Organ Pada Sistem Pencernaan

Bagian-Bagian Sistem Pencernaan Pada Manusia[7]

  1. Kelenjar ludah
  2. Parotis
  3. Submandibularis (bawah rahang)
  4. Sublingualis (bawah lidah)
  5. Rongga mulut
  6. Amandel
  7. Lidah
  8. Esofagus (kerongkongan)
  9. Pankreas
  10. Lambung
  11. Saluran pankreas
  12. Hati
  13. Kantung empedu
  14. duodenum
  15. Saluran empedu
  16. Kolon
  17. Kolon transversum
  18. Kolon ascenden
  19. Kolon descenden
  20. Ileum
  21. Sekum
  22. Appendiks/Umbai cacing
  23. Rektum/Poros usus
  24. Anus

Sistem pencernaan adalah salah satu sistem organ yang cukup kompleks dan termasuk sangat penting. Karena setiap makhluk hidup khususnya manusia memerlukan makanan sebagai sumber energi mereka. Jika mereka tidak makan dalam waktu yang cukup lama, maka mereka akan mati karena tidak memiliki energi. Sistem pencernaan pada manusia terdiri atas beberapa alat-alat berupa organ-organ. Nah, apa sajakah yang termasuk organ-organ pencernaan pada manusia beserta penjelasannya? Langsung saja kita simak yang pertama:

Kita telah melihat bagian-bagian sistem pencernaan pada manusia. Nah, mari kita simak penjelasan dari masing-masing bagiannya:

Kelenjar Ludah


Kelenjar ludah atau glandula saliva adala kelenjar penghasil airu ludah atau air liur. Ada tiga pasang kelenjar ludah yaitu glandula parotis, glandula submandibularis, dan glandula sublingualis. Glandula parotis berfungsi untuk menghasilkan getah berbentuk cair, sedangkan glandula submandibularis dan glandula sublingualis berfungsi untuk menghasilkan getah yang mengandung air dan lendir.

Pada umumnya manusia menghasilkan air liur sebanyak 1 sampai 1,5 liter per hari. Air liur mengandung enzim ptialin yang bekerja pada pH sekitar 7. Enzim ptialin berfungsi untuk memecah pati (amilum) menjadi maltosa. Berikut ini beberapa fungsi air liur didalam rongga mulut.

  1. Melindungi selaput rongga mulut dari lingkungan panas, dingin, asam ataupun basa.
  2. Memudahkan proses menelan dan mencerna makanan.
  3. Mencerna makanan secara kimiawi (karena air liur mengandung enzim ptialin).

Parotis


Parotis adalah salah satu kelompok kelenjar liur besar, yang gampang terjangkit peradangan oleh virus yang disebut ‘mumps virus’. Peradangan ini disebut parotitis atau ‘mumps’ oleh orang-orang dinegara Barat atau di Indonesia sering menyebutnya dengan ‘gondongan’ (bukan ‘gondok’).

Submandibularis (bawah rahang)


Kelenjar Submandibularis adalah sepasang kelenjar yang terletak di rahang bawah, di atas otot digatrik. Produksi sekresinya adalah campuran serous dan mukous dan masuk ke mulut melalui duktus Wharton. Walaupun lebih kecil daripada kelenjar parotis, sekitar 70% saliva di kavum oral diproduksi oleh kelenjar ini.

Sublingualis (bawah lidah)


Kelenjar Sublingualis adalah sepasang kelenjar yang terletak di bawah lidah di dekat kelenjar submandibularis. Sekitar 5% air liur yang masuk ke kavum oral keluar dari kelenjar ini.

Rongga Mulut


Mulut adalah suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air pada manusia. Mulut biasanya terletak di kepala dan umumnya merupakan bagian awal dari sistem pencernaan lengkap yang berakhir di anus. Mulut terdiri dari gigi dan lidah.
Bagian-bagian yang terdapat dalam mulut:

Gigi (dens),

Gigi fungsinya untuk menggigit, mengunyah, mencabik. Gigi terdiri dari gigi seri, taring, susu dan geraham.

Lidah (lingua)

Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Berfungsi untuk:

  1. sebagai indera pengecap/perasa
  2. mengaduk makanan di dalam rongga mulut
  3. membantu proses penelanan
  4. membantu membersihkan mulut
  5. membantu bersuara/berbicara

Ludah (saliva) dihasilkan oleh kelenjar ludah

Di dalam lidah terdapat enzim amilase yaitu enzim yang mengubah zat tepung menjadi zat gula

Amandel


Amandel adalah sejenis kelenjar yang dibutuhkan tubuh sebagai penangkal utama bila ada serangan yang memasuki tubuh melalui saluran pernapasan dan
mulut.

