Jenis-Jenis Kabel Listrik dan Grounding

Bersama ini saya sampaikan beberapa informasi yang berhubungan dengan Listrik. Data yang saya sajikan termasuk Kabel Listrik, Bahan-2 yang diperlukan untuk pemasangan Grounding (Arde).

Kabel digunakan untuk menghantarkan aliran listrik dari sumber listrik menuju ke perangkat pengguna listrik, sehingga perangkat tersebut dapat bekerja dengan baik sesuai fungsinya.

Dari berbagai jenis kabel listrik yang dijual, berdasarkan tegangannya, dapat dikelompokkan menjadi:

  • Kabel listrik tegangan rendah
  • Kabel listrik tegangan menengah
  • Kabel listrik tegangan tinggi

Kita dapat melihat bahwa kabel listrik ada yang memiliki pembungkus, ada yang telanjang tanpa pembungkus. Kali ini kita akan membahas kabel listrik dengan pembungkus yang umum digunakan di dalam rumah tinggal.

Secara umum, bentuk fisik kabel listrik yang terbungkus terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

  • Isolator: ini adalah bagian pembungkus kabel yang tidak menghantarkan listrik. Isolator umumnya dibuat dari bahan termoplastik. Fungsinya adalah untuk melindungi kabel supaya tidak terpapar oleh pengaruh alam di sekelilingnya. Isolator juga berfungsi melindungi perangkat agar tidak mengalami hubungan pendek. Pembungkus ini juga melindungi kita dari tersengat aliran listrik yang mengalir dalam kabel. Semakin baik kualitas isolatornya, biasanya semakin baik kualitas kabel dalam menghantarkan listrik dan semakin panjang pula usia pakainya.
  • Konduktor: ini adalah bagian kabel yang berfungsi menghantarkan aliran listrik. Biasanya bagian ini dibuat dari tembaga ataupun aluminum. Kemampuan setiap jenis konduktor dalam menghantarkan listrik tergantung dari jenis konduktornya dan nilai ini disebut dengan Kemampuan Hantar Arus atau disingkat menjadi KHA.

Jenis-jenis kabel listrik berisolator

  1. Kabel NYA
  2. Kabel NYAF
  3. Kabel NYY
  4. Kabel NYM
  5. Kabel NYMHY
  6. Kabel NYYHY
  7. Kabel NYRGbY/NYBY
  8. Kabel NYCY

Kabel Grounding & Lightning Protection

  1. Kabel BC (Bare Conductor Cable for Grounding)
  2. Kabel Penangkal Petir (Lightning Protection)
  3. Single Core Cable Type N2XSY, NA2XSY

Grounding Installation Components

  1. Solid Copper Ground Rod
  2. Accessories for Grounding Rod Installation

Tools

Megger Digital Ground Tester Overview

  • 2, 3 and 4 point testing
  • Stakeless or clamp-on testing option
  • ART (Attached Rod Technique) capability
  • Multiple, user selectable test frequencies
  • Resistance measurement range to 200 kΩ
  • IP54 rated
  • Warning indicators prevent test failure
  • Simple one button operation
  • Included leads, stakes, calibration certificate and rugged carry case
  • Optional earth testing kit (ETK) available

The DET4 contractor series includes

  • DET4TD2: Dry-cell battery powered basic 4-terminal tester
  • DET4TR2: Rechargeable battery powered basic 4-terminal tester
  • DET4TC2: Dry-cell battery powered 4-terminal tester with selectable test frequencies, greater measurement sensitivity and attached rod technique and stakeless measurement capability
  • DET4TCR2: Rechargeable battery powered 4-terminal tester with selectable test frequencies, greater measurement sensitivity and attached rod technique and stakeless measurement capability
  • Megger DET4TC2 and DET4TCR2 Digital Ground Testers
  • Megger DET4TD2 and DET4TR2 Digital Ground Testers

1 | Kabel NYA

Kabel listrik hanya memiliki satu inti kabel yang terdiri dari kabel tembaga tunggal ini berdiameter 1.5 – 2.5 mm dan memiliki isolator berbahan PVC. Biasa digunakan di dalam instalasi listrik rumah tinggal. Isolator pembungkus kabel NYA diberi warna merah, kuning, biru dan hitam untuk memudahkan pemasangan jalur jaringan instalasi listrik. Karena pembungkus ini hanya satu lapisan tipis, maka kabel ini mudah rusak karena faktor cuaca maupun karena digerogoti oleh tikus. Untuk menghindari kerusakan tersebut sebaiknya jalur jaringan listrik dilindungi dengan pipa PVC. Tegangan nominalnya sekitar 400 – 690 (600) V.

Spesifikasi Kabel NYA berdasarkan Ukuran

2 | Kabel NYAF

Kabel ini secara awam mirip dengan kabel NYA, hanya memiliki satu inti kabel, tetapi berupa serabut bukan tunggal. Isolasinya tipis dan juga diberi warna berbeda. Kabel NYAF ini lebih fleksibel dibandingkan kabel NYA, sehingga cocok digunakan pada belokan-belokan jaringan listrik. Seperti kabel NYA, kabel NYAF ini perlu diberi pelindung pipa. Tegangan nominal 300 – 500 V.

Spesifikasi Kabel NYAF berdasarkan Ukuran

3 | Kabel NYY

Memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna hitam), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYY dieprgunakan untuk instalasi tertanam (kabel tanah), dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak di sukai tikus.

