Rupiah


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Rupiah adalah mata uang resmi Indonesia. Mata uang ini dicetak dan diatur penggunaannya oleh Bank Indonesia dengan kode ISO 4217 IDR. Secara tidak formal, orang Indonesia juga menyebut mata uang ini dengan nama “perak”. Satu rupiah dibagi menjadi 100 sen, walaupun inflasi telah membuatnya tidak digunakan lagi kecuali hanya pada pencatatan di pembukuan bank.

Opera Snapshot_2017-12-11_072433_id.wikipedia.org

677px-Indonesian_Rupiah_(IDR)_banknotes2009

Contoh rupiah dalam bentuk uang kertas (setelah tahun 2009).

Indonesian_Rupiah_2008

Contoh rupiah dalam bentuk uang kertas (sebelum tahun 2005).

WR_Soepratman

Wage Rudolf Soepratman pada uang kertas Rp50.000.

Daftar isi [sembunyikan]
1 Sejarah
1.1 Satuan di bawah rupiah
1.2 Satuan di atas rupiah
2 Sejarah nilai tukar rupiah terhadap 1 dolar Amerika Serikat
3 Redenominasi
4 Uang baru emisi tahun 2014
5 Uang baru emisi tahun 2016
6 Daftar mata uang bernama seperti rupiah
6.1 Sudah tidak ada
6.2 Fiksi
7 Referensi
8 Pranala luar

Sejarah


Nama rupiah sering dikaitkan dengan rupee mata uang India, yang berasal dari bahasa sansekerta rupya yang berarti koin perak. Namun sebagian berpendapat bahwa nama rupiah berasal langsung dari bahasa Sansekerta dan bukan turunan dari mata uang India tersebut. Kata rupiah sendiri merupakan pelafalan asli Indonesia karena adanya penambahan huruf ’h’ di akhir kata rupya, sangat khas sebagai pelafalan orang-orang Jawa.

Pada masa-masa awal kemerdekaan, Indonesia belum menggunakan mata uang rupiah namun menggunakan mata uang resmi yang dikenal sebagai ORI. ORI memiliki jangka waktu peredaran di Indonesia selama 4 tahun, ORI sudah mulai digunakan semenjak 1945-1949. Namun, penggunaan ORI secara sah baru dimulai semenjak diresmikannya mata uang ini oleh pemerintah sebagai mata uang Indonesia pada 30 Oktober 1946. Pada masa awal, ORI dicetak oleh Percetakan Canisius dengan bentuk dan desain yang sangat sederhana dan menggunakan pengaman serat halus. Bahkan dapat dikatakan ORI pada masa tersebut merupakan mata uang yang sangat sederhana, seadanya, dan cenderung berkualitas kurang, apalagi jika dibandingkan dengan mata uang lainnya yang beredar di Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan tersebut, ORI beredar luas di masyarakat meskipun uang ini hanya dicetak di Yogyakarta. ORI sedikitnya sudah dicetak sebanyak lima kali dalam jangka waktu empat tahun antara lain, cetakan I pada 17 Oktober 1945, seri II pada 1 Januari 1947, seri III dikeluarkan pada 26 Juli 1947. Pada masa itu, ORI merupakan mata uang yang memiliki nilai yang sangat rendah jika dibandingkan dengan uang-uang yang dikeluarkan oleh de Javasche Bank. Padahal uang ORI adalah uang langka yang semestinya bernilai tinggi.

Pada 8 April 1947, gubernur provinsi Sumatera mengeluarkan rupiah Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera (URIPS). Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri, tetapi penggunaannya dihapuskan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat. Krisis ekonomi Asia tahun 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh sebanyak 35% dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto. Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi diperdagangkan dengan penalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi.

Satuan di bawah rupiah

Rupiah memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan Gulden Hindia Belanda, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku pada masa kolonial. Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai, namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting.

Opera Snapshot_2017-12-11_073022_id.wikipedia.org

Satuan di atas rupiah

Terdapat 2 satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi.

