Robert De Niro

Robert De Niro . Biography


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

406px-Robert_De_Niro_3_by_David_ShankboneDe Niro di acara Tribeca Film Festival 2008

  • Lahir: Robert Anthony De Niro. 17 Agustus 1943 (umur 74), Manhattan, New York City, Amerika Serikat
  • Tempat tinggal: Gardiner, New York, Manhattan, New York City
  • Pekerjaan: Aktor, produser, sutradara
  • Tahun aktif: 1962–sekarang
  • Pasangan: 
    • Diahnne Abbott (m. 1976; bercerai 1988)
    • Grace Hightower (m. 1997)
  • Anak: 6
  • Orang tua:
    • Robert De Niro, Sr.
    • Virginia Admiral

Opera Snapshot_2018-10-28_220505_en.wikipedia.org

Robert Anthony De Niro (/dəˈnɪroʊ/; lahir di Manhattan, New York City , Amerika Serikat , 17 Agustus 1943; umur 74 tahun) adalah seorang 

  • aktor  
  • produser dan 
  • sutradara Amerika Serikat yang telah membintangi lebih dari 100 film.

Peran film besar pertamanya ketika tampil dalam film drama olahraga Bang the Drum Slowly (1973) dan film kejahatan arahan sutradara Martin Scorsese, Mean Streets (1973). Dia berperan sebagai Vito Corleone muda di film The Godfather Part II (1974), yang mana membuatnya memenangkan Academy Award untuk Aktor Pendukung Terbaik.

De Niro telah lama bekerjasama dengan Scorsese, di mana kemudian membuatnya meraih penghargaan Aktor Terbaik Academy Award untuk perannya sebagai Jake LaMotta dalam film tahun 1980 Raging Bull.

Dia juga mendapatkan nominasi untuk perannya dalam film thriller psikologis Taxi Driver (1976) dan Cape Fear (1991), keduanya disutradarai oleh Scorsese.

De Niro menerima nominasi Academy Award lainnya, untuk perannya dalam film-film seperti film drama perang Vietnam karya Michael Cimino, The Deer Hunter (1978), film drama yang disutradarai Penny Marshall, Awakenings (1990), dan film komedi romantis drama arahan sutradara David O. Russell, Silver Linings Playbook (2012).

Perannya sebagai gangster Jimmy Conway dalam film kejahatan karya Scorsese, Goodfellas (1990) dan film komedi hitam The King of Comedy (1983) membuatnya mendapatkan nominasi BAFTA.

De Niro telah menerima empat nominasi Aktor Terbaik Golden Globe Award – Musikal atau Komedi, untuk penampilannya dalam film drama musikal New York, New York (1977), film aksi komedi Midnight Run (1988), film komedi gangster Analyze This (1999), dan dalam film komedi Meet the Parents (2000). Penampilan terkenal lainnya adalah termasuk bermain dalam film-film seperti, Once Upon a Time in America (1984), Brazil (1985), The Untouchables (1987), Backdraft (1991), Mary Shelley’s Frankenstein (1994), Heat (1995), Casino (1995), Jackie Brown (1997) dan Machete (2010).

Dia juga secara bersamaan menyutradari dan membintangi film-film seperti film drama kejahatan A Bronx Tale (1993) dan film mata-mata The Good Shepherd (2006). De Niro juga menerima AFI Life Achievement Award pada tahun 2003 dan Golden Globe Cecil B. DeMille Award pada 2010. 


Kehidupan Awal

Robert Anthony De Niro lahir di daerah Greenwich Village, Manhattan, New York, anak dari pasangan Virginia Admiral, pelukis dan penyair, dan Robert De Niro, Sr., seorang pelukis dan pematung ekspresionisme abstrak.

Ayahnya seorang keturunan setengah Italia dan setengah keturunan Irlandia, sementara ibunya seorang keturunan setengah Jerman, dengan akar leluhurnya yang lain berasal dari Belanda, Inggris, Perancis, dan Irlandia.

Kakek dan nenek buyut Italianya, Giovanni De Niro dan Angelina Mercurio, beremigrasi dari Ferrazzano, Molise. Nenek dari pihak ayah, Helen O’Reilly, adalah cucu dari imigran Irlandia.

Kedua orang tua de Niro, bertemu di kelas melukis Hans Hofmann di Provincetown, Massachusetts, namun bercerai ketika ia berusia tiga tahun setelah ayahnya mengumumkan bahwa dia gay.

Ia dibesarkan oleh ibunya di Greenwich Village dan Little Italy, Manhattan. Ayahnya tinggal dalam jarak yang cukup dekat dengan dirinya dan De Niro pun menghabiskan banyak waktu dengannya saat tumbuh dewasa.

Ibunya dibesarkan dalam ajaran Presbiterian tetapi menjadi seorang ateis saat dewasa, sementara ayahnya adalah seorang Katolik yang murtad sejak usia 12.

Bertolak belakang dengan keinginan kedua orang tuanya, kakek-neneknya secara diam-diam telah membaptisnya ke dalam Gereja Katolik ketika De Niro tinggal dengan mereka selama orang tuanya bercerai.

De Niro menghadiri “PS 41”, sebuah sekolah dasar negeri di Manhattan, lulus hingga kelas enam. Dia kemudian melanjutkan studi ke Sekolah Elisabeth Irwin, sekolah menengah swasta dari Little Red School House, bersekolah dari kelas tujuh sampai kelas delapan.

Ia diterima di High School of Music and Artuntuk kelas sembilan, tetapi hanya hadir dalam waktu yang singkat sebelum pindah ke sebuah sekolah umum.

De Niro memulai sekolah menengah atas di McBurney School dan kemudian menghadiri sekolah swasta Rhodes Preparatory School, meskipun ia tidak pernah lulus dari salah satu sekolah tersebut.

