Jenis-Jenis Kopi Nusantara


KOPI INDONESIA-600-201


logo-otten

Indonesia adalah negara yang diberkahi dengan letak geografis dan struktur tanah baik tempat bertumbuhnya kopi. Beberapa wilayah di Indonesia tersebar perkebunan kopi yang masing-masing hasil kopinya memiliki karakteristik unik dan berbeda-beda. Apa saja kopi nusantara dan bagaimana karakteristik setiap biji kopinya? 

Ceff291WEAAKaT0

Inilah 10 Negara Tujuan Utama Ekspor Kopi Indonesia


KataData, Selasa 5 Desember 2017

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia dengan produksi mencapai 639 ribu ton pada 2016. Beberapa jenis kopi Nusantara bahkan dikenal oleh penikmat kopi di seluruh dunia seperti kopi Toraja, kopi Lampung, kopi Mandailing, maupun kopi Aceh. Bahkan kopi Luwak yang merupakan kopi hasil fermentasi dari binatang luwak/musang sangat terkenal kenikmatannya sehingga harganya sangat mahal hingga mencapai jutaan rupiah per kilogram.

Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan ekspor kopi Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekspor kopi Indonesia ke Negeri Paman Sam pada 2016 seberat 67.309,2 ton, naik 2,79 persen dari tahun sebelumnya 65.482,3 ton. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan dengan ekspor ke negara lainnya. Adapun nilainya mencapai US$ 269,9 juta atau sekitar Rp 3,5 triliun. Sementara total ekspor kopi Indonesia mencapai 412 ribu ton dengan nilai US$ 1 miliar.

Luas areal tanaman kopi Nusantara mencapai 1,23 juta hektare (ha) terdiri atas Perkebunan Rakyat 1,18 juta ha, Perkebunan Besar Negara 22.525 ha, serta Perkebunan Besar Swasta 25.493 ha.

10 Negara Tujuan Utama Ekspor Kopi Indonesia 2016

Opera Snapshot_2018-03-25_082419_databoks.katadata.co.id 600x400

Source: KataData News & Research

Kopi Indonesia Berjaya di World of Coffee Budapest 2017


Penulis : Aprillia Ika . Kompas . 4 Juli 2017

WOC-Budapest-Logo-BW-Trans-Updated

Upaya mengenalkan dan meningkatkan daya saing kopi Indonesia terus dilakukan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam World of Coffee (WoC) Budapest 2017 di Hung Expo Budapest, Hongaria, pada 13-15 Juni 2017. Keikutsertaan Indonesia di World of Coffee (WoC) Budapest 2017 berhasil membukukan transaksi 4,9 juta dollar AS selama pameran berlangsung.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Budapest Hikmat Rijadi mengungkapkan, partisipasi Indonesia ke-3 kalinya ini merupakan partisipasi terbaik di WoC dari sisi jumlah buyers dan inquiry yang diterima.

“Kami harapkan partisipasi Indonesia dalam WoC Budapest 2017 ini mampu mengenalkan dan menjadikan specialty coffee Indonesia semakin kompetitif di pasar Eropa,” ungkap Hikmat Rijadi melalui pernyataannya ke Kompas.com.

Beberapa specialty coffee Indonesia yang dipromosikan kali ini antara lain kopi arabika dari Sumatera Gayo, Lintong, Kerinci, Solok Minang, Bengkulu, Jawa Barat Preanger dan Papandayan.

Serta dari Jawa Tengah Temanggung, Jawa Timur Bondowoso dan Kalisat, Bali Kintamani, Flores Bajawa, Sulawesi Toraja, dan Papua Wamena.

Adapun dari jenis kopi robusta yaitu kopi asal Lampung, Jawa Tengah Temanggung, Flores Manggarai, serta tidak ketinggalan kopi Luwak. Sebanyak lebih dari 32 inquiry juga datang dari beberapa negara di Eropa seperti Bulgaria, Polandia, Kroasia, Slovakia, Slovenia, Ceko, Italia, Belanda, Belgia, Swiss, Jerman, dan Inggris.

Ada pula inquiry dari kawasan lain seperti Turki, Israel, Amerika Latin (Brasil, Kolombia, dan Guatemala), Timur Tengah (Kuwait dan UAE), dan Asia (Korea Selatan, RRT, Vietnam).

Rangkaian kompetisi kopi internasional World of Coffee Budapest, Hungaria, baru saja usai Kamis (15/6) lalu. Juara-juara baru dalam dunia kopi internasional pun sudah terpilih. Kontingen Indonesia, Harison Chandra untuk WBrC, Ovie Kurniawan untuk WLAC, dan Dimas Juliannur Fajar untuk WCTC juga sudah memberikan penampilan yang membanggakan.

juara-dunia-world-of-coffee-budapest-4-ovie-3

Harison Chandra, wakil Indonesia untuk WBrC 2017

Perwakilan dari Indonesia, Harison Chandra, mempersembahkan kopi Finca Deborah Geisha dari Panama kepada para juri. Ia mengalami sedikit kendala akibat kettle yang tidak bekerja dengan baik. Tatkala mengejar suhu 95°C, kettle yang ia gunakan berhenti memanaskan di suhu 85°C.

“Gak inget gimana bisa kejadian. Tapi waktu itu aku liat kettle-nya menunjukkan angka di 85°C. Pada dasarnya, aku harus memutuskan harus ngapain dan akhirnya aku mutusin buat lanjut aja karena udah gak ada waktu buat nunggu,” ujar Harison pada tim kopikini.com, melalui pesan pribadi dari akun sosial medianya, Jumat (16/6).

