Cara Melakukan CPR pada Anak

FIRST AID 15

2 Bagian:

  1. Mengevaluasi Situasi
  2. Melakukan RJP

Idealnya, CPR/RJP (resusitasi jantung paru) harus dilakukan oleh orang yang pernah mengikuti pelatihan P3K bersertifikat. Namun, dalam situasi krisis ketika seorang anak mengalami serangan jantung, bantuan yang diberikan orang yang kebetulan berada di sana bisa ikut menentukan kelangsungan hidup anak tersebut.

Saat menangani anak usia di bawah satu tahun, ikuti protokol RJP untuk bayi dan saat menangani orang dewasa ikuti protokol untuk orang dewasa. RJP dasar meliputi tahapan berikut: melakukan kompresi dada, membuka jalur pernapasan dan memberi bantuan napas.

Jika Anda tidak pernah mengikuti pelatihan RJP secara formal, sebaiknya Anda melakukan kompresi dada saja. 


Bagian 1

Mengevaluasi Situasi

v4-728px-Do-CPR-on-a-Child-Step-1_jpg

1. Lakukan pemeriksaan TKP untuk mendeteksi bahaya. 

Jika Anda menemukan seseorang yang tidak sadarkan diri, pastikan terlebih dahulu bahwa tidak ada bahaya yang akan mengancam diri Anda jika memang bermaksud membantunya. Apakah ada knalpot yang mengeluarkan asap? Kompor gas? Apakah ada api? Apakah ada kabel listrik yang jatuh? Jika ada sesuatu yang dapat membahayakan diri Anda atau korban, cari tahu apakah Anda bisa mengatasinya.

Bukalah jendela, matikan kompor, atau padam api jika memungkinkan.

  • Namun, jika tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi bahaya tersebut, pindahkan korban. Cara terbaik untuk memindahkan korban adalah menaruh selimut atau jaket di bawah punggungnya, kemudian tariklah jaket atau selimut itu.
  • Jika ada kemungkinan korban mengalami cedera tulang belakang, diperlukan dua orang untuk memindahkannya agar tidak terjadi kesalahan dengan memutar kepala atau lehernya.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Child-Step-2_jpg

2. Periksalah apakah korban tidak sadarkan diri. 

Guncang atau tepuk bahunya dan katakan dengan suara keras dan jernih, “Kamu tidak apa-apa? Kamu tidak apa-apa?” Jika ia merespons, berarti ia dalam keadaan sadar. Ia mungkin hanya tertidur, atau ia tadi tidak sadarkan diri. Jika kondisinya terlihat masih kritis, misalnya korban kesulitan bernapas atau dalam keadaan antara sadar dan tidak sadarkan diri, mintalah bantuan dan mulailah P3K dasar dan lakukan langkah-langkah untuk mencegah atau menangani kondisi renjatan (shock).

v4-728px-Do-CPR-on-a-Child-Step-3_jpg

 

3. Periksalah denyut nadi korban. 

Jika anak tidak responsif, hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa denyut nadi. Jika anak tidak merespons, Anda harus segera memulai RJP. Jangan memeriksa denyut nadi lebih dari 10 detik. Jika Anda tidak bisa merasakan denyut nadi korban berarti jantungnya tidak berdetak dan Anda harus melakukan kompresi dada.

  • Untuk memeriksa denyut nadi leher (karotid), rabalah denyut nadi di bagian samping leher korban yang paling dekat dengan menempatkan ujung dua jari pertama di samping jakun. (Ketahui bahwa jakun biasanya tidak terlihat pada wanita, dan bahkan tidak begitu terlihat pada anak lelaki yang belum melewati masa pubertas).
  • Untuk memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan (radial), letakkan ujung dua jari pertama di pergelangan tangan di sisi yang sejajar dengan ibu jari.
  • Lokasi denyut nadi lainnya ada di pangkal paha dan pergelangan kaki. Untuk memeriksa denyut nadi di pangkal paha (femoral), tekankan dua jari pertama ke tengah-tengah pangkal paha. Untuk memeriksa denyut nadi di pergelangan kaki (tibialis posterior), tempatkan dua jari pertama di bagian dalam pergelangan kaki.

