Category Archives: Cara Bercinta Aman Saat Hamil

Cara Berhubungan Suami Istri Saat Hamil berdasarkan Usia Kehamilan

KHUSUS PASUTRI


Tips-Dan-Cara-Hubungan-Seks-Suami-Istri-Saat-Hamil

Berhubungan Suami Istri Saat Hamil biasanya dihindari Karena merasa takut akan membahayakan janin yang berada di dalam kandungan. Dari banyak pembahasan termasuk di dalam blog saya sendiri telah menegaskan bahwa Hal tersebut saat hamil boleh dilakukan. Dengan catatan dokter tidak menyatakan bahwa kehamilan anda adalah kehamilan berisiko dan dengan posisi Berhubungan Suami Istri yang benar, sehingga aman untuk janin dan nyaman untuk ibu hamil.

Hormon pada ibu hamil muda biasanya akan meningkatkan libido wanita. Meningkatnya gairah Suami Istri tersebut, diimbangi oleh suami yang merasa istri lebih seksi (pantat dan payudara lebih besar) ketika sedang hamil. Orgasme atau ejakulasi juga diketahui tidak membahayakan janin atau ibu Hamil. Namun memang pada awal kehamilan banyak dokter yang melarang berhubungan badan, untuk mengurangi resiko keguguran usia kehamilan muda.

Hubungan Suami Istri saat Hamil, terutama menjelang persalinan harus dilakukan dengan sangat relaks dan berhati-hati. Biasanya dokter akan menyarankan lebih sering berhubungan badan saat mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL) untuk memperlancar proses persalinan. Bagi anda yang masih ragu untuk melakukan Seks saat Hamil, kami memberikan beberapa gambaran posisi berhubungan badan saat hamil yang aman dan nyaman berdasarkan usia kehamilan, yang diantaranya adalah:

  • Usia kehamilan muda (0-12 minggu), anda boleh melakukan posisi apapun.
  • Usia kandungan di atas 12 minggu, adalah usia yang cukup rentan terhadap kehamilan berisiko. Untuk itu sebaiknya anda berkonsultasi kepada dokter, apakah kehamilan anda termasuk berisiko atau tidak. Apabila kehamilan anda normal, sebaiknya berhubungan badan dengan posisi posisi menyamping, menungging, dan Wanita berada diatas.
  • Usia kehamilan 29-36 minggu, adalah disaat kehamilan mendekati persalinan. Pada Usia ini, sebaiknya Berhubungan Badan dengan posisi miring atau duduk (wanita diatas dan pria berbaring). Posisi menungging boleh dilakukan, dengan catatan wanita tidak merasa berat menahan perut atau merasakan sakit.

Posisi Berhubungan Badan pada tiga tingkatan usia kehamilan tersebut diatas, bertujuan untuk melindungi janin di dalam kandungan agar tidak mengalami kontraksi yang berlebihan, dan tentu untuk memberikan kenyamanan untuk ibu hamil. Dengan kehati-hatian, keharmonisan rumah tangga akan semakin erat.

Ringkasan:

  • Cara Berhubungan Suami Istri Saat Hamil yang aman dan nyaman adalah disesuaikan dengan usia kehamilan.
  • Posisi Seks miring dan wanita berada di atas, adalah posisi paling aman di berapa pun Usia Kehamilan.

Source: tips-sehat-keluarga-bunda

Cara Bercinta Yang Aman Saat Hamil

PASUTRI 150

 

25 Juni 2013

 

iOvVNDHua4

Beberapa pasangan sering beranggapan bahwa sanggama bisa membahayakan keadaan janin dalam kandungan sehingga tidak berani melakukan hubungan seks sewaktu kehamilan. Benarkah demikian?

“Wanita bisa terus melakukan hubungan seks sepanjang mereka menghendakinya tanpa harus takut membahayakan janin. Asalkan, posisi dan teknik sanggama diatur sedemikian rupa, sekreatif mungkin, agar aktivitas itu tetap berlangsung dengan nyaman, tidak membebani rahim,” jelas Dr Andri Wanananda, MS, seksolog dan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara kepada detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (3/4/2013).

Menurut Dr Andri, bagi wanita yang tengah hamil muda (di bawah 1 bulan) posisi hubungan intim yang aman adalah yang tidak membebani kandungan dalam perut. Posisinya yaitu, ‘doggie-position’ atau ‘side by side position’ (posisi miring).

Akan tetapi, bila wanita tersebut pernah mengalami keguguran sebaiknya hubungan intim ditunda sampai usia kehamilan telah masuk 16 minggu (4 bulan).

Hal yang sama juga disampaikan oleh dr M Nurhadi Rahman, SpOG, dokter kandungan yang berpraktik di RS Sardjito, Yogyakarta. Menurutnya, hubungan seks perlu dan boleh saja dilakukan saat hamil.

“Bisa pada usia kandungan berapa saja asalkan aman dan tidak menyebabkan bahaya pada ibu dan janinnya. Kalau kehamilannya normal silakan saja, tetapi kalau ada keluhan dari ibunya seperti flek atau kontraksi berulang tapi tidak melahirkan, juga atau keguguran sebaiknya tidak dilakukan,” tegas dr Nurhadi.

Mengenai posisi, dr Nurhadi mengatakan tergantung si ibu, posisi harus senyaman mungkin bagi tubuh ibu hamil. Tetapi ia mengingatkan, posisi seperti missionary (man on top) tidak diperbolehkan karena ketika lelakinya bertumpu, maka beban ibu akan semakin berat.

“Yang boleh itu doggy style, woman on top, dan posisi lain di mana wanitanya yang mengatur gerakan, sehingga ia merasa nyaman dengan kandungannya. Yang penting ibu dan kandungannya terjaga,” tutup dr Nurhadi.