Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

KHUSUS PASUTRI


 

337533824-hello-sehat-700x467

Waktu pembuahan yang sempurna dalam melakukan hubungan seks adalah pada masa subur wanita. Tiap pasangan umumnya akan gencar melakukan seks ketika wanita berovulasi (masa subur) guna memperoleh kehamilan. Lalu, banyak juga yang menghindari seks tepat pada waktu sebelum dan setelah haid, karena masa-masa tersebut banyak orang menganggap bukan masa subur wanita.  Tapi, mungkinkah seks setelah haid menyebabkan hamil? Yuk simak jawabannya di bawah ini.

Apakah hubungan seks setelah haid berisiko hamil?

Pembuahan dapat terjadi ketika sel telur bertemu  dengan sperma. Hal itu berarti sperma harus ada dalam saluran tuba falopi pada masa ovulasi wanita. Nah, ovulasi ini terjadi sekitar dua minggu sebelum dan sesudah Anda menstruasi. Masa itu berkisar antara 12 dan 16 hari sebelum atau juga setelah haid terakhir. Jika memangsiklus haid Anda berkisar 28 hari dalam satu bulan, ya.

Bila Anda  bertanya apa benar seks setelah haid menyebabkan kehamilan? Jawabannya, melakukan seks setelah satu hari selesai haid, dapat menyebabkan kehamilan. Namun pada kenyataannya kemungkinan terjadinya kehamilan tersebut sangat rendah.

Pada saat haid, Anda akan melepaskan sel telur yang tidak terpakai, dan jika Anda melakukan hubungan seks setelah haid berakhir, pada masa itu, rahim Anda akan mempersiapkan lagi sel telur untuk dibuahi.

Nah, sifat sperma pada dasarnya dapat bertahan hidup di dalam rahim kurang lebih selama 5 hari. Jika memang Anda melakukan seks tepat sehari setelah haid berakhir, sperma yang terdapat pada vagina kemungkinan akan bertahan, mencari-cari tempat untuk singgah (sel telur maksudnya). Maka itu, ketika melakukan seks setelah haid  sperma masih akan hidup, dan jika sel telur siap dalam waktu berapa hari, hal tersebut dapat terjadi pembuahan.

Source: hellosehat.  Novita Joseph. Data medis direview oleh Hello Sehat Medical Review Team.

 

Apa Bedanya Klitoris dan G-Spot Pada Wanita?

KHUSUS PASUTRI


shutterstock_466302572-602x467

Tak seperti pria, jalan menuju orgasme wanita tak semudah membalikkan telapak tangan. Beberapa wanita bisa klimaks dengan penetrasi vaginal, alias stimulasi G-spot. Yang lainnya hanya bisa mencapai orgasme lewat rangsangan klitoris. Tapi apa bedanya klitoris dan G-spot?

Tentang klitoris

Apa itu klitoris?

Klitoris secara fisik sama dengan kepala penis laki-laki. Tapi ini adalah satu-satunya organ dalam tubuh manusia yang ditujukan semata-mata untuk gairah fisik. Meski ada banyak lokasi di kedua tubuh pria dan wanita yang berfungsi sebagai titik gairah, seperti penis atau puting susu, organ-organ ini juga melayani tujuan kemanusiaan lainnya, seperti reproduksi. Sementara itu, klitoris tidak memiliki fungsi reproduksi sama sekali selain memberikan kenikmatan bagi wanita.

Bagian luar dari klitoris berisi sekitar 8.000 serabut saraf sensorik. Ini sebabnya klitoris tidak hanya dinobatkan sebagai bagian yang paling sensitif dari tubuh wanita, tetapi juga jauh lebih sensitif dibandingkan dengan penis, yang hanya menjadi rumah bagi sekitar 4 ribuan saraf.

Di mana letak klitoris?

