Category Archives: Keputihan

Awas Keputihan bisa Mengakibatkan Kematian dan Kemandulan

KEPUTIHAN 20

 

Masalah keputihan adalah masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum wanita. Tidak banyak wanita yang tahu apa itu keputihan dan terkadang menganggap enteng persoalan keputihan pada wanita ini. Padahal keputihan tidak bisa dianggap enteng, karena akibat dari keputihan ini bisa sangat fatal bila lambat ditangani.

Tidak hanya bisa mengakibatkan kemandulan dan hamil diluar kandungan, keputihan juga bisa merupakan gejala awal dari kanker leher rahim, yang bisa berujung pada kematian. Apa sebenarnya keputihan itu? Seperti apa ciri-cirinya? Dan bagaimana pencegahannya?

Menurut dr. Sugi Suhandi, spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS Mitra Kemayoran Jakarta, keputihan (flour albus) adalah cairan yang berlebihan yang keluar dari vagina. Keputihan bisa bersifat fisiologis (dalam keadaan normal) namun bisa juga bersifat patologis (karena penyakit). Dan keputihan tidak mengenal batasan usia. Berapa pun usia seorang wanita, bisa terkena keputihan.

Keputihan fisiologis biasanya terjadi pada masa subur, juga sebelum dan sesudah menstruasi. “Kadang saat itu ada lendir yang berlebihan, itu normal. Dan biasanya tidak gatal dan tidak berbau,” jelas dr. Sugi. Sedangkan kalau keputihan patologis , adalah keputihan yang terjadi karena infeksi pada vagina, adanya benda asing dalam vagina atau karena keganasan. Infeksi bisa sebagai akibat dari bakteri, jamur atau protozoa.

Ciri-ciri keputihan patologis , warnanya tidak seperti lendir. “Keputihan patologis biasanya, warnanya seperti kepala susu, atau hijau kekuning-kuningan, atau bahkan bercampur darah, kalau keputihannya sudah menjadi penyakit,” ujar dr. Sugi. Ketika keputihan sudah menjadi penyakit, wanita yang menderita keputihan patologis ini akan merasa gatal pada daerah vagina, dan lendir yang keluar berbau, sehingga menimbulkan rasa yang tidak nyaman.

Banyak hal sebenarnya yang membuat wanita rawan terkena keputihan patologis . Biasanya penyebab keputihan patologis ini karena kuman. “Di dalam vagina sebenarnya bukan tempat yang steril. Berbagai macam kuman ada di situ. Flora normal di dalam vagina membantu menjaga keasaman pH vagina, pada keadaan yang optimal. pH vagina seharusnya antara 3,5-5,5. flora normal ini bisa terganggu. Misalnya karena pemakaian antiseptik untuk daerah vagina bagian dalam.

Ketidakseimbangan ini mengakibatkan tumbuhnya jamur dan kuman-kuman yang lain. Padahal adanya flora normal dibutuhkan untuk menekan tumbuhan yang lain itu untuk tidak tumbuh subur. Kalau keasaman dalam vagina berubah maka kuman-kuman lain dengan mudah akan tumbuh sehingga akibatnya bisa terjadi infeksi yang akhirnya menyebabkan keputihan, yang berbau, gatal, dan menimbulkan ketidaknyamanan,” papar dr. Sugi yang sore itu ditemui di RS Mitra Kemayoran.

Begitu seorang wanita melakukan hubungan suami isteri, maka wanita tersebut terbuka sekali terhadap kuman-kuman yang berasal dari luar. Karena itu keputihan pun bisa didapat dari kuman penyebab penyakit kelamin yang mungkin dibawa oleh pasangan wanita tersebut. “Jadi sebaiknya jangan gonta ganti pasangan. Atau lebih baik tidak melakukan hubungan sampai menikah. Karena biasanya pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan, dan hygienenya baik, jarang sekali kena keputihan patologis .

Dan hati-hati, keputihan patologis juga bisa karena proses keganasan. Salah satu Tanda dari kanker leher rahim adalah, adanya keputihan yang berbau busuk bahkan berdarah,” papar dr. Sugi. “Pada wanita yang belum melakukan hubungan suami isteri, bisa juga terjadi keputihan. Namun penyebab keputihan bisa terjadi karena menggunakan celana dalam bersama, memakai handuk bersama, kurangnya menjaga kebersihan daerah vagina, lalu juga cara cebok yang salah,” tutur dr. Sugi.

Pemakaian sabun antiseptik yang sekarang banyak diiklankan, untuk daerah vagina, sebenarnya tidak masalah bila dipakai sebagai obat luar. Pembilasan vagina ( douchi ) dengan anti septik sebaiknya atas dasar indikasi bila terkena keputihan, sebaiknya ke dokter, daripada mengatasinya sendiri dengan obat-obatan antiseptik yang dimasukkan ke dalam vagina keputihan patologi harus diobati sesuai dengan penyebabnya,” ujar dr. Sugi.

