Patung Garuda Wisnu Kencana Bali

Patung Garuda Wisnu Kencana [GWK] Bali Telah Selesai Pembangunannya


GWK-bali-5-770x403

Garuda-Wisnu-Kencana

Setelah menanti kurang lebih 28 tahun, patung raksasa Garuda Wisnu Kencana (GWK) telah selesai. Patung GWK Bali tampak gagah menjulang di atas alas penyangga selebar 46 meter. Dengan tinggi mencapai 121 meter, GWK menjadi patung tertinggi kedua di dunia setelah Spring Temple Buddha di China. Wow, keren sekali bukan?

INFOGRAFIK-GWK-1

Hs72zoq

GWK-bali-1

PERJALANAN-PEMBANGUNAN-PATUNG-GWK

 

pembangunan-gwk-3dPembangunan Patung Raksasa Garuda Wisnu Kencana di kawasan Cultural Park GWK, Ungasan, Jimbaran Bali, akhirnya selesai. Dibutuhkan waktu yang sangat panjang untuk menyelesaikannya. Hingga 28 tahun. Yaitu jika dihitung sejak masa perencanaan dan perancangan. Mulai dari era Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo.

GWK-bali-4

Peresmian Patung GWK dilaksanakan pada 4 Agustus lalu dengan pagelaran Swadharma Ning Pertiwi. Pagelaran ini dimeriahkan oleh seniman-seniman terkenal di Bali, serta yang tak kalah keren adalah pertunjukan tari kolosal dengan jumlah 100 penari yang menceritakan pertemuan Dewa Wisnu dengan makhluk Garuda.

Sebagai bentuk syukur atas selesainya pembangunan, pertunjukan seni akan disajikan di Cultural Park GWK pada 4 Agustus. Agendanya adalah cultural performances. Sejumlah artis akan memeriahkan kegiatan ini.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, GWK akan menjadi simbol baru pariwisata sekaligus kebanggaan masyarakat Bali.

Opera Snapshot_2018-10-02_212504_www.kaskus.co.id

“Akhirnya, setelah menanti cukup lama, patung raksasa Garuda Wisnu Kencana selesai dibangun. GWK akan menjadi salah satu daya tarik pariwisata dalam upaya memenuhi target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019,” tutur Pitana, Senin, 30 Juli 2018.

GWK-bali-6

Menurut Pitana, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan pun yakin rampungnya GWK akan berdampak positif bagi pertumbuhan pariwisata Bali dan Indonesia.

“Garuda Wisnu Kencana akan menjadi salah satu patung tertinggi di dunia. Jelas dampaknya akan sangat positif, terutama pada kunjungan wisatawan ke Indonesia. Kunjungan wisman akan semakin bertambah,” terang Pitana.

Patung GWK memiliki tinggi 121 meter dari permukaan tanah. Atau 271 meter dari permukaan laut (dpl). GWK menjadi salah satu patung tertinggi dunia bersanding dengan patung Spring Temple Buddha China, The Laykyun Sekkya Buddha Myanmar, Patung Liberty Amerika Serikat, Ushiku Daibutsu Jepang, The Motherland Calls Rusia, dan Christ the Redeemer Brazil.

“Dengan berbagai kajian empiris, Kami yakin patung GWK akan menaikkan citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas. Tentunya kita harus bersama-sama menjaganya. Mengingat Bali adalah daerah pariwisata yang sangat terkenal di dalam maupun luar negeri,” tutur Pitana.

Pembangunan Garuda Wisnu Kencana bermula dari gagasan Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Joop Ave, dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka, serta Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana, sekitar tahun 1989. Awal tahun 1990, rencana itu dipresentasikan ke Presiden Soeharto, dan disetujui.

Peletakan batu pertama pembangunan Cultural Park GWK di Bukit Ungasan Jimbaran ini dilakukan tahun 1997. Pembuatan keping-keping GWK melibatkan ratusan seniman. Dan sekitar 120 seniman turut mengerjakan pemasangannya di Bali.

Lokasi tempat dibangunnya Cultural Park GWK adalah bekas penambangan kapur liar. Namun, sudah tidak produktif. Lahan ini ditinggalkan dalam keadaan yang kurang baik.

“Namun sekarang, GWK menjadi lokasi favorit wisatawan. Berbagai event akbar juga terselenggara di sini. Mulai dari acara musik Soundrenaline hingga Torch Relay Asian Games 2018,” terang Pitana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, menyambut antusias selesainya pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana. Menurutnya, GWK akan menjadi kebangaan baru.

“Jadikanlah patung GWK beserta kawasan ini dikenal sebagai salah satu ikon Indonesia yang mendunia. Sehingga, mampu menarik lebih banyak wisatawan,” paparnya.

Menpar pun menyampaikan apresiasinya terhadap sang penggagas, NyomanNuarta. “Saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Garuda Wisnu Kencana, khususnya Bapak Nyoman Nuarta dan seluruh pihak terkait yang sudah berhasil merampungkan pembangunan patung ini,” katanya.

