Apa itu Virus dan Bakteri?

Informasi tentang Virus dan Bakteri


Ada beberapa jenis organisme penyebab penyakit, mulai dari kuman, virus, bakteri, jamur atau cacing. Sebenarnya, apa bedanya? Kuman merupakan istilah awam yang identik dengan bakteri, yaitu organisme bersel satu yang hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop. … Tidak semua bakteri berbahaya. 

 Bakteri dan Virus, Manakah yang Lebih Berbahaya?


Oleh Nimas Mita Etika M. Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: Hello Sehat Medical Review Team.

shutterstock_325308056

Bakteri dan virus adalah jenis mikroba yang sama-sama menyebabkan penyakit infeksi pada manusia. Walaupun keduanya mengakibatkan penyakit infeksi, terdapat perbedaan antara bakteri dan virus yang membuat pengobatan serta cara menanganinya berbeda pula. Lalu, apa perbedaan dari bakteri dan virus? Manakah yang lebih berbahaya antara bakteri dan virus?

Apa perbedaan antar Bakteri dan Virus?


Bakteri

Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal yang tumbuh dan berkembang di berbagai jenis lingkungan. Beberapa bakteri tinggal di lingkungan yang bersuhu sangat dingin ataupun sangat panas. Sebagian lagi, bakteri tumbuh di dalam tubuh manusia, terutama di dalam usus. Sebagian bakteri tidak berbahaya dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan, namun ada beberapa jenis bakteri yang harus diwaspadai karena dapat menyebabkan penyakit infeksi.

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri adalah radang tenggorokan, tuberkulosis (TBC), infeksi saluran kemih. Pasien yang mengalami penyakit infeksi karena bakteri, ditangani dengan pemberian obat antibiotik. Antibiotik adalah jenis obat yang dapat membunuh, menghentikan, serta menghancurkan bakteri penyakit yang sedang tumbuh di dalam tubuh.

Virus

Virus adalah mikroba yang hanya memiliki asam nukleat, DNA, serta RNA yang dikelilingi oleh dinding-dinding dari protein. Jika dilihat dari ukurannya, virus mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan bakteri. Selain itu, virus memerlukan ‘inang’ atau tempat hidup seperti tanaman, hewan, atau manusia, untuk bertahan hidup. Contoh penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus adalah cacar air, AIDS, flu, batuk, antrax, dan lain-lain. Penyakit infeksi akibat virus terjadi karena virus memasukkan DNA yang berguna sebagai pengatur kegiatan sel ke dalam sel tubuh yang normal.  

Infeksi akibat Bakteri dan Virus

Bakteri dan virus sama-sama bisa mengakibatkan seseorang mengalami penyakit infeksi. Penyakit infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri dan virus berbeda-beda. Tetapi dalam beberapa kasus susah untuk mengetahui apakah penyakit infeksi yang timbul akibat virus atau bakteri, seperti pada penyakit meningitis, diare, dan pneumonia. Jenis penyakit tersebut dapat diakibatkan oleh bakteri dan virus.

Mana yang lebih berbahaya, bakteri atau virus?


Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa salah satu dari bakteri dan virus lebih berbahaya bagi kesehatan. Keduanya bisa menjadi sangat berbahaya, tergantung dengan jenis dan seberapa banyak jumlahnya di dalam tubuh.  Namun jika dilihat dari sifatnya, virus lebih susah untuk disembuhkan dan membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, virus tidak bisa dibunuh dan dihentikan pertumbuhannya dengan menggunakan antibiotik, namun dengan obat khusus yang disebut dengan antiviral.

Ukuran virus yang 10 hingga 100 kali lebih kecil daripada bakteri, membuat penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus lebih sulit untuk pulih dalam waktu cepat. Virus bisa menyebabkan seseorang mengalami infeksi dengan cara memasukkan DNA-nya ke dalam sel tubuh, sehingga virus mengambil alih sel-sel dalam tubuh. Ketika sel tersebut membelah diri, maka sel yang dihasilkan adalah sel yang sudah terinfeksi virus. Sementara bakteri mengakibatkan penyakit infeksi dengan cara menghancurkan sel-sel yang sedang berkembang. Dari cara kerja bakteri dan virus ini, dapat disimpulkan bahwa virus lebih lama dan sulit untuk dibunuh karena mengambil alih semua sel-sel yang sedang berkembang.

Virus juga bisa mengambil alih sel bakteri yang sedang berkembang. Dalam kata lain, virus dapat menginfeksi bakteri dan kondisi ini disebut dengan bacteriophages. Oleh karena itu, virus cenderung lebih berbahaya daripada bakteri. Namun bukan berarti bakteri tidak berbahaya. Bakteri juga bisa menjadi ‘nakal’ dan sulit untuk ditangani jika sudah kebal dengan obat antibiotik. Pemakaian obat antibiotik menyebabkan penyakit infeksi akibat bakteri lebih sulit untuk diobati.

Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus, Apa Bedanya?


Oleh Lika Aprilia Samiadi. Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri – Dokter Umum.

infeksi-virus-atau-bakteri

Baik infeksi bakteri maupun infeksi virus, keduanya sama-sama disebabkan oleh mikroba. Seperti namanya, infeksi bakteri adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, dan infeksi virus adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Terkadang, kedua infeksi ini mempunyai tanda-tanda yang sama pada orang yang terkena infeksi tersebut, seperti batuk-batuk, demam, hidung berair, diare, radang, muntah, dan lemas. Akan tetapi, bakteri dan virus adalah dua mikroba yang berbeda dan cara pengobatan untuk kedua jenis infeksi tersebut sama sekali berbeda. Mari kita simak lebih jauh tentang perbedaan infeksi virus dan infeksi bakteri.

