Category Archives: On The News

Rayuan Pak Dhe Jokowi Berbuah Manis, Akhirnya Jack Ma Mau Menjadi Penasihat E-commerce Indonesia

BY ANDIK PRIYANTO.SeWord ON AUGUST 23, 2017

NEWS-UPDATE-NEW

jackma

Menkominfo Rudiantara dan Jack Ma, Kompas.com

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Jack Ma? Saya rasa hampir semua orang mengenal sosok yang satu ini. Jack Ma merupakan pendiri salah satu perusahaan e-commerce terbesar Alibaba.com dan juga pernah menjadi orang terkaya nomor satu di Tiongkok pada 2014.

 Sungguh orang yang hebat dan sangat berpengalaman kan? Wajar jika sampai saat ini banyak sekali yang ingin belajar dan “mencuri” ilmu darinya.  Banyak sekali yang penasaran dengan rahasia yang sudah dilakukan oleh Jack Ma untuk bisa meraih kesuksesan yang fantastis tersebut.

Tidak terkecuali dengan presiden negara kita yakni Pak Dhe Jokowi. Bahkan pada tahun 2016 kemarin Presiden Jokowi menyempatkan bertemu Jack Ma, acara kunjungan ke kantor pusat Alibaba di kota Hangzhou, China, tersebut sebagai bagian dari kehadiran Presiden Jokowi di pertemuan G20 di China.

Pertemuan Presiden Jokowi dengan para petinggi Alibaba tersebut membahas pembentukan platform perdagangan elektronik atau electronic world trade platform (eWTP) untuk membantu UKM meraih sukses dalam perdagangan dunia melalui inkubasi peraturan yang memungkinkan perdagangan antar negara.

Selama kunjungan, Presiden Jokowi banyak ditunjukkan layanan online termutakhir yang tengah dikembangkan untuk para pengguna berbagai unit bisnis Alibaba, termasuk platform wisata online Alitrip, serta teknologi belanja online virtual reality.

Nah setelah melihat begitu banyak peluang dan ide-ide yang mungkin bisa dicontoh untuk dikembangkan di Indonesia. Presiden Jokowi pun akhirnya mengajak Jack Ma untuk bergabung menjadi penasihat steering committee roadmap e-commerce Indonesia.

Dalam kunjungan tahun 2016 itu, Jack Ma sendiri sudah menyetujui tawaran dari Presiden Jokowi. Namun saat itu semua masih disampaikan secara lisan. Namun Jack Ma sudah menunjukkan ketertarikannya untuk bergabung.

Dan akhirnya tawaran tersebut berbuah manis, yang mana akhirnya Jack Ma resmi untuk setuju bergabung menerima tawaran Presiden Jokowi, seperti yang telah dijelaskan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, yang mendampingi Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution saat bertemu dengan Jack Ma di Beijing kemarin pada tanggal 22 Agustus 2017.

Bravo Presiden Jokowi, Ide yang sangat brilian menurut saya untuk mendatangkan orang yang benar-benar ahli dan perpengalaman dalam dunia e-commerce untuk berbagi ilmu dan pengalamannya untuk pengembangan dunia bisnis e-commerce di Indonesia.

Setelah saya coba mencari-cari info dari Jack Ma, ternyata Jack Ma sendiri sebelumnya pernah menjabat sebagai ketua satuan tugas Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di B20, sebuah badan perumus kebijakan di bawah G20.

Terkait dengan pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), Presiden Jokowi mengatakan bahwa ia memiliki pandangan yang sama dengan Jack Ma terkait pentingnya dukungan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Mungkin karena kesamaan pikiran untuk mengembangkan UKM tersebutlah yang pada akhirnya membuat Jack Ma tertarik dan menyetujui untuk bergabung bersama Presiden Jokowi. Terlepas dari benar tidaknya namun dalam pandangan saya memang sosok Jack Ma dan Presiden Jokowi ini punya kesamaan.

Yakni awalnya sama-sama berasal dari keluarga golongan bawah, mencoba bangkit dan akhirnya sukses besar. Dan keduanya juga sama-sama menunjukkan sikap kepeduliannya terhadap pengembangan UKM. Sangat klop bukan?

Saya sangat mengapresiasi terkait kerja sama antara Presiden Jokowi dan Jack Ma yang sudah terjalin. Ini merupakan kesempatan langka yang bisa dimanfaatkan pihak Indonesia guna mempelajari e-commerce lebih jauh lagi. Sehingga kedepannya mampu mendorong pemasaran produk-produk UKM dan kreator muda Indonesia.

Jika kemudian hari muncul banyak anggapan bahwa dengan kerjasama ini Indonesia akan menjadi antek China. Ataupun muncul berita hoax yang mengatakan bahwa ini adalah langkah Cina untuk menguasai bisnis e-commerce di Indonesia. Saya rasa itu adalah tuduhan bodoh yang tanpa dasar.

