Lengkuas Versi Wikipedia

220px-Maranta_galanga_Ypey51
Pohon Lengkuas

Lengkuas atau Laos (Alpinia galanga)

  • Merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah.
  • Umumnya masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional.
  • Pemanfaatan lengkuas untuk masakan dengan cara mememarkan rimpang kemudian dicelupkan begitu saja ke dalam campuran masakan, sedangkan untuk pengobatan tradisional yang banyak digunakan adalah lengkuas merah Alpinia purpurata K Schum.

Deskripsi

Lengkuas adalah terna tegak yang tingginya 2 m atau lebih. Batangnya yang muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. Seluruh batangnya ditutupi pelepah daun.  Batangnya ini bertipe batang semu. Daunnya tunggal, bertangkai pendek, berbentuk daun lanset memanjang, ujungnya runcing, pangkalnya tumpul, dan tepinya rata.

Ukurannya daunnya adalah: 25-50 cm × 7-15 cm. Pelepah daunnya berukuran 15-30 cm, beralur, dan berwarna hijau. Perbungaannya majemuk dalam tandan yang bertangkai panjang, tegak, dan berkumpul di ujung tangkai. Jumlah bunga di bagian bawah lebih banyak daripada di atas tangkai, dan berbentuk piramida memanjang.

Kelopak bunganya berbentuk lonceng, berwarna putih kehijauan. Mahkota bunganya yang masih kuncup pada bagian ujung warnanya putih, dan bawahnya berwarna hijau. Buahnya termasuk buah buni, bulat, keras, dan hijau sewaktu muda, dan coklat, apabila sudah tua.

Umbinya berbau harum, ada yang putih, juga ada yang merah. Menurut ukurannya, ada yang besar juga ada yang kecil. Karenanya, dikenal 3 kultivar yang dibedakan berdasarkan warna dan ukuran rimpangnya.

Rimpangnya ini merayap, berdaging, kulitnya mengkilap, beraroma khas, ia berserat kasar, dan pedas jika tua. Untuk mendapatkan rimpang muda yang belum banyak seratnya, panen dilakukan pada saat tanaman berusia 2,5-4 bulan.

Sumber:Wikipedia

Manfaat Lengkuas Merah, Laos, Laja untuk Kesehatan dan Kulit

lengkuas
LENGKUAS

Terdapat dua jenis lengkuas (Alpinia galanga, Linn., Willd.) yang tumbuh di Indonesia. Lengkuas merah (daging rimpang berwarna merah) dan lengkuas putih (daging rimpang berwarna putih). Lengkuas merah sering dijadikan sebagai obat seperti temulawak, sementara lengkuas putih lebih banyak digunakan sebagai bumbu masak seperti jahe dan kunyit.

Manfaat lengkuas merah sebagai obat tradisional sudah dikenal sejak lama. Nenek moyang kita sering menggunakan lengkuas untuk mengobati rematik, meningkatkan nafsu makan, menambah gairah, hingga mengobati panu.

Lengkuas memiliki beberapa sebutan di berbagai daerah. Ada yang menamakannya sebagai laja (Sunda), dan laos (Jawa). Senyawa kimia yang terdapat pada Lenguas galanga antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol dan kristal kuning.

Manfaat Lengkuas Sebagai Obat

Berikut ini beberapa ramuan yang menggunakan lengkuas untuk mengobati berbagai penyakit:

1. Obat Reumatik

a. Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari dan 1 butir telur ayam kampung

Cara membuat: lengkuas diparut dan diperas untuk diambil airnya, telur ayam kampung mentah dipecah untuk diambil kuningnya, kemudian kedua bahan tersebut dioplos sampai merata.

Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari

 b. Bahan: 3 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk merica, 1 potong gula merah, dan 2 gelas air santan kelapa

Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama-sama hingga airnya tinggal 1 gelas

Cara menggunakan: diminum sedikit demi sedikit selama 1 minggu

 2. Sakit Limpa

Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi temulawak sebesar ibu jari dan 1 genggam daun meniran

Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

 3. Membangkitkan Gairah Seks

Bahan: 2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dan 2 buah jeruk nipis, 1 sendok teh merica, 1 sendok teh garam dan 1 ragi tape.