Apa saja Kopi Nusantara dan bagaimana Karakteristik nya? 

Kopi Sumatera


Kopi Sumatera-Perkebunan Kopi aeki

Kopi Sumatera adalah salah satu kopi paling terkenal di dunia. Kopi Sumatera yang paling terkenal berasal dari Sumatera Utara dengan kopi Sidikalang, Lintong dan Mandheling. Kopi Sumatera memiliki cita rasa yang berat. Bisa dikatakan paling berat dan kompleks di antara jenis-jenis kopi yang ada di dunia.

Beberapa ahli kopi mengatakan kopi Sumatera memiliki cita rasa unik karena dengan karakteristik dengan aroma rempah dan juga earthy. Kopi Sumatera memiliki tekstur halus dan berbau tajam. Inilah yang menyebabkan kopi Sumatera menjadi salah satu kopi paling laris. Kopi Suamtera diproses dalam dua cara yaitu proses semi-washed dan dry-processed. Ditanam di ketinggian dan kontur tanah ideal menjadikan kopi Sumatera berkualitas terbaik bahkan di mata Internasional.

Kopi Sumatera-coffee-beans-and-womans-handsKopi Sumatera-kopi-sumatra_0803_20180308_101626

Berikut adalah 7 Kopi Terbaik di Sumatera:

  1. Kopi Takengon (Gayo)
  2. Kopi Sidikalang
  3. Kopi Mandailing
  4. Kopi Curup
  5. Kopi Empat Lawang
  6. Kopi Lahat
  7. Kopi Lampung

Kopi Sulawesi


Kopi Sulawesi-Kopi Toraja-Sulawesi

Tana Toraja adalah daerah yang diberkahi tanah tempat kopi tumbuh subur dengan kualitas yang tak kalah baik dari kopi dari daerah lain. Rasa yang kuat dan kadar asam yang tinggi menjadikan kopi Toraja diminati pasar yang memang menyukai kopi dengan keasaman tinggi.

Meskipun sering disebut-sebut bercita rasa mirip dengan kopi Sumatera, tapi kopi Toraja memiliki ciri sendiri yang tentunya berbeda. Kopi Toraja memiliki bentuk biji yang lebih kecil dan lebih mengkilap dan licin pada kulit bijinya. Meskipun memiliki cita rasa asam, kopi Toraja memilki aroma earthy yang khas. Dan menurut ahli kopi aroma itulah yang menjadikan kopi Toraja berbeda dengan karakteristik yang unik pula.

Kopi Toraja 2Kopi Sulawesi-kopi-toraja2Kopi Toraja 1kopi_kampung_toraja

Di setiap kopi nikmat, ada beragam variabel yang membuatnya istimewa: lokasi, variasi, metode pengolahan, ketinggian, dan lainnya. Toraja adalah daerah pegunungan yang dihuni oleh kelompok etnis Toraja. Seperti kebanyakan di Indonesia, ini adalah lokasi yang basah dan lembab.

Wilayah yang terletak di Sulawesi selatan ini mempunyai letak geografis area pegunungan yang sangat cocok untuk pengembangan budidaya kopi dengan kualitas yang sangat prima. Hal tersebut sudah diketahui sejak penjajahan Belanda ratusan tahun silam. Wilayah Toraja juga dikenal sebagai wilayah yang mempunyai budaya dengan pesona indah yang tidak ditemukan di wilayah Indonesia lainnya.

Disamping itu daerah ini sangat dikenal sebagai penghasil kopi dengan aroma wangi yang memikat selera para penikmat kopi dengan selera tinggi. Bagi anda yang berkunjung ke Tana Toraja khususnya di Rantepao tidak lengkap rasanya jika kunjungan tersebut tidak disempurnakan dengan menikmati Kopi Arabica asli Toraja.

Toraja merupakan salah satu kota penghasil kopi arabika di Indonesia, berlokasi di bagian selatan dari Pulau Sulawesi yang didominasi dengan kontur dataran tinggi berupa pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1.200 mdpl dan berjenis tanah endapan liat/marine memberikan satu keunggulan yang mampu membuat kualitas kopi dari Tana Toraja memiliki keunikan dari segi karakteristik rasa dan aroma.

Ada beberapa Negara yang sangat menggemari kopi Torja terutama Jepang, makanya tidak heran kalo  Kopi Toraja kini sudah dipatenkan Jepang oleh perusahaan bernama Key Coffe pada tahun 2005.  

Di Jepang kopi Toraja di anggap sebagai barang mewah, sekitar 40 persen kopi yang beredar di Jepang adalah kopi Toraja. Penikmat kopi Toraja dinegara matahari terbit ini berasal dari kalangan menengah keatas karena untuk mendapatkan secangkir kopi Toraja mereka harus membayarnya dengan harga cukup tinggi.

Karakter kopi “Toraja” Sulawesi 

Kopi Sulawesi rasanya bersih, mereka secara umum menampilkan ciri karakter rempah-rempah atau kacang-kacangan, seperti kayu manis atau cardamom (sejenis jahe). Karakter lada hitam kadang-kadang juga ditemukan. Rasa manis mereka, seperti halnya kebanyakan kopi-kopi Indonesia, berhubungan erat dengan kekentalan kopi.

