7 Kafe di Bandung Ini Asyik Banget buat Nongkrong Tengah Malam

Unik, 7 Kafe di Bandung Ini Asyik Banget buat Nongkrong Tengah Malam

Kalau ingin menikmati Bandung hingga larut, cobalah sensasi nongkrong di beberapa kafe yang terdapat di Jalan Riau, Bandung. Selain menjajal atmosfernya yang “Bandung banget”, di kafe-kafe yang dikelilingi factory outlet itu memiliki konsep unik.

1. Belwish

1. Belwish

Lokasi tepatnya berada di Jalan R.E. Martadinata Nomor 189A. Saat weekend, kafe ini buka sampai pukul 00.00. Belwish merupakan salah satu kafe yang digemari anak-anak muda Bandung.

Di sana, kamu bisa ngobrol langsung dengan mereka, sekaligus menambah teman nongkrong. Yang menarik lagi, harga makanan dan minumannya tak mahal-mahal amat.

Untuk porsi berdua, cukup mengeluarkan kocek kurang lebih Rp 60 ribu. Menu yang ditawarkan umumnya yang ringan-ringan, cocok untuk teman nongkrong, seperti roti bakar dan pisang bakar. Juga kopi-kopian dan minuman lainnya.  

2. Bober

2. Bober

Nah, kalau kafe yang satu ini buka 24 jam. Suasananya asik dan klasik, layaknya kafe-kafe model awal 2000-an. Menu yang ditawarkan lebih berat, seperti seblak, sop buntut, kentang goreng, nasi goreng, dan lain-lain.

Yang juara adalah kopi-kopiannya. Biasanya tempat ini makin larut makin ramai. Apalagi kalau weekend. Banyak anak muda Bandung yang merapat ke sini karena tempatnya yang seru dan menu-menunya yang murah. Benar saja, untuk porsi berdua, cukup mengeluarkan kocek sekitar Rp 70-80 ribu.

3. UpNormal

3. UpNormal

UpNormal memang sudah ada di mana-mana. Tapi, yang paling seru rasanya menyambangi kedai yang di Jalan Riau ini. Selain karena atmosfernya yang muda banget, bersantap malam di UpNormal Jalan Riau membawa kita ke memori Bandung dari waktu ke waktu.

Ketika weekend, kedai ini buka sampai tengah malam, yakni hingga pukul 00.00. Menu yang ditawarkan pun unik-unik. Ada mi instan dengan beragam olahan dan nasi dengan penamaan menu yang tak biasa. Bangunannya cukup luas, sehingga memungkinkan banyak orang tertampung di dalam dan tak perlu lama-lama masuk waiting list.

4. Kopi Anjis

4. Kopi Anjis

Nama kafe yang buka hingga pukul 00.00 ini memang lucu. Anjis. Kedengarannya seperti luapan ekspresi anak-anak muda masa kini. Kedai Kopi Anjis cocok dipakai nongkrong karena memiliki jumlah kursi yang lumayan banyak dan terbagi atas dua lokasi, yakni indoor dan outdoor. Harga menunya amat murah.

Untuk dua orang, cuma perlu merogoh kocek kurang lebih Rp 50 ribu. Menu makanan dan minuman yang ditawarkan di kafe ini standard, ada susu, cokelat, kopi, dan lainnya. Namun ada yang unik, yakni es atau wedang peuyeum, yang dibanderol cuma Rp 13 ribu. 

5. Kopi Progo

5. Kopi Progo

Kafe yang satu ini cukup premium. Harga yang dibanderol lumayan lebih tinggi daripada kafe lainnya. Untuk dua orang, perlu merogoh kocek sekitar Rp 100 ribu. Tapi dijamin worth it banget, dengan makanan dan minuman yang disuguhkan.

Menu di kafe ini cukup bervariasi. Ada tomyam dan sejenisnya. Jadi tak melulu pengunjung harus makan roti atau kentang goreng. Tempatnya juga asyik dan yang pasti cocok untuk berlama-lama nongkrong bareng teman.

