Rahasia Sukses Berhubungan Intim Pertama Kali Tanpa Rasa Sakit

KHUSUS PASUTRI


614ae6d0759f2e095fbe45391edd1cc9

Tak peduli apa latar belakang, usia, ataupun status Anda, berhubungan intim pertama kali adalah pengalaman yang bikin perasaan campur aduk. Bagi wanita terutama, salah satu hal yang sering dikhawatirkan soal seks pertama adalah rasa sakitnya. Jika selaput dara robek, pasti kita akan merasa sakit, bukan? Apa benar, berhubungan seks untuk pertama kalinya akan selalu terasa sakit? Bagaimana cara mencegahnya?

Apakah berhubungan intim pertama kali akan terasa sakit?

Banyak perempuan yang menganggap bahwa kehilangan keperawanan pasti akan terasa sakit. Padahal, tidak selalu seperti itu.

Reena Liberman, MS, seorang terapis seks, dikutip dari Her Campus, menjelaskan bahwa berhubungan seks pertama kalinya mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman atau seperti sedikit ditekan.

Pada beberapa wanita, seks yang pertama mungkin dapat merobek selaput daranya, yang menyebabkan bercak perdarahan selama dan setelah berhubungan seks. Hal ini wajar saja terjadi. Meski begitu, tidak semua selaput dara akan robek setelah pertama kali berhubungan seks.

Seks — entah itu untuk yang pertama atau yang kesekian kalinya — tidak seharusnya menyebabkan rasa sakit dan/atau perdarahan yang berlebihan. Jika Anda mengalaminya, ini mungkin menandakan suatu masalah tertentu.

Lalu, apa penyebab nyeri saat berhubungan seks?

Istilah medis untuk nyeri saat melakukan seks adalah dispareunia, yang didefinisikan sebagai nyeri pada alat kelamin yang terjadi sebelum, selama, dan setelah hubungan seksual. Jika Anda mengalami rasa sakit yang tak tertahankan selama berhubungan seks, ini dapat menandakan berbagai hal — mulai dari masalah fisik hingga kekhawatiran psikologis.

Dalam banyak kasus, Anda dapat merasa nyeri saat berhubungan intim yang pertama kalinya jika Anda tidak cukup “basah”, alias vagina kering karena kurang pelumas (baik itu pelumas vagina alami karena kurang terangsang atau tidak dibantu dengan pelumas seks pasaran).

Selain itu, stres, kecemasan, depresi, kekhawatiran tentang penampilan fisik, ketakutan akan hubungan seksual, konflik dalam hubungan, hingga trauma juga dapat berperan menyebabkan penurunan gairah yang pada akhirnya memengaruhi produksi cairan vagina, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit saat berhubungan seks.

Di luar dari dua penyebab umum di atas, nyeri saat berhubungan intim pertama kali dapat disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu seperti vaginismus, infeksi jamur vagina, penyakit kelamin, endometriosis, radang panggul (PID), hingga kista atau fibroid rahim.

Mencegah rasa sakit saat berhubungan intim pertama kalinya

Berhubungan seks di malam pertama bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan sangat memuaskan tanpa rasa sakit. Inilah beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

1. Santai saja

Pengalaman pertama memang akan selalu membuat Anda tegang dan gugup. Ditambah lagi dengan stres dan khawatir membayangkan apakah saya akan berhasil orgasme untuk pertama kalinya. Psstt… Bagi wanita, kemungkinan mengalami orgasme saat pertama kali melakukan hubungan seks sebenarnya tergolong rendah.

Susan Ernst, seorang dokter di Health Service Women’s Health Clinic di University of Michigan, mengatakan bahwa wajar saja untuk perempuan tidak mencapai orgasme saat berhubungan seks untuk pertama kalinya karena mereka sebelumnya tidak terbiasa berinteraksi intim dengan tubuhnya sendiri dan pasangannya. Kata Ernst, “Ketika wanita sudah merasa lebih nyaman dengan tubuhnya sendiri dan juga tubuh pasangan mereka, orgasme akan lebih mungkin terjadi.”

Oleh sebab itu, usahakan untuk bersikap rileks dengan cara ambil napas dalam-dalam lalu hembuskan sebelum Anda naik ke ranjang dan buang jauh-jauh segala kekhawatiran yang ada di benak Anda. Akan ada banyak hal tidak terduga yang bisa terjadi saat seks pertama. Apapun itu, jangan berharap terlalu tinggi pada pengalaman malam pertama Anda. Biarkan pengalaman seks pertama ini berjalan apa adanya.

2. Bilang ke pasangan

Jika Anda mulai mengalami rasa sakit selama berhubungan seks, segera hentikan dan bicarakan dengan pasangan Anda. Ini dapat menandakan bahwa Anda tegang dan gugup.

Tanpa komunikasi, Anda akan sulit mencapai kenikmatan saat bercinta. Selalu utarakan pendapat Anda kepada pasangan mengenai apa yang membuat Anda nyaman dan apa yang tidak. Jika Anda merasa sakit, tidak perlu sungkan untuk memberi tahu pasangan agar memperlambat atau mengubah gerakannya.