After taste-nya akan menyelubungi langit-langit mulut di akhir minum kopi, halus dan lembut. Kebanyakan kopi Sulawesi dibudidayakan oleh perkebunan kecil, dengan sekitar 5% berasal dari tujuh perusahaan yang lebih besar Petani-petani Sulawesi menggunakan suatu proses yang unik disebut “giling basah”.

Kopi Toraja Kalosi sendiri memiliki aroma kopi spesial ini khas dengan tingkat keasaman yang rendah, halus, lembut, citarasa floral dan fruity. Sensasi rasa kopinya kuat, menembus lidah. Juga ada rasa kecut. Pahitnya muncul di ujung lidah tak lama setelah diteguk. Penampilan kopinya tampak lebih bening setelah dituang ke dalam cangkir, mirip teh pekat

Kopi Toraja adalah jenis kopi Arabica yang disebut “Queen of Coffee”. Cirinya adalah kopi ini memiliki aroma khas seperti aroma tanah. Rasa pahitnya menonjol, namun dengan kadar asam yang rendah, tidak bikin mual ketika meminumnya.”

Kopi Toraja - CoffeeLand

Coffeeland Indonesia menyediakan beberapa Kopi Arabica Specialty Single Origin dari beberapa daerah Indonesia yang sudah dikenal baik di dalam maupun di luar negeri. Ada beberapa jenis kemasan Kopi Arabica Specialty Single Origin untuk anda coba, agar anda bisa menemukan karakter rasa kopi apa yang cocok untuk memanjakan lidah anda. Kemasan yang tersedia mulai dari 125gr, 250gr, 500gr hingga 1Kg. More Information contact:  +62 813 223 56979.

logo-ke-belanda-resize

Adapun Kopi Arabica Specialty Single Origin yang tersedia di Coffeeland yaitu : 

  • Kopi Arabica Aceh Gayo Specialty
  • Kopi Arabica Toraja Specialty
  • Kopi Arabica Flores Specialty
  • Kopi Arabica Bali Specialty
  • Kopi Arabica Java Specialty
  • Kopi Arabica Malabar Specialty
  • Kopi Arabica Mandailing Specialty
  • Kopi Arabica Wamena Specialty
  • Kopi Arabica Blue Korintji Specialty

Kopi Aceh Gayo


Kopi Gayo 1

Siapa yang tidak kenal dengan kopi Aceh Gayo yang sudah tersohor kenikmatannya? Kopi yang berasal dari daerah Tanah Gayo Aceh Tengah ini menjadi salah satu jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi masyarakat maupun yang diekspor ke luar negeri. Kopi Gayo memiliki ciri unik dengan kekhasan aroma yang berbeda dengan kopi-kopi lain di Indonesia.

890-512-29-01-2018-menikmati-kopi-menjadi-gaya-hidup-masyarakat-tak-percaya-ini-buktinya-1517198720

Kopi Gayo menghasilkan sebagian besar jenis kopi Arabika terbaik. Cita rasa kopi Gayo sendiri terasa lebih pahit dengan tingkat keasaman rendah. Aromanya yang sangat tajam menjadikan jenis kopi ini disukai. Tak heran kopi ini menjadi penghasil kopi terbesar di Asia. Meskipun rasanya pahit, kopi Gayo memberi aroma gurih pada setiap tegukan.

Kopi Gayo, selain terkenal di negeri sendiri, juga dikenal oleh penikmat kopi di luar negeri, terutama di Uni Eropa. Di Aceh sendiri, kopi Gayo sebagian besar ditanam di dataran tinggi. Terdapat tiga daerah yang menjadi pusat kopi Gayo, yakni Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Tiga daerah itu memiliki 60 varietas dan cultivated variety kopi Gayo.

Namun dari banyak varietas itu, dua di antaranya diambil untuk dikembangkan, yakni varietas Gayo 1 dan Gayo 2. Pengembangan dua varietas ini merupakan saran dari Kementerian Pertanian karena keduanya dianggap memiliki kualitas baik. “Dua varietas merupakan varietas anjuran dari Kementerian Pertanian yang telah teruji dari kualitas dan produktivitasnya,” kata Iwan Juni, seorang pemehati kopi asal Aceh.

Varietas Gayo 1 dan Gayo 2, lanjut Iwan Juni, berdasarkan uji cita rasa. Gayo 1 unggul di kelompok flavor (perisa) enzymatic. Sementara Gayo 2 di kelompok flavor sugar browning. Ditambah dengan viskositas (body) arabika Gayo yang merupakan salah satu viskositas terbaik di dunia, wajar kedua varietas tersebut menjadi favorit para pembeli kopi dunia.

Kopi Gayo 2Kopi Gayo 3Kopi Gayo 4

Kementerian Pertanian, lanjut Iwan, telah melepas varietas Gayo 1 dan Gayo 2 sebagai varietas unggulan pada tahun 2010.

16627597_926d7a9c-c8cc-4bd7-baf6-540bc8bc6ba9_720_567

Adapun ciri utama dari varietas Gayo 1 adalah pertumbuhan yang tinggi dan kokoh, warna daun hijau tua, pupus berwarna cokelat muda, buah muda berwarna hijau bersih, buah masak berwarna bmerah cerah, bentuk buah agak memanjang, ujung agak tumpul, buah masak kurang serempak, lebih toleran terhadap penyakit karat daun serta mutu fisik dan mutu seduhan sangat baik. Sementara filogenetik asal usul Gayo 1 tidak diketahui secara pasti.

Namun dari perincian monologi tanaman, bentuk daun, ukuran bunga dan dompolan buah dengan ruas (internodia) panjang diduga berasal dari populasi kopi arabusta asal Timor Timur.