Klitoris adalah organ layaknya sebuah tombol kecil yang membengkak menjadi lebih besar ketika terangsang. Letaknya di bagian atas vulva (tampak luar kelamin), tepat di atas uretra (saluran kemih) dan bukaan vagina, terlindungi di bawah lapisan penutup klitoris.

Clitoris_anatomy_labeled-en-300x262

Anatomi klitoris (sumber: Mic)

Tak banyak orang yang tahu bahwa sebenarnya klitoris tak hanya sekadar tonjolan kecil berwarna merah muda. Klitoris yang tampak kasat mata hanya bagian terujung dari struktur bercabang yang membentuk huruf Y terbalik. Klitoris yang tersembunyi di dalam tubuh terdiri dari dua corpora cavernosa (jaringan ereksi yang berbentuk sepasang tabung seperti spons), yang juga membentuk dua pasang crura (kaki) yang bercabang hingga sembilan centimeter panjangnya.

Bagaimana cara kerja klitoris?

Organ seks, penis maupun vagina, terbentuk dari sel embrio yang sama, dan keduanya memiliki cara kerja yang mirip karena terhubung ke sistem saraf yang sama pula. Bahkan, bagian terluar dari klitoris, si tombol kecil yang bisa Anda lihat dengan mata telanjang, dapat disamakan dengan kepala penis — juga sama-sama disebut glans dalam dunia medis.

Penile-Clitoral_Structure-300x197

Perbandingan anatomi penis (kiri) dan klitoris (kanan) (sumber: Mic)

Cara kerjanya saat terangsang mirip seperti penis saat ereksi. Aliran darah dari jantung akan mengisi dua corpora cavernosa hingga mengembang, membuat klitoris dapat membesar. Setelah orgasme, ketegangan tersebut perlahan menghilang dan klitoris kembali menyusut ke ukuran normalnya.

Bagaimana cara merangsang klitoris untuk mencapai orgasme?

Banyak teori yang beredar tentang metode terbaik untuk merangsang orgasme lewat klitoris: manual, oral, maupun stimulasi tidak langsung lewat penetrasi vaginal. Akan tetapi, ada beberapa panduan dasar untuk memulainya:

  • Gunakan tekanan ringan dan perlahan. Area ini sangat sensitif, dan pengalaman orgasme akan semakin maksimal jika dibangun dari awal yang lambat, namun semakin intens.
  • Rangsang juga area di sekitar klitoris. Kepala klitoris memiliki lebih dari lima ribu saraf, tapi serabut ini juga menjalar ke area di sekitarnya. Stimulasi langsung bisa terasa sangat mewalahkan dan menjadi tidak nyaman untuk beberapa wanita. Jadi, variasi manuver adalah kuncinya.
  • Atur kecepatan. Tekanan atau gerakan tangan yang teratur, namun berkelanjutan akan jauh lebih berhasil membuahkan orgasme daripada sentuhan asal-asalan yang tidak konsisten.

Tentang G-spot

Apa itu G-spot?

G-spot konon adalah sebuah bundel ujung saraf seukuran kacang kenari dalam vagina yang jika dirangsang, seperti klitoris, dapat membuat Anda orgasme dengan lebih cepat dan lebih kuat dari sekadar seks penetratif biasa. Orgasme G-spot bahkan kadang mengakibatkan ejakulasi. Artinya, beberapa wanita bisa menyemprotkan cairan (bukan urin) keluar dari daerah dekat uretra saat orgasme.

Di mana letak G-spot?

Keberadaan G-spot bisa dibilang kontroversial karena tidak ada persetujuan atas seperti apa bentuk dan lokasi tepatnya dari G-spot ini. Beberapa wanita melaporkan bisa mengalami orgasme melalui stimulasi G-spot sementara yang lainnya tidak merasakan apapun. Tapi tenang, tidak ada yang salah dengan keduanya. Apa yang bekerja baik untuk beberapa wanita belum tentu sama efektifnya untuk yang lain.

image-20160413-23623-t84zpo-300x273

Perkiraan letak G-spot (sumber: Science Alert)

Menurut mereka yang pro tentang keberadaan G-spot, lokasi area sensual ini terletak di dalam vagina, di balik dinding depan vagina (menuju pusar) di sekitar pertengahan jalan di antara bukaan vagina dan leher rahim. G-spot terasa kasar tidak rata seperti spons saat disentuh dan dapat mengembang.