Keputihan sebaiknya diobati sejak dini, begitu timbul gejala. Karena keputihan kalau sudah kronis dan berlangsung lama akan lebih susah diobati. Selain itu kalau keputihan yang dibiarkan bisa merembet ke rongga rahim kemudian kesaluran indung telur dan sampai ke indung telur dan akhirnya ke dalam rongga panggul.

Tidak jarang wanita yang menderita keputihan yang kronis (bertahun-tahun) bisa menjadi mandul bahkan bisa berakibat kematian. “Berakibat kematian karena bisa mengakibatkan terjadinya kehamilan di luar kandungan.

Kehamilan di luar kandungan, terjadi pendarahan, mengakibatkan kematian pada ibu-ibu,” tegas dr. Sugi. Selain itu yang harus diwaspadai, keputihan adalah gejala awal dari kanker mulut rahim.

Jadi jangan sampai terlambat untuk tahu apa yang menjadi penyebab keputihan. Yang pasti jangan anggap remeh keputihan. Supaya kamu tidak menyesal di belakang hari nanti, karena akibat yang ditimbulkan oleh penyakit keputihan ini.

Yang Perlu di perhatikan mengenai keputihan ini adalah:

  1. Cara membilas vagina yang benar, setelah habis buang air besar atau sehabis buang air kecil, sebaiknya membilas vagina dari arah depan ke belakang ke arah anus.
  2. Keputihan fisiologis (normal), ciri-cirinya, lendirnya seperti lendir bening, Tidak gatal dan tidak berbau.
  3. Keputihan patologis (karena penyakit), ciri-cirinya, warna lendirnya tidak bening lagi tetapi putih seperti kepala susu, bisa kuning kehijauan atau kecoklatan, bahkan bisa kemerahan karena adanya darah. Biasanya disertai rasa gatal, dan ada bau yang menyertainya.

Penyebab Keputihan Patologis (Karena Penyakit):

  1. Infeksi yang di akibatkan oleh bakteri, jamur, atau protozoa
  2. Keganasan kanker leher rahim
  3. Benda asing didalam vagina ( misalnya : kondom yang tertinggal)

Cara mencegah keputihan:

  1. Menjaga kebersihan daerah vagina
  2. Membilas vagina dengan cara yang benar
  3. Jangan suka tukar-tukaran celana dalam menggunakan celana dalam bersama dengan teman wanita lainnya
  4. Jangan menggunakan handuk bersamaan ( suka tukar-tukaran handuk )
  5. Lebih berhati – hati dalam menggunakan sarana toilet umum
  6. Jalani Pola hidup sehat, cukup tidur, olah raga teratur, makan makanan dengan gizi yang seimbang
  7. Hindari gonta ganti pasangan dalam berhubungan
  8. Bagi wanita yang sudah melakukan hubungan suami isteri, setiap tahun harus melakukan papsmear untuk mendeteksi perangai sel-sel yang ada di mulut dan leher rahim. (Sumber : RS Mitra Kemayoran Jakarta)

Selain itu, untuk pencegahan keputihan yang lebih efektif kami rekomendasikan menggunakan tissue kesehatan yang telah di rekomendasikan juga oleh Boyke Dian Nugraha pakar sexolog yang telah lama kita kenal selama ini. Tissue kesehatan ini terbuat dari ekstrak bahan alami, bebas dari kandungan alkohol, memiliki pH balance, namun sangat lembut saat pemakaian menjadikannya bebas iritasi.

Selain mencegah keputihan, tissue kesehatan ini dapat menghilangkan gatal-gatal di area organ intim wanita, mampu mencegah jamur penyebab bau tidak sedap pada organ intim, serta yang lebih penting adalah mampu mencegah penyakit mematikan di kalangan kaum perempuan yaitu kanker serviks. Sehingga menjadikan tissue kesehatan ini sebagai perawatan lengkap bagi organ intim anda.

Mengenal Penyakit Keputihan

KEPUTIHAN 20

Keputihan (Flour Albus) sebenarnya bukan penyakit akan tetapi merupakan manifestasi gejala penyakit sistem reproduksi wanita. Ditandai dengan keluarnya cairan dari kewanitaan (vagina) yang bukan berupa darah ataupun air kencing berwarna kekuning-kuningan,dan bentuknya cair hingga kental.Keputihan dibedakan menjadi dua jenis yaitu keputihan fisiologis (normal) atau keputihan patologis (abnormal).Keputihan terjadi hampir pada semua wanita dan ibu hamil akan tetapi tidak semua mengetahui fakta dan penanganan yang tepat untuk mengatasi keputihan.Anda juga harus mengetahui bahwa tidak semua keputihan berbahaya ada pula keputihan yang lumrah di alami oleh seluruh wanita.