4 | Kabel NYM

Kabel ini memiliki konduktor atau inti kabel tunggal lebih dari satu dan masing-masing dilapisi dengan isolator dengan warna berbeda. Inti-inti kabel ini kemudian bersama-sama dibungkus dengan serat PVC dan bagian luarnya dilapisi dengan selubung PVC. Karena perlindungan berlapis ini, kabel NYM cukup kuat untuk digunakan pada lingkungan yang lembab dan basah. Tegangan nominalnya 230 – 400 (300) V.

5 | Kabel NYMHY

Kabel ini memiliki beberapa inti kabel serabut yang masing-masing dilapisi isolator dengan warna berbeda. Kabel ini memiliki selubung dalam dan luar dari PVC. Cukup fleksibel dan kuat untuk tegangan listrik nominal 300 – 500 V.

6 | Kabel NYYHY

Kabel ini juga memiliki beberapa inti kabel serabut yang masing-masing dilapisi isolator dengan warna berbeda. Kabel ini hanya memiliki selubung luar PVC dan sangat fleksibel. Cocok untuk digunakan pada perangkat listrik portabel seperti mesin bor, mesin las, mesin gerinda, dan sebagainya. Tegangan nominal berkisar antara 450 – 750 V.

7 | Kabel NYRGbY/NYBY

Kabel dengan insulator yang cukup kuat dan memiliki lapisan pita serat baja galvanis di antara selubung dalam dan selubung luarnya yang terbuat dari PVC. Kabel ini dapat dipendam tanpa perlindungan tambahan. Tegangan nominalnya 0.6 – 1 (1.2) kV.

8 | Kabel NYCY

Kabel yang dirancang untuk digunakan dipendam dalam tanah ataupun jaringan di luar ruangan atau outdoor installation. Memiliki lapisan pita serabut tembaga yang kuat di antara selubung dalam dan selubung luarnya yang terbuat dari PVC.

Kabel Grounding & Lightning Protection

  1. Kabel BC (Bare Conductor Cable for Grounding)
  2. Kabel Penangkal Petir (Lightning Protection)

1 | Kabel BC

Secara umum kabel penangkal petir atau kabel anti petir yang dibutuhkan dalam instalasi penangkal petir adalah kabel penangkal petir yang memiliki luas penghantar 50 mm (minimal), bila lebih besar kemampuan penghantarnya akan lebih baik. Berbagai macam kabel penangkal petir atau kabel anti petir yang dapat digunakan untuk menyalurkan arus petir ke tanah, karakteristik utama adalah steel frame (rawan terhadap putus/gagal sambungan yang menyebabkan loncatan petir dan adanya kebocoran induksi di sekeliling arus petir).

Daftar Harga Bare Copper (BC)

  1. Kabel Grounding ( Kabel Bc ) 4Mm : Rp. 5.700, -/ Meter
  2. Kabel Grounding ( Kabel Bc ) 6Mm : Rp. .7.050, -/ Meter
  3. Kabel Grounding ( Kabel Bc ) 10Mm : Rp. 11.400, -/ Meter
  4. Kabel Grounding ( Kabel Bc ) 16Mm : Rp. 16.650, -/ Meter
  5. Kabel Grounding ( Kabel Bc ) 25Mm : Rp. 22.500, -/ Meter
  6. Kabel Grounding ( Kabel Bc ) 35Mm : Rp. 30.450, -/ Meter
  7. Kabel Grounding ( Kabel Bc ) 50Mm : Rp. 36.700, -/ Meter
  8. Kabel Grounding ( Kabel Bc ) 70Mm : Rp. .53.600, -/ Meter
  9. Kabel Grounding ( Kabel Bc ) 95Mm : Rp. 98.750, -/ Meter
  10. Kabel Grounding ( Kabel Bc ) 120Mm : Rp. 113.200, -/ Meter
  11. Kabel Grounding ( Kabel Bc ) Bc-150 Mm : Rp. 173.000, -/ Meter
  12. Kabel Grounding ( Kabel Bc ) 185Mm : Rp. 254.800, -/ Meter
  13. Kabel Grounding ( Kabel Bc ) 240 Mm : Rp. 295.000, -/ Meter

Source: sinarterangstore6

2 | Kabel Penangkal Petir (Lightning Protection)

  • Outdoor Installation

Bila instalasi kabel penghantar penangkal petir diletakkan di luar bangunan dan jauh dari instalasi lain (jaringan listrik dan data) ataupun jauh dari jangkauan penghuni maka kabel bisa menggunakan kabel BCC minimal 50 mm (Bare Copper Conductor) dengan pertimbangan lebih murah. Hanya saja jika menggunakan kabel BC sebagai kabel penyalur penangkal petir, sangat di sarankan dilengkapi dengan memakai conduite.

Copper Bonded Earth Grounding Lugs Grounding rods Ground Rods

Earth Rods Earth Rods

  • Copper Grounding Rods Copper earthing Rods
  • Ground rod clamps Pipe clamps earthing clamps

Bronze Earth Clamps

  • Rod to Tape Bronze clamps Lugs Clamp
  • Rod to Conductor Bronze grounding clamps Clamp
  • Rod to Cable Lug Clamp

Fittings
Driving Head: Reusable high tensile steel.
Coupling: Brass or Aluminum Bronze.
Driving Spike: High strength alloy steel.
Internal Coupling: Phosphorous Bronze or high tensile Brass dowel.

Copper Bonded Earth Grounding Lugs Grounding rods Ground Rods

CONEX Earth Grounding Rods are made from high tensile-low carbon steel compelling with requirements of BS 4360 Grade 43 A. Each grounding rod is molecularly bonded by 99.99% pure, high conductivity copper bonding’s, each rod is treated with Benzol-triozole derivatives. Threads on rods are formed by roll threading process, giving threads extra strength, eliminating risk of chipping the threads while driving the rods in the ground.

