10 Tempat wisata di Nusa Tenggara Timur

10 Tempat wisata di Nusa Tenggara Timur yang baiknya kamu kunjungi minimal seumur hidup sekali. Original Post by kitamuda 

pulau-padar-1-768x402

Beragam lokasi eksotis dapat ditemukan saat kamu berkunjung ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, walau memang sejumlah tempat belum mendapat pengelolaan yang baik dan belum begitu banyak terjamah, tempat ini sangat layak kamu kunjungi sebelum kamu usia mu semakin senja.

Daerah Timur Indonesia memang sedang ramai-ramainya dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara karena pesona alamnya yang sangat indah. Diantaranya adalah Kepulauan Komodo yang termasuk dalam New Seven Wonder World, ada juga Pulau Alor yang sangat mempesona dan tak ketinggalan ada Danau Kelimutu yang mistis namun eksotis.

#1 Pulau Komodo

pulau-komodo

Pulau ini merupakan habitat asli binatang komodo, sejenis kadal raksasa pemakan daging. Di Pulau Komodo terdapat lebih dari 2.000 ekor komodo yang hidup di alam bebas. Anda bisa melihat komodo yang sedang mengincar mangsanya di banyak lokasi di tempat ini. Sangat penting untuk berkeliling bersama pemandu untuk alasan keselamatan selama berada di sini. Pulau Komodo di tetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1986.

#2 Pulau Kanawa

pulau-kanawa

Sebelum masuk ke kawasan ini, kamu mesti bisa bedain dulu antara Kenawa dan Kanawa ya, karena Kenawa terletak di Lombok. Terletak 15 kilometer dari Labuan Bajo dan memiliki luas sekitar 32 hektar. Pulau Kanawa memiliki pasir putih dengan perpaduan airnya sangat jernih sehingga kamu dapat melihat keindahan karang bawah lautnya. Selain itu jika kamu ingin menyelam, akan menemukan beberapa hewan laut yang menakjubkan seperti manta, hiu, paus dan hewan menakjubkan lainnya.

#3 Pulau Padar

pulau-padar-1-768x402

Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Di sekitar pulau ini terdapat pula tiga atau empat pulau kecil. Pulau ini memiliki pesona yang sangat eksotis. Di sini banyak orang biasa melakukan foto slfie atau bisa juga hanya sekedar menikmati pemandangan alamnya yang sangat menkjubkan. Pokoknya kalau ke Flores, kamu harus banget ke tempat ini!

#4 Gili Laba

gili-laba

Tidak jauh dari Pulau Padar, kamu bisa berkunjung ke Gili Laba yang menjadi salah satu pulau di gugusan kepulauan di Komodo, Nusa Tenggara Timur.  Untuk menuju Gili Laba kamu dapat menyewa kapal dari Labuan Bajo, Flores, NTT atau menikmati sailing dari Lombok menuju Komodo dengan rute yang melewati Gili Laba. Disini kamu akan disuguhkan dengan pemandangan alamnya yang sangat eksotis, Hamparan padang savana nan luas dihiasi dengan birunya laut yang mempesona, akan membuat siapa saja yang berkunjung kemari pastinya akan betah. Pulau ini di bagi menjadi dua, yaitu Gili Laba dalam dan Gili Laba luar. Di pisahkan oleh selat kecil yang menghubungkan keduanya, seringkali biasa disebut dengan pintu surga, karena pemandangan disini memang sangat indah.

#5 Labuan Bajo

labuan-bajo

Labuan Bajo merupakan kota nelayan yang terletak di ujung barat Flores di wilayah Nusa Tenggara. Selain sebagai kota nelayan kecil, Labuan Bajo saat ini juga telah menjadi salah satu pusat pariwisata teramai di Flores. Kota ini adalah titik singgah bagi kamu yang ingin melakukan perjalanan ke Pulau Komodo. Yang sangat menarik dari Labuan Bajo adalah saat sunset mulai mengubah warna langit menjadi jingga. Pokoknya, sunset dari sini terbilang keren untuk kamu nikmati.

#6 Goa Batu Cermin

goa-batu-cermin

Selain komodo dan pantai pink-nya yang indah, sebenarnya Labuan Bajo juga memiliki obyek wisata yang juga tak kalah menarik untuk kamu datangi. Namanya Goa Batu Cermin. Bukan berarti didalam Goa ada cerminnya lho ya. Berjarak sekitar 4 kilometer dari Labuan Bajo, kamu akan sampai di obyek wisata yang akhir-akhir ini diramaikan para traveler.

Penemu goa ini adalah Theodore Verhoven, seorang pastor Belanda yang juga seorang arkeolog, pada 1951. Obyek wisata seluas 19 hektar dengan tinggi goa sekitar 75 meter ini dipastikan ramai di siang hari. Verhoven menyimpulkan goa ini dulunya berada di bawah laut berdasarkan temuan koral dan fosil satwa laut yang menempel di dinding goa.

