Negara Terkaya di Dunia Tahun 2017


25 Negara Terkaya di Dunia Tahun 2017

Negara mana yang merupakan Negara terkaya di dunia tahun 2017? Negara-negara kecil terus mendominasi daftar negara terkaya di dunia menurut sebuah analisis oleh Global Finance Magazine. Finansialku kali ini, akan membahas siapa saja Negara terkaya di dunia tahun 2017.

Negara-negara kecil yang mendominasi sepuluh besar semuanya memiliki populasi kecil dibandingkan negara-negara yang memimpin dunia dalam hal GDP seperti Amerika Serikat, China atau Jerman. Sebagian besar negara kecil ini sangat bergantung pada pekerja imgiran yang sering tidak tinggal di negara tempat mereka bekerja atau tidak diberi status penduduk, dan karena itu tidak dihitung dalam perhitungan GDP per kapita.

#25 Belgium – GDP per kapita: US$44.881 (Rp597 juta)

Negara Belgia dikenal dengan negara yang memiliki banyak kota tua, museum dan bangunan yang kuno yang sangat terawat. Negara ini merupakan negara anggota pendiri Uni Eropa dan menjadi ibukota Uni Eropa, serta organisasi internasional lainnya termasuk NATO. Infrastruktur negara ini sangat baik dan terintegrasi dengan negara-negara di Eropa. Komoditas ekspor utama adalah mesin, peralatan, bahan kimia, logam, produk logam, bahan makanan dan berlian.

#24 Canada – GDP per kapita: US$46.239 (Rp615 juta)

Ekonomi Kanada saat ini mendekati Amerika Serikat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar, pola produksi dan standar hidup yang tinggi. Pertumbuhan dalam produksi, pertambangan dan sektor pelayanan telah mengubah negara ini dari ekonomi pedesaan menjadi industri perkotaan. Kebutuhan energi dalam negeri dapat dipenuhi sendiri, karena Kanada memiliki cadangan gas alam yang banyak di pesisir timur, dan tiga provinsi barat, dan juga banyak sumber daya lain.
Kanada telah berhasil menghindari resesi ekonomi setelah 2001, dan telah mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang terbaik dalam grup G8. Dengan melimpahnya sumber daya alam, tenaga kerja terampil dan pabrik kapital modern, Kanada menikmati prospek ekonomi padat.

#23 Denmark – GDP per kapita: US$46.602 (Rp619 juta)

Denmark merupakan sebuah negara kerajaan di Eropa Utara yang berbatasan dengan Swedia, Norwegia dan Jerman. Denmark merupakan negara yang tergolong memiliki pendapatan yang tinggi. Kebijakan liberalisasi tarif impor pada tahun 1797 mengawali perekonomian liberal di Denmark. Negara ini sangat memperhatikan kesejahteraan dan hak-hak pekerja. Komoditas ekspor utama negara ini adalah sektor industri, pertanian dan daging.

#22 Taiwan – GDP per kapita: US$47.790 (Rp635 juta)

Taiwan sekarang ini merupakan ekonomi kreditor, yang memegang salah satu persediaan mata uang asing terbesar di dunia. Krisis finansial Asia tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonominya yang tumbuh sekitar 5% per tahun, dengan nyaris seluruh penduduknya bekerja dan inflasi rendah. Taiwan memiliki ekonomi kapitalis yang dinamik dengan panduan investasi dan perdagangan asing oleh pemerintah yang berkurang. Untuk menjaga tren ini, beberapa bank milik pemerintah dan perusahaan industri telah diswastanisasikan. Ekspor telah tumbuh dengan cepat dan telah menjadi dorongan utama bagi industrialisasi.

#21 Austria – GDP per kapita: US$47.856 (Rp636 juta)

Austria menganut ekonomi pasar sosial, negara ini memiliki standar hidup yang tinggi. Hingga tahun 1980-an, banyak industri besar Austria yang dinasionalisasi, namun baru-baru ini privatisasi telah mengurangi kepemilikan negara seperti negara-negara Eropa lainnya. Pergerakan buruh sangat kuat di Austria dan berdampak besar terhadap politik buruh. Selain memiliki industri yang maju, pariwisata juga merupakan sektor yang penting. Jerman merupakan partner dagang Austria, sehingga ekonomi Austria akan terpengaruh oleh peristiwa ekonomi di Jerman. Namun, semenjak Austria menjadi negara anggota Uni Eropa, hubungan Austria dengan negara-negara Eropa lainnya menguat, sehingga kebergantungan ekonominya terhadap Jerman berkurang. Selain itu, keanggotaan Austria di Uni Eropa telah menarik banyak penanam modal asing.

