Jokowi Jalani ‘Fitting’ untuk Patung Lilin dengan Tim Madame Tussauds

JOKO WIDODO 175x23

Source: Info Seputar Presiden & detikNews 12-10-2016

7b84aa38-61fe-4b4c-85cc-ba2b75fc5f5b_169

Tim dari museum galeri Madame Tussauds, yang berada di Hongkong, menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Mereka hendak mengukur badan Jokowi untuk dijadikan patung lilin yang akan dipajang di Museum Madame Tussauds.

Pantauan detikcom, Jokowi terlihat keluar dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pukul 13.55 WIB, Rabu (12/10/2016). Di lorong Istana Merdeka, telah menunggu tiga orang perempuan dari galeri Madame Tussauds yang telah menanti.

“Good evening Mr President,” ujar salah seorang perempuan sambil menyalami Jokowi.

Jokowi terlihat mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana panjang warna hitam. Setelah bersalaman, Jokowi dan tim Madame Tussauds memasuki ruang President Lounge, yang bersebelahan dengan Gedung Istana Merdeka.

Di sana, Jokowi akan menjalani proses pengukuran badan. Selain itu, Jokowi juga akan difoto dengan berbagai pose.

Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala mengatakan, Jokowi akan diukur dan diperhatikan oleh tim Madame Tussauds secara detil.

Mulai dari warna rambut, mata, warna kulit, bahu, semuanya. Kan harus mirip aslinya. Difoto dengan 32 posisi. Itu (makan waktu) sekitar satu jam. Panjang lengan, jika dia berdiri sudutnya bagaimana, dihitunglah,” jelas Djumala.

Darmansjah juga menjelaskan, masuknya Jokowi di museum patung lilin tersebut adalah permintaan dari galeri Madame Tusauds sendiri. Galeri itu sebelumnya juga telah membuat polling, siapa yang akan dibikin patung lilinnya, dan keluarlah nama Jokowi.

“Begitu dapat polling, dan mereka riset. Beliau ini ternyata ikonik, unik. Beliau ini Presiden sederhana. Baju putih terus. Kedua, pro rakyat. Pro rakyatnya ini diliha dia sayang banget sama rakyatnya. Dan ketiga dia adalah anti korupsi. Ikon ini yang ingin ditonjolkan dari patung lilin Pak Jokowi. Sederhana, merakyat dan antikorupsi. Ini pemimpin dunia negara berkembang, Asia. Jarang ada yang kaya gini,” jelas Djumala.

Patung Lilin Jokowi Bisa Disaksikan di Museum Madame Tussauds Tahun Depan

JOKO WIDODO 175x23

Source FB Info Seputar Presiden & Detikcom. Ray Jordan Rabu 12 Oct 2016, 17:05 WIB detik News

7b84aa38-61fe-4b4c-85cc-ba2b75fc5f5b_169

Presiden Joko Widodo dilirik oleh museum galeri Madame Tussauds untuk dibuatkan patung lilin. Gaya kepemimpinan dan sifat Jokowi menjadi alasan pembuatan patung lilin tersebut.

General Manager Madame Tussauds, Jenny You menjelaskan, pihaknya melakukan polling, baik secara online, media sosial maupun secara langsung oleh pengunjung di galeri tersebut. Hasilnya nama Jokowi menempati posisi tertinggi untuk dibuatkan patung lilin.

“Kami sangat senang melihat bahwa ketika kita mengajukan pertanyaan untuk semua orang, siapakah yang ingin ditemui di galeri ini berikutnya, dan Jokowi berada di peringkat yang sangat tinggi,” kata Jenny saat jumpa pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Jenny menjelaskan, pihaknya juga melakukan riset tentang sosok Jokowi. Mereka menilai, Jokowi merupakan sosok pemimpin Asia yang sederhana dengan gaya kepemimpinan yang unik.

Kami percaya bahwa Pak Presiden sangat unik, gaya kepemimpinan unik. Tentu saja kita melakukan banyak survei untuk Pak Presiden. Dan kami menemukan bahwa Pak Presiden adalah orang yang sangat rendah hati, gaya kepemimpinannya, perhatiannya tinggi terhadap orang-orang, khusus untuk orang-orang miskin dan ditambah dia concern dalam pemberantasan korupsi di negeri ini,” kata Jenny.