Rumitnya mencari G-spot mirip seperti mencari harta karun. Ketika memasukkan jari ke dalam vagina, bayangkan gerbang bukaan vagina layaknya jam dinding. Dengan jari lurus ke depan, menuju tulang panggul, adalah arah pukul 12 dan menekan ke bawah menuju anus adalah arah pukul 6. G-spot kebanyakan wanita berada di pukul 12, sekitar 2-5 cm dari pintu masuk vagina.

Bagaimana cara merangsang G-spot untuk mencapai orgasme?

Jari wanita kadang-kadang bisa terlalu kecil atau pendek untuk mencapai ke dalam jadi mainan seks atau jari pasangan mungkin akan lebih mudah untuk membantu membawa Anda orgasme. Selama masturbasi, daripada berbaring, mungkin akan lebih mudah mencapai orgasme lewat G-spot jika Anda berjongkok dan meraih ke dalam. Tapi pastikan Anda sudah bergairah terlebih dahulu.

Saat seks penetratif, pria bisa memosisikan sudut masuk penisnya agar menggosok G-spot wanita dengan manuver keluar-masuk pada umumnya. Akan tetapi, posisi dari belakang, alias doggy style, adalah posisi yang paling direkomendasikan untuk membawa orgasme melalui stimulasi G-spot. Kuncinya, minta wanita bertumpu di kedua sikunya untuk memberikan pria sudut yang lebih menjanjikan.

Source: hellosehat: Ajeng Quamila . Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

5 Fakta Penting Tentang Klitoris Wanita

KHUSUS PASUTRI


Klitoris Wanita: Apa itu klitoris?

337533824-hello-sehat-700x467

Apa itu klitoris?

Klitoris sering disebut sebagai kunci kenikmatan seksual wanita, namun sayangnya banyak orang yang tak tahu apa itu klitoris. Klitoris adalah organ seks pada vagina yang memiliki fungsi murni untuk rangsangan seksual. Klitoris bisa ditemukan di antara dua bibir vagina, sering dideskripsikan sebagai “tombol”. Wanita tidak perlu repot berurusan dengan masalah disfungsi seksual layaknya pria, karena fungsi dan fisiologis dari klitoris tidak akan berubah sekalipun tubuh Anda menua. Namun, klitoris akan ikut tumbuh sepanjang hidup seorang wanita. Setelah menopause, klitoris bisa menjadi 2,5 kali lebih besar daripada ketika wanita yang sama masih remaja.

Organ kenikmatan seksual yang sering kali luput dari perhatian ini memiliki segudang fakta unik yang belum tentu Anda, atau pasangan Anda, ketahui. Apa saja?

1. Klitoris bisa ereksi

Apa itu klitoris yang ereksi? Seperti pada penis, ereksi pada klitoris juga akan membuatnya “membengkak” lebih besar, meski tak akan terlalu kentara.

Klitoris memang terkenal sensitif. Itu karena bagian intim tersebut memiliki saraf yang lebih banyak daripada bagian tubuh manapun, termasuk penis. Ada sekitar 8.000 saraf pada klitoris. Walaupun klitoris terletak jauh dari pandangan, organ ini juga bisa ereksi. Klitoris terbuat dari jaringan halus yang sensitif terhadap rangsangan dan dipenuhi oleh darah layaknya penis pada pria. Rangsangan yang diberikan pada klitoris dapat memengaruhi 15,000 saraf lainnya yang terletak di area panggul wanita.

