hanya mencakup area bikini line (pangkal paha dan perut bawah). Lantas, apa yang membuat brazilian wax kini mulai dilirik bahkan digandrungi? Serial Sex and the City mungkin bisa jadi jawabannya. Ya, disadari atau tidak, keempat tokoh utama wanita dalam serial tersebut kerap menyebut bikini atau brazilian wax sebagai salah satu kiat untuk tampil seksi. Faktor pendorong lainnya? Bisa jadi lewat sharing dari mulut ke mulut antar rekan sekantor atau sanak kerabat soal pengalaman ‘sensual’ yang mereka rasakan setelah melakukan brazilian wax.

Faktanya, brazilian wax memang membuat banyak kaum hawa penasaran. Meski, tak sedikit pula yang pada akhirnya lebih memilih untuk mengurungkan niatnya melakukan brazillian wax. Sebabnya? “Ngeri ngebayangin sakitnya,” begitu kira-kira alasan yang seringkali terlontar dari mulut mereka. Padahal, sebagaimana dipaparkan Leonard Serrani—seorang praktisi dan pakar waxing kelahiran New Jersey – Amerika Serikat, rasa sakit saat melakukan brazillian wax bisa diminimalisir jika Anda tahu benar bagaimana memilih tempat yang nyaman dan aman untuk melakukan waxing tersebut. Minimal, krim dan teknik yang digunakan oleh para waxer (orang yang melakukan wax-red).

Waxing Nyaman di Honeypot

Bagi Anda yang pernah beberapa kali plesir ke Singapura, mungkin sudah tak asing lagi dengan Honeypot, butik waxing yang cukup ternama di sana. Nah, buat Anda belum pernah tahu dan justru jadi penasaran karena membaca artikel ini, kini tak perlu jauh-jauh ke Singapura karena butik ini bisa Anda jumpai di Jakarta. Diceritakan sang pemilik, Ernawati Salim, ketertarikannya berbisnis di bidang ini berawal ketika dirinya menjajal perawatan brazilian wax di butik Honeypot Singapura. “Honeypot beda dengan butik atau salon wax lain yang pernah saya coba, terutama krim dan teknik pengerjaannya, makanya saya tertarik untuk membuka franchise-nya di Jakarta,” papar Erna, sapaan akrabnya. Butik waxing ini pertama kali berdiri di Singapura pada 2005. Sementara di Indonesia, baru berdiri pada 2007. Menurut Erna, nama Honeypot diambil dari istilah ‘honey’ dan ‘pot’. “’Honey’ maksudnya cairan atau krim aplikator yang bentuknya kental seperti madu, sementara ‘pot’ merupakan wadah tempat diletakkannya krim tersebut,” lanjut Erna, melengkapi.

Meski baru berjalan tiga tahun, butik yang berlokasi di Rukan Permata Senayan ini tak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti, dalam waktu dekat Honeypot akan membuka dua cabang tambahan, satu di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, lainnya di Semarang, Jawa Tengah. Kredibilitas butik satu ini juga dibuktikan lewat segudang penghargaan bergengsi yang pernah diraih dari sejumlah media ternama. Sebut saja Best Place for Brazilian Waxing (Cleo Magazine 2006), Least Painful Brazilian Wax (Urban full page review), Brazilian Wax Salon Winner (Simply Her Smart shopper award 2007), Editor’s Rave Score 9/10 (Simply her June 2007), Best Bet for Brazilian Wax (Timeout Magazine 2007), Cozycot Best Brazilian Wax 2008, dan yang terakhir, Best of Tatler 2010 waxing parlour.