Solid Copper Earth Rods

CONEX Earth Grounding Rods are made from high tensile-low carbon steel compelling with requirements of BS 4360 Grade 43 A. Each grounding rod is molecularly bonded by 99.99% pure, high conductivity copper bonding’s, each rod is treated with Benzol-triozole derivatives. Threads on rods are formed by roll threading process, giving threads extra strength, eliminating risk of chipping the threads while driving the rods in the ground.

Rod Details for Internal Threaded Solid Copper Earth Rods

Earth Clamps

CONEX manufactures a vast range of Earth ground earthing grounding Rod clamps in Naval Brass, Gunmetal , Bronze and Aluminium. Special clamp as per customer specifications can also be supplied for grounding rods.

Rod to tape clamp
(A Clamp) Accommodates wide range of Copper / AI tape.
Rod to Conductor Clamp
(G clamp) Available in light and heavy duty. Accommodates conductor size from 10 mm 2 to 120mm 2 .
Rod to cable Lug clamp
(Type B) Available with M12 Bolt complete with Brass washer and nuts.

  • Indoor / Outdoor Installation

Sedangkan bila kabel penghantar anti petir diletakkan di dalam bangunan dan bisa jauh dari instalasi lain (jaringan listrik dan data) ataupun jauh dari jangkauan penghuni maka kabel penangkal petir bisa menggunakan kabel NYY minimal 50 mm atau kabel NYY 70 mm dengan pertimbangan kabel ini cukup mampu menahan induksi petir. Kabel NYA sama percis dengan kabel NYY, yang membendakan yaitu kalau kabel NYY memiliki dua isolator atau dua lapisan pembungkus tembaga, sedangkan kabel NYA satu lapisan pembungkus atau satu isolator.

  • Indoor High Installation

Dan bila jalur instalasi tidak bisa dihindarkan dari instalasi lain (listrik, data, kontrol dll) maka jenis kabel HVSC (High Voltage Single Core) yang harus digunakan karena hanya kabel ini yang mampu menahan tegangan tembus atau induksi (inception voltage) arus petir, misalnya Coaxial Cable dan kabel N2XSY ukuran 2 x 35 mm.

3 | Single Core Cable Type N2XSY, NA2XSY

SINGLE CORE CABLE

  • COPPER OR ALUMINIUM CONDUCTOR,
  • XLPE INSULATED,
  • COPPER WIRES SCREENED AND PVC SHEATHED
  • Type N2XSY, NA2XSY

Feature
XLPE insulated single core cables are applied for installation indoors, outdoors, underground and cable rack.

CONSTRUCTION

Conductor
Stranded compacted circular copper or aluminium conductors. All internal interstices of trie conductor rilled with water blocking compound which is specified to prevent ingress of water through conductor during storage, handling, installation and operating of the cable.

Conductor Screen
Extruded Semi-conducting compound. Minimum thickness 0.5 mm and the maximum volume resistivity of 5000 ohm-an at 20° C and 25000 ohm-cm at 90° C.

Insulation
Extruded XLPE with high degree of cross-linking, free from contaminants, air voids and heat resistant by dry cured process.

The nominal thickness as shown in table 1.

Type : N2XSY, NA2XSY

Nominal Voltage :

  • 3.6/6 ( 7.2 ) kV
  • 6/10 ( 12 ) kV
  • 8.7/15 ( 17.5 ) kV
  • 12/20 ( 24 ) kV
  • 18/30 ( 36 ) kV

Specification : SPLN 43-5

Table 1. Insulation Thickness
Tabel 2 . Minimum Total Cross Section Of Metallic Screen

Insulation Screen
Extruded Semi-conducting compound. Minimum thickness 0.5 mm and the maximum volume resistivity of 5000 ohm-cm at 20°C and 25000 ohm-cm at WC The screen is tightly fitted to insulation to exdude all air voids and can be easily hand stripped on site.

Conduction Water Blocking Layer
Semi-conductive water blocking tape provided over the insulation screen which will swell up under the influence ofmoisture or water.

Metallic Screen
Copper wires applied over the conducting water blocking layer. Minimum cross section of concentric conductor as shown in table 2. Copper tape with minimum thickness 0.1 mm and maximum 0.3mm applied over copper wires.

Water Blocking Layer
Non-conducting water blocking tape provided the metallic screen which will swellup under ihe influence of moisture or water.

Outer Sheath
Extruded red PVC, suitable tar exposure to sun-light or other local atmospheric environments and for the operating temperature of the cable.

Data from Voksel Electric Tbk.

Grounding Installation Components

1 | Solid Copper Ground Rod

Technical Details:

Agricultural Wire Ground Rod

Description

6 AWG solid copper or #10 AWG solid copper green insulated wire silver brazed to ground rod for the strongest, lowest resistance connection.

BARE COPPER WIRE

  • Soft-Annealed, uncoated copper, 18AWG – 1/0AWG.
  • 250, 500, and 1,000 foot spools. Custom lengths possible.
  • Solid or stranded.

