Trik Agar Vagina Tetap ‘Menggigit’?

PASUTRI 150

6 Agustus 2013

 

Trik Agar Vagina Tetap ‘Menggigit’?

vaginaVagina atau Mrs V yang kencang merupakan kondisi yang dirindukan semua orang yang telah menikah. Usai melahirkan anak atau memiliki otot-otot Mrs V yang lemah, rupanya bisa menjadi pemicu pada sebuah kehidupan seks yang tidak bahagia.

Oleh karena itu, banyak wanita ingin tahu cara mengencangkan Mrs V mereka seketat mungkin, tanpa harus melakukan operasi. Berikut beberapa tips alami untuk tetap membuat vagina para wanita kencang, seperti perawan.

  1. Keasaman vagina sekitar 7,1-7,3. Karena itu, wanita harus menjaga tingkat keasamannya dengan menjaga kebersihan vaginanya.
  2. Jika sedang datang bulan atau menstruasi, sebaiknya sesering mungkin mengganti pembalut. Jangan sampai pembalut Anda menempel karena dipakai seharian. Ini bisa mengganggu kebersihan vagina.
  3. Sesudah berhubungan seks, bagian luar vagina sebaiknya dibersihkan dengan sabun antiseptik khusus vagina.
  4. Bagi wanita yang sudah melakukan hubungan seksual dan sudah pernah melahirkan, dianjurkan melakukan Pap Smear setahun sekali. Bagi yang sudah menopouse dianjurkan melakukan pap smear 2-3 tahun sekali.
  5. Jaga berat badan Anda agar tetap normal. Sebab wanita yang gemuk, vaginanya akan tertutup lipatan lemak dan menyebabkan vagina mudah lembab.
  6. Jaga kesehatan tubuh Anda secara umum. Sebab dengan tubuh sehat, energi yang cukup dan vitamin yang cukup, tentu Anda bisa melakukan hubungan seks dengan sehat pula.

Pap Smear bagi Wanita, Perlukah?

APANIKOLAOU test atau pap smear adalah metode screening ginekologi merupakan pemeriksaan leher rahim (serviks) menggunakan alat yang dinamakan speculum dan dilakukan oleh bidan ataupun ahli kandungan. Pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya HPV ataupun sel karsinoma penyebab Kanker Leher Rahim.

cervical-cancer-pap-smear-t_20110110083214“Pap smear penting pada semua perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan seksual!” tegas Dr dr Dwiana Ocviyanti SpOG (K), Spesialis kebidanan dan kandungan dari FK UI–RSCM, Jakarta.

“Perempuan yang sudah melakukan kontak hubungan seksual selama tiga tahun dari kontak seksual pertama kali WAJIB melakukan pap smear,” sambung dokter yang biasa disapa dr Ovy ini.

Lantas, seperti apakah pap smear itu?

Deteksi Dini Kanker Serviks

Pap smear atau Pap Test adalah tes spesifik yang digunakan dan ditujukan untuk mendeteksi dini kanker leher rahim/kanker serviks.

Mengapa pap smear menjadi salah satu pemeriksaan yang penting untuk perempuan yang telah aktif secara seksual? Pasalnya, aktivitas seksual merupakan salah satu predisposisi kanker serviks.

Pap smear memang hanya merupakan metoda skrining yang fungsinya untuk menapis. Walau begitu, pap smear mampu mendeteksi lebih dari 90 persen kanker leher rahim tahap awal yang masih bisa disembuhkan.

“Kanker leher rahim pada stadium awal tidak ada gejala, apalagi lesi prakanker yang sama sekali tidak bergejala,” ungkap dr Ovy.

Yup, perjalanan penyakit ini hingga disebut penyakit dapat diibaratkan seperti pergerakan siput karena pertumbuhannya yang lambat, membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 20 tahun menuju kanker dan selama masa itu hampir tidak ada gejala yang ditimbulkan.

Cara Kerja

Pap smear dianjurkan dilakukan minimal satu kali dalam satu tahun. Dijelaskan oleh dr Ovy, pap smear dilakukan di atas meja ginekologi oleh seorang dokter atau bidan terlatih. Pemeriksaan dalam ini menggunakan alat yang disebut spekulum yang berfungsi untuk membuka liang vagina.

Sesudah dibuka lalu pemeriksa akan mengambil cairan leher rahim menggunakan suatu alat yang disebut spatula dan suatu sikat kecil yang halus. Cairan dari serviks kemudian dioles pada object glass dan dibawa ke laboratorium untuk proses dan membutuhkan waktu sekira 3–7 hari hingga “dibaca” oleh seorang ahli patologi.

