Tak Semua Selaput Dara Bisa Robek Saat Pertama Kali Berhubungan Seks

Selaput Dara


Tak Semua Selaput Dara Bisa Robek Saat Pertama Kali Berhubungan Seks

Keutuhan selaput dara identik dengan keperawanan. Selain itu, masyarakat juga mengasosiasikan keperawanan wanita dengan kehormatan dan nama baik keluarga. Selaput dara, atau disebut juga hymen, adalah simbol kesucian dan moralitas seorang perempuan yang setia pada keluarga, budaya, atau agama.

Keperawanan adalah topik yang kerap diselimuti oleh berbagai macam mitos dan kesimpangsiuran. Tidak jarang pula, kedua topik ini masih dianggap tabu untuk dibicarakan bagi sebagian besar masyarakat.

Apa itu keperawanan?

Perawan sering diartikan sebagai wanita yang belum pernah melakukan seks. Seks itu sendiri memiliki cakupan bervariatif untuk bisa diartikan akurat.

Banyak orang yang mengartikan seks sebagai aktivitas penetrasi penis ke dalam vagina. Definisi ini benar-benar sempit karena mengesampingkan banyak orang dan tipe seks lainnya. Beberapa orang yang belum pernah melakukan seks penetrasi vagina tidak menganggap diri mereka sebagai perawan karena sudah pernah melakukan seks tipe lainnya, anal atau oral.

Definisi ini juga membatasi lingkup komunitas LGBTQ+ yang mungkin tidak pernah melakukan seks penetratif penis-vagina, tapi tidak menganggap mereka termasuk perawan.

Sebagian orang percaya bahwa “keperawanan” didasari oleh persetujuan (keinginan dan setuju untuk terlibat dalam hubungan seksual dari masing-masing pihak). Jadi, banyak pula yang menganggap bahwa hubungan seksual atas dasar paksaan tidak menjadikan seseorang bukan perawan lagi.

Apa itu selaput dara?

Selaput dara adalah jaringan kulit sangat tipis yang melapisi bukaan vagina. Banyak anggapan yang menyatakan bahwa selaput ini merentang menutupi keseluruhan vagina. Padahal, hymen memiliki berbagai macam tingkat elastisitas dan ketebalan, juga memiliki bukaan (bentuk bukaannya berbeda-beda pada setiap wanita) untuk memungkinkan darah menstruasi dan cairan tubuh lainnya mengalir keluar.

Umumnya, selaput dara memiliki bukaan selebar ukuran jari atau sebuah tampon kecil. Namun, bukaan tersebut tidak selalu berbentuk seperti lubang donat. Untuk beberapa wanita, bukaan selaput berbentuk seperti injakan tangga, dan ada juga yang bukaannya berbentuk seperti lubang-lubang kecil di seluruh permukaan hymen. Pada kasus yang sangat langka, bukaan bisa terlihat sangat kecil sehingga jari, tampon, atau penis mungkin tidak bisa menembus lapisan tersebut dengan mudah (atau, tidak bisa sama sekali). Bahkan, ada segelintir wanita yang lahir tanpa selaput dara dalam vagina mereka.

Saat seorang wanita menginjak masa puber dan mulai memproduksi hormon estrogen, hal ini bisa menyebabkan hymen berubah teksturnya, menyediakan halangan ‘semu’ untuk menikmati hubungan seksual tanpa rasa sakit.

Fungsi selaput dara masih belum diketahui, tapi satu teori mengatakan bahwa hymen ada untuk melindungi bukaan vagina dan daerah sekitarnya selama awal masa pertumbuhan seseorang.

Selaput dara robek, artinya sudah tidak perawan?

Keutuhan selaput dara sampai saat ini masih menjadi tolak ukur keperawanan dan moralitas seseorang. Padahal, keperawanan tidak bisa diukur atau dibuktikan dari pemeriksaan fisik vagina.

Hymen biasanya robek saat mengalami seks penetratif untuk pertama kalinya, namun ini tidak selalu terjadi. Robeknya hymen dapat menyebabkan perdarahan sementara dan sedikit rasa tidak nyaman. Yang perlu dipahami, selaput juga bisa robek akibat kondisi lain, misalnya masturbasi (memasukkan jari atau mainan seks ke dalam vagina), memasukkan tampon, penyisipan speculum saat pemeriksaan dokter ginekolog, atau olahraga fisik lainnya (senam, menunggang kuda, bersepeda).