Jenis Keputihan :

Keputihan Fisiologis (Normal)

Meskipun keputihan jenis ini tidak berbahaya akan tetapi sering kali membuat anda tidak nyaman dan dapat menurunkan rasa percaya diri. Keputihan fisiologis dapat

dialami oleh wanita normal yang akan haid atau telah haid.Keputihan terjadi pula pada masa pubertas dan masa mendekati monopouse. Keputihan juga bisa terjadi karena anda sedang mengalami stress atau anda sedang hamil. Adapun ciri-ciri keputihan fisiologis adalah sebagai berikut :

  • Vagina mengeluarkan cairan yang berlebihan
  • Tidak menyebabkan gatal pada daerah vagina
  • Cairan berwarna bening
  • Tidak bau amis

Meskipun keputihan jenis ini aman bukan berarti organ kewanitaan anda tidak terancam karena bagaimana pun memjaga kebersihan organ kewanitaan adalah hal yang harus dilakukan oleh wanita dalam menjaga agar area kewanitaan bersih dan tidak terkontaminasi dengan bakteri, jamur dan virus.

Keputihan Patologis (Abnormal)

Keputihan jenis ini yang seringkali dianggap remeh dan dianggap keputihan biasa, padahal jika dibiarkan tanpa pengobatan dan pencegahan maka akan semakin memperburuk keputihan patologis. Penyebab dari keputihan patologis yaitu adanya perubahan kelembapan vagina yang meyebabkan terganggunya perkembangan bakteri normal. Ada beberapa infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri, jamur dan virus yaitu contohnya adalah:

  1. Infeksi jamur adanya infeksi jamur menyebabkan anda mengalami keputihan berwarna putih kekuningan , cairan kental, terjadi pembengkakan vulva dan mengalami gatal dan nyeri pada daerah vulva.
  2. Vaginosis Bakterialis(VB). Ada beberapa bakteri penyebab keputihan yaitu Gardnerella, Mobiluncus, Bacteriodes,Mycoplasma. Adapun ciri-ciri nya jika keputihan anda disebabkan oleh infeksi bakteri adalah keluar cairan berwarna putih keabuan, berbau, gatal, kemerahan dan terjadinya pembengkakan pada bibir vagina.
  3. Trichomoniasis . Jika anda mengalami keputihan dengan tanda-tanda berwarna kekuningan atau kehijauaan, lendir berbusa, bau amis, nyeri kemih dan gatal.
  4. Gonorrhea. Cairan vagina anda mengalami perubahan warna menjadi keabuan atau kekuninngan kemudian keluarnya darah diantara siklus haid dan gangguan air kecil.
  5. Adapun infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri lain seperti gonococcus,Chlamydia trichomatis,Gardenella, dan Treponema pallidum. Disebabkan oleh jamur misalnya Candida infeksi dan disebabkan virus kondiloma acuminata dan herpes.

Penyebab Keputihan

  1. Ada beberapa penyebab terjadinya keputihan yaitu secara internal menyangkut kebersihan area kewanitaan dan faktor luar diri yang menyangkut kebersihan dan lingkungan :
  2. Infeksi yang disebabkan jamur , bakteri atau virus. Mengakibatkan kuman baik menurun sehingga terjadi nya perkembangan bakteri jahat (patogen) meningkat, sehingga menyebabkan pH kewanitaan anda meningkat.
  3. Kurang menjaga kebersihan. Tidak dapat menjaga kebersihan pada area kewanitaan anda akan menimbulkan masalah keputihan sehingga bakteri jahat (patogen) meningkat mengakibatkan terjadinya infeksi yang mudah menyebar ke area kewanitaan.
  4. Antibiotik dan Pil KB dalam kurun waktu lama. Konsumsi antibiotik dan pil Kb dalam waktu lama akan menimbulkan keputihan hal ini dikarenakan antibiotik dapat mengakibatkan adanya sistem imunitad dalam tubuh. Penggunaan KB pun akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan hormonal.
  5. Stress. Stress akan mengakibatkan semua organ tubuh yang dipengaruhi otak mengalamiu perubahan keseimbangan dan menimbulkan keputihan.
  6. Adanya benda yang masuk ke dalam vagina. Keputihan juga dapat diakibatkan oleh tampon, masuknya rambut kemaluan, alat kontrasepsi, iritasi yang berlangsung lama .

Cara Mengatasi Keputihan :

Hindari penggunaan sabun antiseptik yang terlalu sering karena akan menganggu kestabilan ph kewanitaan anda yang menyebabkan bakteri baik anda terganggu.

  1. Usahakan untuk tidak menggunakan bedak di vagina karena akan mengundang jamur dan bakteri yang menempel dan menjadi tumpukan di vagina
  2. Usahakan vagina anda selalu kering sebelum menggunakan celana dalam.
  3. Jangan menggunakan celana dalam yang lembab dan bahan tidak menyerap keringat.
  4. Sering menggunakan pembalut saat anda menstruasi.

Keputihan Saat Hamil

KEPUTIHAN 20

 

Ketika anda hamil tubuh anda akan mengalami banyak perubahan. Hal terpenting yang harus anda pahami adalah ketika mengalami perubahan apakah perubahan normal kehamilan (fisiologis) atau justru perubahan abnormal (patologis) yang harus diberikan pengobatan.

Ibu hamil rentan terhadap cairan vagina karena perubahan hormonal selama kehamilan. Semua wanita hamil pasti pernah mengalami keputihan akan tetapi apakah keputihan normal atau reaksi infeksi ?

Mengapa Terjadi Keputihan pada Ibu Hamil ?