Jenny juga menjelaskan, proses pembuatan patung lilin tersebut memakan waktu selama 6 bulan. Proses pembuatannya akan dilakukan di London, Inggris. Biaya pembuatan patung lilin ini ditanggung sendiri oleh Madam Tussauds Hongkong sebesar 1,8 juta Dollar Hongkong.

Sehingga kita ini percaya bahwa Pak Presiden akan menjadi pemimpin yang bergabung di Madame Tussauds, pemimpin dunia. Kita semua dapat bertemu dengan ‘beliau’ tahun depan di Hongkong,” tambahnya.

14713806_1800245360253295_3958606257469312386_n

Presiden Jokowi saat meneriman perwakilan Museum Madame Tussauds Hongkong, di Istana Merdeka, Jakarta. Tak lama lagi, figur lilin seorang Presiden Jokowi akan menghiasi Museum Madame Tussauds yang telah dikenal dengan koleksi karya figur lilin para tokoh dunia. Presiden Jokowi sendiri dipastikan akan menjadi presiden kedua Indonesia yang mendapatkan kehormatan untuk diabadikan di sana setelah Presiden Soekarno. (12/10).
Foto : Biro Pers Setpres

Pura Besakih

From Wikipedia, the free encyclopedia

mdh-1429008477

Pura Besakih is a temple complex in the village of Besakih on the slopes of Mount Agung in eastern Bali, Indonesia. It is the most important, the largest and holiest temple of Hindu religion in Bali, and one of a series of Balinese temples. Perched nearly 1000 meters up the side of Gunung Agung, it is an extensive complex of 23 separate but related temples with the largest and most important being Pura Penataran Agung. The temple is built on six levels, terraced up the slope. The entrance is formed by a Candi Bentar (split gateway), and beyond it the Kori Agung is the gateway to the second courtyard.

History

The precise origins of the temple are not clear but it almost certainly dates from prehistoric times. The stone bases of Pura Penataran Agung and several other temples resemble megalithic stepped pyramids, which date back at least 2000 years. It was certainly used as a Hindu place of worship from 1284 when the first Javanese conquerors settled in Bali. By the 15th century, Besakih had become a state temple of the Gelgel dynasty.

Location

It was built on the south slopes of Mount Agung, the principal volcano of Bali.

Architecture

Pura Besakih is a complex made up of twenty-three temples that sit on parallel ridges. It has stepped terraces and flights of stairs which ascend to a number of courtyards and brick gateways that in turn lead up to the main spire or Meru structure, which is called Pura Penataran Agung. All this is aligned along a single axis and designed to lead the spiritual person upward and closer to the mountain which is considered sacred.

The main sanctuary of the complex is the Pura Penataran Agung. The symbolic center of the main sanctuary is the lotus throne orpadmasana, which is therefore the ritual focus of the entire complex. It dates to around the seventeenth century.

A series of eruptions of Mount Agung in 1963, which killed approximately 1,700 people also threatened Pura Besakih. The lava flows missed the temple complex by mere meters. The saving of the temple is regarded by the Balinese people as miraculous, and a signal from the gods that they wished to demonstrate their power but not destroy the monument the Balinese faithful had erected.

Festivals

Each year there are at least seventy festivals held at the complex, since almost every shrine celebrates a yearly anniversary. This cycle is based on the 210-day Balinese Pawukon calendar year.

It had been nominated as a World Heritage Site as early as 1995, but remains unvested.

Visitors to this temple should exercise caution as there is a syndicate operating in and around the premise of this temple. They target tourists by offering a compulsory “tour guide” at exorbitant charges. They also perform “prayers” and request for tips at the end of the “tour”. Visitors who decline their “services” are dealt with rather aggressively.,

Visitors

In 2013, foreign visitors count is 84,368 persons (77.2 percent), while domestic visitors is 24,853 persons (22.8 percent).

Gallery

mother_temple_of_besakih

The main temple of Besakih

pura_besakih

Pura Besakih

besakih01

Pura Besakih

besakih02

Pura Besakih

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

A prayer ceremony at Besakih Temple

panorama_of_bali_from_besakih_-_mother_temple

Bali view from Besakih/Mother temple’s main gate

maxresdefault

besakih-temple