6 Fakta Tentang Klitoris yang Jarang Diketahui

PASUTRI 150

20 Agustus 2013

Bagian-bagian-vagina-yang-dipermak-saat-operasi-Vaginoplasty-horzKetimbang laki-laki, perempuan lebih sulit mengalami orgasme saat berhubungan intim. Nah, salah satu cara ‘menggali’ orgasme perempuan adalah melalui klitorisnya. Namun tidak banyak yang tahu ada fakta-fakta menarik di balik klitoris.

Berikut 6 fakta menarik tentang klitoris seperti dilansir Your Tango, Rabu (14/8/2013):

1. Memiliki bahasa lain

Kata ‘klitoris‘ berasal dari kata Yunani kuno yang berarti ‘kunci‘. Selain itu, kata ini juga memiliki asal dari kata kerja ‘kleitoriazein’, yang berarti ‘merangsang atau mencari kesenangan’. Namun, perlu diketahui juga bahwa kata clitoris atau klitoris tak hanya digunakan dalam bahasa Inggris, tetapi juga dalam semua bahasa Eropa modern.

2. Memiliki ukuran sebesar penis

Tahukah Anda bahwa klitoris secara keseluruhan memiliki ukuran sebesar penis? Ya, faktanya jaringan dan katup ereksi organ intim perempuan sebenarnya tersebar dalam sebuah area yang lebih besar jika dibandingkan dengan organ intim laki-laki. Meskipun memiliki area yang lebih besar, namun penis dan klitoris memiliki ukuran dan berat yang hampir sama.

3. Tidak pernah menua

Kita semua tahu bahwa perempuan bisa mengalami orgasme berkali-kali, namun meskipun demikian klitoris bisa dibilang tak pernah mengalami penuaan. Setelah seorang perempuan mencapai usia dewasa, organ klitorisnya berada di puncaknya dan akan tetap bertahan hingga sisa kehidupan perempuan tersebut. Itu berarti, Anda akan memiliki kapasitas orgasmik yang sama meskipun Anda telah berusia di atas 60 tahun.

4. Memiliki ujung saraf lebih banyak dari yang Anda pikirkan

Klitoris diketahui sebagai organ yang sangat sensitif, tetapi apakah Anda tahu bahwa ia memiliki sekitar 8.000 ujung saraf. Jumlah saraf ini lebih banyak dibandingkan dengan yang ada di ujung jari, bibir, dan lidah. Bahkan, jumlah ini juga 2 kali lebih banyak dari yang ada di ujung penis.

5. Dapat distimulasi dengan berjalan kaki

Foreplay sangat penting dilakukan untuk bisa mendapatkan orgasme yang memuaskan. Foreplay terbaik untuk meningkatkan stimulasi klitoris faktanya adalah dengan berjalan kaki. Sediakan waktu sekitar 20 menit untuk meningkatkan stimulasi organ ini hingga 168 persen dan efeknya akan berlangsung selama berjam-jam. Semakin banyak berolahraga, semakin sehat klitoris Anda.

6. Memiliki hubungan dengan otak

Orgasme perempuan faktanya dipicu oleh saraf yang berasal dari sekitar 6 jaringan yang berbeda. Ya, impuls saraf dari klitoris membuat otak ‘menangkap’ adanya sinyal orgasme. Saat seorang perempuan akan mengalami orgasme, klitoris mengintegrasikan informasi ini menuju korteks serebral, hipotalamus, dan sistem saraf perifer.

Tak Perlu Obat, Sakit Kepala Juga Bisa Sembuh dengan Orgasme

20 Agustus 2013

KHUSUS PASUTRI-NEW

Posisi-Seks-Agar-Cepat-Hamil

Sakit kepala kerap menjadi alasan klise untuk menghindari hubungan seks bagi beberapa pasangan. Namun, sepertinya alasan itu harus mulai dihindari karena sebenarnya tak perlu repot-repot minum jamu atau obat, karena sakit kepala bahkan migrain pun bisa diatasi hanya dengan satu hal, yaitu orgasme.

Lebih dari sepuluh tahun lalu, seorang profesor neurologi, Dr James Couch, mempelajari pengobatan sakit kepala di Southern Illinois University’s Headache Clinic. Awalnya, ia terinspirasi oleh seorang perempuan yang mengatakan bahwa dirinya kesulitan mengobati sakit kepala semenjak ditinggal sang suami.

Sebabnya, saat sakit kepala bukanlah pil yang ia butuhkan, melainkan hubungan seks. Sejak itu, Couch memutusan untuk meneliti hubungan antara seks dan sakit kepala kemudian bertanya kepada 83 wanita apakah mereka melakukan hubungan seksual selama sakit kepala.

