Jokowi Bangun 65 Bendungan

Jokowi Bangun 65 Bendungan, Petani: Panen Bisa 2 Kali Setahun


5edcc354-ebcf-4547-83f3-cf59f7e4c3a2_169

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rencana strategisnya menargetkan pembangunan 65 bendungan dalam lima tahun. Bendungan tersebut terdiri dari

  • 16 Proyek Lama
  • 49 Proyek Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam akun instagramnya berbagi cerita mengenai pentingnya pembangunan bendungan ini. Hal tersebut seperti dilihat detikFinance pada Senin (23/7/2018).

Dalam video yang diunggahnya, Jokowi menekankan kekeringan dan kemarau panjang harus bisa diatasi. Adanya bendungan akan menjamin ketersediaan air yang menjadi kunci ketahanan pangan Indonesia.

“Tidak akan mungkin jadi bangsa yang berdaulat di bidang pangan, kalau jumlah bendungan dan saluran irigasi yang mengaliri lahan-lahan pertanian kita di seluruh penjuru tanah air sangat terbatas,” kata Jokowi.

Dalam video tersebut, seorang Petani mengaku kini dapat melakukan panen padi hingga dua kali setiap tahun lantaran ketersediaan air yang cukup melalui saluran irigasi yang ada.

“Kalau dulu nggak ada waduk itu, satu tahun hanya nanam padi sekali. Kalau sekarang ada irigasi, sudah bisa dua kali,” katanya.

Pembangunan bendungan sendiri dilakukan dalam rangka mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan. Dengan dibangunnya 65 bendungan tersebut maka ketersediaan tampungan air di Indonesia akan meningkat menjadi 19,1 miliar meter kubik dari sebelumnya yang hanya 12,6 miliar meter kubik yang berasal dari 230 bendungan yang ada saat ini.

Penambahan volume air yang bisa ditampung akan memberi pengaruh terhadap luasan areal irigasi yang diairi. Saat ini dari 7,1 juta hektar sawah, 760.000 hektar sawah atau 10,5% dari irigasi yang sumber air dari bendungan, sementara sisanya masih berasal dari air non bendungan seperti tadah hujan maupun bendung saja.

Dengan selesainya 65 bendungan tersebut, luasan sawah yang mendapat air dari bendungan bertambah 173.000 hektar atau secara total menjadi 933.000 hektar atau 13,5% yang bersumber dari air bendungan. Dengan sumber air dari bendungan, maka kebutuhan air pertanian diharapkan bisa terpenuhi sepanjang tahun.

Namun waktu yang dibutuhkan untuk membangun bendungan juga tak sebentar. Dibutuhkan waktu tiga sampai empat tahun, belum lagi waktu untuk melakukan pengisian air ke bendungan hingga mencapai kapasitas optimalnya. 

Hal ini membuat dari 65 bendungan yang dibangun, ditargetkan akan ada 29 bendungan yang selesai pada 2019 dan akan selesai seluruhnya pada 2022.

Adapun biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan 65 bendungan tersebut mencapai Rp 70,1 triliun. Berbagai skema pembiayaan dilakukan pemerintah, termasuk kerja sama dengan badan usaha/swasta hingga pinjaman dari negara lain.

Source: Eduardo Simorangkir – detikFinance – Selasa, 24 Jul 2018 10:26 WIB

 

 

 

 

 

Kementerian PUPR Bangun 134 Jembatan Gantung di 20 Provinsi tahun 2018

Tahun 2018, Kementerian PUPR Bangun 134 Jembatan Gantung di 20 Provinsi


41210002_511570635972302_2165648529278631936_o

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan jembatan gantung. Sebanyak 134 jembatan gantung akan dibangun di 20 provinsi pada tahun 2018. Keberadaan jembatan gantung yang diperuntukkan bagi pejalan kaki memiliki peran penting untuk menghubungkan atau memperpendek jarak tempuh desa terpencil ke desa lainnya maupun kantor pemerintahan yang terpisahkan karena kondisi geografis, seperti adanya sungai besar.