Sebagai salah satu butik yang memfokuskan diri pada pelayanan wax, Honeypot hadir menyediakan layanan waxing lengkap yang mencakup facial wax, body wax, dan brazilian wax. Dari ketiga kelompok tersebut, sebagaimana dipaparkan Erna, layanan brazilian wax adalah layanan yang paling banyak diminati para pelanggan. “Dalam satu hari, pelanggan yang datang bisa mencapai 10 hingga 12 orang. Biasanya mereka buat janji dulu kapan atau jam berapa mau datang, tapi paling sering di jam makan siang,” tukas Erna. Khusus untuk brazilian wax, ada beberapa model yang coba ditawarkan dengan pilihan-pilihan nama yang terbilang ‘nakal’, seperti Basic Bikini, The In Between, Butterfly, Hollywood, Playboy, dan L’amour. Harga tiap model tak sama, tergantung pada tingkat kesulitan dalam pengerjaannya yang juga berbeda-beda. Model L’amour (bentuk hati-red) misalnya, dihargai 325 ribu rupiah sekali perawatan, paling mahal diantara kelima model yang lain karena tingkat kesulitannya juga tinggi. Sementara itu, model Hollywood (pangkas habis-red), dihargai 280 ribu rupiah. Sekadar informasi tambahan, yang terakhir ini adalah model yang paling banyak diminati kebanyakan pelanggan. Wow…!

Selain model, para pelanggan yang datang juga bisa memilih waxer yang diinginkan untuk melakukan perawatan. Menurut Erna, rata-rata pelanggan sudah punya waxer andalan mereka masing-masing. “Lagipula, brazilian wax kan menyangkut area organ intim, kalau gonta-ganti waxer mungkin jadi nggak nyaman ya,” imbuhnya. Meski waxing juga populer di kalangan pria, Honeypot lebih memilih untuk fokus pada layanan jasa waxing khusus wanita. Oleh karena itu, tak heran jika semua pelanggannya adalah wanita. Kalaupun ada laki-laki yang datang, hanya sebatas mengantarkan, itupun ia hanya bisa menunggu di ruang tunggu atau di luar butik. “Pelanggan kami adalah wanita-wanita usia produktif, 15 hingga 60 tahun yang rata-rata bekerja dan ibu rumah tangga. Beberapa ada juga yang masih sekolah atau kuliah. Khusus untuk brazilian wax, kebanyakan pelanggannya adalah mereka-mereka yang sudah atau baru akan menikah,” papar Erna.

Dari segi tampilan fisik, desain interior Honeypot tak kalah menarik. Selain cat tembok, hampir seluruh ornamen didominasi warna shocking pink dengansedikit sentuhan hitam. “Agar menambah kesan sexy,” kata Erna. Di bagian dalam, ada tiga ruangan yang siap digunakan, masing-masing berukuran sekitar 3 x 4 meter persegi. Tak terlalu besar memang, tapi privasi Anda dijamin di sini. Ruangan yang digunakan untuk perawatan didesain selaiknya kamar pribadi, lengkap dengan sebuah kaca berukuran besar di sisi kirinya. Ditambahkan Erna, untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pelanggan, saat perawatan biasanya waxer mengunci pintu agar orang tak bisa sembarangan masuk.

Jika Anda datang ke butik Honeypot di Senayan, Anda akan disambut hangat oleh tiga orang kitty’s (sebutan para waxer di Honeypot-red), yang siap membantu. Meski tak punya basic pendidikan salon atau waxing, para kitty’s ini dijamin terampil dan cekatan dalam melakukan waxing, terutama brazilian wax. Menurut Erna, sebelum resmi diterima sebagai kitty’s, mereka terlebih dulu mendapatkan pelatihan langsung dari pihak Honeypot Singapura. “Mereka juga akan menjalani tes sebagai tahap penilaian sebelum dinyatakan lulus sebagai kitty’s,” tandasnya.

Essential Oil, Minimalisir Rasa Sakit

Mulai tertarik tapi masih ngilu membayangkan sakitnya? Mulai sekarang, perasaan ini bisa Anda buang jauh-jauh. Di Honeypot, selain waxer yang sudah terlatih, krim aplikator yang digunakan juga didesain sedemikian rupa untuk meminimalisir rasa sakit. Krim tersebut memang hanya diproduksi dan digunakan sendiri oleh Honeypot (house wax). Nilai plus-nya, kualitas produk bisa dikontrol, mulai dari bahan, formulasi campuran, hingga cara menggunakan yang paling baik dan benar.