Cara membuat: umbi lengkuas dan halia diparut dan diperas untuk diambil airnya, kemudian dioplos dengan bahan-bahan yang lain dengan 0,5 gelas air masak sampai merata.

Cara menggunakan: diminum.

 4. Membangkitkan Nafsu Makan

a. Bahan: 1 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 buah mengkudu mentah, 0,5 rimpang kencur sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk ketumbar, 1 siung bawang putih, 3 mata buah asam jawa yang masak, 1 potong gula merah, jakeling, jalawe dan jarahab.

Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 0,5 gelas, pagi dan sore.

 b. Bahan: 1 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 1 pohon tumbuhan meniran dan sedikit adas pulawaras.

Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih

Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari

5. Batuk Bronkhitis

Bahan: rimpang umbi lengkuas, temulawak dan halia (masing-masing2 rimpang) sebesar ibu jari, keningar, 1 genggam daun pecut kuda, 0,5 genggam daun iler, daun kayu manis secukupnya.

Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

 6. Morbili

Bahan: 4 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 sendok teh minyak kayu putih, dan 2 sendok teh minyak gondopura.

Cara membuat: umbi lengkuas diparut halus, kemudian dicampur dengan bahan lainnya sampai halus.

Cara menggunakan: dipakai untuk obat luar.

 7. Mengobati Panu

a. Bahan: rimpang umbi lengkuas dan kapur sirih secukupnya

Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus

Cara menggunakan: digosokkan pada bagian yang sakit, pagi dan sore.

 b. Bahan: rimpang lengkuas dan spirtus

Cara membuat: rimpang lengkuas dipotong-potong.

Cara menggunakan: bagian yang sakit digosok-gosok dengan potongan-potongan lengkuas, kemudian diolesi dengan spirtus

Oke, itua dia artikel mengenai manfaat lengkuas atau laos alias laja bagi kesehatan. Tidak ada salahnya menanam lengkuas di pekarangan rumah anda karena suatu saat bisa digunakan sebagai obat tradisional.

/dari berbagai sumber

Kandungan, Manfaat dan Khasiat Temulawak Bagi Kesehatan

temulawak
TEMULAWAK (KONENG GEDE)

Temulawak yang mempunyai nama latin Curcuma Xanthorrhiza merupakan tanaman obat yang biasa dijadikan sebagai bahan jamu. Temulawak memiliki bentuk dan warna yang hampir mirip dengan Kunyit. Di beberapa daerah temulawak disebut sebagai Koneng Gede.

Temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia yang terdapat pada rimpangnya, antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap. Kemudian minyak atsiri, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol dan an kurkuminoid.

Kurkuminoid terdiri atas kurkumin dan desmetoksikurkumin, yang bermanfaat menetralkan racun, menghilangkan nyeri sendi, meningkatkan sekresi empedu, menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah, antibakteri, mencegah pelemakan dalam sel-sel hati, dan antioksidan.

Sedangkan minyak atsiri menyimpan khasiat untuk meningkatkan produksi getah empedu dan menekan pembengkakan jaringan.

Manfaat Temulawak

  • Mengatasi gangguan pencernaan

Macam-macam gangguan kesehatan di saluran pencernaan seperti perut kembung, dyspepsia, dan indisgestion dapat diatasi dengan temulawak. Di tahun 2006, Clinical Gastroenterology and Hepatology menyatakan bahwa pasien yang mengalami gangguan kesehatan pada ulcerative colitis mendapati penyakitnya semakin membaik dengan mengkonsumsi suplemen temulawak secara teratur.

  • Meringankan osteoarthritis

Manfaat kesehatan yang kedua ini ternyata sudah masyur di India sejak ribuan tahun yang lalu. Temulawak, atau yang biasa dikenal dengan sebutan curcuma, memiliki kemampuan untuk meredakan peradangan, seperti osteoarthritis tersebut.

  • Mengatasi Kanker

Temulawak juga efektif dalam mengatasi penyakit kanker, seperti kanker payudara, usus, dan prostat. Dari jurnal ilmiah “The Prostate”, diketahui bahwa kandungan curcumin dalam temulawak dapat menghambat pertumbuhan kanker prostat. The University of Maryland Medical center menjelaskan hal tersebut dengan membuat hipotesis bahwa curcuma bekerja menghentikan pembuluh darah yang menyuplai pertumbuhan kanker.