Couch dan koleganya menemukan bahwa 47,4 persen mengaku merasa sakit kepalanya membaik, 48,5 persen tidak merasakan pengaruh apa-apa dan 4,1 persen wanita mengatakan orgasme justru membuat sakit kepala mereka memburuk. Studi ini diterbitkan tahun 2001 dalam The Journal of Head and Face Pain. Lebih menariknya lagi, ada juga yang melaporkan bahwa seks terkadang bisa menyembuhkan migrain mereka secara perlahan.

“Saat wanita melakukan masturbasi untuk mencapai orgasme, toleransi ambang nyeri dan deteksi ambang nyerinya meningkat secara signifikan sebesar 74,6 persen dan 106,7 persen,” kata seksolog asal Amerika, Beverly Whipple, profesor emeritus di Rutgers University.

Konfirmasi lebih lanjut bahwa orgasme bisa menyembuhkan sakit kepala berasal dari sebuah penelitian yang diterbitkan awal tahun ini. Tim ahli saraf dari University of Munster mengamati apakah ada zat penghasil perasaan bahagia saat berhubungan seks yang bisa meredakan gejala migrain atau beberapa jenis sakit kepala.

Mereka merekrut 800 penderita migrain dan 200 penderita jenis sakit kepala lainnya. Seperti dilansir Sydney Morning Herald, Rabu (14/8/2013), meski dapat dikatakan sebagai permulaan, hasil studi menunjukkan bahwa lebih dari setengah penderita migrain mengatakan rasa sakit mereka mereda setelah berhubungan seks dengan pasangannya.

Para peneliti menganalisa bahwa seks memicu pelepasan bahan kimia alami seperti oksitosin dan endorfin yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit alami pada tubuh dan menurunkan persepsi seseorang tentang semua jenis rasa sakit sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan sakit kepala.

Studi ini dipublikasikan di Cephalagia, jurnal dari International Headache Society. Peneliti lainnya, Dr Stefan Evers, PhD juga membuat observasi lain yang cukup menarik. Ia menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan penurunan rasa nyeri antara mereka yang melakukan hubungan seks dan mereka yang melakukan masturbasi dalam penelitian ini.

Ini yang Perlu Pasutri Lakukan Agar Tetap Kuat di Ranjang

20 Agustus 2013

KHUSUS PASUTRI-NEW

155814_seks

Salah satu yang dibutuhkan untuk menambah kesenangan dalam berhubungan intim bersama suami atau istri adalah stamina. Namun, jika khawatir tidak bisa bertahan selama yang Anda inginkan di tempat tidur sepertinya Anda perlu melakukan latihan ini.

Nah, cobalah mulai dengan berolah raga dan menjaga tubuh tetap bugar. Kemudian ikuti beberapa langkah seperti dikutip dari Health Me Up, Jumat (17/8/2013) ini untuk meningkatkan stamina dan memperpanjang kesenangan serta dan menjaga pasangan Anda tersenyum.

1. Bebaskan Pikiran Anda

Jika Anda ingin bertahan lama di tempat tidur, bebaskan pikiran Anda dari semua harapan seksual. Harapan akan memberikan tekanan pada kinerja Anda.

2. Lumasi dengan Baik

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh The Journal of Sexual Medicine, pria yang menggunakan pelumas saat menggunakan kondom akan bertahan lama di tempat tidur daripada pria yang tidak.

3. Mulailah dengan Foreplay

Alih-alih melompat ke hubungan seksual dan kemudian mulai bosan, mulailah dengan foreplay, oral seks dan gairah ciuman. Mulai perlahan-lahan dan Anda akan berakhir lebih tahan lama.

4. Berhubungan Lebih Sering

Jika Anda ingin lebih baik saat melakukan hubungan intim, teruslah berlatih. Hal ini tidak hanya akan membuat Anda seorang ahli, tetapi juga akan membantu membangun stamina seksual Anda dalam jangka panjang.

5. Masturbasi

Sebelum melakukan hubungan intim bersama suami atau istri Anda, cobalah masturbasi untuk belajar tentang zona kesenangan pada tubuh Anda.

6. Aktifkan Otot Panggul Anda

Salah satu otot yang paling penting saat melakukan hubungan seksual otot-otot panggul Anda. Jadi, perkuat otot-otot panggul Anda untuk meningkatkan daya tahan seksual Anda dan untuk bertahan lebih lama di tempat tidur.

7. Cobalah Squat

Jika Anda seorang pemula dan ingin meningkatkan kinerja Anda, cobalah squat. Untuk melakukan hal ini tidak perlu menggunakan peralatan lain selain diri sendiri. Jika Anda ingin lebih meningkatkan stamina Anda maka Anda juga dapat mencoba jongkok penuh atau squat satu kaki.

8. Bench Press

Berbaringlah di bangku datar, pastikan bahwa Anda tidak melengkungkan punggung dan pegangan barbel dengan tangan Anda selebar bahu, telapak tangan menghadap kaki Anda, lalu tekan barbel lurus ke atas dan kembali turun.

