International Olympiad in Informatics 2019 Azerbaijan: Indonesia Raih 4 Medali

Dirgahayu Indonesia 74 Tahun

Tim Olimpiade Komputer Indonesia Raih 1 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu di International Olympiad in Informatics 2019.

Tim Olimpiade Komputer Indonesia bersama pembimbing

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-74, empat siswa SMA ini berhasil mengharumkan nama bangsa di ajang International Olympiad in Informatics (IOI) 2019.

Dalam ajang yang digelar di Baku, Azerbaijan, mulai tanggal 4 sampai dengan 11 Agustus 2019 tim Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu.

Keempat delegasi adalah: Abdul Malik Nurrokhman (Amnu), SMA Semesta BBS Semarang; Vincent Ling, SMA Pribadi Bandung; Fausta Anugerah Dianparama, SMA Negeri 1 Yogyakarta; dan Moses Mayer, SMA Jakarta Intercultural School.

IOI merupakan olimpiade sains di bidang informatika (khususnya pemrograman) yang diselenggarakan setiap tahun. Ajang bergengsi ini pada tahun 2019 memasuki tahun ke-31.

Bersaing dengan 323 peserta lain dari 87 negara, tim Indonesia berhasil meraih 1 medali emas dari Amnu, 2 medali perak dari Fausta dan Vincent, dan 1 medali perunggu dari Moses Mayer.

Perolehan ini menempatkan Indonesia pada posisi ranking juara ke-10, mengalahkan puluhan negara lain, seperti Singapura, Kanada, atau Australia.

Empat siswa anggota Tim Olimpiade Komputer Indonesia patut merasa bangga. Untuk mempersiapkan diri mengikuti IOI, tim ini telah mengikuti pembinaan selama berbulan-bulan, yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerja sama dengan UI, ITB, IPB, ITS, UGM dan Binus University.

Peran para alumni TOKI sangat besar pada proses persiapan dan pelatihan. Keempat siswa juga harus menjalani karantina dan pembinaan intensif untuk memperbanyak latihan soal, diskusi dan pelatihan kesiapan mental bertanding.

Materi pembinaan, selain diisi oleh para dosen dari berbagai universitas, juga diisi oleh para alumni TOKI dalam bentuk diskusi dan sparring partner. Para siswa juga diikutsertakan dalam beberapa kegiatan latih tanding. Strategi ini terbukti meningkatkan prestasi tim Indonesia dari tahun ke tahun.

“Sejak terpilih menjadi TOKI, saya berkomitmen untuk memberikan yang terbaik. Tujuan pribadi saya adalah membuktikan kalau Indonesia tidak kalah dari negara lain dalam hal teknologi dan informatika. Walaupun dalam proses pelatihan sempat merasa lelah dan kangen keluarga, tapi sekarang saya sudah lega karena bisa memberikan kado untuk ulang tahun Indonesia, dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga,” kata Amnu yang sudah dua kali menyumbangkan medali di ajang IOI, yaitu medali perak pada IOI 2018, dan emas pada IOI 2019 kali ini.

Tantangan terbesar yang dihadapi TOKI adalah rasa gugup karena menghadapi negara-negara lebih maju yang sering dipandang lebih ahli. Tidak mau kalah sebelum bertanding, Amnu, Vincent, Fausta, dan Moses berusaha untuk membulatkan tekad dan memupuk rasa percaya diri.

Mereka pun tampil lepas dan tanpa beban. Panduan dan dukungan yang diberikan oleh tim delegasi juga membuat mereka selalu bersemangat untuk mengikuti tahapan kompetisi dari hari ke hari. Selain meraih medali, mereka juga sempat memperkenalkan budaya Indonesia dengan bermain angklung pada acara Malam Budaya IOI.

“Dengan pencapaian yang diraih dalam kompetisi IOI kali ini, kita patut memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk semangat, perjuangan dan juga pengorbanan yang telah dilakukan oleh para siswa, Pembina, Alumni dan Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat
Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang telah bekerja keras dalam mengupayakan hasil yang maksimal demi mengharumkan nama baik bangsa dan negara,” kata Adi Mulyanto, M.T, dosen STEI ITB dan Pembina TOKI sebagai ketua delegasi

Secara khusus, Adi juga mengapresiasi bantuan moral dan pelatihan yang diberikan oleh Ikatan Alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia (IA-TOKI). Beberapa alumni TOKI kini telah mencetak prestasi masing-masing, seperti Brian Marshal yang mendirikan start-up SIRCLO dan Derianto Kusuma yang mendirikan unicorn Traveloka.