Opera Snapshot_2017-12-11_073228_id.wikipedia.org

Sejarah nilai tukar rupiah terhadap 1 dolar Amerika Serikat


Opera Snapshot_2017-12-11_073337_id.wikipedia.org Opera Snapshot_2017-12-11_073501_id.wikipedia.org Opera Snapshot_2017-12-11_073414_id.wikipedia.org Opera Snapshot_2017-12-11_073556_id.wikipedia.org

Catatan:

  1. untuk tahun tahun 1965-2009
  2. untuk tahun 1945-1949 rupiah masih dalam taraf mencari pengakuan dari luar negeri
  3. untuk tahun 1950-an, rupiah dipatok tinggi tetapi sebenarnya di pasar gelap rupiah diperdagangkan jauh lebih rendah
    untuk tahun 1950 nilai Rp7,6 per USD adalah untuk ekspor dan Rp11,4 per USD adalah untuk impor
  4. untuk tahun 1964 dasarnya adalah UU No. 32/1964
    tahun 1965 diperkenalkan rupiah baru dengan mencoret 3 angka nol
  5. untuk tahun 1970, 1971, 1978 adalah devaluasi yang dilakukan dalam keadaan mata uang ditentukan nilainya terhadap dolar oleh pemerintah
  6. diberlakukan sistem Nilai Tukar Mengambang Terkendali mulai tahun 1978 sampai Juli 1997
  7. IMF yang dikutip Nation Master pada 1980, 1985, 1990, 1995, 2000, 2005[4]
  8. untuk tahun 1999, 2001, 2002, 2003, 2004 
  9. untuk perkiraan tahun 2006
  10. untuk perkiraan tahun 2007
  11. untuk tahun 2008[8]
  12. untuk tahun 2009-sekarang

Redenominasi


Bank Indonesia sebagai otoritas moneter di Indonesia merencanakan kebijakan pengurangan nilai pecahan mata uang rupiah tanpa mengurangi nilainya dengan cara menghilangkan 3 angka 0 terakhir (x000 menjadi x). Rencana kebijakan ini dilontarkan oleh Bank Indonesia pada awal Mei 2010 dan dikonfirmasikan oleh Gubernur BI terpilih, Darmin Nasution pada 31 Juli 2010. Kebijakan redenominasi ini diambil setelah hasil riset Bank Dunia menyebutkan bahwa uang pecahan Rupiah Indonesia Rp100.000 adalah yang terbesar kedua di dunia setelah Dong Vietnam (VND) 500.000. Proses redenominasi akan mundur dari rencana yang semula akan direalisasikan pada 14 Agustus 2014.

Opera Snapshot_2017-12-11_074159_id.wikipedia.org

Uang baru emisi tahun 2014


Rencana semula Bank Indonesia meredenominasikan rupiah terganjal kondisi perekonomian global yang belum stabil dan pembahasan Undang-undang Redenominasi yang terhenti akibat agenda Pemilu 2014. Target semula realisasi redenominasi pada 14 Agustus 2014 akan berubah dengan wajah uang baru, yaitu Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (Uang NKRI).

Sesuai amanat Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, Rupiah ditempatkan sebagai salah satu simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan seluruh warga negara Indonesia. Dengan demikian, Bank Indonesia tidak lagi menjadi institusi tunggal yang berwenang mencetak uang Rupiah. Nantinya Bank Indonesia harus selalu berkoordinasi dengan pemerintah, yakni kementerian keuangan dalam hal rencana mencetak uang, penerbitan uang, hingga penarikan dan pemusnahan uang yang lama.

Setelah tidak lagi menjadi institusi tunggal pencetak uang Rupiah, frasa Bank Indonesia yang terdapat di setiap pecahan Rupiah saat ini akan diganti menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, perubahan lainnya pada uang NKRI nantinya adalah akan adanya tanda tangan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia dan sistem pengamanan baru anti pemalsuan pada uang kertas.

Uang baru emisi tahun 2016


Rupiah_Baru

Desain baru uang kertas rupiah

Pada tanggal 19 Desember 2016, Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan 11 desain baru rupiah yang terdiri dari 7 pecahan uang kertas dan 4 pecahan uang logam. Rupiah kertas yang diterbitkan terdiri dari nominal Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Sementara rupiah logam terdiri atas pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100.

Desain uang baru ini sejalan dengan rencana BI menerbitkan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hampir semua wajah pahlawan di uang tunai berganti, kecuali pecahan Rp 100.000.

Pecahan Rp 100.000 tetap menampilkan wajah dua proklamator RI, yaitu Presiden dan Wakil Presiden pertama RI, Soekarno dan Mohammad Hatta.

Bertepatan dengan Hari Bela Negara Indonesia, BI menerbitkan 11 desain baru rupiah yang terdiri dari 7 pecahan rupiah kertas dan 4 pecahan rupiah logam. Setelah diterbitkannya rupiah baru, maka uang rupiah yang sudah beredar di masyarakat masih berlaku dan masih bisa digunakan sebagai alat transaksi yang sah sampai BI menarik peredaran rupiah lama.