3. Ganti posisi bercinta

Rasa sakit saat berhubungan intim pertama kalinya bisa disebabkan oleh posisi seks yang kurang nyaman atau kecepatan penetrasi yang terlalu dalam, kencang, atau terburu-buru. Anda bisa coba ubah gaya bercinta yang lebih nyaman. Misalnya Anda yang duduk di atas pria (woman on top) supaya bisa lebih mengendalikan kedalaman penetrasinya.

4. Buat foreplay lebih lama

Rasa sakit biasanya terjadi karena penetrasi penis yang terlalu dini saat Anda belum sepenuhnya terangsang. atau belum benar-benar siap. 

Luangkan juga waktu yang lebih lama untuk sesi foreplay agar Anda dan pasangan sama-sama dapat bersantai dan membangun gairah sebelum aksi utamanya dimulai. Saat foreplay, Anda bisa meminta pasangan untuk menyentuh bagian tubuh Anda yang sensitif agar mudah terangsang.

5. Gunakan pelumas

Beberapa wanita mungkin saja tidak cukup memproduksi cairan vagina alami, terutama pada wanita usia menopause. Untuk menyiasati hal ini, Anda bisa menggunakan pelumas seks. Namun jangan asal memakai produk pelumas. Pilihlah produk pelumas yang aman bagi kesehatan wanita. Tanyakan dahulu kepada dokter produk apa yang cocok untuk Anda.

 

Source: Oleh Andisa Shabrina . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Ini Penyebab Tak Boleh Melakukan Seks Oral Setelah Penetrasi

KHUSUS PASUTRI


HS_oral-s

Ada beberapa jenis seks yang bisa dilakukan oleh Anda dan pasangan. Penetrasi (penis masuk ke vagina) dan seks oral merupakan pilihan yang bisa Anda lakukan. Akan tetapi, Anda dan pasangan sebaiknya tidak langsung seks oral setelah melakukan penetrasi ke vagina. Ada risiko kesehatan yang bisa menyerang Anda berdua. Apa risikonya? Simak di sini.

Apa itu seks oral?

Seks oral adalah aktivitas seksual yang melibatkan penggunaan mulut atau lidah untuk merangsang penis atau vagina pasangan.

Seks oral merupakan jenis seks yang paling aman dilihat dari kemungkinan terjadinya kehamilan. Namun, Anda juga harus hati-hati karena seks oral rentan menyebarkan penyakit infeksi menular seksual. Bagaimana tidak?

Seks oral akan membuat mulut mengalami kontak langsung dengan kulit, dan cairan tubuh (air mani, cairan vagina, darah, urin) yang memang menjadi sumber utama penyebaran segala virus dan bakteri penyakit.

Risiko kesehatan jika langsung seks oral setelah penetrasi ke vagina

Setelah melakukan penetrasi, tentunya penis dan vagina akan dipenuhi oleh berbagai cairan tubuh. Selain air mani yang mengandung sperma dan cairan vagina yang masih bertebaran di sekitar alat kelamin, darah pun mungkin keluar setelah melakukan penetrasi ke vagina. Semua cairan ini merupakan sumber dari bakteri atau virus yang bisa masuk melalui mulut jika melakukan penetrasi, kemudian langsung dilanjutkan dengan seks oral. 

Risiko tertularnya berbagai infeksi menular seksual alias penyakit kelamin akan meningkat jika kondisi vagina dan penis masih dipenuhi cairan setelah berhubungan intim dengan penetrasi.

Bakteri dan virus yang bisa masuk sangat mungkin membawa penyakit kelamin. Penyakit yang bisa ditularkan dari seks oral adalah herpes genital dan oral, gonore, sifilis, serta klamidia

Infeksi bakteri dari klamidia, sifilis, atau gonore bisa terjadi di mulut atau tenggorokan. Herpes juga bisa terjadi di mulut (herpes oral) atau di kemaluan (herpes genital).

Ditambah lagi, penularan akan lebih mudah terjadi jika mulut pasangan Anda mengalami luka atau berdarah. Kontak antara luka di mulut dengan cairan tubuh yang mengandung bakteri atau virus semakin mudah masuk ke dalam tubuh dan menyerang Anda.

Kondisi penularan ini memang tidak berlaku untuk semua orang. Khususnya akan berbahaya untuk orang yang memang sudah mengalami penyakit infeksi menular seksual ini. Namun, untuk menjaga keamanan, sebaiknya hal ini tidak dilakukan.

Lebih baik break dulu untuk beberapa saat sebelum mulai ke ronde berikutnya

Ketika berhubungan intim, Anda tentu ingin memberikan kenyamanan dan kenikmatan bagi pasangan, bukan? Kondisi kebersihan sebelum seks oral sangat menentukan kenyamanan ini.

Maka, manfaatkan alasan kesehatan ini sebagai waktu jeda. Bukan berarti dalam sehari Anda tidak boleh melakukan dua jenis seks ini sama sekali, kok. Anda dan pasangan hanya perlu bersabar sebentar dan membersihkan diri masing-masing. Baru setelahnya Anda dan pasangan bisa melanjutkan sesi panas yang tentu jadi lebih menggairahkan. 