#20 Iceland – GDP per kapita: US$48.070 (Rp639 juta)

Berdasarkan laporan dari Global Peace Index, Islandia merupakan negara teraman di dunia. Negara Islandia tidak mempunyai tentara seperti kebanyakan negara lain di dunia. Petugas polisi tidak dilengkapi senjata api dalam tugas keseharian mereka. Di Islandia setiap orang mempunyai hak sama tanpa memandang SARA.

Ekonomi Islandia merupakan ekonomi campuran yang terlibat dalam perdagangan bebas. Walaupun pemerintah banyak melakukan intervensi terhadap ekonomi, konsumsi pemerintah lebih rendah daripada negara-negara Nordik lainnya. Tenaga panas bumi merupakan sumber energi utama di Islandia.

#19 Germany – GDP per kapita: US$48.189 (Rp641 juta)

Sejak era industrialisasi, Jerman telah menjadi pendorong, inovator dan pusat perekonomian secara global. Sektor utama Jerman adalah jasa (71,2%), industri (28%) dan pertanian (0,8%). Industri utama di Jerman adalah besi dan baja, batu bara, semen, bahan bakar mineral, bahan kimia, plastik, mesin produksi, kendaraan, kereta api, kapal, pesawat luar angkasa, peralatan mesin, elektronik, teknologi informasi, peralatan optik, medis, obat-obatan, makanan dan minuman dan tekstil. Sedangkan komoditas ekspor utama adalah kendaraan bermotor, mesin, bahan kimia, komputer, produk elektronik, peralatan listrik, obat-obatan, logam, peralatan transportasi, bahan makanan, tekstil, karet, dan produk plastik.

#18 Australia – GDP per kapita: US$48.806 (Rp649 juta)

Sebagai salah satu negara maju di dunia, Australia menganut sistem ekonomi yang sama dengan Amerika Serikat dan Inggris, yakni sistem ekonomi liberal. Rasio perdagangan sangat dipengaruhi oleh ekspor komoditas terutama dari barang-barang manufaktur. GDP Australia sebanyak 69% didapat dari sektor jasa seperti, pariwisata, pendidikan, dan jasa keuangan. Untuk sektor pertanian dan sumber daya alam hanya memperoleh 3% dan 5% dari GDP, namun memiliki andil besar dalam ekspor Australia.

#17 Sweden – GDP per kapita: US$49.678 (Rp661 juta)

Swedia adalah negara di kawasan Skandinavia di Eropa Utara yang berbatasan dengan Norwegia, Finlandia, dan Denmark. Penduduk Swedia menikmati pendapatan per kapita yang tinggi dan standar hidup yang tinggi. Sektor perekonomian utama di Swedia adalah mesin, telekomunikasi, otomotif, dan obat-obatan.

#16 Bahrain – GDP per kapita: US$50.302 (Rp669 juta)

Sebagai negara pertama yang menjadi pengirim minyak di Teluk Persia, Bahrain menduduki peringkat 16 negara terkaya di dunia. Sejak akhir abad ke-20, Bahrain mulai berinvestasi pada sektor perbankan dan pariwisata. Beberapa institusi keuangan berskala besar berpusat di Manama, ibukota negara ini. Bahrain memiliki tingkat indeks pembangunan manusia yang tinggi dan dikenal oleh Bank Dunia sebagai negara berpendapatan tinggi. Bahrain juga merupakan tempat pilihan dijadikan perusahaan-perusahaan multinasional karena memiliki fasilitas komunikasi dan transportasi yang maju. Saat ini Bahrain mengalami pendapatan yang berfluktuasi seiring perubahan harga minyak yang terjadi belakangan ini.

#15 Netherlands – GDP per kapita: US$50.846 (Rp676 juta)

Pemerintah Belanda memainkan peran aktif dalam mempertahankan standar hidup tinggi bagi warganya. Belanda adalah model kebijakan ekonomi sosial liberal dan laissez-faire. Belanda memiliki ekonomi pasar bebas, yang didukung kekuatan pasar penyulingan minyak bumi dan industri mesin listrik. Kebijakan sosial liberal juga mendatangkan keuntungan melalui sektor obat-obatan terlarang dan wisata seks.

