Rikako Ikee Sabet 8 Medali di Asian Games 2018

Rikako Ikee, Atlet Jepang Berusia 18 Tahun yang Sukses Sabet 8 Medali di Asian Games 2018


Editor: Fatimah . SERAMBINEWS

40685662_1134262546741973_5211175960170201088_n

Keberhasilan kontingen Jepang bertengger di peringkat kedua klasemen perolehan medali Asian Games 2018 tidak lepas dari sosok Rikako Ikee.

Atlet yang baru berusia 18 tahun ini mewakili Jepang pada cabang olahraga renang.

Rikako berhasil meraih enam medali emas dan dua perak. Torehan ini menjadi yang terbanyak diraih oleh satu orang atlet di Asian Games 2018.

 
Rikako pun tercatat sebagai atlet putri pertama, dan juga perenang pertama, yang mampu meraih enam medali emas sekaligus dalam satu edisi gelaran Asian Games.

Catatan itu menjadi lebih istimewa karena Asian Games 2018 menjadi debut bagi Rikako.

Hal ini bisa terjadi karena renang merupakan salah satu cabor yang menyediakan banyak medali untuk diperebutkan, selain atletik.

Apalagi dua cabor tersebut juga memungkinkan seorang atlet untuk mengikuti lebih dari satu nomor perlombaan.

Rikako sebenarnya punya spesialisasi di cabor renang yakni gaya bebas dan kupu-kupu. Keduanya di babat habis dengan empat medali emas.

Usia Rikako yang baru 18 tahun tentunya menjadi keuntungan Jepang di masa yang akan datang karena masih bisa berkembang.

Rikako dipastikan menjadi kekuatan utama Negeri Sakura, saat Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade 2020.

Jika terus tampil konsisten, Rikako Ikee pun akan terus menjadi perenang andalan Jepang pada 2-4 Asian Games berikutnya.

Berikut adalah daftar medali yang berhasil dibawa pulang Rikako dari Asian Games 2018:

6 Medali Emas

  • 50m gaya bebas putri
  • 100m gaya bebas putri
  • 50m gaya kupu-kupu putri
  • 100m kupu-kupu putri
  • 4x100m gaya bebas estafet putri
  • 4x100m gaya ganti estafet putri

2 Medali Perak

  • 4x200m gaya bebas estafet putri
  • 4x100m gaya ganti estafet campuran

Jepang sangat beruntung memiliki Rikako Ikee sebagai atlet andalan mereka di masa depan.

Bangkit dari Kegagalan, Belajar dari Jokowi dan Jack Ma

Jokowi dan Jack Ma


Opera Snapshot_2018-09-02_230741_www.facebook.com

Dua orang yang berjalan bersisihan ini punya masa lalu yang mirip. Masa lalunya sama-sama pahit. Jokowi kecil mengalami digusur sampai tiga kali. Jack Ma tidak.

Tapi jalan hidup Jack Ma tak kalah pahit. Pernah melamar kerja, dari semua pelamar yang mendaftar, cuma dia yang ditolak. Pernah mengajukan beasiswa sampai sepuluh kali, tidak pernah berhasil.

Pada suatu titik, mereka memiliki jalannya sendiri-sendiri. Tapi dalam pilihan yang berbeda itu, mereka menimba pelajaran yang sama. Mereka sama-sama mengolah kepahitan-kepahitan hidup yang dialami, dan memproyeksikannya dalam suatu ruang hidup yang berdialektika. Jatuh bangun lagi. Gagal coba lagi.

Jokowi belajar dari orang tuanya yang menjual bambu dan kayu menjadi pengusaha kayu sampai punya Rakabu. Sementara Jack Ma mendirikan Alibaba.

Dua orang itu, juga punya kemampuan berbahasa Inggris standar dengan dialek medhoknya masing-masing. Jokowi mengasah kemampuan berbahasa Inggrisnya dari para pembeli asing mebel-mebelnya dari dari pameran dagang di luar negeri yang diikutinya. Jack Ma, malah belajar bahasa Inggris dari turis asing asal Australia yang datang ke negerinya, yang kemudian mengangkatnya menjadi anak angkat.

Dua orang itu, kemudian menemukan jalannya sendiri-sendiri. Jalan hidup Jokowi bergeser, dari bisnis ke politik. Jack Ma, sampai hari ini, tetap setia dengan bisnisnya. Tapi jangan ditanya pengaruh politiknya. Bahkan dalam skala sebesar negeri Tiongkok, pengaruh Jack Ma sangat luar biasa.

Buktinya? Jika Jokowi memimpin Indonesia menyelenggarakan Asian Games untuk kali kedua, Jack Ma meminta pemimpin negerinya untuk menjadikan kota pusat Alibaba sebagai kota penyelenggara Asian Games setelah Jakarta dan Palembang. Hang Zhou namanya. Di kota inilah imperium bisnis Jack Ma dikendalikan dan menguasai bisnis digital, bukan hanya di daratan Cina melainkan buana.

Memang menarik belaka jalan hidup mereka berdua. Tak heran jika bukan pertama kali ini mereka bertemu dan berbicara satu sama lainnya. Di forum yang berbeda, mereka saling bicara, mungkin tanpa sekalipun bicara soal masa lalu mereka yang sama-sama pahit.

Jika menelusuri obrolan mereka yang merembes ke berbagai media, mereka memilih bicara tentang masa depan. Jack Ma belajar dari Jokowi menjadi tuan rumah yang sukses dalam Asian Games. Jokowi belajar dan menimba ilmu, bagaimana mengembangkan bisnis digital di masa depan buat Indonesia.

