Rajin-rajinlah Komunikasi dengan Pasangan untuk Dapatkan Kepuasan Seks


14 September 2013

KHUSUS PASUTRI-NEW

160534_coupleinbed

Seks mungkin masih menjadi topik obrolan yang dipandang tabu, bahkan bagi pasangan yang telah menikah sekalipun. Tapi sekali Anda mau terbuka membicarakan seks bersama pasangan, dampaknya akan sangat positif bagi kehidupan asmara dan pernikahan.

Para peneliti telah menemukan, semakin Anda nyaman membicarakan soal seks, kehidupan seks juga akan semakin memuaskan. Meskipun hasil penelitian tidak menjelaskan kenapa obrolan tentang seks bisa meningkatkan kualitas hubungan seksual, penemuan ini membawa angin segar bagi pasangan yang mengalami kehidupan seks yang monoton atau tidak bisa mendapatkan kepuasan setiap kali bercinta.

“Bahkan sedikit saja kecemasan –tentang komunikasi soal seks– mempengaruhi apakah mereka bisa berkomunikasi atau tidak. Ini juga secara langsung berpengaruh pada tingkat kepuasan (seks) mereka,” ujar peneliti studi Elizabeth Babin yang juga ahli komunikasi kesehatan di Cleveland State University, Ohio, Amerika Serikat.

Selain itu, orang yang merasa tidak nyaman untuk meminta pasangannya menggunakan kondom saat bercinta, risiko terkena infeksi dan penyakit kelamin lebih tinggi. Dijelaskan Elizabeth, rasa cemas juga mengurangi kepuasan seks dan menghambat pasangan untuk menikmati pengalaman bercinta.

Dalam studinya, Elizabeth melibatkan 207 responden untuk membuktikan hipotesanya tentang komunikasi seksual, kepuasan seksual serta komunikasi verbal maupun non-verbal yang mereka alami selama sesi bercinta. Partisipan yang rata-rata berusia 29 diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan keadaan emosional mereka ketika aktivitas seks.

Responden juga harus menjawab beberapa pertanyaan tentang kepercayaan diri mereka terhadap seks. Sebagai contoh, seberapa hebat aksi pasangan di ranjang? Atau seberapa besar kepercayaan diri mereka dengan kemampuan bercinta mereka?

Hasil survei menunjukkan, ketakutan dalam membicarakan seks bisa merusak kenikmatan seksual seseorang. Kecemasan juga berhubungan dengan minimnya komunikasi di tempat tidur dan kepuasan bercinta secara keseluruhan.

Sebaliknya, komunikasi yang terjadi saat bercinta bisa membantu pasangan lebih puas secara seksual. Komunikasi tidak hanya bisa dilakukan secara verbal tapi juga non-verbal. Elizabeth menjelaskan, komunikasi non-verbal justru lebih efektif memberikan kepuasan seks ketimbang komunikasi verbal. Menurut Eizabeth, bahasa tubuh lebih mudah diutarakan ketimbang pengucapan.

“Akan lebih mudah mengeluarkan suara desahan atau melakukan gerakan untuk mengungkapkan, ‘Aku sangat menikmati momen bercinta ini’ ketimbang Anda berkata, ‘Ini rasanya sangat menyenangkan, aku menyukainya’. Hal itu terkesan terlalu terang-terangan bagi sebagian orang,” kata Elizabeth.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.