Rani Ramadhany Faishal – Profil dan Biodata

646x323-drumer-cantik-indonesia-ini-bikin-lady-gaga-kagum-141223w

Biodata

  • Nama: Rani Ramadhany Faishal
  • TTL : Jakarta, 2 Maret 1994
  • Sekolah:
    • TK Muhammadiyah, kebayoran Lama
    • SD gunung 01 pagi, Jakarta Selatan
    • SMP 13 Jakarta Selatan pindah ke SMP 30 Jakarta Utara
    • SMA 13 International School, kelas XI-IC (International Class)
  • Kuliah: Jurusan Performing Arts Communications London School of Public Relations (LSPR)
  • Warna Fav: hitam, putih, ungu & silver
  • Hobby: musik, photography, spot (bowling, badmintoon, basket, steetdance)
  • Jenis musik: pop dan sedikit rock
  • Singer: Katy Perry, Bruno Mars,Taylor Swift, Justin Bieber,Anggun dan Calvin Jeremy
  • Band: Maroon5, OneRepublic, Parachute, Secondhand Serenade
  • Makanan fav: Dimsum dan Balado
  • Minuman fav: Susu dan Aqua
  • Pengalaman:
    • Juara 2 band
    • Manggung di pensi2 sekolah

5840_1207147461358_1308824395_562706_6255368_n

Karir

DI balik wajah cantik yang lembut, Rani Ramadhany handal menggebuk drum. Dia merupakan salah seorang drummer perempuan di Indonesia yang cukup eksis di media sosial, terutama di situs berbagi video YouTube.

Ada sekitar 80 video perempuan 21 tahun itu sedang bermain drum secara solo yang bisa ditemukan di kanal miliknya (raaneey). Kemampuannya bermain drum tidak kalah jago oleh drummer band-band terkenal lokal maupun internasional. Rambut panjangnya yang berkibar ke segala arah ketika bermain alat musik tersebut menambah pesona ayunya yang biasanya terlihat di atas catwalk.

Rani saat dijumpai di Kafe DOTD, dekat dengan apartemennya di Sudirman Park, Jakarta Selatan, Kamis lalu (14/5) menceritakan awal mula dirinya tertarik dengan alat musik drum. Mahasiswi semester VI Jurusan Performing Arts Communications London School of Public Relations (LSPR) tersebut mengatakan, sebelum berusia sebelas tahun, dirinya dibuat kagum oleh alat musik pengiring tempo tersebut.

”Saya waktu kecil suka menonton musik dari band-band gitu di televisi. Yang saya lihat bukan vokalisnya, tapi drummernya, yang biasanya ada di belakang,” kata pemilik lesung pipit di pipi kanan – yang tampak ketika tersenyum– itu.

”Saya suka sebal kalau kamera di televisi jarang menyorot drummernya,” imbuhnya sambil mengerutkan kening.

Karena terlanjur jatuh cinta dengan alat musik drum, Rani meminta kepada kedua orang tuanya untuk dibelikan drum sebagai kado ulang tahun kesebelas. ”Ibu saya kaget, kok mintanya drum sih. Cewek kok main drum sih,” kenangnya.

Permintaan itu tidak langsung dituruti. Rani lalu mencari cara agar bisa menyalurkan hasrat bermain drum. ”Saya ingat banget, waktu makan di meja makan, saya selalu taruh piring atau panci di depan. Lalu, saya pukul-pukulin, membayangkan itu drum” ujarnya.

Keinginan yang besar untuk memiliki drum itu akhirnya membuat orang tua Rani luluh. Di usia sebelas tahun itu, Rani memiliki drum pertamanya. ”Mungkin mereka kasihan juga lihat saya. Lagi pula, yang saya minta ini untuk hal-hal yang positif, nggak yang macam-macam,” ucap Rani, bernada puas dengan kemenangannya waktu itu.

Bermain drum bukan sekadar hobi. Rani terus mengasah kemampuannya. Dia pun semakin mahir. Rani tidak perlu guru. Dia belajar sendiri. ”Dulu, belum ada yang namanya YouTube. Jadi, nggak bisa lihat seperti apa caranya main drum. Saya beli kaset dan lihat di televisi. Terus, dengarkan dan mencoba main hingga suaranya sama persis dengan lagunya,” terangnya.

