Category Archives: Pembangunan

Konsep Tol Laut untuk Efisiensi Logistik Nasional

RANCANGAN ARSITEKTUR TOL LAUT INDONESIA – PENDULUM NUSANTARA


3 Juli 2015 13:48 . Resource: Supply Chain Indonesia. kompasiana[dot]com

rancangan-arsitektur-tol-laut-indonesia-02-07-2015-5599c5d3579773b307f680a9

Konsep Tol Laut diharapkan dapat mewujudkan sistem distribusi barang yang efisien. Dengan menggunakan kapal berkapasitas besar, maka pengangkutan barang akan menjadi efisien. Selain itu, kepastian jadwal pelayaran juga akan mengefisienkan biaya para pelaku logistik.

Tol Laut menjadi salah satu konsep penting pengembangan transportasi laut untuk Indonesia yang merupakan negara kepulauan atau negara maritim. Konsep tol laut perlu dikembangkan dan diimplementasikan agar transportasi laut menjadi backbone sistem transportasi multimoda Indonesia yang terintegrasi.

Konsep Tol Laut diharapkan dapat mewujudkan sistem distribusi barang yang efisien. Dengan menggunakan kapal berkapasitas besar, maka pengangkutan barang akan menjadi efisien. Selain itu, kepastian jadwal pelayaran juga akan mengefisienkan biaya para pelaku logistik.

Dalam implementasi Konsep Tol Laut di Indonesia terdapat beberapa kendala utama. Salah satu masalah penting adalah ketidakseimbangan arus muatan. Arus muatan dari Kawasan Timur Indonesia (KTI) ke barat sangat kurang dibandingkan dengan arus muatan kebalikannya, sehingga dikuatirkan kapal dalam tol laut akan kekurangan muatan dalam pelayaran dari arah timur. Ketidakseimbangan arus muatan ini terkait dengan ketidakseimbangan pertumbuhan wilayah.

Sebagai lembaga pengkajian dalam bidang logistik di Indonesia, Supply Chain Indonesia (SCI) telah membuat Rancangan Arsitektur Tol Laut Indonesia yang diharapkan bisa menjadi masukan penting untuk salah satu program Pemerintahan Jokowi-JK dalam menurunkan biaya logistik nasional.

Dalam rancangan tersebut terdapat tujuh Pelabuhan Utama yang dilewati Jalur Tol Laut, yaitu Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Bitung, dan Pelabuhan Sorong. 

Ketujuh Pelabuhan Utama tersebut terhubung dengan 67 Pelabuhan Short Sea Shipping (SSS). Pelabuhan-pelabuhan SSS itu terdiri dari beberapa pelabuhan yang pada saat ini masih berbeda-beda kelasnya, yaitu Pelabuhan Utama, Pelabuhan Pengumpul, dan Pelabuhan Pengumpan. 

Berkaitan dengan ketidakseimbangan arus muatan antara barat dan timur, penyeimbangan arus muatan dilakukan dengan penentuan/pemisahan pintu ekspor/impor berdasarkan negara tujuan/asal.

  • Pelabuhan Kuala Tanjung, sebagai pintu di wilayah barat, diperuntukan bagi Negara-negara
    • Eropa
    • Timur Tengah
    • Asia
    • dan sebagainya
  • Pelabuhan Bitung, sebagai pintu di wilayah timur, khusus untuk Negara-negara
    • China
    • Korea
    • Jepang
    • USA
    • dan sebagainya.

Selain itu, Pemerintah sebaiknya memberikan berbagai kebijakan untuk mendorong implementasi tol laut tersebut. Salah satunya dengan memberikan insentif sebagai kompensasi bagi industri pelayaran atas kerugian ketika arus muatan itu belum seimbang. 

Ketidakseimbangan pertumbuhan wilayah baik ekonomi maupun industri, yang berdampak terhadap ketidakseimbangan arus muatan, hendaknya tidak menghalangi implementasi Konsep Tol Laut. Justru implementasi Konsep ini akan menjadi pendorong pertumbuhan wilayah melalui semakin terbukanya akses pengiriman barang, baik ke Kawasan Timur Indonesia (KTI) maupun sebaliknya. Selanjutnya, dengan pertumbuhan KTI, maka volume pengiriman barang akan meningkat dan balik mendorong implementasi Konsep Tol Laut.