  • Ia dijuluki “Bobby Milk” karena muka pucatnya, De Niro bergaul dengan sekelompok anak-anak jalanan saat masa mudanya di Little Italy, beberapa di antaranya masih tetap berteman hingga kini.
  • Arah masa depannya sudah terlihat ketika debut panggung teaternya pada usia 10 tahun, ketika ia berperan sebagai Cowardly Lion dalam sebuah sandiwara The Wizard of Oz yang diproduksi oleh sekolahnya.
  • Ia berupaya mengatasi rasa malunya lewat pertunjukan, ia juga terpaku dengan bioskop, dan ia putus sekolah pada usia 16 tahun untuk mengejar cita-cita berakting.
  • Ia belajar akting di Stella Adler Conservatory, serta di Actors Studio-nya Lee Strasberg.

Karier

Akting dan pembuat film

Peran film pertama De Niro terjadi pada saat usia 20, ketika ia muncul di film karya Brian De Palma tahun 1963 The Wedding Party, tetapi film itu tidak dirilis sampai tahun 1969.

Dia kemudian muncul dalam film arahan sutradara Roger Corman, Bloody Mama (1970). Dia mendapat perhatian luas ketika berperan sebagai pemain Major League Baseball yang sekarat di film Bang the Drum Slowly (1973) dan mulai bekerja sama dengan Martin Scorsese ketika ia bermain sebagai Johnny Boy di film Mean Streets (1973).

De Niro memiliki peran penting dalam film arahan sutradara Francis Ford Coppola, The Godfather Part II (1974), ia bermain sebagai Vito Corleone muda.

Coppola mengingat bahwa De Niro pernah ikut dalam audisi sebelumnya, untuk mendapatkan peran Sonny Corleone, Michael Corleone, Carlo Rizzi, dan Paulie Gatto di film The Godfather.

Penampilan De Niro sebagai Vito Corleone muda, membuatnya mendapatkan Academy Award pertamanya, untuk kategori Aktor Pendukung Terbaik, namun pada saat upacara penyerahan penghargaan, Coppola lah yang menerima penghargaan karena De Niro tidak hadir pada upacara tersebut.

De Niro menjadi aktor pertama pemenang Academy Award yang berbicara terutama bahasa asing di film yang ia perankan. Dalam hal ini, berbicara beberapa dialek Sisilia, meskipun ia menyampaikan beberapa baris dialog dalam bahasa Inggris.

Dia dan Marlon Brando, yang memainkan Vito Corleone tua dalam film pertama, adalah satu-satunya aktor yang memenangkan Oscar karena memerankan karakter fiksi yang sama.

Keduanya tampil bersama-sama pada satu layar dan merupakan satu-satunya ketika bermain di film The Score (2001).

RobertDeNiroMattDamonBerlinFeb07 
De Niro dengan Matt Damon di Berlin pada Februari 2007 dalam acara pemutaran perdana The Good Shepherd

Setelah bekerja dengan Scorsese di Mean Streets, De Niro melanjutkan hubungan kerja yang sukses dengan Scorsese di film-film seperti Taxi Driver (1976), New York, New York (1977), Raging Bull (1980), The King of Comedy (1983) , Goodfellas (1990), Cape Fear (1991), dan Casino (1995).

Mereka juga berakting bersama-sama dalam film Guilty by Suspicion (1991) dan memberikan suara mereka untuk film animasi Shark Tale (2004). 

Taxi Driver adalah film yang sangat penting dalam karier De Niro. Penampilan ikoniknya sebagai Travis Bickle membawanya menjadi bintang dan namanya selalu terkait dengan monolog Bickle yang terkenal “Kau bicara denganku?”, yang sebagian besar merupakan improvisasi De Niro sendiri.

Peran Bickle membuatnya mendapatkan nominasi Academy Awardpertamanya untuk kategori Aktor Terbaik. Perannya sebagai Jake LaMotta di film Raging Bull dan sebagai Max Cady di film Cape Fear juga mendapatkan pujian.

Pada tahun 1976, De Niro tampil dalam film 1900 yang disutadarai oleh Bernardo Bertolucci, berkisah tentang kehidupan di Italia sebelum Perang Dunia II, dilihat melalui mata dua orang sahabat masa kecil Italia di sisi berlawanan dari hierarki masyarakat.

Dia juga membintangi The Last Tycoon (1976), disutradarai oleh Elia Kazan. Kazan ingat bahwa De Niro “akan melakukan apa saja untuk berhasil” dan mencatat bahwa ia menurunkan berat badannya dari 170 pon menjadi 128 pon untuk peran dalam film ini.

Kazan menambahkan bahwa De Niro “adalah salah satu dari sejumlah aktor yang pernah ia sutradarai yang sangat bekerja keras, dan satu-satunya yang meminta untuk berlatih pada hari Minggu. Sementara sebagian yang lainnys bermain tenis.


Filmografi

FILM1-vert

Al Pacino

Al Pacino . Biography


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Al_Pacino

Pacino pada bulan September 2004

  • Lahir: Alfredo James Pacino, 25 April 1940 (umur 77)
    Manhattan, New York, A.S.
  • Almamater: HB Studio
  • Pekerjaan: Aktor, pembuat film
  • Tahun aktif: 1967–sekarang
  • ]Kekayaan bersih:  $135 juta (2014)
  • Tinggi badan: 5 ft 7 in (170 cm)
  • Pasangan domestik: Jan Tarrant (1988–89), Lyndall Hobbs (1990–97)
    Beverly D’Angelo (1997–2003)
  • Anak: 3

Opera Snapshot_2018-10-28_220218_en.wikipedia.org

Alfredo James “Al” Pacino (/pəˈtʃiːnoʊ/; lahir di Manhattan, New York City, Amerika Serikat, 25 April 1940; umur 77 tahun) adalah aktor, pembuat film, dan penulis skenario Amerika Serikat. Pacino telah berkarier kurang lebih selama lima puluh tahun, selama itu ia telah menerima berbagai macam penghargaan, baik penghargaan kompetitif dan kehormatan, di antaranya mendapatkan

  • satu Academy Award,
  • dua Tony Awards,
  • dua Primetime Emmy Awards,
  • satu British Academy Film Awards,
  • empat Golden Globe Awards, 
  • AFI Lifetime Achievement Awarddari American Film Institute, 
  • Golden Globe Cecil B.
  • DeMille Award, dan 
  • National Medal of Arts.