Ada dua jenis krim aplikator yang digunakan di Honeypot, hot wax dan strip wax. Hot wax biasanya digunakan untuk waxing pada area-area sensitif, seperti wajah, ketiak (under arm), serta brazilian wax. Sementara strip wax biasanya digunakan untuk waxing yang dilakukan pada kaki, tangan, dan seluruh tubuh (body wax). Perbedaan lainnya terletak pada kandungan bahan dasar yang terdapat dalam masing-masing jenis krim aplikator. Strip wax hanya terbuat dari bahan dasar strawberry, berbeda dengan hot wax yang bahan dasarnya jauh lebih kompleks karena terdiri dari campuran essential oil rose, jasmine, dan apricot.

Campuran ketiga bahan dasar essential oil inilah yang menjadikan hot wax jauh lebih baik ketimbang strip wax atau krim wax lainnya yang hanya berbahan dasar lilin atau sugar. “Kandungan essential oil membuat krim wax yang kita hasilkan jauh lebih lembut, jadi bisa mengurangi rasa sakit,” lanjut Erna. Hot wax berbentuk krim kental yang secara otomatis akan mengeras jika sedang tidak digunakan. Oleh karena itu ‘pot’ atau wadah yang digunakan merupakan wadah elektrik dan wajib dilengkapi dengan sebuah pengatur suhu. Saat seorang pelanggan datang dan siap dengan model yang dipilihnya, barulah krim tersebut dipanaskan.

Sebelum memulai perawatan, pelanggan akan dipersilakan mengganti pakaian mereka dengan pakaian khusus yang telah disediakan pihak Honeypot. Sebagai langkah awal, area yang akan diwax dibersihkan terlebih dulu menggunakan cairan cleanser antiseptic. Langkah ini bertujuan membersihkan sekaligus menjaga agar area yang akan di wax berada dalam keadaan steril. Selanjutnya, area tersebut diolesi dengan cairan pain free potion yang banyak mengandung minyak (oil). Selain membuka pori-pori, cairan oily ini juga berfungsi sebagai pelapis antara kulit dan aplikator, sehingga nantinya krim wax akan menempel pada bulu, bukan pada kulit. Langkah ini memiliki pengaruh besar untuk mengurangi rasa sakit saat waxing. Setelah itu, krim aplikator dioleskan ke area yang bersangkutan menggunakan spatula (sejenis stik es krim). Pengolesan krim wax disesuaikan dengan model yang dipilih. Diamkan hingga setengah mengering, lalu dicabut berlawanan dengan arah tumbuhnya bulu. “Pencabutan harus dilakukan secara cepat, kalau pelan-pelan justru makin menambah rasa sakit,” ujar Dita, salah satu kitty’s.

Untuk menjaga agar proses waxing khususnya brazilian wax berjalan steril, setiap peralatan di Honeypot hanya digunakan dengan prinsip sekali pakai. Mulai dari masker dan sarung tangan (gloves) yang digunakan para kitty’s, spatula, hingga kertas strip (khusus body wax). Jika proses pencabutan telah usai, area yang di wax dibersihkan kembali dan diberi cairan hydrate yang berfungsi menutup pori-pori kulit. Tidak diperlukan waktu lama untuk sekali melakukan brazilian wax. “Tergantung modelnya, tapi rata-rata dari proses awal hingga akhir paling lama hanya menghabiskan waktu 20-25 menit,” tukas Dita.

Mereka yang baru saja menjalani brazilian disarankan untuk menghindari beberapa hal selama 24 jam, seperti berenang, lulur, mandi atau berendam dengan air panas, berjemur langsung di bawah terik matahari, menjalani perawatan ultraviolet, menggunakan pakaian ketat, dan menggosok area perawatan. “Yang terpenting, jangan menggunakan produk atau obat-obatan lain dulu, karena pori-pori kulit setelah diwax kan masih lebar, takutnya kuman masuk justru jadi infeksi,” jelas Dita.

