Jokowi Resmikan Kereta Bandara Soetta 2 Januari 2018

Eduardo Simorangkir – detikFinance. Selasa 19 Dec 2017, 18:57 WIB

a465948b-c8c0-4666-9174-0fc09f5778c4_169

Jakarta – Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang dibangun oleh PT Railink dipastikan akan beroperasi pada awal tahun depan atau lebih tepatnya 2 Januari 2018. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditanyakan mengenai jadwal pengoperasian kereta ini.

“Kereta bandara akan dioperasikan resmi oleh Presiden Jokowi pada 2 Januari 2018. Jadi kita serahkan kepada KAI untuk operasionalnya,” katanya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Dengan beroperasinya KA Bandara sehari setelah tahun baru, maka jadwal pengoperasiannya pun terhitung mundur satu bulan dari jadwal awal. Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pengoperasian sejatinya sudah bisa dilakukan pada tanggal 1 Desember 2017 lalu, namun adanya beberapa hal yang harus dikoordinasikan mengenai jalur yang dilewati membuat jadwal operasi pun harus ditunda.

“Mestinya tanggal 1 itu sudah bisa dioperasikan secara rutin. Komersialnya nanti saat diresmikan oleh pak Presiden Jokowi. Jadi ini semacam simulasi terhadap beberapa rangkaian-rangkaian baik yang di Jakarta maupun Soekarno Hatta dulu supaya matching,” katanya kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

Sementara Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pengoperasian KA Bandara menunggu perkerasan jalur baru yang dilewati oleh kereta agar kecepatannya bisa optimal saat beroperasi.

“Nanti kita tunggu waktu dari Presiden. Tapi karena tadi masih ada pembersihan sedikit, lalu pengerasan kestabilan jalur lintasannya, minimal 10 hari dari sekarang baru bisa selesai. Mungkin di atas tanggal 7 Desember,” katanya saat menjajal KA Bandara pada akhir November lalu.

PT Railink selaku operator kereta Bandara Soetta sendiri telah menyiapkan 10 trainset kereta Bandara Soekarno-Hatta dengan kapasitas 33.000 penumpang setiap harinya. Jadwal pengoperasian kereta akan tiba setiap 30 menit sekali, mulai dari pukul 3 dini hari hingga jam 11 malam.

(eds/zlf)

Proyek Strategis Jokowi yang Rampung Jadi 26

by Ardan Adhi Chandra – detikFinance. Rabu 20 Dec 2017, 15:21 WIB

360fca0e-5ff9-46af-a51e-d43bc4336bbe_169

Jakarta – Sebanyak 26 Proyek Strategis Nasional (PSN) telah selesai dibangun hingga 19 Desember 2017. Sebanyak 26 PSN yang telah selesai dibangun dengan rincian 20 diselesaikan di 2016 dan 6 proyek diselesaikan pada 2017.

Angka realisasi tersebut, bertambah 2 proyek dari perkembangan tanggal 14 Desember yang baru rampung 24 proyek.

Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Wahyu Utomo mengungkapkan sebanyak 26 proyek yang sudah selesai menelan dana investasi sebesar Rp 46,5 triliun. Selain itu, ada juga program 35.000 megawatt (MW) yang sudah beroperasi sebanyak 998 MW sebesar Rp 26,96 triliun, maka itu total 26 proyek ditambah dengan satu pogram ketenagalistrikan yang sudah beroperasi mencapai sekitar Rp 73 triliun.

Total project selesai 26 project Rp 46,5 triliun. 998 MW Rp 26,96 triliun, total semuanya Rp 73 triliun. Ini yang sudah selesai,” kata Wahyu dalam jumpa pers Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) di Penang Bistro, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017).

Adapun 6 proyek yang telah selesai di 2017 adalah

  1. Jalan Akses Tanjung Priok,
  2. PLBN Nanga Badau,
  3. PLBN Aruk,
  4. PLBN Wini,
  5. Tol Soreang-Pasirkoja
  6. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto

Dua proyek yang baru rampung beberapa waktu lalu yakni Jalan Tol Soreang-Pasirkoja, dan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto dengan nilai proyek keseluruhan mencapai Rp 13,1 triliun.

Sementara capaian untuk 35.000 MW hingga Desember 2017 sebanyak 998 MW beroperasi, 15.676 MW tahap konstruksi, 13.782 MW telah mendapatkan power purchase agreement (PPA) namun belum financial close, 3.163 MW dalam tahap pengadaan, dan 2.228 MW dalam tahap perencanaan.

35.000 MW, 998 MW sudah operasi sudah bisa digunakan oleh PLN dan bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Wahyu.

Selain itu, terdapat 145 proyek dan satu program yang sudah masuk tahap konstruksi, 9 proyek dalam tahap transaksi, 86 proyek dan 1 program dalam tahap penyiapan.

Dari 145 proyek tersebut, 37 di antaranya sudah beroperasi sebagian, seperti Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Jalan Tol Becakayu, KEK Tanjung Lesung, dan KEK Mandalika.

“Sebagian besar tahap konstruksi dan sebagian transaksi,” ujar Wahyu.

Sedangkan untuk 37 proyek yang masuk kategori proyek prioritas, hingga Desember 2017,

  • 20 proyek di antaranya telah memasuki tahap konstruksi,
  • 5 proyek dalam proses transaksi, dan
  • 12 proyek dalam tahap penyiapan.

Beberapa contoh proyek prioritas yang telah mencapai tahap konstruksi, antara lain

  • Jalan Tol Balikpapan-Samarinda,
  • MRT Jakarta fase I,
  • Palapa Ring Broadband,
  • PLTU Batang, dan
  • Tangguh LNG Train 3.

Proyeksi kemajuan PSN sampai dengan 2020, total proyek yang akan beroperasi sebanyak 170 proyek baik parsial maupun keseluruhan. Hal tersebut dengan tambahan proyek yang mulai beroperasi pada 2018 sebanyak 50 proyek, 2019 56 proyek, dan 2020 sebanyak 23 proyek. (ara/dna)