Saat kehamilan ibu hamil mengalami perubahan hormonal yang menyebabkan terjadinya keputihan. Aliran darah akan meningkat ke daerah kewanitaan ketika anda sedang hamil yang mempengaruhi cairan vagina menjadi lebih meningkat. Pada ibu hamil cairan vagina mempunyai manfaat untuk mencegah infeksi dari vagina menuju ke rahim. Akan tetapi, tidak semua cairan vagina memberikan manfaat karena jika telah terkontaminasi dengan bakteri, parasit, atau virus justru akan membuat pengaruh buruk dari terjadinya infeksi vagina .Ibu hamil rentan terhadap infeksi vagina karena kesulitan dalam membersihkan daerah intimnya.

Ciri-ciri Keputihan pada Ibu Hamil

Seperti kebanyakan pada wanita Indonesia yang sering menganggap keputihan adalah hal biasa , padahal keputihan merupakan salah satu tanda terjadinya masalah kesehatan pada alat reprooduksi. Begitu juga pada ibu hamil, ciri-ciri keputihan yang merupakan perubahan normal kehamilan (fisiologis) yaitu berwarna bening keputihan, keputihan tidak berbau , tidak membuat anda gatal dan tidak terasa nyeri. Akan tetapi jika anda mengalami ciri-ciri di bawah ini , hati –hati ini merupakan perubahan abnormal kehamilaan yang membutuhkan penanganan serius :

  1. Cairan berwarna putih kekuning-kuningan bahkan sampai kehijauan atau kekuningan
  2. Cairan lebih kental dan lengket
  3. Memiliki jumlah yang banyak
  4. Rasa gatal yang tidak tertahankan
  5. Berbau tidak sedap
  6. Pada sekitar vagina berwarna kemerahan

Adapun penyebab dari keputihan pada ibu hamil dapat disebabkan adanya infeksi kuman penyakit atau gangguan kehamilan. Infeksi ditimbulkan oleh bakteri, jamur, parasit atau virus. Adapun pada masa awal kehamilan sampai dengan terjadinya persalinan sering terjadi keputihan yang disebabkan Jamur Candida sp yang merupakan penyebab infeksi pada ibu hamil.

Pada masa terakhir kehamilan merupakan kelembapan tertinggi yang menyebabkan jamur candida sp meningkat berpeluang besar menyebabkan infeksi. Jamur candida sp dapat ditimbulkan karena penurunan imunitas.

Selain jamur, Trichomonas vaginalis metupakan protozoa penyumbang infeksi yang menyebabkan berwarna kuning kehijauan, berbau tidak sedap, cairan kental dan menimbulkan nyeri saat berhubungan dan saat berkemih.

Adapun bakteri penyebab keputihan saat hamil yaitu bakteriosis vaginalis (BV) ciri-ciri keputihan yang disebabkan bakteri ini adalah cairan berwarna putih keabu-abuan, berbau tidak sedap, dan pada dasarnya mengalami nyeri pada daerah kewanitaan.

Virus juga dapat membuat anda mengalami keputihan , pada ibu hamil human papiloma virus (HPV) yang menyebabkan timbulnya kutil pada sekitar daerah kemaluan

Adapun beberapa tips yang dapat dilakukan ketika ibu hamil mengalami keputihan :

  1. Menjaga kebersihan vagina
  2. Mengeringkan bagian vagina
  3. Menggunkan celana dalam terbuat dari bahan katun
  4. Jangan menggunakan pantyliners
  5. Jangan terlalu menggunakan obat kewanitaan secara sering
  6. Hindarilah melakukan douche vagina

Untuk ibu hamil jika mengalami keputihan abnormal dengan ciri ciri di atas maka segerelah konsultasikan dengan dokter , jangan merasa malu atau pun segan karena hal itu justru akan membuat ibu hamil mengalami gangguan kesehatan yang berpengaruh pada janin yang sedang dikandung.

Keputihan, Awal Masalah Kewanitaan !

 

 

KEPUTIHAN 20

Bagi wanita keputihan adalah hal yang sudah tidak asing lagi. Keputihan atau dalam istilah kedokteran leucorrhea, white discharge atau flour albus adalah keluarnya cairan dari vagina. Keputihan bersifat fisiologis yaitu disebakan karena adanya respon tubuh normal dan tidak berbahaya adapula bersifat patologis yaitu keputihan yang harus diwaspadai karena menandakan adanya gangguan/ penyakit alat reproduksi. Keputihan bukan merupakan penyakit akan tetapi merupakan tanda masalah pada kewanitaan.

Apa Keputihan Abnormal ?

Keputihan abnormal atau patologis yaitu keputihan dengan ditandai keluarnya cairan vagina berwarna, memiliki bau tidak sedap, menimbulkan gatal sampai penderita merasakan sakit pada area vagina. Keputihan patologis disebabkan adanya infeksi Ph pada vagina yang ditimbulkan oleh jamur candida, parasit trichomonas vaginas,

bakteri gardnerella vaginalis, mycoplasma hominis, bacteroides dan mobiluncus ada pula yang ditimbulkan oleh virus condyloma, herpes dan HIV/AIDS.

