Wanita-wanita yang Tak Boleh Pakai KB Hormonal


PASUTRI 150

20 Agustus 2013

c33c0cbcab5f64e2b16fbab0fe97cd79_LKontrasepsi atau KB hormonal cenderung lebih populer karena kemudahan penggunaan dan efektivitasnya. Namun tidak semua wanita diperbolehkan menggunakan jenis kontrasepsi ini. Siapa saja yang tidak diperbolehkan?

Kontrasepsi hormonal seperti pil KB dan suntik, menggunakan estrogen dan atau progestin untuk membantu mencegah ovulasi (pembuahan). Metode pengendalian kelahiran dengan hormon bersifat reversibel, sehingga wanita dapat hamil setelah menghentikan penggunaannya.

Tapi seperti kontrasepsi lainnya, kontrasepsi hormonal memiliki efek samping yang umum dan faktor risiko medis, terutama bagi wanita dengan kondisi tertentu. Sebelum memberikan satu jenis kontrasepsi, dokter atau bidan biasanya akan memeriksa dan menanyakan riwayat kesehatan wanita.

Wanita-wanita dengan kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan kontrasepsi hormonal, seperti dilansir About.com, Minggu (30/6/2013):

  1. Hamil
  2. Kurang dari 6 minggu pasca persalinan
  3. Usia lebih dari 35 tahun
  4. Perokok
  5. Penderita penyakit hati aktif atau punya riwayat tumor hati
  6. Penyandang diabetes
  7. Punya riwayat penyakit jantung, stroke dan tekanan darah tinggi
  8. Perdarahan vagina yang tidak bisa dijelaskan
  9. Penderita kanker payudara, punya riwayat kanker payudara atau mengalami pertumbuhan abnormal pada payudara
  10. Punya riwayat masalah pembekuan darah
  11. Penderira migrain
  12. Keberatan moral terhadap metode kontrasepsi hormonal.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s