#14 Saudi Arabia – GDP per kapita: US$54.078 (Rp719 juta)

Arab Saudi merupakan negara yang memproses 18% kebutuhan petroleum dunia, dan mendapat gelar sebagai eksportir petroleum terbesar di dunia, dan memainkan peranan sebagai ketua OPEC. Pasca anjloknya harga minyak dunia, ekonomi Arab Saudi cukup terhantam. Ada beberapa cara yang dilakukan oleh Arab Saudi karena anjloknya harga minyak ini dengan menjual sebagian saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) miliknya demi mendapatkan dana segar, dan melakukan diversifikasi ekonomi, mulai dari investasi di tambang mineral dan memproduksi peralatan militer.

#13 USA – GDP per kapita: US$57.293 (Rp762 juta)

Jumlah penduduk dan kondisi geografis membuat negara adidaya ini tidak muncul sebagai negara paling kaya di dunia. Negara ini mengedepankan perekonomian kapitalis yang tak terlalu memprioritaskan program sosial. Namun negara ini tidak ragu menghabiskan anggaran besar untuk pendidikan. Meski tergolong maju, kesenjangan sosial-ekonomi di negara ini cukup kentara.

#12 Hong Kong – GDP per kapita: US$58.094 (Rp772 juta)

Ekonomi negara ini sangat bergantung pada re-ekspor sejumlah produk. Hong Kong mendapat keuntungan dari transisi ekonomi eksportir industri ke pusat perbankan internasional. Pemerintah Hong Kong pro perdagangan bebas. Negara ini memprioritaskan anggarannya untuk kesejahteraan publik dan pendidikan warganya.

#11 Switzerland – GDP per kapita: US$59.375 (Rp790 juta)

Masyarakat Swiss mendapatkan keuntungan dari kebijakan pemerintah yang sangat ramah bisnis. Ini membuat Swiss menjadi pusat investasi dan perbankan internasional. Kebijakan pajak yang ringan juga membuat Swiss tumbuh bak surga bagi para pengusaha kaya dunia untuk menghamburkan uangnya. Sektor jasa makmur telah berkembang untuk memenuhi tuntutan kelompok tersebut. Negara ini juga mendapat keuntungan besar dari ekspor mesin industri dan bahan kimia.

#10 San Marino – GDP per kapita: US$64.443 (Rp857 juta)

San Marino adalah republik tertua di Eropa dan negara terkecil kelima di dunia. Negara ini hanya memiliki warga negara sebanyak 32.000, tapi mereka termasuk orang terkaya di dunia. Hal ini dibantu oleh fakta bahwa tarif pajak penghasilan sangat rendah, sekitar sepertiga dari rata-rata Uni Eropa. San Marino berusaha menyelaraskan undang-undang fiskal dengan standar Uni Eropa dan internasional. Perekenomian sangat bergantung pada layanan keuangan dan pariwisata, dalam beberapa tahun terakhir San Marino mengalami kesulitan di sektor perbankan menyusul kemerosotan ekonomi dan penurunan pendapatan pajak yang cukup besar. Perekonomian juga terpukul oleh melemahnya permintaan dari Italia, yang menyumpang hampir 90% dari pasar ekspornya untuk produk seperti keramik, pakaian, perabotan dan kain. Standar kehidupan masyarakat San Marino terlihat sebanding dengan wilayah paling sejahtera di sekitar Italia.

#9 Uni Emirat Arab – GDP per kapita: US$67.696 (Rp900 juta)

Basis ekonomi Uni Emirat Arab semakin terdiversifikasi di luar sektor hidro-karbon, dan hal ini telah membuat posisinya memiliki kinerja terbaik di Teluk Persia. Uni Emirat Arab telah memimpin kawasan ini dalam hal pembangunan infrastruktur dengan mega proyek senilai US$155 miliar yang sudah dalam tahap pembangunan, dan senilai US$629 miliar dalam tahap perencanaan.

Fokusnya saat ini merencanakan untuk mengadakan Dubai Expo 2020, sebuah acara terbesar yang pernah diselenggarakan yang diharapkan dapat menarik sekitar 25 juta pengunjung dari luar negeri. Uni Emirat Arab terus mendorong FDI (Foreign Direct Investment) atau Investasi langsung luar negeri melalui peraturan bisnis yang ramah lingkungan dan pajak yang ramah terhadap bisnis. Pada EXPO 2020 diantisipasi untuk menghasilkan investasi luar negeri antara US$100 miliar dan US$150 miliar ke sektor pariwisata, real estate, sektor pendidikan. Sementara itu, pemerintah sedang mengerjakan undang-undang baru yang bertujuan menarik lebih banyak investasi ke industri pertambangan. Dalam iklim optimis ini, UEA dan khususnya penduduk Dubai yang kosmopolitan akan terus menikmati kekayaan yang cukup besar, dengan total aset (properti, uang tunai, ekuitas, dan kepentingan bisnis) yang dimiliki oleh individu di negara tersebut dilaporkan melebihi US$700 miliar, tertinggi di seluruh wilayah.