GROUNDING, BONDING AND SHIELDING PRODUCTS
Ground Rod Clamps, Cast Bronze
For 5/8″ Diameter ground rods. Part number 182005

CADWELD PLUS “ONE-SHOT”

  • Permanently welds multiple bare copper wires together or bare copper wire to 5/8″ diameter ground rods, so the connection doesn’t loosen or corrode
  • UL® listed. Exothermic reaction welding process meets National Electrical Code® requirements

GROUND ENHANCEMENT MATERIALS/EARTH CONTACT BACKFILLS

  • Superior conductive material that improves the effectiveness of ground rods/plates.
  • It permanently reduces resistance-to-ground, regardless of soil conditions.
  • Ideal for use in dry conditions, rocky ground and sandy soils.
  • 50 pound bags
  • PowerSetTM hardens when wetted and can be used in any application. Paige part number 1820058.
  • PowerFillTM is non-hardening and must be used in non-porous soils. Paige part number 1820059.
  • Non-flammable. Safe to use while igniting CADWELDs and in storage
Ilustrasi Grounding yang telah dipasang dengan menggunakan Copper Rod. Kedalaman dari Copper Rod tergantung dari kondisi Tanah. Contoh: untuk tanah yg bersifat lembah (banyak kandungan airnya) minum kedalaman 12 meter utk mendapat Grounding. Nilai Ohm harus mendekati NOL.

2 | Accessories for Grounding Rod Installation

Copper Rod Clamps
Driving Head, Rod, Coupler, Driving Tip

Source: Compilation from many references

How to choose the right Surge Protector?

Choosing the right surge arrester and protective circuit breakers involves a considering a wide range of parameters related to types of surge protection devices, circuit breaker arrangements and risk assessment.

Three rules of thumb for choosing surge arresters

Now that we’ve established that surge arresters should be at the heart of a lightning protection system, it’s time to think about how to choose the right surge arrester. Easier said than done. Here are some rules of thumb for installing a surge protection device (SPD):

1-Familiarise yourself with types, or category, of SPDs.

2-Assess the risk of lightning strikes and discharge capacities.

3-Use devices to protect the surge arrester itself.

To protect a distribution switchboard, you need only install a Type 2 arrester with discharge capacity In>5kA.(8/20).

Risk Assessment

Assessing risk is generally a complex, painstaking process. A good starting point is to think about what kinds of areas are most and least at risk. You can then consider the type of SPD best suited to the kind of building you’re planning to protect – if it has a single service entry switchboard.

Lightning strikes 90% of the earth. Some parts are highly prone to lightning strikes. Some hardly at all. For example, lightning density (number of strikes per kilometer per year) in Belgium is 1ng, while in South Africa it is 150ng.

However, lightning density is not per se a risk. France, for example, includes Ng it in its national standard NF C 15-100. Spain does not.

One or two tips for risk assessment

Use European to risk assessment standard EN 62305-2. Some countries make it compulsory to use the standard when considering surge protection for big and or highly sensitive buildings like industrial facilities, hospitals, and data centres.

Otherwise, bear this rule of thumb in mind: always install a Type 2 surge arrestor. If the distance between the surge arrestor and the equipment to be protected is greater than 10 metres, then add a Type 2 or Type 3 arrester.

Protect your surge protection devices
Although surge arresters don’t trip, the following end-of-life scenarios are possible:

a) Thermal runaway caused by the constant excessive constraints of an SPD not exceeding its lightning attributes could lead to the slow destruction of internal components.
The disconnection of the SPD is provided by a thermal fuse associated with the electronic components (MOVs) inside the SPD.

b) A short-circuit due to exceeding the maximum flow capacity or due to a fault under 50hz from the electrical distribution network (e.g. neutral rupture, phase-neutral inversion). The disconnection of the SPD is provided by an external or integrated short circuit protection device like fuse or circuit breaker.

Although you may have to choose an external circuit breaker, more and more manufacturers incorporate them in the same enclosure.

You choose a circuit breaker according to the short circuit current in the building where the surge arrester is installed. So, for example, a disconnection circuit breaker with a short-circuit breaking current of <6kA is suitable for a residential building. For an office, it is usually 15kA or 20kA.

But determining matches is a delicate business.

Choosing the right surge arrester and protective circuit breaker – at a glance

The schematic below gives you an idea of the basic parameters you should factor into your choice of surge protection.

Better still – make an informed, comprehensive choice of surge arresters

Check out and download this software (5.2Mo) to know about choosing the right surge protection devices and circuit breakers for the right application.

Source: Didier Mignardot | March 19, 2013 | Schneider

Pengertian Surge Arrester

Surge Arrester adalah alat yang dapat digunakan untuk melindungi peralatan elektronik dari induksi terhadap petir. Induksi petir dapat menyebabkan rusaknya peralatan elektronik seperti komputer, pabx, telepon, cctv dan dvr, dll.

Tegangan surya, yang sering disebut spike (paku) atau transient umumnya terjadi pada kebanyakan jaringan listrik berupa kenaikan tegangan yang sangat cepat. Terjadinya tegangan surya dapat disebabkan oleh petir atau gerakan switching (penyambungan-pemutusan) dari kontaktor, pemutus tenaga, thiristor dan switching kapasitor .Tegangan surya tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada peralatan listrik akibat adanya tekanan pada komponen isolasi yang jauh di luar batas tegangannya.

Surge Arrester terdidri dari 2 tipe penggunaan :

Tipe 1 (Class1)

Digunakan apabila ada resiko terkena arus sambaran langsung dan harus dipasang pada bangunan yang menggunakan Lightning conductor/rod.

  • Teknologi : Spark Gap
  • Iimp (10/350 ms): 35, 50 dan 100kA
  • Response time £ 1ms
  • Sistem Monoblok (DIN Rail)

Tipe 2 (Class2)

Digunakan untuk memotong tegangan surya dengan cara penggabungan beberapa komponen Metal Oxyde Varistor (MOV), memberikan pengamanan terhadap tegangan surja tersebut pada :

  • Peralatan elektronik rumah tangga : televisi, oven, lemari es, komputer,dll
  • Peralatan elektronik industri : PLC, kontrol motor, mesin, pompa, dll
  • Teknologi : Metal Oxyde Varistor (MOV)
  • Imaks (8/20ms) : 8, 20, 40 dan 65 kA
  • Response time £ 25ns
  • Sistem : 1. Tipe Fixed/Monoblok (DIN Rail) : Tipe PF
  • 2. Tipe Plug In/Draw out (DIN Rail) : Tipe PRD

Apa itu ELCB ?

