International Mathematical Olympiad Brazil 2017: Indonesia Raih 5 Medali dan 1 Penghargaan

Rabu, 26 July 2017 16:29 WIB

mate

TIM pelajar Indonesia berhasil menyabet lima medali pada kompetisi International Mathematical Olympiad (IMO) ke-58 di Rio de Janeiro, Brasil, yang digelar pada 12-23 Juli 2017.

Melalui keterangan tertulis yang diterima, Rabu (26/7), tim pelajar Indonesia secara rinci meraih dua medali perak, tiga perunggu, dan satu predikat honorable mention.

Kepala Sub Direktorat Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Suharlan, yang menyambut kedatangan delegasi IMO di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, menjelasakan, IMO merupakan ajang bergengsi kompetisi matematika yang telah berusia lebih dari setengah abad. IMO ke-58 ini diikuti 615 siswa yang berasal dari 111 negara.

Suharlan mengemukakan, pada ajang IMO ini para siswa peserta diminta mengerjakan enam soal matematika, masing-masing 3 soal per hari yang harus dikerjakan dalam waktu 4,5 jam. Adapun soal-soal yang diberikan merupakan soal-soal yang orisinal dan belum pernah muncul sebelumnya.

Untuk dapat mengerjakannya, lanjut dia, peserta dituntut kecepatan berpikir, ketenangan mental, serta kreativitas yang tinggi. Menurut Suharlan, Tim Indonesia mendapatkan nilai total 108 dan menempati peringkat ke-31 dari 111 negara.

“Kendati hasil ini sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang mana kita berhasil mendapatkan tiga medali perak, pencapaian peringkat ke-31 pada IMO tahun ini masih lebih balk dari beberapa negara yang memiliki tradisi matematika yang kuat seperti Israel, Jerman, dan Brasil,” ujarnya.

Tim Indonesia didampingi Dr AIeams Barra (ketua delegasi), Dr Herv Susanto (wakil ketua delegasi), Dr Budi Surodjo, dan Drs Sutrianto. Adapun tim IMO pelajar Indonesia terdiri atas enam siswa Indonesia, yakni Gian Cordana Sanjaya dari SMAK Petra 1, Surabaya, yang meraih medali perak, Bimo Adityarahman Wiraputra, dari SMAN 3 Bandung, meraih medali perak, dan tiga perunggu yang diraih Kinantan Arya Bagaspati, SMA Taruna Nusantara, Timothy Jacob Wahyudi, SMA Santa Laurensia, Otto Alexander Sutianto, SMAK Penabur Gading Serpong.

Sedangkan Farras Mohammad Hibban Faddila dari SMA Kharisma Bangsa meraih Honorable Mention Award. (RO/OL-2)

Primary Mathematics World Contest Hongkong 2017: Indonesia Raih 4 Medali

Kamis, 20 Juli 2017 | 17:25 WIB

625121_620

Tim pelajar sekolah dasar Indonesia meraih juara ketiga atau second runner-uppada lomba Po Leung Kuk 20th Primary Mathematics World Contest (PMWC).

Sementara untuk kategori individu Tim Pelajar SD Indonesia memperoleh 2 medali perunggu atas nama Axel Giovanni Hartanto dan Luthfi Bima Putra.

“Hasil ini menunjukkan kualitas pelajar Indonesia  tidak kalah dengan pelajar dari negara lain, termasuk dari negara maju,” kata Ketua Tim Indonesia Raden Ridwan Hasan Saputra pada Kamis, 20 Juli 2017.

Ridwan optimistis jika tim Indonesia dipersiapkan dengan waktu yang cukup panjang dapat meraih medali emas pada lomba matematika internasional lainnya. Pihaknya hanya melatih selama dua tahap dengan masing-masing satu minggu.

Po Leung Kuk 20TH Primary Mathematics World Contest (PMWC) diadakan di Hongkong pada 16-20 Juli 2017.  Lomba matematika internasional yang sangat bergengsi untuk tingkat sekolah dasar (SD) ini diikuti tim dari Amerika Serikat, Bulgaria, Australia, Afrika Selatan, Cina, Malaysia, Vietnam, Mongolia, Thailand, Philipina, Taiwan, Hongkong, Macau, dan Indonesia.