Apa bedanya bakteri dan virus?


Apa itu bakteri?

Bakteri adalah mikroba yang termasuk keluarga Prokaryotes. Bakteri memiliki dinding sel yang tipis tapi keras, dan membran yang seperti karet melindungi cairan di dalam sel tersebut. Bakteri dapat berkembang biak sendiri, yaitu dengan cara pembelahan. Hasil penelitian fosil-fosil menyatakan bahwa bakteri sudah ada sejak 3,5 miliar tahun yang lalu.

Bakteri dapat hidup di berbagai keadaan lingkungan, termasuk lingkungan-lingkungan yang ekstrem, seperti lingkungan yang sangat panas atau sangat dingin, di lingkungan yang mengandung radioaktif, dan di dalam tubuh manusia.

Sebagian besar bakteri tidak menyebabkan penyakit, kecuali…

Sebenarnya, hanya kurang dari 1% dari jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Kebanyakan bakteri justru bermanfaat, seperti membantu untuk mencerna makanan, melawan mikroba lain yang menyebabkan penyakit, melawan sel kanker, dan menyediakan nutrisi-nutrisi yang bermanfaat.

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri antara lain:

  • sakit tenggorokan
  • tuberkulosis
  • infeksi saluran kencing
  • difteri
  • dan lain-lain

Apa itu virus?

Virus adalah mikroba yang tidak bisa hidup tanpa menempel pada inangnya. Virus baru bisa berkembang biak bila menempel dengan makhluk hidup lain. Ukuran virus juga jauh lebih kecil daripada bakteri. Setiap virus memiliki material genetik, antara RNA atau DNA. Biasanya, virus akan menempel di suatu sel dan mengambil alih sel tersebut untuk mengembangbiakkan virus-virus lain sampai akhirnya sel tersebut mati. Atau pada kasus lain, virus mengubah sel normal menjadi sel yang berbahaya untuk kesehatan.

Sebagian besar virus bisa menyebabkan penyakit

Berbanding terbalik dengan bakteri, sebagian besar virus menyebabkan penyakit. Virus juga “pemilih”, alias menyerang sel tertentu secara spesifik. Misalnya, virus-virus tertentu menyerang sel pada pankreas, sistem pernapasan, dan darah. Pada kasus tertentu, virus juga menyerang bakteri.

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksivirus antara lain:

  • cacar air
  • AIDS
  • flu
  • polio
  • dan lain-lain

Tanda-tanda terkena infeksi virus dan infeksi bakteri


Anda perlu konsultasi ke dokter untuk memastikan penyakit Anda, apakah itu infeksi bakteri atau infeksi virus. Biasanya, dokter akan mendengarkan tanda-tanda yang Anda rasakan, melihat riwayat kesehatan Anda, dan memeriksa tanda-tanda fisik.

Gejala infeksi Bakteri

Berikut adalah tanda-tanda yang sering muncul pada infeksi bakteri:

  • hidung berlendir
  • demam
  • terkadang batuk-batuk
  • sakit tenggorokan
  • sakit di telinga
  • sesak napas
  • Gejala infeksi virus

Berikut adalah tanda-tanda yang sering muncul pada infeksi virus:

  • hidung berair
  • terkadang mimisan
  • terkadang demam
  • batuk-batuk
  • sakit tenggorokan (namun jarang terjadi)
  • susah tidur

Durasi tanda-tanda terinfeksi virus biasanya terjadi sebentar tetapi akut, sedangkan tanda-tanda terinfeksi bakteri biasanya terjadi selama 10-14 hari secara terus-menerus.

Kalau memang diperlukan, dokter biasanya meminta untuk tes darah atau tes urine untuk mengonfimasi diagnosis, atau melakukan tes kultur untuk mengidentifikasi tipe bakteri atau virus yang menginfeksi Anda.

Pengobatan untuk infeksi virus dan infeksi bakteri


Antibiotik adalah pengobatan yang sering dipakai untuk infeksi bakteri. Penemuan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri adalah salah satu penemuan besar di sejarah medis. Akan tetapi, bila Anda mengonsumsi antibiotik terus-menerus, maka bakteri akan “beradaptasi” dengan antibiotik tersebut sehingga bakteri akan kebal terhadap antibiotik. Selain itu, antibiotik juga bukan hanya membunuh bakteri yang menyebabkan penyakit, tetapi juga bakteri-bakteri lain yang baik bagi tubuh Anda. Hal ini akan menimbulkan penyakit yang lebih serius. Saat ini, banyak organisasi yang melarang penggunaan antibiotik kalau bukan benar-benar dibutuhkan.

Akan tetapi, antibiotik tidak bekerja secara efektif untuk melawan virus. Pengobatan untuk infeksi virus sendiri memang lebih sulit dilakukan, alasan utamanya adalah karena ukuran virus sangat kecil dan virus bereproduksi di dalam sel. Untuk beberapa penyakit, seperti herpes, HIV/AIDS, dan flu, sudah ditemukan obat antivirus untuk penyakit-penyakit tersebut. Akan tetapi, penggunaan obat antivirus sering dihubungkan dengan berkembangnya mikroba-mikroba yang kebal terhadap obat lain.

Beda ceritanya dengan pencegahan virus. Sejak awal abad 20, vaksin dikembangkan sebagai penanggulangan penyakit karena virus. Penggunaan vaksin sendiri sudah terbukti sangat mengurangi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, seperti polio, campak, dan cacar air. Vaksin juga bisa membantu mencegah penyakit seperti flu, hepatitis A, hepatitis B, human papillomavirus (HPV), dan lain sebagainya.