Category Archives: Kehamilan

Ingin Segera Hamil? Coba Berhubungan Seks Saat Liburan

KHUSUS PASUTRI


seks-saat-liburan-bikin-cepat-hamil

Seks saat liburan sudah tentu terasa lebih menyenangkan dan memuaskan. Tak hanya lebih nikmat, seks saat liburan ternyata juga punya manfaat khusus bagi Anda yang sedang menjalani program kehamilan. Pasalnya, bercinta di saat Anda dan pasangan berlibur mungkin meningkatkan peluang Anda hamil. Bagaimana bisa, ya? Coba cek dulu ulasan dan tipsnya berikut ini.

Apakah seks saat liburan bisa meningkatkan peluang kehamilan?

Seks saat liburan dipercaya lebih efektif dalam mengusahakan kehamilan dibandingkan dengan seks sehari-hari. Memang belum ada cukup penelitian yang bisa menjelaskan keampuhan seks pada saat liburan untuk mengusahakan kehamilan. Akan tetapi, para ahli percaya bahwa ketika berlibur, pasangan akan merasa lebih rileks dan bahagia. Sedangkan pada hari-hari biasanya, ada begitu banyak gangguan dan penyebab stres yang bisa menghambat proses pembuahan.

Menurut sejumlah penelitian, stres memang berdampak buruk pada peluang kehamilan. Salah satu penelitian tersebut dimuat dalam jurnal Annals of Epidemiology pada 2016 lalu. Dikatakan bahwa pasangan yang sedang tertekan atau dilanda stres kemungkinan hamilnya lebih kecil. Oleh sebab itu, semakin Anda dan pasangan merasa rileks ketika berlibur, semakin tinggi juga peluang kehamilannya.

Sebuah survei independen di Inggris oleh Baby Center mencatat bahwa sejumlah 40% dari 1.000 lebih pasangan peserta survei berhasil hamil setelah bercinta saat liburan. Tingkat keberhasilan ini juga didukung oleh faktor seperti gaya hidup dan pola makan yang sehat. Jadi, bagi Anda yang sudah mencoba hamil selama enam bulan atau lebih, mulailah cek kalender dan rencanakan liburan romantis bersama pasangan.

Tips agar seks saat liburan ampuh meningkatkan peluang hamil

Perlu diperhatikan, bukan tujuan wisatanya yang bisa membuat Anda dan pasangan cepat hamil, melainkan kondisi psikologis Anda. Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk memastikan Anda dan suami bisa cukup santai saat berlibur? Ini dia empat tips jitunya.

1. Berlibur di masa subur

Hitung siklus menstruasi dan masa ovulasi Anda. Setelah berhasil mengira-ngira kapan Anda akan memasuki masa subur, rencanakan liburan Anda pada tanggal tersebut. Dengan berlibur di masa subur, kemungkinan berhasilnya pembuahan pun lebih tinggi. Jadi sebaiknya hindari liburan ketika Anda sedang menstruasi atau beberapa hari sesudahnya. Ini adalah masa-masa di mana Anda kurang subur.

2. Liburan berdua saja

Usahakan untuk berlibur berdua saja bersama pasangan. Tak perlu mengajak serta mertua, teman-teman, atau anak Anda (jika Anda dan pasangan sudah punya anak). Berlibur berdua akan semakin mendekatkan Anda dan pasangan, baik secara emosional maupun seksual. Selain itu, Anda berdua juga jadi punya kesempatan lebih banyak untuk berhubungan intim.

3. Jangan bawa laptop atau pekerjaan

Karena tujuan dari liburan ini adalah mengusahakan kehamilan, tinggalkan gadget atau pekerjaan dari kantor di rumah. Membawa pekerjaan saat liburan hanya akan memindahkan stres saja, bukan mengusirnya.

4. Cari tujuan wisata yang paling pas

Tak perlu berlibur ke luar negeri atau menginap di hotel mahal. Sesuaikan saja gaya liburan favorit Anda dan pasangan dengan waktu atau budget yang dimiliki. Setiap pasangan tentu punya selera yang berbeda-beda soal liburan yang romantis. Yang penting Anda berdua bisa melepas penat dan menikmati waktu berkualitas bersama.

Source: Oleh Yuliati Iswandiari. Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

3 Posisi Seks yang Meningkatkan Peluang Anda untuk Hamil


KHUSUS PASUTRI

shutterstock_433245268

Salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa semakin sering berhubungan intim, semakin besar pula kesempatan pembuahan. Tapi itu tidak benar. Jika Anda ingin cepat hamil, lebih baik untuk berhubungan seks menjelang ovulasi dan beberapa hari setelahnya untuk memberikan si pria kesempatan untuk mengisi ulang jumlah spermanya.

Bagaimana dengan posisi seks?

Posisi seks yang diduga bisa membuat Anda lebih cepat hamil

Posisi hubungan seksual apa pun yang berhasil membawa sperma mendekati leher rahim (atau bahkan vagina) dapat membuat Anda hamil. Tetapi, ada posisi tertentu yang diduga bekerja menentang gravitasi, sehingga bisa mencegah kemulusan sperma berenang ke hulu.

Jadi, posisi seks mana yang dianggap lebih baik untuk meningkatkan kesempatan Anda untuk lebih cepat hamil? Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut.

1. Misionaris

Posisi klasik misionaris — pria di atas — dipercaya oleh banyak orang sebagai posisi seks terbaik untuk menciptakan kehamilan. Teorinya, Anda bisa mendapatkan lebih banyak jumlah sperma dengan lebih banyak air mani yang dilepaskan berkat penetrasi yang lebih dalam dan lebih sering berkat bantuan gaya gravitasi. Beberapa orang bahkan menyarankan untuk menempatkan bantal di bawah pinggul saat berhubungan seks, dan menjaga kaki tetap terangkat setelah seks usai, karena dipercaya dapat meningkatkan kemampuan sperma untuk berenang mencapai rahim.

Teori ini didukung oleh sejumlah kecil penelitian seputar inseminasi intrauterine (IUI) yang menemukan bahwa menjaga posisi tubuh tetap horizontal setelah proses inseminasi dapat meningkatkan peluang kehamilan.

2. Doggy style

Masih berkaitan dengan teori penetrasi dalam, posisi doggy style (di mana Anda berlutut dan ditopang oleh kedua tangan, pasangan Anda masuk dari belakang) dipercaya memberikan penetrasi sedalam dan sebanyak posisi misionaris, atau bahkan lebih, dan memungkinkan pria untuk “menempatkan” spermanya tepat di sebelah leher rahim — gerbang menuju rahim Anda. Teori lain menduga jika Anda memiliki rahim terbalik (retroverted/tipped uterus), posisi ini akan lebih banyak membantu Anda.

Dilansir dari Baby Center, hasil MRI scan dari posisi seks ini mengkonfirmasi bahwa ujung penis mencapai ruangan antara leher rahim dan dinding vagina — begitu pula dengan posisi misionaris. Posisi misionaris memastikan penis mencapai ruangan dari depan serviks. Posisi doggy style mencapai ruangan tersebut dari belakang leher rahim.

3. Woman-on-top

Teorinya, posisi wanita di atas justru melawan gravitasi, yang dipercaya dapat memperlambat laju renang sperma. Tapi, beberapa ahli mengatakan bahwa mungkin hal ini tidak akan jadi masalah besar, karena pada dasarnya sperma adalah perenang super cepat. Plus, untuk beberapa wanita, woman-on-top adalah posisi yang paling menggairahkan, dan sebenarnya gairah bisa menjadi aspek seks yang paling penting untuk pembuahan yang sukses.

“Kami memberi tahu pasien kami bahwa posisi terbaik untuk pembuahan adalah yang paling nyaman untuk wanita,” kata Allison Hill, MD, dokter kandungan asal Los Angeles, dilansir dari The Bump. Posisi woman-on-topmemungkinkan wanita mengalami tambahan rangsangan yang dipercaya baik untuk menciptakan kehamilan.

Supaya cepat hamil, posisi seks bukanlah faktor penentu satu-satunya

Namun, sampai saat ini penelitian yang mempelajari kaitan antara posisi seks dan peluang hamil untuk mendukung semua teori di atas masih sangat terbatas. Lagipula, mencoba hamil bukan hanya soal posisi seks. Berhubungan seks untuk mencoba hamil sebagian besar tergantung pada waktu dan frekuensi. Dapatkan rincian kapan persisnya dan harus seberapa sering Anda melakukannya di sini.

Sementara itu, nikmati variasi dalam kehidupan seks Anda dan buat seks selalu menjadi aktivitas menyenangkan saat Anda sedang mencoba untuk hamil. Saat pasangan sedang mencoba hamil, stres fisik dan mental demi keinginan sukses hamil akan menghapus gairah dan spontanitas dari seks — membuatnya menjadi seperti pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, berujung pada stres tambahan. Ada penelitian yang mengatakan bahwa semakin Anda menikmati seks, semakin subur Anda untuk memungkinkan sukses hamil.

