5 Tanda Anda dan Pasangan Menjalani Hubungan Asmara yang Bahagia

Hubungan | Relationship


5-Tanda-Anda-dan-Pasangan-Menjalani-Hubungan-Asmara-yang-Bahagia-600

Banyak yang bilang kalau sebuah hubungan asmara yang bahagia ditandai dengan gelimang harta dan anak-anak yang lucu menggemaskan. Tentu hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Kebahagiaan tidak memiliki tolak ukur yang pasti. Hanya Anda sendirilah yang tahu apa yang bisa membuat Anda bahagia, dan Anda sendirilah yang dapat merasakan kebahagiaan yang Anda rasakan saat bersama pasangan.

Namun, ada beberapa ciri tertentu yang bisa menjadi pertanda bahwa Anda dan pasangan menjalani hubungan asmara yang bahagia dan harmonis. Apa saja itu?

Tanda Anda dan pasangan menjalani hubungan asmara yang bahagia

1. Tidak suka umbar kemesraan di media sosial

Banyak yang berpikiran bahwa dengan mengunggah selfie bersama pasangan atau merekam jalannya kencan Anda berdua ke sosial media adalah pertanda bahwa Anda bahagia dengan pasangan. Sekilas memang tampaknya seperti itu. Namun ini tidak mutlak.

Menunjukkan betapa bahagianya Anda dengan pasangan tidak harus selalu dengan memamerkan kemesraan di medsos. Justru sebuah penelitian menemukan bahwa pasangan yang benar-benar bahagia dengan satu sama lain tidak akan mengumbar momen intimnya di media sosial.

Wajar jika sesekali ingin berbagi kebahagiaan Anda kepada orang lain. Tetapi, pasangan yang benar bahagia, akan saling menghargai satu sama lain dan tidak akan mengorbankan waktunya untuk sering-sering update di media sosial. Mereka justru akan lebih ingin menghabiskan waktunya untuk bersama Anda. Hal ini juga bisa menandakan bahwa Anda dan pasangan tidak “haus” pengakuan dari orang-orang terhadap hubungan yang sedang Anda jalani.

Penggunaan media sosial yang berlebihan malah terkait dengan perkembangan gejala depresi dan antisosial.

2. Anda sering curhat dan berdiskusi dengan pasangan

Kebahagiaan menjalani suatu hubungan asmara dapat ditandai dengan rasa percaya yang kuat antara Anda dan pasangan.

Kepercayaan ini membuat Anda dan pasangan sudah tidak malu-malu lagi untuk bercerita tentang apapun. Dari hal yang paling memalukan dalam hidup Anda, kejadian yang paling menyedihkan, opini masing-masing tentang berita terbaru di tv, curhat masalah tertentu, hingga berdiskusi tentang arti hidup dan prinsip yang Anda berdua jalani.

Rasa percaya juga membuat Anda tidak repot-repot menyembunyikan hal yang tidak ingin diketahui pasangan. Menutupi rahasia penting dari pasangan justru menjadi pertanda bahwa hubungan Anda tidak sehat.

3. Tetap bisa menjadi diri sendiri

Pasangan yang bahagia akan berkata dan memperlakukan satu sama lain sebagai satu-satunya orang yang mereka inginkan untuk menghabiskan sisa hidup bersama. Mungkin kalimat tersebut terdengar klise. Tetapi, ini bukan hanya sekadar ucapan manis di lidah.

Anda dan dirinya sama-sama tahu bahwa Anda berdua tidak bisa bahagia jika hidup dengan orang lain. Anda berdua juga tidak dapat membayangkan diri sendiri tanpa mereka. Namun di saat yang bersamaan, Anda tetap bisa menjadi diri sendiri saat sedang bersamanya tanpa harus jaim alias jaga image. Anda tidak perlu berpura-pura menjadi sosok yang menyenangkan untuk pasangan. Anda juga bisa dengan nyaman melampiaskan emosi tanpa merasa diadili dan dipojokkan.

4. Anda sering menghabiskan waktu dengan pasangan

Seberapa sering dan intens Anda berdua menghabiskan waktu bersama dapat menjadi pertanda kebahagiaan dalam hubungan asmara. Tidak perlu yang mewah dan menghabiskan bayak tenaga, cukup dengan meluangkan waktu berduaan guna menguatkan ikatan batin seperti ngopi di kafe dekat rumah, menonton tv, memasak atau berkebun bersama, hingga berolahraga dengan pasangan di akhir pekan.