9. Lunges

Menekuk lutut atau lunges melatih otot yang sama seperti squats, tapi lunges membuat otot gluteal bekerja lebih keras untuk memperlambat tubuh Anda saat Anda menurunkan tubuh ke bawah. Terlebih lagi, lunges memerlukan stabilitas yang lebih, yang melibatkan otot betis dan punggung bawah.

10. Kegel

Kegel adalah olahraga terbaik dan termudah untuk memperkuat otot-otot panggul Anda dan agar lebih lama di tempat tidur. Memiliki kontrol atas otot-otot panggul Anda, akan membantu Anda memiliki ereksi yang lebih kuat. Anda dapat memulai dengan melakukan latihan sederhana ini. Ketika mengunjungi kamar mandi, cobalah untuk memulai dan menghentikan aliran urin.

11. Tetap Aktif

Untuk bertahan lebih lama di tempat tidur Anda membutuhkan energi dan usaha. Energi tinggi hanya dapat dicapai dengan berolahraga setiap hari. Olahraga adalah cara yang bagus untuk meningkatkan stamina dan meningkatkan sirkulasi darah Anda.

12. Hindari Alkohol

Hindari minum alkohol jika Anda ingin merayu pasangan Anda dan menikmati kesenangan seksual.

13. Peregangan

Lakukan peregangan kaki dan otot tangan secara teratur untuk menghindari kram. Peregangan adalah metode paling sederhana untuk menjaga otot Anda bebas dari nyeri otot.

14. Cukup Protein

Pastikan Anda makan protein berkualitas baik, karena mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi. Sertakan makanan kaya protein seperti putih telur, susu rendah lemak dan produk susu, ikan, dan ayam dalam diet Anda.

15. Jaga Berat Badan Tetap Sehat

Anda harus mencoba untuk menjaga berat badan yang sehat dengan memperhatikan tinggi dan struktur tubuh. Jika Anda kekurangan berat badan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk membantu Anda mencapai berat badan ideal. Hal ini dapat membantu meningkatkan stamina seksual Anda.

16. Hindari Makan Berlebihan Sebelum Melakukan Hubungan Seks

Jika Anda makan dengan porsi yang besar, Anda akan berakhir dengan rasa kantuk. Jadi hindari makan berlebihan, jika Anda ingin memiliki seks yang hebat.

17. Makan dengan Gizi Seimbang

Untuk membangun stamina seksual Anda, jangan hanya mengandalkan foreplay, Anda juga perlu untuk memerhatikan apa yang Anda makan. Sertakan diet seimbang dengan menambahkan produk rendah lemak, banyak buah-buahan dan sayuran dan daging tanpa lemak. Ini akan membantu tubuh Anda tetap sehat dan meningkatkan baik stamina fisik dan mental Anda.

18. Tingkatkan Aliran Darah

Untuk ereksi yang lebih baik dan lebih lama, penting untuk memiliki sirkulasi yang baik. Dapatkan pijatan yang baik dari pasangan Anda, sentuhan sensual tidak hanya akan meningkatkan aliran darah, tetapi juga melepaskan hormon seks.

 19. Tidur Nyenyak

Untuk meningkatkan stamina seksual penting agar Anda tidak kurang tidur. Selalu fokus pada tidur yang lebih baik daripada seks yang lebih baik. Jika Anda berfokus pada seks yang lebih baik, Anda mungkin merusak proses akibat kurang tidur dan ini dapat menjadi pembunuh besar libido.

20. Hindari Stres

Stres dapat mengurangi minat Anda pada beberapa hal, sehingga hindari stres sebisa mungkin. Jika Anda stres, ambil waktu untuk bersantai dan bermeditasi dan berkonsentrasi untuk peningkatan mood Anda.

Sudah Minum Pil KB Kok Masih Hamil?

PASUTRI 150

20 Agustus 2013

184916_womaneatpillts

Pil kontrasepsi atau pil KB merupakan salah satu kontrasepsi yang cukup efektif untuk mencegah kehamilan. Tapi pada beberapa kasus, kenapa masih ada wanita yang hamil meski sudah minum pil KB?

“Sebetulnya pil KB sangat efektif bila penggunaannya tepat dan kepatutannya tinggi,” jelas dr Shanty Olivia, Sp.OG, dokter dari RSCM dalam acara ‘Seminar Nasional Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Bidan Praktik Mandiri dalam Program KB Nasional’, dalam rangka Hari Keluarga XX Tingkat Nasional, di Universitas Haluoleo, Kendari, Kamis (27/6/2013).

Menurut dr Shanty, kehamilan setelah minum pil KB sering terjadi akibat ketidakpatutan klien untuk minum pil. ” Ada beberapa ibu hamil yang pakai pil KB tapi minum pil sesukanya. Jadi misal, dalam siklus haid dia minum sembarangan,” lanjut dr Shanty.