Jadi, jangan langsung seks oral dan melancarkan aksi-aksi yang berisiko dengan mulut atau lidah Anda.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan seks oral dengan pasangan:

  • Lakukan setelah alat kelamin sudah benar-benar bersih.
  • Gunakan kondom dan langsung ganti kondom sebelum mulai ronde kedua.
  • Pastikan kondisi mulut tidak ada luka atau berdarah.
  • Jangan melakukan seks oral jika pasangan sedang dalam masa pengobatan penyakit menular seksual.
  • Perhatikan area kemaluan pasangan Anda. Jika terdapat luka kecil pun Anda harus hati-hati. Dikhawatirkan ini bisa menjadi tanda awal infeksi dari bakteri atau virus.
  • Perhatikan kondisi kesehatan Anda dan pasangan utnuk memastikan apakah bebas dari penyakit menular seksual.

 

Source: Oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji . Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

 

Di Waktu Inilah Wanita Akan Paling Merasa Paling Bergairah

KHUSUS PASUTRI


1e374ba6-b623-4f56-a56a-14bdb956e3db_large

Nafsu seks wanita diatur salah satunya oleh siklus menstruasi. Itu sebabnya gairah seksual wanita biasanya lebih tinggi pada masa paling suburnya alias masa ovulasi. Namun terlepas dari itu, gairah seks setiap orang bisa meningkat kapan saja ketika dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya. Penasarankah Anda kapan waktu tepatnya wanita merasa paling bergairah dalam satu hari? Psstt… Jangan tutup artikel ini kalau ingin tahu jawabannya!

Dalam jangka waktu 24 jam, kapan nafsu seks wanita akan paling tinggi?

Baik pria dan wanita ternyata memiliki waktu peningkatan gairah seks yang berbeda. Dilansir dari Shape, survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan sex toys internasional, Lovehoney, membuktikan teori tersebut setelah melibatkan hampir lebih dari 2 ribu orang dewasa. Mereka menemukan bahwa waktu pria dan wanita merasa paling bergairah ternyata berseberangan satu sama lain.

Penelitian tersebut mengklaim bahwa pria pada umumnya merasa sangat bergairah dan lebih menginginkan seks di pagi hari. Kebalikannya, nafsu seks wanita akan memuncak di malam hari. Yang lebih mengejutkannya lagi, penelitian ini juga turut mengungkapkan waktunya secara mendetail.

Rata-rata pria lebih ingin berhubungan seks di pagi hari sekitar pukul 6 sampai 9 pagi, dengan puncak gairah seksualnya ada di pukul 8 pagi. Gairah seksual wanita rata-rata memuncak di sekitar tengah malam, tepatnya pukul 23:21. Namun, wanita lebih menyukai untuk bercinta di antara pukul 11 malam sampai 2 pagi dini hari.

Selain saat ovulasi dan di jam-jam tertentu, nafsu seks wanita juga akan memuncak selama sedang menstruasinya dan di trimester kedua kehamilan.

image-20160701-30627-qkz7b9

Apa yang memengaruhi ini?

Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan perbedaan “zona waktu” gairah seks antara pria dan wanita. Yang pasti ini bukanlah hal yang mutlak dialami setiap orang. Naik-turunnya gairah seks seseorang sebagian besar dipengaruhi oleh hormon. Namun memang, hormon testosteron, yang berperan terhadap nafsu seks baik pada pria juga wanita, dilaporkan bekerja jauh lebih cepat pada pria ketimbang wanita.

Perbedaan zona waktu ini juga dipengaruhi oleh bagaimana pria dan wanita memandang seks itu sendiri. Masih dilansir dari laman Shape, Allison Hill, M.D., seorang spesialis kandungan (SpOg) di Good Samaritan Hospital Los Angeles dan rekan penulis The Mommy Docs’ Ultimate Guide to Pregnancy and Birth, pria lebih fleksibel soal waktu dan lebih proaktif untuk mencari cara melampiaskan nafsu seksnya dibanding wanita.

Ada banyak hal yang dapat memengaruhi nafsu seks wanita. Mekanisme libido perempuan itu sangat rumit, meski sebagian besarnya dipengaruhi oleh faktor psikologis. Wanita pada umumnya butuh waktu yang lebih lama dan cara yang lebih beragam untuk membangun mood bercinta. Stephanie Buehler, Ph.D, penulis buku What Every Mental Health Professional Needs to Know about Sex bahkan menyatakan bahwa wanita bisa tidak merasa bergairah untuk berhubungan seks sampai setelah mereka memulai foreplay dengan pasangannya.

Beberapa wanita mungkin akan lebih cepat tanggap untuk menjemput bola ketika tingkat kepercayaan dirinya sedang sangat tinggi dan merasa dirinya seksi dan cantik. Mood yang baik membuat wanita lebih terbuka untuk berhubungan seks tanpa melihat waktu, karena di saat itulah ia merasa paling bergairah.