Begitu banyak faktor penentu yang mungkin memainkan faktor pada cedera selaput dara. Banyak pula penelitian yang menunjukkan bahwa ahli forensik pada kasus pelecehan seksual anak tidak mampu membaca tanda-tanda kerusakan hymen, terutama jika korban terlambat dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, karena selaput yang robek pada anak dan remaja masih bisa pulih dengan cepat.

Beberapa wanita bisa tidak menyadari saat selaput mereka robek, terutama jika hal tersebut tidak terjadi saat hubungan seksual, karena robeknya hymen bisa terjadi tanpa mengakibatkan perdarahan maupun rasa sakit.

Bagaimana bisa selaput dara tak robek saat berhubungan seks?

Rasa sakit selama berhubungan seks adalah kondisi ginekologis umum, dan bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor yang mungkin tidak ada hubungannya sama sekali dengan gangguan medis, salah satunya terlalu terburu-buru penetrasi tanpa lubrikasi vaginal yang cukup.

Saat melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya, selaput dalam vagina akan meregang demi memfasilitasi jalur masuk penis. Anda bisa ‘menjaga’ selaput dara tidak sobek saat berhubungan seksual jika tubuh Anda rileks dan memiliki lubrikasi yang baik.

Beberapa wanita bisa mengalami perdarahan saat seks pertama mereka karena struktur hymen yang mereka miliki lebih tebal atau lebih resisten daripada wanita lainnya.

Selaput dara hanya ada satu kali seumur hidup

Uniknya, hymen tidak akan hilang begitu saja dari dalam tubuh Anda, bahkan setelah terjadi sobekan. Beberapa residu jaringan selaput akan tetap menempel dalam vagina setelah hubungan seksual, bahkan akan bertahan setelah proses persalinan.

Selain itu, perkembangan tekonologi medis modern memungkinkan orang-orang untuk ‘meremajakan’ kembali vagina dan selaput dara mereka. Ada dua prosedur khusus untuk melakukan hal ini:

  • Operasi rekonstruksi selaput dara (hymenplasty atau hymenorrgraphy). Prosedur ini memungkinkan dokter untuk menjahit kembali sisa-sisa jaringan selaput dalam vagina Anda. Prosedur ini akan menyamarkan “ketidakperawanan” Anda sehingga saat Anda diharuskan untuk menjalani tes keperawanan, petugas kesehatan tidak akan mengetahui perbedaannya. Operasi rekonstruksi selaput dara bukanlah intervensi medis gawat darurat, melainkan hanya suatu prosedur yang dilakukan atas dasar sosial layaknya operasi plastik lain.
  • Selaput dara buatan. Benda artifisial ini tidak beracun dan aman untuk dipakai. Hymen buatan bisa dimasukkan ke dalam vagina, sehingga melepaskan perdarahan palsu (cairan buatan dengan tekstur mirip darah) saat penetrasi terjadi.

Dengan demikian, utuh tidaknya selaput dara tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan keperawanan seseorang karena keperawanan tidak selalu berhubungan dengan penetrasi penis.

Source: Ajeng Quamila. Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

 

 

 

 

Memahami Perubahan Gairah Seks Ibu Hamil di Trimester Ketiga

KHUSUS PASUTRI


Bagaimana-Perubahan-Nafsu-Seks-Ibu-Hamil-Trimester-Ketiga

Memahami Perubahan Gairah Seks Ibu Hamil di Trimester Ketiga, Plus Tipsnya untuk Seks yang Aman

Gairah seks wanita bisa naik-turun di sepanjang masa kehamilannya. Jika biasanya nafsu seks ibu hamil menurun di trimester pertama karena berbagai macam perubahan drastis pada hormon dan fisiknya, bagaimana ketika sudah memasuki kehamilan trimester ketiga? Apakah akan ada perubahan?

Seperti apa nafsu seks ibu hamil di trimester ketiga?

Kalau mau dibayangkan, perubahan gairah seks wanita hamil bisa digambarkan seperti kurva U terbalik. Gairah seks ibu hamil di trimester pertama umumnya menurun karena dipengaruhi oleh banyak hal. Gejolak perubahan hormon, gejala-gejala kehamilan seperti mual (morning sickness) dan payudara nyeri, hingga perubahan bentuk tubuh yang menurunkan kepercayaan diri dapat mengempiskan gairah seksual ibu hamil.