4. Pahami bahwa Anda harus bertindak cepat. 

Jika Anda melihat seseorang dengan jantung berhenti berdetak atau berhenti bernapas, bertindak cepat dan memberi bantuan napas dan RJP dapat menyelamatkan hidupnya. Jika seseorang melakukan RJP sebelum ambulans datang, pasien memiliki kesempatan jauh lebih besar untuk selamat. Kemampuan bertindak cepat dengan melakukan RJP, yang dapat membantu darah beroksigen kembali mengalir ke otak sangat penting.

  • Jika Anda bisa merasakan denyut nadi korban, tetapi tidak melihatnya bernapas, berikan bantuan napas saja, tidak perlu melakukan kompresi dada.
  • Otak manusia biasanya bisa bertahan sekitar empat menit tanpa oksigen sebelum mengalami kerusakan otak permanen.
  • Jika otak tidak mendapatkan oksigen antara empat sampai enam menit, kemungkinan terjadinya kerusakan otak akan meningkat.
  • Jika otak kekurangan oksigen selama enam sampai delapan menit, kerusakan otak kemungkinan akan terjadi.
  • Jika otak tidak mendapatkan oksigen selama lebih dari 10 menit, kematian otak akan terjadi.

Bagian 2

Melakukan RJP

v4-728px-Do-CPR-on-a-Child-Step-4_jpg

1. Lakukan RJP selama 2 menit. 

Setelah mengevaluasi situasi dengan cepat dan memeriksa kesadaran dan sistem sirkulasi korban, Anda harus bertindak dengan sangat cepat. Jika tidak ada denyut nadi Anda harus memulai RJP segera, dan melanjutkannya selama dua menit (setara dengan 5 siklus RJP) dan kemudian menelepon Layanan Darurat Medis (119).

  • Jika Anda sendirian, penting untuk memulai RJP sebelum menelepon bantuan.Jika ada orang lain bersama Anda, mintalah ia untuk mencari bantuan. Jika Anda sendirian, jangan menelepon sampai Anda telah menyelesaikan RJP selama dua menit.
  • Hubungi nomor darurat lokal. Hubungi 119.
  • Jika memungkinkan, mintalah seseorang mengambil defibrillator eksternal otomatis (AED) apabila perangkat tersebut tersedia di dalam gedung atau sekitarnya.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Child-Step-5_jpg

2. Ingatlah CAB. CAB adalah proses dasar RJP.

CAB adalah singkatan dari Chest Compression (Kompresi dada), Airway (jalur penapasan), Breathing (batuan napas). Tahun 2010, urutan yang direkomendasikan diubah dengan menempatkan kompresi dada sebelum membuka jalur pernapasan dan memberi bantuan napas. Kompresi dada dianggap lebih kritis untuk memperbaiki irama jantung yang tidak normal (fibrilasi ventrikel atau takikardi ventrikel pulseless), dan karena satu siklus dari 30 kompresi dada hanya membutuhkan 18 detik, membuka jalur pernapasan dan memberi bantuan napas tidak akan tertunda secara signifikan.

  • Kompresi dada, atau RJP dengan tangan saja sangat disarankan jika Anda belum terlatih atau khawatir jika harus melakukan resusitasi mulut ke mulut pada orang asing. 

v4-728px-Do-CPR-on-a-Child-Step-6_jpg

3. Posisikan tangan untuk melakukan kompresi. 

Saat melakukan RJP pada anak, posisi tangan sangat penting karena anak lebih rapuh dibanding orang dewasa. Carilah lokasi tulang dada anak dengan menggerakkan dua jari ke bagian bawah sangkar tulang rusuk. Temukan letak bagian bawah tulang rusuk yang saling bertemu di tengah dan tempatkan pangkal telapak tangan yang lain di atas jari-jari Anda. Hanya gunakan pangkal telapak tangan untuk melakukan kompresi.

4. Lakukan 30 kali kompresi. 

Lakukan kompresi dada, sementara posisi siku terkunci, dengan menekan lurus ke bawah sekitar 5,1 cm ke dalam. Ukuran tubuh anak yang lebih kecil membutuhkan tekanan lebih sedikit dibanding tubuh orang dewasa. Jika Anda mulai mendengar atau merasakan suara berderak, itu mungkin menunjukkan bahwa Anda menekan terlalu keras. Lanjutkan, tetapi kurangi tekanan yang Anda terapkan saat melakukan kompresi.Lakukan 30 kali kompresi, dan lakukan dengan kecepatan setidaknya 100 kompresi per menit jika Anda satu-satunya orang yang bisa menolong.