6. Paris Van Java

6. Paris Van Java

Paris Van Java bukan cuma nama tempat perbelanjaan. Di Riau-Bandung, ada pula nama kafe yang bernama demikian. Sesuai dengan namanya, Paris Van Java menawarkan tempat yang cukup premium dengan harga yang lebih mahal daripada di Kopi Progo.

Namun, makanan yang ditawarkan lebih beragam, seperti pasta, steak, juga ada paket breakfast, dan lunch. Kafe ini buka 24 jam, jadi cocok buat traveler yang hendak menghabiskan malam di Bandung tanpa tidur.

7. Kofluck

7. Kofluck

Kafe ini memang minimalis, hanya ada beberapa bangku dan meja. Meski kecil, punya banyak kelebihan. Selain harganya yang murah, yakni hanya Rp 50 ribu untuk dua orang, kafe ini buka hingga dini hari, yakni pukul 01.00 pagi. Cocok banget dijadikan tempat nongkrong untuk menunggu terang, sambil menikmati kesahajaan Bandung kala petang. 

Yuk, nongkrong asyik sambil ngopi di Bandung!

Source: idntimes

Coffee Shop di Bandung

Kopi Indonesia – Untuk Pencinta Kopi 


Coffee-Shop-Bandung-2018

Tahun 2018 ini sepertinya masih akan banyak coffee shop baru yang bermunculan di Bandung. Dilihat dari trend-nya akhir tahun 2017 lalu, coffee shop yang baru lumayan beragam, tidak seperti awal-awal berkembangnya coffee shop Bandung yang kebanyakan punya style serupa: industrial style, minimalis, ruangan tembok putih dan semen dipoles halus.

Meskipun masih di awal tahun 2018, kami sudah menemukan beberapa coffee shop baru yang menarik dan punya karakter tersendiri. Seperti biasa, daftar ini akan selalu di-update sampai akhir tahun nanti. 

1. Kopi Atim

Kalau biasanya coffee shop Bandung banyak ngumpul di area-area populer seperti Dago, Jalan Progo, Jalan Riau, kali ini ada tempat ngopi bagus di area ga biasa. Berlokasi di sebuah gang yang ada di salah satu jalanan utama kota Bandung yang seringkali padat di hari biasa, Kopi Atim membawa angin segar untuk orang-orang penyuka kopi.

Lokasi: Gang Atim No.1

Jam buka: hari biasa 08:00 – 20:00, weekend 09:00 – 21:00

Harga kopi: Rp25.000

Kopi-Atim-Tempat-Ngopi-Baru-di-Bandung

2. Hara

Waktu berkunjung ke sana, meskipun belum terlalu lama buka, sepertinya tempat ini sudah keburu populer dengan pengunjung yang kebanyakan dari Jakarta. Atau mungkin karena saat itu hari Minggu. Selain restorannya yang besar dan lumayan instagramable, kayaknya alasan lain tempat ini ramai adalah adanya boutique hotel berbentuk container yang ada di lantai atasnya. Tapi buat kami sih tetap yang jadi alasan utama adalah kopinya yang mantap dan makanannya juga sangat memuaskan.  

Lokasi: Profesor Soetami 62

Jam buka: 08:00 – 22:00, Jumat & Sabtu sampai 23:30

Harga kopi: Rp30.000

Hara-Cafe-Bandung

3. The Soko

Cari tempat ngopi yang ramah terhadap pengunjung yang cari minuman non-kopi? The Soko ini memang menyatakan kalau di sini tempat untuk minum kopi, teh atau coklat. Jadinya ga heran kalo menu minumannya terbagi ke dalam 3 kategori tersebut. Tempatnya enak banget buat nongkrong bareng teman-teman karena areanya cukup besar dan hawanya adem.  

