Patung Lilin Jokowi di Hongkong Kini Kenakan Kemeja Batik

JOKO WIDODO 150x20

 

Minggu 13 Agustus 2017, 06:45 WIB

bd51a02c-aa06-4b0c-b3cb-4abd06e0f8d6

Jakarta – Patung lilin Presiden Joko Widodo yang terpajang di Museum Madame Tussauds Hong Kong kini mengenakan kemeja batik. Sebelumnya, patung tersebut mengenakan kemeja putih lengan panjang.

“Setelah lebih dari tiga bulan mengenakan baju putih ciri khasnya, mulai tanggal 12 Agustus 2017, kemeja batik akan menghiasi patung lilin Presiden Joko Widodo di Museum Madame Tussaud Hong Kong,” kata Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Tri Tharyat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/8/2017).

67e0c2c2-0e08-416c-904e-86a247c29683

Tri mediskusikan teknis pergantian tampilan ini kepada pihak Museum. Sebab, mengingat batik adalah satu ikon negara Indonesia dan sebagai satu warisan budaya UNESCO.

“Pemakaian kemeja batik di patung lilin ini akan lebih mengenalkan batik kepada publik sebagai satu warisan Budaya UNESCO,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi datang berkunjung ke Madame Tussauds Hong Kong pada tanggal 1 Mei 2017 lalu. Waktu itu dia menyempatkan mampir di sela pertemuan dengan pemerintahan Special Administrative Region (SAR) Hong Kong. Patung Jokowi dipajang berdekatan dengan patung lilin Pesiden pertama RI, Ir Sukarno.

20840950_1883721955280164_6855346644469635899_n

Dia mengatakan patungnya akan mengenakan kemeja batik. Kemeja batik yang dipasangkan di patung lilinnya itu memang asli miliknya sendiri.

“Iya, dari sini (Indonesia) asli, bukan dari mereka. Jangan keliru, asli dari sini, dijahit di sini. Asli, asli dan sudah saya pakai,” tutur Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (10/8).
(cim/elz)

 

 

Advertisements

Tol Bocimi Akan Beroperasi pada 2019

INDONESIA MEMBANGUN-01 175x23 logo-hut-ri-72-tahun-indonesia-kerja-bersama 100x88

 

03 Jul 2017, 16:27 WIB

013748900_1499074341-IMG-20170621-WA0071

Setahun setelah meninjau Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meninjau tol yang progresnya berjalan sangat baik tersebut. Pada kunjungan kali ini, Presiden Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry TZ.

Presiden Jokowi menilai pembangunan Tol Bocimi yang dilakukan sejak tahun 1997 sangat diperlukan karena kemacetan dari Bogor-Ciawi-Sukabumi memang sangat parah.

055145900_1499074315-IMG-20170621-WA0069

Basuki Hadimuljono menargetkan Tol Bocimi akan beroperasi penuh sepanjang 54 km pada 2019, jika lahannya bebas 100 persen di 2017

“Perkembangannya sangat baik. Dari total 54 km Tol Bocimi, ini di seksi 1 sepanjang 15 km progresnya tidak ada masalah. Pembebasan lahan sudah beres semua, konstruksi tidak ada masalah. Kita mau masuk kepada seksi berikutnya, yaitu seksi 2, 3, dan 4,” ujar Presiden pada 21 Juni 2017 di lokasi peninjauan.

Hingga saat ini, berdasarkan data Kementerian PUPR progres konstruksi fisik seksi I Ciawi-Cigombong sepanjang 15,3 km telah mencapai 36,52 persen dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan Tol Bocimi akan beroperasi penuh sepanjang 54 km pada 2019 jika lahannya bebas 100 persen pada 2017.

“Jika tidak ada kendala lahan dan 100 persen bebas pada 2017, maka konstruksi akan selesai pada 2019. Konstruksi Bocimi ini cukup berat,” ujar Menteri Basuki.

Menteri Basuki menjelaskan pengerjaan Tol Bocimi tidaklah mudah karena topografinya pengunungan yang naik-turun dengan risiko pergerakan tanah yang cukup tinggi, seperti Tol Cipularang.