Selain itu, hal remeh namun teknis seperti membersihkan vagina setelah seks dengan douche juga akan mempengaruhi keberhasilan Anda untuk hamil. Douching mengubah keseimbangan pH vagina dan sperma membutuhkan lingkungan dalam vagina yang seimbang untuk bisa bertahan hidup. Selain itu, jika Anda melakukan vaginal douche, Anda membilas lendir leher rahim yang berfungsi memudahkan kemulusan jalan untuk sperma berenang lebih cepat ke dalam rahim dan membuahi sel telur Anda.

Oleh Ajeng Quamila . Data medis direview oleh Hello Sehat Medical Review Team.

 

Agar Cepat Hamil

Agar Cepat Hamil-100KHUSUS PASUTRI

Agar Cepat Hamil-02

Tips Agar Cepat Hamil

Sperma

yang-perlu-diketahui-tentang-hamil-anggur-kemoterapi

Kehamilan

Masa Subur Wanita

Tips Agar Cepat Hamil

Tips Bercinta Saat Istri Sedang Hamil

Cara Mencegah Keguguran

Bercinta Dengan Istri Setelah Melahirkan

Buah Buahan Untuk Ibu Hamil

Hamil Usia Muda Akibat Hubungan Intim Dini

hamil-muda-akibat-hubungan-intim-dini-alodokter

Fenomena hamil usia muda ternyata menjadi latar belakang kematian banyak remaja perempuan di dunia. Remaja perempuan yang melahirkan di bawah usia 15 tahun, lima kali lebih berisiko meninggal dalam proses persalinan dibanding wanita usia 20 tahun ke atas.

Menurut informasi yang didapat dari BKKBN, berdasarkan data survei rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) tahun 2016, angka kehamilan dan kelahiran pada remaja usia 10-19 tahun mencapai 48,5 juta kasus di Indonesia. Selain itu, survei Pusat Unggulan Asuhan Terpadu Kesehatan Ibu dan Bayi tahun 2013 yang dikutip Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan bahwa tiap tahun ada sekitar 2,1-2,4 juta perempuan yang melakukan aborsi. Sebanyak 30 persen di antaranya adalah remaja.

Bahaya Hamil di Usia Terlalu Muda


Dibandingkan dengan yang hamil di usia 20-30 tahun, hamil dan melahirkan di bawah 18 tahun memang jauh lebih berisiko. Berikut ini beberapa risiko yang dapat terjadi:

Risiko kematian ibu dan bayi

Di seluruh dunia, terutama negara berkembang, ada sekitar 50.000 remaja perempuan usia 15-19 tahun yang meninggal tiap tahun pada masa kehamilan atau pada saat proses persalinan. Sekitar satu juta bayi yang lahir dari remaja perempuan juga meninggal sebelum usia mereka mencapai satu tahun. Bayi dari seorang ibu yang melahirkan di bawah usia 18 tahun, 60 persen lebih berisiko meninggal sebelum satu tahun.

Makin muda remaja perempuan mengalami kehamilan, maka makin berisiko bagi dirinya saat persalinan dan anak yang dikandungnya. Hal ini dikarenakan tubuhnya secara umum belum siap untuk menjalani proses persalinan, antara lain karena panggul sempit. Ketiadaan pelayanan kesehatan yang memadai terkadang tidak memungkinkan ibu dan/atau bayi selamat dalam proses persalinan seperti ini. Apalagi kehamilan di bawah umur memang lebih banyak terjadi pada kalangan masyarakat tingkat ekonomi bawah.

Risiko kelainan pada bayi

Bagi para perempuan yang hamil di usia muda, terutama mereka yang tidak mendapat dukungan dari keluarga dekat atau pasangannya, berisiko tinggi tidak mendapat perawatan yang memadai di masa kehamilan. Padahal masa kehamilan adalah periode penting yang rawan komplikasi. Kebutuhan nutrisi yang tidak tercukupi dengan baik dapat menyebabkan kelainan atau cacat bawaan lahir.

Tekanan darah tinggi dan bayi lahir prematur

Perempuan yang hamil di usia muda berisiko lebih tinggi mengidap tekanan darah tinggi dan preeklamsia dibandingkan mereka yang hamil di usia 20-30 tahun. Selain membahayakan ibu, kondisi ini juga dapat mengganggu perkembangan janin hingga mendatangkan komplikasi seperti bayi yang lahir prematur.

Remaja yang mengandung di bawah usia 18 tahun memang lebih berisiko untuk melahirkan bayi prematur dan mengalami komplikasi. Bayi yang lahir terutama sebelum 32 minggu akan dihadapkan pada risiko gangguan pernapasan, pencernaan, penglihatan, serta masalah tumbuh kembang.

Bayi lahir dengan berat badan di bawah normal

Perempuan yang hamil di usia terlalu muda berisiko tinggi melahirkan bayi dengan berat badan sangat rendah, seperti kurang dari 1,5 kg. Hal ini bisa terjadi karena kelahiran prematur atau di bawah usia kehamilan 37 minggu. Bayi dengan berat badan kurang dari normal membutuhkan perawatan khusus, terutama untuk membantunya bernapas setelah dilahirkan.

Penyakit menular seksual

Remaja yang berhubungan seksual di usia muda lebih berisiko mengidap penyakit menular seksual, seperti HIV, klamidia, sifilis, dan herpes. Keengganan, ketidaktahuan, atau belum matangnya pola pikir membuat tidak sedikit remaja berhubungan seksual tanpa menggunakan pengaman seperti kondom.

Penyakit-penyakit tersebut dapat ditularkan bahkan melalui hubungan seks termasuk seks oral atau anal. Klamidia dan infeksi gonore pada wanita umumnya menyebabkan penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease/PID) yang dapat memicu gangguan pada tuba falopi. Pada kondisi ini, pembuahan sel telur dapat terjadi di luar rahim atau disebut kehamilan ektopik.

Depresi pasca-melahirkan

Remaja perempuan lebih berisiko mengalami depresi pasca-melahirkan karena merasa tidak siap, terutama jika tidak mendapat dukungan dari keluarga dan/atau pasangan. Depresi berisiko membuat remaja tidak mampu merawat bayinya dengan baik.

Remaja perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak direncanakan juga sering menghadapi tekanan dari banyak pihak dalam berbagai bentuk. Misalnya desakan untuk menggugurkan kandungan, ketakutan akan penghakiman dari masyarakat, atau kekhawatiran akan kemampuan finansial mengurus bayi di masa depan.

Meminimalkan Risiko


Meski risiko mengandung dan melahirkan di usia muda sangat tinggi, namun ada cara yang dapat diusahakan agar ibu selamat dan bayi dapat lahir dengan sehat.

  • Berkonsultasi rutin ke dokter kandungan. Fasilitas Puskesmas dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang makin baik kini memungkinkan orang yang sudah mendaftar untuk memeriksakan kesehatan kandungan dan bayinya secara gratis.
  • Jauhi obat-obatan terlarang, minuman keras, dan Mengonsumsi barang-barang tersebut sebaiknya dihindari karena berisiko membahayakan janin.
  • Konsumsi makanan sehat. Terutama suplemen hamil yang mengandung asam folat 0,4 mg tiap hari untuk perkembangan sistem saraf bayi.
  • Cari dukungan. Kamu bisa mencari dukungan dari kerabat dan sahabat terdekat demi kesiapan mentalmu. Jangan merasa malu, ragu, atau takut untuk mengikuti berbagai penyuluhan mengenai kesehatan seksual dan organ reproduksi yang ada. Selalu perkaya diri dengan berbagai informasi kesehatan dan keselamatan diri, termasuk dari berbagai jenis kekerasan seksual.
  • Temui seorang konselor atau grup konseling yang bisa membantumu mendapatkan informasi atau membuat keputusan mengenai hubungan, kehamilan, adopsi, maupun aborsi. Kamu bisa mencari tahu di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia.

Mencegah Hamil di Usia Muda


Bagaimanapun, selalu lebih baik untuk menghindari diri dari risiko tinggi akibat hamil di usia terlalu muda. Berikut ini beberapa cara yang dapat ditempuh.

Keluarga Berencana (KB)

Keluarga berencana merupakan solusi jangka panjang yang meliputi pencegahan agar tidak ada remaja perempuan di bawah 18 tahun yang memiliki anak. Kenyataannya sebagian perempuan tidak menggunakan kontrasepsi karena latar belakang pemahaman agama dan sosial. Dapat juga disebabkan karena kekhawatiran akan efek samping dan mitos tentang kontrasepsi. Selain itu, merencanakan dan memutuskan untuk menikah dan berhubungan seksual setelah 18 tahun adalah salah satu langkah termudah yang dapat ditempuh.