Lidah


Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara. Juga membantu membolak balik makanan dalam mulut.

Esofagus (kerongkongan)


Esofagus atau kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada vertebrata yang dilalui sewaktu makanan mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung. Makanan berjalan melalui esofagus dengan menggunakan proses peristaltik.

Esofagus bertemu dengan faring – yang menghubungkan esofagus dengan rongga mulut – pada ruas ke-6 tulang belakang. Menurut histologi, esofagus dibagi menjadi tiga bagian: bagian superior (sebagian besar adalah otot rangka), bagian tengah (campuran otot rangka dan otot polos), serta bagian inferior (terutama terdiri dari otot polos).
Pada beberapa penyakit kronis seperti pada Sirosis Hati, pembuluh darah esofagus bisa mengalami pelebaran yang di sebut varises esofagus.

Pankreas


Pankreas adalah organ aksesoris pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan atau fungsi eksokrin serta menghasilkan beberapa hormon atau fungsi endokrin. Pankreas terletak pada kuadran kiri atas abdomen atau perut dan bagian kaput/kepalanya menempel pada organ duodenum. Produk enzim akan disalurkan dari pankreas ke duodenum melalui saluran pankreas utama.
Beberapa fungsi dari pankreas adalah :

  • Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucogen, yang menambah kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.
  • Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga merangsang hati untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya.

Lambung


Lambung adalah suatu kantong besar dan elastis di ujung kerongkongan. Fungsi lambung secara umum adalah tempat di mana makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-sari makanan diserap.

Sebuah cincin otot di ujung atas lambung yang disebut sphincter normalnya mencegah makanan kembali ke kerongkongan. Akan tetapi, jika lambung benar-benar terganggu, ia akan memaksa makanan melewati katup ini dan membuat kita muntah. Cincin otot lain yang disebut sphincter pylorus terletak di ujung bawah lambung mencegah makanan masuk ke usus sebelum siap dicerna lebih lanjut.

Saluran Pankreas


Saluran pankreas adalah saluran yang menghubungkan antara pankreas dan duodenum. Saluran/duktus pada pankreas ada dua macam, yaitu duktus pankreatis wirsungi dan santorini. Saluran ini berfungsi untuk membawa produk enzim yang di produksi oleh pankreas menuju duodenum. Saluran pankreas akan bergabung dengan saluran empedu kemudian memasuki duodenum melalui ampulla hepatopancreas. Saluran pankreas aksesoris, yaitu saluran pankreas yang lebih kecil daripada saluran pankreas utama akan mengosongkan isinya langsung pada duodenum yang terletak pada sisi proksimal saluran utama.

Hati


Hati (bahasa Yunani: ἡπαρ, hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

Kantung Empedu


Kantung empedu atau kandung empedu (Bahasa Inggris: gallbladder) adalah organ berbentuk buah pir yang dapat menyimpan sekitar 50 ml empedu yang dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan. Pada manusia, panjang kantung empedu adalah sekitar 7-10 cm dan berwarna hijau gelap – bukan karena warna jaringannya, melainkan karena warna cairan empedu yang dikandungnya. Organ ini terhubungkan dengan hati dan usus dua belas jari melalui saluran empedu.

Duodenum


Usus dua belas jari (bahasa Inggris: duodenum) adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz.

Panjang dari duodenum ± 25-38 cm, dimulai dari akhir pylorus lambung, disebelah kanan tulang belakang pada vertebra lumbal 1, kemudian membentuk C-shaped curve mengelilingi kaput pankreas dan akhirnya berhubungan dengan yeyunum disebelah kiri vertebra lumbal 2. Duodenum merupakan bagian paling proksimal, paling lebar, paling pendek, dan paling sedikit pergerakannya dari bagian usus halus lainnya. Duodenum dibagi menjadi 4 bagian:

  1. Bagian pertama / superior / bulbus duodeni / duodenal cap / D1
  2. Bagian kedua / vertikal / descenden/ D2
  3. Bagian ketiga / horizontal / tranversal/ D3
  4. Bagian keempat / obliq / ascending / D4

Saluran Empedu


Saluran empedu (Bahasa Inggris: bile duct) dalam istilah anatomi, adalah struktur-struktur berbentuk tabung panjang yang membawa empedu. Empedu diperlukan untuk pencernaan makanan dan disekresikan oleh hati melalui duktus hepatikus (hepatic duct). Saluran ini akan bergabung dengan duktus sistikus (cystic duct – membawa empedu keluar masuk kantung empedu) untuk membentuk suatu saluran empedu besar menuju usus.