Akibat Keputihan

Keputihan merupakan tanda awal masalah pada kewanitaan. Meskipun keputihan bukan jenis yang mematikan penderita akan tetapi jika dibiarkan apalagi jenis keputihan abnormal maka akan menimbulkan beberapa penyakit :

1. Kehamilan Prematur

Ibu hamil yang mengalami gangguan keputihan yang diakibatkan oleh infeksi bakteri patogen dengan ciri-ciri keputihan lendir vagina, berwarna putih keabu-abuan, bau amis tetapi tidak menilbulkan iritasi. Hal ini beresiko menyebabkan kehamilan prematur.Selain itu juga ada beberapa resiko lainnya seperti hamil di luar rahim dan menyebabkan radang panggul.

2. Kemandulan

Wanita yang mengalami keputihan akibat infeksi jamur candida albicans beresiko terkena kemandulan jika tidak diobati dengan benar. Adapun gejala yang dialami adalah rasa gatal yang berlebih di area vagina, cairan berlendir berwarna putih susu dan memiliki bau menyengat. Penderita keputihan jenis ini kadang kadang mengalami rasa panas pada vulva dan nyeri saat senggama dan berkemih.Bayi yang baru lahir bisa tertular keputihan akiba akibat candida saat sedang persalinan tanpa sengaja bercampur dengan ibunya yang menderita penyakit tersebut.

3. Penyakit Kelamin

Bakteri gonococcus menyebabkan terjadi keputihan yang ditandai dengan berbau, berwarna keabu-abuan yang mengakibatkan munculnya penyakit kelamin seperti sifilis, penyakit jengger ayam di kemaluan.

4. Kanker Mulut Rahim

Keputihan yang disebabkan karena infeksi oleh jamur candida albicans mengakibatkan penderita mengalami rasa gatal, berlendir warna putih susu sampai kecoklatan dan baunya amis. Adapula penderita yang mengalami nyeri pada vagina dan juga sakit senggama. Keputihan jenis ini cenderung menunjukan adanya masalah dengan mulut rahim.

5. Pelvis Inflammatory

Penyakit radang panggul yang ditandai dengan adanya keputihan yang berciri-ciri berwarna coklat, disertai dengan demam, kram ketika sedang haid, sakit ketika berhubungan dan sampai perdarahan ketika melakukan hubungan seksual.

6. Gonore

Penyakit seksual pada wanita yang disebabkan bakteri neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi selaput dalam panggul, penderita mengalami nyeri panggul dan gangguan reproduksi. Keputihan pada yang dialami adalah dengan ciri berwarna kuning, berbau dan menimbulkan rasa gatal.

Tidak semua jenis keputihan yang sedang alami menandakan bahwa anda menyebabkan terjangkit penyakit diatas karena harus melalui test kedokteran untuk memastikannya.

Jika anda mengalami keputihan bersifat abnormal maka segera konsultasikan kepada dokter.

Disarankan ketika anda akan berkunjung ke dokter untuk tidak menggunakan sabun kebersihan karena akan menyebabkan kesulitan untuk mengindentifikasi keputihan yang sedang dialami.

Keputihan memerlukan perawatan yang sesuai dipantau dari perkembanggannya.Menjaga kebersihan vagina dan pola kehidupan sehat merupakan awal pencegahan menghindari dari keputihan abnormal yang membahayakan kesehatan .

Ciri- Ciri Wanita Keputihan

KEPUTIHAN 20

jenis-keputihanKeputihan adalah cairan yang bersumber dari area kewanitaan atau dinding rahim. Pada umumnya tidak semua jenis keputihan dikategorikan normal. Beberapa dari jenis keputihan bisa jadi awal dari terjadinya infeksi pada area kewanitaan anda. Maka dari itu kenali warna keputihan anda.  Dan berikut adalah beberapa jenis keputihan yang wajib anda ketahui :

1. Berwarna Putih

Cairan keputihan yang berwarna putih biasanya keluar pada saat menjelang dan pasca menstruasi, namun patut anda waspadai jika pada saat cairan keluar disertai dengan gatal dan bau yang tidak sedap seperti bau anyir. Hal ini bisa menjadi tanda-tanda infeksi jamur yang wajib diperhatikan dokter.

2. Berwarna Jernih dan Elastis

Cairan yang berwarna jernih biasa juga akan menghampiri anda pasca menstruasi, awalnya cairan ini berwarna pekat namun lama kelamaan menyerupai cairan ingus, cairan ini merupakan pertanda bahwa anda sedang dalam masa ovulasi.

3. Berwarna Kuning

Cairan keputihan berwarna kuning yang keluar dari organ kewanitaan anda patut untuk diwaspadai. Bisa saja organisme kuman tumbuh dan bersarang pada organ kewanitaan anda. Biasanya organisme ini masuk dalam tubuh anda melalui hubungan seksual, waspadai pula bahayanya bisa jadi ini merupakan gejala dari infeksi gonorhoe, klamida dan trichomonas. Keputihan jenis ini disebabkan oleh bakteri jahat jenis mycoplasma hominis, bakteri gardnerella vaginalis juga tipe prevotella dan bacteroides. Faktor penyebab bakteri ini masuk dalam tubuh anda adalah :IUD, merokok,menggosok area kewanitaan terlalu kuat dan lama.