Indonesia diwakili tim dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang pusatnya di Kota Bogor. Lembaga pendidikan ini didirikan dan dipimpin Ridwan Hasan Saputra.

Tim pelajar Indonesia adalah Luthfi Bima Putra (pelajar MIN 09 Petukangan, Jakarta), Aditya Ilham Khairullah Seger (SDI Al Azhar 13 Rawamangun, Jakarta), Haidar Prayata Wirasana (SDI Al Azhar 12 Cikarang ) dan Axel Giovanni Hartanto (SD Pangudi Luhur Santo Timotius, Surakarta).

Ridwan menjelaskan kualitas soal di lomba PMWC sangat sulit. Sebab soal-soalnya disiapkan untuk para juara olimpiade matematika dari negara-negara yang menjadi peserta.

Dalam setahun,  KPM selalu mengirimkan anak didiknya di tingkat SD dan SMP untuk mengikuti beberapa lomba matematika internasional. Biaya untuk mengikuti lomba itu berasal dari orang tua dan untuk yang kurang mampu dari KPM.

Ridwan menilai kualitas pelajar kita tidak kalah dengan luar negeri. Kelemahannya, katanya, pada waktu pembinaan atau kurang bergaul dengan berbagai macam soal dan kultur pendidikan.

Dari studi banding ke banyak negara, Ridwan melihat Kementrian Pendidikan negara tersebut melakukan pembinaan khusus bagi pelajarnya yang akan mengikuti lomba atau kompetisi.

“Bahkan ada negara yang punya sekolah khusus untuk anak-anak.yang berbakat matematika dan hanya fokus belajar matematika,” katanya.

Ridwan menyayangkan aturan baru yang dibuat Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.  Yakni larangan bagi pelajar yang pernah ikut lomba internasional untuk mengikuti  Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Padahal lomba-lomba internasional yang ada saat ini tidak semuanya untuk bertanding uji kepintaran. Tetapi, ujarnya,  ada juga lomba internasional yang sekedar uji coba atau latihan bagi para pesertanya.

Menurut Ridwan, peraturan itu  sangat tidak bijaksana karena akan menghambat semangat anak-anak pintar untuk lebih mengembangkan diri di bidang matematika.

KPM mengirimkan anak didiknya ke berbagai lomba matematika di luar negeri dengan tujuan membuka wawasan dan meningkatkan percaya diri untuk bersaing dengan pelajar lainnya.

“Harapannya semangat belajar dan prestasi anak-anak menjadi lebih baik,” kata Ridwan yang memadukan pendidikan sains dan agama di KPM.

Sumber: Tempo

Pelajar RI Borong Medali pada Lomba Matematika Internasional

India International Mathematics Competition

Selasa, 01 Agustus 2017 | 07:31 WIB

53502_620

Tim pelajar SMP Indonesia berhasil menjuarai lomba matematika pada ajang India International Mathematics Competition (InIMC)  di Lucknow, India pada 25 hingga 31 Juli 2017. 

“Kami membawa anak-anak ikut lomba matematika ini untuk menambah pengalaman dan agar bisa  menambah wawasan dengan melihat dunia luar,” kata Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA  (KPM) Ridwan Hasan Saputra secara tertulis pada Senin, 31 Juli 2017.

Ridwan menjelaskan bahwa Indonesia mengirimkan 28 siswa berbakat. Para siswa itu terbagi atas 7 tim, di antaranya 4 tim siswa SD, dan 3 tim sisanya tim siswa SMP. Mereka bertarung mengalahkan 26 negara yang menjadi peserta, termasuk tuan rumah India.
 
Tim A pelajar SMP Indonesia, kata Ridwan, menjadi champion. Sedangkan tim B meraih 2nd runner up, lalu tim siswa SD berhasil mendapatkan 2nd runner up. Lomba itu diselenggarakan selama sepekan dan diikuti pelbagai negara seperti Afrika Selatan, Australia, Bulgaria, Kanada, Cina, Siprus, Hongkong, India, Indonesia, Iran, Kazakstan, Korea, Laos, Malaysia, Meksiko, Mongolia, Nepal, Filipina, Rumania, Singapura, Sri Langka, Taiwan, Tajikistan, Thailand, Uzbekistan, Vietnam, dan Zimbabwe.
 