Arabusta Timor Timur merupakan persilangan alami antara kopi arabika dengan kopi robusta yang terjadi di Timtim. Pada tahun 1979-1980-an, varietas ini dikembangkan ke seluruh wilayah pengembangan kopi arabika di Indonesia melalui proyek Proyek Peremajaan, Rehabilitasi dan Perluasan Tanaman Eskpor (PRPTE), termasuk Dataran Tinggi Gayo.

Sejak terpatahkannya ketahanan Varietas Catimor Jaluk terhadap serangan penyakit karat daun, di awal tahun 2000-an, petani banyak beralih mengembangkan varietas Timtim yang berbuah lebat serta lebih tahan penyakit karat daun, kemudian menggunakannya sebagai sumber benih. Menurut Iwan, Gayo 1 berasal dari population breeding, yaitu seleksi dari populasi varietas Timtim atau dikenal dengan sebutan Hibrido de Timor (HdT).

Varietas ini dipilih oleh dua orang staf dari Puslitkoka Jember dengan prosedur yang tidak benar. Namun demikian, kesalahan prosedur tersebut bukanlah hal yang disengaja.

Sebab, saat itu, pada akhir tahun 1970-an, belum banyak informasi yang diperoleh mengenai varietas baru kopi gayo. “Alhasil menjadi lumrah jika di kebun-kebun pengembangnya di tanah Gayo, terjadi inhomogenitas (tidak beragam) yang sangat tinggi, sehingga diseleksilah menjadi Gayo 1 yang memiliki homogenitas yang lebih baik,” jelas Iwan Juni.

Sementara itu, ciri utama dari Gayo 2 adalah tipe pertumbuhan tinggi, melebar dengan perdu kokoh, daun berwarna hijau tua, pupus pucuk daun berwarna cokelat kemerahan, buah merah agak bulat dan berwarna merah muda, agak tahan penyakit karat daun, mutu fisik dan mutu seduhan sangat baik.

Gayo 2 merupakan hasil seleksi pada populasi arabika yang ditanam bercampur dengan Timtim dan Linie 5 di kebun seorang petani, Maisir Aman Al di Desa Jongok Meluem  Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah.

Pada saat ini tersisa 2 dari 6 batang pohon dari pohon terpilih ditanam di sekitar pohon induk. Jumlahnya 1.500 batang pohon yang jika diidentifikasi terpilih menjadi 2 tipe. “Gayo 2 adalah multiline variety yang pada awalnya berasal dari 4 batang kopi di Kebun Pak Maisir itu, sebagaimana multiline variety yang lain. Gayo 2 memiliki homogenitas yang sangat baik. Karena varietas ini akan dapat dikenali dengan lebih mudah,” tambah Iwan Juni yang juga ketua Gayo Barista Community (GBC) tersebut.

Rasa tak konsisten

Salah satu ciri khas kopi arabika Gayo adalah cenderung memiliki rasa yang tidak konsisten. Hal itu terjadi karena perkebunan kopi di daerah ini memiliki ketinggian yang berbeda, serta cara budidaya yang beragam.

“Kalau kopi yang ditanami di areal yang berbeda, dengan ketinggian yang berbeda, serta varietas yang beragam, maka memungkinkan karakteristik kualitas fisik dan cita rasa juga akan berbeda pula,” kata Mahdi, ketua Gayo Cupper Team (GCT), sebuah asosiasi penguji cita rasa kopi, Jumat (28/4/2017) lalu.

Kopi arabika yang ditanami pada ketinggian di bawah 1.200 mdpl cenderung menghasilkan kualitas fisik jelek dan cita rasa yang tidak disukai oleh penikmat kopi pada umumnya. Keasaman kopi rendah dan kurang kental. Sedangkan kopi yang ditanam di atas ketinggian 1.200 mdpl menghasilkan biji kopi yang baik dengan cita rasa yang lebih kompleks.

Mahdi menyebutkan, daerah yang di bawah ketinggian 1.200 mdpl di antaranya di Takengon, yaitu di Kecamatan Rusip dan Celala, serta sebagian perkebunan kopi di Kecamatan Silihnara. Sedangkan dataran tinggi di atas 1.200 mdpl terdapat di Kecamatan Atu Lintang, Jagong Jeget, Bies, serta Bebesen, Kute Panang dan Kecamatan Bintang. Sementara itu di Kabupaten Bener Meriah, sebagian kopi yang ditanam terdapat di Kecamatan Gajah Putih, Timang Gajah, Bandar, Mesidah, serta Kecamatan Syiah Utama. Daerah-daerah tersebut memiliki ketinggian di bawah 1200 mdpl.

Sedangkan daerah di atas ketinggian 1.200 mdpl di antarnya terdapat di Kecamatan Bukit, Bandar, Bener Kelipah dan Kecamatan Permata. “Tentu dalam hal ini kualitas kopi di bawah 1.200 mdpl tidak potensial untuk dijadikan areal budidaya kopi arabika Gayo, melainkan cocok untuk kopi robusta, kakao, dan komiditi lainnya,” terang Mahdi yang sudah 20 tahun mengamati perkembangan kopi Gayo.

Di Jepang, Kopi Gayo Sangat Terkenal

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin ketika menyambut Walikota Ochi, Provinsi Kochi, Jepang, Mr. Yasuyuki Koda, Senin (17/10/2016) malam.(Kontributor Takengon, Iwan Bahagia )

Walikota Ochi, Jepang Yasuyuki Koda menyebut, salah satu hasil bumi tanah Aceh, yakni kopi gayo terkenal di negaranya.