4. Berwarna Coklat

Biasanya keputihan warna coklat terjadi karena periode haid, eliminasi endometrial, kehamilan di awal, menopouse atau sebagai tanda penyakit alat kelamin anda. Keputihan abnormal yang bercirikan adanya penyakit yaitu di tandai dengan cairan yang dikeluarkan disertai dengan rasa nyeri pada pinggang dan bokong anda, cairan berbau tidak sedap. Hal ini patut anda waspadai jangan-jangan ini merupakan tanda awal penyakit kanker serviks atau pelvis inflammatory disease.

5. Berwarna Abu-abu

Jika cairan keputihan anda berwarna abu-abu dengan disertai gatal, bau tidak sedap dan bengkak kemerangan pada sekitar mulut kewanitaan anda, sebaiknya hal ini mendapatkan perhatian serius dari dokter karena bisa disebabkan oleh bakteri berbahaya. Terparah adalah warna abu-abu dengan garis darah dan bersifat encer. Kemungkinan anda sedang mengalami kanker. Adapula jiga cairan anda terinfeksi bakteri non spesifik kemungkinan gejalanya ditimbulkan kelebihan hormon estrogen.

6. Berwarna Hijau

Cairan keputihan berwarna hijau jika debit dari cairan ini keluar dengan jumlah besar yang disertai dengan adanya aroma busuk dan nyeri yang berlebih pada organ kewanitaan, anda patut mewaspadainya ini bisa pertanda dari infeksi organ reproduksi. Biasanya penyebab cairan keputihan berwarna hijau adalah adanya infeksi oleh protozoa yaitu Trichomonas vaginalis. Pada tingkatan yang parah anda akan mengalami rasa panas dan gatal di sekitar kewanitaan , kemungkinan ini akan disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe atau GO.

Meskipun tidak semua keputihan berbahaya akan tetapi jika anda mengalami keputihan berwarna, berbau , timbul rasa gatal di area kewanitaan . Anda harus waspada, seperti yang diuraikan di atas. Keputihan (flour albus) merupakan pertanda anda mengalami masalah pada kewanitaan anda.

Keputihan juga dapat disebabkan oleh pola kehidupan anda yang tidak dapat menjaga kebersihan area kewanitaan dan pola hidup yang seimbang.Anda masih bermasalah dengan keputihan anda? Konsultasikan sekarang juga dengan dokter untuk mendeteksi secara dini sebelum menyebar ke organ-organ lainnya.

Bahaya Keputihan Bagi Wanita, Ibu Hamil dan Janin

KEPUTIHAN 20

 

keputihannKetika anda merasakan tidak nyaman di area “Miss.V” sampai membuat anda sering merasakan gatal ,panas dan sakit diseputaran “Miss.V” , anda mungkin sedang mengalami gangguan kewanitaan yang terinfeksi jamur, parasit, bakteri atau virus (keputihan).

Keputihan dialami oleh sekitar 50% wanita di dunia dalam hidupnya. Meskipun anda tidak sendiri akan tetapi keputihan abnormal membutuhkan penanggulangan yang serius. Keputihan yang memerlukan penanganan serius (abnormal) dapat diketahui dengan ciri-ciri keluarnya cairan yang disertai dengan bau tidak sedap, cairan berwarna kehijauan atau kecoklatan, rasa gatal yang berlebih, sakit ketika anda akan buang air kencing.

Bahaya Keputihan Bagi Wanita

Bagi sebagian wanita keputihan dianggap hal yang sepele apalagi ketika wanita mengalami keputihan yang cenderung ke arah bahaya (abnormal) segan memeriksakan diri ke dokter. Padahal jika anda ketahui bahaya keputihan yang dibiarkan tanpa penanggulangan akan mengakibatkan gangguan kesehatan. Bahaya keputihan untuk wanita adalah :

1. Sakit buang air kencing

Keputihan yang terinfeksi kuman akan mengakibatkan sakit ketika anda buang air kencing.

2. Gangguan aktivitas seksual

Keputihan yang dibiarkan tanpa pengobatan akan mengganggu hubungan seksual karena adanya lendir yang merupakan cairan lubrikasi wanita yang berlebih dan membuat tidak nyaman saat penetrasi.

3. Perkembangan infeksi

Keputihan akibat infeksi akan mempuruk keadaan apalagi jika berkembang secara normal dan wanita tidak memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Misalnya ketika siklus haid, tingkat pH pada Miss.V meningkat yang disebabkan aliran darah sehingga sel ragi tidak tumbuh dalam lingkungan pH tinggi.