Ridwan mengatakan mengikuti ajang perlombaan ini tidaklah mudah. Karena itu ia bangga siswa Indonesia dapat menjadi jawara. Ia juga bangga pada siswa yang belum berhasil mendapatkan medali. “Sebab proses untuk mengikutinya tidak mudah,” ucap dia.
 
Tim pelajar Indonesia sebelumnya sempat dibina oleh KPM di Bogor. Mereka digembleng secara berkala. Hingga akhirnya mereka meraih medali. Tim Indonesia mendapat 4 perak, 2 perunggu dan 1 merit untuk kategori individu SMP lomba InIMC. Sedangkan kategori SD diperoleh 1 emas, 1 perunggu dan 2 merit.
 
“Soal-soal pada lomba ini sangat sulit, terutama jenis soal inequality,” kata Farrel  Dwireswara Salim, siswa kelas 8 SMP Kharisma Bangsa, menceritakan kisahnya bertarung bersama siswa dari berbagai negara. Farrel berhasil mendapatkan medali perak untuk perlombaan tingkat SMP.
 
Selain dia, ada Axel Giovanni Hartanto siswa kelas 6 SD Pangudi Luhur St Timotius, Surakarta yang meraih medali emas kategori individu. Bagi dia, ini adalah pengalaman pertama yang menakjubkan. “Ini pengalaman baru dan banyak yang menarik selama saya ikut lomba di India,” tuturnya.
 
Luthfi Bima Putra siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 9, Petukangan, Jakarta Selatan juga meraih medali emas pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM). “Ternyata pelajar dari madrasah Indonesia mampu berprestasi di level internasional,” ucap dia.
 
Ridwan menjelaskan perlombaan diselenggarakan selama 120 menit untuk kategori SMP. Jumlah pertanyaannya 12 isian singkat dan 3 uraian. Sedangkan tim tingkat SD, para siswa diminta menjawab soal-soal rumit matematika dalam kurun 90 menit saja. Mereka diminta menjawab 15 soal berbentuk isian singkat.
 
Kemudian untuk lomba matematika kategori tim SD dan SMP, peserta diberikan waktu 70 menit menjawab soal. Jumlah soal 10 yang terdiri dari 5 isian singkat dan 5 soal uraian.

Sumber: Tempo

INTERNATIONAL MATHEMATICS COMPETITION India 2017

INTERNATIONAL MATHEMATICS COMPETITION INDIA 2017: INDONESIA RAIH 13 MEDALI DAN 8 MERIT AWARD

53502_620

Selasa, 01 Agustus 2017 | 22:42 WIB

Pelajar Indonesia berhasil menyabet prestasi yang membanggakan dalam ajang kompetisi dunia, Olimpiade Matematika Internasional. Mereka berhasil meraih satu medali emas, tiga medali perak, dua medali perunggu, dan empat penghargaan Merit, dalam ajang India International Mathematical Competition (InIMC), yang diselenggarakan di City Montessori School, RDSO Campus, Lucknow, India, yang berlangsung sejak 24 hingga 31 Juli 2017.
   
“Tim Indonesia pada ajang InIMC tahun ini memperoleh prestasi yang luar biasa dan lebih baik dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diselenggarakan di Thailand yang mendapatkan dua medali perunggu. Rasa bangga dan apresiasi patut diberikan kepada para peraih juara,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad, dalam pesan tertulisnya, Selasa, 1 Agustus 2017.

Delegasi Indonesia terdiri dari 12 siswa yang terbagi menjadi tim A, B, dan C yang masing tim terdiri dari empat orang.

Dari 12 siswa tersebut, enam diantaranya meraih medali, yakni Jeanice Eliana Setyono dari tim B meraih medali Emas. Selanjutnya disusul oleh Hendy Sutono dari tim B, Darren Darwis Tanuwijaya dari tim A, dan Galih Nur Rizky dari Tim A meraih medali Perak. Sedangkan medali perunggu diraih oleh Maulana Satya Adigama dari tim B, dan Reynard Suhada dari tim C.
 
Selain peraih medali tersebut, empat peserta meraih penghargaan Merit, yakni Alifa Batrisya Nariswari dari tim A, David Shane Goh dari tim A, Nisrina Fathiyya Nugraha dari tim C, dan Gregory Edward Suryawan dari tim C. Adapun prestasi yang dicapai delegasi Indonesia pada kategori Team Contest adalah tim B mendapatkan First Runner up, sedangkan tim A meraih Second Runner Up.  
 