Kontrasepsi menggunakan pil juga disebut kontrasepsi oral, tipenya adalah meminum pil yang mengandung hormon yang bisa mencegah ovarium perempuan mengeluarkan sel telur sehingga mencegah kehamilan.

Perempuan yang menggunakan kontrasepsi ini harus mengonsumsi pil tersebut setiap hari, bahkan pada waktu yang sama setiap harinya.

Pil kontrasepsi merupakan alat kontrol kelahiran yang paling dapat dipercaya dan tetap tidak mengurangi sensasi terhadap pasangan. Keuntungan lain dari kenyamanan ini adalah perempuan bisa tetap mendapatkan siklus menstruasi yang teratur dan bisa diprediksi, meskipun ada juga yang tidak mendapatkan siklus teratur.

Wanita-wanita yang Tak Boleh Pakai KB Hormonal

PASUTRI 150

20 Agustus 2013

c33c0cbcab5f64e2b16fbab0fe97cd79_LKontrasepsi atau KB hormonal cenderung lebih populer karena kemudahan penggunaan dan efektivitasnya. Namun tidak semua wanita diperbolehkan menggunakan jenis kontrasepsi ini. Siapa saja yang tidak diperbolehkan?

Kontrasepsi hormonal seperti pil KB dan suntik, menggunakan estrogen dan atau progestin untuk membantu mencegah ovulasi (pembuahan). Metode pengendalian kelahiran dengan hormon bersifat reversibel, sehingga wanita dapat hamil setelah menghentikan penggunaannya.

Tapi seperti kontrasepsi lainnya, kontrasepsi hormonal memiliki efek samping yang umum dan faktor risiko medis, terutama bagi wanita dengan kondisi tertentu. Sebelum memberikan satu jenis kontrasepsi, dokter atau bidan biasanya akan memeriksa dan menanyakan riwayat kesehatan wanita.

Wanita-wanita dengan kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan kontrasepsi hormonal, seperti dilansir About.com, Minggu (30/6/2013):

  1. Hamil
  2. Kurang dari 6 minggu pasca persalinan
  3. Usia lebih dari 35 tahun
  4. Perokok
  5. Penderita penyakit hati aktif atau punya riwayat tumor hati
  6. Penyandang diabetes
  7. Punya riwayat penyakit jantung, stroke dan tekanan darah tinggi
  8. Perdarahan vagina yang tidak bisa dijelaskan
  9. Penderita kanker payudara, punya riwayat kanker payudara atau mengalami pertumbuhan abnormal pada payudara
  10. Punya riwayat masalah pembekuan darah
  11. Penderira migrain
  12. Keberatan moral terhadap metode kontrasepsi hormonal.

Ini 9 Hal yang Harus Wanita Ketahui Soal Pil KB

PASUTRI 150

20 Agustus 2013

pilkb
Untuk mengendalikan angka kelahiran, setiap pasangan, terutama para istri, diminta untuk menggunakan atau mengonsumsi alat kontrasepsi. Karena faktor kepraktisan, tampaknya sejauh ini alat kontrasepsi yang paling sering dipergunakan oleh wanita adalah yang berbentuk pil.

Hanya saja tak banyak yang mereka ketahui tentang pil kontrasepsi itu sendiri dan mengapa mereka harus mengonsumsinya setiap hari.

Agar tak salah kaprah, setiap wanita PERLU mengetahui 9 hal tentang pil pengendali kelahiran ini, baik yang hormonal maupun non-hormonal (non-permanen), seperti halnya dikutip dari Huffingtonpost, Senin (1/7/2013) berikut ini.

1. Pemakaian yang tak konsisten bisa jadi masalah besar

Guttmacher Institute melaporkan kehamilan yang tak diinginkan (unintended pregnancy) pada dua-pertiga wanita yang menggunakan kontrasepsi secara konsisten dan dengan cara yang benar hanya sebesar lima persen. Sedangkan 19 persen wanita yang tidak konsisten memakai kontrasepsi mengakibatkan kehamilan tak diinginkan mencapai 43 persen.

Untuk pil KB misalnya, setiap tahunnya diperkirakan hanya 1 dari 100 wanita yang akan hamil jika mereka minum pil itu setiap hari, tapi hanya 9 dari 100 wanita yang hamil jika mereka tak meminumnya setiap hari. Para wanita biasanya benar-benar percaya jika pil KB itu efektif, tapi itu tergantung konsistensi mereka sendiri dalam menggunakannya.

2. Efek sampingnya harus diperhatikan

Sebenarnya semua merk pil kontrasepsi sama efektifnya dalam mencegah kehamilan, tapi belum tentu semuanya sesuai dengan tubuh Anda. Yang bisa membantu Anda dalam memilih hal ini adalah dokter kandungan Anda.