Bahaya Keputihan Bagi Ibu Hamil

Keputihan yang bersifat normal pada ibu hamil tidak akan menyebabkan bahaya, yaitu adanya ciri-ciri tidak berbau dan tidak membuat gatal. Ibu hamil akan mengalami keputihan hingga akhir menjelang persalinan. Pada masa akhir kehamilan keputihan semakin meningkat karena infeksi jamur semakin berat terjadi. Umumnya keputihan pada ibu hamil terinfeksi karena jamur candida sp. Adapun bahaya keputihan untuk ibu hamil yaitu :

1. Kelahiran prematur

Keputihan yang ditandai dengan munculnya cairan yang lebih kental, berbau amis dan rasa gatal yang memicu iritasi pada vulva. Keputihan pada ibu hamil jenis ini akan mengakibatan nyeri saat bersenggama. Adapun penyebab keputihan adalah mikroorganisme yaitu candida albicans.Jika dibiarkan tanpa pengobatan akan menyebabkan kelahiran prematur.

2. Ketuban pecah sebelum waktunya

Munculnya cairan yang ditandai dengan berwarna kekuningan, berbau amis dan ketika muncul rasa gatal. Keputihan ini disebut vaginosis bakterialis yang menyebabkan ketuban pecah sebelum waktunya.

3. Berat badan bayi rendah

Keputihan yang berupa iritasu di area genital dengan timbulnya rasa panas dan gatal. Pada keadaan yang parah akan mengakibatkan nyeri pada daerah vulva dan paha, perineum dan saat senggama. Penyebab keputihan ini adalah protozoa trichmonas vaginalis yang ditularkan melalui hubungan seksual. Berdampak pada ibu hamil yaitu adanya bahaya kelahiran bayi yang beratnya rendah.

Bahaya Keputihan Bagi Bayi

Siapa bilang keputihan hanya terjadi pada wanita dewasa dan ibu hamil . Bayi dan balita juga mengalami keputihan pemicunya adalah hormon dan infeksi. Pemakaian minyak dan bedak yang berlebihan di area kemaluan bayi menyebabkan timbulnya infeksi. Sama seperti keputihan pada wanita jika keputihan bayi tidak berbau dan tidak gatal maka dikategorikan aman. Akan tetapi jika bayi mengeluh kesakitan, kemerahan di vulva, menangis ketika buang air kencing maka waspadai. Segera konsultasikan kepada dokter sehingga pengobatan dilakukan sedini mungkin. Jika tidak diobati akan menyebabkan peradangan ke arah rahim, air tuba dll.

Pencegahan Keputihan, Tips dan Trik

KEPUTIHAN 20

 

22 Juni 2013

Mencegah lebih baik daripada mengobati, begitu kata pepatah. Memang pada kenyataannya lebih baik melakukan tindakan pencegahan daripada pengobatan. Beberapa keuntungan tindakan pencegahan adalah lebih mudah dilakukan serta lebih murah biaya. Begitu juga halnya dengan keputihan, akan lebih mudah dan murah melakukan tindakan pencegahan keputihan daripada melakukan tindakan pengobatannya yang mungkin saja menghabiskan biaya ratusan ribu hingga jutaan.

Apa saja tips dan trik pencegahan keputihan?

Berikut ini akan disajikan beberapa tips dan trik pencegahan keputihan sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Kebersihan Area IntimJaga kebersihan organ genital dengan melakukan cebok yang benar pasca berkemih. Bersihkan pula rambut kemaluan yang terlalu lebat.
  • Bahan KatunKenakan celana dalam yang terbuat dari katun, sehingga mudah menyerap keringat. Hindari penggunaan celana dalam yang terlalu ketat ataupun celana dalam yang terbuat dari bahan sintetis yang susah menyerap keringat.
  • MakananHindari konsumsi makanan yang banyak mengandung gula ataupun tepung putih, makanan fermentasi seperti tape dan keju, daging yang telah diasinkan serta hindari konsumsi alkohol.
  • Setia Kepada PasanganTetap setia kepada pasangan merupakan tindakan pencegahan utama keputihan patologis yang disebabkan kuman atau virus.
  • Bedak dan Tisu Pengharum Area Intim
    Hindari penggunaan bedak ataupun tisu pengharum dengan frekuensi sering. Penggunaan bedak ataupun tisu pengharum akan mengganggu keseimbangan floral organ genital serta berpotensi menyebabkan iritasi.
  • Kebersihan Toilet dan Perlengkapan MandiRutin bersihkan toilet dan kamar mandi. Hindari pula menggunakan toilet umum yang tidak terjaga kebersihannya, apalagi jika menggunakan toilet duduk. Biasakan selalu membawa tissue dan toilet spray dalam tas untuk membersihkan toilet ketika terpaksa menggunakan fasilitas umum.

Itulah beberapa tindakan pencegahan keputihan yang paling mudah untuk dilakukan. Jangan lupa untuk selalu mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Hindari beberapa jenis makanan yang dapat memicu timbulnya keputihan yang makin parah seperti nanas, susu ataupun makanan lain dengan kadar gula yang tinggi serta asinan.

Lakukan pula olahraga secara teratur dan hindari stress ataupun depresi agar kesehatan tubuh secara umum tetap terjaga. Bagaimanapun juga tindakan pencegahan lebih baik dilakukan daripada mengobati. Semoga bermanfaat.