Hal itu disampaikan Koda, saat dijamu Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, Senin (17/10/2016). “Di Jepang, kopi gayo sangat terkenal,” ungkap dia di sela menyeruput kopi dari cangkirnya.

Koda yang mengaku penggemar kopi ini bahkan mengungkapkan bahwa dirinya adalah seorang penyuka kopi gayo.

Dibanding kopi lain, kopi gayo lebih high class,” kata dia.

Nasaruddin yang mendengarkan pengakuan tersebut langsung menyahuti Yasuyuki dengan mengatakan bahwa kopi gayo di daerah ini ditanam secara organik.

Selain itu kopi ini juga menghasilkan cita rasa dan aroma yang disukai pasar dunia. “Ada 17 negara tujuan ekspor sejauh ini, dan Jepang merupakan satu di antara pengimpor besar di Asia,” ujar dia.

Nasaruddin menambahkan, pasar kopi di Asia, terlebih di Jepang, akan terus berkembang seiring dengan perubahan gaya hidup dan peralihan budaya masyarakat yang awalnya akrab dengan minuman teh kini beralih menyeruput kopi. / Penulis : Kontributor Takengon, Iwan Bahagia

Berikut data tentang Kopi Gayo yang beredar di pasaran lokal 

Kopi Gayo 01

Kopi Gayo 02

Kopi Gayo 03

Kopi Gayo 04

Kopi Gayo 05

Kopi Gayo 06

Kopi Kintamani . Bali


Kopi-Kintamani-Sudah-Diekspor-ke-Amerika-Sejak-1825_126037

Kopi yang berasal dari daerah Kintamani Bali nan sejuk ini memang memiliki keunikan cita rasa yang berbeda dari kopi di daerah lain di nusantara. Kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa buah-buahan yang asam dan segar. Hal tersebut terjadi dikarenakan tanaman kopi di Bali Kintamani ditanam bersamaan dengan tanaman lain seperti aneka sayuran dan buah jeruk. Kopi jenis ini menggunakan sistem ‘tumpang sari’ bersama dengan jenis tanaman lain.

Itu kenapa biji kopinya meresap rasa buah-buahan seperti jeruk. Selain memiliki cita rasa ‘buah’, kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa yang lembut dan tidak berat. Keunikanya tersebut di dapat dari letak geografisnya yang unik juga. Bagi kamu yang menyukai cita rasa kopi berbeda, kopi Bali Kintamani bisa menjadi pilihan yang tepat.

kopi-kintamani

Kopi Bali Kintamani dihasilkan dari tanaman kopi arabika yang ditanam didataran tinggi Kintamani, tepatnya di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, dengan ketinggian diatas 900 mdpl.

Kawasan Kintamani berada dilereng gunung berapi batur. Dengan jenis tanah Entisel dan Inceptisol (Regusol). Kawasan ini memiliki udara yang dingin dan kering dengan curah hujan yang banyak selama 6-7 bulan musim hujan.

Tanaman-tanaman kopi arabika terbentuk dari varietas-varietas terseleksi. Pohon kopi ditanam dibawah pohon penaung dan dikombinasikan dengan tanaman lain dan dikelola serta diberi pupuk organic. Kopi ini memiliki citarasa yang khas yakni aroma citrus dengan tingkat keasaman yang rendah, sehingga banyak diminati oleh konsumen Internasional.

76130cd7-1de1-4742-835e-77b86fecb749w

Hasil kopi ini adalah yang diandalkan. Bahkan menjadi salah satu dari tiga kopi Indonesia yang mendapat sertifikat Indikasi Geografis Unik, lebih dikenal dengan nama Indikasi Geografis. Bukan cuma itu, Kopi Kintamani memiliki Sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual dengan Indikasi Geografis. Artinya Kopi Kintamani adalah yang pertama  mendapatkan sertifikat HAKI dengan Indikasi Geografis.

Kopi jenis arabika yang tumbuh di kawasan wisata Kintamani, memiliki keunggulan yang diakui konsumennya mancanegara, di antaranya citarasa yang khas, tahan hama penyakit, berbuah lebat serta produktivitas tinggi.

Gelondong merah dipetik secara manual dan dipilih dengan cara seksama dengan persentase gelondong merahnya 95%. Kopi gelondong merah selanjutnya diolah secara basah, Dengan fermentasi selama 12 jam atau 36 jam serta dikeringkan secara alami dengan cara menjemur. Teknik olah yang dikembangkan oleh petani Kintamani bisa mewujudkan potensi mutu kawasan Kintamani.

Karakteristik Kopi Kintamani Bali (biji kopi dan citarasa) telah diteliti secara mendalam sejak 2003. Pada tahun 2003-2004 dan 2006 telah diambil ratusan sample yang dianalisis oleh para ahli kopi di-PPKKI (jember) dan cirad (montpelllier, prancis).

188801_b72b1d68-3e86-11e5-8c9b-524b87772fba

Penelitian ini menghasilkan data-data yang konsisten berkenaan dengan ukuran biji kopi dan citrarasanya. Pengambilan sampel kopi telah dilakukan pada tahun 2003 (100 sample), tahun 2004 (66 sample),dan tahun 2006 (38 sample). Pada derajat sangrai sedang (medium roast) Kopi Kintamani menunjukkan hasil sangrai yang homogeny, serta aroma kopi kopi yang terkesan manis dan ada sedikit aroma rempah-rempah.