Lokasi: Jalan Raya Resort Dago Pakar 19

Jam buka: 08:00 – 23:00, Jumat & Sabtu sampai midnight

Harga kopi: Rp28.000

The-Soko-Coffee-Tea-Chocolate

4. Akasya Teras

Buat yang pernah ke Fashion Pasta pasti kenal dengan tempat ini. Masih dengan desain yang hampir sama, tapi dipercantik di teras dan kebunnya, tempat yang dulunya restoran otentik makanan Italia ini bertransformasi jadi Akasya Teras yang menyajikan makanan khas Indonesia dan kopi enak. Tempatnya yang semi outdoor juga bikin suasananya enak buat hang out. 

Lokasi: Jalan Resort Dago Pakar 18

Jam buka: 09:00 – 22:00, Jumat Sabtu & Minggu 08:00 – 23:00

Harga kopi: Rp25.000

Akasya-Teras-Bandung

5. Mr. Guan Coffee & Books

Sebuah coffee shop yang punya karakter unik dengan bangunan tua bergaya kolonial yang masih lumayan otentik, ditambah dengan furnitur yang dekorasi yang sengaja dibuat bernuansa jadul juga. Jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota sehingga cocok banget untuk dipakai baca buku ataupun curhat bareng temen. Selain kopi dan minuman non-kopi di sini juga ada makanan ringan maupun makanan berat. 

Lokasi: Jalan Tampomas No.22

Jam buka: 09:00 – 22:00

Harga kopi: Rp25.000

Mr-Guan-Bandung-dalam

6. Spadaa Koffie

Sebagai bagian dari Blue Doors, kualitas kopi yang ditawarkan di Spadaa Koffie ini tidak perlu diragukan lagi. Sayangnya mereka juga memberlakukan aturan “No Sugar on Sunday” seperti di Blue Doors. Atmosfer bangunannya cukup menyenangkan karena agak tersembunyi dari jalanan dan banyak pohon sehingga sejuk. Selain itu semua areanya juga semi outdoor. 

Lokasi: Jalan Ternate 5

Jam buka: 07:00 – 23:00 (makanan sampai 21:00)

Harga kopi: Rp30.000

Spadaa-Bandung-dari-atas

7. Toby’s Estate

Dengar nama Toby’s Estate harusnya jadi jaminan bagus untuk kopi karena Toby’s Estate merupakan salah satu nama besar pemain kopi di Australia. Untuk kopinya memang ternyata tidak mengecewakan dan tergolong kelas dunia. Namun untuk makanannya masih perlu ditingkatkan lagi. Lokasinya yang di dalam sebuah mal bisa jadi positif ataupun negatif tergantung waktu kunjungan. 

Lokasi: Lobby Cai, L1, #10-11, Paskal 23

Jam buka: 08:00 – 22:00 (Jumat & Sabtu buka sampai midnight)

Harga kopi: Rp35.000

Buttermilk-Chicken

8. Wheeler’s Coffee

Satu dari beberapa coffee shop yang bernuansa bengkel. Di belakangnya memang ada bengkel mobil dan di dalam coffee shopnya dihiasi dengan dekorasi seputar peralatan bengkel. Kopinya strong dan berkualitas, ada beberapa menu makanan (tapi tidak terlalu banyak). Tempatnya lumayan enak buat nongkrong, ada bagian dalam dan luarnya. 

Lokasi: Jalan Veteran 21

Jam buka: Senin-Kamis 07:30 – 21:00, Jumat-Sabtu buka sampai 22:00

Harga kopi: Rp30.000

Sofa-santai-di-Wheelers-Coffee

9. Kuro Koffee

Pertama kali dengar nama Kuro Koffee dari Sasha, pemilik Surga Makan yang juga sama-sama suka ngopi. Bentuknya yang seperti sebuah konter nyempil di pinggir supermarket memang bikin coffee shop ini tidak sepopuler coffee shop trendy lainnya di Bandung. Tapi kami suka banget suasananya dan kopinya juga enak banget. 