41124552_511570025972363_5094153992733196288_n

Program pembangunan jembatan gantung merupakan bagian dari program Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan RI. “Pembangunan jembatan gantung memang kelihatan kecil namun bisa memberikan manfaat yang besar baik untuk transportasi orang, barang dan komoditas sehingga ada efisiensi dalam biaya maupun waktu,” kata Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

41089620_511570145972351_4888108013358940160_o

Dengan hadirnya jembatan gantung, tidak perlu lagi memutar sehingga akan memperpendek jarak menuju berbagai fasilitas publik, seperti sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan, dan akses silaturahmi antar warga.

“Jembatan gantung sangat dibutuhkan dan kehadirannya disambut baik oleh masyarakat karena manfaatnya nyata. Ini untuk menggantikan yang Indiana Jones,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, di Jakarta, Kamis, 6 September 2018.

41078791_511570509305648_4467380206818033664_n

Pembangunan jembatan gantung dengan panjang antara 42 m – 120 m, dilakukan oleh Ditjen Bina Marga yang tersebar di

  • Provinsi Aceh 3 unit
  • Sumatera Utara 7 unit
  • Sumatera Barat 6 unit
  • Sumatera Selatan 2 unit
  • Jambi 4 unit
  • Riau 2 unit
  • Banten 30 unit
  • DIY 3 unit
  • Jawa Barat 23 unit
  • Jawa Tengah 9 unit
  • Jawa Timur 12 unit
  • Kalimantan Barat 4 unit
  • Kalimantan Tengah 4 unit
  • Kalimantan Timur 1 unit
  • Sulawesi Utara 4 unit
  • Sulawesi Tengah 2 unit
  • Sulawesi Selatan 8 unit 
  • Sulawesi Tenggara 2 unit
  • Nusa Tenggara Timur 4 unit
  • Papua 4 unit

Dari 134 jembatan gantung,

  • 62 unit telah terkontrak
  • 63 unit dalam proses lelang
  • 9 unit masih dalam tahap persiapan lelang

Ditargetkan 50 unit akan rampung bulan November 2018, sementara 84 lainnya pada Desember 2018. Anggaran untuk pembangunan 134 jembatan gantung tahun 2018 sebesar Rp 770,5 miliar.

Pembangunan jembatan gantung telah dilakukan oleh Kementerian PUPR sejak tahun 2015 sebanyak 10 unit di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, yakni Jembatan Kolelet Desa Kolelet Wetan, Ranca Wiru Desa Sukamekarsari, Leuwi Loa Desa Sudamanik, Cisimeut Desa Sudamanik, Cigeulis Desa Sukasari, Cidikit Kecamatan Bayah, Cicariu Kecamatan Cicariu, Bojog Apus Kecamatan Karang Anyar, Cihambali Kecamatan Cibeber, dan Cidadap Kecamatan Cibeber.

Tahun 2016 pembangunan dilanjutkan sebanyak 7 unit yakni, Jembatan Gantung Guguk Randah Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat, Kali Cipamingkis Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, Kali Senowo dan Gendelan Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah, Kali Galeh dan Soropadan Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah, dan Kuning di Kabupaten Klungkung Provinsi Bali.

Tahun 2017 dibangun 13 unit jembatan gantung, yakni

  • Jawa Tengah
    • Jembatan Gantung Sudisari I  
    • Glagah di Kabupaten Magelang 
    • Gadingan Kabupaten Sukoharjo 
    • Slada Kabupaten Brebes 
    • Pasir Puncu Kabupaten Purworejo 
    • Rahayu Kabupaten Kebumen 
    • Kradenan dan Pulokulon di Kabupaten Grobogan 
  • Wanagama Kabupaten Gunung Kidul DI Yogyakarta,
  • Jawa Timur
    • Desa Parakan dan Watulimo di Kabupaten Trenggalek 
    • Tanggul Welahan Kabupaten Tulungagung 
  • Welamusa Kabupaten Ende Timur NTT 

Menteri Basuki juga memastikan bahwa pembangunan jembatan gantung tidak akan terpengaruh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika. Material yang digunakan dalam pembangunan jembatan gantung merupakan material produksi dalam negeri. 