Petuah Jack Ma Orang Terkaya Tiongkok

Petuah Ma Yun (Jack Ma) orang terkaya Tiongkok, pemilik situs belanja online Alibaba.


40510008_217823342420610_1964941997412188160_n

Jack Ma Visiting Indonesia and Meeting President Jokowi (1st September 2018)  for the Closing Ceremony of 18th Asian Games 2018 Jakarta-Palembang which will take place on the 2nd September 2018. 

Petuah yang baik utk menjadi salah satu pegangan kita dalam bekerja dan berusaha.  Petuah Ma Yun (Jack Ma) orang terkaya Tiongkok, pemilik situs belanja online Alibaba. Jack Ma mempunyai kekayaan setara dengan 570 Triliun Rupiah.

Ada beberapa jenis orang menurut Jack Ma


  • 11 Jenis Orang Yang Tidak Bisa Ditolong
  • 10 Jenis Orang Yang Bisa Diajak Kerjasama
  • 5 Jenis Orang Yang Tidak Bisa Dijadikan Rekan Usaha
  • 馬雲:11 種人不能幫,10 種人可合作,5 種人不合夥

11 Jenis Orang Yang Tidak Bisa Ditolong :  11 種人不能幫


  1. Orang yg lupa budi.  忘恩的人
  2. Orang yg dalam usahanya mencari uang mengesampingkan Kebenaran dan Keadilan.  掙錢違背道義的人
  3. Orang yg demi keuntungan pribadi merugikan orang lain. 損人而利己之人
  4. Orang yg di depan penuh sopan santun di belakang bersiasat busuk. 表面一套背後玩陰之人
  5. Melihat keuntungan melupakan Kebenaran, orang yg tidak punya prinsip. 見利忘義,沒原則之人
  6. Tidak menjaga kepercayaan orang lain, saat memohon pertolongan memelas, saat memperoleh kekuasaan menjadi jahat. 不守信用,求救時可憐,得勢時可惡之人
  7. Orang yg tidak beres mengurus hal kecil tapi ingin menangani hal besar. 做不了小事,卻想幹大事的人
  8. Orang yg meletakkan harapan di pundak orang lain. 把希望寄託在別人身上的人
  9. Orang yg setelah dibantu tidak memegang janji. 幫過忙,不履約的人
  10. Orang yg mendapat kesempatan masih tetap mengeluh juga. 有機會還裝窮的人
  11. Hati yg tidak berterima kasih. Orang yg merasa semuanya sudah sepantasnya ia dapatkan.  沒有感恩之心.一切都感覺是理所應當的人

10 Jenis Orang Yang Paling Tepat Diajak Menjadi Rekanan. 最適合做合夥人的 10種人


  1. Keduanya merupakan teman yg dapat diajak berdiskusi. 彼此是談得來的朋友。
  2. Mempunyai pandangan tentang nilai kemanusiaan yg sama. 有共同的人生價值觀。
  3. Keduanya dapat saling percaya dan memahami sepenuhnya. 彼此能充分了解信任。
  4. Mudah berkomunikasi dan saling memahami saat bertemu masalah. 遇事彼此易溝通。
  5. Keduanya saling memiliki semangat berkorban. 彼此有奉獻犧牲精神。
  6. Keduanya memiliki rasa toleransi yg besar. 彼此寬容大度。
  7. Mempunyai cita-cita yg saling berhubungan secara mendasar. 志趣要能基本相投。
  8. Keduanya dapat secara pasti saling mendukung. 彼此能堅定支持對方。
  9. Keduanya mempunyai latar belakang profesional yg pasti. 彼此有一定專業背景。
  10. Mempunyai idealisme dan keyakinan yg sama. 有共同理想、信念。

Ada 5 Jenis Orang Yang Samasekali Tidak Boleh Diajak Kerjasama. 5 種絕對不能合夥的人


  1. Jangan bekerjasama dg orang yg ambisi pribadinya terlalu besar, karena mereka tidak mampu melihat pengorbanan orang lain, dan hanya peduli dg tujuan bagi diri sendiri. 不與私慾太重的人合作,因為他們看不見別人的付出,只在意自己的結果。
  2. Jangan bekerjasama dg orang yg tidak punya misi hidup, karena mereka hanya menjadikan uang sebagai tujuan, yg penuh dg bau busuk keserakahan. 不與沒有使命感的人合作,因為他們只以賺錢為目的,充滿了銅嗅的貪婪。
  3. Jangan bekerjasama dg orang yg tidak punya nurani, karena egois dan serakah, bersama dg mereka anda akan tidak bahagia. 不與沒有人情味的人合作,因為自私貪婪,在一起會不快樂。
  4. Jangan bekerjasama dg orang yg negatif dan pesimis, karena mereka bisa menyedot kering semangat positifmu. 4、不與負面消極的人合作,因為他們會吸乾你的正能量。
  5. Jangan bekerjasama dg orang yg tidak punya falsafah hidup, karena mereka tidak percaya dg mimpi mampu menghadapi tekanan dan godaan di depan mata. 不與沒有人生原則的人合作,因為他們不相信夢想抵擋不住眼前的壓力和誘惑。

Rayuan Pak Dhe Jokowi Berbuah Manis, Akhirnya Jack Ma Mau Menjadi Penasihat E-commerce Indonesia

BY ANDIK PRIYANTO.SeWord ON AUGUST 23, 2017

NEWS-UPDATE-NEW

jackma

Menkominfo Rudiantara dan Jack Ma, Kompas.com

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Jack Ma? Saya rasa hampir semua orang mengenal sosok yang satu ini. Jack Ma merupakan pendiri salah satu perusahaan e-commerce terbesar Alibaba.com dan juga pernah menjadi orang terkaya nomor satu di Tiongkok pada 2014.