Note:

Setijadi: Chairman of Supply Chain Indonesia (SCI), Head of Logistics & Supply Chain Center (LOGIC) – Universitas Widyatama Bandung, Anggota Dewan Pengurus Pusat – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI). Anggota Tim Implementasi Sistem Logistik Nasional (Sislognas) dan aktif memberikan kontribusi dalam pengembangan logistik nasional di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Konsultan bidang logistik & supply chain di beberapa perusahaan nasional dan multi-nasional.

Dukung Tol Laut Lewat Empat Fokus Kerja Kemenhub


Biro Komunikasi dan Informasi Publik – DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT – Selasa, 26 April 2016

pendulum

logo_idKementerian Perhubungan terus melakukan pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut dalam rangka mendukung program Tol Laut. Pembangunan tol laut bertujuan untuk mewujudkan konektivitas dan menekan kesenjangan harga antara wilayah Barat dan Timur Indonesia yang disebabkan tidak adanya kepastian ketersediaan barang.

“Memecahkan masalah konektivitas antar pulau dan mewujudkan aspek keadilan pembangunan dengan menekan kesenjangan antara wilayah barat dan timur Indonesia adalah tujuan dilaksanakannya program Tol Laut” jelas Menhub Ignasius Jonan di Jakarta beberapa waktu lalu ketika berdiskusi dengan kalangan media massa.

Jonan menjelaskan, tingginya harga barang seperti harga 1 sak semen yang mencapai ratusan ribu rupiah di daerah puncak Jaya Wijaya, disebabkan tidak adanya barang dan tidak adanya kepastian kapan barang itu ada. Sekarang, dengan adanya kapal laut yang datang sesuai dengan jadwal menjadikan harga terkontrol.

Untuk itu Kemenhub dengan empat fokus kerjanya yaitu, peningkatan keselamatan dan keamanan, peningkatan kapasitas, peningkatan kualitas layanan, dan peningkatan tata kelola regulasi sejak tahun 2015 terus melakukan pembangunan sarana dan prasarana pendukung Tol Laut agar Tol Laut secara konkrit dapat dirasakan manfaatnya.

Upaya Kemenhub untuk mendukung program tol laut melalui program peningkatan keselamatan dan keamanan diantaranya: meng-upgrade peralatan pendukung pelayaran seperti, pemasangan Vehicle Traffic System sebanyak 5 unit, dan pemasangan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) sebanyak 122 unit yang tersebar di wilayah laut Indonesia.

Selain itu, dilakukan pula pembangunan kapal-kapal yang difungsikan untuk keselamatan dan keamanan pelayaran seperti, pembangunan kapal navigasi sebanyak 15 unit, Kapal Patroli KPLP sebanyak 43 unit, dan Kapal Rigid Inflatable Boat/RIB sebanyak 66 unit.

Untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia terkait Keselamatan dan Keamanan Pelayaran, telah dilakukan pula berbagai Pelatihan Safety dan Security baik di dalam maupun di luar negeri sebanyak 22 Pendidikan dan pelatihan/diklat.

Sementara, upaya yang dilakukan melalui program peningkatan kapasitas yaitu dengan membangun berbagai prasarana dan sarana perhubungan laut diantaranya, pembangunan parsarana seperti, pelabuhan di 89 lokasi dengan konsentrasi pembangunan pelabuhan di wilayah Timur Indonesia, dan peningkatan kapasitas pelabuhan di 6 lokasi.

Sedangkan, pembangunan sarana perhubungan laut untuk mendukung aksesibilitas transportasi laut meliputi, pembangunan kapal perintis sebanyak 95 unit, dan pembangunan kapal ternak sebanyak 5 unit. Selain itu, penyelenggaraan rute perintis sebanyak 96 trayek, penyelenggaraan angkutan barang tetap dan teratur/Freight Linersebanyak 6 trayek,

Pada program peningkatan kualitas layanan, beberapa perbaikan pelayanan sektor perhubungan laut yang dilakukan yaitu, perbaikan terminal penumpang di 26 lokasi; penujukkan PT PELNI menjadi operator tunggal kapal perintis; pengadaan peralatan bongkar muat sebanyak 26 unit; dan penyelenggaraan pelayanan secara online seperti pendaftaran kapal, SIM LALA, dan INAPORTNET.

Upaya mendukung perwujudan tol laut yang menjadi program strategis Presiden RI ini juga dilakukan melalui program peningkatan tata kelola regulasi di sektor perhubungan laut seperti, penyederhanaan/deregulasi peraturan. Tercatat sebanyak 8 peraturan di sektor perhubungan laut yang telah disederhanakan.