Mendapatkan pendidikan yang memadai

Pendidikan yang baik akan membuat remaja lebih cermat mengambil keputusan dan menjaga dirinya sendiri. Pendidikan tentang seksualitas juga perlu diberikan sejak dini, tidak hanya bagi anak perempuan, tapi juga laki-laki. Remaja perempuan yang melahirkan di usia muda juga sebaiknya dapat terus melanjutkan pendidikan.

Membuat keputusan untuk diri sendiri

Banyak remaja perempuan belum menyadari bahwa tubuh dan hidupnya adalah milik dan tanggung jawabnya sendiri. Selain itu, masih banyak remaja perempuan yang tidak bisa membuat keputusan kapan mereka akan memiliki anak atau bagaimana menjaga sistem reproduksi mereka. Kemiskinan, ketiadaan pendampingan dari orang tua, dan kekerasan seksual juga bisa menjadi faktor utama penyebab kehamilan di usia muda.

Sekitar 23 persen remaja yang menikah di usia 15-24 tahun dipaksa pasangannya untuk berhubungan seksual di saat dia sendiri tidak banyak tahu tentang seks dan kontrasepsi. Hindari hubungan seksual sebelum menikah, apalagi seks di bawah paksaan. Hindari juga aborsi yang tergolong ilegal di Indonesia, apalagi jika dilakukan bukan oleh tenaga medis.

Menggunakan kontrasepsi

Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa sekitar 46 persen remaja perempuan berusia 15-19 tahun yang sudah menikah tidak pernah menggunakan kontrasepsi. Tekanan sosial untuk memiliki keturunan, ketidakmampuan untuk merencanakan kehidupan berkeluarga, ketakutan terhadap suami yang berusia lebih tua, dan kurangnya pengetahuan juga memicu kehamilan di usia muda. Padahal menggunakan kontrasepsi penting untuk mengurangi risiko penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak direncanakan.

Jangan mudah percaya

Banyak mitos atau bujukan yang sering didengar remaja perempuan yang membuat mereka akhirnya bersikap permisif terhadap hubungan seksual di usia terlalu muda. Jangan mudah percaya pada hal-hal yang belum tentu benar semacam itu. Berikut ini beberapa mitos yang sering terdengar beserta faktanya.

  • Perempuan tidak akan hamil jika dia melompat-lompat setelah berhubungan seksual.
    • Jika sperma sudah bertemu sel telur, lompatan setinggi apa pun tidak akan menggagalkan terbentuknya janin.
  • Jika perempuan tidak mengalami orgasme, dia tidak akan hamil.
    • Orgasme tidak ada hubungannya dengan proses pembuahan.
  • Berhubungan seksual dalam air tidak akan menyebabkan hamil.
    • Kontak vagina dengan sperma dalam kondisi apa pun berisiko menyebabkan hamil. Pada suhu yang sesuai, sperma dapat tetap hidup di luar tubuh pria selama beberapa menit.
  • Perempuan tidak dapat hamil jika berhubungan seks di masa menstruasi.
    • Sperma dapat tetap hidup hingga seminggu dalam tubuh perempuan.
  • Membasuh vagina setelah berhubungan seksual dapat mencegah kehamilan
    • Membasuh vagina tidak akan mencegah sperma yang sudah masuk untuk membuahi sel telur.
  • Tidak akan terjadi kehamilan selama ejakulasi tidak dilakukan di dalam vagina atau jika penis hanya masuk beberapa saat sebelum ejakulasi
    • Terdapat cairan praejakulasi yang keluar sebelum ejakulasi utama terjadi. Cairan ini pun dapat mengandung sperma yang mampu membuahi sel telur. Pembuahan dapat terjadi kapan saja selama cairan mani menyentuh area vagina.

Jangan percaya juga jika ada yang mengatakan bahwa seorang perempuan tidak akan hamil jika baru melakukan hubungan seksual pertama kali atau melakukannya sambil berdiri. Sperma yang telah masuk ke dalam tubuh wanita berpeluang membuahi sel telur.

Di atas semuanya, menghargai tubuh dan diri sendiri adalah langkah awal terpenting untuk menghindari diri dari risiko-risiko yang mengancam nyawa akibat hamil di usia muda.

Source: alodokter

Cara Berhubungan Suami Istri Saat Hamil berdasarkan Usia Kehamilan

KHUSUS PASUTRI


Tips-Dan-Cara-Hubungan-Seks-Suami-Istri-Saat-Hamil

Berhubungan Suami Istri Saat Hamil biasanya dihindari Karena merasa takut akan membahayakan janin yang berada di dalam kandungan. Dari banyak pembahasan termasuk di dalam blog saya sendiri telah menegaskan bahwa Hal tersebut saat hamil boleh dilakukan. Dengan catatan dokter tidak menyatakan bahwa kehamilan anda adalah kehamilan berisiko dan dengan posisi Berhubungan Suami Istri yang benar, sehingga aman untuk janin dan nyaman untuk ibu hamil.

Hormon pada ibu hamil muda biasanya akan meningkatkan libido wanita. Meningkatnya gairah Suami Istri tersebut, diimbangi oleh suami yang merasa istri lebih seksi (pantat dan payudara lebih besar) ketika sedang hamil. Orgasme atau ejakulasi juga diketahui tidak membahayakan janin atau ibu Hamil. Namun memang pada awal kehamilan banyak dokter yang melarang berhubungan badan, untuk mengurangi resiko keguguran usia kehamilan muda.

Hubungan Suami Istri saat Hamil, terutama menjelang persalinan harus dilakukan dengan sangat relaks dan berhati-hati. Biasanya dokter akan menyarankan lebih sering berhubungan badan saat mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL) untuk memperlancar proses persalinan. Bagi anda yang masih ragu untuk melakukan Seks saat Hamil, kami memberikan beberapa gambaran posisi berhubungan badan saat hamil yang aman dan nyaman berdasarkan usia kehamilan, yang diantaranya adalah:

  • Usia kehamilan muda (0-12 minggu), anda boleh melakukan posisi apapun.
  • Usia kandungan di atas 12 minggu, adalah usia yang cukup rentan terhadap kehamilan berisiko. Untuk itu sebaiknya anda berkonsultasi kepada dokter, apakah kehamilan anda termasuk berisiko atau tidak. Apabila kehamilan anda normal, sebaiknya berhubungan badan dengan posisi posisi menyamping, menungging, dan Wanita berada diatas.
  • Usia kehamilan 29-36 minggu, adalah disaat kehamilan mendekati persalinan. Pada Usia ini, sebaiknya Berhubungan Badan dengan posisi miring atau duduk (wanita diatas dan pria berbaring). Posisi menungging boleh dilakukan, dengan catatan wanita tidak merasa berat menahan perut atau merasakan sakit.

Posisi Berhubungan Badan pada tiga tingkatan usia kehamilan tersebut diatas, bertujuan untuk melindungi janin di dalam kandungan agar tidak mengalami kontraksi yang berlebihan, dan tentu untuk memberikan kenyamanan untuk ibu hamil. Dengan kehati-hatian, keharmonisan rumah tangga akan semakin erat.

Ringkasan:

  • Cara Berhubungan Suami Istri Saat Hamil yang aman dan nyaman adalah disesuaikan dengan usia kehamilan.
  • Posisi Seks miring dan wanita berada di atas, adalah posisi paling aman di berapa pun Usia Kehamilan.

Source: tips-sehat-keluarga-bunda

Waktu yang Tepat untuk Hubungan Suami Istri saat Hamil

KHUSUS PASUTRI


bolehkah-berhubungan-intim-di-tiga-bulan-awal-kehamilan

Tips Kesehatan Keluarga – Wanita atau istri anda hamil tentu bukan menjadi halangan untuk melakukan Hubungan Suami Istri. Bahkan Hubungan Suami Istri saat Kehamilan baik dilakukan sehingga mampu memberikan kebahagiaan, meningkatkan keharmonisan keluarga, ungkapan perhatian dan kasih sayang antara suami istri.

Yang perlu diperhatikan adalah Berhubungan Suami Istri saat hamil harus dilakukan dengan benar, sehingga kehamilan dapat terus berlangsung dengan aman dan istri tetap merasa nyaman saat melakukan hubungan Suami Istri pada saat hamil bahkan mendapatkan kepuasan.

Manfaat-dan-Cara-Melakukan-Hubungan-Intim-Saat-Hamil-7-Bulan

Adapun aspek yang harus diperhatikan ketika berhubungan Suami Istri saat hamil adalah:

Posisi dan Gerakan Hubungan Suami Istri saat Hamil

  • Lakukan Hubungan badan dalam posisi yang rileks, tidak melelahkan terutama istri
  • Jangan gunakan posisi Hubungan Suami Istri yang akan bagian perut istri anda
  • Suami tidak boleh memasukan alat kelamin terlalu dalam.