Meski begitu, Kementerian PUPR terus memacu pembebasan lahan dan konstruksi tol yang diharapkan bisa mengatasi kemacetan di beberapa titik rute Jakarta–Sukabumi. Pembangunan jalan tol ini juga akan membantu pengembangan kawasan Jawa Barat Selatan melalui peningkatan aksesibilitas, sehingga, tercipta multiplier efek terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Sebagai informasi, Tol Bocimi pengusahaannya oleh PT Trans Jabar Toll dengan saham mayoritas dimiliki oleh PT Waskita Toll Road. Berdasarkan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), jalur Tol Bocimi sepanjang 54 km terdiri atas empat seksi, antara lain Seksi I Ciawi-Cigombong 15,3 km, Seksi II Cigombong- Cibadak 12 km, Seksi III Cibadak-Sukabumi Barat 14 km, serta Seksi IV Sukabumi Barat-Sukabumi Timur 13 km dengan nilai investasi Rp 7,7 triliun.

 

Pembangunan Tol Bocimi Ditargetkan Tahun ini

INDONESIA MEMBANGUN-01 175x23 logo-hut-ri-72-tahun-indonesia-kerja-bersama 100x88

 

Senin , 15 April 2013, 14:26 WIB

jalan-tol-bocimi

SUKABUMI — Anggota Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adiya di Sukabumi mengatakan, awal pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) ditargetkan bisa terlaksana tahun ini.

“Menurut informasinya Juli ini pembangunan sudah bisa dilaksanakan, tetapi kami belum tahun pasti kapan akan dilaksanakan awal pembangunan tersebut, namun kami targetkan tahun ini sudah bisa ada pengerjaan pembangunan jalan tol tersebut,” kata Yudi, Senin (15/4).

Pihaknya, ujar Yudi, akan terus memantau setiap perkembangan pembangunan jalan tol ini, apakah pihak pemegang proyek, yakni MNC mampu dalam keuangannya atau tidak. Jangan sampai pembangunan ini tertunda lagi. Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak MNC grup agar secepatnya bisa melaksanakan pembangunan tersebut.

Menurut Yudi, keberadaan jalan tol ini akan sangat membantu warga untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, karena dari pantauan pihaknya kondisi arus lalu lintas dan jalan yang menghubungkan Bogor dengan Sukabumi kondisinya rusak dan kemacetannya sudah sulit diurai. “Rencananya awal pembangunan jalan tol ini mulai dari arah Bogor dan secara bertahap akan dilanjutkan hingga Sukabumi. Kami berharap pembangunan ini bisa dipercepat karena rencana pembangunan tersebut sudah cukup lama atau sekitar belasan tahun yang lalu,” terangnya.

Untuk menunjang kelancaran pembangunan ini khususnya di masalah pembebasan lahan, pihaknya juga akan turun tangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar lahan warga yang terkena dampak pembangunan ini bisa mendapatkan konpensasi yang tidak merugikan atau sesuai dengan harga lahan tersebut. Yudi mengatakan, panjang jalan tol ini sekitar 54,4 kilometer dengan dilakukan sebanyak empat sesi pembangunan. Sesi pertama akan dibangun 14,6 kilometer dari Ciawi sampai Cigombong.

Kemudian di sesi kedua 12,7 kilometer dari Cigombong sampai Cibadak Sukabumi dan dilanjutkan sepanjang 13,9 kilometer dari Cibadak sampai Sukabumi Barat dan sesi terakhir sepanjang 13,2 kilometer dari Sukabumi Barat sampai Sukabumi Timur. “Anggaran yang dianggarkan di APBN untuk pembebasan lahan yakni Rp 700 miliar dan untuk bangunan fisiknya dialokasikan sekitar Rp 4-5 triliun,” ujarnya.

Sumber : Antara

 

Perkembangan Tol Ciawi Sukabumi Seksi 1 Paket 2.1 (Ciherang – Caringin)

INDONESIA MEMBANGUN-01 175x23 logo-hut-ri-72-tahun-indonesia-kerja-bersama 100x88

 

 

jalan-tol-bocimi

Perkembangan Tol Ciawi Sukabumi Seksi 1 Paket 2.1 (Ciherang – Caringin) Agustus 2017.

presiden-jokowi-tinjau-tol-bocimi_20160621_173435

Proyek jalan tol tersebut sebenarnya telah dimulai sejak tahun 1997 untuk mengatasi kemacetan di jalur Bogor-Ciawi-Sukabumi yang semakin parah.

Tol Bocimi memiliki panjang 54 kilometer dan akan terdiri atas empat seksi. Seksi I adalah jalur Ciawi-Cigombong sepanjang 15,3 kilometer, seksi II adalah jalur Cigombong- Cibadak sepanjang 12 kilometer, seksi III adalah jalur Cibadak-Sukabumi Barat sepanjang 14 kilometer, serta seksi IV yaitu jalur Sukabumi Barat-Sukabumi Timur sepanjang 13 kilometer.