Lokasi: Jalan Sukaasih 1, Bandung (Di dalam Papaya Supermarket)

Jam buka: 08:00 – 21:00 (Minggu buka dari 10:30)

Harga kopi: Rp25.000

Kuro-Coffee-Bandung-Adam

10. Diskus Cafe & Bites

Areanya memang udah keliatan banget di dekat kampus, ga heran kalau sebagian besar pengunjungnya adalah mahasiswa yang lagi ngerjain tugas atau sekedar diskus(i) bareng teman. Tapi yang pasti tempatnya enak buat kerja karena terang, desain interiornya menyenangkan dan selain kopinya enak juga ada pilihan makanan dengan harga sesuai kantong mahasiswa. 

Lokasi: Jalan Terusan Babakan Jeruk 1 No. 109-111

Jam buka: 09:30 – 22:00

Harga kopi: Rp18.000

Area-lesehan-di-Diskus-Cafe-Bandung

11. Kedai Juru

Tempatnya kecil tapi seru karena banyak pernak-pernik dekorasi yang unik yang berhubungan dengan bengkel (atau lebih tepatnya tukang tambal ban). Atmosfer di sini sangat santai dan jauh dari suasana steril cafe-cafe hipster yang sebagian besar pengunjungnya datang cuma buat foto-foto. Selain kopi dan minuman non-kopi, di sini juga ada makanan dan harganya cukup murah. 

Lokasi: Jalan Ambon 9

Jam buka: 10:00 – 22:00

Harga kopi: Rp23.000

Kedai-Juru-Bandung

12. Sensys

Dengan semakin banyaknya kedai kopi di Bandung, semakin ketat juga persaingannya. Syarat utama sebuah coffee shop yang bagus adalah kopinya enak. Sensys berhasil memenuhi syarat tersebut. Dan satu lagi yang paling diingat dari Sensys adalah harganya yang murah. Bolehlah mampir ke sini kalau sedang ada di daerah tersebut atau lagi sekalian mau makan sate. 

Lokasi: Jalan Ambon 18

Jam buka: 08:00 – 22:00

Harga kopi: Rp20.000

Sensys-Coffee-Shop-Bandung

13. Goutte Coffee & Tea

Coffee shop ini jadi salah satu tenant yang ada di Taman Tengah. Atmosfernya enak banget buat nongkrong santai. Cuma memang agak sepi karena banyak tenant lainnya yang tutup dan kadang jam buka coffee shop ini pun ga tepat. Pernah kami ke sana di jam buka tapi ternyata ga buka. Tidak ada makanan, cuma ada kopi manual brew dan minuman non-kopi lainnya. 

Lokasi: Jalan Wira Angun-angun (Taman Tengah)

Jam buka: 11:00 – 21:00, Jumat buka dari 13:00

Harga kopi: Rp18.000

Taman-Tengah-Goutte

14. Black Ground Cafe & Eatery

Coffee shop ini lokasinya ada di depan area cuci mobil, jadi bisa sekalian nunggu mobilnya dicuci sambil ngopi-ngopi. Areanya lumayan besar baik yang di dalam ruangan maupun yang di depan (smoking area). Kopinya enak dan ada banyak menu makanannya juga. Banyak meja yang enak buat dipake kerja laptopan dan yang pasti internetnya kencang. 

Lokasi: Jalan Banceuy 3

Jam buka: 08:00 – 22:00, Jumat & Sabtu 07:00 – 23:00

Harga kopi: Rp24.000

Black-Ground-Bandung-Coffee-Shop

15. U&KL Tea & Coffee

Kalau cari tempat nongkrong yang sedia kopi enak, U&KL ini udah paling bener. Di sini fokusnya adalah sedia kopi enak yang harganya terjangkau. Sebagian besar area duduknya ada di depan alias smoking area. Cuma ada 1 meja di dalam dan itu pun bukan ruangan AC tertutup karena berbagi jalan masuk dengan distro yang ada di sebelahnya. 

