Datang Sendiri, Pergi Sendiri


Datang Sendiri, Pergi Sendiri. Written By Kebajikan ( De 德 ) on Jumat, 24 Januari 2014

PHILOSOPHY OF LIFE

datang-sendiri-pergi-sendiri

KEBAJIKAN ( De 德 ) – Waktu kita lahir, kita datang sendiri, tiada yang menemani.Kita datang dengan karma dan dosa kita sendiri. Ketika napas terakhir tiba, kita pergi sendiri, membawa dosa dan karma, tiada yang menemani….

Suka atau tidak kita harus menerima segala duka derita hidup ini. Sebab kita yang melakukan karma dan kitalah yang menerima buah akibatnya…kita bertanggung jawab pada apa yang telah kita lakukan.

Pada hakekatnya, kita selalu sendirian, tidak ada siapa siapa yang dapat mendampingi kita, sebab tidak ada ibu-bapak yang selamanya…Tidak ada suami-isteri dan putera-puteri yang abadi di dunia

Inilah hakekat kehidupan. Seberapa banyak pun harta yang Anda miliki, Seberapa pun tinggi jabatan Anda, dan Seberapa pun erat hubungan anak isteri dengan Anda, pada akhirnya, semuanya harus dilepaskan.

Tinggal Anda sendiri…Sendiri menjalani kelahiran dan kematian, sendiri berkelana dan menderita dalam penderitaan dari kalpa tahun tak terhitung yang lalu hingga kalpa tahun tak terhitung yang akan datang, Anda selalu sendirian…

Inilah sebabnya mengapa Anda membutuhkan Kasih dan kebenaran Tuhan yang abadi… Salam kebajikan.

Note: 

Kalpa adalah satuan waktu yang sangat panjang dalam ajaran Hindu dan Buddha.

Kalpa menurut agama Buddha

Dalam ajaran agama Buddha, ada empat Kalpa yang memiliki jangka waktu yang berbeda, yakni:

  1. Kalpa skala tetap (dasar perhitungan), berjalan selama 16 juta tahun
  2. Kalpa skala kecil, (1000 × 16 juta) berjalan selama 16 miliar tahun
  3. Kalpa menengah, (20 × 16 miliar) berjalan selama 320 miliar tahun
  4. Kalpa skala besar, (4 × 320 miliar) berjalan selama 12,8 triliun tahun

Buddha tidak berbicara tentang jangka pasti kalpa dalam tahun. Akan tetapi, Ia memberikan beberapa analogi untuk mengerti hal tersebut.

Bayangkan sebuah tabung kosong pada awal mula kalpa, kurang lebih 16 mil pada setiap sisinya. Setiap 100 tahun, kita memasukan biji mustard kecil di dalam tabung tersebut. Menurut Sang Buddha, tabung yang besar tersebut akan penuh sebelum 1 masa kalpa berakhir.

Bayangkan sebuah batu yang sangat besar/raksasa pada awal mula kalpa kurang lebih 16 x 16 x 16 mil. Kita mengambil sebuah batu kecil dan menyapu gunung tersebut sekali dalam 100 tahun. Menurut Sang Buddha, gunung yang besar tersebut akan habis sebelum 1 masa kalpa berakhir.

Beberapa bhante ingin mengetahui berapa banyak kalpa yang telah berlalu sejauh ini. Sang Buddha memberikan analogi sebagai berikut:

Jika kita menghitung jumlah total partikel pasir pada sepanjang sungai Gangga. dari hulu sungai sampai ia berakhir di laut, jumlah tersebut akan lebih sedikit daripada jumlah kalpa yang telah berlalu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s