Apa itu ELCB ?

Earth Leakaque Circuit Breaker ( ELCB ) adalah alat pengaman arus bocor tanah atau juga disebut saklar pengaman arus sisa. Alat ini bekerja dengan sistim differential, dimana saklar ini mempunyai sebuah transformator arus dengan inti berbentuk gelang, inti tersebut melingkari semua hantaran supply ke mesin atau peralatan yang diamankan, termasuk hantaran netral, ini berlaku untuk semua sambungan satu-phasa, sambungan tiga-phasa tanpa netral maupun sambungan tiga-phasa dengan netral.

Pada keadaan normal, jumlah arus yang dilingkari oleh inti trafo adalah sama dengan nol, apabila terjadi arus bocor ketanah, misalkan 0,5 ampere, maka keadaan setimbang ini akan terganggu, karena itu dalam inti trafo akan timbul medan magnet yang membangkitkan suatu tegangan dalam kumparan sekunder, Arus differential terkecil yang masih menyebabkan saklar ini bekerja disebut arus jatuh nominal (If) dari saklar. Saklar ini direncanakan untuk suatu arus jatuh nominal tertentu.

Prinsip Kerja ELCB

Apabila terjadi gangguan, arus yang mengalir pada penghantar phasa tidak sama lagi dengan arus yang mengalir pada netral ( IL = IN + If ) atau sistim dikatatakan dalam keadaan tidak seimbang, arus differential ini dibandingkan dalam sebuat sistim trafo toroida. Ketidak seimbangan antara arus phasa dengan arus netral menandakan adanya arus bocor ketanah akibat kegagalan isolasi, ketidak seimbangan arus ini akan menyebabkan fluks magnet pada toroida sehingga pada bilitan sekunder toroida akan dibangkitkan suatu tegangan yang berfungsi untuk menggerakan relai pemutus mekanisme kontak, kemudian kontak utama ELCB akan memutuskan hubungan dengan peralatan.

Perlindungan yang idial pada instalasi listrik rumah seharusnya memiliki perangkat pengaman terhadap beban lebih, hubung singkat serta arus bocor. Untuk mengamankan sistem dan peralatan yang kita gunakan sebaiknya sistem kita memilki pentanahan yang baik dalam arti nilai impedansi pentanahan harus sekecil mungkin agar pengaliran arus gangguan ketanah berlangsung secara sempurna.

Suatu arus bocor akan menyebabkan suatu medan magnet kedua dalam magnet halang (medan halang), karena medan halang ini jalan ke angker bagi garis-garis gaya dari magnet permanent akan tertutup. Sebuah magnet permanent menimbulkan garis-garis gaya megnetik dalam dua paket besi trasformator dengan permiabilitas yang rendah. Sebagian besar dari garis-garis gaya megnet tersebut melewati sebuah angker, sehingga angker ini akan ditarik. Gaya tarik maknet ini mengalahkan gaya tarik sebuah pegas.

Source: info-elektro

Pengertian MCB (Miniature Circuit Breaker)

MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah suatu peralatan pemutus rangkaian listrik pada suatu sistem tenaga listrik, yang mampu untuk membuka dan menutup rangkaian listrik pada semua kondisi, termasuk arus hubung singkat, sesuai dengan ratingnya. Juga pada kondisi tegangan yang normal ataupun tidak normal.

Miniature Circuit Breaker (MCB) di desain dengan fungsi utama untuk :

  • mengamankan kabel terhadap beban lebih dan arus hubung singkat.
  • melewatkan arus tanpa pemanasan lebih.
  • membuka dan menutup sebuah sirkit di bawah arus pengenal.

PEMILIHAN MINIATURE CIRCUIT BREAKER (MCB)

Pemilihan pemutus tenaga ditentukan oleh beberapa hal :

  • Standar
  • SPLN 108 / SLI 175, bila digunakan oleh pemakai umum (instalasi perumahan – kapasitas pemutusan rendah)
  • IEC 60947-2, bila digunakan oleh ahlinya (aplikasi industri – kapasitas pemutusan tinggi)
  • Kapasitas pemutusan

Kapasitas pemutusan suatu pemutus tenaga harus lebih besar dari arus hubung singkat pada titikinstalasi di mana pemutus tenaga tersebut dipasang. Pada diagram garis suatu sistem, disarankan untuk juga menyebutkan besar kapasitas pemutusan di samping arus pengenal pemutus tenaga yang digunakan.

  • Arus Pengenal

Arus pengenal pemutus tenaga harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang dilewatkan kabel dan lebih kecil dari arus yang diijinkan pada kabel.

  • Tegangan

Tegangan operasional pengenal pemutus tenaga harus lebih besar atau sama dengan tegangan sistem.

  • Jumlah kutub
  • Bentuk kurva trip (Kurva C atau Kurva D)

Menentukan besar magnetis trip terhadap arus pengenal.

  • Frekuensi sistem
  • Aplikasi beban

Tipe kabel yang diamankan, tembaga atau alumunium.