Lokasi: Jalan Trunojoyo 4

Jam buka: 09:00 – 21:00, Jumat & Sabtu 10:00 – 22:00

Harga kopi: Rp22.000

UNKL-Bandung

16. Marka Coffee

Semakin banyak coffee shop yang mulai bermunculan di daerah Bandung Timur, salah satunya Marka Coffee yang menurut kami agak mirip dengan Aditi Coffee House baik dari segi lokasi maupun penampakan dari luar. Selain kopinya yang enak dan makanannya yang lumayan menarik, tempat ini populer karena lumayan instagrammable. 

Lokasi: Jalan Talaga Bodas 32

Jam buka: 08:00 – 21:00 (Sabtu sampai 22:00)

Harga kopi: Rp25.000 

Marka-Coffee-Bandung-counter

17. 9/1/1 Coffee Lab

Tiap coffee shop tentunya punya alasan tersendiri kenapa bisa disukai oleh orang-orang. Ada yang karena tempatnya instagrammable, ada yang karena selain kopinya enak makanannya juga enak. Coffee shop yang satu ini sangat populer karena kopinya enak dan murah. Tempatnya sangat casual dan agak kecil, tapi atmosfernya enak dipake nongkrong. 

Lokasi: Jalan Halmahera 2

Jam buka: setiap hari 08:00 – 23:00

Harga kopi: Rp16.000

911-Coffee-Lab-Bandung

18. U Coffee

Karena bentuknya yang tampak kecil dari luar, coffee shop ini tidak terlalu mencolok dan mungkin sering terlewat. Namun kalau sudah dikunjungi ternyata tempatnya lumayan luas karena ada lantai atas dan bangunan sebelah. Selain kopinya mantap, di sini juga ada berbagai pilihan makanan dengan harga terjangkau. 

Lokasi: Jalan Lombok 10

Jam buka: 08:00 – 22:00

Harga kopi: Rp23.000

U-Coffee-Bandung

19. Lazy Lolla

Nama Lazy Lolla ini mungkin cukup terkenal karena sering dipromosikan oleh sebagian besar food blogger Bandung. Namun saat kami ke sana menurut kami ada banyak yang masih bisa diperbaiki. Makanan ataupun kopinya lumayan enak, tapi belum menunjukkan kekhasan yang bisa bikin kami mau balik lagi. 

Lokasi: Jalan Anggrek 29

Jam buka: 10:00 – 23:00

Harga kopi: Rp22.000

Lazy-Lolla-Bandung-depan

20. Please Please Please

Dari sekitar 2 tahun yang lalu sering dengar nama Please Please Please dan kayaknya memang tempat ini hype banget khususnya untuk para ‘Jakartans’. Meskipun ketinggalan tren, tapi harusnya tempat yang bagus akan tetap bagus untuk waktu yang lama, bukan cuma awalnya saja. Please Please Please ini bernuansa cafe yang kopi dan makanannya cukup enak, tapi tempatnya menurut kami agak kurang terang dan agak kurang maintained. 

Lokasi: Jalan Progo 37

Jam buka: 07:00 – 22:00, Jumat & Sabtu buka sampai 23:00

Harga kopi: Rp28.000

Please-Please-Please-Bandung

Source: pergidulu[dot]com

Note: Untuk harga ada kemungkinan sudah tidak sesuai. Harap maklum adanya.

Kopi Jawa yang Eksotis nan Harum

Kopi dari Indonesia


Kopi-Jawa-yang-Eksotis-nan-Harum-768x432
Bromo-Tengger_200

Indonesia sering mendapat julukan sebagai Negeri Gemah Ripah Loh Jinawi. Jika diartikan Gemah Ripah Loh Jinawi berarti kekayaan alam yang berlimpah.

Indonesia memang memiliki komoditas kekayaan alam yang sangat melimpah mulai dari Sabang sampai Merauke.

Mulai dari barang tambang sampai rempah-rempah bumbu dapur semuanya berhasil menarik perhatian Negara – negara tetangga bahkan sampai negara di kawasan Eropa.