Selain itu, banyak perempuan yang mungkin berpikir bahwa seharusnya tidak boleh berhubungan seks saat masih hamil muda karena takut menyakiti jabang bayi. Meski begitu, seiring berjalannya waktu gairah seks beberapa wanita hamil bisa makin tinggi dan memuncak di trimester kedua.

Nah menjelang trimester akhir, libido perempuan yang sedang hamil akan kembali turun. Perubahan ini dipengaruhi oleh perasaan tak nyaman pada perut yang semakin membesar untuk mempersiapkan kelahiran bayi. Selain itu, keram perut, kaki bengkak dan rasa mudah lelah mulai muncul kembali sehingga membuat ibu hamil tidak begitu bersemangat untuk berhubungan seks dengan suami. Peningkatan berat badan dan gejolak perubahan emosi selama trimester tiga pun juga berperan dalam menurunnya nafsu seks ibu hamil.

Namun, ada juga sebagian wanita yang justru merasa bahwa kehamilan membangkitkan gairah seksual mereka. Hal ini juga disebabkan oleh hormon estrogen yang memang meningkat selama kehamilan, sehingga memengaruhi hasrat Anda untuk ingin berhubungan seksual. Peningkatan hormon estrogen akan meningkatkan aliran darah menuju sekitar daerah intim, menyebabkannya jadi semakin sensitif untuk merespon rangsangan.

Bagaimana cara mengatasi nafsu seks ibu hamil yang menurun?

Banyak ibu hamil yang merasa gairah seksualnya menurun di trimester ketiga ini. Sebenarnya, hal ini bisa disiasati dengan memilih posisi berhubungan intim yang nyaman saat hamil tua. Contohnya spooning (berbaring menyamping), wanita di atas, hingga duduk di tepi tempat tidur atau kursi.

Jika perlu, upayakan suami yang lebih proaktif, mengingat gerak Anda agak terbatas karena kondisi tubuh yang makin berat. Jika posisi bercinta yang baru tetap membuat Anda tidak nyaman, sampaikan pada pasangan. 

Jika memang seks sulit dilakukan atau membuat Anda tidak nyaman, cobalah cara lain untuk mengobarkan keintiman antara Anda berdua. Misalnya dengan foreplay mesra seperti pelukan, berciuman, atau pijatan. Bisa juga dengan bikin jadwal berhubungan seks misalnya seminggu dua kali di Senin dan Kamis, atau sesuka kesepakatan Anda berdua.

Tips aman berhubungan seks saat hamil tua

Nafsu seks yang menurun saat hamil bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali berhubungan badan dengan suami. Jika Anda sanggup dan memang ingin mencoba, seks saat hamil terbilang aman, terlepas dari berapa pun usia kehamilan Anda.

Banyak pasangan yang khawatir bahwa seks selama hamil tua bisa menyebabkan keguguran, namun hal itu sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Kebanyakan keguguran terjadi karena janin tidak berkembang seperti yang seharusnya. Seks juga tidak memicu persalinan bahkan meskipun tanggal persalinan sudah dekat. Penetrasi seks tidak akan menyakiti bayi dalam kandungan, karena ia terlindungi di dalam kantung ketuban.

Namun terkadang juga ada baiknya untuk berhati-hati. Ada beberapa kondisi yang membuat Anda sebaiknya menghindari seks saat hamil, seperti:

  • Mengalami perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya
    Cairan ketuban pecah
  • Serviks mulai membuka secara prematur
  • Placenta previa
  • Anda memiliki riwayat persalinan prematur atau berisiko melahirkan prematur
    Anda hamil anak kembar

Periksakan kehamilan Anda secara rutin pada dokter kandungan, untuk mengetahui kondisi kehamilan Anda apakah dalam keadaan sehat dan juga untuk meyakinkan apakah aman untuk tetap melakukan hubungan intim.

Source: Andisa Shabrina. Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

 

Menghadapi Perubahan Gairah Seksual Ibu Hamil di Trimester Kedua

KHUSUS PASUTRI


Bagaimana-Menghadapi-Gairah-Seksual-Ibu-Hamil-Trimester-Kedua

Keinginan untuk tetap berhubungan seks saat hamil merupakan hal yang wajar. Kehamilan bukanlah halangan Anda untuk tetap berhubungan intim. Namun, yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai Anda dan pasangan membahayakan janin saat berhubungan seks.

