PULO MANUK – SAWARNA

Pesona-Sawarna-9-Kolam-Besar-Pulau-Manuk-1

cropped-Logo-31-239x70

SEBAGAI daerah yang dikelilingi lautan, Provinsi Banten memiliki segudang lokasi wisata pantai. Bahkan sebagian wisata pantai di Provinsi Banten sudah dikenal wisatawan mancanegara. Karena wilayahnya berdekatan dengan Ibu Kota Jakarta, Banten menjadi alternatif bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan selain Pulau Bali.

Sebut saja Pantai Anyer dan Karang Bolong di Kab. Serang, Pantai Tanjung Lesung, Taman Nasional Ujung Kulon dan Carita di Kab. Pandeglang dan Pantai Pulorida di Kota Cilegon. Sedangkan di Kab. Lebak ada Pantai Karang Taraje, Pantai Sawarna dan Pantai Bagedur. Ada satu lagi objek wisata pantai yang juga patut dikunjungi wisatawan, yakni Pantai Pulo Manuk.

Pantai Pulo Manuk terletak di Desa Sawarna, Kec. Bayah, Kab. Lebak. Pantai Pulo Manuk dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perum Perhutani. Makanya, wisatawan yang pernah berkunjung mengatakan pulau ini masih alami dan terawat. Selain air lautnya yang jernih, juga hamparan pasir putihnya.

jalur-baru-tebingbayah_0002_new-horz

Sesuai dengan namanya Pulo Manuk (Burung, red), pulau yang memiliki luas hampir mencapai 5 hektar ini banyak disinggahi burung. Selain burung, di pulau ini juga terdapat habitat kera, seperti lutung dan monyet.

Menurut Hernawan, salah seorang pengelola Pantai Pulo Manuk, yang juga pegawai Perum Perhutani, Pulau Manuk dijadikan sebagai tempat persinggahan burung-burung dari berbagai daerah dan negara. Untuk menempuh ke pulau tersebut jaraknya hanya sekitar 200 meter dari bibir pantai.

“Biasanya kalau air laut sedang surut banyak sekali burung-burung seperti burung kuntul, burung camar, yang mencari makan di pulau ini karena hamparan karangnya akan terlihat,” kata Hernawan.

Hernawan mengatakan, untuk wisatawan yang masuk ke area Pantai Pulo Manuk akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 untuk kendaraan sepeda motor. Sedangkan untuk kendaraan roda empat atau bus biaya masuknya sebesar Rp 20.000. Wisatawan yang ingin menginap juga tersedia sebuah home stay dan vila sederhana, yang jaraknya tak jauh dari pantai. Untuk home stay per malam tarifnya Rp 300.000 hingga Rp 500.000.

Dikatakan, wisatawan yang datang tidak hanya disuguhi dengan indahnya Pantai Pulo Manuk, tapi juga pemandangan Gunung Kembang yang bisa dilihat dari pulau tersebut. Wisatawan juga bisa berwisata ke kawasan hutan lindung itu karena banyak satwa burung seperti Elang, Cenderawasih, Merak, Rajawali, dan lainnya. .

Tak jauh dari lokasi sekitar ada sebuah goa yang bernama Lawang Saketeng. Gua itu konon pada jaman dahulu merupakan tempat pertapaan Prabu Siliwangi. Tak jarang, warga kerap kali menjadikan tempat tersebut sebagai objek wisata ziarah. Untuk masuk ke dalam goa tersebut tak dikenakan biaya.

“Sering warga yang ziarah di goa itu atau sekadar ingin tahu bagi wisatawan, tapi biasanya warga sekitar yang sering berkunjung yang masih percaya sama tradisi leluhur,” katanya.

AM Erwin Komarasukma, salah seorang tokoh masyarakat Bayah mengungkapkan, Pantai Pulo Manuk merupakan salah satu potensi pantai yang eksotis. Hanya saja, lokasi wisata kurang dipromosikan oleh pemerintah sehingga kurang begitu dikenal bagi wisatawan luar Banten.

“Sebenarnya Pantai Pulo Manuk tak kalah dengan pantai di Anyer dan Bali. Selain airnya yang jernih dan pasir putih, wisatawan pun disuguhkan dengan satwa binatang dan objek lainnya seperti Goa Lawang Saketeng,” kata Erwin yang juga anggota DPRD Kab. Lebak ini.

Untuk mencapai lokasi ini, bisa melalui jalur Rangkasbitung-Malingping-Bayah-Sawarna dengan jarak tempuh sekitar 150 kilometer (km) atau memakan waktu 3 sampai 4 jam. Dari jalur Sukabumi, bisa melintas ke arah Pelabuhan Ratu, Cisolok, Cibareno, Bayah, Sawarna, dengan jarak sama, yakni 150 km atau 3 sampai 4 jam.

Alat transportasi untuk menuju ke sana bisa menggunakan jasa angkutan umum bus elf sampai Terminal Bayah. Dari Bayah bisa menggunakan jasa angkutan umum atau ojek. Bagi wisatawan yang hobi jalan-jalan sayang bila belum mengunjungi Pantai Pulau Manuk. [by haryono/sir}

Pulo Manuk diambil dari bahasa Sunda yang artinya Pulau Burung. Dinamakan Pulo Manuk karena di pulau ini banyak burung-burung yang berasal dari berbagai negara singgah di pulau yang letaknya sekitar 1 kilometer dari pantai Cipamadangan. Tak hanya satwa seperti burung saja yang terdapat di Pulo Manuk ini, satwa liar seperti monyet pun bisa anak backpacker jumpai. Monyet liar ini bisa kalian temukan di kawasan hutan lindung milik Perhutani. Memang daerah pantai Pulo Manuk dan kawasa hutan lindung Perhutani letaknya berdekatan guys.

Daerah pantai di Pulo Manuk ini pun menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Banten selain pantai Sawarna. Pantainya yang menjorok ke daratan dengan ombak yang tidak terlalu besar, cocok buat kamu yang ingin bersantai-santai sambil menikmati pemandangan pantai yang indah ditemani deburan ombak pantai yang menderu membasahi tanah.

Pantai Pulo Manuk juga memiliki pasir putih yang bersih seperti halnya pantai-pantai yang ada di Sawarna. Anak bacpacker bisa bermain pasir pantai dengan puas tanpa dibatasi, sekedar berjemur juga bisa menjadi kegiatan alternatif seru yang bisa kamu lakukan di pulau ini.

Tiket masuk ke pantai Pulo Manuk pun terbilang sangat murah guys.. Kalian hanya perlu membayar Rp 2.000 untuk bisa puas bermain di sekitar pantai. Biaya tersebut digunakan untuk memelihara keindahan pantai agar tetap bersih dan nyaman.

Pulo Manuk Pada Zaman Penjajahan Jepang

Dibalik pesona keindahan Pulo Manuk yang eksotis, terdapat cerita pilu tentang Pulo Manuk pada zaman penjajahan Jepang guys.. Kenapa? Dahulu dengan kejamnya tentara Jepang melakukan Romusha pada rakyat pribumi untuk pembangunan sebuah stasiun kereta api Bayah. Tercatat sebanyak 93.000 jiwa melayang akibat pembangunan stasiun kereta yang menghubungkan antara Pulo Manuk dengan Saketi lalu Rangkas Bitung hingga akhirnya sampai ke Jakarta. Para pekerja paksa yang tewas saat pembangunan stasiun, semuanya di kubur di Pulo Manuk. Namun kini tak ada tanda-tanda keberadaan kuburan para pekerja paksa tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s