InIMC 2017 diikuti oleh 26 negara, terdiri dari 72 tim untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), dengan jenis tes yang diujikan dalam kompetisi ini terdiri dari kontes Individual dan kontes secara tim. Pelajar Indonesai yang mengikuti kompetisi ini mendapatkan pembinaan selama dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 15 – 21 Juni 2017 dan tahap kedua pada tanggal 19 – 24 Juli 2017, kedua tahapan tersebut diselenggarakan di Jakarta.

Sumber: Tempo

7 Langkah Menjaga Vagina Tetap Sehat dan Awet Muda

KHUSUS PASUTRI-NEW

images

Sama seperti wajah, vagina Anda juga akan mengendur sejalan dengan bertambahnya umur. Salah satu perbedaan penting, ada banyak produk untuk membantu menjaga wajah tampak tetap kenyal. Namun, tidak demikian dengan vagina.

“Dokter tidak selalu menginfokan kepada pasien mengenai penuaan vagina,” kata Karen Boyle, MD, ahli kesehatan seksual wanita dan peremajaan vagina.

Dimulai pada awal usia 20-an, Anda akan mulai kehilangan lemak di labia mayora dan mons pubis. Saat mendekati menopause, lapisan vagina jadi menipis, aliran darah berkurang dan otot-otot dasar panggul melemah, kata ginekolog kosmetik Marco Pelosi, III, M.D.

 Vagina yang kendur dapat menghancurkan rasa percaya diri wanita. Mungkin, ini sebabnya banyak wanita melakukan operasi plastik untuk vagina. Tapi, sebelum Anda juga ikut melakukan operasi plastik, coba dulu trik-trik mengencangkan vagina berikut ini.

1. Hindari Diet Yoyo

diet yoyo menyebabkan berat badan naik turun. Berat badan tidak stabil menyebabkan otot vulva vagina semakin mengendur. “Semakin sering berat badan naik turun, semakin besar peregangan yang terjadi,” kata Pelosi.

2. Senam Kegel

Kita tahu manfaat senam kegel untuk mengencangkan otot-otot vagina. Tapi, banyak wanita jarang melakukannya. Kalaupun dilakukan, intensitasnya kurang, kata Pelosi.

Pelosi menyarankan agar wanita melakukan senam kegel dengan menahan otot dasar panggul selama lima detik, rileks, ulangi 100 kali tiga kali sehari.

3. Ganti Kursi Kantor

Ganti kursi kantor dengan Swiss Ball selama 15 menit dalam sehari. Hal ini akan membantu mengencangkan otot vaginadengan cara memaksa otot dasar panggul berkontraksi.

4. Rutin Bercinta

“Hubungan seksual dapat menstimulasi dan meningkatkan aliran darah ke vagina, membuatnya tetap awet muda,” kata Boyle.

Plus, sperma memiliki efek antipenuaan, berkat hormon, asam lemak, dan senyawa antiinflamasi yang terkandung di dalamnya.

5. Hindari terlalu lama mengendarai sepeda

“Gesekan konstan vagina dengan bangku sepeda dapat membuat otot vagina, terutama di bagian labira mayora, mengendur,” kata Direktur Bedah Kosmetik di Duxbury, Massachusetts, Christine Hamori, MD.

6. Gunakan pembersih khusus vagina yang lembut

Sebenarnya, wanita tidak dianjurkan membersihkan area intimnya dengan cara menggosok bagian labia setiap hari.

Dan apabila Anda melakukannya, pilihlah pembersih khusus vaginayang lembut. Pembersih yang keras hanya akan membuat kulit kering dan iritasi. “Jaringan labia sangat sensitif,” kata Boyle.

7. Woman On Top

“Posisi wanita selalu di bawah saat bercinta, kadang-kadang bisa menyebabkan peregangan otot vagina yang pada akhirnya menyebabkan kekenduran,” kata Boyle.

Berbeda jika wanita berada di posisi atas ketika bercinta, wanita akan lebih mudah mengontraksi otot-otot vaginanya seolah seperti sedang senam kegel.