Saat trimester kedua, perut ibu hamil belum terlalu membesar, biasanya ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual saat hamil. Namun, apakah gairah seksual ibu hamil trimester kedua sudah mulai kembali normal? Berikut penjelasannya.

Gairah seksual ibu hamil trimester kedua

Saat kehamilan trimester pertama, mungkin kebanyakan ibu hamil mengalami penurunan gairah seksual. Namun, gairah seksual ibu hamil umumnya akan meningkat di akhir trimester pertama dan memasuki trimester kedua.

Rasa mual dan kelelahan yang biasanya banyak terjadi di trimester pertama sudah mereda. Peningkatan hormon di trimester kedua ini juga membuat Anda lebih seksi, sehingga Anda merasa lebih bergairah dalam berhubungan intim dengan pasangan. Bahkan banyak wanita mengalami orgasme berulang kali untuk pertama kalinya pada masa kehamilan ini.

Pada trimester kedua, seks akan lebih menarik dan berpotensi lebih memuaskan bagi ibu hamil. Terlebih lagi, sebagian besar wanita masih cukup nyaman selama trimester kedua karena perut mereka belum terlalu membesar.

Peningkatan gairah seksual ibu hamil pada trimester kedua ini dipengaruhi oleh peningkatan hormon estrogen. Pada trimester kedua kehamilan, tubuh Anda menghasilkan lebih banyak hormon estrogen. Hormon ini meningkatkan aliran darah di daerah organ intim dan menyebabkan daerah ini lebih sensitif sehingga rangsangan seksual pun bertambah besar.

Selain itu, saat kehamilan trimester kedua, cairan vagina juga meningkat yang membuat vagina lebih siap menerima penetrasi. Perubahan payudara yang lebih berkembang dan lebih sensitif juga menjadi alasan meningkatnya keinginan seksual ibu hamil. 

Manfaatkan saat ini dengan pasangan Anda dan bagikan dengan sukacita bagaimana tubuh Anda berubah. Seks selama kehamilan adalah cara yang bagus untuk tetap mental, emosional, dan terhubung secara fisik.

Tips berhubungan intim yang aman untuk ibu hamil trimester kedua

Periksakan kehamilan Anda secara rutin pada dokter kandungan, untuk mengetahui kondisi kehamilan Anda apakah dalam keadaan sehat, dan juga untuk meyakinkan apakah aman untuk tetap melakukan hubungan intim. Jika gairah seksual Anda baik dan tidak mengalami gangguan kehamilan yang berisiko tinggi, maka Anda tetap diperbolehkan melakukan hubungan seksual.

Namun, tetap perhatikan kenyamanan dan risiko yang mungkin terjadi pada bayi dalam kandungan. Anda dan pasangan harus merasa nyaman secara fisik dan posisi seks yang tidak menempatkan tekanan pada rahim atau membebani perut ibu hamil.

Sebaiknya Anda tidak berhubungan seks jika Anda mengalami perdarahan, nyeri perut atau kram, cairan ketuban rusak atau pecah, riwayat kelemahan serviks atau serviks Anda mulai membuka secara prematur, plasenta letak rendah (plasenta previa), memiliki riwayat persalinan prematur, dan hamil kembar atau lebih.

Posisi seks yang aman untuk ibu hamil trimester kedua

Ada beberapa posisi seks yang dapat Anda lakukan saat kehamilan trimester kedua. Bisa dibilang kehamilan trimester kedua adalah kondisi kehamilan yang menyenangkan untuk melakukan hubungan seksual. Rasa mual atau morning sickness sudah mereda dan perut Anda juga belum membesar. Berikut posisi seks yang perlu dicoba saat kehamilan trimester kedua.

  • Posisi duduk sambil bertatapan. Ini dilakukan dengan pria berada pada posisi duduk di kursi. Pasangan wanita duduk di pangkuan pria dengan menatap mata masing-masing.
  • Posisi merangkak (doggy style). Posisi ini memungkinkan penetrasi yang dalam, yang mungkin sudah tidak akan nyaman jika dilakukan di trimester ketiga.
  • Posisi tidur menyamping. Berbaringlah menghadap ke sisi Anda dengan pasangan pria secara saling berhadapan. Nikmatilah pose saling bertatapan ini selama Anda masih bisa melakukannya.