Waktu Yang Tepat Hubungan Suami Istri Saat Hamil:

  • Ketika suami dan istri menginginkan untuk melakukannya,
  • Istri dalam keadaan sehat, tidak terlalu lelah dan lebih dianjurkan ketika pagi hari.

Terjadi flek akibat Hubungan Suami Istri saat Hamil

Ketika Wanita mencapai orgasme akan terjadi sedikit kontraksi (ketegangan semacam kram ringan) pada rahim. Apabila hal ini terjadi sejak awal, maka kondisi kram yang terus menerus saat orgasme ini atau akibat aktifitas Hubungan Suami Istri yang melelahkan dapat menjadi pemicu timbulnya perdarahan saat melakukan Hubungan Suami Istri saat Hamil.

Bahaya Sperma untuk Janin

Cairan sperma tidak berbahaya untuk janin di dalam kandungan, kecuali apabila suami menderita infeksi alat kelamin atau menderita AIDS. Namun Bagi Ibu Hamil yang rawan terjadi keguguran (pernah mengalami flek), pada kehamilan muda (trimester pertama) sebaiknya tidak menumpahkan sperma di dalam vagina. Hal ini dikarenakan cairan sperma mengandung zat prostaglandin yang dapat merangsang kontraksi otot rahim. Sebaliknya ketika menjelang kelahiran disarankan untuk lebih sering melakukan hubungan Suami Istri, sehingga membantu merangsang kontraksi.

Cairan sperma tidak dapat mengotori bayi karena dia terlindung aman dalam kantung. Namun apabila suami menderita infeksi kelamin dan dalam pengobatan, sebaiknya gunakan kondom bila berhubungan dengan istri yang sedang hamil.

Berhubungan Badan pada Awal Kehamilan sebenarnya tidak berbahaya, bahkan akan mengurangi ketegangan dan stres akibat perubahan hormonal dalam tubuh wanita Hamil. Namun tentu harus hati – hati melakukannya, Termasuk lebih membatasi frekuensi dalam Hubungan Suami Istri saat Hamil.

Larangan Hubungan Suami Istri saat Hamil

  • Suami Istri dilarang Berhubungan Suami Istri saat hamil ketika ketuban sudah pecah,
  • Suami terinfeksi HIV atau AIDS dan berhubungan Suami Istri tidak menggunakan kondom,
  • Ibu hamil mempunyai riwayat keguguran yang terlalu sering,
  • Di diagnosa plasenta previa dan mengalami perdarahan.

Dengan beberapa tips diatas semoga anda dan istri tetap bisa menikmati Hubungan Suami Istri saat Hamil. Namun ketika istri mengalami keluhan mules ringan terasa seperti nyeri dan kram saat haid, atau keluar flek kecoklatan atau perdarahan dengan warna merah muda sampai dengan darah segar menetes, segera periksaan ke dokter terdekat, sehingga resiko keguguran dapat dihindarkan.

Kesimpulan:

  • Berhubungan Suami Istri Saat Hamil tetap boleh dilakukan dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi,
  • Gerakan Berhubungan Badan saat hamil harus lebih berhati-hati dan pelan-pelan, Hubungan Suami Istri saat Hamil dilarang untuk dilakukan, apabila dapat membahayakan ibu dan janin.

Source: tips-sehat-keluarga-bunda

Ingin Tahu Efek Samping Pil KB?

PASUTRI 150

ingin-tahu-efek-samping-pil-kb-alodokter

Alat kontrasepsi memiliki ragam jenis, di antaranya alat kontrasepsi hormonal, seperti pil. Di Indonesia, pil tersebut lebih dikenal dengan pil KB atau pil Keluarga Berencana. Pengguna pil ini cukup banyak karena terbukti efektif.

Ketika dikonsumsi dengan tepat, pil KB dapat mencegah kehamilan hingga lebih dari 99 persen. Artinya dari 1000 wanita yang mengonsumsi pil KB sebagai metode kontrasepsi, kurang dari sepuluh orang yang mengalami kegagalan berupa kehamilan. Namun di balik efektivitas pil KB tersebut, adakah risiko bagi penggunanya?

Pil KB mencegah kehamilan melalui kandungan hormon estrogen dan progestin, dengan menghambat indung telur berovulasi atau melepaskan sel telur. Selain itu, pil juga akan membuat sperma kesulitan mencapai sel telur atau menghalangi sel telur menempel pada lapisan rahim.

Sejalan dengan cara kerja pil KB tersebut, tidak jarang menimbulkan efek samping bagi penggunanya. Mulai dari yang sangat ringan, hingga dampak yang cukup mengganggu. Berikut ini beberapa risiko efek samping yang dapat dipicu oleh penggunaan pil KB.

Mual

Reaksi ini kemungkinan akan hilang dalam dua bulan. Cobalah untuk mengonsumsi bersama dengan makanan sebelum beralih ke metode kontrasepsi lain.

Sakit kepala dan rasa tidak nyaman pada payudara

Efek ini biasanya akan terasa pada awal mengonsumsi pil KB. Jika efek tersebut tidak berkurang, pertimbangkan untuk berganti merek obat atau metode kontrasepsi dan konsultasikan dengan dokter.

Pendarahan secara tiba-tiba di luar masa haid

Pengguna pil KB bisa saja mengalami pendarahan yang terjadi tanpa diduga, di luar masa haid. Mengonsumsi pil KB dengan waktu yang sama tiap hari kemungkinan bisa membantu meringankan. Namun jika Anda merasa khawatir atau tidak nyaman, konsultasikan dengan dokter.

Peningkatan berat badan

Walau tergolong efek samping yang jarang, beberapa wanita mengalami kenaikan berat badan tubuh. Hal ini umumnya terjadi karena penumpukan cairan. Efek samping ini biasanya tidak berlangsung lama dan berat badan bisa kembali normal setelah beberapa waktu menggunakan pil KB.

Gairah seks yang menurun

Jika mengalami hal ini, Anda bisa mencoba jenis pil KB yang berbeda. Sebagian wanita bisa terbantu jika menggunakan pil yang mengandung hormon androgen. Apabila hal tersebut tidak berhasil, ganti metode kontrasepsi Anda.

Perubahan suasana hati yang terjadi secara mendadak

Jika tidak ada hal lain yang menyebabkan hal itu dan pil KB dirasa sebagai penyebab utama, Anda dapat beralih ke metode kontrasepsi nonhormonal.

Ketika baru mulai mengonsumsi obat, efek samping yang terjadi bisa mengganggu. Tapi pada umumnya gejala efek samping akan berkurang seiring tubuh menyesuaikan diri dengan penggunaan obat. Namun jika Anda tidak tahan atau gejala tidak mereda, Anda dapat beralih ke merek atau metode kontrasepsi lain.

Kemungkinan Dampak Lebih Serius

Bagi sebagian besar wanita, pil KB aman untuk dikonsumsi dan hanya menimbulkan efek samping yang ringan. Meski demikian, perlu diketahui bahwa alat kontrasepsi ini memiliki risiko lain yang tergolong tinggi, terutama bagi wanita dengan kondisi tertentu.

Kandungan hormon estrogen dalam pil KB dapat menyebabkan darah lebih mudah menggumpal. Jika sampai terbentuk gumpalan darah beku, maka dapat menyebabkan trombosis vena pada kaki, gumpalan darah beku pada paru-paru atau memicu serangan jantung atau stroke.

Risiko ini memang tergolong sangat jarang dialami, namun konsultasikan kembali dengan dokter jika Anda memiliki faktor risiko yang membuat Anda lebih rentan.

Sementara itu, penelitian mengenai kaitan efek samping pil KB dengan kanker payudara masih terus dilakukan. Ada yang menyebutkan pengguna alat kontrasepsi hormonal,  termasuk pil, memiliki kemungkinan sedikit lebih tinggi untuk terdiagnosis kanker payudara.

Namun dengan berhenti mengonsumsi pil KB selama 10 tahun, risiko terkena kanker payudara akan kembali menurun seperti mereka yang tidak pernah mengonsumsi pil KB. Sementara untuk risiko kanker serviks dan sejenis kanker hati, belum terbukti sepenuhnya terkait dengan penggunaan pil KB.

Untuk itu, penting untuk mengetahui tentang adanya beberapa kondisi yang dapat terjadi akibat efek samping pil KB yang serius, antara lain:

  • Nyeri di bagian dada.
  • Sakit perut.
  • Gangguan pandangan, misalnya pandangan kabur atau samar.
  • Sakit kepala yang tidak tertahankan.
  • Bengkak atau nyeri pada kaki dan paha.

Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, segera temui dokter atau pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Gejala tersebut bisa merupakan indikasi penyakit berbahaya, seperti gangguan pada organ hati, empedu, hati, pembekuan darah, stroke, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung.