Jalan Tol Bawen-Salatiga Diresmikan Akhir Agustus

INDONESIA MEMBANGUN-01 175x23 logo-hut-ri-72-tahun-indonesia-kerja-bersama 100x88

TOL BAWEN - SALATIGA

Salatiga, Minggu, 13 Agustus 2017 | 17:05 WIB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa jalan tol Semarang-Solo seksi III ruas Bawen-Salatiga akan diresmikan oleh pemerintah pada akhir Agustus 2017.

“Sudah ada kunjungan lapangan kemarin (untuk uji kelaikan), kalau itu laik kami rencanakan 28 Agustus 2017 akan dibuka resmi untuk masyarakat,” katanya di sela pelaksanaan Festival Jalan Tol di gerbang tol Salatiga, Minggu (13/8).

Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kempupera, Kementerian Perhubungan, Polri dan tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang melakukan uji kelaikan jalan tol Bawen-Salatiga.

Uji kelaikan tersebut merupakan salah satu prosedur yang harus dilakukan sebelum ruas jalan tol dioperasikan secara resmi oleh pemerintah.

Setelah uji kelaikan jalan tol Bawen-Salatiga selesai, tim gabungan akan memberikan rekomendasi kepada PT Trans Marga Jateng agar ditindaklanjuti jika ada yang harus dilengkapi atau diperbaiki.

Seperti diketahui, konstruksi jalan tol Bawen-Salatiga yang memiliki panjang 17,6 kilometer, saat ini sudah selesai 100 persen.

Jalan tol Semarang-Solo sepanjang 72,64 Km yang dikelola oleh PT Trans Marga Jateng (TMJ), kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. merupakan salah satu skala prioritas pembangunan jalan tol oleh pemerintah saat ini dan telah sesuai dengan tata ruang terpadu yang disusun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta diharapkan dapat mempercepat pengembangan wilayah tersebut.

Jalan tol Semarang-Solo yang menghubungkan Kota Semarang dan Surakarta (Solo) memiliki arti penting bagi denyut nadi perekonomian di daerah yang dilintasi yaitu, Semarang, Salatiga, Boyolali, Sukoharjo, serta Solo.

Jalan tol Semarang-Solo memperkuat potensi pengembangan wilayah, khususnya untuk mendukung pergerakan perekonomian melalui peningkatan kelancaran arus barang dan jasa.

Jalan tol Semarang-Solo sebagai bagian dari Trans Jawa yang melintas di jalur pantura juga berperan penting dalam membantu kelancaran arus mudik balik Lebaran tiap tahun.

Dengan segera dioperasikan Jalan Tol Semarang-Solo ini diharapkan mampu menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di jalan arteri serta memberikan alternatif pilihan bagi pengguna jalan untuk menuju ke kota tujuan dengan aman, lancar dan nyaman.

Related Post: Peta Pulau Jawa

 

 

6 Ruas Tol Baru Dioperasikan 2 Bulan Mendatang

INDONESIA MEMBANGUN-01 175x23

20526356_1929598117289263_8958618789919798269_n

Post Update: PUPR 4 August at 06:00

Berkomitmen dalam menciptakan pemerataan pembangunan yang berkeadilan sosial, Kementerian PUPR melalui peran Ditjen Bina Marga lakukan pembangunan infrastruktur konektivitas di beberapa wilayah.

Tahun ini, sektor Bina Marga ditargetkan untuk menyelesaikan pembangunan 16 ruas tol baru sepanjang 391,98 km. Dari total panjang jalan, 253,44 km di antaranya dibangun oleh badan usaha, sementara 39,65 km lainnya akan dibangun oleh Kementerian PUPR.

Dari total target, sebanyak 6 ruas jalan tol baru akan mulai dioperasikan dalam waktu 2 bulan ke depan, yakni:

  1. Medan-Binjai seksi 2 sepanjang 6,18 km dan seksi 3 sepanjang 4,28 km
  2. Palembang-Indralaya Seksi 1 sepanjang 7,75 km
  3. Kertosono-Mojokerto seksi 2 sepanjang 20,15 km dan seksi 4 sepanjang 0,9 km
  4. Bawen-Salatiga sepanjang 20,51 km,
  5. Gempol Junction-Bangil sepanjang 7.8 km
  6. Sebagian ruas tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu (Becakayu) sepanjang 8,3 km.