#7 Desa Wae Rebo

desa-wae-rebo

Ingin berkunjung ke Desa diatas awan? Berkunjunglah ke Desa Wae rebo, sebuah kampung tradisional yang letaknya di kecamatan Satarmese Barat Kabupaten Manggarai. kampung ini sangat terpencil dan berada di puncak gunung. Dengan rumah berbentuk kerucut yang merupakan rumah asli orang manggarai yang masih ada sampai sekarang. Kampung wae rebo juga merupakan kampung bersejarah di manggarai itu terbukti dari adanya mitos yang dipercaya oleh masyarakat setempat dan wae rebo juga merupakan situs warisan budaya dunia yg di tetapkan UNESCO. Pemandangan alam berupa gunung-gunung berpadu dengan rumah adat berbentuk kerucut akan memberi kesan tersendiri bagi setiap pengunjung yang pernah datang ke Desa Wae Rebo.

#8 Danau Tiga Waran Kelimutu

danau-kelimutu

Layaknya pelangi, namun berbeda warna. Danau Kelimutu menjadi salah satu keajaiban alam yang memiliki tiga warna berbeda, danau-danau unik ini merupakan bagian dari Gunung Kelimutu yang berketinggian sekitar 1.639 meter dari permukaan laut. Terletak di kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, danau unik ini dapat berubah warna dengan sendirinya tanpa dapat diprediksi, adapun beberapa warna yang pernah muncul dari ketiga danau warna warni tersebut antara lain ialah warna putih, merah, biru, hijau, coklat tua dan beberapa wana lainnya. Danau Kelimutu masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Kelimutu. Menurut legenda danau kelimutu ini merupakan simbol tempat berkumpulnya jiwa jiwa orang yang sudah meninggal. Untuk mencapai Danau ini, kamu harus mendaki 2600 anak tangga.

#9 Pulau Alor

pulau-alor

Menjelajah Pulau Alor di NTT membuat ketagihan. Sajian pesona alam yang indah dan keramahan warga lokalnya membuat siapapun yang berkunjung ingin terus kembali kesini. Alor merupakan sebuah pulau yang terletak di ujung timur Nusa Tenggara. Pulau yang dibatasi dengan laut Flores dan laut Banda di sebelah utara. Pulau Alor juga dikenal sebagai salah satu pulau dari 92 pulau terluar di Indonesia, hal ini dikarenakan Pulau Alor berbatasan langsung dengan Timor Leste yang ada di sebelah selatan.

#10 Air Terjun Tujuh Tingkat Oehala

air-terjun-tujuh-tingkat-oehala

Air Terjun Oehala di SoE memberikan kesejukan diantara gersangnya daerah Nusa Tenggara Timur. Di pulau yang sebagian besar daerahnya ini berupa tanah dan karang ternyata banyak mengalir sumber mata air alam. Air terjun ini memiliki 4 tingkat yang harus dilalui oleh air sebelum bisa mencapai dasar air terjun. Karena ada beberapa tingkat air terjun, maka kamu bisa naik ke atas tingkat air terjun tersebut. Untuk menaikinya, kamu perlu berhati-hati dalam memanjat ya! Karena permukaan batuan yang menjadi lantai pada setiap tingkat air terjun Oehala bisa menjadi snagat licin untuk dipijak.

Nah, Itulah informasi mengenai tempat-tempat wisata di Nusa Tenggara Timur yang wajib kamu kunjungi, sebetulnya masih ada banyak lagi lho surga-surga terpendam di Timur Indonesia. Bila kamu punya pengalaman ke Nusa Tenggara Timur, jangan lupa untuk ceritakan pengalamanmu pada kolom komentar di bawah ya!

5 Tempat Wisata Di Dieng Wonosobo

5 Tempat Wisata Di Dieng Wonosobo yang Wajib Dikunjungi. Original Post by anekatempatwisata 24 May 2015

bukit-sikunir

Dieng adalah salah satu dataran tinggi yang memiliki tempat wisata menarik di Jawa Tengah. Berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, kurang lebih 30 km dari kota Wonosobo. Dataran tinggi Dieng terletak di barat komplek Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Menurut sejarah, dataran tinggi Dieng disebut sebagai tempat para dewa dewi tinggal. Nama Dieng sendiri diambil dari bahasa Kawi: “di” yang artinya tempat atau gunung dan “Hyang” yang artinya dewa. Sehingga Dieng berarti daerah pegunungan tempat dewa dewi bersemayam.

Sedangkan sejarah lain ada yang mengatakan jika nama Dieng berasal dari bahasa Sunda “di hyang”, karena diperkirakan pada abad ke-7 Masehi daerah ini berada dalam wilayah politik kerajaan Galuh.
Selain karena keindahan tempat wisatanya, Dieng juga terkenal sebagai tempat yang kental akan spiritual karena di sini terdapat candi-candi kuno bercorak Hindu dengan arsitektur yang unik.

Berada di ketinggian 2.093 mdpl, dataran tinggi Dieng Wonosobo memiliki udara yang sejuk lengkap dengan kabut saat matahari tidak muncul di langit. Dengan kisaran suhu 15 sampai 20 derajat Celcius, Dieng Wonosobo memiliki beberapa tempat wisata yang sayang untuk Anda lewatkan.