Untuk menyiasati “jet lag” waktu bercinta yang berbeda antara Anda dan pasangan, mengapa tidak coba menjadwalkan seks saja guna menemukan titik tengah waktu bercinta yang paling ideal untuk Anda berdua?

Source: Oleh Widya Citra Andini . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

5 Posisi Bercinta Terbaik Setelah Punya Anak

KHUSUS PASUTRI


156040-160582

Banyak pasangan yang merasa kehidupan seksnya semakin hambar setelah punya anak. Wajar sih, karena keseharian Anda yang tadinya hanya berdua kini sudah disibukkan oleh kehadiran si malaikat kecil. Dilansir dari Women’s Health Magazine, Mary Jane Minkin, M.D., spesialis kandungan (SpOG) sekaligus profesor ilmu reproduksi di Yale University School of Medicine, mengatakan bahwa rutinitas seks setelah melahirkan bisa berbeda. Selain karena bertambahnya anggota keluarga, melahirkan juga mengubah fisik — terutama perempuan — yang bisa menurunkan kepercayaan diri dan gairah seksual.

Tenang. “Musim kemarau” seks setelah punya anak tidak harus Anda alami. Intip posisi bercinta terbaik setelah melahirkan yang bisa Anda tiru bersama pasangan untuk membangkitkan kembali gairah bercinta.

Kapan waktu yang tepat untuk berhubungan seks setelah melahirkan?

Waktu yang ideal untuk kembali berhubungan seks setelah punya anak berbeda-beda untuk setiap pasangan. Biasanya tiga hingga enam minggu setelah persalinan, Anda dan pasangan sudah bisa berhubungan seks lagi. Beberapa wanita mungkin butuh waktu yang lebih lama. Yang pasti, Anda harus tunggu sampai perdarahan (lokia) dan nyerinya berhenti jika habis melahirkan normal, atau sampai jahitan caesar memulih dan ukuran rahim yang tadinya besar kembali ke ukurannya semula.

Setiap wanita pada dasarnya memiliki tingkat kesiapan yang berbeda-beda soal seks setelah melahirkan. Ada yang berhubungan seks enam minggu setelah melahirkan dan tidak mengeluhkan apa pun. Namun, ada juga yang baru bercinta lagi setelah dua bulan tapi masih merasa tidak nyaman. Maka, penting bagi Anda dan pasangan untuk mengukur sendiri kesiapan masing-masing. Tidak ada keharusan tertentu untuk segera berhubungan seks setelah melahirkan.

Posisi terbaik untuk bercinta setelah punya anak

Keputusan untuk kapan kembali berhubungan seks setelah punya anak sejatinya tergantung dari kesiapan Anda dan pasangan. Akan tetapi jika Anda ingin coba untuk memanaskan kembali kobaran api gairah yang memadam, lima posisi bercinta ini paling direkomendasikan untuk pasangan yang baru punya anak.

1. Woman on top

Gaya bercinta ini membutuhkan pria berbaring telentang, sementara wanita akan duduk di atas pria sambil mengatur gerakan serta kecepatan penetrasi sesuai dengan kenyamanan pribadi. Selain itu, posisi ini juga memungkinkan penis langsung merangsang klitoris yang dapat menjamin kepuasan bercinta untuk wanita. Sebagai alternatifnya, pria bisa duduk bersandar dengan menggunakan bantalan di belakang punggung sambil mendekap pasangan.

2. Misionaris

Gaya misionaris dilakukan dengan cara wanita berbaring telentang berhadapan dengan pasangan laki-laki yang melakukan penetrasi dari atas tubuh wanita. Posisi ini merupakan posisi bercinta klasik dan paling intim karena melibatkan tatapan mata hangat serta belaian memikat, yang dapat menguatkan ikatan batin antara Anda dan pasangan.

Selain itu, Anda bisa memodifikasi dengan cara berbisik, mencium mesra, hingga menggigit nakal leher pasangan untuk semakin membakar gairahnya. Posisi misionaris pas untuk memperlama durasi bercinta yang nikmat dan menyenangkan.

3. Spooning atau menyamping

Posisi kelonan bisa menjadi alternatif terbaik sebagai posisi seks setelah punya anak. Spooning adalah pilihan posisi berhubungan intim paling pas bagi mereka yang menikmati seks yang santai, lambat, dan lebih intim. Caranya, Anda dan pasangan berbaring berdampingan menghadap ke arah yang sama. Pada umumnya pria akan “masuk dari belakang” sambil mendekap pasangannya.

Spooning membantu Anda meminimalisir rasa sakit saat berhubungan seks setelah melahirkan. Jika pria kesulitan untuk penetrasi atau bergerak, gunakan bantal untuk membantu mengangkat panggul. Ketika berhubungan dalam gaya bercinta spooning, wanita bisa mengangkat salah satu kakinya ke arah perut dan yang satunya sedikit diluruskan ke depan untuk memudahkan akses pria melakukan penetrasi.

Posisi mendekap ini dapat menciptakan keintiman spesial di antara Anda berdua karena kelonan membantu otak melepaskan lebih banyak hormon oksitosin yang membuat Anda dan pasangan merasa lebih bahagia.

