Cara Kerja dan Resiko Efek Samping Dari KB Suntik


KHUSUS PASUTRI

ilustrasi-KB-suntik-696x348.jpg

Untuk Anda yang berminat untuk meggunakan alat kontrasepsi KB suntik, ada baiknya kalau terlebih dahulu memahami cara kerja serta risiko efek samping dari KB yang satu ini.

KB suntik merupakan salah satu metode kontrasepsi. Umumnya, cara kerja dari kontrasepsi yakni mencegah terjadinya pembuahan dengan menjaga sel sperma dan sel telur agar tidak bertemu. Selain itu ada juga cara lainnya yakni menghentikan produksi sel telur. KB suntik ini bekerja dengan cata keduanya.

Cara kerja KB ini, suntikan akan berisikan hormon progesteron. Suntikan untuk KB berisikan hormon progsteron. Hormon ini bersifat mengentalkan lendir di mulut rahim sehingga menghalangi sel sperma masuk ke rahim. Hormon yang disuntikkan ini sama dengan progesteron yang diproduksi tubuh wanita saat masa haid.

Saat menggunakan KB jenis ini, Anda mungkin tidak mengalami haid karena sifat hormon progesteron ini menghentikan produksi dan pelepasan sel telur. Kondisi rahim juga menjadi lebih tipis sehingga jika ada sel telur yng brhasil dibuahi, maka rahim tak mampu mendukung da kehamilan bisa dicegah.

KB-suntik (1)

KB Suntik

Efek samping dari suntik KB yang selama ini kerap terjadi adalah bertambahnya berat badan, peredaran darah tidak teratur, dan perubahan suasana hati yang berlangsung dengan cepat.

Selain itu juga sakit kepala dan nyeri payudara. Meski tidak pasti muncul pada setiap pengguna, nmun cukup banyak wanita yang mengeluhkan efek samping tersebut. Efek ini kemungkinan berlangsung sejak mendapatkan suntikan sampai efek obat KB habis.

Selain itu, beberapa efek samping lainnya yang perlu diwaspadai dan mungkin terjadi lantaran pemakaian KB ini adalah:

  • Kemungkinan kepadatan mineral tulang berkurang
    • Jika Ana menggunakan KB ini maka ada kemungkinan Anda berpotensi mengalami kehilangan kepadatan mineral tulang. Sehingga meningkatkan terjadinya risiko osteoporosis.
  • Tidak cepat subur kembali
    • Itu artinya Anda tidak bisa langsung merencanakan kehamilan setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi yang satu ini. Sebab setelah selesai menggunakan KB ini, mungkin ada penundaan pemulihan kesuburan kurang lebih sekitar 10 bulan setelah lepas KB.
  • Tidak melindungi infeksi penyakit menular
    • Penelitian membuktikan kalau KB hormonal seperti suntik, tidak dapat melindungi infeksi penyakit menular. Bahkan risiko terkena HIV atau Klamidia pada wanita cenderung meningkat. Sayangnya cenderung meningkatnya risiko ini tk diketahui secara pasti. Mungkin karena faktor hormonl atau bisa saja karena faktor perilaku pengguna KB tersebut.

Jika efek samping KB suntik dianggap mengganggi, disarankan untuk mencari alat kontrasepsi lin yang lebih sesuai.

By nonik – IndoWarta, August 30, 2017

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.