Setelah Anda memasuki 20 minggu kehamilan, maka hindarilah posisi yang membuat Anda berbaring telentang, seperti posisi misionaris. Ketika Anda berbaring telentang, rahim yang membesar akan menekan aorta, yang berfungsi mengalirkan darah ke plasenta. Kemudian, cobalah untuk mengganjal pinggul sebelah kiri dengan bantal.

Sebaiknya pasangan Anda juga tidak meniupkan udara ke daerah genital. Meniup udara ke dalam vagina bisa menyebabkan emboli udara (gelembung udara yang masuk ke dalam sirkulasi darah Anda). Hal ini jarang terjadi, tetapi bisa mengancam jiwa Anda atau bayi. Oral seks aman selama kehamilan, tetapi sebaiknya tidak meniupkan udara ke dalam vagina.

Source: Andisa Shabrina. Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Perubahan Gairah Seksual Ibu Hamil di Trimester Pertama

KHUSUS PASUTRI


Perubahan-Gairah-Seksual-Ibu-Hamil-di-Trimester-Pertama

Saat wanita sedang hamil, bukan berarti aktivitas seksual pasangan suami istri harus berhenti. Sayangnya, beberapa wanita mengaku mengalami perubahan gairah seksual ibu hamil. Seks selama kehamilan mungkin jadi terasa kurang nikmat, terutama bagi wanita hamil muda yang merasakan menurunnya gairah seksual.

Namun, kondisi ini tidak berlaku pada semua wanita hamil. Perubahan gairah seksual ibu hamil di setiap trimester kehamilan umumnya berbeda-beda. Bagaimana perubahan gairah seksual saat kehamilan trimester pertama? Berikut ulasannya.

Gairah seksual ibu hamil trimester pertama

Saat hamil, wanita mengalami perubahan hormon yang tidak stabil, mual, kelelahan dan beberapa keluhan kehamilan lainnya. Kondisi-kondisi ini yang terkadang membuat ibu hamil enggan untuk berhubungan seksual saat hamil. 

Selama trimester pertama, banyak wanita melaporkan tidak adanya keinginan untuk berhubungan seksual karena mereka merasa mual atau morning sickness. Alasan lainnya, mungkin mereka terlalu lelah untuk bercinta, rasa nyeri di payudara, dan adanya perubahan hormon. Hal inilah yang biasanya dapat menurunkan gairah seksual ibu hamil.

Selain itu, ibu hamil mungkin berpikir bahwa seharusnya tidak berhubungan seks karena bisa menyakiti bayi. Selain itu, rasa tidak percaya diri karena merasa lebih gemuk dan tidak menarik mungkin menghantui beberapa istri untuk berhubungan seksual.

Namun, ada juga sebagian wanita yang justru merasa bahwa kehamilan membangkitkan gairah seksual mereka. Hal ini juga disebabkan oleh hormon-hormon yang memang menjadi lebih tinggi kadarnya selama kehamilan, sehingga kecenderungan ingin berhubungan seksual meningkat. Peningkatan hormon estrogen akan meningkatkan aliran darah di sekitar daerah intim dan menyebabkan organ intim jadi lebih sensitif.

Awal kehamilan merupakan masa adaptasi bagi wanita dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Terutama bagi mereka yang hamil untuk pertama kalinya. Memang ini semua kembali pada kondisi kehamilan masing-masing, tapi kebanyakan masih tidak terlalu nyaman untuk melakukan hubungan intim di trimester pertama.

Hubungan seksual untuk ibu hamil trimester pertama

Jika Anda berhenti berhubungan seksual selama kehamilan karena takut menyakiti bayi, Anda tidak perlu khawatir. Selama melakukan hubungan intim, bayi dalam kandungan akan tetap aman terlindung dalam kantung penuh cairan ketuban. 

Namun, ada beberapa kondisi medis yang menyebabkan Anda dan pasangan tidak disarankan untuk berhubungan seks. Jika terjadi perdarahan dari vagina pada ibu hamil, ketuban pecah, atau masalah-masalah lain pada saat atau berhubungan intim saat hamil, segera periksa ke dokter. 