4. Masturbasi bersama

Masturbasi bersama adalah posisi berhubungan intim yang bebas stres, mudah, dan menyenangkan. Masturbasi sering kali dinomorsekiankan sebagai posisi berhubungan intim, mungkin karena banyak orang tidak menganggap aktivitas tersebut sebagai seks ‘nyata’ kecuali ada penetrasi yang terlibat. Padahal, masturbasi bersama adalah cara yang bagus untuk belajar tentang hasrat dan kesenangan masing-masing sekaligus menikmati orgasme yang memuaskan.

“Posisi ini bisa sangat membantu dalam situasi khusus, di mana kedua belah pihak tidak merasa siap untuk berhubungan seks penetratif, atau yang belum/tidak mampu secara fisik (yang wajar dialami perempuan setelah melahirkan), namun tetap ingin terlibat dalam kegiatan seksual bersama-sama,”kata dr. Martha Tara Lee, seksologis klinis yang praktek di Eros Coaching.

Pasalnya, Anda masing-masing akan “mengurus” diri sendiri. Jadi tidak akan ada tekanan untuk tampil sempurna. “Masturbasi bersama dapat digunakan sebagai foreplay maupun menu utama,” lanjutnya. Alternatifnya, Anda bisa bertukar memberikan handjob untuk masing-masing.

5. Seks oral

Penetrasi tidak menjadi hal yang wajib dalam setiap hubungan intim. Seks oral bisa menjadi pilihan yang baik ketika Anda ingin bermesraan, tapi masih merasa nyeri untuk penetrasi penuh. Anda bisa melakukannya dengan berbaring santai dan biarkan pasangan merangsang klitoris dan bagian sensitif Anda lainnya.

Apapun posisi yang Anda pilih untuk berhubungan seks setelah melahirkan, yang terpenting ialah Anda dan pasangan dapat membangun kembali keharmonisan serta keintiman yang mungkin memudar selama masa kehamilan.

Source: Oleh Widya Citra Andini  . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

 

Benarkan Ukuran Vagina Menentukan Seberapa Hebatnya Orgasme Wanita?

KHUSUS PASUTRI


shutterstock_739909162

Katanya, vagina yang sudah melar bisa membuat seks tidak lagi terasa enak bagi laki-laki dan perempuan itu sendiri. Itu sebabnya banyak perempuan yang mencari berbagai macam cara untuk kembali merapatkan vagina demi mendapatkan kepuasan seksual yang diidamkan. Benarkan besar kecilnya bentuk vagina seorang wanita bisa memengaruhi kepuasan seksual semua orang yang terlibat dalam hubungan seks tersebut?

Bentuk vagina menentukan kepuasan seksual, benar atau tidak?

Banyak yang percaya kalau bentuk vagina itu pada awalnya sangat ketat, dan ketika sudah berhubungan seks lama-lama vagina akan melar karena sudah dimasuki penis. Anggapan ini salah besar. Yang perlu lebih dulu dipahami adalah, sebenarnya ukuran dan bentuk vagina setiap wanita bisa berbeda-beda.

Para ahli menemukan bahwa kedalaman liang vagina rata-rata adalah sekitar 10 cm, dengan lebar liang vagina rata-rata bisa sekitar 2.1-3.5 cm. Lebar liang vagina yang terlalu sempit (hanya sekitar 2 cm) memang dapat menyebabkan wanita merasa nyeri saat berhubungan seks, sehingga mungkin memengaruhi kepuasan seksualnya. Vagina yang terlalu rapat bahkan bisa menjadi pertanda Anda mengalami vaginismus.

Bagaimana dengan vagina yang sudah kendur? Tidak ada patokan yang dibuat dalam dunia medis untuk menentukan seberapa ketat atau kendurnya vagina perempuan. Jangan salah. Pasalnya, meski memang vagina kendur lebih sering dialami oleh perempuan yang sudah pernah melahirkan, vagina perempuan yang masih “perawan” pun juga bisa mengendur. Mengendurnya vagina adalah respon alami tubuh tanda bahwa seorang wanita sebenarnya telah terangsang dengan baik, sehingga penetrasi akan lebih mudah dilakukan dan tidak terasa sakit.

Sampai saat ini masih sedikit penelitian medis yang dapat membuktikan bahwa ukuran dan bentuk vagina wanita berpengaruh pada kemampuannya untuk mencapai orgasme. Bahkan sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal International Urogynecology tahun 2011 menunjukan bahwa ukuran vagina sama sekali tidak memengaruhi gairah dan aktivitas seksual perempuan.

Terlebih, ada banyak faktor lainnya yang bisa memengaruhi kepuasan seksual perempuan agar bisa mencapai orgasme. Mulai dari rasa percaya dan keintiman dengan pasangan, seberapa jauh ia sudah terangsang, rangsangan apa saja yang ia terima, dan berbagai masalah psikologis lainnya.

Tidak semua orgasme wanita bisa dicapai lewat penetrasi vagina

Selama ini kita menganggap bahwa orgasme wanita hanya bisa dicapai lewat penetrasi penis ke dalam vagina. Padahal berdasarkan sebuah penelitian yang dikutip oleh Medical Daily, hanya ada kurang dari 25% perempuan yang mengaku mengalami orgasme lewat seks penetratif penis.