#8 Norwegia – GDP per kapita: US$69.296 (Rp922 juta)

Norwegia merupakan negara dengan kepadatan penduduk terendah kedua di Eropa. Norwegia memiliki cadangan minyak bumi, gas lama, mineral, makanan laut, air segar yang luas. Norwegia juga penghasil minyak dan gas alam terbesar selain Timur Tengah. Namun sayang negara ini tidak tahu bagaimana cara mengelola harta tersebut. Bahkan pemerintah Norwegia mengambil sejumlah risiko membuang-buang hartanya pada sejumlah proyek yang tidak menguntungkan. Warga negara Norwegia rata-rata bertahan di antara orang terkaya dunia dengan PDB per kepala (PPP) mendekati US$70.000 pada tahun 2016, sementara beberapa tanda pengganguran meningkat di tengah melemahnya kepercayaan konsumen.

#7 Ireland – GDP per kapita: US$69.374 (Rp923 juta)

Setelah beberapa langkah reformasi yang sensitif pada politis, termasuk pemotongan tajam dalam upah sektor publik dan restrukturisasi sektor perbankannya, Irlandia telah mendapatkan kembali kesehatan fiskal setelah mendapatkan krisis keuangan tahun 2008. Saat ini ekonomi negara tersebut merupakan salah satu pertumbuhan tercepat di zona euro. Dengan tingkat pengangguran di level terendah multi tahun dan PMI manufaktur (Purchasing Managers Index) pada level tertinggi pasca-brexit.

Ekonomi negara ini sebagian besar didorong oleh kegiatan keuangan dari banyak perusahaan multinasional yang beroperasi di negara ini. Irlandia memiliki peraturan yang efisien, dan tingkat pajak yang menarik, serta dampak kejatuhan Brexit membuat pemerintah terus memfasilitasi investasi asing, yang memungkinkan Irlandia mempertahankan posisinya diantara negara-negara terkaya di dunia.

#6 Kuwait – GDP per kapita: US$71.263 (Rp948 juta)

Meskipun Kuwait berupa untuk memodernisasi dan diversifikasi ekonomi, harga minyak internasional masih menjadi penentu utama kekayaan negara ini. Saat ini beberapa perubahan sedang terjadi akibat implementasi Rencana Pembangunan Lima Tahun 2015-2020 yang intinya pemerintah telah mulai bergerak untuk mengurangi ketergantungan akan pendapatan minyak. Pada akhir tahun 2016, baik impor barang modal dan industri mencatat pertumbuhan dua digit.

Rencananya pembiayaan akan dibagi bersama antara sektor publik dan swasta, dan mendapat beberapa kritik karena beban yang lebih besar pada sektor publik. Hal ini menyebabkan Emir, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah, membubarkan parlemen dan menyerukan pemilihan cepat. Dalam hal ini, Kuwait merupakan negara Arab pertama yang membentuk sebuah parlemen terpilih.

#5 Brunei – GDP per kapita: US$79.710 (Rp1,06 miliar)

Diperintah oleh Sultan Hasaan Bolkiah, penduduk kaya Brunei saat ini mengalami dorongan penghematan yang tidak biasa, dengan cara mengurangi pengeluaran sektor publik secara substansial. Lama bergantung pada cadangan minyak dan gas yang kaya, yang sebagian besar dieskpor dalam bentuk minyak mentah ke negara tetangga seperti Jepang dan India, kesultanan baru-baru ini merasakan dampak dari rendahnya harga minyak dunia.

Saat ini Brunei sedang bekerja sama dengan investor China untuk berusaha memperluas kapasitas penyulingan minyak di Brunei. Kilang baru ini diharapkan dapat memproses sekitar 150.000 barel per hari. Pemerintah juga berusaha melakukan diversifikasi ekonomi dari ketergantungannya yang berlebihan terhadap sektor hidro-karbon. Salah satu contoh adalah berinvestasi dalam mengembangkan merek halal premium untuk daging sapi. Namun akan memerlukan waktu sebelum langkah-langkah tersebut menghasilkan perubahan substansial dalam GDP dan defisit anggaran diproyeksikan akan meningkat di tahun 2017.