Earth Leakaque Circuit Breaker ( ELCB ) adalah alat pengaman arus bocor tanah atau juga disebut saklar pengaman arus sisa. Alat ini bekerja dengan sistim differential, dimana saklar ini mempunyai sebuah transformator arus dengan inti berbentuk gelang, inti tersebut melingkari semua hantaran supply ke mesin atau peralatan yang diamankan, termasuk hantaran netral, ini berlaku untuk semua sambungan satu-phasa, sambungan tiga-phasa tanpa netral maupun sambungan tiga-phasa dengan netral.

Pada keadaan normal, jumlah arus yang dilingkari oleh inti trafo adalah sama dengan nol, apabila terjadi arus bocor ketanah, misalkan 0,5 ampere, maka keadaan setimbang ini akan terganggu, karena itu dalam inti trafo akan timbul medan magnet yang membangkitkan suatu tegangan dalam kumparan sekunder, Arus differential terkecil yang masih menyebabkan saklar ini bekerja disebut arus jatuh nominal (If) dari saklar. Saklar ini direncanakan untuk suatu arus jatuh nominal tertentu.

Prinsip Kerja ELCB

Apabila terjadi gangguan, arus yang mengalir pada penghantar phasa tidak sama lagi dengan arus yang mengalir pada netral ( IL = IN + If ) atau sistim dikatatakan dalam keadaan tidak seimbang, arus differential ini dibandingkan dalam sebuat sistim trafo toroida. Ketidak seimbangan antara arus phasa dengan arus netral menandakan adanya arus bocor ketanah akibat kegagalan isolasi, ketidak seimbangan arus ini akan menyebabkan fluks magnet pada toroida sehingga pada bilitan sekunder toroida akan dibangkitkan suatu tegangan yang berfungsi untuk menggerakan relai pemutus mekanisme kontak, kemudian kontak utama ELCB akan memutuskan hubungan dengan peralatan.

Perlindungan yang idial pada instalasi listrik rumah seharusnya memiliki perangkat pengaman terhadap beban lebih, hubung singkat serta arus bocor. Untuk mengamankan sistem dan peralatan yang kita gunakan sebaiknya sistem kita memilki pentanahan yang baik dalam arti nilai impedansi pentanahan harus sekecil mungkin agar pengaliran arus gangguan ketanah berlangsung secara sempurna.

Suatu arus bocor akan menyebabkan suatu medan magnet kedua dalam magnet halang (medan halang), karena medan halang ini jalan ke angker bagi garis-garis gaya dari magnet permanent akan tertutup. Sebuah magnet permanent menimbulkan garis-garis gaya megnetik dalam dua paket besi trasformator dengan permiabilitas yang rendah. Sebagian besar dari garis-garis gaya megnet tersebut melewati sebuah angker, sehingga angker ini akan ditarik. Gaya tarik maknet ini mengalahkan gaya tarik sebuah pegas.

Source: info-elektro

Pengertian MCB (Miniature Circuit Breaker)

MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah suatu peralatan pemutus rangkaian listrik pada suatu sistem tenaga listrik, yang mampu untuk membuka dan menutup rangkaian listrik pada semua kondisi, termasuk arus hubung singkat, sesuai dengan ratingnya. Juga pada kondisi tegangan yang normal ataupun tidak normal.

Miniature Circuit Breaker (MCB) di desain dengan fungsi utama untuk :

  • mengamankan kabel terhadap beban lebih dan arus hubung singkat.
  • melewatkan arus tanpa pemanasan lebih.
  • membuka dan menutup sebuah sirkit di bawah arus pengenal.

PEMILIHAN MINIATURE CIRCUIT BREAKER (MCB)

Pemilihan pemutus tenaga ditentukan oleh beberapa hal :

  • Standar
  • SPLN 108 / SLI 175, bila digunakan oleh pemakai umum (instalasi perumahan – kapasitas pemutusan rendah)
  • IEC 60947-2, bila digunakan oleh ahlinya (aplikasi industri – kapasitas pemutusan tinggi)
  • Kapasitas pemutusan

Kapasitas pemutusan suatu pemutus tenaga harus lebih besar dari arus hubung singkat pada titikinstalasi di mana pemutus tenaga tersebut dipasang. Pada diagram garis suatu sistem, disarankan untuk juga menyebutkan besar kapasitas pemutusan di samping arus pengenal pemutus tenaga yang digunakan.

  • Arus Pengenal

Arus pengenal pemutus tenaga harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang dilewatkan kabel dan lebih kecil dari arus yang diijinkan pada kabel.

  • Tegangan

Tegangan operasional pengenal pemutus tenaga harus lebih besar atau sama dengan tegangan sistem.

  • Jumlah kutub
  • Bentuk kurva trip (Kurva C atau Kurva D)

Menentukan besar magnetis trip terhadap arus pengenal.

  • Frekuensi sistem
  • Aplikasi beban

Tipe kabel yang diamankan, tembaga atau alumunium.

Source: habetec

Pengertian MCCB (Moulded Case Circuit Breaker)

MCCB (Mold Case Circuit Breaker) Adalah pemutus sirkit tegangan menengah.