Pacino adalah aktor yang pernah belajar di Herbert Berghof Studio dan Actors Studio di New York City, di mana ia diajarkan oleh Charlie Laughton dan Lee Strasberg. Pacino pertama kali bermain film dan mendapat peran kecil dalam film Me, Natalie (1969).

  • Ia mulai dikenal luas saat mendapatkan peran utama sebagai pecandu heroindalam film The Panic in Needle Park (1971).
  • Ia mendapatkan pengakuan internasional ketika berperan sebagai Michael Corleone dalam film The Godfather (1972).
  • Ia menerima nominasi Oscar pertamanya lewat film tersebut, dan ia juga berperan dalam sekuel The Godfather Part II (1974) dan The Godfather Part III (1990). Penampilan Pacino sebagai Corleone saat ini dianggap sebagai salah satu penampilan layar terbesar dalam sejarah film.

Pacino menerima nominasi 

  • Aktor Terbaik Oscar pertamanya untuk perannya dalam film Serpico (1973),
  • ia juga dinominasikan sebagai Aktor Terbaik Oscar untuk perannya dalam film The Godfather Part II, Dog Day Afternoon(1975) dan …And Justice for All (1979) dan
  • memenangkan penghargaan pada tahun 1993 untuk penampilannya sebagai seorang Letnan Kolonel buta dalam film Scent of a Woman (1992). Untuk penampilannya di The Godfather, Dick Tracy (1990) dan Glengarry Glen Ross (1992),
  • Pacino dinominasikan sebagai Aktor Pendukung Terbaik Academy Award.

Peran penting lainnya termasuk berperan sebagai 

  • Tony Montana di dalam film Scarface(1983),
  • sebagai Carlito Brigante dalam film Carlito’s Way (1993),
  • sebagai Letnan Vincent Hanna dalam film Heat(1995),
  • sebagai Benjamin Ruggiero di film Donnie Brasco (1997),
  • sebagai Lowell Bergman pada film The Insider(1999) dan
  • sebagai Detektif Will Dormer dalam film Insomnia (2002).

Di televisi, Pacino telah bermain dalam beberapa produksi HBO termasuk dalam

  • miniseri Angels in America (2003) dan 
  • film biografi tentang Jack Kevorkian, Y
  • ou Don’t Know Jack (2010), atas perannya dalam dua hal itu,
  • Pacino memenangkan Primetime Emmy Award untuk Aktor Terbaik dalam Miniseri atau Film.

Selain karyanya dalam film, Pacino juga memiliki karier yang luas di atas panggung teater, ia dua kali memenangkan Tony Award, pada tahun 1969 dan 1977, untuk penampilannya dalam Does a Tiger Wear a Necktie? dan The Basic Training of Pavlo Hummel.

Sebagai penggemar William Shakespeare, ia menyutradarai dan embintangi Looking for Richard (1996), sebuah film dokumenter tentang sandiwara Richard III karya William Shakespeare.

Ia juga berperan sebagai Shylock dalam film adaptasi tahun 2004 dan sandiwara panggung tahun 2010 berjudul The Merchant of Venice.

Setelah membuat debut pembuatan film yakni film Looking for Richard, Pacino juga telah menyutradarai dan membintangi film independen Chinese Coffee (2000), film Wilde Salomé (2011) dan Salomé (2013), tentang sandiwara Salomé oleh Oscar Wilde.

Sejak tahun 1994, Pacino menjadi Presiden Actors Studio bersama dengan Ellen Burstyn dan Harvey Keitel.

Kehidupan Awal dan Pendidikan


Pacino lahir di New York City (East Harlem), dari pasangan orang tua Sisilia-Amerika Salvatore Pacino dan Rose, yang bercerai ketika ia berusia dua tahun.

Ibunya pindah ke dekat Bronx Zoo untuk tinggal bersama orang tuanya, Kate dan James Gerardi, yang kebetulan, datang dari sebuah kota di Sisiliabernama Corleone.

Ayahnya berasal dari San Fratello, Provinsi Messina, Sisilia, namun kemudian pindah ke Covina, California, dan bekerja sebagai salesman asuransi dan pemilik restoran.

Pada usia remaja “Sonny”, begitulah ia dikenal oleh teman-temannya, ingin menjadi pemain bisbol, dan juga dijuluki sebagai “Sang Aktor”.

Pacino gagal dalam banyak kelas di sekolahnya, tetapi tidak dalam pelajaran bahasa Inggris. Ia putus sekolah pada usia 17.

Ibunya tidak setuju dengan keputusannya; mereka beradu argumen dan Pacino pun meninggalkan rumah. Ia bekerja di pekerjaan yang bayarannya rendah, sebagai petugas kebersihan, dan petugas pos, untuk membiayai studi aktingnya. Ia pernah bekerja di ruang surat untuk majalah Commentary.

Ia mulai merokok dan minum pada usia sembilan, dan mulai menggunakan ganja pada usia 13, tetapi ia tidak pernah menggunakan obat keras.

Dua teman terdekatnya meninggal akibat penyalahgunaan narkoba pada usia 19 dan 30. Tumbuh di The Bronx, ia terlibat sesekali dalam perkelahian dan dianggap sebagai pembuat onar di sekolah.