Setidaknya ketahui hal-hal mendasar tentang pil pilihan Anda. Ada pil kombinasi yang mengandung hormon estrogen sekaligus progestin, ada juga yang hanya mengandung progestin bagi wanita yang tak bisa mengonsumsi estrogen. Namun pahami juga pilihan kontrasepsi lain seperti IUD atau vaginal ring.

Tapi jika Anda merasa terkena efek samping berkaitan dengan pengendali kelahiran Anda, cobalah menemukan hal itu dengan memanfaatkan kalender dan kemukakan informasi tersebut ketika menemui ginekolog Anda. Hal ini akan membantu dokter atau perawat untuk memahami apa yang Anda alami dan menuntun Anda menemukan kontrasepsi yang lebih baik.

Lagipula sejumlah efek samping bisa jadi akan menghilang setelah tubuh Anda menyesuaikan diri, meski ada juga yang tidak demikian.

3. IUD adalah kontrasepsi yang paling efektif

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine menemukan bahwa intrauterine devices atau IUD 20 kali lebih baik dalam mencegah kehamilan tak diinginkan ketimbang pil, koyo (patch) atau vaginal ring.

Apa sebabnya? Karena IUD dapat menghilangkan faktor ‘kesalahan manusia’ (human error) yang menyebabkan terjadinya kehamilan tak diinginkan. Selain efektif, sampai detik ini IUD masih tercatat sebagai kontrasepsi yang aman dan tahan lama, meski selama ini IUD dianggap tidak begitu.

4. Pil tidak menyebabkan berat badan naik

Versi lama pil pengendali kelahiran mengandung dosis hormon yang lebih tinggi dari yang modern sehingga para wanita yang mengonsumsinya mengalami penambahan berat badan.

Lagipula banyak pakar yang tidak menemukan adanya keterkaitan antara pil kombinasi dengan penambahan berat badan, walaupun American Congress of Obstetricians and Gynecologists menyatakan bahwa pil KB yang berisi progestin dapat menyebabkan berat badan wanita yang mengonsumsinya menjadi bertambah.

Ada dua alasan wanita bisa mengalami penambahan berat badan ketika mengonsumsi pil KB: biasanya mereka mulai mengonsumsi pil KB saat masih remaja jadi penambahan berat badan itu hanya karena mereka sedang tumbuh, tapi mereka mengira ini karena pilnya. Selain itu banyak wanita yang mengonsumsi pil ini saat sudah menikah, dan beberapa studi menyatakan bahwa berat badan wanita yang telah bersuami cenderung bertambah.

5. Konsumsi obat-obatan lain ikut pengaruhi efektivitas pil

Itulah mengapa dokter Anda kerap menanyakan apakah ada obat-obatan yang sedang Anda konsumsi sebelum menuliskan resep pil kontrasepsi. Pasalnya sejumlah obat-obatan tertentu tak dapat dicampur antara satu sama lain, salah satunya bagi pil pengendali kelahiran Anda.

Beberapa jenis obat yang tak boleh dikombinasikan dengan pil kontrasepsi diantaranya antibiotik, obat anti-jamur, antidepresan tertentu serta sejumlah suplemen alami yang dapat mengurangi kemampuan pil kontrasepsi (terutama yang mengandung estrogen) untuk menghasilkan efek yang diinginkan.

6. Pil kontrasepsi dapat digunakan sampai kapanpun

“Bertahun-tahun yang lalu banyak yang mengira penggunakan pil pengendali kelahiran dalam waktu lama akan menggangu kemampuan seorang wanita untuk hamil, tapi ternyata ini salah besar,” terang dokter kandungan dari Mayo Clinic, Dr. Mary M. Gallenberg.

“Para dokter dulunya juga kerap merekomendasikan agar pasiennya sesekali mengambil jeda (dari konsumsi pil kontrasepsi), tapi nyatanya hal ini tak memberikan manfaat apapun, bahkan justru meningkatkan risiko kehamilan tak diinginkan,” tambahnya.

Tentu saja ada beberapa alternatif alat pengendali kelahiran yang permanen seperti sterilisasi, terutama jika para wanita berikut pasangannya mempertimbangkan untuk tidak punya anak atau berhenti punya anak.

7. Wanita bisa langsung hamil kalau berhenti minum pil

“Di masa lalu, para dokter khawatir jika Anda langsung hamil setelah berhenti minum pil, maka risiko keguguran Anda akan tinggi. Tapi teori ini terbukti salah karena hormon dari pil pengendali kelahiran tidaklah mengganggu sistem di dalam tubuh seorang wanita,” tandas peneliti dari Mayo Clinic.

Hal ini diamini Dr. Katharine O’Connell White, dokter kandungan dari Baystate Medical Center, Springfield, Massachussets. “Para wanita tak perlu berhenti minum pil dalam kurun tiga hingga enam bulan sebelum mencoba untuk hamil karena tubuhnya akan segera kembali normal,” tambahnya.