Pengertian Keputihan

KEPUTIHAN 20

22 Juni 2013

Keputihan, barangkali kata ini sering didengar dan dialami oleh kaum wanita, namun banyak yang belum mengetahui pengertian keputihan itu sendiri. Secara umum, keputihan bisa diartikan sebagai suatu kejadian atau kondisi yang menyebabkan terjadinya infeksi atau peradangan pada vagina.

Infeksi atau peradangan yang menyerang tubuh, secara langsung akan memicu kekebalan atau sistem immun tubuh untuk mempertahankan diri dengan cara menyerang kuman atau bakteri penyebab infeksi dan peradangan tersebut. Layaknya sebuah pertempuran, tentu saja akan ada pihak yang terkalahkan atau mati. Kuman, bakteri ataupun sel darah putih yang kalah atau mati dalam pertempuran, akan dikeluarkan oleh tubuh berbentuk cairan kental atau lendir.

Pengertian Keputihan, Tinjauan Medis

Menurut tinjauan medis, pengertian keputihan biasanya diistilahkan dengan leukore/ leucorrehoea ataupun flour albus/ aliran putih. Leukore merupakan suatu bentuk vaginal discharge yaitu suatu kejadian keluarnya cairan berlebih namun bukanlah darah yang berasal dari vagina, sedangkan keputihan sendiri merupakan istilah lazim yang digunakan masyarakat umum untuk menyebut penyakit kandidiasis vaginal yang terjadi pada daerah kewanitaan.

Dalam istilah medis, keputihan bukanlah suatu jenis penyakit, namun sejatinya keputihan adalah suatu gejala terjadinya peradangan atau infeksi pada organ genital wanita. Masih menurut tinjauan medis, dikatakan bahwa keputihan itu sendiri sebenarnya terdiri dari dua golongan besar yaitu keputihan fisiologis dan keputihan patologis.

Pengertian keputihan fisiologis bisa diartikan sebagai suatu kejadian peningkatan jumlah dan volume cairan lendir pada dinding vagina yang dipicu oleh faktor hormonal dan biasanya tidak berwarna dan tidak berbau serta berfungsi sebagai pelumasan, sedangkan pengertian keputihan patologis adalah suatu kejadian keluarnya lendir atau cairan pada vagina dengan kondisi yang sangat tidak higienis dan dipicu oleh bakteri, kuman ataupun benda asing lain yang bisa menyebabkan suatu ketidakseimbangan hormonal dan derajat keasaman dalam organ genital wanita.

Itulah beberapa pengertian keputihan yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber. Secara garis besar, bisa dikatakan bahwa pengertian keputihan ternyata memiliki perbedaan antara definisi umum menurut masyarakat dan definisi khusus menurut tinjauan medis. Semoga bermanfaat.

Tips Mencegah Keputihan

KEPUTIHAN 20

 

22 Juni 2013

Daerah organ intim yang terasa gatal, cairan vagina tiba-tiba berubah warna, bahkan mengeluarkan aroma yang tak sedap, adalah beberapa gejala keputihan. Gangguan kesehatan yang satu ini kerap menyerang wanita tanpa memandang usia. Besar atau kecil, tua dan muda bisa mengalami keputihan.

Keputihan bisa disebabkan oleh adanya infeksi karena jamur atau bakteri.

Bila tak ingin merasakan gangguan kesehatan gara-gara keputihan maka beberapa tips mencegah keputihan ini bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Rajin mengganti pakaian dalam menjadi tips yang pertama.

Dalam kondisi normal pun organ intim wanita akan memproduksi cairan. Cairan ini biasanya tidak berwarna dan berbau. Produksi cairan ini akan membuat daerah di sekitarnya menjadi lebih mudah lembap. Padahal kondisi lembap sangat disukai jamur penyebab keputihan untuk tinggal dan berkembangbiak.

Pakaian dalam yang baik untuk kesehatan organ intim terbuat dari bahan katun. Bahan ini akan menyerap keringat hingga mampu mengurangi kelembapan di daerah itu. Rajin mengganti pembalut saat haid juga sangat penting untuk mencegah keputihan.

Tips mencegah keputihan lainnya adalah jangan terlalu sering menggunakan pembilas vagina. Karena larutan bilasan ini akan membasmi organisme-organisme penting di vagina. Hingga jamur penyebab keputihan bisa berkembang biak dengan leluasa.

Mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat serta cukup beristirahat sangat disarankan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Bila tubuh kuat, berbagai virus, bakteri dan jamur pun tidak mudah menginfeksi. Disarankan juga untuk mengurangi konsumsi gula agar jamur keputihan tidak gampang menyerang.

Pemakaian celana yang terlalu ketat juga bisa menjadi pemicu munculnya keputihan. Karena celana ketat membuat sirkulasi udara di sekitar organ intim terganggu. Akibatnya daerah itu menjadi lebih lembap.

Membasuh organ intim setelah buang air kecil juga tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Cara paling baik untuk membersihkannya adalah dengan membasuh dari arah depan ke belakang. Supaya berbagai organisme merugikan yang menghuni daerah anus tidak berpindah ke vagina.

Beberapa tips mencegah keputihan ini bisa digunakan untuk menjaga kesehatan organ intim.