Faktor-faktor Risiko yang Perlu Diperhatikan

Metode kontrasepsi pil ini terbilang praktis karena dapat dibeli secara bebas. Namun, sebelum memutuskan menggunakannya, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli medis atau dokter. Bagi wanita dengan dua atau lebih ciri-ciri berikut sebaiknya menghindari konsumsi pil KB:

  • Berusia lebih dari 35 tahun.
  • Berat badan berlebih atau obesitas dengan indeks massa tubuh atau body mass index 35 atau lebih
  • Perokok atau baru saja berhenti merokok selama satu tahun.
  • Memiliki saudara dekat yang memiliki riwayat gumpalan darah beku pada usia kurang dari 45 tahun.
  • Tidak mampu bergerak untuk periode yang panjang, misalnya karena menggunakan kursi roda atau kaki yang harus menggunakan gips.

Jika Anda hanya mengalami satu dari faktor-faktor yang disebutkan di atas, Anda bisa mengonsumsi pil KB, tapi secara berhati-hati. Kenali efek samping yang telah disebutkan di atas dan konsultasikan dahulu pada dokter sebelum mulai mengonsumsi pil KB.

Anda juga sebaiknya menghindari pil KB jika:

  • Memiliki riwayat penggumpalan darah.
  • Menderita serangan migrain yang parah
  • Memiliki gangguan empedu atau hati.
  • Memiliki kelainan jantung atau sakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi.
  • Mengidap diabetes dengan komplikasi atau terserang diabetes lebih dari 20 tahun.
  • Mengidap kanker payudara.

Konsultasikan  dengan dokter mengenai pilihan kontrasepsi paling sesuai berdasarkan riwayat kesehatan Anda dan pasangan, guna menekan efek samping dan risiko.

 

 

 

 

Cara Menggunakan Pil KB

PASUTRI 150

 

Ada 4 Metode Cara Menggunakan Pil KB:

  1. Memilih Jenis Pil
  2. Memulai Jadwal Penggunaan
  3. Menggunakan Pil KB
  4. Menangani Kasus Pil yang Terlewat

Pil KB memanfaatkan hormon untuk mencegah kehamilan dengan beberapa cara, tergantung pada jenis pilnya. Pil KB “kombinasi” menghentikan pelepasan ovum (sel telur) dari ovarium, mengentalkanl lendir serviks untuk menghalangi sperma dari memasuki leher rahim, dan mempertipis dinding rahim untuk mencegah sperma membuahi sel telur.

Sementara itu, pil progestin atau “pil mini” mengentalkan lendir serviks dan mempertipis dinding rahim, dan juga mampu menekan ovulasi. Meskipun secara umum kontrasepsi jenis ini kerap disebut “pil KB” saja, sebenarnya ada beberapa jenis pil KB yang tersedia. Jika Anda tidak pernah menggunakan pil KB sebelumnya dan ingin memastikan bahwa Anda menggunakannya dengan benar (hal yang wajib untuk keefektifan maksimal), wikiHow siap membantu Anda.

Metode 1 dari 4: Memilih Jenis Pil

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-1

1 Berdiskusilah dengan dokter atau penyedia jasa kesehatan Anda tentang pilihan yang Anda punya.

Banyak pilihan kontrasepsi aman dan efektif yang tersedia bagi perempuan. Pil KB tersedia secara luas dan bisa lebih ekonomis, menjadikannya pilihan yang menarik. Namun, tergantung kebutuhan, kesehatan, dan keadaan medis yang sudah Anda miliki, mungkin ada beberapa pilihan lain yang lebih baik bagi Anda. Oleh karena itu, adalah penting untuk membahas kebutuhan KB yang Anda miliki dengan dokter Anda.

Terdapat dua jenis pil KB yang utama. Pil “kombinasi” menggunakan gabungan hormon estrogen dan progestin. Jenis lain, yang disebut “pil mini” atau “minipil“, hanya menggunakan progestin.

Pil kombinasi juga hadir dalam dua tipe. Pil KB “monofasik” semuanya mengandung kadar estrogen dan progestin yang sama. Pil “multifasik” memiliki jumlah hormon bervariasi dalam sejumlah fasa tertentu.

Pil kombinasi juga hadir dalam bentuk pil “dosis rendah”. Pil jenis ini mengandung kurang dari 50 mikrogram ethinyl estradiol. Perempuan yang lebih sensitif terhadap hormon, terutama estrogen, dapat memperoleh manfaat dari pil dosis rendah ini. Namun, pil dosis rendah juga dapat mengakibatkan pendarahan di luar masa haid lebih sering.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-2

2 Pertimbangkan kondisi kesehatan Anda.

Pil kombinasi sering dipreskripsikan, namun tidak selalu sesuai untuk tiap keadaan. Keputusan akhir terletak pada dokter dan diri Anda sendiri. Namun, jika salah satu dari hal dalam daftar berikut berlaku bagi Anda, dokter Anda bisa menyarankan kepada Anda untuk menghindari penggunaan pil kombinasi:

  • Anda sedang menyusui
  • Anda berusia di atas 35 tahun dan merokok
  • Anda memiliki tekanan darah tinggi
  • Anda memiliki riwayat emboli paru atau trombosis vena dalam
  • Anda memiliki riwayat kanker payudara
  • Anda memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke
  • Anda memiliki komplikasi medis yang berkaitan dengan diabetes
  • Anda memiliki penyakit hati atau ginjal
  • Anda mengalami pendarahan rahim atau vagina yang tidak terjelaskan
  • Anda memiliki riwayat penggumpalan darah
  • Anda mengidap penyakit lupus
  • Anda mengalami migrain dengan fasa aura
  • Anda akan menjalankan operasi bedah besar yang membuat Anda tidak bisa bergerak untuk jangka waktu cukup lama
  • Anda mengonsumsi tanaman St. John’s wort, obat antikejang, atau obat anti-tuberkulosis (TB).
  • Dokter Anda dapat menyarankan kepada Anda untuk menghindari penggunaan pil mini jika Anda mengidap kanker payudara, mengalami pendarahan rahim atau vagina yang tidak terjelaskan, atau mengonsumsi obat antikejang atau anti-TB.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-3

3 Pertimbangkan manfaat dari pil kombinasi.

Pil kombinasi menawarkan beragam manfaat yang menjadikannya pilihan menarik bagi banyak perempuan. Namun, pil kombinasi juga memiliki beberapa risiko. Dalam mempertimbangkan jenis pil yang tepat bagi Anda, ada baiknya Anda mempertimbangkan kedua aspek ini. Manfaat dari pil kombinasi meliput:

  • Pencegahan kehamilan yang efektif dengan pemakaian yang tepat (99%)
    • Sekitar 8 dari 100 perempuan akan menjadi hamil dalam tahun pertama penggunaan pil karena pemakaian yang tidak tepat[7]
  • Mengurangi kram saat haid
  • Dapat melindungi pengguna dari penyakit radang panggul
  • Mengurangi risiko kanker ovarium dan endometrium
  • Dapat mengurangi frekuensi dan meringankan siklus haid
  • Memperbaiki kondisi jerawat
  • Dapat membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang
  • Mengurangi produksi androgen yang disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Melindungi dari kehamilan luar kandungan (kehamilan ektopik)
  • Mengurangi risiko anemia defisiensi besi akibat pendarahan berlebih saat haid
  • Melindungi dari kista payudara dan ovarium

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-4

4 Pertimbangkan risiko dari penggunaan pil kombinasi.

Meskipun pil kombinasi menawarkan banyak manfaat, ada sejumlah risiko yang sebaiknya Anda bicarakan dengan dokter Anda. Meskipun sebagian besar risiko ini langka, mereka juga dapat menjadi hal yang serius. Beberapa risiko ini bisa meningkat jika Anda memiliki keadaan medis tertentu atau jika Anda merokok.[8] Risiko dari pemakaian pil kombinasi meliput:

  • Tidak melindungi pengguna dari penyakit menular seksual atau HIV (Anda harus menggunakan kondom untuk melindungi diri dari hal ini)
  • Meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke
  • Meningkatkan risiko penggumpalan darah
  • Meningkatkan risiko mengalami tekanan darah tinggi
  • Meningkatkan risiko mengalami tumor hati, batu ginjal, atau penyakit kuning
  • Membuat payudara semakin sensitif
  • Mengakibatkan mual atau muntah
  • Menaikkan berat badan
  • Menimbulkan sakit kepala
  • Mengakibatkan depresi
  • Mengakibatkan pendarahan tidak reguler