Ketimbang pusing memikiran ukuran dan bentuk vagina Anda, mengapa tidak melihatnya dari sudut pandang baru. Ada banyak cara bagi perempuan untuk meraih orgasme. Salah satunya adalah dengan rangsangan klitoris, sebuah tombol seks yang sedikit tersembunyi di dekat lubang vagina. malah, ada lebih banyak wanita yang merasa lebih mudah berorgasme lewat stimulasi klitoris.

Ya, klitoris adalah titik rangsangan yang bisa memicu adanya orgasme. Pasalnya ada sekitar delapan ribu titik saraf yang bermukim di klitoris wanita. Meski masih pro dan kontra, orgasme memang dapat dicapai dengan merangsang klitoris, baik secara tidak langsung lewat posisi seks tertentu saat penetrasi penis menyenggol klitoris, atau dengan rangsangan langsung misalnya dengan permainan tangan atau seks oral.

Jangan terlalu pusing mengkhawatirkan ukuran vagina Anda

Dilansir dalam laman WebMD, Christoper Tarnay, MD seorang direktur divisi Female Pelvis Medicine and Reconstructive Surgary dari UCLA Medical Center mengatakan, terkadang wanita terlalu takut akan kondisi vaginanya. 

Padahal, setiap wanita memiliki karakteristik vagina nya masing-masing. Selama tidak ada masalah kesehatan yang timbul, tidak masalah seperti apa bentuk vagina Anda. Namun jika ada yang Anda khawatirkan dengan rasa sakit, ketidaknyamanan atau perdarahan saat berhubungan seks, segera temui dokter Anda.

Pada dasarnya untuk Anda bisa mendapatkan kepuasan seksual yang hakiki, hubungan seks yang ideal haruslah didukung dengan ikatan emosional yang kuat dengan   pasangan,  suasana yang  nyaman, dan tidak melupakan  foreplay  (pemanasan).

Source: Oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

 

 

Setelah Ejakulasi, Harus Tunggu Berapa Lama Sampai “Kuat” Lagi?

KHUSUS PASUTRI


shutterstock_730313104

Ketika sedang dibanjiri gairah, Anda dan pasangan mungkin berencana untuk berhubungan intim beberapa kalidalam semalam.  Terutama bagi pasangan yang sedang berbulan madu. Akan tetapi, para pria mungkin khawatir kalau mereka tidak bisa langsung lanjut berhubungan seks lagi (babak kedua) setelah orgasme yang pertama. Hal ini mungkin juga membuat wanita bertanya-tanya, kapan suami kuat lagi untuk bercinta setelah babak pertama. Daripada menebak-nebak, simak dulu penjelasan berikut ini.

Berapa lama laki-laki bisa ereksi lagi setelah ejakulasi?

Dr. Richard K Lee dari Weill Cornell Medicine mengatakan bahwa laki-laki memang tidak seperti wanita dalam melakukan seks. Untuk siap mencapai orgasme berikutnya, laki-laki butuh waktu. Memang tidak ada data pasti yang menujukan berapa lama jeda waktu yang dibutuhkan laki-laki agar bisa “kuat” lagi sampai ejakulasi setelah orgasme yang pertama. Namun, diduga kisarannya sangat berbeda-beda antar laki-laki.

Waktunya berkisar antara 30 menit hingga 24 jam. Namun, tidak ada patokan waktu yang bisa dikatakan normal karena tidak ada data penelitian yang bisa membuktikannya. Karena itu, Anda tidak perlu khawatir jika butuh waktu yang cukup lama sampai keperkasaan Anda atau suami kembali lagi.

Faktor yang memengaruhi waktu ereksi

Usia

Dilansir dalam laman Men’s Health, penelitian dalam Journal of Sexual Medicine menguak bahwa semakin bertambah usia, maka waktu ereksi selanjutnya setelah orgasme yang pertama akan semakin lama.

Pria muda yang berusia 20-an memiliki kemampuan ereksi yang cukup kuat untuk melakukan hubungan intim hingga dua babak atau lebih. Bahkan beberapa menit setelah berhubungan seks, pria usia 20-an akan lebih cepat pulih. Menurut seorang pakar kesehatan seksual dan psikolog asal Afrika Selatan, Marelize Swart, pria usia 20-an mungkin hanya memerlukan waktu 15-30 menit untuk mencapai orgasme berikutnya.

Hormon tidak seimbang

Selain faktor usia, diduga ada peran hormon prolaktin. Setelah seorang pria mencapai puncak orgasmenya, terjadi lonjakan hormon prolaktin. Lonjakan ini yang bisa berkontribusi memberikan efek penghambat gairah dan ejakulasi.

Richard K Lee, MD menduga beberapa gaya hidup juga dapat memengaruhi semakin lama jarak antara orgasme pertama dan kedua. Meminum alkohol atau masturbasi secara teratur dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkan seorang laki-laki untuk mengisi ulang kekuatan seksnya.