Permainan drumnya dipuji Mother Monster Lady Gaga serta penyanyi sekaligus pencipta lagu AS Juliet Simms melalui Twitter. Gara-gara itu, Rani dianggap sebagai hero oleh jutaan pengagum berat Lady Gaga di Indonesia. ”Saya dianggap telah kembali membuat Lady Gaga menengok Indonesia setelah konsernya di Indonesia dulu sempat gagal karena diprotes,” tuturnya.

Selain itu, dia telah diakui oleh komunitas drummer perempuan dunia, yaitu Hit Like a Girl. Pada kompetisi yang diselenggarakan komunitas itu tahun lalu, Rani juga terpilih untuk masuk sepuluh besar best female drummer dunia yang mewakili Indonesia sekaligus kawasan Asia. ”Padahal, yang ikutan dari Indonesia dan Asia banyak,” ucapnya.

Fokus menekuni dunia musik tersebut sempat terbelah lantaran Rani juga ingin menjajal dunia modeling. ”Saya suka terlihat cantik dan ingin tahu rasanya berjalan di atas catwalk. Saya pernah show ke Turki dan negara lain untuk mengikuti dunia ini,” tutur pemilik tinggi badan 173 cm itu.

Rani mengakui bahwa kenyataan yang dihadapinya di dunia modeling agak meleset dari bayangan. ”Ternyata saya bukan perempuan yang betah pakai high heels. Saya kira dulu, modeling kan bisa memilih penampilannya seperti apa, karena saya inginnya ya nggak pakai high heels. Tapi, ternyata kami nggak bisa memilih tugas,” ujarnya.

Apalagi, menurut dia, dunia modeling tidak seseru hobinya bermain drum yang kini sudah menjadi profesinya. ”Kalau jadi model, banyak nunggu dan berdirinya. Penghasilannya juga jauh lebih banyak jadi drummer,” kata wakil Indonesia di ajang Asia’s Next Top Model musim ketiga itu. (source: dod/c11/ayi jawapos)

INTERVIEW WITH RANI RAMADHANY : ANTARA DRUM, MODEL DAN OLAHRAGA

Source: 20Fit

bb9450c5-ce10-4c4f-986f-00f7c6d5177d

10 menit setelah Rani Ramadhany menelepon saya untuk memastikan alamat studio 20FIT di Kelapa Gading, saya melihat Rani dan ibunya duduk di ruang tunggu. Hari itu tidak begitu cerah, tapi awan gelap juga tidak menutupi daerah Jakarta Utara. Mereka tiba pukul 10.55, lima menit lebih awal dari waktu yang telah kami sepakati sebelumnya. “Rumah kami tidak jauh dari sini,” ujar ibunya.

Tak banyak yang berubah dari Rani Ramadhany, seperti yang saya temui beberapa waktu lalu; ia tetap ramah, yang saya yakini diwarisi dari sang ibu, dicampur dengan gaya menarik dan santai khas wanita seumurannya. Namun satu hal yang langsung saya sadari kemudian, Rani terlihat lebih kurus ketimbang terakhir saya bertemu. Sedangkan ibunya yang sekaligus merangkap menjadi manager untuk karir Rani, juga banyak berbincang dengan saya. “Rani anak bungsu, ia punya2  kakak yang beda umurnya cukup terlalu jauh dan sudah menikah”. Hubungan mereka jelas terlihat sangat erat.

Kami bertiga duduk di meja kayu di sebelah ruang latihan, Rani banyak bercerita tentang kesibukannya setelah program Asia’s Next Top Model selesai dan aktifitas olahraga yang sering dijalaninya dalam 2 bulan terakhir ini.

28a8e12a-d862-4b67-8d9a-601e45125df2-690x460

Rani terlihat sibuk akhir-akhir ini, ada kegiatan apa saja?