Lainnya, peningkatanan tata kelola regulasi yang dilakukan diantaranya, pelimpahan perizinan melalui BKPM sebanyak 6 perizinan, penerbitan SIUPAL dan SIOPSUS sebanyak 3286 perizinan, izin pengoperasian pelabuhan umum sebanyak 2 perizinan, izin pembangunan dan pengoperasian tersus sebanyak 153 perizinan, izin pengelolaan TUKS sebanyak 159 perizinan, dan kerjasama terkait Tol Laut sebanyak 2 perjanjian. (RDL/BU/SR/HP)

Daftar Pelabuhan Tol Laut Jokowi


Daftar Pelabuhan Tol Laut Jokowi – Pembangunan Tol Laut Libatkan 24 Pelabuhan di Indonesia – Program pembangunan tol laut Jokowi untuk menciptakan konektivitas antar pulau yang optimal dan efektif secara rutin dari barat Indonesia sampai timur wilayah Indonesia melibatkan 24 pelabuhan.

Ke-24 program pelabuhan tol laut jokowi tersebut terdiri dari lima Pelabuhan sebagai Hub (pengumpul) meliputi 

  1. Pelabuhan Belawan/Kuala Tanjung
  2. Pelabuhan Tanjung Priok
  3. Pelabuhan Tanjung Perak
  4. Pelabuhan Makassar
  5. Pelabuhan Bitung

Sedangkan 19 Pelabuhan sebagai Feeder (pengumpan) bagi Pelabuhan Hub.

Ke-19 Pelabuhan Feeder tersebut adalah 

  1. Pelabuhan Malahayati
  2. Pelabuhan Batam
  3. Jambi (Talang Duku)
  4. Palembang
  5. Panjang
  6. Pelabuhan Teluk Bayur
  7. Tanjung Emas
  8. Pontianak
  9. Banjarmasin
  10. Sampit
  11. Balikpapan/Kanangau
  12. Samarinda/Palaran
  13. Tanau/Kupang
  14. Pantoloan
  15. Ternate
  16. Kendari
  17. Sorong
  18. Ambon
  19. Jayapura

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R. Mamahit berpendapat , pembangunan Poros Maritim Nasional atau Tol Laut jokowi memiliki tujuan untuk membongkar akses pelayaran petikemas regional dengan membangun sebuah pelabuhan besar berskala hub internasional yang memiliki kemampuan melayani kapal-kapal niaga besar di atas 3.000 TEUs hingga 6.000 TEUs.

Pengertian program Tol Laut Jokowi

Konsep Tol Laut bukan membuat jalan tol di atas laut. Namun merupakan jalur distribusi logistik menggunakan kapal laut dari ujung Pulau Sumatera hingga ujung Papua,” ungkap Bobby dalam lokakarya Wartawan Perhubungan “Menata Transportasi, Meningkatkan Daya Saing” di Aula Pemerintahan Kabupaten Belitung, Tanjungpandan, Jumat (22/5).

Bobby memaparkan, poros maritim Indonesia merupakan bagian poros maritim dunia. Untuk mewujudkannya, maka di wilayah Indonesia harus terdapat pusat-pusat kegiatan maritim dan kelautan berkelas dunia yang melayani dan mengakomodasi kegiatan kemaritiman ke seluruh dunia.

“Kegiatan maritim domestik harus menjadi penggerak ekonomi dan pembangunan utama,” kata Bobby.

Pada prinsipnya, pembangunan Tol Laut atau Pendulum Nusantara merupakan penataan rute tetap (linier), terhadap rute yang sudah ada. Untuk mencapai keberhasilannya, diperlukan langkah-langkah antara lain; mengefisienkan sistem transportasi maritim Indonesia, kelembagaan regulasi dan pendanaan serta dukungan lintas sektoral.

Karya Sal Alfarisi Kategori Ekonomi . dipublikasikan 20 Mei 2018

 

 

39 Bendungan Bakal Rampung di Era Jokowi

Pembangunan Bendungan


Jumat, 23 Sep 2016 15:05 WIB

df86ca5c-2b5c-49ce-8362-416514ccd588_169

Dua bendungan ditargetkan selesai konstruksinya pada tahun 2016 ini, melengkapi 5 bendungan yang selesai konstruksi pada 2015 lalu.

Dalam rencana Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, akan ada 39 bendungan akan selesai konstruksi secara bertahap dalam periode 2015-2019.