Dalam memilih circuit breaker hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah :

  • Karakteristik dari sistem di mana circuit breaker tersebut dipasang.
  • Kebutuhan akan kontinuitas pelayanan sumber daya listrik.
  • Aturan-aturan dan standar proteksi yang berlaku.

Karakteristik Sistem

Sistem tegangan

Tegangan operasional dari circuit breaker harus lebih besar atau minimum sama dengan tegangan sistem.

Frekuensi sistem

Frekuensi pengenal dari circuit breaker harussesuai dengan frekuensi sistem. Circuit breaker Merlin Gerin dapat beroperasi pada frekuensi 50 atau 60 Hz. Untuk aplikasi pada frekuensi 400 Hz silahkan hubungi kami.

Arus pengenal

Arus pengenal dari circuit breaker harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang dilewatkan oleh kabel, dan harus lebih kecil dari arus ambang yang diijinkan lewat pada kabel.

Kapasitas pemutusan

Kapasitas pemutusan dari circuit breaker harus paling sedikit sama dengan arus hubung singkat prospektif yang mungkin akan terjadi pada suatu titik instalasi dimana circuit breaker tersebut dipasang.

Jumlah pole dari circuit breaker

Jumlah pole dari circuit breaker sangat tergantung kepada sistem pembumian dari sistem.

Kebutuhan kontinuitas sumber daya

Tergantung dari kebutuhan tingkat kontinuitas pelayanan sumber daya listrik, dalam memilih circuit breaker harus diperhatikan :

  • Diskriminasi total dari dua circuit breakaer yang ditempatkan secara seri
  • Diskriminasi terbatas (sebagian), diskriminasi hanya dijamin sampai tingkat arus gangguan tertentu.

Aturan-aturan dan standar proteksi

Aturan-aturan instalasi listrik yang berlaku seperti PUIL harus diperhatikan dan dituruti. Standar-standar yang diacu baik standar lokal maupun standar internasional harus diperhatikan seperti SPLN, IEC 60947-2. Untuk spesifikasi lain yang mengacu pada standar-standar lain ataupun aplikasi khusus dan spesifik, silahkan hubungi kami.

Source: habetec

Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)

Produk ini hanya mempunyai satu fungsi, mendeteksi arus bocor. Tidak terdapat pengaman thermal dan magnetis, sehingga ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) harus diamankan terhadap hubung singkat oleh MCB sisi atasnya. ELCB tidak boleh dipasang apabila kemungkinan hubung singkat melebihi 6kA.

ELCB dapat dipadukan dengan alat bantu (auxiliary) seperti : OFS, MX, MN yang menyediakan fasilitas signaling jarak jauh dan trip jarak jauh. ELCB mempunyai mekanisme trip tersendiri dan juga dapat dioperasikan secara manual seperti saklar. Alat ini digunakan jika pengaman arus bocor dibutuhkan pada sekelompok sirkit yang maksimum terdiri dari 4 sirkit. Untuk memilih gawai arus bocor, yang harus diperhatikan adalah fungsi dari masing-masing gawai arus bocor tersebut.

Bagaimana mengamankan manusia dan peralatan?

Tahukah anda bahwa 30% gangguan listrik pada instalasi bukan disebabkan oleh beban lebih ataupun hubung singkat, tetapi akibat gangguan isolasi? Perlengkapan isolasi dan pengkabelan yang buruk,atau alat yang dipakai salah dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan (api) dan manusia (kematian).

Resiko atas kebakaran

Akibat utama dari gangguan arus yang melalui konduktor atau alat lain yang tidak diharapkan untuk menerima arus adalah peningkatan suhu yang tidak normal. Suhu yang tinggi ini dapat menyebabkan kerusakan pada kabel atau bahkan percikan api pada material, lalu terbakar.

Resiko akan kematian

Hal ini terjadi pada manusia dan disebut juga “Electrocution”. Electrocution ialah mengalirnya arus ke tubuh manusia, dan sangat berbahaya. Aliran arus merusak dua fungsi tubuh yang vital : pernapasan dan detak jantung. Penelitian menyatakan skala resiko berdasarkan dua faktor : arus pengenal dan lamanya waktu kontak.

Jenis Proteksi yang disediakan oleh gawai arus bocor

Gawai arus bocor memberikan dua macam pengamanan :

Pengaman manusia

Kontak langsung

Terjadi bila manusia memegang langsung kawat atau kabel fasa bertegangan. Pengamanan terhadap resiko kontak langsung dapat berupa :

  • isolasi kabel fasa tegangan
  • boks panel, dll

Tetapi bagaimanapun sangatlah direkomendasikan adanya pengaman tambahan, dengan kata lain menggunakan gawai arus bocor untuk mencegah berbagai resiko masuknya listrik kedalam tubuh manusia.
Untuk itu, standar IEC kini sudah menetapkan pemasangan gawai arus bocor dengan sensitifitas 30 mA jika pengaman manusia dibutuhkan. (soket, instalasi listrik kamar mandi dll.). Dimana gawai arus bocor akan otomatis trip apabila arus bocor yang terdeteksi melebihi ambang batas 30 mA.

Kontak Tak Langsung

Terjadi apabila manusia memegang bagian logam yang bertegangan akibat kegagalan isolasi. Besarnya arus bocor tergantung pada resistansi bocor dan penyambungan netral. Arus bocor akan kembali ke sumber lewat konduktor pengaman atau lewat bumi. Oleh karena itu, gawai arus bocor dengan sensitifitas 30 mA sangat direkomendasikan sebagai pengaman kontak tak langsung,

Pengaman Peralatan

Pengaman api
Telah diketahui bahwa arus 500mA pada dua titik kontak dua logam bertegangan yang berdekatan dapat menimbulkan percikan api. Apapun sistem pembumian yang digunakan untuk pengaman terhadap api haruslah dilengkapi dengan sensitifitas pengaman :

Bagaimana memilih ELCB?

