Legenda Yin dan Yang

Legenda Yin dan Yang

Black-Background-1366-600-01Kebudayaan Tiongkok Kuno terkenal dengan budaya turunan dari dewa dan memiliki berbagai karakter yang agung. Jika kita akan memilih sebuah simbol untuk menyimbolkan kebudayaan dan sejarah yang agung ini, maka Yin Yang adalah yang paling cocok untuk dijadikan simbol sejarah itu. yin-yang-PNG-02Sejarah Tiongkok kuno penuh dengan kisah legenda, keajaiban dan bahkan berbagai misteri yang telah memberikan pengaruh kuat bagi peradaban manusia sampai di masa sekarang ini. 燗da beberapa faktor pengaruh dalam hal ini, bahkan ada beberapa faktor yang membawakan pengaruh yang lebih signifikan dari yang lain.

Salah satunya adalah sebuah simbol luar biasa yang telah menjadi simbol utama dan telah dikenal di seluruh dunia ini, simbol para penganut ajaran Taoisme, dikenal dengan nama simbol Yin dan Yang. Tidak salah jika simbol ini dikenal secara luas diluar daratan Tiongkok sebagai simbol filosofi, simbol sejarah, dan juga dianggap mengandung banyak makna yang mendalam dalam sisi spiritual.

Sebuah kalimat sederhana untuk menggambarkan makna yang terkandung dari simbol ini adalah ‘bagaimana segala sesuatu bisa eksis’.

Dari sisi permukaan mungkin akan mempunyai arti sederhana, tetapi jika disimak lebih jauh dan jika ternyata ada yang bisa mengerti arti sesungguhnya dari simbol ini, maka orang itu akan menemukan sebuah pemahaman yang sangat luas darinya. Sama seperti berbagai cara kultivasi yang dilakukan di Tiongkok, simbol Yin Yang ini sangat sederhana dari tampilan luarnya tetapi tetapi mengandung makna yang sangat luas di dalamnya.

Kisah Yin dan Yang

Menurut legenda muncul sebuah kisah yang tidak diketahui kapan pertama kali muncul dalam peradaban manusia. Kisah tentang dua orang bersahabat yang bernama Yin dan Yang. Mereka berdua adalah orang yang saleh, berjiwa besar, dan penuh cinta kasih. Mungkin suatu kebetulan bahwa nama mereka mengingatkan kita pada konsep Yin-Yang yang berlawanan itu, namun memang demikianlah, mereka (Yin dan Yang) selalu berlawanan.

Yin mempunyai keyakinan atau agama yang berbeda dengan Yang. Mereka secara teratur bertemu untuk mendiskusikan keyakinan mereka, dengan tujuan mencari sesuatu yang tak mereka ketahui namanya. Walaupun mereka saling menghormati dan mengajukan argumentasi dengan penuh adab, namun pada setiap akhir pertemuan, mereka tidak pernah merasa puas.

Segala cara dan metode diskusi yang diketahui telah mereka tempuh tapi tetap tidak menghasilkan apa-apa. Ketika nyaris frustasi, mereka mulai kehilangan kendali diri, dalam hati masing-masing mulai muncul rasa “lebih benar”.

Akhirnya tercetus kata-kata Yin : “Ah, seandainya engkau adalah aku, tentu akan bisa memahami apa yang ingin kusampaikan, dan diskusi ini akan dapat membawa kita lebih mengerti ‘sesuatu’ itu.” Yang : “Hei, aku juga berpikir begitu. Tapi bagaimana cara kita saling tukar diri kita?”

Karena memang mereka tidak dapat saling tukar diri, maka tak lama kemudian mereka menemukan pemecahan yang disetujui paling tepat. Diputuskan, Yin akan mempelajari agama/keyakinan Yang dan Yang akan mempelajari agama/keyakinan Yin. Dan karena mereka memang menginginkan hasil terbaik dan terbenar, maka mereka berikrar akan mempelajari dengan sepenuh hati, berusaha memahami dengan hati terbuka, tidak malah mencari-cari titik kelemahan yang akan digunakan untuk menyerang lawannya. Diputuskan, setelah 40 tahun mereka akan bertemu lagi untuk “duel sampai titik darah penghabisan”.