Kolon


Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia, kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian kolon dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut dengan “kolon kanan”, sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan “kolon kiri”.

Panjang kolon adalah sekitar 5-6-kaki, bagian berbentuk U bagian dari seluruh usus besar (saluran cerna bagian bawah). Secara definisi, caecum (dan appendix) dan ano-rektum, yang juga merupakan bagian dari usus besar, tidak termasuk dalam kolon.
Usus besar berfungsi untuk:

  1. Menyerap air selama proses pencernaan.
  2. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
  3. Membentuk massa feses
  4. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh. Pengeluaran feses dari tubuh defekasi.

Kolon Transversum


Kolon Transversum adalah Usus Besar yang salurannya mendatar.

Kolon Ascenden


Kolon Ascendens adalah Usus Besar yang salurannya naik.

Kolon Descenden


Kolon Descendens adalah Usus Besar yang salurannya turun menuju anus.

Ileum


Ileum (usus penyerapan) adalah bagian akhir dari usus kecil. Bagian ini memanjang dari jejunum, bagian tengah dari usus kecil, ke pangkal usus besar. Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa).

Ileum melakukan beberapa fungsi penting. Selain membantu mengasimilasi vitamin B12 melalui reseptor khusus, sel-sel yang melapisi dindingnya mensekresikan enzim yang memfasilitasi pemecahan protein dan karbohidrat lebih lanjut. Ileum juga menyerap kembali garam empedu dan membantu mempertahankan tingkat garam empedu bagi pencernaan dan penyerapan lemak di usus kecil.

Sekum


Sekum (usus buntu) adalah suatu saluran tempat lewatnya makanan yang tidak dapat diserap oleh tubuh seperti bji-bijian yang akan ditransportasikan menuju ke umbai cacing (appendix).

Appendiks/Umbai Cacing


Appendix (usus buntu) merupakan tempat mikroorganisme untuk mencerna makanan yang berserat sehingga merubah dari enzim sellulosa menjadi enzim sellulase.

Rektum/Poros Usus


Rektum (Bahasa Latin: regere, “meluruskan, mengatur”) adalah organ terakhir dari usus besar pada beberapa jenis mamalia yang berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasi tidak terjadi, sering kali material akan dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.

Anus


Dalam anatomi, anus, dubur, atau lubang bokong (Latin: ānus) adalah sebuah bukaan dari rektum ke lingkungan luar tubuh. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter. Feses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi (buang air besar – BAB), yang merupakan fungsi utama anus. Anus sering dianggap sebagai bagian yang tabu oleh berbagai kelompok masyarakat.

Source: hedisasrawan blogspot

 

6 Organ Pencernaan Manusia

6 Organ Pencernaan Manusia dan Bagian-Bagiannya[3]

Organ pencernaan adalah alat penunjang sistem pencernaan pada manusia. Secara garis besar, terdapat 6 organ utama dalam sistem pencernaan yaitu mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Berikut adalah 6 organ pencernaan manusia beserta bagian-bagiannya. Langsung saja kita simak yang pertama:

1. Mulut

Mulut adalah pintu masuk makanan. Di dalam mulut terdapat lidah, rongga mulut, kelenjar ludah, dan gigi. Jadi fungsi mulut bermacam-macam yaitu menghancurkan makanan, mencerna makanan, mengecap rasa makanan, dan membantu menelan makanan. Di dalam mulut terjadi pencernaan mekanis (dengan gigi dan lidah) dan pencernaan kimiawi (dengan ludah yang mengandung enzim ptialin). Berikut adalah gambar anatomi mulut beserta bagian-bagiannya:

gambar anatomi mulut[11]

Mulut terdiri dari:

  1. Langit-langit
  2. Gigi
  3. Gusi
  4. Tulang langit-langit
  5. Pembuluh darah dan saraf langit-langit
  6. Amandel
  7. Lidah
  8. Anak lidah

2. Kerongkongan

Kerongkongan adalah penghubung antara mulut dan lambung. Kerongkongan disebut juga esofagus. Kerongkongan berbentuk tabung dan terdapat otot. Otot pada kerongkongan berfungsi untuk membawa makanan dari mulut ke lambung dengan menggunakan gerak peristaltik. Berikut adalah gambar anatomi kerongkongan beserta bagian-bagiannya:

kerongkongan[5]

Kerongkongan dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

  1. Bagian superior yang sebagian besar terdiri dari otot rangka.
  2. Bagian tengah yang terdiri dari campuran otot rangka (otot lurik) dan otot polos.
  3. Bagian inferior yang terdiri dari otot polos.