Source: habetec

Pengertian MCCB (Moulded Case Circuit Breaker)

MCCB (Mold Case Circuit Breaker) Adalah pemutus sirkit tegangan menengah.

Dalam memilih circuit breaker hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah :

  • Karakteristik dari sistem di mana circuit breaker tersebut dipasang.
  • Kebutuhan akan kontinuitas pelayanan sumber daya listrik.
  • Aturan-aturan dan standar proteksi yang berlaku.

Karakteristik Sistem

Sistem tegangan

Tegangan operasional dari circuit breaker harus lebih besar atau minimum sama dengan tegangan sistem.

Frekuensi sistem

Frekuensi pengenal dari circuit breaker harussesuai dengan frekuensi sistem. Circuit breaker Merlin Gerin dapat beroperasi pada frekuensi 50 atau 60 Hz. Untuk aplikasi pada frekuensi 400 Hz silahkan hubungi kami.

Arus pengenal

Arus pengenal dari circuit breaker harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang dilewatkan oleh kabel, dan harus lebih kecil dari arus ambang yang diijinkan lewat pada kabel.

Kapasitas pemutusan

Kapasitas pemutusan dari circuit breaker harus paling sedikit sama dengan arus hubung singkat prospektif yang mungkin akan terjadi pada suatu titik instalasi dimana circuit breaker tersebut dipasang.

Jumlah pole dari circuit breaker

Jumlah pole dari circuit breaker sangat tergantung kepada sistem pembumian dari sistem.

Kebutuhan kontinuitas sumber daya

Tergantung dari kebutuhan tingkat kontinuitas pelayanan sumber daya listrik, dalam memilih circuit breaker harus diperhatikan :

  • Diskriminasi total dari dua circuit breakaer yang ditempatkan secara seri
  • Diskriminasi terbatas (sebagian), diskriminasi hanya dijamin sampai tingkat arus gangguan tertentu.

Aturan-aturan dan standar proteksi

Aturan-aturan instalasi listrik yang berlaku seperti PUIL harus diperhatikan dan dituruti. Standar-standar yang diacu baik standar lokal maupun standar internasional harus diperhatikan seperti SPLN, IEC 60947-2. Untuk spesifikasi lain yang mengacu pada standar-standar lain ataupun aplikasi khusus dan spesifik, silahkan hubungi kami.

Source: habetec

Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)

Produk ini hanya mempunyai satu fungsi, mendeteksi arus bocor. Tidak terdapat pengaman thermal dan magnetis, sehingga ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) harus diamankan terhadap hubung singkat oleh MCB sisi atasnya. ELCB tidak boleh dipasang apabila kemungkinan hubung singkat melebihi 6kA.

ELCB dapat dipadukan dengan alat bantu (auxiliary) seperti : OFS, MX, MN yang menyediakan fasilitas signaling jarak jauh dan trip jarak jauh. ELCB mempunyai mekanisme trip tersendiri dan juga dapat dioperasikan secara manual seperti saklar. Alat ini digunakan jika pengaman arus bocor dibutuhkan pada sekelompok sirkit yang maksimum terdiri dari 4 sirkit. Untuk memilih gawai arus bocor, yang harus diperhatikan adalah fungsi dari masing-masing gawai arus bocor tersebut.

Bagaimana mengamankan manusia dan peralatan?

Tahukah anda bahwa 30% gangguan listrik pada instalasi bukan disebabkan oleh beban lebih ataupun hubung singkat, tetapi akibat gangguan isolasi? Perlengkapan isolasi dan pengkabelan yang buruk,atau alat yang dipakai salah dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan (api) dan manusia (kematian).

Resiko atas kebakaran

Akibat utama dari gangguan arus yang melalui konduktor atau alat lain yang tidak diharapkan untuk menerima arus adalah peningkatan suhu yang tidak normal. Suhu yang tinggi ini dapat menyebabkan kerusakan pada kabel atau bahkan percikan api pada material, lalu terbakar.

Resiko akan kematian

Hal ini terjadi pada manusia dan disebut juga “Electrocution”. Electrocution ialah mengalirnya arus ke tubuh manusia, dan sangat berbahaya. Aliran arus merusak dua fungsi tubuh yang vital : pernapasan dan detak jantung. Penelitian menyatakan skala resiko berdasarkan dua faktor : arus pengenal dan lamanya waktu kontak.

Jenis Proteksi yang disediakan oleh gawai arus bocor

Gawai arus bocor memberikan dua macam pengamanan :

Pengaman manusia

Kontak langsung

Terjadi bila manusia memegang langsung kawat atau kabel fasa bertegangan. Pengamanan terhadap resiko kontak langsung dapat berupa :

  • isolasi kabel fasa tegangan
  • boks panel, dll

Tetapi bagaimanapun sangatlah direkomendasikan adanya pengaman tambahan, dengan kata lain menggunakan gawai arus bocor untuk mencegah berbagai resiko masuknya listrik kedalam tubuh manusia.
Untuk itu, standar IEC kini sudah menetapkan pemasangan gawai arus bocor dengan sensitifitas 30 mA jika pengaman manusia dibutuhkan. (soket, instalasi listrik kamar mandi dll.). Dimana gawai arus bocor akan otomatis trip apabila arus bocor yang terdeteksi melebihi ambang batas 30 mA.