 Sungguh orang yang hebat dan sangat berpengalaman kan? Wajar jika sampai saat ini banyak sekali yang ingin belajar dan “mencuri” ilmu darinya.  Banyak sekali yang penasaran dengan rahasia yang sudah dilakukan oleh Jack Ma untuk bisa meraih kesuksesan yang fantastis tersebut.

Tidak terkecuali dengan presiden negara kita yakni Pak Dhe Jokowi. Bahkan pada tahun 2016 kemarin Presiden Jokowi menyempatkan bertemu Jack Ma, acara kunjungan ke kantor pusat Alibaba di kota Hangzhou, China, tersebut sebagai bagian dari kehadiran Presiden Jokowi di pertemuan G20 di China.

Pertemuan Presiden Jokowi dengan para petinggi Alibaba tersebut membahas pembentukan platform perdagangan elektronik atau electronic world trade platform (eWTP) untuk membantu UKM meraih sukses dalam perdagangan dunia melalui inkubasi peraturan yang memungkinkan perdagangan antar negara.

Selama kunjungan, Presiden Jokowi banyak ditunjukkan layanan online termutakhir yang tengah dikembangkan untuk para pengguna berbagai unit bisnis Alibaba, termasuk platform wisata online Alitrip, serta teknologi belanja online virtual reality.

Nah setelah melihat begitu banyak peluang dan ide-ide yang mungkin bisa dicontoh untuk dikembangkan di Indonesia. Presiden Jokowi pun akhirnya mengajak Jack Ma untuk bergabung menjadi penasihat steering committee roadmap e-commerce Indonesia.

Dalam kunjungan tahun 2016 itu, Jack Ma sendiri sudah menyetujui tawaran dari Presiden Jokowi. Namun saat itu semua masih disampaikan secara lisan. Namun Jack Ma sudah menunjukkan ketertarikannya untuk bergabung.

Dan akhirnya tawaran tersebut berbuah manis, yang mana akhirnya Jack Ma resmi untuk setuju bergabung menerima tawaran Presiden Jokowi, seperti yang telah dijelaskan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, yang mendampingi Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution saat bertemu dengan Jack Ma di Beijing kemarin pada tanggal 22 Agustus 2017.

Bravo Presiden Jokowi, Ide yang sangat brilian menurut saya untuk mendatangkan orang yang benar-benar ahli dan perpengalaman dalam dunia e-commerce untuk berbagi ilmu dan pengalamannya untuk pengembangan dunia bisnis e-commerce di Indonesia.

Setelah saya coba mencari-cari info dari Jack Ma, ternyata Jack Ma sendiri sebelumnya pernah menjabat sebagai ketua satuan tugas Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di B20, sebuah badan perumus kebijakan di bawah G20.

Terkait dengan pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), Presiden Jokowi mengatakan bahwa ia memiliki pandangan yang sama dengan Jack Ma terkait pentingnya dukungan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Mungkin karena kesamaan pikiran untuk mengembangkan UKM tersebutlah yang pada akhirnya membuat Jack Ma tertarik dan menyetujui untuk bergabung bersama Presiden Jokowi. Terlepas dari benar tidaknya namun dalam pandangan saya memang sosok Jack Ma dan Presiden Jokowi ini punya kesamaan.

Yakni awalnya sama-sama berasal dari keluarga golongan bawah, mencoba bangkit dan akhirnya sukses besar. Dan keduanya juga sama-sama menunjukkan sikap kepeduliannya terhadap pengembangan UKM. Sangat klop bukan?

Saya sangat mengapresiasi terkait kerja sama antara Presiden Jokowi dan Jack Ma yang sudah terjalin. Ini merupakan kesempatan langka yang bisa dimanfaatkan pihak Indonesia guna mempelajari e-commerce lebih jauh lagi. Sehingga kedepannya mampu mendorong pemasaran produk-produk UKM dan kreator muda Indonesia.

Jika kemudian hari muncul banyak anggapan bahwa dengan kerjasama ini Indonesia akan menjadi antek China. Ataupun muncul berita hoax yang mengatakan bahwa ini adalah langkah Cina untuk menguasai bisnis e-commerce di Indonesia. Saya rasa itu adalah tuduhan bodoh yang tanpa dasar.

Sekali lagi ini adalah kesempatan langka yang harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan Indonesia. Kapan lagi kita bisa “berguru” pada orang hebat yang sudah terbukti dan punya kepedulian dalam pengembangan UKM? mari berfikir positif, jangan karena ada hubungannya dengan China lantas kita menjadi sempit dalam pemikiran.

Belajar itu boleh kepada siapapun asal kita bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan menjadikan kita lebih maju. Jangan memandang suku bangsa dan golongan. Jika kita terus terkurung dalam pikiran sempit yang membatasi kita untuk berkembang, mending singkirkan saja.

Nah bagaimana menurut pandangan pembaca seword terkait kerjasama ini?

 

Kongres Diaspora Indonesia ke-4 Resmi Dibuka

Diutip dari VOA 1 Juli 2017

diaspora-800x445

D6FD60D4-012D-47D7-945D-C76A44D69D13_cx0_cy19_cw0_w1023_r1_s

Ribuan peserta Kongres Diaspora Indonesia ke 4 di kota Kasablanka Jakarta Sabtu (1/7) memberikan standing applaus pembukaan acara. (Foto:VOA/Andylala)

Lebih kurang 9.000 peserta 4th Congress of Indonesian Diaspora 2017 memberikan tepuk tangan berdiri (standing applause) selama satu menit.
Standing applause ini dipandu oleh Ketua Diaspora Network, Dino Pati Djalal.