  • Biarkan dada mengembang kembali sepenuhnya setelah setiap kompresi.
  • Minimalkan jeda saat melakukan kompresi dada ketika Anda hendak mengalihkannya kepada orang lain atau bersiap menghadapi renjatan. Usahakan untuk membatasi interupsi agar kurang dari 10 detik.
  • Jika ada dua penolong, masing-masing harus menyelesaikan satu putaran sebanyak 15 kompresi.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Child-Step-7_jpg

5. Pastikan jalur pernapasan terbuka. 

Letakkan tangan di kening korban dan dua jari di dagunya. Angkat dagu perlahan dengan dua jari sambil mendorong kening secara hati-hati dengan tangan yang lain. Jika Anda mencurigai korban mengalami cedera leher, tariklah rahang dengan hati-hati ke arah atas, alih-alih mengangkat dagunya. Setelah melakukan hal ini, Anda harus mengamati, mendengarkan, dan merasakan napasnya.

  • Dekatkan telinga Anda ke mulut dan hidung korban dan dengarkan dengan hati-hati adanya tanda-tanda kehidupan.
  • Perhatikan gerakan dada dan rasakan embusan napas di pipi Anda.
  • Jika tidak ada tanda-tanda kehidupan, tempatkan penghalang pernapasan (jika ada) menutupi mulut korban.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Child-Step-9_jpg

6. Berikan dua kali bantuan napas. 

Sambil menjaga jalur penapasan tetap terbuka, angkat jari yang Anda letakkan di kening dan jepitlah hidung korban. Rapatkan mulut Anda di atas mulut korban dan embuskan napas selama satu detik. Pastikan Anda bernapas perlahan karena ini akan memastikan udara masuk ke paru-paru bukan ke perut. Pastikan Anda memperhatikan dada korban.

  • Jika napas masuk ke paru-paru, Anda akan melihat dada sedikit terangkat dan juga merasakan dada mengempis kembali. Jika napas masuk, berikan bantuan napas kedua. Jika napas tidak masuk, perbaiki posisi kepala dan coba lagi.
  • Jika napas tetap tidak bisa masuk, korban mungkin tersedak. Jika itu yang terjadi, Anda harus melakukan kompresi dada lagi. Ingatlah bahwa dorongan (ke atas) pada perut atau manuver Heimlich hanya boleh dilakukan pada seseorang yang dalam kondisi sadar.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Child-Step-10_jpg

7. Ulangi siklus kompresi dada sebanyak 30 kali dan dua bantuan napas. 

Anda harus melakukan RJP selama dua menit (5 siklus kompresi ditambah bantuan napas) sebelum memeriksa tanda-tanda kehidupan, seperti denyut nadi atau pernapasan. Lanjutkan RJP sampai seseorang menggantikan Anda, atau sampai personel layanan darurat datang, atau sampai Anda terlalu lelah untuk melanjutkannya, atau sampai AED dipasang, diisi, dan orang yang mengoperasikannya meminta Anda untuk menjauhi tubuh korban, atau sampai denyut nadi dan napas korban telah kembali.

  • Jangan lupa untuk menelepon layanan darurat setelah melakukan RJP selama dua menit.
  • Setelah menghubungi mereka, lanjutkan melakukan RJP sampai mereka tiba.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Child-Step-11_jpg

8. Gunakan AED. 

Jika AED bisa didapatkan, nyalakanlah, dan tempatkan bantalan sesuai instruksi (satu di dada kanan dan yang lain di dada kiri). biarkan AED menganalisis irama jantung, dan berikan satu kejutan jika disarankan, setelah memerintahkan semua orang menjauhi pasien (teriakkan “CLEAR!” terlebih dahulu). Lanjutkan kompresi dada segera setelah setiap kejutan dan lakukan 5 siklus lagi sebelum mengevaluasi pasien kembali.

  • Jika korban mulai bernapas, dengan hati-hati bantulah ia beralih ke posisi pemulihan.