Meski demikian, menghabiskan waktu bersama pasangan tidak serta-merta membajak waktu me time masing-masing untuk mengerjakan hobi atau beristirahat sejenak.

Anda berdua paham benar bahwa terlepas dari komitmen asmara ini, Anda dan pasangan bukanlah sepasang kembar siam yang harus melakukan apapun berduaan. Anda punya teman dan keluarga sendiri, begitu juga dengan dirinya. Anda pun menghormati waktunya untuk beraktivitas sendiri tanpa harus sebentar-sebentar cemburu, begitu juga dengan si dia. Dirinya memercayai Anda sepenuh hati. Begitu pula dengan Anda.

5. Anda dan pasangan saling mendorong satu sama lain untuk tumbuh lebih baik

Sebuah hubungan asmara yang bahagia membuat kedua pihak di dalamnya bisa tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Mampu berembuk berdua dengan kepala dingin demi menyelesaikan masalah agar tidak meledak di kemudian hari juga menjadi pertanda sebuah hubungan asmara yang bahagia. Segala macam konflik dan asam garam hubungan yang Anda berdua lalui dapat dijadikan pelajaran untuk tidak mengulanginya lagi di masa depan. 

Di samping semua itu, Anda dan pasangan juga terus mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan hidup masing-masing yang selama ini dicita-citakan. Tidak lupa juga segala impian yang Anda berdua inginkan. 

Pada akhirnya, komunikasi, perhatian, ketulusan, dukungan, dan empati adalah beberapa fondasi utama untuk membangun hubungan asmara yang bahagia dan harmonis.

Source: HelloSehat . Novita Joseph . Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

5 Tanda Si Dia Ternyata Bukan Pasangan Hidup yang Tepat untuk Anda

Hubungan | Relationship


shutterstock_600

Banyak pasangan yang terburu-buru nikah di usia belia karena tren menikah muda sedang naik daun belakangan ini. Jika Anda sedang mempertimbangkannya, apakah Anda sudah yakin benar bahwa si dia adalah pasangan hidup semati yang tepat?

Eits tunggu dulu. Kadang, keinginan untuk menemukan pasangan hidup dan rasa cinta yang terlalu besar bisa membutakan mata hati dan pikiran Anda untuk dapat berpikir secara logis.

Nah, jangan cuma karena ingin mengikuti tren — atau gerah terus-terusan ditanya “kapan kawin?” — Anda jadi mengabaikan tanda-tanda peringatan yang coba memberi tahu bahwa si dia sebenarnya bukanlah pasangan yang tepat untuk Anda.

Tanda bahwa si dia bukan pasangan hidup yang tepat untuk Anda

Memang tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Akan tetapi, ini bukan berarti Anda lantas jadi menutup mata atas hal-hal buruk yang Anda terima dari pasangan. Menurut Profesor Berit Brogaard dari University of Miami, akan sulit untuk mengetahui orang tersebut tepat atau tidak untuk Anda jika Anda berada dalam pola pikir yang salah.

Nah, mungkin tanda-tanda berikut harus Anda lebih waspadai agar tidak menyesal di kemudian hari.

1. Merasa cemas dan tidak nyaman setiap kali bersama

Apakah Anda selalu merasa sungkan atau enggan untuk berbicara karena takut menyinggung perasaannya? Atau Anda merasa cemas dengan penampilan Anda dan tidak percaya diri di hadapannya? Atau mungkin Anda selalu sibuk mencari topik pembicaraan di malam sebelum Anda bertemu dengannya?

Cobalah untuk mencari tahu apa penyebab Anda merasakan hal tersebut. Bicarakan hal-hal tersebut pada pasangan dan coba cari solusinya. Namun, jika terus terulang atau tidak juga membaik mungkin Anda harus membuka mata lebih lebar dan menerima kemungkinan terburuk bahwa bukan dia pasangan hidup yang terbaik untuk Anda.

Sebuah hubungan dijalin bukan untuk menciptakan ketidaknyamanan. Justru sebaliknya, untuk menciptakan hubungan yang membuat nyaman satu sama lain. Jika Anda tidak pernah bisa menikmati waktu berdua bersamanya, nampaknya Anda perlu berpikir seribu kali lagi untuk membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih tinggi.

2. Anda dan pasangan berbeda prinsip

Prinsip adalah nilai dasar yang Anda anut dan tidak bisa dikompromikan. Anda punya prinsip Anda sendiri, begitu juga dengan si dia. Misalnya saja, prinsip pola asuh membesarkan anak yang berbeda.