 

 

 

 

Tanggul Raksasa di Pantai Utara Jakarta Dikebut, Ini Progresnya

INDONESIA MEMBANGUN-01 175x23

ad9b2-73fbc942-7f2f-4688-a52f-6a76ba5c321a_169

Jakarta 05 Agustus 2017- Kawasan pesisir Jakarta terus mengalami penurunan permukaan tanah hingga 11-12 cm per tahun. Hal ini kerap membuat banjir rob di Utara Jakarta tak terhindarkan setiap tahunnya.

Diperparah lagi dengan terjadinya kenaikan muka laut akibat perubahan iklim yang bila tidak segera ditangani dalam beberapa tahun akan terjadi back water di mana aliran sungai-sungai tidak bisa mengalir ke laut.

Untuk mengatasi penurunan permukaan tanah (land subsidence) di Pantai Utara Jakarta tersebut, pemerintah membangun Tanggul Pengamanan Pantai dengan panjang total mencapai 120 km, karena terdiri dari tanggul pantai dan tanggul muara.

Adapun yang dilakukan saat ini adalah pembangunan tanggul pengaman pantai DKI Jakarta Tahap II yang menjadi bagian dari program jangka pendek Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertanggungjawab membangun tanggul sepanjang 20 km, dan sampai 2018, ditargetkan terbangun 4,5 km tanggul pengaman pantai.

Progres Pembangunan

Proyek Pengamanan Pantai Tahap II yang dikerjakan Kementerian PUPR tersebut terbagi menjadi dua paket pekerjaan. Paket 1 berlokasi di Kelurahan Muara Baru (Pluit), Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2,3 km. Kontraktor yang menangani PT Waskita Karya – PT Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak Rp 379 miliar.

Sementara Paket 2 berlokasi di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2,2 km dan dilengkapi dengan bangunan rumah pompa. Kontraktor yang menangani adalah PT Wijaya Karya – PT SAC Nusantara KSO dengan nilai kontrak senilai Rp 405 miliar.

Kepala BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Cilincing Cisadane, T. Iskandar menjelaskan progres paket 1 tersebut saat ini telah mencapai 57,97% dengan tanggul yang sudah terbangun sudah mencapai 1.317 meter. Sedangkan untuk paket 2 telah mencapai 54,43% dengan tanggul yang sudah terbangun mencapai 1.372 meter. Pada tahun 2014 juga telah selesai dibangun tanggul pengaman pantai tahap 1 di Pluit sepanjang 75 meter.

“Jadi total keseluruhan progres pembangunan tanggul pantai tahap II sudah mencapai 56,14% dengan tanggul yang sudah terbangun sepanjang 2.689 meter dari target sepanjang 4.500 meter,” ujar Iskandar dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/8/2017).

Saat ini, Kementerian PUPR berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI terkait penyediaan lahan, karena menurut perencanaan masih dibutuhkan lahan seluas 5 hektar untuk pemasangan polder pantai yang diambil sebanyak 3,1 hektar dari dataran laut dan 1,9 hektar dari lahan di daratan yang masih harus dibebaskan.

“Untuk masalah pembebasan lahan tanggung jawab Pemda DKI sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sudah dianggarkan sebesar Rp 59 miliar di dalam APBD Pemda DKI,” kata Iskandar. (eds/hns)

 

 

Progres Pembangunan Tanggul Pantai Jakarta Sudah 56,14%

INDONESIA MEMBANGUN-01 175x23

20728336_1932980456951029_3802422828491036247_n

Kawasan pesisir Jakarta terus mengalami penurunan permukaan tanah hingga 11-12 cm per tahun. Hal ini kerap membuat banjir rob di Utara Jakarta tak terhindarkan setiap tahunnya.

Diperparah lagi dengan terjadinya kenaikan muka laut akibat perubahan iklim yang bila tidak segera ditangani dalam beberapa tahun akan terjadi back water di mana aliran sungai-sungai tidak bisa mengalir ke laut.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan langkah-langkah untuk mengatasi penurunan permukaan tanah (land subsidence) di Pantai Utara Jakarta melalui pembangunan tanggul pengaman pantai DKI Jakarta Tahap II sebagai bagian dari program Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

 

 

 

Pembangunan Tanggul Pantai Jakarta Telan Dana Rp784 Miliar

INDONESIA MEMBANGUN-01 175x23

 

Proyek ini untuk melindungi kualitas air Kota Jakarta terutama kawasan pesisir dari bencana banjir akibat pasang air laut.