Tips

  • Hubungi selalu Layanan Darurat Medis.
  • Anda dapat memperoleh panduan RJP yang benar dari operator layanan darurat jika diperlukan.
  • Jika Anda harus memindahkan korban, usahakan untuk meminimalkan guncangan pada tubuhnya.
  • Ikuti pelatihan yang benar dari organisasi resmi di wilayah Anda. Mendapatkan pelatihan dari instruktur berpengalaman adalah cara terbaik untuk mempersiapkan diri menghadapi keadaan darurat.
  • Jika Anda tidak bisa atau tidak bersedia memberikan bantuan napas, lakukan RJP kompresi dada saja pada korban. Tindakan ini tetap dapat membantunya pulih dari henti jantung.
  • Jangan lupa untuk menempatkan tangan di tengah-tengah tulang rusuk, kurang lebih sejajar dengan puting.

Peringatan

  • Jangan memindahkan pasien, kecuali ia berada dalam bahaya atau berada di tempat yang mengancam jiwa.
  • Ingatlah bahwa ada protokol RJP berbeda untuk orang dewasa, anak-anak dan bayi. RJP pada artikel ini dimaksudkan untuk diberikan kepada anak.
  • Selalu kenakan sarung tangan dan gunakan penghalang pernapasan jika memungkinkan untuk meminimalkan kemungkinan penularan penyakit.
  • Pastikan untuk memeriksa keadaan sekitar untuk mendeteksi bahaya jika Anda mencoba melakukan RJP.
  • Jika korban bernapas dengan normal, batuk, atau bergerak, disarankan untuk tidak melakukan kompresi dada. Jika Anda melakukannya, hal itu dapat menyebabkan jantung berhenti berdetak.

Cara Memberikan CPR pada Bayi

by wikiHow

2 Metode:

  • Mendiagnosis Situasi
  • Melakukan CPR

Walaupun CPR (CardioPulmonary Resuscitation) seharusnya diberikan oleh orang yang terlatih dan memiliki sertifikat kursus pertolongan pertama, siapa saja bisa melakukannya asalkan mengikuti pedoman dari American Health Association tahun 2010. Hal ini akan berdampak signifikan bagi bayi yang mengalami gagal jantung. Untuk anak yang umurnya di atas 1 tahun, ikuti protokol CPR untuk anak-anak, dan protokol CPR dewasa untuk korban dewasa.


Metode 1

Mendiagnosis Situasi

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-1_jpg

1. Cek apakah bayi masih sadarkan diri. 

Coba jentik kaki bayi. Jika tidak ada respons, minta seseorang menelepon ambulans selagi Anda melanjutkan ke langkah berikutnya. Jika Anda sendirian, lakukan langkah 2 terlebih dahulu sebelum menelepon ambulans.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-2_jpg

2 Jika bayi sadar namun tercekik, lakukan pertolongan pertama sebelum memberikan CPR. 

Bisa tidaknya bayi bernapas menentukan langkah selanjutnya:

  • Jika bayi terbatuk atau mau muntah, biarkan bayi melanjutkan batuk atau mengeluarkan muntahannya, karena artinya saluran udara hanya terhalang sebagian.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-2Bullet1_jpg

  • Jika bayi tidak batuk, Anda perlu bersiap untuk mendorong punggung dan/atau menekan dadanya untuk mengeluarkan benda yang menghalangi aliran udara.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-2Bullet2_jpg

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-3_jpg

3 Periksa denyut nadi bayi. 

Cek kembali napas bayi. Kali ini, letakkan jari telunjuk dan tengah Anda ke dalam tangan bayi, di antara siku dan bahu.

  • Jika bayi bernapas dan nadinya berdenyut, letakkan bayi pada posisi pemulihan. Lihat artikel ini untuk informasi lebih lanjut.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-3Bullet1_jpg

  • Jika denyut nadi atau napas bayi tidak terasa, lanjutkan ke langkah berikutnya untuk melakukan CPR yang merupakan gabungan tekanan dan pernapasan.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-3Bullet2_jpg


Metode 2

Melakukan CPR

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-4_jpg

1. Buka jalan napas bayi. 

Angkat belakang kepala dan dagu bayi secara perlahan untuk membuka jalan napasnya. Namun, karena ukuran salurannya kecil, bayi masih belum keluar dari bahaya. Periksa napas bayi kembali namun jangan lebih dari 10 detik.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-5_jpg

2. Berikan bayi dua napas pertolongan. 

Jika ada, letakkan pelindung wajah pada bayi untuk mencegah pertukaran cairan tubuh. Cubit hidungnya hingga tertutup, miringkan belakang kepalanya, dorong dagunya ke atas, dan berikan dua napas, masing-masing selama satu detik. Embuskan napas dengan lembut sampai dadanya menggembung. Jangan terlalu kuat, atau bayi akan cedera.