“Ayo satu menit standing applause untuk Indonesia, untuk NKRI, dan untuk diaspora,” katanya diikuti dengan standing applause meriah dari 9.000 peserta yang berada di di Main Hall The Kasablanka, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Dalam sambutannya, mantan Duta Besar Amerika Serikat ini mengungkapkan, kongres ini dihadiri 9 ribu orang dari dalam dan luar negeri dari 55 negara, 134 kota di dunia, dan 71 kota di Indonesia.

“Kongres diaspora ke-4 ini yang terbesar dalam sejarah diaspora. Ke depan, tidak akan ada kongres sebesar ini. Tapi semuanya satu darah, budaya, dan satu keluarga,” ujarnya.

Sejumlah pejabat negara pejabat negara dan tokoh hadir dalam acara ini. Antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Ketua DPR Setya Novanto.

Obama Sampaikan Pidato

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama turut hadir sekaligus menyampaikan pidato pada 4th Congress of Indonesian Diaspora atau Kongres Diaspora Indonesia ke-4 yang digelar di Mal Kota Kasablanka ini. [aw/em]

Related Articles:

Kongres Diaspora Indonesia Ke-4 (CID4) di Jakarta, 1-4 Juli 2017

Dikutip dari berita indomesia 22 Juni 2017

diaspora-800x445

Kongres Diaspora Indonesia Ke-4 (CID4) di Jakarta, 1-4 Juli 2017

Kongres Diaspora Indonesia adalah perhelatan yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali oleh Indonesian Diaspora Network Global (IDNG). Jaringan ini dibentuk sewaktu Kongres Diaspora Indonesia yang pertama di Los Angeles, tahun 2012 lalu.

Kongres keempat ini akan dilaksanakan selama empat hari, dari tanggal 1-4 Juli 2017, dengan tema “Bersinergi Bangun Negeri”. Kongres ini akan dihadiri diaspora Indonesia dari seluruh penjuru dunia untuk membahas berbagai isu ekonomi dan sosio-budaya dengan tujuan meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia di tanah air maupun luar negeri.

Kongres kali ini menjadi penting, dengan kehadiran mantan Presiden Barack Obama. “Kami merasa terhormat dapat menyambut Obama kembali ke Jakarta untuk menyampaikan pidato keynote di Konvensi,” kata Dr. Dino Patti Djalal, Ketua Board of Trustees Indonesian Diaspora Network Global (IDNG). “Obama selama ini adalah sahabat sejati Indonesia. Beliau adalah inspirasi bagi masyarakat Indonesia dan sekitar delapan juta orang Indonesia di luar negeri yang terhitung sebagai diaspora,” sambungnya.

Setelah sambutan pembukaan, untuk pertama kalinya Kongres akan mengadakan konvensi selama satu hari yang bersifat terbuka untuk umum. Konvensi terdiri dari 12 sesi yang menghadirkan pembicara-pembicara ternama dari berbagai kalangan di Indonesia; pejabat pemerintah, tokoh korporat, pemuka agama, politisi, selebriti, seniman, aktivis, atlet, inovator, akademisi, pemimpin muda, dan lainnya. Konvensi ini diperkirakan menjadi pertemuan diaspora Indonesia terbesar, dengan sekitar 9000 peserta yang datang dari dalam maupun luar negeri.

Dari Australia juga akan hadir pembicara & panelis: Iwan Sunito (Sydney), Iwan Wibisono (Melbourne) dan juga pemenang MKR 2016 Tasia dan Gracia (Melbourne). IDN Australia yang dipimpin Andrian Wiguna (Adelaide) juga akan mempresentasikan kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan selama ini, baik di tingkat National chapters, juga di local-local chapters.

(by Frans Simarmata)

Barack Obama: Kongres Diaspora Indonesia ke-4

Jakarta, 2 Juli 2017

Pidato Barack Hussein Obama “Warga Jakarta Jangan Pernah Lupakan Pak Ahok Karena Jakarta Bisa Maju Berkat Kerja Keras Pak Ahok , Dan “Generasi muda harus melawan intoleransi!”

Screenshot_320

Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Hussein Obama memberikan pidato di Kongres Diaspora Indonesia keempat. Obama berbicara banyak hal di dalam pidatonya, salah satunya adalah kemajuan kota Jakarta saat ini. Obama membandingkan Jakarta dahulu kala yang masih banyak rawa-rawa dan persawahan di masa kecilnya, dengan Jakarta saat ini.

Dahulu kala saat Obama tinggal di Menteng Dalam, ia masih teringat dengan becak dan bemo, namun sekarang sudah tidak ada lagi. Kemajuan teknologi dan transportasi menjadi sebuah hal yang tentu menyingkirkan alat transportasi konvensional yang ada di Jakarta, dan beralih kepada alat transportasi massal yang modern dan bebas polusi.

Obama pun mengenang bagaimana dirinya harus mengeringkan lantai rumahnya ketika hujan karena rembesan atap. Obama mengakui bahwa Jakarta saat ini banyak perubahan. Obama sempat tinggal di Jakarta pada tahun 1967 hingga 1971, kira-kira 4 tahun. Obama lahir pada tahun 1961.