Untuk menghindari risiko yang berbahaya ketika berhubungan seksual, pastikan Anda telah memeriksakan kehamilan secara rutin pada dokter kandungan, sehingga bisa mengetahui apakah ada gangguan kehamilan seperti plasenta praevia, perdarahan, atau jika ada riwayat keguguran sebelumnya.

Pemeriksaan kandungan juga diperlukan untuk mengetahui kondisi kehamilan Anda dalam keadaan sehat, juga untuk meyakinkan apakah aman untuk tetap melakukan hubungan intim. Anda dan suami juga sebaiknya mengendalikan hasrat seksual. Mintalah kepada suami Anda agar tidak melakukan penetrasi terlalu cepat atau terlalu dalam. Umumnya ibu hamil tidak merasa nyaman dengan penetrasi yang terlalu dalam.

Posisi seks untuk ibu hamil trimester pertama

Kebanyakan wanita terlumasi dengan baik secara alami, belum memiliki perut yang besar, dan sangat bergairah berkat lonjakan hormon kehamilan yang dapat membuat bagian kewanitaan membesar dan ekstra sensitif. Jika Anda sedang dalam mood untuk bercinta di kehamilan trimester pertama, Anda dapat melakukan posisi seks apa pun.

Anda boleh berhubungan intim dalam posisi berdiri, duduk, terlentang, dan telungkup. Jika Anda lelah, posisi misionaris dan posisi menyamping seperti spooning adalah posisi seks yang paling nyaman.

Anda tidak perlu khawatir akan mengalami keguguran akibat melakukan seks selama kehamilan. Peristiwa keguguran atau kehilangan janin di awal kehamilan tidak ada hubungannya dengan melakukan aktivitas seksual. Jadi, berbicaralah pada dokter Anda jika Anda khawatir.

Source: Andisa Shabrina. Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

5 Posisi Seks yang Harus Dipraktikkan Saat Stres Melanda

KHUSUS PASUTRI


shutterstock_215161471

Apa yang biasanya Anda lakukan ketika stres? Anda mungkin memilih untuk menyendiri, meditasi, atau berolahraga sebagai obat penghilang stres. Namun, pernahkah Anda mencoba melakukan hubungan intim dengan pasangan saat stres? Ya, ternyata cara ini cukup ampuh untuk atasi stres, dan tentu saja menyenangkan buat Anda berdua. Penasaran ingin mencoba? Yuk, intip posisi seks ini agar stres Anda hilang.

Berbagai posisi seks yang bisa Anda coba untuk atasi stres

Berhubungan seks dengan pasangan ternyata dapat membantu stres Anda berkurang. Ya, ketegangan yang Anda rasakan bisa dialihkan menjadi kegairahan terhadap pasangan. Ketika Anda berhubungan seks, maka ada banyak hormon yang dihasilkan tubuh, salah satunya adalah hormon bahagia, yaitu hormon endorfin.

Hormon endorfin ini akan menekan produksi hormon stres, yaitu kortisol, sehingga rasa frustrasi atau stres bisa tergantikan dengan rasa rileks, nyaman, dan bahagia. Dengan begitu, stres Anda akan berkurang ketika sedang bercinta dengan pasangan.

Tak sabar ingin mencoba? Yuk, hilangkan rasa tertekan dan stres Anda dengan mencoba posisi seks ini:

1. Posisi Berdiri

Posisi seks ini salah satu posisi standar, Anda bisa melakukannya sambil berdiri dengan pasangan. Namun, kali ini biarkan pria melakukan penetrasi dari belakang wanita yang posisinya agak membungkuk ke depan.

Posisi bercinta seperti ini sangat manjur bagi Anda yang butuh obat stres dengan segera. Tak butuhkan waktu lama, ketika Anda dan pasangan sudah bercinta, rasakan gairah mengalir di sekujur tubuh dan kemudian Anda akan lupa dengan rasa stres yang sebelumnya Anda rasakan.

2. Doggy Style

Nah, posisi seks seperti ini juga menantang untuk dilakukan. Doggy style bisa Anda lakukan dengan cara pria melakukan penetrasi dari belakang sementara yang wanita bertumpu pada kedua tangan dan kedua lututnya (seperti merangkak). Dengan posisi seperti ini, Anda akan mendapatkan kenikmatan yang baru ketika bercinta bersama pasangan.