Sekali lagi ini adalah kesempatan langka yang harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan Indonesia. Kapan lagi kita bisa “berguru” pada orang hebat yang sudah terbukti dan punya kepedulian dalam pengembangan UKM? mari berfikir positif, jangan karena ada hubungannya dengan China lantas kita menjadi sempit dalam pemikiran.

Belajar itu boleh kepada siapapun asal kita bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan menjadikan kita lebih maju. Jangan memandang suku bangsa dan golongan. Jika kita terus terkurung dalam pikiran sempit yang membatasi kita untuk berkembang, mending singkirkan saja.

Nah bagaimana menurut pandangan pembaca seword terkait kerjasama ini?

 

Kongres Diaspora Indonesia Ke-4 (CID4) di Jakarta, 1-4 Juli 2017

Dikutip dari berita indomesia 22 Juni 2017

diaspora-800x445

Kongres Diaspora Indonesia Ke-4 (CID4) di Jakarta, 1-4 Juli 2017

Kongres Diaspora Indonesia adalah perhelatan yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali oleh Indonesian Diaspora Network Global (IDNG). Jaringan ini dibentuk sewaktu Kongres Diaspora Indonesia yang pertama di Los Angeles, tahun 2012 lalu.

Kongres keempat ini akan dilaksanakan selama empat hari, dari tanggal 1-4 Juli 2017, dengan tema “Bersinergi Bangun Negeri”. Kongres ini akan dihadiri diaspora Indonesia dari seluruh penjuru dunia untuk membahas berbagai isu ekonomi dan sosio-budaya dengan tujuan meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia di tanah air maupun luar negeri.

Kongres kali ini menjadi penting, dengan kehadiran mantan Presiden Barack Obama. “Kami merasa terhormat dapat menyambut Obama kembali ke Jakarta untuk menyampaikan pidato keynote di Konvensi,” kata Dr. Dino Patti Djalal, Ketua Board of Trustees Indonesian Diaspora Network Global (IDNG). “Obama selama ini adalah sahabat sejati Indonesia. Beliau adalah inspirasi bagi masyarakat Indonesia dan sekitar delapan juta orang Indonesia di luar negeri yang terhitung sebagai diaspora,” sambungnya.

Setelah sambutan pembukaan, untuk pertama kalinya Kongres akan mengadakan konvensi selama satu hari yang bersifat terbuka untuk umum. Konvensi terdiri dari 12 sesi yang menghadirkan pembicara-pembicara ternama dari berbagai kalangan di Indonesia; pejabat pemerintah, tokoh korporat, pemuka agama, politisi, selebriti, seniman, aktivis, atlet, inovator, akademisi, pemimpin muda, dan lainnya. Konvensi ini diperkirakan menjadi pertemuan diaspora Indonesia terbesar, dengan sekitar 9000 peserta yang datang dari dalam maupun luar negeri.

Dari Australia juga akan hadir pembicara & panelis: Iwan Sunito (Sydney), Iwan Wibisono (Melbourne) dan juga pemenang MKR 2016 Tasia dan Gracia (Melbourne). IDN Australia yang dipimpin Andrian Wiguna (Adelaide) juga akan mempresentasikan kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan selama ini, baik di tingkat National chapters, juga di local-local chapters.

(by Frans Simarmata)

Ahok is a new inspiration for Jakarta

Ahok, Basuki Tjahaja Purnama, Indonesia, inspiration, Jokowi, Megawati, motivation, PDIP, Sukarno, Teman Ahok. By universal-inspiration.

If you believe, every decade there will be someone who was born to inspire a lot of people around, and even can affect millions of people nationally and globally. Indonesia also fortunate because it is blessed with Sukarno and Hatta who have fought and proclaimed the independence of Indonesia on August 17, 1945. Sukarno had become a magnet in Asia and Africa, so that inspired many nations in the region to independence from foreign occupation and colonialism.

Now, in the digital and smartphones era, someone who could bring winds of change are also needed. After Sukarno, Indonesia has Jokowi and Ahok who have the vision to build a better Indonesia. He came from Solo, a small town in Central Java. He started life as a businessman and export of furniture products to many countries.

ahok-inspiration

He was interested in politics and became mayor of Solo in the two periods. Not finished his second term, Jokowi asked by Megawati Sukarno Putri, chairman of the Democratic Party of Struggle (PDIP) to be nominated as Governor of Jakarta, Indonesia’s capital.