Jadi kira-kira Obama sempat menetap di Jakarta pada usianya yang ke 6 hingga 10. Tentu masih teringat kenangan manis Obama di Jakarta. Dengan setiap apa yang menjadi kehidupannya pada masa lalu, tentu ia memiliki kedekatan tersendiri dengan negara Indonesia, khususnya di Jakarta. Suasana Jakarta yang sudah berubah, membuatnya tentu  harus terbiasa lagi dengan hal tersebut.

Kenangan akan suasana Jakarta sebenarnya sudah pernah ditulis oleh Obama di bukunya ‘The Audacity of Hope’ pada tahun 2007. Obama menjelaskan dan mendeskripsikan bagaimana jumlah becak pada saat itu lebih banyak dari pada mobil yang ada di Jakarta. Gubernur Jakarta pada saat itu adalah Ali Sadikin.

Ali Sadikin dikenal sebagai gubernur Jakarta yang cukup nyentrik. Bahkan konon katanya, ia pernah menampar perwira TNI di hadapan umum ketika mengetahui bahwa ada anggota TNI melanggar lalu lintas. Ketegasan Ali Sadikin sampai sekarang dikenang. Ia memimpin Jakarta pada tahun 1966 sampai 1977.

Sebelas tahun ia memimpin Jakarta, berhasil mengontrol dan menyejahterakan para penghuni lingkungan kumuh di Jakarta. Kebijakan dan aturan yang diterapkan Bang Ali, membuat Jakarta berubah. Mungkin Obama yang pada saat itu masih kecil, tidak merasakan bagaimana kinerja sosok Ali Sadikin di Jakarta, berhubung pada saat itu, Ali Sadikin juga baru menjabat beberapa tahun di Jakarta.

Kesal dengan perilaku sang sopir truk yang ugal-ugalan, Bang Ali, yang saat itu tengah dalam perjalanan usai mengunjungi kawasan Menteng Wadas memerintahkan sopirnya untuk mengejar truk tersebut. Akhirnya truk mau berhenti dan setelah beberapa kalimat interogasi, supir Angkatan Laut Republik Indonesia pun tidak mau mengalah, sehingga tamparan keras mendarat telak di pipinya. Inilah kenangan-kenangan yang dimiliki oleh Jakarta dengan pemimpin yang tegas.

Tamparan pertama…

Wonderful to be back in Jakarta” – Obama.

Baru saja kita kehilangan sosok gubernur yang tegas dan bertanggung jawab terhadap rakyat, Pak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok yang saat ini sedang mendekam di sel rumah tahanan Mako Brimob pun menjadi seseorang yang pernah memajukan Jakarta dan membahagiakan warganya, jauh sebelum Anies bicara tentang hal ini.

Kemajuan Jakarta saat ini pun dirasakan bukan hanya oleh warga Jakarta, melainkan mantan Presiden ke-44 Amerika, Barack Obama pun memuji kinerjanya dengan pengakuannya, langsung telak di muka Anies.

Kongres Diaspora Indonesia IV yang diisi oleh pembicara mantan Presiden AS Barack Hussein Obama, dihadiri oleh beberapa tokoh seperti Zon, Anies, dan bahkan Gloria Natapradja Hamel yang merupakan anggota Paskibraka 2016. Selain mereka bertiga, sejumlah tokoh hadir.

Ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menlu Retno LP Marsudi, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Menhub Budi Karya Sumadi, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Kang Emil), dan lain sebagainya.

Tamparan kedua…

Bhinneka Tunggal Ika” – Obama.

Bukan hanya memuji perubahan Jakarta, Obama pun menceritakan perjalanan liburannya kemarin di Candi Borobudur. Obama memuji dan mengapresiasi kebinekaan yang ada di Indonesia. Tentu lagi-lagi ini merupakan tamparan keras kepada Anies Baswedan yang didukung oleh ormas radikal nan intoleran, FPI dengan imam kecilnya, si tersangka Rizieq Shihab. Hahaha.

“Kalau Anda lihat Borobudur, candinya umat Buddha, Candi Prambanan umat Hindu, dia ada di negara mayoritas muslim… Semangatnya toleransi. Ini terabadikan dalam konstitusinya. Saling menghargai dalam semangat harmoni…” kata Obama dalam bahasa Inggris di Kongres Diaspora Indonesia keempat, Sabtu (1/7/2017).

Obama pun mendukung terus aksi-aksi perlawanan terhadap intoleransi. Aduh sampai sini, entah muka Anies mau ditaruh di mana. Sulit bagi Anies untuk tetap memandang wajah Obama yang setiap kalimatnya, mengoyak-ngoyak idealisme dan ‘menampar-nampar’ muka Anies.

Tamparan ketiga, tamparan pamungkas!

Generasi muda harus melawan intoleransi!” –  Obama

Mungkin di dalam ketiga ‘tamparan’ Obama yang sangat keras, Anies dan Fadli Zon yang merupakan tamu istimewa, gelisah dan berkeringat karena apa yang dikatakan Obama, menghantam telak mereka, yang dengan jelas didukung oleh ormas radikal nan intoleran, FPI.

Terima kasih Obama, sudah mewakili Ahok dan Jokowi di dalam menumpas habis intoleransi dan mendukung habis ideologi Pancasila yang sampai saat ini menjadi pengisi dan pemberi makna hidup bagi rakyat Indonesia. Semoga Pak Obama sehat selalu. Sebagai mantan presiden Amerika, Pak Obama tidak baper dan tidak prihatin. Semoga Anda menjadi orang yang berkontribusi bagi negara Anda dan bahkan Indonesia, sampai ke seluruh dunia.