Organ Pencernaan Manusia yang Menyerap Banyak Nutrisi dari Makanan

Kita sudah mengetahui bahwa fungsi sistem pencernaan pada manusia adalah untuk menyerap banyak nutrisi dari makanan yang kita makan. Nah, di antara organ pencernaan tersebut ada yang berfungsi untuk merubah enzim supaya mudah dicerna, ada yang berfungsi sebagai penyerap nutrisi dari makanan, dan ada yang berfungsi sebagai alat pembuangan sisa makanan. Berikut adalah organ pencernaan manusia yang menyerap banyak nutrisi dari makanan. Langsung saja kita simak yang pertama:

  • Lambung
  • Usus Halus
  • Usus Besar
  • Umbai Cacing

3. Lambung

Lambung adalah organ pencernaan yang berfungsi untuk mencerna berbagai zat-zat makanan. Letak lambung berada di bawah sekat rongga badan. Di dalam lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan menggunakan enzim pepsin, enzim renin, enzim lipase, dan asam lambung (HCl). Berikut adalah gambar anatomi lambung beserta bagian-bagiannya:

lambung[3]

Lambung terdiri dari tiga bagian utama yaitu kardiak, fundus, dan pilorus. Di ujung bagian atas lambung yang berbatasan dengan kerongkongan terdapat sfingter yang berfungsi untuk menjaga makanan agar tidak keluar dari lambung dan dimuntahkan kembali. Sedangkan di bagian bawah yang berbatasan dengan usus dua belas jari disebut sfingter pilorus.

4. Usus Halus

Usus halus adalah tempat penyerapan sari-sari makanan. Disini juga terjadi proses pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim tripsin, enzim disakarase, enzim erepsin, dan enzim lipase. Sari-sari makanan diserap melalui jonjot-jonjot usus yang disebut vili. Seluruh sari makanan kecuali asam lemak dan gliserol diangkut melalui vena porta menuju ke hati. Sedangkan asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh limfa. Berikut adalah gambar anatomi usus halus beserta bagian-bagiannya:

usus halus[5]

Di usus halus juga terdapat duodendum (usus dua belas jari), jejunum, dan ileum.

5. Usus Besar

Usus besar adalah usus yang terbesar. Fungsi usus besar adalah untuk memilah kembali hasil pencernaan. Disini terjadi penyerapan air dengan jumlah yang terbesar daripada organ lain dan terjadi proses pembusukan sisa-sisa makanan dengan bantuan bakteri. Berikut adalah gambar anatomi usus besar beserta bagian-bagiannya:

usus besar[3]

Struktur usus besar terdiri dari:

  1. Usus buntu
  2. Kolon asedens (kolon naik)
  3. Kolon transversum (kolon datar)
  4. Kolon desendens (kolon turun)
  5. Rektum. Tempat menyimpan feses sebelum dikeluarkan melalui anus.

6. Anus

Anus atau dubur adalah penghubung antara rektum dengan lingkungan luar tubuh. Di anus terdapat otot sphinkter yang berfungsi untuk membuka dan menutup anus. Fungsi utama anus adalah sebagai alat pembuangan feses melalui proses defekasi (buang air besar). Berikut adalah gambar anatomi anus beserta bagian-bagiannya:

gambar anatomi anus[4]

Di anus terdapat otot sphinkter, rektum, dan vena. Fungsi otot sphinkter adalah untuk membuka atau menutup anus. Sedangkan fungsi rektum adalah untuk menyimpan feses sementara waktu.

Source: hedisasrawan blogspot

Opera Snapshot_2017-12-14_201409_hedisasrawan.blogspot.co.id

 

Beijing Maps 2018

Beijing Maps 2018 – Beijing China Map, Beijing Tourist Map

To help you have a better understanding about Beijing, and plan your Beijing tour easier, we have collected some very useful newest Beijing maps, including Beijing attractions map, Beijing city map, Beijing subway maps, etc, all of which are downloadable and printable.

beijing-attractions-map

Beijing Attractions Map

beijing-map-2010

Beijing City Map

beijing-road-map

Beijing road map

beijing-subway-map-new

Beijing subway map

great-wall-map

badaling-great-wall-map

mutianyu-great-wall-map

Beijing Great Wall map

forbidden-city-overall-map

Fobidden City Layout Map

summer-palace--map-full

Summer Palace Location Map

temple-of-heaven-location-full

Temple of Heaven Location Map

beijing-china-map-full

Beijing China Map

Source: chinadiscovery