Ia berakting dalam sandiwara ruang bawah tanah di teater bawah tanah New York, tetapi ia ditolak masuk Actors Studio saat remaja.

Pacino kemudian bergabung dengan Herbert Berghof Studio (HB Studio), di mana ia bertemu dengan guru akting Charlie Laughton, yang menjadi mentor dan teman terbaiknya.

Dalam periode ini, ia sering menganggur dan menjadi tunawisma, dan kadang-kadang tidur di jalan, di bioskop, atau di rumah teman.

Pada tahun 1962, ibunya meninggal pada usia 43. Pada tahun berikutnya, kakek Pacino, James Gerardi, salah satu orang paling berpengaruh dalam hidupnya, juga meninggal.

Pelatihan Actors Studio


Setelah empat tahun di HB Studio, Pacino berhasil mengikuti audisi Actors Studio.

Actors Studio adalah organisasi keanggotaan aktor profesional, sutradara teater dan dramawan di lingkungan Hell’s Kitchen, Manhattan, New York City.

Pacino belajar “metode akting” di bawah pelatih akting Lee Strasberg, yang kemudian muncul dengan Pacino dalam film The Godfather Part II dan …And Justice for All.

Dalam sebuah wawancara ia berbicara tentang Strasberg dan efek Actors Studio pada kariernya. “Actors Studio sangat berarti bagi saya.

Lee Strasberg belum mendapatkan kredit yang layak ia dapatkan. Mereka adalah titik balik yang luar biasa dalam hidup saya.

Mereka langsung bertanggung jawab atas keputusan saya untuk berhenti dari semua pekerjaan dan tetap tinggal untuk berakting.”

Dalam wawancara lain ia menambahkan, “Menarik untuk bekerja dengannya [Lee Strasberg] karena ia begitu menarik ketika ia berbicara tentang adegan atau berbicara tentang orang-orang.

Aku hanya ingin mendengar ia berbicara, karena hal-hal yang akan ia katakan, Anda tidak pernah dengar sebelumnya … Ia punya pemahaman besar … ia sangat mencintai aktor.”

Pacino saat ini manjadi Presiden Actors Studio, bersama dengan Ellen Burstyn dan Harvey Keitel.

Karier Panggung Teater


468px-Al_Pacino_-_Hummel

Al Pacino dalam The Basic Training of Pavlo Hummel (1971)

Pada tahun 1967, Pacino menghabiskan waktunya di Charles Playhouse, Boston, ia tampil dalam drama Awake and Sing!yang ceritanya ditulis oleh Clifford Odets, di sana ia mendapatkan gaji besar pertamanya $ 125 per minggu.

Ia juga bermain dalam sandiwara America, Hurrah, di mana ia bertemu aktris Jill Clayburgh saat bermain sandiwara tersebut. Mereka memiliki hubungan asmara selama lima tahun dan pindah kembali bersama ke New York City.

Pada tahun 1968, Pacino membintangi sandiwara The Indian Wants the Bronx yang ceritanya ditulis oleh Israel Horovitz di Astor Place Theater, bermain sebagai Murph, seorang anak punk jalanan.

Pacino memenangkan Obie Award untuk kategori Aktor Terbaik dalam perannya pada sandiwara tersebut, sementara lawan mainnya, John Cazale memenangkan kategori Aktor Pendukung Terbaik dan Horowitz memenangkan kategori Sandiwara Baru Terbaik.

Martin Bregman melihat sandiwara yang diaminkan Pacino dan kemudian menjadi manajer Pacino, kemitraan yang membuahkan hasil pada tahun-tahun mendatang, Bregman mendorong Pacino untuk bermain dalam The Godfather, Serpico dan Dog Day Afternoon.

“Martin Bregman menemukanku saat aku bermain teater. Saat itu aku berusia 26 atau 25. Dan ia menemukanku dan kemudian menjadi manajerku. Dan itulah sebabnya aku di sini. Aku berutang kepada Marty,” itulah pernyataan Pacino sendiri tentang perjalanan kariernya.

Pacino dan tim produksi The Indian Wants the Bronx pergi ke Italia untuk memainkan sandiwara tersebut dalam Festival dei Due Mondi di Spoleto. Itu merupakan perjalanan pertama Pacino ke Italia; ia kemudian ingat bahwa “tampil untuk penonton Italia adalah pengalaman yang luar biasa”.

Pacino dan Clayburgh tampil dalam “Deadly Circle of Violence”, salah satu episode dari serial televisi ABC, berjudul NYPD, tayang pada 12 November 1968.

Clayburgh pada waktu itu juga muncul dalam sinetron, Search for Tomorrow, memainkan peran sebagai Grace Bolton. Ayahnya Clayburgh mengirimkan uang kepada pasangan ini setiap bulan untuk membantu.

Pada 25 Februari 1969, Pacino membuat debut teater Broadway-nya dalam sandiwara yang ditulis Don Petersen berjudul Does a Tiger Wear a Necktie? di Teater Belasco.

Pertunjukan sandiwara tersebut selesai setelah tampil 39 kali pada 29 Maret 1969, namun Pacino mendapat sambutan hangat dan memenangkan Tony Award pada 20 April 1969.

Pacino terus bermain di panggung teater pada 1970-an, memenangkan Tony Award keduanya untuk perannya dalam The Basic Training of Pavlo Hummel, ia juga tampil dalam sandiwara Richard III.

Pada 1980-an, Pacino mencapai keberhasilan lagi di atas panggung saat tampil dalam sandiwara American Buffalo yang ditulis oleh David Mamet, Pacino dinominasikan untuk Drama Desk Award.

Sejak tahun 1990, penampilan Pacino di panggung teater di antaranya adalah dalam sandiwara yang ditulis oleh Eugene O’Neill, Hughie, Oscar Wilde Salome dan sandiwara karya Lyle Kessler, Orphans.