1. Telaga Warna

telaga-warna

Telaga warna adalah salah satu landmark dari wisata Dieng Wonosobo. Nama Telaga Warna diambil karena telaga ini memiliki warna yang berbeda-beda. Telaga Warna ini memiliki legenda tersendiri.

Menurut legenda warga sekitar, warna yang muncul di permukaan telaga tersebut karena zaman dahulu kala ada cincin milik bangsawan yang jatuh ke dalam telaga tersebut. Secara ilmiah, warna yang berbeda dari telaga tersebut karena adanya pembiasan cahaya pada endapan belerang di dasar telaga.

Dominasi warna dari telaga ini adalah hijau, biru laut dan putih kekuningan. Jika ingin melihat keindahan warna dari telaga, Anda dapat mendaki ke puncak bukit yang mengelilingi telaga tersebut. Di daerah tepian telaga, terdapat balkon yang dapat digunakan untuk duduk bersantai menikmati keindahan telaga ini.

2. Bukit Sikunir

bukit-sikunir

Ingin melihat sunrise? Anda bisa datang ke Bukit Sikunir. Bukit ini adalah bukit yang terkenal di kalangan wisatawan sebagai tempat berburu sunrise. Bukit Sikunir terletak di Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Jawa Tengah.

Bukit Sikunir berada pada ketinggian 2.200 mdpl. Dinamakan bukit Sikunir karena bukit ini banyak membuat wisatawan ketagihan berburu sunrise. Warna sinar matahari yang kekuningan seperti kunir membuat masyarakat setempat menamainya sikunir. Kunir adalah bahasa Jawa dari kunyit.

3. Sumur Jalatunda

sumur-jalatunda

Sumur Jalatunda berlokasi di Desa Pekasiran, Kecamatan Bantur, Kabupaten Banjarnegara, kurang lebih sekitar 12 km di sebelah barat lokasi utama wisata Dieng.

Sumur Jalatunda ini dulunya adalah sebuah ceruk rekahan kawah yang kemudian digenangi oleh air dengan diameter 90 meter dan kedalaman lebih dari 200 meter. Karena air yang menggenang ini ceruk tersebut tampak seperti sumur.

Mencapai Sumur Jalatunda ini, Anda harus menyiapkan fisik untuk menaikai 257 anak tangga. Pada anak tangga terakhir, Anda akan menemukan tumpukan kerikil beralaskan karung beras, Menurut mitos masyarakat setempat, barang siapa yang dapat melempar kerikil dari seberang sumur ke seberang yang berlawanan, maka harapannya bisa terkabul.

Oleh karena itu, ketika Anda mengunjungi sumur ini, Anda akan menemukan para penjual batu kerikil. Harga yang dipatok untuk batu kerikil tersebut sebesar 500 rupiah. Banyak wisatawan yang mencoba peruntungannya dengan melempar batu kerikil ini.

4. Kawah di Dieng

kawah-sikidang

Dataran tinggi Dieng Wonosobo memiliki beberapakawah yang indah, yaitu Kawah Sikidang, Kawah Candradimuka, dan Kawah Sileri yang masih aktif.

Kawah Sikidang adalah salah satu kawah yang dijadikan andalan tempat wisata di Dieng dan berlokasi di wilayah Dieng timur. Pemandangan di sekitar kawah ini sangat indah, perpaduan hamparan bukit hijau dan tanah kapur di sekitar tanah kawah.

Diberi nama Sikidang karena kolam magma di kawah ini sering berpindah-pindah seperti Kidang (bahasa Jawa untuk hewan Kijang). Gejolak magma di kawah ini juga cukup tinggi, antara setengah hingga satu meter.

Kawah Sileri merupakan salah satu kawah terbesar di dataran tinggi Dieng dengan luas sekitar 4 hektar. Anda dapat mencapai kawah ini dengan perjalanan sejauh 7 km dari kawasan wisata utama Dieng.

Kawah Sileri masih masih mengeluarkan asap putih. Diberi nama Sileri karena warna air kawah ini putih dan aromanya seperti air bekas mencuci beras (dalam bahasa Jawa disebut leri).

Sedangkan Kawah Candradimuka adalah kawah yang terkenal di dalam cerita legenda pewayangan. Dalam legenda diceritakan, kawah ini adalah tempat di mana Gatotkaca dijedi (dimandikan dalam bahasa Jawa) sehingga memiliki kesaktian yang luar biasa. Letak kawah ini kurang lebih 6 km dari pusat wisata Dieng.

5. Candi Dieng

komplek-candi-arjuna

Candi adalah sebuah simbol kepariwisataan di Dieng. Candi jugalah yang membuat Dieng menjadi tempat yang sakral. Di sini terdapat banyak Candi Hindu yang tersebar di berbagai lokasi.

Candi-candi yang terdapat di Dieng diberi nama sesuai dengan tokoh Mahabarata. Ada Candi Bima, Arjuna, Gatot Kaca, Srikandi, dan lain-lain. Model bangunan candi di sini mengikuti bentuk candi di India dengan ciri khas arca dan relief yang menghiasi bangunan candi.