Joko Widodo or Jokowi also choose Tjahaja Basuki Purnama aka Ahok as deputy governor. They won office as governor. They do a lot of changes in this metropolitan city. Towards 2014, Jokowi again requested by Megawati for become a candidate for president of Indonesia. Happen very tough competition with main rival General Prabowo from Gerindra. Eventough with a simple appearance, but with a very interesting campaign programs, Jokowi was elected as the new president of Indonesia in 2014.

jokowi-ahok-blusukan-bareng

Meanwhile Ahok, the deputy governor of Jokowi, was finally inaugurated as Governor of Jakarta to replace Jokowi also sworn in as president. Ahok inauguration has been plagued by political opponents, but the people of Jakarta to reject any hindrance from the elites of the opposition party. People Jakarta has enjoyed a lot of fundamental changes that have been made by Jokowi along with Ahok.

Ahok is also a descendant of Chinese immigrants. Ahok family is businessman in the island, and is highly respected by the surrounding community, so Ahok elected as regent of East Belitung, and eventually became a member of the House of Representatives in Jakarta. Subsequent career was as a deputy governor of Jakarta, and replace Jokowi as governor until today.

Meanwhile Ahok, deputy governor of Jokowi, was finally inaugurated as Governor of Jakarta to replace Jokowi also sworn in as president. Ahok inauguration has been plagued by political opponents, but the people of Jakarta to reject any hindrance from the elites of the opposition party. People Jakarta has enjoyed a lot of fundamental changes that have been made by Jokowi along with Ahok. They believe that Ahok will be able to continue the vision and missions undertaken by Jokowi.

jakarta-by-night

As Jokowi, Ahok also come from a small island in North Sumatra, Bangka Belitung. Basuki Purnama Tjahaja alias Ahok, is a political figure who is simple, outspoken, tough, and a little easily angered towards something goes wrong in the bureaucracy. He was also very firm to run the Jakarta government regulations. There are many problems and complexities in the previous decade can be resolved very firmly by Ahok.

Certainly Ahok lot of resistance from the bureaucracy, political opponents, activists and civil society organizations who do not like the policy of Ahok, especially for curb certain areas in Jakarta were occupied illegally by society, even by thugs and officials who decades became patron thugs or preman. As well as Jokowi, Ahok was very exasperated with the corrupt behavior of bureaucrats, and businessmen who pay bribes to civil servants in local government.

Ahok is very outspoken when commenting on irregularities in the administration. He firmly mutated officials or government employees who worked incompetence. If there is a proven accept bribes or corruption, then they fired faster than in the government in the previous five years.

When Ahok evict squatters in a specific location around Jakarta, Ahok indeed act decisively. Ahok is certain to be much resistance from activists, artists, and even lawyers, and sometimes there is interference from human rights organizations. However, Ahok always had appropriate solutions. Ahok will provide flats belonging to the Jakarta government to the people who have been relocated. People are given three free months for occupy the flat and pay rent is very affordable after three months. They were also given a bed, refrigerator and other supporting facilities.

There are many changes and order were successfully carried out by Ahok. Bureaucracy in Jakarta from the central to the mayor’s office – districts and villages has now changed, and better serve the needs of the community more quickly than five years ago. Officials in Jakarta has not dared to take bribes or commit extortion.

Ahok is understood that to be the governor with a background in the Chinese and Christian in Muslim majority such as Jakarta is not easy. However, Ahok never walk alone. Apparently, the majority of people in Jakarta loved Ahok because he is honest, assertive and anti-corruption, although there are certain political elite intend to drive Ahok that serve as a corruption suspect.

mrt-for-jakarta

Ahok considered to have been an inspiration for government that is transparent, accountable and maximizing digital technology for run the government, so it can detect early Ahok for find any irregularities in the bureaucracy.

Ahok also dare to resign from Gerindra, and run for a second term in 2017. He ran as an independent candidate. Nonetheless, there are two smaller parties that support Ahok, namely Nasdem Party and Hanura. Ahok has accumulated more than 800 thousand citizens of Jakarta ID card, as a condition for an independent candidate. Volunteers such as “Teman Ahok”, are sure to be collected one million ID cards in the near future, and it exceeds the terms and conditions of the Election Commission (KPU).

megawati-jokowi-dan-ahok

As someone who has successfully run the government in Jakarta, is very strange that the PDI-P did not participate to support Ahok the Jakarta governor election in 2017. With a unique Ahok, Jakarta will have a leader who can bring Jakarta for the better as a modern and prosperous city, not because the MRT, LRT or wider sidewalks, nor because managed to reduce the impact of flooding and traffic congestion, but as a true inspiration and a real example that has been shown by Ahok.

If Megawati Sukarno Putri as chairman of the PDI-P has a great soul as a maker of kings, Megawati will certainly be able to convince the elite in the party her support Ahok as Governor of Jakarta at elections in 2017, the PDI-P will be a big advantage, where the party will win election to the Parliament, could even win the presidency in 2019.

Do Megawati will release these opportunities. Perhaps the chairman of the PDI P will support Ahok officially in the last minute before the official nomination. We can only wait patiently. How about you? Are you also wonder and exasperated with Megawati style?

However, Ahok is very confident, that as an independent candidate is also a way for elected governor for a second term in 2017.