Komoditas yang tidak kalah menariknya adalah kopi. Siapa yang tidak tahu dengan penghasil kopi ternikmat di dunia.

Sebagai produsen kopi terbesar dan berkualitas, Indonesia merupakan saingan berat negara-negara penghasil kopi seperti Brazil, Vietnam, dan Kolombia di mata dunia.

Kopi nusantara sangat beragam jenisnya mulai dari kopi luwak sampai kopi jawa. Nah, berhubung mayoritas Prelovers adalah orang jawa dan tinggal di Pulau Jawa jadi artikel ini hanya membahas kopi jawa karena masih banyak yang belum tahu tentang kopi yang eksotis nan harum ini. Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Kopi Jawa adalah kopi asli Pulau Jawa


Dari asal mula namanya saja sudah kopi jawa, Prelovers pasti sudah tahu kan dari mana asal kopi ini? Yup, kopi jawa berasal dari Pulau Jawa.

Nama Jawa menjadi nama identitas dari kopi ini karena kopi ini sangat terkenal. Produksi kopi ini dipusatkan di tengah Pegunungan Ijen, di bagian timur ujung Pulau Jawa, dengan ketinggian pegunungan 1400 meter.

Kopi jawa juga ditanam di daerah Priangan, Ambarawa, dan Bondowoso.

Tidak kalah dengan kopi dari Sumatera

  • Kopi jawa memiliki bentuk yang berbeda dengan kopi asal Sumatera. Proses pembuatan yang diproses secara basah  (wet process) membuat kopi ini memiliki cita rasa yang tidak terlalu kaya dibandingkan dengan kopi asal Sumatera.
  • Meskipun demikian, kopi jawa mengelurkan aroma tipis rempah yang membuatnya lebih baik daripada kopi yang lain.
  • Kopi jawa memiliki tingkat keasaman yang rendah jika dikombinasikan dengan kondisi tanah, suhu udara, kondisi cuaca serta kelembaban udara.
  • Kopi jawa yang paling terkenal adalah Jampit dan Blawan.
  • Kopi biji tua disebut dengan old brown, memiliki biji yang besar dan mempunyai kadar asam yang rendah.
  • Kopi ini juga memiliki rasa yang kuat, pekat, dan manis.

Kopi Jawa yang mendunia

  • Indonesia merupakan pengekspor kopi terbesar nomor 4 di dunia. Dalam sejarah, kepopuleran kopi jawa melesat hingga akhir abad 19.
  • Sehingga dalam kurun waktu 2 abad, Jawa berkembang menjadi produsen kopi terbesar di dunia.
  • Aroma kopi jawa sudah sampai ke gerai-gerai kopi di seluruh dunia.
  • Perjalanan kopi jawa yang mendunia ini juga sempat dituangkan ke dalam buku yang berjudul The Road to Java Coffe karya Prawoto Indarto.

Nah, demikian ulasan tentang kopi jawa Prelovers. Kita sebagai warga negara Indonesia patut bangga dan bersyukur atas kelimpahan sumber daya alam yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Terutama kita sebagai orang Jawa, kita sudah mempunyai komoditas yang sudah diakui dunia, hebat bukan?

Source: prelo – 13 May 2017 oleh Prelovers

Kopi jawa – Wikipedia


Kopi jawa (Java coffee) adalah kopi yang berasal dari Pulau Jawa di Indonesia. Kopi ini sangatlah terkenal sehingga nama Jawa menjadi nama identitas untuk kopi.

Kopi Jawa Indonesia tidak memiliki bentuk yang sama dengan kopi asal Sumatra dan Sulawesi, cita rasa juga tidak terlalu kaya sebagaimana kopi dari Sumatra atau Sulawesi karena sebagian besar kopi jawa diproses secara basah (wet process).

Meskipun begitu, sebagian kopi Jawa mengeluarkan aroma tipis rempah sehingga membuatnya lebih baik dari jenis kopi lainnya. Kopi Jawa memiliki keasaman yang rendah dikombinasikan dengan kondisi tanah, suhu udara, cuaca, serta kelembaban udara.