Pacino kembali ke panggung teater pada musim panas 2010, ia berperan sebagai Shylock dalam sandiwara The Merchant of Venice.

Sandiwara ini dimainkan di Teater Broadhurst pada bulan Oktober, dan meraih penghasilan $ 1 juta di box office dalam minggu pertama.

Penampilannya dalam sandiwara tersebut membuatnya masuk dalam nominasi Tony Award untuk kategori Aktor Utama Drama Terbaik.

Pada Oktober 2012, Pacino membintangi peringatan 30 tahun drama klasik karya David Mamet berjudul Glengarry Glen Ross, yang terus dipertunjukan hingga 20 Januari 2013.

Karier Film


Karier Film Awal

Pacino menemukan kenikmatan berakting dan menyadari bahwa ia memiliki bakat akting saat belajar di The Actors Studio. Namun, pekerjaan awalnya tidak menguntungkan secara finansial.

Setelah sukses di panggung teater, Pacino membuat debut filmnya pada tahun 1969 dengan penampilan singkatnya di film Me, Natalie, sebuah film independen yang dibintangi Patty Duke.

Pada tahun 1970, Pacino menandatangani kontrak dengan agen bakat Creative Management Associates (CMA).

1970-an

Pada film tahun 1971, The Panic in Needle Park, ia memainkan peran sebagai seorang pecandu heroin, peran tersebut membawa Pacino mendapatkan perhatian dari sutradara Francis Ford Coppola, yang memberinya peran sebagai Michael Corleone dalam film mafia The Godfather (1972).

Meskipun beberapa aktor terkenal−termasuk Jack Nicholson, Robert Redford, Warren Beatty, dan aktor yang sedikit dikenal seperti Robert De Niro−juga mencoba untuk mendapatkan peran tersebut, namun Coppola lebih memilih Pacino yang relatif tidak dikenal, hal ini mencemaskan eksekutif studio.

Performa Pacino membuatnya mendapatkan nominasi Academy Award, dan menawarkan contoh utama dari gaya akting awalnya, seperti yang dijelaskan oleh Halliwell’s Film Guide sebagai gaya “intens” dan “kepalan tangan erat”-nya.

Pacino memboikot upacara Academy Award, karena merasa terhina atas nominasi dirinya untuk penghargaan Aktor Pendukung, ia menganggap bahwa dirinya memiliki waktu tampil dalam film tersebut lebih lama daripada lawan mainnya dalam film itu dan juga pemenang kategori Aktor Terbaik, Marlon Brando−yang mana Brando juga memboikot penghargaan tersebut, tetapi untuk alasan yang tidak terkait.

Pada tahun 1973, ia membintangi film Scarecrow bersama dengan Gene Hackman, dan memenangkan Palem Emas pada Festival Film Cannes.

Pada tahun yang sama, Pacino dinominasikan sebagai Aktor Terbaik Academy Award setelah membintangi film Serpico, berdasarkan kisah nyata seorang polisi New York City, Frank Serpico, yang menyamar untuk mengekspos korupsi yang terjadi di antara sesama petugas kepolisian.

Pada tahun 1974, Pacino kembali berperan sebagai Michael Corleone dalam sekuel film The Godfather Part II, yang merupakan sekuel pertama dan memenangkan Film Terbaik Oscar. Sementara itu, Pacino dinominasikan untuk Oscar ketiganya.

Newsweek menggambarkan penampilannya dalam The Godfather Part II sebagai “bisa dibilang penggambaran terbesar sinema tentang pengerasan hati”.[28]Pada tahun 1975, ia menikmati keberhasilan lebih lanjut dengan dirilisnya Dog Day Afternoon, berdasarkan kisah nyata perampok bank John Wojtowicz.

Film tersebut disutradarai oleh Sidney Lumet, yang juga menyutradarainya dalam film Serpico beberapa tahun sebelumnya, dalam film Dog Day Afternoon, Pacino kembali dinominasikan untuk Aktor Terbaik Oscar.

Pada tahun 1977, Pacino berperan sebagai pembalap mobil di film Bobby Deerfield, disutradarai oleh Sydney Pollack, dan menerima nominasi Golden Globeuntuk Aktor Terbaik – Drama.

Film berikutnya adalah film drama ruang sidang …And Justice for All, yang lagi-lagi Pacino dipuji oleh para kritikus untuk kemampuan aktingnya yang serba bisa, dan dinominasikan sebagai Aktor Terbaik Oscar untuk keempat kalinya.

Namun ia kalah dari Dustin Hoffman yang bermain dalam film Kramer vs. Kramer−peran yang Pacino tolak.

Selama tahun 1970-an, Pacino mendapatkan empat nominasi Oscar untuk Aktor Terbaik, untuk penampilannya di Serpico, The Godfather Part II, Dog Day Afternoon, dan …And Justice for All.

1980-an

Karier Pacino merosot pada awal 1980-an, penampilannya dalam film kontroversial Cruising, memicu protes dari komunitas gay New York, dan penampilannya dalam komedi-drama Author! Author!, mendapat kritikan.

Namun, dalam film Scarface, yang disutradarai oleh Brian De Palma, terbukti menjadi sorotan dalam kariernya dan menjadi peran yang menentukan.

Setelah dirilis, film ini dikritik karena konten kekerasan, tetapi kemudian menerima pujian kritis.

Film ini melakukannya dengan baik di box office, mendapatkan pendapatan lebih dari US$ 45 juta di dalam negeri.

Pacino memperoleh nominasi Golden Globe untuk perannya sebagai gembong narkoba Kuba, Tony Montana.

Pada tahun 1985, Pacino bekerja pada proyek pribadinya, The Local Stigmatic, sebuah film adaptasi dari sandiwara tahun 1969 oleh penulis Inggris Heathcote Williams.