#4 Singapore – GDP per kapita: US$87.082 (Rp1,16 miliar)

Perekonomian Singapura mengalami kontraksi pada tahun 2016 dan negara kepulauan tersebut telah memangkas perkiraan pertumbuhannya untuk tahun 2017. Sebagai pusat keuangan penting dan pusat perdagangan utama, Singapura terpapar oleh melemahnya prospek ekonomi dunia, dan terutama negara-negara tetangga Cina. Meskipun demikian, warga Singapura terus menikmati salah satu tingkat tertinggi GDP per kapita (PPP) di dunia, hampir US$87.000 per kepala, sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu. Untuk mengimbangi ini, biaya hidup juga meningkat sedikit, dengan Singapura termasuk dalam salah satu kota termahal di dunia. Pariwisata memainkan peran yang penting dalam perekonomian, sebagian besar didukung oleh kesuksesan Changi, sebuah bandara terbaik di dunia.

#3 Macao – GDP per kapita: US$96.147 (Rp1,28 miliar)

Perekonomian bekas koloni Portugis ini yang kini menjadi wilayah administrasi khusus Cina selalu berfokus pada pariwisata dan judi. Pada tahun 2014 pendapatan Macau merosot untuk pertama kalinya sejak kasino diliberalisasi 12 tahun sebelumnya, karena para penjudi papan atas prihatin dengan rencana anti-korupsi Cina. Pemerintah lalu berkonsentrasi untuk menarik lebih banyak penjudi melalui rekreasi dan membangun permainan-permainan baru. Secara khusus, pembukaan Wynn Palace senilai US$4,1 miliar dan resort casino Paris Sand senilai US$2,7 miliar selama dua bulan kedepan harusnya memberi kesempatan bagi pasar judi Macau untuk berkembang. Setelah GDP turun 20,3% pada tahun 2015, Macau sekarang kembali naik, Biro Inspeksi dan Koordinasi Gaming Macau (DICJ) baru-baru mengumumkan bahwa pendapatan game kasino dari pusat game utama Asia mencapai US$2,3 miliar pada bulan September, naik 7,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

#2 Luxembourg – GDP per kapita: US$101.936 (Rp1,35 miliar)

Luxemburg mencapai rekor US$100.000 dalam GPD per kapita tahun ini, dengan kenaikan lebih dari US$5.000 per kepala pada tahun 2015. Dan menjadikan negara dengan standar hidup tertinggi di zona Euro. Negara ini juga memiliki utang publik terendah dari negara manapun.

Perekonomian sangat bergantung pada layanan keuangan dan telah pulih sejak krisis ekonomi global tahun 2008, selain itu sektor industri yang bergantung pada baja telah berhasil melakukan diversifikasi. Pertumbuhan diproyeksikan tetap kuat berkat permintaan domestik yang kuat dan kenaikan ekspor jasa keuangan. Luxemburg telah kehilangan statusnya sebagai tempat pajak yang menguntungkan, karena tekanan OECD dan Uni Eropa untuk mengurangi kerahasiaan perbankan. Pendapatan pajak telah dipengaruhi oleh perubahan cara anggota Uni Eropa mengumpulkan pajak dari e-commerce. Namun, Luxemburg dapat terus menikmati sebagai salah satu negara yang memiliki surplus tertinggi di negara manapun.

#1 Qatar – GDP per kapita: US$129.726 (Rp1,73 juta)

Pendapatan per kapita (PPP) sempat tergelincir dari angka tahun lalu sebesar US$140.011,85, tetapi Qatar tetap mempertahankan posisinya sebagai negara terkaya di dunia.

Meskipun terjadi penurunan harga minyak baru-baru ini, PDB tumbuh pada tahun 2016 dengan didukung oleh ekspandi ekonomi non-hidrokarbon di negara tersebut dan dorongan dari proyek mega-gas Barzan. Perekonomian juga mendapat dukungan dari program pengembangan infrastruktur yang terkait dengan Piala Dunia FIFA 2022.

Konsumsi rumah tangga tetap tangguh, namun pemerintah melakukan berbagai antisipasi untuk pelaksanaan kedepan. Diperkirakan surplus neraca fiskal dan neraca berjalan akan turun karena proyeksi penurunan harga minyak dan erosi pendapatan hidrokarbon. Pemerintah berkomitmen untuk melakukan diversifikasi ekonomi Qatar untuk melindunginya dari pergerakan harga minyak. Dengan cadangan keuangan yang cukup besar, negara ini memiliki posisi yang baik untuk mempertahankan posisinya di peringkat pertama.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.