Namun jika seorang pria baru bisa berhari-hari untuk membangun kembali orgasmenya, sebaiknya konsultasikan ke dokter Anda. Bisa jadi ada faktor lain yang memengaruhi. Faktor seperti stres, efek samping pengobatan, atau adanya gangguan jantung bisa memengaruhi terjadinya disfungsi ereksi alias impotensi.

5-Tips-Mengatasi-Rasa-Malu-Saat-Berhubungan-Seks

Jika keduanya masih kuat, tidak perlu menunggu lagi

Dilansir dalam kinsey confidental, Debby Herbenick, PHD, MPH dosen dari Indiana University School of Public Health-Bloomington menyatakan jika kedua orang merasa nyaman dan langsung siap melakukan babak kedua, sebenarnya tidak masalah.

Memang pada dasarnya dibutuhkan waktu untuk mengembalikan kekuatan seorang laki-laki, tetapi bagi beberapa orang ada juga yang bisa langsung. Akan tetapi, jika pasangan Anda merasa sakit dan tidak nyaman, sebaiknya Anda menunda babak kedua sampai suami kuat lagi atau bahkan lanjut keesokan harinya. 

Apakah bahaya kalau langsung lanjut babak kedua?

Hubungan seks bukan seperti pertandingan olahraga yang memerlukan waktu istirahat yang pasti antara babak pertama, babak kedua, hingga babak final. Tidak ada aturan yang pasti jika bicara soal seks. Tidak ada risiko kesehatan juga jika berhubungan seks langsung antara babak satu dan dua.

Semuanya tergantung pada apa yang diinginkan Anda dan pasangan. Ada yang memilih sekali langsung selesai, ada juga yang memilih untuk lanjut lagi, seperti maraton. Jadi, tentu hanya Anda yang bisa menjawabnya sendiri dengan pasangan kapan bisa lanjut lagi ke babak kedua. 

Source: Oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Bolehkah Berhubungan Seks Setelah Melakukan Pap Smear?

KHUSUS PASUTRI


Bolehkan-Berhubungan-Seks-Setelah-Melakukan-Pap-Smear

Pap smear merupakan tes pemeriksaan wajib dilakukan wanita di usia dewasa, terlebih saat Anda telah menikah atau sudah aktif secara seksual. Ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebelum atau sesudah pap smear, salah satunya adalah berhubungan intim. Peraturannya, Anda diwajibkan untuk tidak melakukan hubungan seks satu hari sebelumnya. Namun, kalau sudah pap smear, apa sudah boleh bercinta lagi dengan pasangan? Berikut jawabannya. 

Apa itu pap smear?

Sebelum Anda mengetahui kapan diperbolehkan berhubungan seks setelah pap smear, ada baiknya ketahui dulu penjelasan mengenai tes untuk wanita ini. Pap smear adalah tes yang dilakukan untuk mencari perubahan dalam sel-sel serviks (leher rahim) yang dapat menunjukkan gejala-gejala kanker serviks atau kanker leher rahim.

Selama tes, sebuah alat kecil akan dimasukkan ke dalam vagina Anda. Ini bertujuan untuk mengambil sampel kecil dari sel-sel pada permukaan leher rahim. Sampel tersebut kemudian disebar pada slide (Pap smear) atau dicampur dalam fiksatif cair (sitologi berbasis cairan).

Lalu sampel akan dikirim ke laboratorium untuk diteliti di bawah mikroskop. Sel diperiksa untuk kelainan yang mungkin menunjukkan perubahan sel abnormal, seperti displasia atau kanker leher rahim.

Selain itu pap smear biasanya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan panggul. Seluruh wanita dianjurkan untuk melakukan pap smear pada usia 21 tahun. Tes pap ini dilakukan untuk mendeteksi dini adanya kanker leher rahim. Wanita usia 21-29 tahun dianjurkan untuk melakukan tes ini setiap tiga tahun, tanpa disertai tes Human papillomavirus (HPV).

Lalu, bolehkah melakukan hubungan seks setelah pap smear?

Berhubungan seks setelah pap smear boleh saja dilakukan. Akan tetapi, hal ini berlaku ketika tidak ada kondisi kesehatan vagina yang terjadi setelah tes pap, seperti perdarahan. Vagina mengeluarkan darah setelah berhubungan seks masih terbilang normal dan umum terjadi. Hal ini belum tentu disebabkan oleh pap smear itu sendiri. 

Namun, kalau memang Anda mengalami perdarahan setelah tes, ada baiknya Anda tidak melakukan hubungan seks terlebih dahulu. Selama mengalami perdarahan sehabis tes, gunakan pembalut. Penting juga untuk menghindari pemakaian tampon, berhubungan seks, ataupun berenang.

Jika perdarahan setelah pemeriksaan masih berlanjut dan semakin parah, segera hubungi dokter Anda. 

Di samping itu, seks setelah pap smear tidak dianjurkan apabila sebelum pap smear Anda memang sudah mengalami gejala-gejala dan mencurigai penyakit kelamin tertentu. Untuk mencegah penularan penyakit kelamin, sebaiknya tunggu dulu sampai hasil pap smear Anda keluar.