Cara Membuat Jamu Temulawak

Banyak cara mengolah temulawak, kebanyakan mengolahnya menjadi jamu. Tapi, terkadang rasa pahit itu ada ketika dikonsumsi. Berikut adalah cara yang dapat Anda lakukan untuk mengolah temulawak menjadi jamu untuk mengobati berbagai penyakit:

1. Sakit Limfa

Bahan:

  • 2 rimpang Temulawak
  • 1/2 rimpang Lengkuas
  • 1 genggam Daun Meniran

Cara membuat: temulawak dan lengkuas diparut, kemudian semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, dan disaring.

Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 cangkir.

2. Sakit Ginjal

Bahan:

  • 2 rimpang temulawak,
  • 1 genggam daun kumis kucing,
  • 1 genggam daun kacabeling.

Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis, kemudian direbus bersama dengan bahan lainnya dengan 1 liter air, dan disaring.

Cara menggunakan: diminum selama 3 hari.

3. Sakit Pinggang

Bahan:

  • 1 rimpang temulawak,
  • 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari,
  • 1 genggam daun kumis kucing.

Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air, dan disaring.

Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

4. Mengobati Asma

Bahan:

  • 1 1/2 rimpang temulawak,
  • 1 potong gula aren.

Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan dikeringkan. Setelah kering direbus dengan 5 gelas air ditambah 1 potong gula aren sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, kemudian disaring.

5. Sakit Kepala dan masuk angin

Bahan:

  • beberapa rimpang temulawak.

Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis, dikeringkan dan ditumbuk halus menjadi tepung. Kurang lebih 2 genggam tepung temulawak direbus dengan 4-5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, kemudian disaring disaring.

6. Mengobati Sakit Maag

Bahan:

  • 1 rimpang temulawak.

Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan sebentar, kemudian direbus dengan 5-7 gelas air sampai mendidih, dan disaring.

Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

7. Sakit perut, Sakit perut pada waktu haid

Bahan:

  • 1 rimpang temulawak,
  • 3 buah mata asam,
  • 1 potong gula kelapa,
  • garam secukupnya.

Cara membuat: temulawak diparut, kemudian direbus bersama bahan lainnya dengan 3-4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

8. Menghilangkan bau amis sewaktu haid

Bahan:

  • 1 rimpang temulawak,
  • 5 buah mata asam,
  • 1 potong gula kelapa.

Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan, kemudian bersama bahan lainnya ditaruh dalam waskom (rantang/ panci), diberi 2 gelas air panas dan ditutup rapat selama kurang lebih 15 menit, dan disaring.

Cara menggunakan : diminum 3 kali, 1 kali sehari.

9. Memperbanyak produksi ASI

Bahan:

  • 1 1/2 rimpang temulawak,
  • dan tepung saga secukupnya.

Cara membuat: temulawak diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur dan ditambah air panas secukupnya sehingga menjadi bubur.

Cara menggunakan : dimakan biasa.

10. Memacu ASI yang macet

Bahan :

  • 1 1/2 rimpang temulawak diparut,
  • 1 potong gula kelapa,
  • 2-3 sendok makan adonan sagu.

Cara membuat : temulawak diparut, kemudian bersama bahan lainnya direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring.

Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1 cangkir secara teratur.

11. Kesulitan buang air besar/berak

Bahan:

  • 1 rimpang temulawak,
  • 3 buah mata asam,
  • 1 potong gula kelapa.

Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan sampai kering, kemudian bersama bahan lainnya diseduh dengan air panas secukupnya dan disaring.

Cara menggunakan: diminum biasa.

12. Mengobati Sembelit

Bahan :

  • 1 rimpang temulawak dan
  • biji sawi secukupnya.

Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus, kemudian diseduh dengan air panas secukupnya dan disaring.

Cara menggunakan : diminum biasa.

13. Menambah nafsu makan

Bahan:

  • 2 rimpang temulawak,
  • 1/4 rimpang lengkuas,
  • 1/2 genggam daun meniran.

Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring.

Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1/2 gelas.

Itu dia berbagai manfaat temulawak bagi kesehatan dan pengobatan tradisional. Perlu diketahui bahwa temulawak merupakan bahan yang paling banyak terdapat dalam jamu tradisional.

/dari berbagai sumber