Jangan sampai kebinekaan di Indonesia dikoyak-koyak oleh kaum muslim minoritas seperti FPI. Jangan pikir FPI itu mayoritas. Mereka adalah minoritas, yang bukan mewakili Islam Nusantara. Kita percaya bahwa Islam di Indonesia tidak seperti yang dikerjakan oleh Rizieq CS. Bayangkan agama macam apa yang dianut mereka, sehingga berani-beraninya si tersangka Rizieq lari dari tanggung jawab.

Obama sukses mempermalukan FPI, Gerindra, PKS dan ormas-ormas lainnya yang mendukung atau pun didukung oleh aksi intoleransi di Indonesia.

Entah apa yang Jokowi katakan kepada Obama di Bogor kemarin, sehingga Obama bisa ‘menampar’ telak orang-orang yang mendukung atau didukung oleh aksi maupun ormas intoleransi. Pidato yang dilakukan oleh Obama sangat kontekstual, khususnya di dalam membahas tentang ‘kemajuan Jakarta‘, ‘mengecam aksi intoleransi‘, dan ‘mendukung kebinekaan‘. Obama tahu betul gerakan catur Pak Dhe, sehingga kode tersebut tersampaikan dengan tepat.

Terima kasih Jokowi. Terima kasih Ahok. Terima kasih Obama. Salam Bhinneka Tunggal Ika!

Betul kan yang saya katakan?

Dikutip dari Blogspot exfostshare

Barack Obama: Toleransi di Indonesia

Jakarta, 2 Juli 2017

Barack Obama: Ayah Tiri Saya Muslim, dan Dia Hargai Orang Hindu, Budha, Kristen

Screenshot_322

Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menjadi bintang utama Kongres Diaspora Indonesia di Jakarta, Sabtu (1/7/2017).

Penampilannya disambut amat meriah, apalagi ketika dia bicara tentang toleransi.

Ayah tiri saya, dia Muslim, tapi dia hargai orang Hindu, Buddha, Kristen,” kata Obama yang disambut tepuk tangan riuh dan sorak sorai sekitar 4.000 orang yang hadir, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Rafki Hidayat.

Toleransi menjadi salah satu topik utama pidato Obama lantaran di dunia dan Indonesia, “Ada peningkatan penolakan pada kelompok minoritas, diskriminasi yang berdasarkan etnis, dan agama.”

Obama bercerita, sikap toleransi yang dilihat dari ayah tirinya, Lolo Soetoro, dan berbagai pengalaman masa kecilnya di Indonesia, menjadi pelajaran berharga baginya untuk “menghargai perbedaan”.

Dan ketika melihat Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha, di tengah negara Muslim, Candi Prambanan yang Hindu dan dilindungi negara Muslim, wayang kulit dan Ramayana di negara Muslim, semangat Indonesia haruslah toleransi. Dan itu juga terlihat dari gereja dan mesjid yang bersebelahan,” tutur Obama yang disambut kembali dengan sorakan penonton.

Menurut Obama, toleransi inilah “semangat dan karakter paling penting dari Indonesia yang harus ditiru negara Muslim di seluruh dunia. Bhinneka Tunggal Ika. Unity in Diversity.”Obama kecil bersama ibunya Ann Dunham, Maya dan ayah tirinya Lolo Soetoro, di Jakarta. (OBAMA FOR AMERICA)

‘Tidak perlu khawatir dengan kepercayaan orang lain’

Meskipun begitu, Obama menyadari gelombang anti-toleransi dan diskriminasi sedang berkembang pesat di dunia. Perkembangan teknologi dan internet disebutnya sebagai penyebab utama.

“Informasi instan yang menyebarkan berita buruk, membuat orang khawatir, sehingga mencari kemanan di tempat yang salah.”

Dan muncullah apa yang disebut Obama sebagai ‘nasionalisme yang salah‘, diskriminasi terhadap ‘orang yang berbeda dari kita.’

Obama menekankan, “penting sekali bagi orang Indonesia dan Amerika untuk melawan politiksaya versus mereka‘ itu.”

Dia meminta anak muda Indonesia dan dunia untuk mempromosikan toleransi, karena jika tidak, dunia bisa akan berakhir dengan “perang dan hancurnya masyarakat.”

Di penghujung pidatonya terkait toleransi Obama menyatakan, “Kita harus menghargai satu sama lain. Kalau kamu yakin benar pada kepercayaanmu, kamu tentunya tidak perlu khawatir dengan kepercayaan oang lain,” pungkas Obama.

Toleransi harus diperjuangkan

Pidato Obama terkait toleransi ini mendapat tanggapan positif dari penonton yang hadir.

Misalnya Ayi Putri Cakrawardana, seorang diaspora Indonesia yang tinggal di Washington, Amerika Serikat.

Obama benar-benar tahu arti toleransi,” tuturnya.

“Buktinya dia sendiri bilang ke Borobudur, tapi banyak orang Islam. Dan itu fakta, makanya saya agak heran mengapa kita, orang Indonesia, tidak begitu bertoleransi, padahal beliau orang luar bisa melihat itu,” tutur Ayi.

Sementara, Aldo dari Universitas Indonesia, lebih melihat pidato toleransi Obama sebagai refleksi bagi masyarakat Indonesia.

“Karena belakangan toleransi jadi isu yang sensitif bagi kita. Dengan tadi dikasih pandangan menyeluruh oleh Obama, ini bisa jadi pandangan positif bagi kita-kita terutama yang kemarin banyak kena efek negatif, terutama terkait masalah politik yang ujungnya bawa kepercayaan masing-masing.”

Baik Ayi maupun Aldo percaya, “Toleransi harus diperjuangkan.”