2. Posisi klitoris menentukan orgasme

Tahukah Anda? Marie Bonaparte (cicit dari Napoleon Bonaparte) pernah melakukan prosedur medis untuk memindahkan klitorisnya agar lebih dekat dengan vagina. Alasannya, agar mempermudah dirinya untuk orgasme. Marie Bonaparte adalah satu contoh dari sejumlah wanita yang tidak bisa mencapai orgasme dari seks penetrasi vagina. Pada zamannya, terdapat bukti medis bahwa semakin dekat area klitoris dengan pembukaan vagina, seorang wanita akan lebih mudah untuk mencapai orgasme dari seks penetratif. Temuan ini juga sudah dibuktikan oleh penelitian zaman modern.

Namun sayang, operasi Marie Bonaparte dinyatakan tidak berhasil.

3. Ukuran klitoris lebih besar dari yang terlihat

Kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa klitoris memiliki fisiologis yang serupa dengan penis. Sebuah klitoris mungkin hanya tampak oleh mata telanjang sebagai tombol kecil, namun organ ini berukuran lebih besar dari yang Anda kira. Klitoris memiliki struktur persis seperti penis, dengan kulup dan batang, serta penyangga dengan dua “kaki” masing-masing sepanjang 7,5 cm, menyambungkan tidak hanya vagina dengan G-spot, namun juga dengan seluruh organ seksual wanita. Bagian yang tidak terlihat ini tidak dapat diangkat atau dipindahkan. Hanya kepala klitoris dan kulupnya yang terletak di luar tubuh.

4. Orgasme bisa membuat klitoris sakit

Stimulasi klitoris adalah sebuah pencapaian orgasme yang diidamkan oleh banyak wanita. Tapi, apa yang mungkin Anda tidak ketahui adalah, ukuran klitoris bisa mencapai batas maksimum “pembengkakan” saat klimaks menghampiri. Hal ini mungkin membuat Anda merasa sedikit tidak nyaman, bahkan terkadang terlalu sakit untuk melanjutkan stimulasi. Jika Anda mulai merasa terlalu sensitif, kurangi fokus stimulasi pada klitoris dan berikan perhatian pada area tubuh lainnya.

5. Klitoris butuh cairan

Gesekan pada klitoris dengan jari atau mainan seks tanpa lubrikan tidak akan terasa nyaman. Jika Anda ingin diri Anda, dan klitoris Anda, bahagia, selalu gunakan pelumas.

Selain itu, foreplay sebelum seks baik dilakukan untuk mencapai orgasme yang memuaskan. Tetapi nyatanya foreplay terbaik adalah jalan kaki. Dengan berjalan, klitoris akan lebih sehat dan ‘membengkak’ sebanyak 168%.

Satu kali orgasme klitoris dapat menghasilkan antara 3-16 kontraksi dan dapat berlangsung dari 10-30 detik. Sebanyak 95% wanita dapat mencapai orgasme dalam beberapa menit, hanya dengan menstimulasi dirinya sendiri.

Penetrasi bukan hal utama bagi wanita untuk mencapai klimaks

Seks penetratif penis dalam vagina umumnya bukanlah jalan keluar terbaik untuk mencapai stimulasi klitoris. Kebanyakan wanita tidak bisa orgasme dari penetrasi penis-vagina saja, karena bergantung dari posisi, penis dapat luput menyentuh klitoris sepenuhnya.

Posisi seks yang berbeda akan mendatangkan efek yang berbeda pula. Saat berhubungan seks dengan pasangan Anda, pastikan untuk memilih posisi dan angle yang dapat memusatkan perhatian pada klitoris, sehingga Anda dapat mencapai orgasme yang terbaik.

Lima puluh hingga 75 persen wanita mendapatkan klimaks (orgasme) saat klitorisnya disentuh. Kebanyakan wanita tidak dapat mengalami orgasme hanya melalui seks penetratif saja. Silakan luangkan waktu untuk menjelajahi tubuh lebih jauh lagi setelah Anda tahu apa itu klitoris dan apa yang bisa ia lakukan.

Source: hellosehat: Ajeng Quamila . Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.