Menpar menyebut pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana merupakan wujud nyata dari komitmen para seniman yang terlibat. Khususnya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ke kancah Internasional.

“Kita berharap keberadaan patung ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan sejalan dengan target 20 Juta wisatawan mancanegara dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara pada tahun 2019,” paparnya.

Source: dari beberapa sumber

Gallery


This slideshow requires JavaScript.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gempa Bumi Tektonik M=7.7 Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah

Gempa Bumi Tektonik M=7.7 Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada hari Jumat, 28 September 2018, Berpotensi Tsunami


Source:  Pusat Gempa Nasional, 29 Sep 2018 | BMKG |bmkg[dot]go[dot]id

Related Posts:

Peta-Gempabumi-Donggala-20180928

1. Parameter Gempa Bumi

Gempa Bumi tektonik telah terjadi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada hari Jumat, 28 September 2018, jam 17.02.44 WIB dengan M 7.7 Lokasi 0.18 LS dan 119.85BT dan jarak 26 km dari Utara Donggala Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 km.

Berdasarkan hasil pemodelan tsunami dengan level tertinggi siaga (0.5m-3m) di Palu dan estimasi waktu tiba jam 17.22 WIB sehingga BMKG mengeluarkan potensi tsunami. Estimasi ketinggian tsunami di Mamuju menunjukkan level wasapada yaitu estimasi ketinggian tsunami kurang dari 0.5m. Setelah dilakukan pengecekan terhadap hasil observasi tide gauge di Mamuju, tercatat adanya perubahan kenaikan muka air laut setinggi 6 cm pukul 17.27 WIB. Jarak antara Palu dan Mamuju adalah 237 km. Berdasarkan hasil update mekanisme sumber gempa yang bertipe mendatar (strike slip) dan hasil observasi ketinggian gelombang tsunami, serta telah terlewatinya perkiraan waktu kedatangan tsunami maka Peringatan Dini Tsunami (PDT) ini diakhiri pada pukul 17.36.12 WIB.

Dari hasil monitoring BMKG hingga Pukul 02.55 WIB, telah terjadi 76 Gempa Bumi susulan yang tercatat, dengan magnitude terbesar M6,3; dan terkecil M2.9. BMKG terus memonitor perkembangan Gempa Bumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media.

2. Dampak Gempa Bumi, Guncangan Gempa Bumi

Dampak Gempa Bumi Guncangan Gempa Bumi ini dirasakan di Donggala VII-VIII MMI, Palu, Mapaga VI-VII MMI, Gorontalo dan Poso III-IV MMI, Majene dan Soroako III MMI, Kendari, Kolaka, Konawe Utara, Bone, Sengkang, Kaltim dan Kaltara II – III MMI, Makassar, Gowa, dan Toraja II MMI.

Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat Gempa Bumi tersebut. Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Donggala tercatat 1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka dan puluhan rumah rusak. Korban tertimpa oleh bangunan yang roboh.

01-Gempabumi-Tsunami-Donggala-20180928-Peta-Goncangan_Shakemap

Gambar 1. Peta guncangan (shakemap) Gempa Bumi Donggala, Sulawesi Tengah

02-Gempabumi-Tsunami-Donggala-20180928-Elevasi_Pasang-Surut-Stasiun-Mamuju

Gambar 2. Rekaman observasi tide gauge Mamuju, Sulawesi Barat

03-Gempabumi-Tsunami-Donggala-20180928-Lokasi-Episenter-Gempabumi-Donggala

Gambar 3. Lokasi episenter Gempa Bumi di Donggala, Sulawesi Tengah

04-Gempabumi-Tsunami-Donggala-20180928-Lokasi-Tide-Gauge-Mamuju

Gambar 4. Lokasi tide gauge Mamuju, Sulawesi Barat

05-Gempabumi-Tsunami-Donggala-20180928-Pemodelan-Tsunami

Gambar 5. Pemodelan Wilayah Berpotensi Tsunami

06-Gempabumi-Tsunami-Donggala-20180928-Wilayah-Terdampak-Tsunami

Gambar 6. Daerah Berpotensi Tsunami

3. Penyebab Gempa Bumi

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, Gempa Bumi yang terjadi merupakan jenis Gempa Bumi Dangkal akibat aktifitas sesar Palu Koro. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gGmpa ini, dibangkitkan oleh deformasi dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar (Slike-Slip).

4. Himbauan untuk masyarakat

  • Agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat, serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggungjawab mengenai Gempa Bumi dan Tsunami.
  • Agar tetap waspada dengan kejadian Gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil.

 Jakarta, 28 September 2018

Deputi Bidang Geofisika | Dr. Ir. Muhamad Sadly, M.Eng. | NIP. 196312141989031002

Data Gempa di Sulawesi Tengah dari situs BMKG 1 Oktober 2018


Opera Snapshot_2018-10-01_201613_www.bmkg.go.id

Gambar dari Citra Satelit Dampak Tsunami Sulawesi Tengah

Palu & Donggala