Kontak Tak Langsung

Terjadi apabila manusia memegang bagian logam yang bertegangan akibat kegagalan isolasi. Besarnya arus bocor tergantung pada resistansi bocor dan penyambungan netral. Arus bocor akan kembali ke sumber lewat konduktor pengaman atau lewat bumi. Oleh karena itu, gawai arus bocor dengan sensitifitas 30 mA sangat direkomendasikan sebagai pengaman kontak tak langsung,

Pengaman Peralatan

Pengaman api
Telah diketahui bahwa arus 500mA pada dua titik kontak dua logam bertegangan yang berdekatan dapat menimbulkan percikan api. Apapun sistem pembumian yang digunakan untuk pengaman terhadap api haruslah dilengkapi dengan sensitifitas pengaman :

Bagaimana memilih ELCB?

Untuk memilih gawai arus bocor, yang harus diperhatikan adalah fungsi dari masing-masing gawai arus bocor tersebut.

Source: habetec

International Mathematical Competition Singapore 2017: Indonesia Raih 90 Medali dan 34 Merit Award

Tim Indonesia meraih prestasi gemilang dalam kompetisi matematika International Mathematics Contest (IMCS) di Singapura. Sebanyak 129 pelajar Indonesia yang terdiri dari pelajar kelas 3 SD sampai kelas 11 SMA IMCS pada 4-7 Agustus 2017.

Hasil yang diperoleh dari IMCS tahun 2017 adalah 14 emas, 26 perak, 50 perunggu dan 38 merit. Hal yang sangat membanggakan di tahun ini adalah seorang siswa Indonesia memperoleh penghargaan Grand Champion.

Peraih Grand Champion asal Indonesia atas nama Irfan Urane Azis yang merupakan siswa kelas 10 SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah. Gelar ini sangat sulit diperoleh karena tidak semua peraih medali emas bisa memperoleh gelar ini dan tidak semua negara bisa memperoleh gelar ini.

Irfan Urane Azis Peraih Grand Champion mengatakan dirinya tidak menyangka dan sangat bersyukur bisa menjadi Grand Champion. IMCS tahun ini soalnya lumayan menantang dan perlu berpikir cepat untuk bisa menyelesaikannya karena waktunya sangat terbatas, sehingga dirinya tidak berpikir sama sekali untuk mendapatkan grand champion di kompetisi ini.

“Untuk persiapan lomba IMCS selain mengikuti karantina, saya banyak melakukan latihan soal secara mandiri di asrama di Sekolah Taruna Nusantara. Saya sering mencari soal-soal yang mirip dengan IMCS yang ada di internet sebagai bahan latihan. Hal yang penting untuk sukses dalam matematika adalah usaha dan doa,” kata Irfan.

Total peserta pada lomba ini adalah 1178 peserta yang berasal dari 11 negara yaitu Cina, Malaysia, Hongkong, Taiwan, Filipina, Indonesia, Korea, Thailand, Iran, Vietnam dan Australia. Para peserta IMCS dari Indonesia merupakan hasil seleksi dari sekitar 250 ribu siswa yang mengikuti Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) dan para siswa pilihan yang mengikut Math In House Training (MIHT). Lomba IMCS tahun 2017 merupakan tahun ke-10 yang diikuti oleh Indonesia.

Sebelum berangkat ke Singapura, para siswa dibina terlebih dahulu selama 1 minggu di Bogor dan para pembinanya dari Tim Klinik Pendidikan MIPA. Pada pembinaan ini para siswa tidak hanya belajar matematika tetapi belajar Bahasa Inggris serta mendapat pembinaan Jasmani dan Rohani. Bagi peserta yang beragama Islam dirutinkan untuk selalu melaksanakan sholat secara berjamaah, sholat tahajud, sholat dhuha dan tadarus Alquran.

Ridwan Hasan Saputra sebagai Team Leader Indonesia mengatakan bahwa prestasi tahun ini sangat membanggakan karena perolehan medali. Tim Indonesia melebihi standart yang ditetapkan panitia khususnya untuk raihan medali emas. Apalagi di tahun ini ada siswa Indonesia yang meraih Grand Champion, hal ini merupakan anugerah yang harus di syukuri.

Ridwan yang juga Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA mengatakan lomba matematika di luar negeri tujuan utamanya adalah memberikan pengalaman dan wawasan kepada anak-anak agar mereka bisa melihat dunia.

“Banyak anak lain yang lebih pintar dan negara yang lebih maju. Namun tetap rendah hati dan saling menghargai. Sehingga mereka akan lebih semangat lagi belajar supaya Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar. Lomba IMCS ini jadi momentum untuk meningkatkan ibadah para peserta karena selama karantina mereka semakin rajin beribadah. Medali hanyalah Bonus,” kata Ridwan.(Usdo/Yudi)

Source iglobalnews