3. Posisi Wanita di Bawah

Kali ini, posisi wanita ada di bawah, sambil menelungkup dan pinggul wanita agak naik. Lagi-lagi, penetrasi dilakukan dari belakang. Posisi ini hampir sama dengan doggy style, tapi agak rendah sedikit, sehingga tak membuat keduanya cepat lelah saat penetrasi.

4. Spooning

Kalau posisi seks ini, mengharuskan Anda berdua berbaring di atas kasur menghadap ke arah yang sama. Tentunya, sang pria harus berada di belakang wanita, karena akan melakukan penetrasi lewat belakang. Posisi ini membuat Anda berdua dapat mengobrol dengan santai, sambil membisikkan rayuan-rayuan yang bisa bikin bergairah. Semakin bergairah, semakin berkualitas hubungan seks yang Anda lakukan dengan pasangan, sehingga rasa stres akan cepat hilang dan terlupakan.

5. Posisi Cowboy

Posisi cowboy adalah variasi dari misionaris. Untuk melakukannya, wanita perlu berbaring telentang, kemudian pria akan duduk (setengah berlutut) di atas tubuh wanita dengan kedua kaki dilebarkan. 

Dengan begitu, celah untuk penetrasi akan terasa lebih ketat dan menggairahkan, sedangkan klitoris wanita akan lebih terangsang ketika pria mengalami ereksi.

Jadi, posisi seks mana dulu yang akan Anda coba dengan pasangan malam ini?

Source: Nimas Mita Etika M. Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

The World’s Least Populated Capital Cities

World Facts


Ngerulmud, the capital city of the Pacific island nation of Palau, is the world’s least populated national capital.

shutterstock-786594109

The Capitol Building in Ngerulmud, Palau.

By July 1, 2017, the global population reached approximately 7.550 billion. Exactly one year earlier, the global population stood at 7.466 billion, and by January 2018 it had surpassed the 7.6 billion mark. In 2016, the majority of the global population lived in Asia (59.69%), followed by Africa (16.36%), Europe (9.94%), North America (7.79%), South America (5.68%), Oceania (0.54%), and Antarctica (less than 0.1%). China remains the world’s most populous country, with an estimated population of 1.41 billion as of January 2018, while India ranks a close second with 1.35 billion. Both counties account for 19% and 18% of the global, respectively. However, the United Nations Department of Economic and Social Affairs estimates that India will be the world’s most populous country by 2024 based on current trends in birth rate. Between 2010 and 2017 China experienced an annual population increase of 0.4%, while India experienced an annual increase of 1.1%. More than half (54%) of the global population resides in an urban environment. Urbanization of the rural environment and migration to urban areas mean that 66% of the global population will live in an urban environment by 2050. As some countries record high populations, others register less than 10,000 inhabitants. Vatican City remains the least populous country, with between 790-800 people. Tokelau and Niue both have less than 2,000 residents.

The World’s Least Populated Capital Cities

Palau is the capital of Ngerulmud and is the least populous capital city on the planet, with a population of just 400. The city became the national capital in 2006, succeeding Koror City, which is home to half of the country’s total population of 21,800. Since the 1950s the country’s population growth has been low, growing from 7,440 in 1950 to 21,800 in January 2018. The Vatican City ranks second, with a population of about 800 people, and is the world’s least populous country. The city-state is located entirely within the Italian city of Rome. Vatican City is associated with the Roman Catholic Church and is the home of the Catholic Pope.

The state of Nauru in Oceania has a population of 11,360. The capital city, Yaren, is inhabited by about 1,100 people, which represents 9.6% of the entire population. The island covers an area of 8.1 sqm. Yaren, which covers an area of 0.58 sqm on the southern part of the island, was established in 1968 surrounding an area that had clean drinking water. Nauru has no modern city, and Yaren was therefore recognized by the United Nations as the country’s de facto capital. Tuvalu, which is located in the Pacific Ocean, halfway between Australia and the U.S state of Hawaii, is a Polynesian nation with a population of about 11,200 people. The capital, Funafuti, is an atoll and home to 6,025 people, representing 56.6% of the entire population. The country’s parliament and administrative offices are located in Fongafale.