Berita ini sudah terbit di bbc indonesia berjudul: Obama: “Ayah tiri saya Muslim, dan dia hargai orang Hindu, Buddha, Kristen”

Kutipan berita dari Tribunnews

Related Article:Barack ObamaBiography versi Wikipedia. Pidato Obama pada  “Kongres Diaspora Indonesia ke-4“. Baca juga tentang Pancasila

MUI TIDAK BERHAK IKUT CAMPUR URUSAN PENEMPATAN KAPOLDA BANTEN, ITU HAK PREROGATIF POLRI

Sumber: suararepubliknews 14-10-2016

pak-tito-karnavian

Jakarta,SuaraRepublikNews-Ketua Rumah Kamnas Maksum Zubir menyayangkan dan sedih membaca berita Sejumlah ulama dan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Banten menolak pelantikan Komisaris Besar Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Polda) setempat untuk menggantikan Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dofiri, karena alasan perbedaan agama.

Diingatkan Maksum, kita sebagai warga warga negara baik individu maupun berkelompok / ber-ormas, sudah diatur dalam UU, Jangan sampai melampaui apa yg sudah diatur oleh UU.

Berkaitan dengan POLRI Menempatkan atau mengangkat seseorang sebagai Kapolda, Kapolres dan jabatan lain di struktural POLRI itu semua sudah ada aturan dan mekanismenya, dan semua itu dalam rangka tugas sebagai alat negara. “Itu hak prerogatif Polri,” tandas Maksum.Pancasila sebagai Falsafah dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia adalah pedoman bagi masyarakat dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Konstitusi Bangsa Indonesia adalah Undang-Undang Dasar 1945, terjabarkan dalam pasal per pasal yang bersumber dari Pancasila.

POLRI adalah ALAT NEGARA ;

UU Nomor 2 tahun 2002 : Pasal 4. Kepolisian Negara Republik Indonesia bertujuan untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta terbinanya ketenteraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Pasal 5 ayat (1) Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.

Pasal 13. Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah: a. memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; b. menegakkan hukum; dan c. memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

UU Nomor 17 tahun 2013, tentang ORGANISASI KEMASYARAKATAN (ORMAS)

MENIMBANG ;

a). bahwa kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat merupakan bagian dari hak asasi manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

b). bahwa dalam menjalankan hak dan kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, setiap orang wajib menghormati hak asasi dan kebebasan orang lain dalam rangka tertib hukum serta menciptakan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;

c). bahwa sebagai wadah dalam menjalankan kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, organisasi kemasyarakatan berpartisipiasi dalam pembangunan untuk mewujudkan tujuan nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila;

KETENTUAN UMUM;

Pasal 1, ayat (1) Organisasi Kemasyarakatan yang selanjutnya disebut Ormas adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

BAB II, pasal 2 ; Asas Ormas tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

MUI :

MUI atau Majelis Ulama Indonesia adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang mewadahi ulama, zu’ama, dan cendikiawan Islam di Indonesia untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia.

Begitu mulyanya Majelis Ulama Indonesia sebagai wadah musyawarah para ulama, zu’ama dan cendekiawan muslim yang kami simak, yakni berusaha untuk:

* memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat Islam Indonesia dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang diridhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala;

* memberikan nasihat dan fatwa mengenai masalah keagamaan dan kemasyarakatan kepada Pemerintah dan masyarakat, meningkatkan kegiatan bagi terwujudnya ukhwah Islamiyah dan kerukunan antar-umat beragama dalam memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa serta;

* menjadi penghubung antara ulama dan umaro (pemerintah) dan penterjemah timbal balik antara umat dan pemerintah guna mensukseskan pembangunan nasional;

* meningkatkan hubungan serta kerjasama antar organisasi, lembaga Islam dan cendekiawan muslimin dalam memberikan bimbingan dan tuntunan kepada masyarakat khususnya umat Islam dengan mengadakan konsultasi dan informasi secara timbal balik.

MENOLAK

Dikabarkan sejumlah ulama dan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Banten menyatakan menolak pelantikan Komisaris Besar Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Polda) setempat untuk menggantikan Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dofiri.

“Penolakan ini merupakan aksi yang sangat wajar kita lakukan karena pengganti Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dofiri memiliki perbedaan agama,” kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Tangerang, Jasmaryadi, di Tangerang pada Rabu, 12 Oktober 2016

Jasmaryadi mengklaim, penolakan itu telah ditandatangani sejumlah ulama dalam sebuah petisi. Mereka berencana menemui Kepala Polri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, untuk meminta penjelasan seputar Kepala Polda Banten.

Alasan penolakan, kata Jasmaryadi, karena Listyo Sigit Prabowo nonmuslim. Sementara Banten adalah wilayah kesultanan dan sebagian besar penduduknya beragama Islam.

TNI/POLRI

 

Ahok is a new inspiration for Jakarta

Ahok, Basuki Tjahaja Purnama, Indonesia, inspiration, Jokowi, Megawati, motivation, PDIP, Sukarno, Teman Ahok. By universal-inspiration.

If you believe, every decade there will be someone who was born to inspire a lot of people around, and even can affect millions of people nationally and globally. Indonesia also fortunate because it is blessed with Sukarno and Hatta who have fought and proclaimed the independence of Indonesia on August 17, 1945. Sukarno had become a magnet in Asia and Africa, so that inspired many nations in the region to independence from foreign occupation and colonialism.