Film ini tidak dirilis secara teatrikal, tetapi kemudian dirilis sebagai bagian dari satu set kotak Pacino: An Actor’s Vision pada tahun 2007.

Filmnya tahun 1985 berjudul Revolution yang bercerita tentang seorang penjebak bulu selama Perang Revolusi Amerika, adalah sebuah kegagalan komersial yang besar dan mendapatkan kritik pedas, Pacino menyalahkan proses produksi yang tergesa-gesa, sehingga membuatnya absen selama empat tahun dari dunia perfilman.

Pada saat itu Pacino kembali ke panggung teater. Ia muncul dalam sandiwara Julius Caesar pada tahun 1988. Pacino mengatakan tentang kevakumannya dari film: “Aku ingat kembali ketika semuanya terjadi, ’74, ’75, memainkan The Resistible Rise of Arturo Ui diatas panggung teater dan membaca bahwa alasan aku pergi kembali ke panggung teater adalah karena karier film saya mulai memudar!

Itu sudah menjadi semacam jenis etos, cara di mana teater dirasakan, sayangnya.” Pacino kembali ke dunia film pada tahun 1989, membintangi film Sea of Love, ia berperan sebagai seorang detektif yang memburu seorang pembunuh berantai yang menemukan korban melalui kolom di koran. Film ini mendapat ulasan yang solid.

1990-an

Al_Pacino_Cannes_1996
Al Pacino pada acara Festival Film Cannes 1996.

Pacino menerima nominasi Academy Award untuk perannya sebagai Big Boy Caprice di film Dick Tracy pada tahun 1990, kritikus Roger Ebert menilai Pacino sebagai “pencuri-adegan”.

Kemudian pada tahun itu ia juga berperan kembali sebagai salah satu karakter yang paling terkenal, Michael Corleone, dalam film The Godfather Part III (1990).

Film ini mendapat ulasan yang beragam, dan memiliki masalah dalam hal pra-produksi karena penulisan ulang naskah skenario dan batalnya salah satu aktor untuk bermain dalam film sesaat sebelum produksi.

Pada tahun 1991, Pacino membintangi film Frankie dan Johnny bersama dengan Michelle Pfeiffer, yang juga pernah beradu akting dengan Pacino dalam film Scarface.

Pacino memerankan seorang juru masak yang baru keluar dari penjara, di mana ia mulai berhubungan dengan pelayan (Pfeiffer) di restoran tempat mereka bekerja.

Film ini diadaptasi dari sandiwara Broadway karya Terrence McNally berjudul Frankie and Johnny in the Clair de Lune (1987), yang menampilkan Kenneth Welsh dan Kathy Bates.

Film ini mendapatkan tanggapan yang beragam, meskipun Pacino kemudian mengatakan ia menikmati bermain dalam film tersebut.

Pada tahun 1992, Pacino memenangkan Academy Award untuk Aktor Terbaik, untuk perannya sebagai seorang Letnan Kolonel Angkatan Darat AS yang buta bernama Frank Slade dalam film Scent of a Woman.

Pada tahun itu, ia juga dinominasikan sebagai Aktor Pendukung Terbaik Academy Award untuk perannya dalam film Glengarry Glen Ross, hal ini membuat Pacino tercatat sebagai aktor pertama yang menerima dua nominasi untuk dua film berbeda di tahun yang sama, dan memenangkan kategori peran utama atau aktor terbaik.

Pacino membintangi film drama kejahatan Carlito’s Way bersama dengan Sean Penn pada tahun 1993, di mana ia memerankan seorang gangster yang dibebaskan dari penjara dengan bantuan pengacaranya (Penn) dan bersumpah untuk bertobat serta kembali ke jalan yang benar.

Pacino juga membintangi film Heat arahan sutradara Michael Mann pada tahun 1995, di mana ia dan Robert De Niro muncul dalam satu film bersama-sama untuk pertama kalinya (meskipun keduanya, Pacino dan De Niro membintangi The Godfather Part II, mereka tidak bermain bersama dalam satu adegan apapun).

Pada 1996, Pacino membintangi film dokudrama Looking for Richard, film itu berisi adegan pilihan dari sandiwara William Shakespeare, Richard III.

Pacino memainkan peran Setan dalam film thriller supernatural The Devil’s Advocate (1997) yang juga dibintangi oleh Keanu Reeves.

Film ini sukses di box office, meraih penghasilan US$ 150 juta di seluruh dunia.

Roger Ebert menulis di Chicago Sun-Times, “karakter setan yang diperankan oleh Pacino, dimainkan dengan senang dan gembira.”

Dalam film Donnie Brasco, Pacino bermain sebagai mafia gangster “Lefty”, diangkat dari kisah nyata penyamaran agen FBI Donnie Brasco (Johnny Depp) dan usahanya untuk menjatuhkan mafia dari dalam.

Pacino juga membintangi film The Insider bersama Russell Crowe, film ini mendapatkan banyak nominasi Oscar, setelahnya ia membintangi film arahan sutradara Oliver Stone, Any Given Sunday pada tahun 1999.

2000-an

385px-Al_Pacino_Roma_Film_Fest_cropped
Al Pacino di Festival Film Romapada 2008.

Pacino tidak menerima nominasi Academy Award lainnya sejak memenangkannya lewat film Scent of a Woman, tetapi ia memenangkan tiga Golden Globe sejak tahun 2000, yang pertama adalah Cecil B. DeMille Award pada 2001 untuk pencapaian seumur hidup di film.

Pada tahun 2000, Pacino merilis sebuah film beranggaran rendah yang diadaptasi dari sandiwara Chinese Coffeekarya Ira Lewis untuk ditayangkan pada festival-festival film.