Hasil analisis sensorial menunjukkan bahwa selama bertahun-tahun ini rasa Kopi Kintamani memiliki tingkat keasaman reguler yang mencukupi, mutu dan intensitas aroma yang kuat, dengan aroma family buah jeruk (rasa jeruk dan jeruk nipis). dan kekentalan sedang. Ini berarti kopi arabika bali kintamani memiliki potensi cita rasa yang tinggi. Kopi arabika Bali Kintamani biasanya dapat dikatakan tidak terlalu pahit (bitter) dan tidak sepat (astringent).

Ini disebabkan karena para petani Bali Kintamani memiliki kepedulian yang tinggi tentang tata cara petik pilih (gelondong merah saja) selama panen. pada umumnya, tidak terdapat cacat rasa yang signifikan dari rasa Kopi Kintamani ini. Salah satu alasanya bahwa para petani Kintamani telah mempraktekkan prinsip-prinsip “praktek pengolahan yang baik”(good manufacturing practices, GMP).

Bali baru memperdagangkan tiga jenis hasil perkebunan ke pasaran ekspor selain kopi juga kakao dan ini merupakan mata dagangan jenis baru dari Pulau Dewata dan sudah memasuki pasar mancanegara. Selain kopi arabika Kintamaniuntuk Bali, ada tanaman teh, kakao, karet, kelapa sawit, kelapa serta komoditas lainnya.

Mengenai luas wilayah khusus untuk kopi arabika Kintamani Bali meliputi 64 wilayah subak abian. Peran Subak dan mengembangkan dan menjaga keaslian Kopi Kintamani ini yang cukup besar. Mereka  selain mengatur sistem tanam subak,  juga memberikan kesejahtraan kepada para petaninya dengan mengatur harga pasar.

Tidak itu saja dalam subak melekat juga aturan adat yaitu  petani memiliki kesepakatan, bahwa anggotanya harus bertani secara organik. Tak boleh ada anggota yang menggunakan bahan kimia.

Pupuk dan pestisidanya juga organik. Selain untuk memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produksi, juga agar memenuhi standar produk organik. Aturan lainnya adalah anggota dilarang panen kopi jika belum berwarna merah. Tujuannya agar kualitas kopi tetap bagus. Jika ada anggota yang melanggar, maka dia akan mendapat sanksi adat.

Ketatnya aturan adat itu sebagai hukum moral yang sudah diwariskan secara turun-temurun, sehingga tidak ada petani yang berani melanggarnya. Bahkan hasil kopi arabika hasil panenan petani di Kecamatan Kintamani ini juga diproses dengan baik menghasilkan kopi kualitas ekspor dan mampu menembus sejumlah pasar mancanegara.

Dengan adanya pengembangan kawasan komoditas unggulan ini, diharapkan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia maupun penggunaan aset alat mesin, termasuk pendayagunaan sumber daya tanaman diharapkan akan terkelola lebih baik.

Kopi Kintamani 1

Kopi ini dapat ditemukan di banyak pusat oleh-oleh khas Bali. Namun jika ingin membeli dan melihat langsung proses pengolahan kopi secara tradisional, silakan datang ke kawasan Kintamani, Bali.

 

Kopi Papua Wamena


Kopi Papua Wamena 1

Kopi yang berasal dari wilayah Timur Indonesia ini tumbuh pada ketinggian 1.500 m dengan suhu 20 derajat. Menjadikannya kopi dengan cita rasa ringan dan memiliki keharuman tajam yang nikmat. Kopi Papua Wamena memiliki tingkat keasaman yang rendah, mungkin dikarenakan letak geografisnya dan juga struktur tanah tempat kopi ini bertumbuh.

Yang membuat kopi ini berkualitas tinggi adalah para petani menanam kopi ini secara organik karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang tentu bisa memengaruhi kopi yang akan dihasilkan. Untuk kamu yang menyukai kopi dengan rasa ringan dan lembut, aroma tajam yang nikmat serta tekstur yang nyaris tanpa ampas, kopi Papua Wamena adalah pilihan yang tak mungkin salah.

Kopi Papua Wamena 2

Citarasa Kopi Arabika Dari Wamena Papua

Kebun kopi di kawasan ini menghasilkan salah satu kopi terbaik di dunia karena biji kopi jenis arabica ini berasal dari perkebunan alami yang ditanam di ketinggian 1600meter dari permukaan laut. Ini merupakan perkebunan paling tinggi dibandingkan kebun-kebun kopi lain yang rata-rata ditanam di ketinggian 1200 mdpl.

ketinggian inilah yang menghasilkan tingkat keasaman yang relatif rendah sehingga menghasilkan citarasa tinggi. Apalagi, penanaman kopi di Kabupaten Jayawijaya umumnya juga masih dikelola secara tradisional oleh mayarakat setempat, dengan peralatan sederhana dan tidak menggunakan bahan-bahan kimia untuk merangsang pertumbuhan maupun meningkatkan produktivitas. ” Ada perda larangan penggunaan pestisida,”

Jadi, wajar saja kopi asal Pegunungan Tengah Papua yang biasa disebut kopi Wamena mempunyai rasa yang khas dan layak disebut sebagai “kopi organik”. Bahkan, saking tradisionalnya, perkebunan seluas enam hektar ini juga unik karena masih seperti hutan dan heterogenous,tidak hanya pohon kopi saja yang ditanam di perkebunan. Ini yang membuat kopi organik yang berasal dari dataran tinggi Wamena ini mempunyai kualitas tinggi dan sangat diminati pasar luar neger. Melalui koperasi, biji kopi organik dikirim dan Ekspor perdananya dilakukan 2008 lalu.