Akhirnya, 40 tahun kemudian, Yin dan Yang yang telah semakin tua, bertemu pada senja hari di tempat terakhir mereka bertemu dahulu. Mereka saling berpandangan, tak sepatah kata pun yang terucapkan. Sinar mata mereka penuh kasih yang menghanyutkan sukma, senyum mereka begitu halus dan tulus. Mereka saling memeluk.

Resonansi getaran jiwa mereka pada angin yang membelai, pada daun-daun yang berbisik, pada seluruh relung ruang di jagad raya ini : “Saudaraku, kau selalu dalam aku, dan aku dalam engkau.” Sejak saat itu tak ada lagi diskusi, karena dalam pelukan itu mereka mengerti tanpa mengetahui dan mendapatkan tanpa mencari.

Perspektif Dunia Medis

Dari cerita legenda diatas terkuak mengenai karateristik dari Yin Yang; Yin dan Yang adalah saling berlawanan di alam, tetapi mereka merupakan bagian dari alam, mereka bergantung satu sama lain, mereka tidak dapat eksis tanpa salah satu darinya.

Keseimbangan Yin dan Yang adalah sangat penting. Jika Yin lebih menguat, maka Yang akan melemah, begitu juga sebaliknya. Yin dan Yang dapat berubah sesuai dengan berbagai kondisi jadi mereka tidak selalu Yin dan Yang saja, dalam kata lain, Yin dapat memiliki sedikit Yang, dan Yang dapat memiliki sedikit komponen Yin, dipercaya bahwa Yin dan Yang eksis secara bersamaan dalam segala sesuatu di muka bumi dan alam semesta ini.

Berbagai prinsip dari Yin Yang dan 5 elemen yang memberikan sumbangsih penting bagi berbagai gambaran awal pada banyak ilmu pengetahuan Tiongkok kuno terutama dalam bidang biologi dan pengobatan.

Organ-organ tubuh manusia dipandang mempunyai hubungan erat dengan berbagai fenomena alam di luar, dan hal tersebut dapat diketahui melalui berbagai hubungan dan kesesuaian yang teridentifikasi. Penyakit yang timbul dalam tubuh dipandang sebagai gangguan dari keseimbangan Yin Yang dan 5 Elemen yang timbul karena berbagai macam emosi, panas dan dingin, atau pengaruh-pengaruh yang lainnya.

Terapi dilakukan sesuai dengan diagnosa yang tepat terhadap sumber asal ketidakseimbangan tersebut yang telah merubah kondisi tubuh seseorang. Filosofi Yin dan Yang ini membimbing para orang Tiongkok kuno untuk mengenali tubuh mereka sendiri.

Kaisar Kuning (salah satu kaisar dalam sejarah Tiongkok kuno) mengatakan Prinsip Yin Yang merupakan awal dari alam semesta, ia merupakan awal dari segala ciptaan, ia merupakan asal muasal nenek moyang kita; ia juga merupakan akar atau sumber utama dari kehidupan dan kematian, ia ditemukan di kuil-kuil yang menyembah para dewa, untuk mencegah timbulnya ataupun menyembuhkan penyakit kalian harus mencari tahu asal prinsip Yin Yang nya

Yin Yang telah menjadi sumber pemikiran utama dalam berbagai teks kuno yang terkenal di Tiongkok; seperti kitab Zhouyi ( atau yang lebih terkenal dengan nama kitab I Ching ), kitab klasik ilmu pengobatan Kaisar Kuning (HuangDi NeJing), dan juga Tao Te Ching (kitab utama penganut ajaran Taoisme).

Kebudayaan Tiongkok Kuno terkenal dengan budaya turunan dari dewa dan memiliki berbagai karakter yang agung. Jika kita akan memilih sebuah simbol untuk menyimbolkan kebudayaan dan sejarah yang agung ini, maka Yin Yang adalah yang paling cocok untuk dijadikan simbol sejarah itu.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s