“Mereka telah membangun ikatan alumni yang solid, suportif, dan saling membantu. Secara kompak, mereka mencurahkan waktu,
tenaga, perhatian, dan pengalaman, untuk membimbing ‘adik kelas’ mereka,” tambahnya.

Source: Tribunnews | 13 Agustus 2019 06:22 WIB

Cara melunakkan Daging sebelum di masak

Cara melunakkan daging sebelum di masak

1 | Daun Pepaya

Agar daging tidak alot, sebaiknya bungkus dulu potongan daging menggunakan daun pepaya dan diamkan selama beberapa waktu. Getah dari daun pepaya, akan menyerap ke serat daging dan membuat teksturnya tidak alot. Tapi jangan terlalu lama membungkus daging dengan daun pepaya, takutnya getah justru mempengarahui rasa daging. Cukup 1 jam saja

2 | Nanas

Cara melembutkan daging dengan nanas adalah pilih nanas muda yang masih berwarna hijau, lalu parut nanas sampai halus

Setelah itu, lumuri daging dengan parutan nanas/perasan air nanas dan diamkan selama 15 menit.

Hati-hati, jangan biarkan daging dalam nanas terlalu lama karena enzim bromelain dalam nanas dapat bekerja dengan cepat.

3 | Jahe

Enzim proteolitik yg ada di dalam jahe dapat menguraikan ikatan protein daging sehingga tekstur daging jadi lebih empuk.

Cara menggunakan jahe untuk melembutkan daging adalah kupas kulit jahe dan parut hingga halus. Lumuri daging dengan parutan jahe selama 15 – 30 menit sebelum memasak daging.

4 | Teh

Kandungan tanin di dalam teh berfungsi sebagai pelunak daging alami.

Untuk memanfaatkan teh sebagai pengemuk daging, Anda harus menyeduh teh hitam yang sangat kental dan pekat. Kemudian, rendam daging di dalam teh sembati dipijat-pijat agar air tehnya meresap ke dalam pori-pori daging. Diamkan daging di dalam air teh selama beberapa menit, angkat dan tiriskan daging, lalu Anda dapat langsung memasak daging tersebut.

5 | Saus Tomat

Ketika hendak membuat daging untuk BBQ, Anda akan melumuri daging dengan saus tomat. Selain untuk menambah citarasa daging, saus tomat juga mengandung asam yang dapat melunakkan tekstur daging.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk merendam daging di dalam saus tomat selama 2 jam agar daging yang akan dibakar menjadi lebih empuk. Di samping itu, dalam waktu 2 jam saus tomat akan meresap ke dalam daging sehingga dapat menambah citarasa daging tersebut ketika dikonsumsi

6 | Baking Soda

Baking soda atau soda kue bersifat antasid yang dapat menetralkan asam. Soda kue meningkatkan pH pada permukaan daging dan membuat bagian luar daging lebih basa dan membuat protein daging menjadi renggang. Ketika protein tidak mengikat, daging tetap empuk bahkan setelah di masak.

Sesuai lansiran Livestrong, daging hanya perlu direndam selama 15-20 menit di larutan baking soda dan air agar daging empuk

7 | Kiwi

Enzim Actinidin di dalam kiwi dapat mempercepat pengempukan daging. Jika Anda tertarik menggunakan kiwi untuk mengempukkan daging, cobalah untuk membeli buah kiwi segar, kupas kulitnya, dan iris buah ini tipis-tipis. Letakkan irisan buah kiwi secara berjajar hingga menutupi daging. Untuk daging dengan berat 1 kilogram umumnya membutuhkan 4 buah kiwi

8 | Kopi

Caranya pun cukup mudah, Anda bisa menyeduh kopi kental, lalu diamkan sampai dingin. Selanjutnya rendam daging di dalam air kopi tersebut selama 24 jam. Apabila sudah direndam selama 24 jam penuh, Anda dapat langsung mengolah daging tersebut. Selain menjadi lebih empuk, daging yang direndam dengan kopi akan memiliki aroma yang lebih sedap ketika dimasak.

Dirangkum dari berbagai sumber