Perhatikan hal berikut ini sebelum melakukan pap smear

Tidak banyak hal yang dilarang setelah melakukan pap smear. Hal ini juga dipertimbangkan dengan kondisi kesehatan Anda setelah melakukan tes Pap. Namun, ada baiknya Anda memerhatikan beberapa hal yang harus Anda persiapkan sebelum melakukan pap smear. Ini berguna untuk memaksimalkan keakuratan hasil tes. Hal tersebut yaitu:

  • Tidak berhubungan seksual dua hari sebelum pap smear.Tidak membersihkan vagina dengan douche atau sabun kewanitaan dua hari sebelum pap smear.
  • Cukup bersihkan vagina Anda dengan air hangat.
  • Hindari kontrasepsi vagina seperti busa, krim, atau jeli yang diletakkan di vagina dua hari sebelum pap smear.
  • Hindari juga penggunaan obat-obatan untuk vagina (kecuali yang diresepkan dokter Anda) dua hari sebelum pap smear.
  • Kosongkan kandung kemih Anda sebelum melakukan pap smear.

Anda juga harus memberi tahu dokter sebelum melakukan pap smear, jika Anda:

  • Sedang mengonsumsi obat-obatan, misalnya pil KB yang mengandung estrogen atau progestin. Obat tertentu dapat memengaruhi hasil tes.
  • Pernah melakukan pap smear sebelumnya dan hasilnya tidak normal.
  • Anda sedang hamil.

Source: Oleh Novita Joseph . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

 

 

Tips Seks Sehat Bagi Penderita Gangguan Asam Lambung

KHUSUS PASUTRI


shutterstock_570195187

Apakah Anda pernah mengalami perut perih akibat asam lambung naik? Hati-hati, sebab kondisi tersebut dapat mengganggu kehidupan seks Anda. Ya, mengalami asam lambung yang naik pasti membuat Anda tidak nyaman. Lalu bagaimana jika hal ini terjadi saat berhubungan seks? Apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya?  

Kenapa asam lambung bisa naik ketika berhubungan seks?

Asam lambung naik atau gastroesophagal reflux (GERD) merupakan kondisi di mana cairan lambung Anda melonjak naik hingga mencapai tenggorokan. Tidak jarang kondisi ini menimbulkan berbagai gejala dan gangguan kesehatan seperti sensasi panas pada ulu hati (heartburn), mual, muntah, sulit mengunyah, hingga mengalami masalah pernapasan.

Lalu apa yang terjadi jika ketika berhubungan seks kondisi ini terjadi pada Anda atau pasangan? Tentunya akan mengganggu momen keintiman Anda dan pasangan dan akhirnya menurunkan performa seksual masing-masing.

Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa asam lambung naik bisa saja terjadi ketika Anda melakukan hubungan seksual. Bahkan pada satu studi dilaporkan bahwa kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita. Pada studi lain disebutkan jika asam lambung naik atau GERD dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa sakit ketika berhubungan seks, sehingga susah untuk mencapai orgasme.

Bagaimana cara mencegah dan mengatasi GERD saat berhubungan seks?

Asam lambung naik memang bisa mengganggu kualitas serta performa seks Anda. Tapi, jangan sedih dulu, Anda tetap bisa menikmati keintiman bersama tanpa adanya kondisi tersebut dengan mengetahui apa saja yang memicu kenaikannya. Berikut adalah tips yang harus dilakukan sebelum dan selama melakukan hubungan seksual agar asam lambung tidak mengganggu kehidupan seks Anda.

Sebelum melakukan hubungan seksual

  • Cobalah untuk tidak makan makanan yang memicu timbulnya asam lambung, seperti soda, berbagai makanan yang di goreng, alkohol, minuman berkafein, makanan atau minuman yang berlemak tinggi, serta bermacam-macam makanan yang mengandung asam seperti jeruk.
  • Jangan makan dengan porsi yang banyak, jika Anda tidak mau asam lambung naik saat berhubungan seks. Makanlah dengan porsi yang kecil dan tunggu beberapa jam hingga makanan Anda tercerna dengan baik.
  • Minum obat antasid sebelum makan. Hal ini dapat mencegah naiknya asam lambung.

Saat melakukan hubungan seksual

  • Jujur dan utarakan pada pasangan tentang apa yang Anda rasakan. Apabila Anda merasakan gelaja GERD muncul, maka sebaiknya tunda dulu berhubungan seks dengan pasangan dan atasi gejala tersebut.
  • Hindari posisi bercinta yang mengharuskan Anda berbaring lurus, karena dapat memperburuk gejala asam lambung. Selain itu, variasi posisi juga dapat membuat hubungan seksual menjadi lebih seru.
  • Hindari juga posisi yang membuat perut Anda tertekan, hal ini justru akan memicu asam lambung naik.
  • Lebih baik jika Anda berhubungan seks dengan posisi berdiri atau duduk. Posisi tersebut cukup aman bagi Anda yang memiliki GERD.

Source: Oleh Nimas Mita Etika M . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.