Untuk memilih gawai arus bocor, yang harus diperhatikan adalah fungsi dari masing-masing gawai arus bocor tersebut.

Source: habetec

International Mathematical Competition Singapore 2017

INTERNATIONAL MATHEMATICAL COMPETITION SINGAPORE 2017: INDONESIA RAIH 90 MEDALI DAN 34 MERIT AWARD

Tim Indonesia meraih prestasi gemilang dalam kompetisi matematika International Mathematics Contest (IMCS) di Singapura. Sebanyak 129 pelajar Indonesia yang terdiri dari pelajar kelas 3 SD sampai kelas 11 SMA IMCS pada 4-7 Agustus 2017.

Hasil yang diperoleh dari IMCS tahun 2017 adalah 14 emas, 26 perak, 50 perunggu dan 38 merit. Hal yang sangat membanggakan di tahun ini adalah seorang siswa Indonesia memperoleh penghargaan Grand Champion.

Peraih Grand Champion asal Indonesia atas nama Irfan Urane Azis yang merupakan siswa kelas 10 SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah. Gelar ini sangat sulit diperoleh karena tidak semua peraih medali emas bisa memperoleh gelar ini dan tidak semua negara bisa memperoleh gelar ini.

Irfan Urane Azis Peraih Grand Champion mengatakan dirinya tidak menyangka dan sangat bersyukur bisa menjadi Grand Champion. IMCS tahun ini soalnya lumayan menantang dan perlu berpikir cepat untuk bisa menyelesaikannya karena waktunya sangat terbatas, sehingga dirinya tidak berpikir sama sekali untuk mendapatkan grand champion di kompetisi ini.

“Untuk persiapan lomba IMCS selain mengikuti karantina, saya banyak melakukan latihan soal secara mandiri di asrama di Sekolah Taruna Nusantara. Saya sering mencari soal-soal yang mirip dengan IMCS yang ada di internet sebagai bahan latihan. Hal yang penting untuk sukses dalam matematika adalah usaha dan doa,” kata Irfan.

Total peserta pada lomba ini adalah 1178 peserta yang berasal dari 11 negara yaitu Cina, Malaysia, Hongkong, Taiwan, Filipina, Indonesia, Korea, Thailand, Iran, Vietnam dan Australia. Para peserta IMCS dari Indonesia merupakan hasil seleksi dari sekitar 250 ribu siswa yang mengikuti Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) dan para siswa pilihan yang mengikut Math In House Training (MIHT). Lomba IMCS tahun 2017 merupakan tahun ke-10 yang diikuti oleh Indonesia.

Sebelum berangkat ke Singapura, para siswa dibina terlebih dahulu selama 1 minggu di Bogor dan para pembinanya dari Tim Klinik Pendidikan MIPA. Pada pembinaan ini para siswa tidak hanya belajar matematika tetapi belajar Bahasa Inggris serta mendapat pembinaan Jasmani dan Rohani. Bagi peserta yang beragama Islam dirutinkan untuk selalu melaksanakan sholat secara berjamaah, sholat tahajud, sholat dhuha dan tadarus Alquran.

Ridwan Hasan Saputra sebagai Team Leader Indonesia mengatakan bahwa prestasi tahun ini sangat membanggakan karena perolehan medali. Tim Indonesia melebihi standart yang ditetapkan panitia khususnya untuk raihan medali emas. Apalagi di tahun ini ada siswa Indonesia yang meraih Grand Champion, hal ini merupakan anugerah yang harus di syukuri.

Ridwan yang juga Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA mengatakan lomba matematika di luar negeri tujuan utamanya adalah memberikan pengalaman dan wawasan kepada anak-anak agar mereka bisa melihat dunia.

“Banyak anak lain yang lebih pintar dan negara yang lebih maju. Namun tetap rendah hati dan saling menghargai. Sehingga mereka akan lebih semangat lagi belajar supaya Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar. Lomba IMCS ini jadi momentum untuk meningkatkan ibadah para peserta karena selama karantina mereka semakin rajin beribadah. Medali hanyalah Bonus,” kata Ridwan.(Usdo/Yudi)

Source iglobalnews

International Mathematical Olympiad Timeline

The logo of the International Mathematical Olympiad.

International Mathematical Olympiad Timeline

Source: Wikipedia

Notable Achievements

The following nations have achieved the highest team score in the respective competition:

  • China, 20 times (from the first participation in 1985 until 2014): in every year from 1989 to 2014 except 1991, 1994, 1996, 1998, 2003, 2007, 2012, as well as in 2019 (joint with USA);
  • Soviet Union, 14 times: in 1963, 1964, 1965, 1966, 1967, 1972, 1973, 1974, 1976, 1979, 1984, 1986, 1988, 1991;
  • United States, 8 times: in 1977, 1981, 1986, 1994, 2015, 2016, 2018, 2019 (joint with China);
  • Hungary, 6 times: in 1961, 1962, 1969, 1970, 1971, 1975;
  • Romania, 5 times: in 1959, 1978, 1985, 1987, 1996;
  • West Germany, twice: in 1982 and 1983;
  • Russia, twice: in 1999 and 2007;
  • South Korea, twice: in 2012 and 2017;
  • Bulgaria, once: in 2003;
  • Iran, once: in 1998;
  • East Germany, once: in 1968.