Now, in the digital and smartphones era, someone who could bring winds of change are also needed. After Sukarno, Indonesia has Jokowi and Ahok who have the vision to build a better Indonesia. He came from Solo, a small town in Central Java. He started life as a businessman and export of furniture products to many countries.

ahok-inspiration

He was interested in politics and became mayor of Solo in the two periods. Not finished his second term, Jokowi asked by Megawati Sukarno Putri, chairman of the Democratic Party of Struggle (PDIP) to be nominated as Governor of Jakarta, Indonesia’s capital.

Joko Widodo or Jokowi also choose Tjahaja Basuki Purnama aka Ahok as deputy governor. They won office as governor. They do a lot of changes in this metropolitan city. Towards 2014, Jokowi again requested by Megawati for become a candidate for president of Indonesia. Happen very tough competition with main rival General Prabowo from Gerindra. Eventough with a simple appearance, but with a very interesting campaign programs, Jokowi was elected as the new president of Indonesia in 2014.

jokowi-ahok-blusukan-bareng

Meanwhile Ahok, the deputy governor of Jokowi, was finally inaugurated as Governor of Jakarta to replace Jokowi also sworn in as president. Ahok inauguration has been plagued by political opponents, but the people of Jakarta to reject any hindrance from the elites of the opposition party. People Jakarta has enjoyed a lot of fundamental changes that have been made by Jokowi along with Ahok.

Ahok is also a descendant of Chinese immigrants. Ahok family is businessman in the island, and is highly respected by the surrounding community, so Ahok elected as regent of East Belitung, and eventually became a member of the House of Representatives in Jakarta. Subsequent career was as a deputy governor of Jakarta, and replace Jokowi as governor until today.

Meanwhile Ahok, deputy governor of Jokowi, was finally inaugurated as Governor of Jakarta to replace Jokowi also sworn in as president. Ahok inauguration has been plagued by political opponents, but the people of Jakarta to reject any hindrance from the elites of the opposition party. People Jakarta has enjoyed a lot of fundamental changes that have been made by Jokowi along with Ahok. They believe that Ahok will be able to continue the vision and missions undertaken by Jokowi.

jakarta-by-night

As Jokowi, Ahok also come from a small island in North Sumatra, Bangka Belitung. Basuki Purnama Tjahaja alias Ahok, is a political figure who is simple, outspoken, tough, and a little easily angered towards something goes wrong in the bureaucracy. He was also very firm to run the Jakarta government regulations. There are many problems and complexities in the previous decade can be resolved very firmly by Ahok.

Certainly Ahok lot of resistance from the bureaucracy, political opponents, activists and civil society organizations who do not like the policy of Ahok, especially for curb certain areas in Jakarta were occupied illegally by society, even by thugs and officials who decades became patron thugs or preman. As well as Jokowi, Ahok was very exasperated with the corrupt behavior of bureaucrats, and businessmen who pay bribes to civil servants in local government.

Ahok is very outspoken when commenting on irregularities in the administration. He firmly mutated officials or government employees who worked incompetence. If there is a proven accept bribes or corruption, then they fired faster than in the government in the previous five years.

When Ahok evict squatters in a specific location around Jakarta, Ahok indeed act decisively. Ahok is certain to be much resistance from activists, artists, and even lawyers, and sometimes there is interference from human rights organizations. However, Ahok always had appropriate solutions. Ahok will provide flats belonging to the Jakarta government to the people who have been relocated. People are given three free months for occupy the flat and pay rent is very affordable after three months. They were also given a bed, refrigerator and other supporting facilities.

There are many changes and order were successfully carried out by Ahok. Bureaucracy in Jakarta from the central to the mayor’s office – districts and villages has now changed, and better serve the needs of the community more quickly than five years ago. Officials in Jakarta has not dared to take bribes or commit extortion.

Ahok is understood that to be the governor with a background in the Chinese and Christian in Muslim majority such as Jakarta is not easy. However, Ahok never walk alone. Apparently, the majority of people in Jakarta loved Ahok because he is honest, assertive and anti-corruption, although there are certain political elite intend to drive Ahok that serve as a corruption suspect.

mrt-for-jakarta

Ahok considered to have been an inspiration for government that is transparent, accountable and maximizing digital technology for run the government, so it can detect early Ahok for find any irregularities in the bureaucracy.

Ahok also dare to resign from Gerindra, and run for a second term in 2017. He ran as an independent candidate. Nonetheless, there are two smaller parties that support Ahok, namely Nasdem Party and Hanura. Ahok has accumulated more than 800 thousand citizens of Jakarta ID card, as a condition for an independent candidate. Volunteers such as “Teman Ahok”, are sure to be collected one million ID cards in the near future, and it exceeds the terms and conditions of the Election Commission (KPU).

megawati-jokowi-dan-ahok

As someone who has successfully run the government in Jakarta, is very strange that the PDI-P did not participate to support Ahok the Jakarta governor election in 2017. With a unique Ahok, Jakarta will have a leader who can bring Jakarta for the better as a modern and prosperous city, not because the MRT, LRT or wider sidewalks, nor because managed to reduce the impact of flooding and traffic congestion, but as a true inspiration and a real example that has been shown by Ahok.

If Megawati Sukarno Putri as chairman of the PDI-P has a great soul as a maker of kings, Megawati will certainly be able to convince the elite in the party her support Ahok as Governor of Jakarta at elections in 2017, the PDI-P will be a big advantage, where the party will win election to the Parliament, could even win the presidency in 2019.

Do Megawati will release these opportunities. Perhaps the chairman of the PDI P will support Ahok officially in the last minute before the official nomination. We can only wait patiently. How about you? Are you also wonder and exasperated with Megawati style?

However, Ahok is very confident, that as an independent candidate is also a way for elected governor for a second term in 2017.