The microstate of San Marino is located in the Italian Peninsula and is enclosed by Italy. It covers an area of about 24 sqm and has a population of approximately 33,400. Serravalle is the largest city in the country, but the City of San Marino City is the capital. The City of San Marino is home to about 4,500 people, which is less than half of Serravalle’s population. It was founded by Christians in the early 4th century and remains a Christian city. The microstate of Liechtenstein in Central Europe is home to about 38,000 people. Its capital city, Vaduz, is home to about 5,250, and acts as the country’s political and administrative center. It is the most recognized city in the state, although Schaan has a larger population.

The capital city of Malta, Valletta, is home to 6,500 of the country’s 450,000 people. Founded on March 28, 1566, the city is popular for its cultural artifacts. St. George’s is the capital of Granada, and is home to about 7,500 people. Tourism has helped develop and market the city as a tourist destination, resulting in a rise in population. Granada is located in the Caribbean, is popular among tourists, and is known to be a leading export of nutmeg and mace crops.

Palikir is the capital of the Federated States of Micronesia, and is home to about 9,900 people. Micronesia has a population of 105,000 people, and maintains close relations with the United States. The capital city of Saint Kitts and Nevis, Basseterre, is the 10th least populous capital city, with a population of only 13,100.

The Least Populous Countries

Vatican City remains the least populous state, with a population of 800. Tokelau ranks second, with a population of about 1,300, and has a population growth rate of 1.3% annually. Montserrat, Falkland Islands, and Saint Helena, all register less than 6,000 people.

The World’s Least Populated Capital Cities

 

Opera Snapshot_2018-02-21_212423_www.worldatlas.com

Source: WorldAtlas

 

The Most Dangerous Cities In The World

World Facts


Caracas, Venezuela is the world’s most dangerous city with a murder rate of 130.35 per 100,000 inhabitants.

shutterstock-611942549

Caracas, Venezuela, tops the list with the highest murder rate on the planet.

When planning your next trip, you may want to avoid some of the cities we’re about to mention. In 2016, they ranked among the world’s most dangerous places on the basis of murder cases per capita.

The World’s Most Dangerous Cities

Caracas, Venezuela has held on to its spot as the world’s most dangerous city with a murder rate of 130.35. This staggering number is followed by Acapulco, Mexico with 113.24 per 100,000 inhabitants and San Pedro Sula, Honduras with 112.09 homicides per 100,000 inhabitants. Violence brought on by drug trafficking and organized gangs have been blamed for the relentless violence in these cities, although the factors are generally quite complicated. Unfortunately, none of these cities are strangers to the top three positions, except for maybe the resort town of Acapulco, which violence from other regions of the country has been spilling into in recent years.

The Most Dangerous Cities in the United States

Four cities in the United States are counted the among the world’s most dangerous. The cities are, in descending order of homicide rates, St. Louis, Missouri (60.37), Baltimore, Maryland (51.14), New Orleans, Louisiana (45.17) and Detroit, Michigan (44.6). In the United States, the relaxed laws surrounding gun ownership is often subject of much debate. In the United States, gun violence is responsible for tens of thousands of deaths nationwide annually.

One city that is a notable omission from the list is Chicago. Although the city of Chicago has had a reputation for crime in recent years, its homicide rate is 27.22 murders per 100,000 residents. It is important to note that although the city of Chicago experienced an overall decrease in violent crime in the early 2000s, as of the 2010s crime again seems to be on an incline. 

Latin American Cities

Of the entries on this list, many cities can be found in a region of the world known as Latin America. Latin America generally refers to countries in Central and South America, where the predominant language is Spanish (or in the case of Brazil, Portuguese). The factors for the dominance of these countries are varied and complicated. Violence related to drug trafficking and income inequality, corrupt politicians and officials, and residue from a history of brutal colonialism have all been indicated as factors that encourage violence. 

South African Cities

Of this list provided of the 50 most dangerous cities in the world by violent crime rate, three cities in South Africa make the list: Cape Town (60.77), Nelson Mandela Bay (39.19), and Durban (34.43). South Africa, which inhabits the southernmost point of the massive African continent, has often garnered publicity for its high crime rates, including murder rates. Factors such as high employment and systemic racism have all been blamed for the violent trends in South African cities.

The 50 Most Dangerous Cities

Opera Snapshot_2018-02-21_211032_www.worldatlas.com

Source: WorldAtlas