Kopi Jawa yang paling terkenal adalah Jampit dan Blawan. Biji kopi Jawa yang tua (disebut old-brown) berbentuk besar, dan rendah kadar asam. 

Kopi ini dengan rasa kuat, pekat, rasa kopi manis. Produksi Kopi Jawa Arabika dipusatkan di tengah Pegunungan Ijen, di bagian ujung timur Pulau Jawa, dengan ketinggian pegunungan 1400 meter. Kopi ini dibudidayakan pertama kali oleh kolonial Belanda pada abad 18 pada perkebunan besar.

Cofffeebeans_aging_a

Sejarah


Pada tahun 1696 Wali Kota Amsterdam Nicholas Witsen memerintahkan komandan VOC di Pantai Malabar, Adrian van Ommen untuk membawa bibit kopi ke Batavia atau sekarang yang disebut Jakarta.

Bibit kopi tersebut diujicoba pertama di lahan pribadi Gubernur-Jendral VOC Willem van Outhoorn di kawasan yang sekarang dikenal sebagai Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Panenan pertama kopi Jawa, hasil perkebunan di Pondok Kopi langsung dikirim ke Hortus Botanicus Amsterdam. Kalangan biolog di Hortus Botanicus Amsterdam kagum akan mutu kopi Jawa.

Menurut mereka mutu dan cita rasa kopi Jawa itu melampaui kopi yang pernah mereka ketahui. Para ilmuwan segera mengirim contoh kopi Jawa ke berbagai kebun raya di Eropa.

Kebun Raya Kerajaan milik Louis XIV salah satunya yang menerima contoh kopi Jawa. Orang-orang Prancis segera memperbanyak contoh kiriman dan mengirimkannya ke tanah jajahan mereka untuk dibudidayakan, termasuk Amerika Tengah dan Selatan.

Akhirnya dunia mengakui cita rasa yang mantap dan aromanya yang khas menjadi daya tarik Kopi Jawa. Perdagangan kopi sangat memang menguntungkan VOC, tetapi tidak bagi petani kopi di Indonesia saat itu karena diterapkannya sistem cultivation.

Seiring berjalannya waktu, istilah a Cup of Java muncul di dunia barat, hal ini mengesankan kopi Indonesia identik dengan Kopi Jawa, meskipun masih terdapat kopi nikmat lainnya seperti kopi Sumatera dan kopi Sulawesi.

Kopi yang ditanam di Jawa Tengah pada umumnya adalah kopi Arabika. Salah satu kopi Jawa yang ada di Jawa Tengah berasal dari Tawangmangu. Dimana kopi yang ada type S line atau asli peninggalan Belanda.

Kopi jawa yang dikembangkan diperkirakan ada sejak Tawangmangu dipilih oleh orang-orang Belanda yang memilih lereng lawu sebagai tempat untuk mukim sekaligus mengebangkan usaha perkebunan teh dan kopi.

Saat ini populasi kopi Arabica Tawangmangu masih tersisa sekitar 4 hekat dan mulai ada pengembangan oleh Mahadri Coffe. Sedangkan di Jawa Timur, Kayu Mas, Blewan, dan Jampit pada umumnya adalah kopi Robusta.

Di daerah pegunungan dari Jember hingga Banyuwangi terdapat banyak perkebunan kopi Arabika dan Robusta.

Jember sudah dikenal dunia sebagai daerah penghasil kopi Jawa yang berkualitas dan nikmat. Produksi kopi Jawadari jenis Kopi arabika yang terkenal di dunia telah membuat banyak pengusaha Jawa sukses berdagang kopi. 

Harga kopi arabika yang banyak diproduksi di Jawa lebih mahal daripada kopi robusta. 

Bahkan banyak negara di dunia terutama Amerika dan Eropa menyebut kopi identik Jawa.  Produksi kopi dari Indonesia merupakan terbesar ke-3 di dunia.