Memang, pengembangan tanaman kopi di Pegunungan Tengah Papua baru berjalan dalam satu dekade terakhir ini. Awalnya strategi pemanfaatan potensi kopi digulirkan pemerintah setempat sebagai upaya mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan masyarakat karena tidak adanya alternatif pandapatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan penyangga Taman Nasional Lorentz.

Dengan melihat potensi penduduk lokal sebagai peladang ubi jalar yang handal, cara bercocok tanam kopi dimulai awal tahun 1990an. Hingga kini terus berkembang dengan adanya pendampingan dari sejumlah pihak seperti World Wild Fund (WWF), United States Agency for International Development (USAID) dan Agribusiness Market and Support Activity (Amarta) mengenai program Papua Agriculture Development Alliance (PADA) untuk meningkatkan produksi dan kualitas kopi arabika di Lembah Baliem.

Bahkan tahun ini pemerintah daerah mencanangkan program Gerakan kanam kopi (Gertak). “Harapannya berkembang dengan semakin meluasnya areal tanaman kopi di beberapa distrik,” imbuh Leader Project Manager Program Lorenz WWF Indonesia, Wamena, Petrus Alberth Dewantoro Talubun.

Kopi Papua Wamena 3

Tapi sungguh sangat disayangkan, kopi produk organik dengan rasa sangat khas bila diseduh menghasilkan rasa yang bukan saja intensely aromatic alias harum semerbak, tidak terlalu kental, tidak terlalu pahit dan juga meninggalkan after taste rasa asam yang lembut ini kurang membumi di Wamena.

Kopi Flores Bajawa


Kopi Flores Bajawa 1

Flores terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, siapa sangka daerah ini ternyata juga menghasilkan kopi yang tak kalah nikmatnya. Kopi Flores Bajawa adalah kopi yang berasal dari Kabupaten Ngada. Kopi ini tumbuh di dataran Flores yang subur meskipun di kelilingi oleh pegunungan yang masih aktif maupun tidak.

Kopi Flores Bajawa 2

Tanah tempat kopi ini dihasilkan ternyata mengandung andosols subur dari abu gunung berapi yang ternyata sangat baik untuk menanam kopi. Dan jadilah kopi Flores Bajawa yang nikmatnya tak kalah dengan kopi nusantara lainnya. Kopi Flores Bajawa biasanya melalui proses giling basah. Kopi ini memiliki sedikit aroma fruity dan sedikit bau tembakau pada after taste-nya. Sebuah keunikan yang mungkin tak didapatkan dari biji kopi yang berasal dari daerah lain.

Kopi Flores Bajawa 3

Kopi Flores Bajawa

Flores yaitu satu diantara sisi dari negara Indonesia sisi Timur. Satu diantara daerah di kepulauan Flores populer dengan hasil kopi nya yang sudah menebar nyaris keseluruh dunia. Daerah itu yaitu Bajawa.

Sejarah-Kopi-Flores-Bajawa

Bajawa datang dari kata Bhajawa, yang datang dari dua kata “Bha” serta Jawa”. Bha mempunyai artik “piring”, serta Jawa mempunyai makna “perdamaian”. Bhajawa mempunyai makna sebagai piring perdamaian atau daerah yang mengawali perdamaian untuk mempersatukan keseluruhnya Flores jadi utuh.

Belanda saat itu susah mengatakan kata “Bhajawa”, hingga mereka banyak menyebutnya dengan “Bajawa”. Lalu nama Bajawa ini sudah jadi satu nama daerah resmi yang diputuskan oleh pemerintah Indonesia untuk Flores.

Flores Bajawa mempunyai daerah yang subur serta alami. Kopi Flores yaitu kopi dengan type Arabika. Perkebunan kopi di Bajawa mempunyai ketinggian di atas 1300 mtr. di atas permukaan laut. Makin tinggi daerah perkebunan jadi kopi yang dihasilkan bakal makin baik.

Semua kopi Flores Bajawa lewat sistem organik, tanpa ada bahan kimia. Ini satu diantara argumen kenapa kopi Flores mempunyai citarasa yang kuat serta harum. Pemerintah setempat juga begitu mensupport beberapa petani kopi di Flores. Mereka selalu membina supaya dapat membuahkan kopi dengan kwalitas ekspor serta paling baik, serta kelihatannya ini telah termasuk berhasil, lantaran saat ini Flores jadi penyumbang ekspor kopi yang besar untuk Indonesia.

Seperti kopi daerah Indonesia Timur biasanya, kopi Flores mempunyai citarasa yang kuat atau strong. Diluar itu, kopi Flores juga mempunyai harum yang kuat. Jumlah kopi Specialty yang di hasilkan tak sejumlah dari daerah Sumatera. Hal semacam ini bikin kopi Flores Bajawa mempunyai harga yang lebih mahal dari kopi daerah Sumatera.

Saat ini kopi Flores sudah diekspor nyaris keseluruh dunia. Ekspor paling banyak ke Amerika. Warga Amerika serta Eropa begitu suka pada citarasa kopi yang kuat. Th. ini keinginan Ekspor kopi Flores Bajawa ke Amerika meraih 1000 ton, tetapi kita baru dapat penuhi ekspor sejumlah 300 ton saja. Bukan sekedar Amerika, kopi Flores juga diburu oleh Eropa, tetapi kita belum dapat penuhi semua keinginan mereka lantaran memanglah jumlah nya masihlah begitu terbatas.