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-5

5 Pertimbangkan manfaat dari pil mini.

Pil mini, atau pil progestin, memiliki manfaat lebih sedikit dari pil kombinasi. Di sisi lain, pil mini juga cenderung memiliki risiko lebih sedikit. Sebaiknya Anda berdiskusi dengan dokter Anda untuk menentukan pil mini merupakan pilihan yang baik untuk Anda atau bukan. Manfaat dari pil mini meliput:

  • Dapat dikonsumsi bahkan oleh mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti penggumpalan darah, tekanan darah tinggi, migrain, atau risiko penyakit jantung
  • Dapat dikonsumsi saat menyusui
  • Mengurangi kram haid
  • Dapat meringankan haid
  • Dapat melindungi pengguna dari penyakit radang panggul

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-6

6 Pertimbangkan risiko dari pil mini.

Meskipun risiko dari penggunaan pil mini lebih sedikit daripada pil kombinasi, tidak mustahil mengalami efek samping yang langka namun serius darinya. Berdiskusilah dengan dokter Anda untuk menentukan manfaatnya menanggulangi risikonya atau tidak bagi Anda. Risiko dari pemakaian pil mini meliput:

  • Tidak melindungi pengguna dari penyakit menular seksual atau HIV (Anda harus menggunakan kondom untuk melindungi diri dari hal ini)
  • Berpotensi kurang efektif dibandingkan pil kombinasi
  • Membutuhkan kontrasepsi tambahan jika Anda lupa meminum pil dalam selang waktu 3 jam dari waktu konsumsi pil yang sama tiap harinya.
  • Mengakibatkan pendarahan di luar haid (lebih umum terjadi dalam penggunaan pil mini ketimbang pil kombinasi)
  • Membuat payudara semakin sensitif
  • Mengakibatkan mual dan muntah
  • Meningkatkan risiko kista ovarium
  • Memiliki risiko kehamilan ektopik lebih tinggi dibandingkan pil kombinasi
  • Dapat memperbanyak jerawat
  • Meningkatkan berat badan
  • Mengakibatkan depresi
  • Membuat bulu tumbuh secara tidak biasa
  • Mengakibatkan sakit kepala

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-7

7 Pikirkan pilihan yang Anda lebih sukai terkait haid Anda.

Jika Anda cukup sehat untuk menggunakan pil KB, Anda memiliki beberapa pilihan. Jika Anda memilih pil KB kombinasi — seperti banyak perempuan lainnya — Anda bisa memilih mengurangi frekuensi siklus haid Anda jika itu yang Anda mau.

Pil dengan dosis berkelanjutan (continuous-dose pills), juga dikenal sebagai pil dengan siklus diperpanjang (extended-cycle pills), mengurangi jumlah siklus haid yang Anda alami tiap tahunnya. Seorang perempuan pengguna bisa mengalami siklus haid yang jarang, hingga empat kali saja tiap tahunnya. Bahkan, beberapa perempuan berhenti mengalami haid sama sekali.

Pil KB konvensional tidak mengurangi jumlah siklus haid yang Anda alami. Anda akan tetap mengalami haid tiap bulannya.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-8

8 Sadarilah bahwa beberapa jenis obat bisa menghambat pemakaian pil KB.

Dengan bantuan dokter, Anda dapat menentukan Anda sedang mengonsumsi obat-obatan atau suplemen yang akan menghambat keefektifan metode kontrasepsi Anda atau tidak. Obat-obatan yang diketahui menghambat keefektifan kontrasepsi hormonal seperti pil KB adalah:

  • Beberapa jenis antibiotik, termasuk penisilin dan tetrasiklin
  • Beberapa jenis obat kejang
  • Beberapa jenis obat untuk penanganan HIV
  • Obat TB
  • Tanaman St. John’s wort

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-9

9 Beri tahu dokter Anda segala jenis obat-obatan yang Anda konsumsi.

Sebelum memutuskan menggunakan suatu jenis pil KB, beri tahu dokter Anda segala obat-obatan dan suplemen yang sedang Anda gunakan. Beberapa jenis obat-obatan menghambat keefektifan pil KB, dan banyak pula yang dapat berinteraksi secara negatif dan menimbulkan efek samping. Pastikan bahwa Anda telah menyatakannya kepada dokter bila Anda mengonsumsi salah satu dari obat-obatan berikut:

  • Obat-obatan hormon tiroid
  • Benzodiazepin (seperti diazepam)
  • Obat-obatan prednison
  • Antidepresan trisiklik
  • Obat beta-blocker
  • Obat pengencer darah (seperti warfarin)
  • Insulin

Metode 2 dari 4: Memulai Jadwal Penggunaan

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-10

1 Ikuti arahan dokter. Sebaiknya Anda selalu mematuhi arahan yang diberikan oleh dokter Anda.

Pil yang berbeda memiliki ketentuan yang berbeda. Beberapa harus mulai digunakan pada waktu khusus dan beberapa harus dikonsumsi pada waktu tertentu. Mulailah dengan membaca perintah yang disediakan lalu ikuti langkah-langkah sesudahnya.

  • Jika Anda tidak menggunakan pil KB sesuai arahan, pemakaiannya bisa menjadi tidak efektif dan Anda bisa menjadi hamil.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-11

2 Jangan merokok. Dengan merokok, penggunaan pil KB menjadi sangat berbahaya bagi kesehatan Anda.

Melakukan dua hal ini secara bersamaan menjadikan risiko penggumpalan darah Anda sangat tinggi, dan hal ini dapat membunuh Anda dengan mudah. Wanita berusia di atas 35 tahun yang merokok sebaiknya tidak menggunakan pil KB kombinasi jenis apa pun.

  • Jika Anda seorang perokok, berhentilah merokok. Bahkan, merokok sesekali dalam keadaan sosial juga bisa membahayakan Anda. Jika Anda bukan seorang perokok, jangan memulai.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-12

3 Mulai konsumsi pil KB.

Tergantung jenis pil KB yang diberikan kepada Anda, ada kemungkinan bahwa Anda harus memulai penggunaan pil KB pada waktu tertentu. Jangan lupa menanyakan kepada dokter Anda waktu Anda perlu memulai penggunaan pil KB. Secara umum, Anda memiliki beberapa pilihan:

  • Anda bisa mulai menggunakan pil kombinasi pada hari pertama haid Anda.
  • Anda juga bisa mulai menggunakan pil kombinasi pada hari Minggu sesudah permulaan haid Anda.
  • Jika Anda baru melahirkan melalui vagina, Anda harus menunggu tiga minggu sebelum mulai menggunakan pil kombinasi.
  • Sebaiknya Anda menunggu sekurangnya enam minggu setelah melahirkan sebelum mulai menggunakan pil kombinasi jika Anda memiliki risiko lebih tinggi penggumpalan darah atau jika Anda menyusui.
  • Anda bisa segera mulai menggunakan pil kombinasi setelah Anda mengalami keguguran atau aborsi.
  • Selalu gunakan pak baru pil kombinasi Anda pada hari mingguan yang sama dengan pak pertama Anda.
  • Anda bisa mulai menggunakan pil mini (progestin) pada setiap saat. Jika Anda berencana melakukan sanggama melalui vagina pada 48 jam pertama setelah menggunakan pil mini, gunakanlah metode lain sebagai kontrasepsi tambahan.
  • Anda harus meminum pil mini pada “waktu yang sama tiap harinya”. Pilihlah waktu yang tepat agar Anda selalu ingat untuk meminum pil, seperti tepat setelah Anda bangun atau sebelum Anda tidur.
  • Anda bisa segera mulai menggunakan pil mini setelah Anda mengalami keguguran atau aborsi.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-13

4 Sadarilah bahwa terdapat kemungkinan hamil dalam beberapa kasus.

Jika Anda mulai menggunakan pil KB dari hari pertama haid Anda, pil akan lebih efektif melindungi Anda dari kehamilan dengan segera. Jika Anda mulai menggunakan pil KB pada hari yang lain, kemungkinan Anda hamil setelah melakukan sanggama tanpa pelindung lebih besar .

  • Jika Anda mulai menggunakan pil pada hari Minggu setelah haid Anda dimulai, sebaiknya Anda menggunakan metode kontrasepsi tambahan selama 7 hari sesudahnya.
  • Jika Anda memulai jadwal penggunaan Anda pada waktu lain, Anda bisa membutuhkan waktu hingga satu bulan penuh sebelum pil KB sepenuhnya efektif.
  • Untuk mencegah kehamilan, jika Anda tidak mulai menggunakan pil KB dalam rentang 5 hari setelah haid Anda dimulai, sebaiknya Anda menggunakan metode kontrasepsi tambahan selama satu bulan penuh, atau selama satu siklus penuh penggunaan pil.