Kemudian, dari hasil pemeriksaan bisa diketahui apakah sel-sel leher rahim yang tampak itu normal atau sudah menunjukkan tanda-tanda tidak normal.

Belum Tentu Kanker

Bila ternyata terdapat sel tidak normal, apakah itu positif kanker serviks? Tidak!

“Jangan dulu panik, karena dari 80 persen sel yang tidak normal belum tentu kanker, bisa disebabkan oleh virus yang terinfeksi atau karena peradangan sebab lain,” dr Ovy menenangkan.

Nah, jika dilihat dari perbandingan, mungkin hanya sekitar 10 persen hasil pap smear yang bermasalah.

“Dari seluruh hasil pap smear yang menunjukkan masalah, hanya sekitar satu persen saja yang berpotensi untuk menjadi kanker serviks,” katanya.

Faktor Risiko Tinggi

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko menderita kanker serviks yang dikenal dengan faktor risiko tinggi, yakni perempuan yang telah berhubungan seksual di usia muda (kurang dari usia 21 tahun) atau melahirkan di usia muda, berganti-ganti pasangan seksual, mempunyai banyak anak, perempuan yang merokok atau menjadi perokok pasif.

“Tapi tidak berarti tanpa faktor risiko ini seorang perempuan tidak dapat terkena kanker serviks, loh!,” papar dr Ovy.

Ya, harus dibuang jauh-jauh pemikiran bahwa hanya perempuan yang berisiko tinggi saja yang perlu melakukan pap smear. Karena kenyataannya kanker serviks dapat terjadi pada siapa saja.

“Banyak perempuan yang tidak memiliki keluhan lalu merasa tidak perlu melakukan pap smear. Sebenarnya itu salah, justru yang tidak ada keluhan dan merasa baik-baik saja wajib hukumnya melakukan pap smear. Jangan sampai nanti mereka datang untuk melakukan pap smear ternyata kankernya sudah stadium lanjut. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” terang dr Ovy serius.

Penting Saat Akan Melakukan Pap Smear

Jika Anda ingin melakukan pap smear, ada beberapa hal yang sepertinya sepele tapi ternyata perlu dihindari karena akan memengaruhi keakuratan hasil pemeriksaan, antara lain:

  1. Tidak boleh sedang haid atau ada perdarahan. Jika ingin melakukan pap smear sebaiknya tiga hari sesudah haid selesai.
  2. Tidak boleh berhubungan seksual walaupun menggunakan kondom sekalipun, minimal tiga hari terhitung 3×24 jam.
  3. Tidak boleh memakai douch, cairan pembersih vagina, sabun sirih atau antiseptik sejenisnya yang dimasukkan ke dalam vagina (bila sekadar untuk membersihkan daerah bagian luar vagina atau untuk cebok diperbolehkan).
  4. Tidak sedang hamil. Jika hendak pap smear sebaiknya dilakukan dua atau tiga bulan setelah melahirkan. Pada masa ini, umumnya darah nifas atau cairan pada masa nifas sudah tidak ada. Ibu juga lebih siap untuk melakukan pemeriksaan dalam.

Di Mana dan Berapa?

Pap smear bisa dilakukan oleh dokter kandungan dan bidan terlatih, baik di puskesmas sampai rumah sakit besar. Mengenai harga sangat bervariasi, jika dilakukan di puskesmas atau rumah sakit yang mendapatkan subsidi dari pemerintah biaya berkisar Rp50 ribu–Rp75 ribu.

4 Fakta Penting!

  1. Perempuan yang termasuk faktor risiko tinggi tetap hanya dianjurkan melakukan pap smear satu tahun sekali, KECUALI bila didapatkan sebelumnya hasil pemeriksaan yang abnormal, maka dianjurkan untuk melakukan pap smear lebih sering sesuai saran dokter kandungan.
  2. Wanita yang sudah diangkat kandungannya tanpa disertai pengangkatan mulut rahim tetap disarankan melakukan pap smear setahun sekali.
  3. Wanita menopause tetap berisiko menderita kanker serviks, sedangkan mereka yang sudah dioperasi amat tergantung jenis operasi yang dikerjakan, bila masih ada leher rahimnya tetap berisiko untuk kanker serviks dan harus pap smear.
  4. Mereka yang sudah berusia 67 tahun bahkan baru boleh berhenti pap smear bila dua tahun berturut turut sebelumnya hasil pap smear-nya normal.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s