Proyek film ini memakan waktu hampir tiga tahun untuk menyelesaikannya dan didanai sepenuhnya oleh Pacino.

Chinese Coffee disertakan bersama dengan dua film langka Pacino lainnya yang ia produksi sendiri, yakni The Local Stigmatic dan Looking for Richard, pada satu set kotak DVD khusus berjudul Pacino: An Actor’s Vision, yang dirilis pada 2007. Pacino memproduksi prolog dan epiloguntuk cakram yang berisi film-film.

Pacino menolak tawaran untuk memerankan kembali perannya sebagai Michael Corleone dalam permainan komputerThe Godfather. Akibatnya, Electronic Arts tidak diizinkan untuk menggunakan kemiripan wajah atau suara Pacino dalam permainan tersebut, meskipun karakter Michael Corleone muncul di dalamnya. Ia malah mengizinkan rupa wajahnya untuk muncul di permainan video yang diadaptasi dari film Scarface, berjudul Scarface: The World Is Yours.

Sutradara Christopher Nolan bekerja sama dengan Pacino dalam film Insomnia, sebuah remake dari film Norwegia dengan nama yang sama, Insomnia dibintangi juga oleh Robin Williams. Film dan penampilan Pacino diterima dengan baik, mendapatkan peringkat yang menguntungkan, 93 persen pada ulasan situs agregasi Rotten Tomatoes.

Film ini memang cukup baik di box office, mendapat $ 113 juta di seluruh dunia. Film Pacino berikutnya, S1m0ne, tidak mendapatkan banyak pujian kritis atau keberhasilan box office.

Ia berperan sebagai seorang wartawan di dalam film People I Know, sebuah film yang mendapat sedikit perhatian meskipun penampilan Pacino diterima dengan baik.

Jarang mengambil peran pendukung, ia menerimanya saat tampil di film Gigli, pada tahun 2003.

Dalam film The Recruit yang dirilis pada tahun 2003, menampilkan Pacino sebagai perekrut CIA dan dibintangi juga oleh Colin Farrell.

Film ini mendapat tinjauan yang beragam, dan menggambarkan Pacino sebagai sesuatu “pribadi yang tidak bisa diikuti”.

Pacino berikutnya berperan sebagai pengacara Roy Cohn pada miniseri HBO tahun 2003, Angels in America, sebuah adaptasi dari sandiwara karya Tony Kushner yang memenangkan Penghargaan Pulitzer, yang juga berjudul sama.

Untuk penampilannya ini, Pacino memenangkan Golden Globe ketiganya, untuk kategori Aktor Terbaik Miniseri atau Film Televisi, pada tahun 2004.

Pacino bereperan sebagai Shylock dalam film adaptasi tahun 2004 arahan sutradara Michael Radford, The Merchant of Venice, ia memilih untuk membawa kasih sayang dan kedalaman karakter tradisional saat bermain sebagai tokoh jahat.

Dalam film Two for the Money, Pacino berperan sebagai agen judi olahraga dan juga mentor untuk Matthew McConaughey, bersama Rene Russo. Film ini dirilis pada 8 Oktober 2005 dan mendapat tanggapan yang beragam.

Desson Thomson menulis di The Washington Post, “Al Pacino telah bermain sebagai mentor berkali-kali, ia harus mendapatkan penghargaan kingmaker.”

Pada 20 Oktober 2006, American Film Institute memberikan Pacino penghargaan AFI Life Achievement Award.

Pada 22 November 2006, University Philosophical Society dari Trinity College, Dublin memberikan Pacino penghargaan Honorary Patronage of the Society.

Pacino berperan di dalam film araha sutradara Steven Soderbergh, Ocean’s Thirteen, bersama dengan George Clooney, Brad Pitt, Matt Damon, Elliott Goulddan Andy García, sebagai penjahat Willy Bank, seorang taipan kasino yang menjadi target oleh Danny Ocean dan pengikutnya. Film ini mendapat tanggapan yang umumnya menguntungkan.

Film 88 Minutes dirilis pada 18 April 2008, di Amerika Serikat, setelah dirilis di berbagai negara lain pada tahun 2007. Film ini juga dibintangi oleh Alicia Wittdan mendapat kritikan tajam, meskipun kritikus menemukan kesalahan dalam plot, namun tidak pada akting Pacino.

Dalam film Righteous Kill, Pacino dan Robert De Niro bermain sebagai detektif kepolisian New York yang mencari pembunuh berantai. Film ini dirilis ke bioskop pada 12 September 2008. 

Lou Lumenick dari New York Post memberi Righteous Kill satu bintang dari empat, dan ia mengatakan: “Al Pacino dan Robert De Niro mendapatkan gaji yang banyak tetapi malah tampil membosankan di Righteous Kill, bergerak lambat, thriller polisi yang konyol dan akan dikirim langsung sisanya ke tempat sampah di Blockbuster jika dibintangi oleh orang lain.”

2010-an

Manglehorn_03_(15272211442)

Pacino pada tahun 2014

Pacino bermain sebagai Dr. Jack Kevorkian dalam film televisi HBO berjudul You Don’t Know Jack, yang tayang pada April 2010.

Film ini bercerita tentang kehidupan dan pekerjaan seorang dokter yang membantu melakukan bunuh diri terhadap pasiennya. Penampilan Pacino membuatnya memperoleh penghargaan Emmy Award keduanya untuk kategori aktor utama dan penghargaan Golden Globe keempatnya.

Pada Mei 2011, Pacino diberikan penghargaan spesial “Glory to the Film-maker” di Festival Film Venice ke-68.

Penghargaan ini diserahkan menjelang pemutaran perdana filmnya Wilde Salomé, film ketiga yang disutradarai oleh Pacino.

Pacino, yang memainkan peran Herodes dalam film, menjelaskan bahwa film tersebut sebagai “proyek pribadi terbesarnya”.