Metode 3 dari 4: Menggunakan Pil KB

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-14

1 Minum pil pada waktu yang sama tiap harinya.

Anda bisa meminumnya di pagi atau malam hari, namun sebagian besar wanita menemukan bahwa mereka lebih ingat meminum pil di malam hari karena rutinitas malam biasanya tidak bervariasi sebanyak rutinitas pagi hari. Jika Anda gagal meminum pil pada waktu yang sama tiap harinya, Anda bisa mengalami bercak darah dan Anda tidak memperoleh perlindungan sebaik semestinya.

  • Jika Anda menggunakan pil mini, Anda harus meminum tiap pil dalam rentang 3 jam yang sama tiap harinya. Bila tidak melakukannya, Anda harus memiliki metode kontrasepsi tambahan selama 48 jam ke depan. Sebagai contoh, jika Anda biasa meminum pil pada jam 8 malam, namun Anda lupa melakukannya hingga tengah malam, Anda sebaiknya meminum pil sesegera mungkin, namun tetap menggunakan metode kontrasepsi tambahan, misal kondom, untuk 48 jam ke depannya.
  • Menyetel alarm pada ponsel untuk mengingatkan Anda meminum pil atau meletakkan pil di samping sikat gigi bisa membantu Anda mengingat jika Anda seorang pelupa.
  • Bahkan, beberapa app ponsel dapat mengingatkan Anda untuk meminum pil KB, seperti myPill dan Lady Pill Reminder.
  • Minumlah pil sekitar setengah jam sesudah makan untuk menghindari mual.[30]

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-15

2 Kenalilah jenis pil yang Anda gunakan.

Pil kombinasi hadir dalam beberapa “fasa” berbeda. Untuk beberapa jenis, kadar hormon yang terkandung dalam pil berubah sepanjang bulan. Jika Anda mengonsumsi pil selain pil monofasik, mungkin terdapat instruksi tambahan yang khusus untuk pil yang Anda konsumsi jika Anda melewatkan jadwal penggunaan pil.

  • Pil monofasik mengandung kadar estrogen dan progestin yang sama dalam tiap pil. Jika Anda lupa meminum pil dalam suatu saat, segeralah minum pil begitu Anda ingat. Minumlah pil untuk hari berikutnya pada saat yang biasa. Contohnya adalah Ortho-cyclen, Seasonale, dan Yaz.
  • Pil bifasik mengubah kadar estrogen dan progestin sekali tiap bulannya. Contohnya adalah Kariva dan Mircette Ortho-Novum 10/11.
  • Pil trifasik mengubah kadar estrogen dan progestin tiap 7 hari pada tiga minggu pertama penggunaan pil. Contohnya adalah Ortho Tri-Cyclen, Enpresse, dan Cyclessa.
  • Pil kuadrifasik mengubah kadar estrogen dan progestin empat kali dalam satu siklus. Contohnya adalah Natazia, satu-satunya pil kuadrifasik yang boleh diresepkan di Amerika Serikat.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-16

3 Minum pil kombinasi sesuai jadwal yang Anda pilih.

Pil kombinasi Anda bisa merupakan jenis konvensional atau dosis berkelanjutan (atau diperpanjang). Tergantung jenis pil yang telah Anda pilih, mungkin Anda akan mengonsumsi pil yang berbeda pada saat yang berbeda tiap bulannya. Mengaculah pada instruksi yang disediakan bagi Anda.

  • Untuk pil kombinasi 21 hari, Anda akan meminum satu pil pada waktu yang sama tiap harinya selama 21 hari. Selama 7 hari, Anda tidak akan meminum pil. Biasanya pada waktu ini Anda akan mengalami haid. Setelah 7 hari, Anda akan memulai pak pil yang baru.
  • Untuk pil kombinasi 28 hari, Anda akan meminum satu pil pada waktu yang sama tiap harinya selama 28 hari. Beberapa pil tidak mengandung hormon atau hanya mengandung estrogen. Anda akan mengalami pendarahan selama 4 hingga 7 hari saat meminum pil tersebut.
  • Untuk pil kombinasi 91 hari (3 bulan), Anda akan meminum satu pil pada waktu yang sama tiap harinya selama 84 hari. Kemudian, Anda akan meminum pil yang tidak mengandung hormon atau hanya mengandung estrogen pada waktu yang sama tiap harinya selama 7 hari. Anda akan mengalami pendarahan dalam 7 hari saat meminum pil tersebut setiap tiga bulan sekali.
  • Untuk pil kombinasi 1 tahun, Anda akan meminum satu pil pada waktu yang sama tiap harinya selama satu tahun penuh. Anda bisa mengalami haid lebih jarang, atau bahkan berhenti mengalami menstruasi sama sekali.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-17

4 Biarkan tubuh Anda menyesuaikan diri dengan pemberian hormon.

Ingat bahwa Anda dapat mengalami gejala menyerupai kehamilan selama satu bulan pertama sembari tubuh Anda menyesuaikan diri dengan pemberian hormon (payudara membengkak, puting sensitif, bercak darah, rasa mual). Beberapa jenis pil KB juga dapat menghentikan sama sekali haid Anda, maka pastikan Anda dan dokter Anda sudah sepenuhnya paham jenis pil yang Anda gunakan agar Anda bisa memperkirakan gejala yang mungkin Anda alami.

  • Jika Anda khawatir bahwa Anda telah hamil, Anda bisa menggunakan alat uji kehamilan di rumah. Alat uji akan tetap akurat meskipun Anda sedang menggunakan pil KB.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-18

5 Waspadai kemunculan bercak darah.

Waspadai kemunculan bercak darah atau pendarahan di luar haid jika Anda menggunakan pil yang dirancang untuk mencegah Anda dari mengalami menstruasi setiap bulan. Bahkan, pil yang memungkinkan Anda mengalami haid dapat menimbulkan bercak darah. Hal ini wajar. Tubuh Anda membutuhkan sejumlah waktu untuk menyesuaikan diri dengan jadwal baru, bercak darah akan berhenti terjadi sebelum 6 bulan berlalu.

  • Bercak darah atau pendarahan di luar haid lebih sering terjadi dengan pil kombinasi dosis rendah.
  • Pendarahan juga lebih sering terjadi jika Anda melewatkan satu hari penggunaan pil atau Anda tidak meminum pil pada waktu yang sama tiap harinya.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-19

6 Pastikan bahwa Anda menyetok ulang sebelum kehabisan.

Tentu Anda tidak akan mau kehabisan pil, maka pastikan Anda telah menjadwalkan pertemuan dengan dokter sebelum Anda perlu menyetok ulang. Umumnya, Anda sebaiknya menjadwalkan pertemuan ketika Anda hanya memiliki dua pak tersisa dari resep sebelumnya.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-20

7 Cobalah kontrasepsi baru jika percobaan pertama tidak sesuai untuk Anda.

Jangan sungkan mencoba merek berbeda atau metode kontrasepsi yang lain. Berbincanglah dengan dokter mengenai merek pil yang lain jika Anda terganggu oleh gejala pra-menstruasi (PMS) atau efek samping dari pil tertentu yang Anda gunakan. Selain itu, terdapat banyak metode kontrasepsi selain pil KB, lebih mudah berurusan dengan beberapa di antaranya.

  • Kontrasepsi menggunakan hormon yang lain meliput koyo KB (patch) yang menggabungkan estrogen dan progestin, serta cincin vagina..
  • Beberapa metode kontrasepsi yang tahan lama dan sangat efektif meliput alat KB spiral (IUD), susuk KB, dan suntik KB.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-21

8 Waspadai reaksi negatif dari obat yang digunakan.

Berhenti menggunakan pil jika Anda mengalami sakit kuning, sakit di bagian perut, dada, atau kaki, sakit kepala yang hebat, atau masalah penglihatan. Anda terutama harus waspada terhadap masalah yang bisa timbul jika Anda merokok. Sebaiknya Anda berhenti merokok saat menggunakan pil KB. Menjalani keduanya sekaligus bisa meningkatkan risiko komplikasi kesehatan, seperti penggumpalan darah.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-22

9 Ketahuilah saat Anda perlu mengunjungi dokter.

Pil KB memang tidak luput dari beberapa risiko. Jika Anda mengalami salah satu dari gejala berikut, hubungi dokter sesegera mungkin:

  • Sakit kepala yang hebat dan konsisten
  • Penglihatan yang berubah atau hilang
  • Aura (melihat garis terang dan menyilaukan)
  • Mati rasa
  • Sakit dada yang hebat
  • Kesulitan bernapas
  • Batuk darah
  • Pening atau pingsan
  • Rasa sakit yang hebat pada betis atau paha
  • Kulit atau mata yang menguning (sakit kuning)

Metode 4 dari 4: Menangani Kasus Pil yang Terlewat

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-23

1 Usahakan tidak pernah melewatkan pil namun lakukan kompensasi jika Anda melakukannya.

Saat Anda lupa meminum suatu pil, segeralah meminum pil begitu Anda ingat dan minumlah pil berikutnya pada jadwal yang biasa. Beberapa jenis pil kombinasi, terutama pil multifasik, dapat memiliki instruksi tambahan yang harus Anda ikuti.

