Surabaya Meraih Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Award

Surabaya Jadi Kota Terbaik Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Award


Minggu 22 Juli 2018, 09:03 WIB. detiknews.

0607968f-558d-4aee-88fd-1252ed2cc06a_43

Setelah Lee Kuan Yew World City Prize di Singapura, kini Surabaya meraih penghargaan Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018. Bahkan, Kota Pahlawan sukses menjadi best of the best di antara semua daerah di Indonesia.

Penghargaan ini diberikan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Jumat (20/7/2018) malam.

surabaya-jadi-yang-terbaik-di-yokatta-wonderful-indonesia-tourism-awards-2018

Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018 merupakan penghargaan kepada kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki komitmen, performansi, inovasi, kreasi dan leadership dalam membangun pariwisata daerah.

createimage_small

Kota Pahlawan menyingkirkan pesaingnya. Antara lain Kota Denpasar, Bali di posisi kedua dan Bandung, Jabar di posisi ketiga.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku perjuangan belum usai. Pihaknya akan terus memperbaiki dan mempercantik Surabaya ke depannya.

“Perjuangan kita bersama belum selesai. Mari kita terus bersama-sama membangun Kota Surabaya,” kata Wali Kota Risma, Minggu (22/7/2018).

Sementara Menpar Arief Yahya mengaku penghargaan ini sebagai modal sebuah daerah jika ingin menjadi pemain dunia menggunakan standar global.

“Selamat kepada para pemenang, terutama Surabaya yang size dan pertumbuhan tertinggi di atas 40 persen performancy-nya,” kata Arief Yahya usai menyerahkan penghargaan.

Menurut Arief, penghargaan ini memiliki unsur 3C, yakni calibration (kalibrasi), confidence (kepercayaan diri) dan credibility (kredibilitas).

“Yang lebih penting dari 3A adalah CEO commitment atau komitmen kepala daerah. Karena kalau CEO-nya tidak komitmen hal itu tidak akan tercapai. Pariwisata itu paling mudah dan Paling murah, sayang sekali jika rekan-rekan tidak memanfaatkanya,” ujarnya.

Arief menambahkan, kampanye branding Wonderful Indonesia telah meningkatkan performance Indonesia. “Hal ini terlihat dari popolaritas Wonderful Indonesia melonjak dari status tidak tercatat menjadi ranking 47 dunia, sedangkan Truly Asia (Malaysia) dan Amazing (Thailand) masing-masing berada di posisi 83 dan 97 dunia,” ujarnya.

Terdapat 4 indikator yang mempengaruhi penilaian penghargaan ini. Meliputi kinerja usaha pariwisata, Indeks Pariwisata Indonesia, Indonesia’s Attractiveness Award, dan Penghargaan Internasional dan Nasional.

“Jadi, penilaiannya sangat komplek dan komplit,” ungkap Ketua Dewan Juri Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Award 2018 Didien Junaedi.  /(fat/fat)

Surabaya Dapat Penghargaan Lee Kuan Yew Award

Surabaya Dapat Penghargaan Lee Kuan Yew Award, Risma akan Terbang ke Singapura


Editor: Sugiyarto. tribunnews. Rabu, 4 Juli 2018 22:21 WIB

tri-risma-nih5_20171014_141502

Kota Surabaya akan menerima Lee Kuan Yew Award di Singapura, untuk kategori Special Mention. 

penghargaan-lee-kuan-yew-world-city-prize-kategori-special-mention_20180711_233107

Risma Terima Lee Kuan Yew Award

Penghargaan itu akan diterima Senin (9/7/2018) mendatang oleh Wali Kota Tri Rismaharini. Selama tiga hari, yakni mulai 7 Juli 2018, Risma akan berada di sana untuk terlibat dalam World Cities Summit (WCS) 2018. 

WCS 2018 merupakan acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Singapura yang mempertemukan para wali kota dan pemimpin kota.

Di sana, mereka akan mendiskusikan tantangan perkotaan dan berbagai pengalaman. 

Penghargaan yang diberikan dua tahun sekali ini dianugerahkan oleh Urban Redevelopment Authority (URA) di Singapura dan Centre for Liveable Cities (CLC).

Surabaya mendapatkan penghargaan dengan kategori Special Mention karena berhasil melestarikan kebudayaan dan menerapkan strategi yang berani, dalam menjaga dan membangun area perkampungan.

Selain Surabaya, kategori Special Mention juga diraih tiga kota lain yaitu Hamburg di Jerman, Kazan di Rusia dan Tokyo di Jepang.

“Itu artinya Kota Surabaya sudah sejajar dengan kota-kota lain dunia,” kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser, Rabu (4/7).

Sebelumnya, Surabaya sudah dua kali mengikuti ajang penghargaan Lee Kuan Yew di tahun 2014 dan 2016. Namun belum berhasil, baru tahun ini usaha Kota Surabaya berbuah hasil.

Perjuangan Kota Surabaya meraih penghargaan ini tentu tidak mudah.

Risma mengatakan, selama proses penjurian sempat sulit meyakinkan para juri dari Jerman dan Cina itu, Kota Surabaya berbeda dari kota modern lainnya di dunia.

Modern dalam arti sebenarnya yaitu transportasi massal yang masih modern dan vertical hosting.

Namun, Risma mengaku tidak menyerah dan menjelaskan perbedaan Kota Surabaya dengan kota modern lainnya dari sisi budaya dan regulasi.

“Setelah saya jelaskan dan ajak melihat kampung Jambangan, Gundih dan kampung produktif daerah Kebraon, di situ lah mereka baru tertarik,” kata Risma mengajak para juri melihat bagaimana perkampungan mengatasi masalah perekonomian dan remaja.

Untuk itu, Wali Kota Risma berharap prestasi harus dipertahankan, dia juga berkomitmen untuk terus berusaha menjadikan Surabaya sebagai Kota Metropolitan yang tidak melupakan sejarah.

Risma Jadi Pembicara

Selain menerima penghargaan Lee Kuan Yew, Tri Rismaharini juga berkesempatan menjadi pembicara pada dua forum sekaligus.

Pertama, Risma akan menjadi pembicara pada ASEAN Mayors Forum 2018. Dia akan menyampaikan pengalaman Surabaya saat menjadi tuan rumah ASEAN Mayor Forum tahun 2011.

Kedua, dia akan mengisi forum dan berbagai bagaimana upaya pemerintah beradaptasi terhadap teknologi-teknologi baru, mengatasi bisnis-bisnis model baru, menghadapi tantangan-tantangan di depan, serta menjadi pihak yang selalu peka terhadap inovasi-inovasi.