“Sekarang sebenarnya lagi sibuk nyusun non-skripsi, rencananya pengen direalisasikan juga.  Jadi 50% konsentrasi kesitu. Kebetulan di tahun 2016 ini juga ada kesibukan baru ngehost. Kalo selama ini jadi drummer, model dan film. Dunia host ini bener-bener baru banget, karena enggak ada background apa-apa. Alhamdulilah, sekalinya dapet langsung 3 acara. Karena itu, sekarang malah lagi jarang bikin cover Drum di Youtube”

Kenapa kamu memutuskan untuk mengambil job host tersebut?

“Aku orangnya memang senang explore saja. Diantara banyaknya orang yang ingin, aku enggak ingin sia-siain kesempatan itu. Selagi masih bisa waktu kuliah dan kerjaan lainnya kenapa enggak diambil sekalian. Itung-itung belajar gratis. Learning by doing.”

Kamu terlihat lebih kurus ketimbang terakhir kali kita bertemu.

“2 bulan terakhir ini, aku lagi giat-giatnya olahraga, selain karena pengen ngurusin badan juga, pengen ganti lifestyle ke lebih sehat. Aku orangnya gampang sakit sebenarnya, gampang kena flu, masuk angin. Daripada keseringan minum obat kan enggak bagus. Jadi kenapa enggak olahraga aja. Aku sekarang olahraganya nge-gym, juga seneng juga kick boxing. Tahu-tahu sudah sejam, dibandingkan kalo treadmill gitu kan setengah jam sudah lama banget, karena aku enggak terlalu enjoy lari, tapi kalo kick boxing ini enggak berasa udah 1000 kalori. Terus akhir-akhir ini juga lagi sering kombinasiin dengan latihan EMS di 20FIT”

Apa pendapat kamu tentang EMS Training di 20FIT?

“Aku sering liat di instagram, banyak yang ngepost, dari dulu pengen nyobain tapi belum ada kesempatannya. Karena jika diliat dari foto kayaknya seru dan mudah gitu, gerakannya gerakan biasa yang aku suka ngelakuin gerakan ini di gym. Jadi aku ngerasa ini gampang karena enggak pake beban, repetisi doang. Tapi pas lakuin, ternyata berat juga. Gerakannya simple tapi bener-bener berat , mungkin muscle-nya bekerja semua dan kena. Kaget sih tadi pas diestrum , tapi ditengah-tengah enjoy sih.”

Apa yang akhirnya memutuskan Rani untuk intens olahraga dari fitness, muay-thai, hingga EMS Training?

“Yang paling aku rasain berat badan ya, 2 bulan yang lalu berat badanku itu hampir 60 kg, terberat seumur hidup aku. Karena waktu itu lagi magang dan skripsi, kalo lagi skripsi sampai malem kan lapar makan, jadi pola makan dan tidur juga berantakan. Jadi ketika aku syuting ada acara, pas nonton tayangannya itu, aku ngerasa gendut banget. Wah ini udah enggak bisa lagi nih kayak gini. Dan akhirnya mulai nge-gym lagi. Hampir 2 bulan aku turun 7 kilo. Goal mau ke 49 kg, sekarang 53.”

Apa pesan Rani untuk anak-anak muda lainnya yang belum sadar pentingnya hidup sehat?

“Sebenarnya aku juga baru menyadari hal ini juga setelah 2 bulan intens olahraga. Moto aku adalah ‘To be fit, not to be skinny’. Maksudnya adalah skinny itu adalah nilai plusnya dari fit itu, Cuma konsennya lebih ke fit dulu untuk jangka panjangnya.”

GALLERY

rani-600

17430_15185_jkt-40-lapsus-hiburan-rani284117_2271020577521_1308824395_2777491_6736858_n-60004062014-ranixbgl7mficeaq4n9omaxresdefault-600medium_a-sky-full-of-stars-coldplay-drum-cover-by-rani-ramadhany-622757rani-ramadhany-dok2-600ranirani-drummer-wanita-indonesia-craniramadhany-600snapshoot-rani-di-video-cover-aura-dari-lady-gaga-craniramadhany-600rani-ramadhany

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s