The following nations have achieved an all-members-gold IMO with a full team:

  • China, 12 times: in 1992, 1993, 1997, 2000, 2001, 2002, 2004, 2006, 2009, 2010, 2011, and 2019.
  • United States, 4 times: in 1994, 2011, 2016, and 2019.
  • South Korea, 3 times: in 2012, 2017, and 2019.
  • Russia, 2 times: in 2002 and 2008.
  • Bulgaria, once: in 2003.

Also noteworthy is that the United States was a single point away from achieving all gold medals in 2012, 2014, and 2015 and was just two points away in 2018, in each of these years obtaining 5 gold medals and 1 silver medal.

The only countries to have their entire team score perfectly in the IMO were the United States in 1994 (they were coached by Paul Zeitz); and Luxembourg, whose 1-member team had a perfect score in 1981. The US’s success earned a mention in TIME Magazine. Hungary won IMO 1975 in an unorthodox way when none of the eight team members received a gold medal (five silver, three bronze). Second place team East Germany also did not have a single gold medal winner (four silver, four bronze).

Several individuals have consistently scored highly and/or earned medals on the IMO: As of July 2015 Zhuo Qun Song (Canada) is the most successful participant[64] with five gold medals (including one perfect score in 2015) and one bronze medal. Reid Barton (United States) was the first participant to win a gold medal four times (1998-2001). Barton is also one of only eight four-time Putnam Fellows (2001–04). Christian Reiher (Germany), Lisa Sauermann (Germany), Teodor von Burg (Serbia), and Nipun Pitimanaaree (Thailand) are the only other participants to have won four gold medals (2000–03, 2008–11, 2009–12, 2010–13, and 2011–14 respectively); Reiher also received a bronze medal (1999), Sauermann a silver medal (2007), von Burg a silver medal (2008) and a bronze medal (2007), and Pitimanaaree a silver medal (2009). Wolfgang Burmeister (East Germany), Martin Härterich (West Germany), Iurie Boreico (Moldova), and Lim Jeck (Singapore) are the only other participants besides Reiher, Sauermann, von Burg, and Pitimanaaree to win five medals with at least three of them gold. Ciprian Manolescu (Romania) managed to write a perfect paper (42 points) for gold medal more times than anybody else in the history of the competition, doing it all three times he participated in the IMO (1995, 1996, 1997). Manolescu is also a three-time Putnam Fellow (1997, 1998, 2000). Eugenia Malinnikova (Soviet Union) is the highest-scoring female contestant in IMO history. She has 3 gold medals in IMO 1989 (41 points), IMO 1990 (42) and IMO 1991 (42), missing only 1 point in 1989 to precede Manolescu’s achievement.

Terence Tao (Australia) participated in IMO 1986, 1987 and 1988, winning bronze, silver and gold medals respectively. He won a gold medal when he just turned thirteen in IMO 1988, becoming the youngest person at that time to receive a gold medal (Zhuo Qun Song of Canada also won a gold meal at age 13, in 2011, though he was older than Tao). Tao also holds the distinction of being the youngest medalist with his 1986 bronze medal, followed by 2009 bronze medalist Raúl Chávez Sarmiento (Peru), at the age of 10 and 11 respectively. Representing the United States, Noam Elkies won a gold medal with a perfect paper at the age of 14 in 1981. Note that both Elkies and Tao could have participated in the IMO multiple times following their success, but entered university and therefore became ineligible.

The current ten countries with the best all-time results are as follows:

Source: imo-official dot org | IMO Official

Gender of some contestants is not known. Please send relevant information to the webmaster: webmaster @ imo-official dot org

International Mathematical Olympiad Thailand 2019: Indonesia Raih 1 Medali

Siswa Madrasah Ini Raih Gold Award Thailand International Mathematical Olympiad 2019.

Muhammad Adi Brata Tata Negara Saputra, Siswa kelas 7B MTsN 2 Kota Kediri meraih Gold Award dalam ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2019 di Bangkok.

“Adi bersaing dengan ratusan peserta dari 21 negara, dia berhasil meraih Gold Award dalam ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2019,” kata Kepala MTsN 2 Kota Kediri, Hadi Suseno.

Untuk diketahui, Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2019 diselenggarakan di Head Star International School Thailand dan berlangsung dari 5 sampai 8 April 2019. Ajang ini diikuti para siswa dasar dan menengah (MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA), negeri dan swasta, yang telah bergabung dalam Head Round Indonesia pada instansi pendidikan yang telah bekerja sama dengan TIMO.

“Siswa yang lolos Head Round Indonesia dan mendapat medal gold silver bronze, bisa lanjut final TIMO di Thailand,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan dengan meraih Grade Gold Arward Timo di Thailand, maka Adi mendapatkan tiket untuk ikut kompetisisi selanjutnya yang diselenggarakan oleh Jepang, yakni World International Mathematics Olympiad (WIMO). Kompetisi ini akan diselenggarakan pada Desember 2019 di Tokyo Jepang.

Sebelum mendapat emas di ajang TIMO 2019 ini, Adi juga pernah mendapat medali emas tingkat provinsi Jawa Timur dalam kompetisi Hidayatullah Mathematics and Science Olympiad (HIMPSO) 2019. Prestasi lainnya adalah juara umum kompetisi olimpiade Matematika tingkat Jawa Timur-Jawa Tengah 2019, Bronze Medal tingkat Internasional dalam event Word International Mathematics Olympiad (WIMO) 2018, Silver Medal tingkat Intenasional dalam event American Mathematics Olympiad (AMO) 2018, Peraih Medal Perak tingkat Internasional 2018 dalam event International Challenge for Future Mathematic 2018, serta peraih Perunggu tingkat Internasional dalam event International Mathematic Olympiad 2018. (nov/kemenag)