Pacino membintangi sebuah film televisi biografi pada tahun 2013 yang ditayangkan di HBO tentang percobaan pembunuhan produser rekaman Phil Spector, berjudul Phil Spector.

Pacino dan Robert De Niro dilaporkan ditetapkan untuk membintangi proyek film mendatang berjudul The Irishman, yang akan disutradarai oleh Martin Scorsese dan akan dibintangi juga oleh Joe Pesci.

Diumumkan juga pada bulan Januari 2013 bahwa Pacino akan memainkan peran sebagai mantan pelatih sepak bola Penn State University, Joe Paterno di film yang berjudul Happy Valley dan diangkat berdasarkan pada biografi Paterno oleh reporter olahraga Joe Posnanski.

Kehidupan Pribadi


Meskipun ia tidak pernah menikah, Pacino memiliki tiga anak. Yang tertua, Julie Marie (lahir 1989), adalah putrinya dengan pelatih akting Jan Tarrant.

Ia juga memiliki anak kembar, Anton James dan Olivia Rose (lahir 25 Januari 2001), hasil hubungannya dengan aktris Beverly D’Angelo, dengannya, ia memiliki hubungan dari tahun 1996 sampai 2003.

Pacino juga memiliki hubungan dengan Diane Keaton, lawan mainnya dalam trilogi Godfather. Hubungan putus-sambung mereka berakhir setelah pembuatan film The Godfather Part III.

Ia juga telah memiliki hubungan dengan Tuesday Weld, Jill Clayburgh, Marthe Keller, Kathleen Quinlan dan Lyndall Hobbs.[44]

Internal Revenue Service mengajukan hak gadai pajak terhadap Pacino, mengklaim ia berutang kepada pemerintah total $ 188.000 pada tahun 2008 dan 2009. Seorang perwakilan Pacino menyalahkan mantan manajer bisnisnya Kenneth Starr atas perbedaan tersebut.

Filmografi


FILM1-vert

Penghargaan dan Nominasi


Pacino telah dinominasikan dan telah memenangkan banyak penghargaan selama karier aktingnya, termasuk

  • delapan nominasi Oscar (menang satu),
  • 15 nominasi Golden Globe (menang empat), lima nominasi BAFTA Awards (menang dua),
  • dua kali menang dalam Primetime Emmy Awards untuk karyanya di televisi, dan
  • meraih dua piala Tony Awards untuk performanya di panggung teater.
  • Pada tahun 2007, American Film Institute memberikan Pacino penghargaan prestasi seumur hidup dan pada tahun 2003,
  • pemirsa televisi Inggris menobatkan Pacino sebagai bintang film terbesar sepanjang masa dalam jajak pendapat untuk Channel 4.

 

 

 

Keuntungan Menyusui Bagi Penderita Kanker Payudara

KANKER PAYUDARA 20

Sebagai seorang ibu, pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat. Salah satunya yaitu dengan memberikan ASI eksklusif pada buah hati.

Namun bagaimana jika keadaan sang Ibu menderita penyakit kanker payudara.

Bisa dan bolehkah Ia tetap menyusui?

Pakar laktasi, dr. Utami Roesli, SpA menyatakan bahwa ibu dengan kanker payudara bisa saja menyusui. Pasalnya, kanker mungkin berada bukan pada sel-sel pembuat ASI. Hanya saja, diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

  1. Pertama, tidak dalam pengobatan dengan obat kimiawi, karena obat yang dikonsumsi akan dialirkan dalam darah dan bisa terlarut dalam ASI. Sehingga pemberian ASI pada bayi akan membawa efek dari obat.
  2. Kedua, keadaan fisik setiap penderita kanker payudara berbeda-beda. Untuk itu, ada baiknya sang ibu berkonsultasi dengan dokter yang memeriksanya. Jika sel kanker ternyata mempengaruhi produktifitas ASI, maka bisa disiasati dengan memberikan ASI dari payudara yang tidak terkena kanker.

Namun, meskipun produktifitas ASI menurun pada payudara yang terkena kanker, tetaplah menyusui.

Hal tersebut dikarenakan, menurut studi dalam Journal of National Cancer Institute memperlihatkan penurunan resiko berulangnya kanker payudara. Karena biasanya, kanker payudara akan kembali lagi meskipun paska operasi.

Pasien kanker payudara yang menyusui akan mengalami penurunan resiko kembali berulangnya kanker hingga 30%.

  • Kesimpulan tersebut didapat setelah melakukan peninjauan catatan medis pada 1.636 wanita dengan kaker payudara dan riwayat menyusui mereka.
  • Sebanyak 383 perempuan kembali menderita kanker payudara, sedangkan 290 lainnya meninggal.

Menyusui dapat mengubah atau mengatur lingkungan molekul yang membuat tumor lebih responsif terhadap terapi anti-estrogen dan membuatnya kurang agresif.

Meskipun belum jelas apa yang melatar belangkangi, mengapa wanita yang menyusui membuat tumor kurang agresif.

Diketahui bahwa menyusui juga menurunkan risiko terjadinya kanker payudara.

Hal ini diduga karena adanya perubahan struktural di jaringan payudara saat menyusui dan penekanan jumlah estrogen yang diproduksi tubuh oleh laktasi.

Penekanan estrogen ini juga diperkirakan terkait dengan penurunan risiko kanker ovarium.


utami-dalam

dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM adalah seorang dokter Indonesia. Ia dikenal sebagai seorang aktivis yang gigih memperjuangkan hak-hak bayi untuk mendapatkan ASI yang baik. 

Wikipedia

Lahir: 17 September 1945 (71 tahun), Semarang, Indonesia
Orang Tua: Roeshan Roesli
Kakek / Nenek: Marah Roesli
Kakek Buyut: Sultan Abu Bakar