Mengubah prinsip bisa saja dilakukan dengan berkompromi. Tetapi ini juga harus datang dari keinginan dan pertimbangan pribadi, bukan atas pengaruh apalagi paksaan orang lain.

Namun jika jarak perbedaan prinsip Anda dan pasangan terlalu besar sehingga sulit untuk dipersatukan, nampaknya Anda perlu berpikir ulang untuk melanjutkan hubungan ini. Jika Anda memaksakannya, kemungkinan besar Anda akan mendapat masalah yang jauh lebih rumit di kemudian hari.

Perbedaan prinsip di awal bisa menjadi gerbang dari banyak ketidaksetujuan lainnya yang bersifat penting. Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit, ingat tentang pepatah ini, bukan? Nah, ini tentu tidak akan berdampak baik untuk masa depan hubungan Anda berdua.

3. Pasangan tidak menghormati Anda

Sebuah hubungan asmara layaknya sebuah kemitraan. Anda dan pasangan sama-sama ada di posisi yang setara, dan idealnya harus memiliki rasa saling menghormati serta menghargai satu sama lain.

Kurang atau tidak adanya rasa hormat akan menenggelamkan hubungan Anda berdua ke dalam jurang kehancuran. Perilaku melecehkan dan merendahkan, bahkan sesederhana seperti tidak meminta maaf keetika ia berbuat salah atau malah balik menyudutkan Anda, adalah tanda waspada yang benar-benar perlu Anda perhatikan baik-baik. Apalagi jika ia sampai tega bermain kasar dan menghardik Anda dengan kata-kata yang bersifat menghina.

Pelecehan secara verbal, emosional, psikologis, hingga seksual adalah perusak hubungan yang seringnya diabaikan. Terlebih, ada banyak sikap tidak hormat yang bisa ditunjukkan dengan cara halus dan manipulatifsehingga Anda mungkin tidak menyadarinya. Jangan tolerir dan maklumi perilaku ini, secinta apapun Anda pada pasangan.

shutterstock_600

4. Pasangan Anda hanya meminta perhatian, tanpa berlaku sebaliknya

Siapa, sih, yang tidak mau dihujani dengan cinta dan kasih sayang setiap waktu? Akan tetapi, sebuah hubungan asmara yang sehat seharusnya ditandai dengan kedua belah pihak yang sama-sama berusaha untuk menyenangkan satu sama lain

Jangan hiraukan perilaku pasangan yang posesif dan egois tidak ada obat. Misalnya, terus-terusan cek hape Anda tanpa alasan, selalu ingin tahu keberadaan Anda tiap menitnya, hingga membatasi atau bahkan melarang Anda jalan-jalan dengan teman lama atas dasar “ingin berduaan” saja. Apalagi jika ketika Anda benar-benar membutuhkan perhatiannya, ia tidak pernah ada untuk Anda — sulit dihubungi atau selalu alasan sibuk.

Jika Anda merasa semakin lama merasa terombang-ambing, dinomorduakan, dan kerap bertanya-tanya status Anda sebenarnya di mata dirinya, cobalah berpikir lebih jernih apakah Anda benar-benar bahagia bersama dengan orang yang tidak pedulian?

5. Pasangan Anda tidak bisa memberi rasa aman

Coba ingat-ingat, apa yang pasangan Anda lakukan ketika Anda sedang emosi atau sedih berkelanjutan. Bagaimana cara ia mengatasi emosi Anda? Apakah ia mencoba untuk menjadi pendengar yang baik dan menghibur Anda di kala dibutuhkan (bahkan sesederhana dengan memberikan minum), atau malah diam saja meninggalkan Anda sendirian sementara ia sibuk sendiri?

Dr. Brown mengatakan, pasangan yang mampu memberikan kenyamanan dalam kondisi apapun menjadi salah satu pertanda kuat bahwa Anda telah menemukan orang yang tepat. Namun sebaliknya, jika pasangan cenderung bersikap cuek bahkan mendiamkan Anda tanpa melakukan apapun, bisa jadi dia bukan pasangan yang tepat untuk Anda.

Hal terpenting ialah jangan terburu-buru dalam memutuskan apakah si dia merupakan pasangan hidup yang tepat bagi Anda. Lihat setiap prosesnya dan tanyakan pada diri, apakah dia benar-benar orang yang Anda cari untuk menghabiskan sisa hidup bersama?

Source: HelloSehat . Widya Citra Andini . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.