Kondisi serupa juga terjadi pada IUD: American Congress of Obstetricians and Gynecologists menyatakan bahwa para wanita dapat mencoba hamil sesegera setelah IUD-nya dilepas.

8. Pil dapat memberikan perlindungan lima hari pasca melakukan seks tak aman

Jenis obat tertentu seperti Plan B diketahui dapat mencegah kehamilan pada wanita lima hari setelah orang yang bersangkutan melakukan seks tak aman alias tanpa perlindungan. Opsi lainnya adalah memasukkan IUD lima hari setelah seks tak aman.

Intinya, meski Anda melakukan seks tak aman, ada sejumlah metode aman yang dapat membantu mencegah kehamilan jika itulah yang Anda inginkan.

9. Pil KB untuk pria akan segera hadir

Bill and Melinda Gates Foundation baru-baru ini menggelar sayembara untuk menemukan alat pengendali kelahiran yang diperuntukkan bagi pria, baik yang hormonal maupun non-hormonal. Sejumlah peneliti pun menemukan adanya sebuah molekul yang dapat menurunkan jumlah sperma pada tikus secara dramatis, yang suatu ketika diharapkan dapat digunakan pada manusia.

Kemampuan Orgasme Dipengaruhi Bentuk Bibir?

20 Agustus 2013

KHUSUS PASUTRI-NEW

Bibir Seksi 13Stuart Brody, profesor psikologi dari University of the West of Scotland, adalah salah satu peneliti yang kerap melakukan studi mengetahui perilaku seksual. Ia antara lain pernah menulis studi mengenai kemampuan orgasme perempuan berdasarkan sensitivitas jarinya, perilaku seksual pasangan, dan yang paling terkenal adalah studinya pada tahun 2008, yaitu dari cara berjalannya.

Bibir Seksi 01Kini, Brody mengeluarkan hasil penelitiannya yang terbaru berjudul Vaginal Orgasm is More Prevalent among Women with a Prominent Tubercle of the Upper Lip, yang diterbitkan di Journal of Sexual Medicine. Ia mengemukakan bahwa kemampuan seorang perempuan untuk orgasme bisa diketahui hanya dari lekukan di bagian tengah bibir atas (biasa disebut tubercle). Lekukan ini tidak hanya ditemukan pada bibir yang penuh, tetapi juga pada bibir yang lebih tipis. Hanya saja, memang tak semua perempuan memiliki lekukan yang tegas.

Bibir Seksi 15Penemuan ini didapatnya setelah melakukan survei online terhadap 258 perempuan Skotlandia dengan usia rata-rata 27 tahun. Makin menonjol atau makin tegas lekukan tersebut, perempuan cenderung lebih mudah mencapai orgasme vaginal. Oleh karena itu, Brody meyakini bahwa memang ada kaitan antara bentuk bibir dan respons seksualnya.

Mengapa Pria Suka Ekspresi Orgasme AndaHasil penelitian Brody menimbulkan kontroversi di kalangan para peneliti lain. Misalnya, mengapa bentuk bibir tersebut hanya memengaruhi orgasme vaginal (yang dicapai melalui intercourse), dan bukannya orgasme klitoral? Sementara itu, tak semua peneliti percaya ada perbedaan antara kedua jenis orgasme tersebut.

1902038Mungkinkah perempuan dengan lekukan bibir atas yang menonjol memang terlihat lebih seksi sehingga lebih berpeluang memiliki pengalaman seksual yang lebih hebat, dan berakhir dengan orgasme? Coba bayangkan bila Anda memiliki bibir seperti milik Angelina Jolie, pasti pasangan akan terpacu untuk menciptakan kehidupan seksual yang memuaskan untuk Anda.

Bibir Seksi 20“Saya tidak tahu mengenai riset yang mengaitkan daya tarik perempuan dengan kecenderungannya mengalami orgasme vaginal. Itu bisa saja menjadi bahan studi kami berikutnya,” kilah Brody.

Ia menegaskan, bentuk bibir kemungkinan ditentukan oleh kekuatan yang mengatur proses neurologis. Studi anatomi menunjukkan, dalam usia 17 minggu janin sudah mulai membentuk lekukan bibirnya. Ada bukti bahwa proses saraf yang menentukan fitur wajah pada janin bisa saja berhubungan dengan analisis perilaku dalam konteks lain. Dalam hal ini, memang benar bahwa kejadian pada masa prenatal mampu membentuk kehidupan seksual kita kelak. Maka dari itu, mungkin bukan bentuk bibir itu yang memengaruhi orgasme, melainkan proses di balik pembentukan lekukan bibir tersebut.