Biro Komunikasi Publik
Kementerian PUPR

Dikebut Sejak 2014, Inilah Capaian Pembangunan Infrastruktur Presiden Jokowi

16-03-24_Presiden Jokowi Patroli dengan Mobil RI-1 Tinjau Lanjutan Pembangunan Tol Balikpapan Samarinda-1-small

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggenjot pembangunan infrastruktur sejak awal kabinet berjalan. Pembangunan infrastruktur dikebut untuk meningkatkan daya saing Indonesia yang selama ini sudah cukup tertinggal dibanding negara berkembang di kawasan lainnya.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diterima detikFinance, seperti dikutip Jumat (3/8/2017), beberapa capaian yang telah diraih dalam pembangunan infrastruktur terdiri dari pembangunan jalan baru, jalan perbatasan, jalan tol, jembatan, bendungan, hingga perumahan.

Pada bidang ketahanan air dan pangan, hingga kini telah diselesaikan 7 bendungan, di antaranya Bendungan Jatigede, Titab, Nipah, Bajulmati, Rajui, Paya Seunara, dan Teritip. Selain itu telah dilakukan pembangunan 265.000 hektar jaringan irigasi baru dan rehabilitasi 1,05 juta ha jaringan irigasi.

Di bidang konektivitas, telah diselesaikan pembangunan 2.623 km jalan baru, termasuk di dalamnya Jalan Trans Papua, perbatasan Papua, Trans Kalimantan, perbatasan Kalimantan, dan perbatasan NTT.

Sedangkan untuk jalan tol, hingga akhir 2016 ada 176 km jalan tol baru yang telah dioperasikan. Sedangkan hingga akhir 2017 ini, diharapkan ada tambahan jalan tol baru yang dioperasikan sepanjang 392 km, yang terdiri dari Jalan Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera.

“Sebagian besar di antaranya masih terus kami perjuangkan untuk dapat dituntaskan sebelum tahun 2019 yang akan datang,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Pemerintah juga tengah membangun jembatan baru sepanjang 29.859 meter, seperti Jembatan Tayan di Kalbar, Jembatan Merah Putih di Ambon, dan Jembatan Soekarno di Manado, Jembatan Teluk Kendari di Sultra dan Holtekamp di Jayapura.

Dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan permukiman, telah dimulai pekerjaan Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) Umbulan di Jawa Timur yang gagasannya telah dimulai sejak tahun 80-an. Pengerjaannya berhasil dimulai melalui skema KPBU sehingga mengurangi beban APBN. Ke depan, juga akan dilakukan kontrak 3 KPBU SPAM lainnya, yakni di Karian, Semarang Barat dan Bandar Lampung.

Sementara untuk pengembangan kawasan perbatasan sebagai embrio pusat pertumbuhan wilayah, pemerintah telah menyelesaikan renovasi 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, yaitu Skouw di Papua, Entikong, Badau, dan Aruk di Kalbar serta Mota’ain, Motamasin, dan Wini di NTT.

Di bidang perumahan, pada 2015 telah terbangun 699.770 unit rumah, sedangkan di 2016 ada 805.169 unit rumah.

Infrastructure Development

70-tahun-indonesia-merdeka-pemerintah-jangan-meninabobokan-masyarakat-egj2spa9zg logo-hut-ri-72-tahun-indonesia-kerja-bersama 100x88

Berikut adalah pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam rangka membangun Negara utk mengejar ketinggalan yang dialami oleh Indonesia selama RI Merdeka 17 Agustus 1945. Pembangunan akan dimulai tahun 2014 dan diharapkan selesai pada akhir masa jabatan Presiden Jokowi tahun 2019.

Laporan Pembangunan Infrastruktur Tahunan 2014-2019


Progres Pembangunan Infrastruktur


Pembangunan Bendungan


Pembangunan Tanggul Pantai Jakarta


Pembangunan Jalan Tol


Jalan Tol Trans Jawa

Jalan Tol Trans Sumatera

Pembangunan Jalur Kereta

Pembangunan Jembatan