76937-pembangunan-tanggul-pantai-jakarta-dok-kementerian-pupr

Pembangunan Tanggul Pantai Jakarta. [Dok Kementerian PUPR]

Peringatan Hari Air Dunia ke-25 yang diperingati setiap tanggal 22 Maret, pada tahun 2017 mengambil tema “Air dan Air Limbah”, mengingatkan kembali semua elemen bangsa pentingnya menjaga air dan mengelola air limbah sehingga tidak mencemari air sebagai sumber kehidupan.

Salah satu upaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melindungi kualitas air Kota Jakarta terutama kawasan pesisir dari bencana banjir akibat pasang air laut, dilakukan melalui program Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Kawasan pesisir Jakarta mengalami penurunan permukaan tanah hingga 11-12 cm per tahun, ditambah dengan terjadinya kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Jakarta karena bila tidak segera ditangani, dalam beberapa tahun akan terjadi back water dimana aliran sungai-sungai tidak bisa mengalir ke laut akibat lebih tingginya muka air laut. Oleh karenanya pembangunan tanggul pantai Jakarta menjadi program jangka pendek dan prioritas PTPIN.

“Panjang pantai Jakarta yang akan ditanggul mencapai 120 km, dimana 20 km menjadi tanggung jawab Pemerintah. Saat ini sedang dikerjakan sepanjang 4,5 km dan ditargetkan selesai 2018. Sementara untuk pembangunan tanggul sisanya, sedang dikaji bentuk keterlibatan swasta untuk pembiayaannya,” ujar Menteri Basuki dalam keterangan resmi, Selasa (21/3/2017).

Pembangunan tanggul pantai yang saat ini tengah dikerjakan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) merupakan Proyek Pengamanan Pantai Tahap II yang yang terbagi menjadi dua paket pekerjaan. Paket 1, berlokasi di Kelurahan Muara Baru (Pluit), Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2,3 Km. Kontraktor yang terpilih menangani PT. Waskita Karya – PT. Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak Rp379 miliar. Saat ini progres Paket 1 tersebut telah mencapai 32,12 persen dengan tanggul yang sudah terbangun sudah mencapai 603 meter.

Sementara Paket 2 berlokasi di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2,2 Km dan dilengkapi dengan bangunan rumah pompa. Kontraktor yang terpilih menangani adalah PT. Wijaya Karya – PT. SAC Nusantara KSO dengan nilai kontrak senilai Rp405 miliar. Saat ini progres Paket 2 telah mencapai 29,22 persen dengan tanggul yang sudah terbangun mencapai 681 meter. Pada tahun 2014 juga telah selesai dibangun tanggul pengaman pantai tahap 1 di Pluit sepanjang 75 meter.

Sementara program jangka panjang PTPIN berupa pembangunan tanggul laut (giant sea wall), dimana saat ini telah selesai disusun updated masterplan pada 2016 lalu, bekerjasama dengan Pemerintah Korea Selatan dan Belanda. Kerjasama segitiga proyek NCICD antara Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan melalui Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan Pemerintah Belanda melalui Ministry of Infrastructure and Environment (MIE) telah dimulai sejak tanggal 2 Agustus 2016 ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Disepakati bahwa untuk kajian mendalam terkait aspek teknis dilakukan oleh pihak Korea Selatan. Sedangkan untuk aspek kelembagaan dan skema pembiayaan akan dilakukan oleh Belanda.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengarahkan kegiatan NCICD menjadi program yang lebih terintegrasi, karena menurutnya NCICD bukan hanya projek penanggulangan banjir, lebih dari itu bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Jakarta secara keseluruhan (environmental remediation).

“Pihak Korea kini sedang mengkaji secara seksama studi kelayakan pembangunan tanggul laut (giant sea wall) yang memiliki pekerjaan serupa di negaranya. Sementara pihak Belanda melakukan pengkajian dari aspek kelembagaan, pembiayaan, dan keterlibatan swasta,” ungkap Menteri Basuki.

Untuk memudahkan koordinasi dan pelaksanaan proyek NCICD, Menteri PUPR telah menerbitkan Keputusan Menteri PUPR Nomor. 645.KPTS/M/2016 tentang Pembentukan Tim Persiapan Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara. Unit tersebut telah disahkan pada bulan Februari 2017, yang terdiri dari unit organisasi di lingkungan Kementerian PUPR (Ditjen SDA, Ditjen Cipta Karya, BPIW, dan Balitbang).