Berisik Saat Bercinta Bukan Tanda Perempuan Orgasme

20 Agustus 2013

KHUSUS PASUTRI-NEW

How-To-Find-And-Stimulate-Your-G-Spot-g-spot-sex

Dalam film-film panas, sering kali ada adegan ketika perempuan melakukan hubungan seks dengan mengeluarkan suara-suara yang memancing gairah. Kemudian, adegan diakhiri dengan pihak pria (atau keduanya) mengalami orgasme. Dalam kenyataannya, suara yang dikeluarkan oleh perempuan saat bercinta tak selalu menunjukkan bahwa ia tengah orgasme.

Riset dari University of Central Lancashire menunjukkan, suara-suara yang dihasilkan saat bersenggama itu biasanya terjadi sebelum perempuan mencapai klimaks, atau selama pihak pria mengalami orgasme. Studi tersebut dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi apakah ekspresi suara perempuan selama intercourse dipicu oleh orgasme atau terjadi karena faktor lain.

Penemuan ini diperoleh setelah tim peneliti menganalisis 71 perempuan dengan usia rata-rata 22 tahun. Setiap responden harus menjawab pertanyaan seputar perilaku seksual mereka, antara lain, bagaimana mereka mencapai klimaks dan kapan mereka mengekspresikan diri mereka dengan mengeluarkan suara-suara. Kebanyakan responden perempuan mengatakan bahwa mereka mencapai orgasme selama foreplay, tetapi kemungkinan mengekspresikan perasaan mereka saat pasangan mengalami orgasme.

“Data ini dengan jelas menunjukkan perbedaan waktu antara ketika perempuan mengalami orgasme dan membuat suara-suara senggama, serta mengindikasikan bahwa setidaknya ada unsur di atas yang berada di bawah kontrol bawah sadar sehingga perempuan mempunyai kesempatan untuk memanipulasi perilaku pria untuk keuntungan mereka,” demikian dugaan tim peneliti.

Kemungkinan lain, para perempuan hanya ingin mempraktikkan skenario seksual yang ideal, yaitu bahwa senggama akan lebih menggairahkan bila diekspresikan dengan suara-suara yang dapat mendorong pria untuk mengalami orgasme.

“Perempuan tampaknya bukan mengeluarkan suara-suara tersebut untuk mengekspresikan kenikmatan yang mereka rasakan, tetapi untuk membantu pasangannya mencapai klimaks,” tutur Dr John Grohol, pendiri situs Psych Central.

Grohol beranggapan, “vokalisasi senggama” ini merupakan bagian dari skenario seksual yang ideal, atau setidaknya dilakukan karena perempuan meyakini itulah yang diinginkan kaum laki-laki saat bercinta.

Siapa yang Lebih Berisik Saat Bercinta?

20 Agustus 2013

KHUSUS PASUTRI-NEW

1902038

Suara rintihan atau desahan napas yang terdengar saat bercinta rasanya memang makin menambah gairah. Dan, meskipun pria sering disebut lebih ekspresif dalam bercinta, ternyata wanita jauh lebih berisik di atas ranjang ketimbang pria, begitu kesimpulan dari toko alat peraga seks di Inggris, Lovehoney.

Setelah menyurvei 1.171 orang, Lovehoney mendapati bahwa 94 persen wanita mengakui bahwa mereka lebih berisik daripada pasangannya saat berhubungan seks. Sebaliknya, 70 persen pria juga mengakui bahwa pasangan merekalah yang lebih berisik dalam sesi bercinta.

“Menarik juga mendapati bahwa wanita ternyata lebih gaduh. Tidak ada penjelasan ilmiah mengapa seseorang bisa lebih berisik di atas ranjang. Hal ini tampaknya bersifat pribadi. Beberapa orang bisa berteriak kencang saat nonton konser, yang lain bisa nonton tanpa bersuara sedikit pun. Tetapi, tidak berarti mereka tidak menikmati konser itu, kan?” kata pakar seks, Tracey Cox.

Namun, para pakar menduga bahwa kegaduhan wanita saat berhubungan intim ini disebabkan karena mereka lebih sering berpura-pura menikmati atau mencapai orgasme daripada pria. Atau, mereka merasa harus memberikan bukti bahwa mereka menikmati sesi tersebut.

“Apa pun alasannya, kami perlu menegaskan bahwa semakin berisik seseorang di atas ranjang, tidak berarti mereka makin menikmatinya,” katanya lagi. “Berisik juga tidak berarti bahwa Anda pecinta yang baik, meskipun saya mendukung fakta bahwa kegaduhan merupakan sebuah cara untuk mengomunikasikan sesuatu.”

Pernyataan Cox ini nyaris sejalan dengan riset yang dilakukan oleh University of Central Lancashire beberapa waktu lalu, yang menyebutkan bahwa suara yang dikeluarkan oleh perempuan saat bercinta tak selalu menunjukkan bahwa ia tengah orgasme. Suara-suara yang dikeluarkan oleh kaum perempuan saat bercinta lebih dilakukan untuk membantu pasangannya mencapai klimaks.