Penggunaan gambar pahlawan pada rupiah baru juga sebelumnya sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Opera Snapshot_2017-12-11_074757_id.wikipedia.org

Emisi_2016_1000-5000_a-horz

Emisi_2016_10000-100000_a-horz

Ultraungu (UV-A)

Opera Snapshot_2017-12-11_075441_id.wikipedia.org

Kode Tuna Netra (Blind Code)

Opera Snapshot_2017-12-11_075656_id.wikipedia.org

Uang kertas

Berikut adalah gambar pahlawan di uang kertas rupiah baru dengan tahun emisi 2016.

  • Rp 1.000 bergambar Tjut Meutia
  • Rp 2.000 bergambar Mohammad Hoesni Thamrin
  • Rp 5.000 bergambar KH Idham Chalid
  • Rp 10.000 bergambar Frans Kaisepo
  • Rp 20.000 bergambar Dr. G.S.S.J Ratulangi
  • Rp 50.000 bergambar Ir. Djuanda Kartawidjaja
  • Rp 100.000 bergambar Presiden RI Dr.(H.C.) Ir. H. Soekarno dan Wakil Presiden RI Drs. Mohammad Hatta

Uang logam

  • Rp 100 bergambar Prof. Dr. Ir. Herman Johannes [14]
  • Rp 200 bergambar Dr. Tjiptomangunkusumo
  • Rp 500 bergambar Letjend TNI Purn. TB Simatupang
  • Rp 1.000 bergambar I Gusti Ketut Pudja

Selain menampilkan gambar pahlawan dan tarian tradisional, sebagai bentuk melestarikan karakteristik sebuah bangsa, uang kertas rupiah baru dengan tahun emisi 2016 ini juga menampilkan gambar destinasi wisata unggulan yang ada di Indonesia.

Berikut beberapa destinasi wisata yang ditampilkan dalam uang kertas rupiah baru dengan tahun emisi 2016.

  • Rp 1.000, Banda Neira
  • Rp 2.000, Ngarai Sianok
  • Rp 5.000, Gunung Bromo
  • Rp 10.000, Taman Nasional Wakatobi
  • Rp 20.000, Kepulauan Derawan
  • Rp 50.000, Pulau Padar, Taman Nasional Komodo
  • Rp 100.000, Kepulauan Wayag, Raja Ampat

Berikut beberapa tarian tradisional yang ditampilkan dalam uang kertas rupiah baru dengan tahun emisi 2016.

  • Rp 1.000, Tari Tifa
  • Rp 2.000, Tari Piring
  • Rp 5.000, Tari Gambyong
  • Rp 10.000, Tari Pakarena
  • Rp 20.000, Tari Kancet Ledo
  • Rp 50.000, Tari Legong
  • Rp 100.000, Tari Topeng Betawi

Berikut 7 gambar bunga yang ada di uang kertas baru rupiah dengan tahun emisi 2016.

  • Rp 1.000, Bunga Anggrek Larat
  • Rp 2.000, Bunga Jeumpa
  • Rp 5.000, Bunga Sedap Malam
  • Rp 10.000, Bunga Cempaka Hutan Kasar
  • Rp 20.000, Bunga Anggrek Hitam
  • Rp 50.000, Bunga Jepun Bali
  • Rp 100.000, Bunga Anggrek Bulan

Tanda air yang sama dengan seri sebelumnya.

Opera Snapshot_2017-12-11_075939_id.wikipedia.org

Daftar mata uang bernama seperti rupiah


  • Rupee India (रुपया)
  • Rufiyaa Maladewa (ދިވެހި ރުފިޔ)
  • Rupee Mauritius (roupie)
  • Rupee Nepal (रूपैयाँ)
  • Rupee Pakistan (روپي‎)
  • Rupee Seychelles (roupi, roupie)
  • Rupee Sri Lanka (ரூபாய்)

Sudah tidak ada

  • Rupee Afghanistan
  • Rupee Bhutan
  • Rupee Burma
  • Rupee Hindia Denmark
  • Rupee Afrika Timur (Britania)
  • Rupee Hindia Perancis (roupie)
  • Rupee Afrika Timur (Jerman) (rupie)
  • Rupee Teluk
  • Rupee Hyderabad
  • Rupia Somaliland Italia
  • Ripis Jawa
  • Roepiah Hindia Belanda
  • Rúpia Hindia Portugis
  • Rupiah Riau
  • Rupee Travancore
  • Rupiah Papua Barat
  • Rupee Zanzibar

Fiksi

  • Rupee Hylia

Opera Snapshot_2017-12-11_080307_id.wikipedia.org

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.