  • Ingat, beri jeda di antara napas untuk membiarkan udara keluar.
  • Jika napas tidak dapat masuk (dadanya tidak tampak menggembung sama sekali), artinya jalan napas bayi terhambat dan ia sedang tersedak. Informasi terkait anak yang tersedak ada di Melakukan Pertolongan Pertama pada Bayi Tersedak.

v4-728px-332313-6_jpg

3. Cek denyut nadi setelah dua napas pertama. 

Jika masih tidak terasa, mulai CPR pada bayi.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-7_jpg

4. Tekan dada bayi sebanyak 30 kali dengan beberapa jari. 

Rapatkan dua atau tiga jari dan letakkan pada dada bayi tepat di bawah puting. Tekan dada bayi 30 kali dengan lembut dan halus.

  • Jika jari-jari Anda terasa lelah, gunakan tangan kedua untuk membantu menekan seperti ini. Namun kalau tidak, tangan kedua Anda terus menahan kepala bayi.
  • Usahakan untuk memberikan tekanan sebanyak 100 dalam 1 menit.[4] Tampaknya mungkin sangat banyak, namun sebenarnya hanya sedikit lebih banyak dari satu tekanan per detik. Usahakan untuk memberikan tekanan dengan lembut.
  • Tekan pada kedalaman 1/3 sampai 1/2 dada bayi. Biasanya sekitar 1,2 dan 2,5 cm.

5. Lakukan rangkaian dua napas dan 30 tekanan yang sama sampai ada reaksi atau tanda-tanda kehidupan. 

Dalam dua menit kira-kira Anda dapat melakukan lima siklus pernapasan dan tekanan. Jangan berhenti sejak CPR dimulai, kecuali:

  • Muncul tanda-tanda kehidupan (bayi bergerak, batuk, bernapas atau bersuara). Muntah bukanlah tanda kehidupan.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-8Bullet1_jpg

  • Orang yang lebih terlatih mengambil alih.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-8Bullet2_jpg

  • Defibrillator siap digunakan.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-8Bullet3_jpg

  • Lokasi mendadak tidak aman.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-8Bullet4_jpg

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-9_jpg

6. Untuk mengingat tahapan CPR, ingatlah “ABC.”

Ingat-ingat mnemonic ini untuk menghafal; proses pemberian CPR.

  • A untuk airway (jalan napas). Buka atau periksa apakah jalan napasnya terbuka.
  • B untuk bernapas. Cubit hidung bayi, miringkan kepala dan berikan dua napas pertolongan.
  • C untuk circulation (sirkulasi). Periksa denyut nadi bayi. Jika tidak terasa, beri tekanan sebanyak 30 kali di dadanya.

Tips

  • Ketahui bahwa panduan ini disusun berdasarkan standar lama American Heart Association (AHA). Pedoman AHA baru (2010) menyarankan langkah “CAB” dan bukan “ABC.” Pedoman baru merekomendasikan untuk memeriksa kesadaran (menjentik kaki) dan denyut nadi terlebih dahulu sebelum memulai menekan dada. Tekan dada 30 kali diikuti 2 napas x 5 siklus. (orang yang tidak terlatih boleh menggunakan CPR hanya dengan tangan dan melewatkan pemberian napas). Jika bayi tidak pulih selama 2 menit pertama CPR, Anda harus segera meminta bantuan Unit Gawat Darurat (UGD).

Peringatan

  • Berikan napas yang dalamnya cukup untuk mengangkat dada bayi. Jangan terlalu keras atau paru-paru bayi bisa rusak.
  • Jangan tekan dada bayi terlalu keras. Organ dalamnya bisa rusak.