Survei Lovehoney juga menunjukkan bahwa hanya 51 persen wanita yang mencapai orgasme melalui penetrasi. Yang lebih mengejutkan, 76 persen wanita mencapai orgasme melalui seks oral, dan 95 persennya mencapai orgasme secara teratur ketika menggunakan sex toys! Alat peraga seks rupanya menjadi sarana terbaik bagi wanita untuk mencapai klimaks (34 persen).

“Kebanyakan wanita rupanya merasa lebih mudah untuk mencapai orgasme seorang diri ketimbang bersama pasangan, bukan hanya karena mereka lebih rileks saat sedang sendiri dan tidak merasa tertekan untuk menunjukkan kemampuannya, melainkan juga karena bisa menggunakan teknik yang terbaik, yaitu langsung melalui stimulasi klitoral,” lanjut Cox.

Karena itu, tidak mengherankan juga wanita yang mengalami seks terbaik melalui penetrasi hanya kurang dari seperempatnya (23 persen). Menurut Cox, 82 persen wanita menginginkan seks oral lebih sering karena seks oral menjadi cara yang paling efektif dan menyenangkan setelah vibrator untuk meraih orgasme.

Bercinta Jadi Berisik karena Orgasme Lebih “Hot”?

20 Agustus 2013

KHUSUS PASUTRI-NEW

Posisi-Seks-Agar-Cepat-Hamil

Riset dari University of Central Lancashire tahun 2011 pernah mengungkapkan, suara-suara berisik yang dikeluarkan oleh perempuan saat bercinta tak selalu menunjukkan bahwa ia tengah orgasme. Kaum perempuan bukan mengeluarkan suara-suara tersebut untuk mengekspresikan kenikmatan yang mereka rasakan, melainkan untuk menciptakan suasana yang lebih menggairahkan. Dengan demikian, pria akan terdorong untuk mengalami orgasme.

Kini muncul penelitian baru dari Leeds University yang menyatakan: pasangan yang berisik saat bercinta kemungkinan besar mengalami momen yang lebih menyenangkan di ranjang. Mereka mengundang 71 responden perempuan untuk merekam seberapa keras kegaduhan yang mereka buat, dan kapan suara berisik itu terjadi.

Ada beberapa temuan yang mirip dengan hasil temuan peneliti University of Central Lancashire. Para peneliti Leeds mendapati, bahwa dua pertiga dari responden paling berisik sebelum dan sesudah pasangannya mencapai orgasme. Kegaduhan itu biasa mereka lakukan untuk membuat pasangan semakin bersemangat dan membantu mencapai klimaks.

Leeds juga mengungkapkan temuan barunya, di mana 92 persen perempuan mengatakan bahwa mereka yakin bahwa rintihan mereka saat berhubungan seks bisa meningkatkan keyakinan diri pasangan. Kemudian, 87 persen perempuan mengatakan, itulah alasan mereka melakukannya.

Perempuan juga disebut semakin gaduh karena orgasme yang mereka alami jauh lebih intens daripada orgasme kaum lelaki. Hal ini disebabkan ikatan saraf pada klitoris jauh lebih besar daripada saraf-saraf di area penis kaum pria, sehingga memberi tambahan sensasi saat mencapai klimaks.

Temuan lain yang tak kalah menarik juga pernah dilontarkan situs Lovehoney. Jajak pendapat yang dilakukan situs ini mengesahkan apa yang menjadi mitos selama ini, yaitu bahwa perempuan jauh lebih berisik ketimbang laki-laki saat berhubungan intim. Hampir seluruh perempuan yang disurvei (94 persen) mengakuinya, dan tujuh dari 10 pria juga sepakat dengan pengakuan tersebut.

Namun pakar seks Tracey Cox tidak yakin seks yang dimeriahkan dengan rintihan dan lenguhan perempuan akan menghasilkan hubungan seks yang lebih baik.

“Tidak ada penjelasan ilmiah mengapa salah satu jenis kelamin jadi lebih gaduh di ranjang. Itu lebih tergantung pada masing-masing orang. Sebagian orang bisa berteriak-teriak saat nonton konser, tapi yang lain bisa saja nonton tanpa bersuara. Tidak berarti yang diam saja ini tidak menikmati konsernya, kan?” tukasnya.

Tracey juga tidak setuju dengan anggapan bahwa pria akan mencapai orgasme lebih mudah jika mereka tahu telah berhasil memuaskan pasangan. Menurutnya hal ini malah membuat perempuan merasa tertekan, karena harus membuat pria tahu bahwa mereka senang dan puas dengan sesi bercinta tersebut.

“Salah satu teori pernah mengungkapkan mengapa perempuan lebih sering pura-pura orgasme daripada pria, yaitu karena kemungkinan mereka merasa wajib memberikan ‘bukti’ bahwa mereka menikmati sesi tersebut,” ujar penulis buku The Sex Doctor ini.