Sebagian waktu lalu pemerintah Indonesia juga sudah mengambil keputusan Tanda-tanda Geografis (IG) untuk daerah Bajawa. Hal semacam ini bikin kopi Bajawa layak dikatakan sebagai kopi single origin. Kopi Single Origin mempunyai harga jual yang lebih tinggi dibanding kopi yang datang dari banyak daerah serta digabung lantas di jual ke market.

Kopi Flores Bajawa 4

Kopi Flores Bajawa jadi satu diantara kopi paling baik Indonesia yang perlu anda cicipi. Kami dari JPW Coffee jual kopi Flores Bajawa Specialty Grade. Kami cuma jual kopi special dengan defect di bawah 4%, yang berarti kopi yang kami jual diisi biji kopi paling baik tanpa ada cacat. Cacat dalam biji kopi dapat seperti biji berlubang, biji hitam, biji pecah, ada kotoran-kotoran, serta lain lain.

Kopi Jawa


Kopi Jawa 1 - Garut

Kopi yang berasal dari Pulau Jawa ini ternyata memiliki keunikan cita rasa sendiri. Aroma rempah yang lahir secara alami menjadikan kopi jenis ini dinikmati karena memiliki karakteristik yang berbeda.

Kopi-Jawa-yang-Eksotis-nan-Harum

Meskipun kopi Jawa tidak sekuat kopi Sumatera dan Sulawesi dari segi cita rasa dan aroma, tetapi dia tetap memiliki penikmat sendiri karena aroma tipis rempah yang dihasikan. Menjadikan pengalaman minum kopi terasa lebih unik dan berbeda. Sebagian besar kopi Jawa melalui proses giling basah. Itu jugalah yang membuat cita rasanya tidak terlalu kuat. Meski begitu kopi Jawa tetap diminati karena menurut beberapa ahli, tidak semua kopi nusantara mampu menghasikan kopi yang beraroma ‘rempah’.

Kopi Jawa yang Eksotis nan Harum

Indonesia sering mendapat julukan sebagai Negeri Gemah Ripah Loh Jinawi. Jika diartikan Gemah Ripah Loh Jinawi berarti kekayaan alam yang berlimpah. Indonesia memang memiliki komoditas kekayaan alam yang sangat melimpah mulai dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari barang tambang sampai rempah-rempah bumbu dapur semuanya berhasil menarik perhatian Negara – negara tetangga bahkan sampai negara di kawasan Eropa.

Komoditas yang tidak kalah menariknya adalah kopi. Siapa yang tidak tahu dengan penghasil kopi ternikmat di dunia. Sebagai produsen kopi terbesar dan berkualitas, Indonesia merupakan saingan berat negara-negara penghasil kopi seperti Brazil, Vietnam, dan Kolombia di mata dunia. Kopi nusantara sangat beragam jenisnya mulai dari kopi luwak sampai kopi jawa.

Nah, berhubung mayoritas Prelovers adalah orang jawa dan tinggal di Pulau Jawa jadi artikel ini hanya membahas kopi jawa karena masih banyak yang belum tahu tentang kopi yang eksotis nan harum ini. Yuk, simak ulasannya berikut ini!

253570_ilustrasi-kopi_665_374

Kopi Jawa adalah kopi asli Pulau Jawa

Dari asal mula namanya saja sudah kopi jawa, Prelovers pasti sudah tahu kan dari mana asal kopi ini? Yup, kopi jawa berasal dari Pulau Jawa. Nama Jawa menjadi nama identitas dari kopi ini karena kopi ini sangat terkenal. Produksi kopi ini dipusatkan di tengah Pegunungan Ijen, di bagian timur ujung Pulau Jawa, dengan ketinggian pegunungan 1400 meter. Kopi jawa juga ditanam di daerah Priangan, Ambarawa, dan Bondowoso.

Tidak kalah dengan kopi dari Sumatera

Kopi jawa memiliki bentuk yang berbeda dengan kopi asal Sumatera. Proses pembuatan yang diproses secara basah  (wet process) membuat kopi ini memiliki cita rasa yang tidak terlalu kaya dibandingkan dengan kopi asal Sumatera. Meskipun demikian, kopi jawa mengelurkan aroma tipis rempah yang membuatnya lebih baik daripada kopi yang lain. Kopi jawa memiliki tingkat keasaman yang rendah jika dikombinasikan dengan kondisi tanah, suhu udara, kondisi cuaca serta kelembaban udara. Kopi jawa yang paling terkenal adalah Jampit dan Blawan. Kopi biji tua disebut dengan old brown, memiliki biji yang besar dan mempunyai kadar asam yang rendah. Kopi ini juga memiliki rasa yang kuat, pekat, dan manis.

java-coffee1

Kopi Jawa yang mendunia

Indonesia merupakan pengekspor kopi terbesar nomor 4 di dunia. Dalam sejarah, kepopuleran kopi jawa melesat hingga akhir abad 19. Sehingga dalam kurun waktu 2 abad, Jawa berkembang menjadi produsen kopi terbesar di dunia. Aroma kopi jawa sudah sampai ke gerai-gerai kopi di seluruh dunia. Perjalanan kopi jawa yang mendunia ini juga sempat dituangkan ke dalam buku yang berjudul The Road to Java Coffe karya Prawoto Indarto.

Source: Feb. 18, 2015 by Mustika Treisna Yuliandri-Otten Magazine and Others

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.