  • Untuk sebagian besar jenis pil KB, jika Anda lupa meminum pil hingga hari berikutnya, sebaiknya Anda meminum 2 pil pada hari tersebut.
    Jika Anda lupa meminum pil KB selama 2 hari, minumlah 2 pil pada hari pertama
  • Anda mengingatnya kemudian 2 pil pada hari berikutnya.
  • Jika Anda melupakan pil pada saat apa pun dalam siklus Anda, sebaiknya Anda menggunakan metode kontrasepsi tambahan seperti kondom hingga Anda menghabiskan satu pak pil.
  • Jika Anda lupa meminum pil pada minggu pertama penggunaan pak, mungkin Anda perlu menggunakan metode kontrasepsi darurat untuk mencegah kehamilan.
  • Jika Anda menggunakan pil progestin (ketimbang pil kombinasi), sangatlah penting bagi Anda untuk meminumnya pada waktu yang sama setiap harinya. Meminumnya pada waktu yang berbeda hanya beberapa jam saja bisa membuat Anda berpotensi hamil.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-24

2 Hubungi dokter.

Jika Anda tidak tahu langkah pasti setelah melewatkan satu pil, atau Anda ingin tahu Anda perlu mempertimbangkan penggunaan kontrasepsi darurat atau tidak, hubungi dokter. Beri tahu secara persis hal yang terjadi kepada dokter (jumlah pil yang Anda lewatkan, jumlah harinya, dll.)

  • Cara Anda memperlakukan pil yang terlewatkan atau terlupakan bergantung pada jenis pil yang Anda gunakan. Oleh karena itu, menghubungi dokter Anda tidak pernah menjadi ide yang buruk.

728px-Use-Birth-Control-Pills-Step-25

3 Pertimbangkan alternatif lain saat Anda sakit.

Gunakan metode kontrasepsi lain jika Anda sedang sakit dan mengalami muntah atau diare, karena hal ini berarti pil tidak berdiam cukup lama dalam saluran pencernaan untuk menghasilkan efeknya.

  • Jika Anda mengalami muntah atau diare dalam rentang 4 jam setelah meminum pil, kemungkinan besar pil tersebut tidak efektif melindungi Anda dari kehamilan. Gunakan kontrasepsi tambahan seperti dalam kasus pil yang terlewatkan.[48]
  • Jika Anda mengalami gangguan makan dan menggunakan obat pemicu muntah atau pencahar, kecil kemungkinan obat kontrasepsi oral efektif bagi Anda. Gunakan metode kontrasepsi tambahan.[49] Hubungi dokter Anda atau ahli kesehatan mental untuk bantuan lebih lanjut.

Tips

  • Selalu beri tahu penyedia layanan kesehatan yang memberikan tindakan kepada Anda jika Anda menggunakan pil KB atau telah meminum pil pascasanggama (morning after pill), termasuk penyedia layanan kesehatan yang menurut Anda tidak akan perlu tahu, seperti dokter gigi.
  • Anda tidak perlu merasa takut menggunakan pil KB. Risiko kesehatan yang dimilikinya jauh lebih sedikit daripada risiko yang bisa Anda alami saat hamil.

Peringatan

Jika Anda melewatkan jadwal pil, segeralah hubungi dokter Anda. Jika Anda tidak mengikuti arahan untuk pil yang Anda gunakan, Anda berpotensi hamil.

Source: wikiHow

 

Pil KB – Manfaat, Efek Samping, dan Kontraindikasinya

PASUTRI 150

 

 

Adakah Manfaat Pil KB Selain Mencegah Kehamilan?

Pil KB tidak hanya mencegah kehamilan, tetapi juga memiliki beberapa manfaat kesehatan. Beberapa manfaat kesehatan dari pil KB antara lain:

  1. Periode menstruasi yang teratur dan ringan. Pil KB dapat membantu mengatur siklus menstruasi sehingga periodanya sekitar 28 hari. Pil KB juga menyebabkan haid yang lebih ringan.
  2. Kulit yang lebih bersih. Pil KB dapat memperbaiki kulit berjerawat. Hormon-hormon yang terdapat dalam pil KB umumnya dapat menghentikan pembentukan jerawat. Namun efek ini biasaya baru terlihat beberapa bulan setelah penggunaan pil KB.
  3. Mengurangi kram. Pil KB dapat mengurangi bahkan menghilangkan kram yang sering terjadi pada saat menstruasi.
  4. Manfaat lainnya. Pil KB mengurangi resiko anemia, karena pil KB dapat mengurangi pendarahan menstruasi. Pil KB juga mengurangi resiko kanker endometrium (kanker selaput lendir rahim), kanker rahim, dan kista rahim. Pil KB juga melindungi tuba fallopi terhadap penyakit radang panggul (pelvic inflammatory diseases, PID). Pil KB juga mencegah terjadinya kehamilan di luar rahim.

Efek Samping Penggunaan Pil KB

Kebanyakan wanita yang menggunakan pil KB tidak mengalami efek. Namun ada juga wanita yang mengalami menstruasi yang tidak teratur, mual, sakit kepala, atau perubahan berat badan. Masing-masing jenis pil KB mungkin memberikan efek samping yang berbeda. Beberapa efek samping yang mungkin dialami pengguna pil KB adalah:

  • Pendarahan (spotting). Ini dapat terjadi selama minggu pertama sampai minggu ketiga sejak penggunaan pertama pil KB atau jika anda lupa minum pil KB tersebut. Jika pendarahan semakin parah atau berlangsung lebih dari tiga hari padahal anda telah nenggunakannya selama beberapa bulan, sebaiknya segera hubungi dokter anda.
  • Mual. Mual sering terjadi ketika anda pertama kali mulai menggunakan pil KB, dan biasanya akan lenyap dalama beberapa hari. Hal ini biasanya jarang terjadi jika anda minum pil KB setelah makan malam atau anda makan snack sebelum tidur.
  • Sakit Kepala. Sakit kepala dapat terjadi karena stress, kurang tidur, infeksi sinus, atau migraine. Pil KB dapat membuat sakit kepala lebih baik atau lebih buruk. Jika dokter anda menduga sakit kepala anda disebabkan karena pil KB, ia akan membuat resep pil kontrasepsi dengan jumlah estrogen yang lebih kecil atau meminta anda menghentikan penggunaan pil KB untuk sementara waktu.
  • Perubahan Mood. Emosi naik dan turun dapat terjadi dan sebenarnya sangat jarang disebabkan oleh pil KB. Berolahraga dan makan makanan sehat dapat membantu disamping konsultasi dengan dokter. Biasanya dokter dapat membantu jika anda menjelaskan kondisi yang anda alami.
  • Payudara sakit atau membesar. Sangat jarang terjadi, payudara menjadi lebih lembek dan/atau membesar.
  • Perubahan berat badan. Ada wanita yang mengalami kenaikan berat badan dan ada pula wanita yang mengalami penurunan berat badan setelah menggunakan pil KB.
  • Pembekuan darah. Pembekuan darah di kaki atau di paru-paru merupakan efek samping serius yang sangat jarang terjadi. Jika anda tiba-tiba mengalami nyeri atau pembengkakan di kaki atau sesak napas dan nyeri dada, segera ke dokter untuk diperiksa. Jika anda pernah mengalami penggumpalan darah di kaki anda tidak boleh minum pil KB.

Jika efek samping terjadi, biasanya efek tersebut ringan dan hilang dengan sendirinya dalam tiga atau empat siklus pertama. Jika anda mengalami efek samping segera hubungi dokter anda untuk mendapatkan penjelasan. Jika efek samping tersebut membuat anda tidak nyaman atau efek tersebut tidak segera hilang, dokter anda mungkin menyarankan untuk mengganti pil KB anda dengan pil KB jenis lainnya.

Kontraindikasi Menggunakan Pil KB Kombinasi

Orang-orang dengan kondisi berikut tidak boleh menggunakan pil KB:

  • Pernah mengalami pembekuan darah
  • Sakit kepala migraine dengan aura (migraine dengan “melihat” bintik atau cahaya silau atau kesulitan melihat 5 sampai 30 menit sebelum sakit kepala terasa), atau gejala kelainan syaraf seperti mati rasa atau tidak bisa bicara.
  • Penyakit jantung tipe tertentu
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan pengobatan medis
  • Pernah mengalami penyakit kuning (jaundice) saat hamil

 

Related Posts

  1. Tips Memilih Alat Kontrasepsi Yang Aman
  2. Ini 9 Hal yang Harus Wanita Ketahui Soal Alat Kontrasepsi
  3. Wanita-wanita yang Tak Boleh Pakai KB Hormonal
  4. Sudah Minum Pil KB Kok Masih Hamil?