Selain pantangan-pantangan di atas, pihak Honeypot juga menyediakan rangkaian produk after wax yang dapat digunakan seseorang yang menjalani perawatan. Sama seperti krim wax, produk-produk after wax ini juga merupakan produk house wax, yang dibuat dan hanya dipergunakan secara internal. Produk after wax ini terdiri dari lima satuan produk, yakni no more bumps yang berfungsi mengatasi kulit sensitif (merah-merah) setelah di wax, smooth operator, scrub yang berfungsi mengangkat sel-sel kulit mati, fairest off them all yang berfungsi sebagai whitening serum untuk memudarkan noda-noda gelap, goodbye forever spray yang berfungsi meminimalisir rasa gatal sekaligus mencegah tumbuhnya in-grown hair, dan terakhir strawberry champagne yang berfungsi melembutkan kulit sekaligus menghaluskan bulu.

‘Cookie’ Bersih, Seks Lebih Bergairah

Wanita mana yang tak senang jika organ intimnya bersih dan kesat? Hal inilah yang menjadi alasan penting perlunya seorang wanita melakukan brazilian wax. Dijelaskan Erna, area kewanitaan memang merupakan area yang mudah lembab, terutama pada saat haid. Tak heran jika pada masa-masa tersebut, seorang wanita seringkali merasa tidak nyaman secara fisik, seperti rasa nyeri atau gatal pada organ intimnya. Tentu saja Anda tidak disarankan melakukan brazilian wax saat itu, melainkan sepuluh hari sebelum atau sepuluh hari sesudah haid. “Pada saat haid, selain kotor, kulit di sekitar vagina juga jauh lebih sensitif, pasti akan lebih sakit jika dilakukan perawatan,” jelas Erna.

Tak cuma perkara kebersihan. Dengan melakukan brazilian wax, konon juga dapat meningkatkan gairah hubungan seks bersama pasangan. Seorang wanita, terutama yang telah memiliki suami bisa terlihat lebih seksi dan menarik. Saya jadi ingat cerita Miss Jinjing Amelia Masniari di buku pertamanya yang berjudul Belanja Sampai Mati. Pada bab ‘Things to Do to Satisfied Your Husband’, ia mencantumkan brazilian wax sebagai salah satu cara yang bisa dilakukan. Disini, Amelia menceritakan kisah seorang sahabatnya yang diminta melakukan brazilian wax oleh sang suami. Meski takut, toh sahabatnya ini akhirnya memberanikan diri. Hasilnya, hubungan seks mereka jauh lebih bergairah.

Hal ini diamini seorang pelanggan di Honeypot yang menolak disebutkan identitasnya. Awalnya, wanita yang bekerja di bidang bisnis properti ini hanya mengenal brazilian wax dari cerita rekan kerja di kantor. Lama kelamaan, sang suami memintanya menjajal perawatan ‘ekstrim’ ini. Ia bahkan bersedia mengantarkan sendiri sang istri melakukan perawatan. “Sempat takut juga, tapi karena permintaan suami, akhirnya saya memberanikan diri, dan hasilnya cukup memuaskan,” ujarnya sambil tersenyum. Ia menambahkan, sudah satu tahun ini ia menjadi pelanggan tetap di Honeypot. Minimal, ia datang sebulan sekali untuk melakukan perawatan. “Waktunya biasanya dua minggu setelah haid, supaya bersih dan steril lagi,” imbuhnya. Tentu saja hal ini tak berlaku selamanya. Bulu-bulu tersebut akan kembali tumbuh, “tapi minimal selang waktunya jadi lebih lama, dan kalaupun tumbuh kembali, menjadi lebih halus dan rapi,” katanya lagi. Agar lebih hemat, ia mengambil perawatan dengan sistem paket. Harganya cukup murah, dua juta rupiah untuk pelayanan senilai dua juta tiga ratus ribu rupiah. Prinsip paket ini kurang lebih seperti mesin ATM, menyetor uang diawal yang kemudian akan berkurang secara otomatis tiap kali Anda melakukan perawatan. Hmm…cukup menarik bukan? Jadi bagaimana, berani menggusur rasa takut dan menjajal brazilian wax sekarang??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s