Rinciannya, 5 bendungan selesai konstruksi di tahun 2015 terdiri dari:

  1. Bendungan Rajui
  2. Bendungan Jatigede
  3. Bendungan Bajulmati
  4. Bendungan Nipah
  5. Bendungan Titab

2 bendungan selesai konstruksi di 2016 terdiri dari:

  1. Bendungan Payaseunara
  2. Bendungan Teritip

4 bendungan selesai konstruksi di 2017 terdiri dari:

  1. Bendungan Raknamo
  2. Bendungan Tanju
  3. Bendungan Mila
  4. Menudngan Marangkayu

7 bendungan selesai konstruksi di 2018 terdiri dari:

  1. Bendungan Gondang
  2. Bendungan Tugu
  3. Bendungan Logung
  4. Bendungan Rotiklod
  5. Bendungan Muara Sei Gong
  6. Bendungan Bintang Bano
  7. Bendungan Kuningan

11 bendungan selesai konstruksi di 2019 terdiri dari:

  1. Bendungan Passeloreng
  2. Bendungan Tapin
  3. Bendungan Ciawi
  4. Bendungan Sukamahi
  5. Bendungan Karalloe
  6. Bendungan Sindang Heula
  7. Bendungan Keureuto
  8. Bendungan Bendo
  9. Bendungan Gongseng
  10. Bendungan Tukul
  11. Bendungan Pidekso

Sebanyak 39 bedungan tersebut, merupakan bagian dari rencana pembangunan 65 bendungan selama periode Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Bendungan yang belum selesai di 2019 bukan karena mangkrak. Tetapi memang kan pembangunannya butuh waktu. Kalau baru mulai dibangun 2019, berarti 2-4 tahun berikutnya baru selesai. Semoga tetap jadi prioritas di periode berikutnya,” kata Direktur Jenderal SDA, Imam Santoso kepada detikFinance, Jumat (23/9/2016).  

Source: detik[dot]com . (dna/dna) . Dana Aditiasari – detikFinance . Jumat, 23 Sep 2016 15:05 WIB

Akhir 2018 Jakarta-Surabaya Tersambung Tol, Begini Progresnya

Jakarta-Surabaya lewat TOL 


2733c919-702f-4e1b-876f-e3dafd8c02dd_169

Pembangunan ruas tol Trans Jawa sepanjang 661 kilometer terus dikebut pengerjaannya. Saat ini ada 7 ruas yang tengah dalam masa konstruksi menuju target pengoperasiannya di tahun ini hingga akhir 2018 mendatang.

Berdasarkan data monitoring Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bulan November yang diterima detikFinance seperti dikutip di Jakarta, Selasa (28/11/2017), hingga saat ini sudah ada 368 km tol Trans Jawa yang beroperasi. Ruas Trans Jawa terakhir yang dioperasikan adalah Kertosono-Mojokerto Seksi Jombang-Mojokerto Barat sepanjang 20 Km dan Seksi 3 Semarang-Solo yang menyambungkan Bawen dan Salatiga sepanjang 18 Km.

Ruas Trans Jawa paling Barat dimulai dari Pejagan-Pemalang yang memiliki panjang total 58 km (4 seksi). Saat ini sudah ada 20 km dari ruas ini yang beroperasi. Sementara 38 km sisanya dari Brebes Timur ke Pemalang sedang dalam konstruksi, dengan progres tanah 99,95% dan fisik 80,12%

Berlanjut ke Tol Pemalang-Batang sepanjang 39 km yang terdiri dari 2 seksi. Saat ini kedua seksinya masih dalam tahap konstruksi dengan progres tanah 98,3% dan fisik 41,79%. Ruas ini ditarget bisa beroperasi penuh bulan Juni 2018 mendatang.

Ruas selanjutnya Trans Jawa yang sedang dalam pengerjaan adalah Batang-Semarang sepanjang 75 km (5 seksi). Sama halnya dengan Pemalang-Batang, kelima seksi dari ruas ini juga belum ada yang beroperasi. Progres pengadaan lahan saat ini sudah 97,42% dan konstruksi 48,47%

Setelah dari Semarang, Tol Trans Jawa berlanjut ke ruas Semarang-Solo yang memiliki panjang 73 km (5 seksi). 40 km dari total ruas ini sudah beroperasi, sedangkan 33 km dalam masa konstruksi, dari Salatiga menuju Kartosuro. Progres tanah saat ini sudah 97,69% sedangkan konstruksi sudah 62,66%.

Dari Solo, jalan bebas hambatan berlanjut terus ke arah Timur menuju ruas Solo-Ngawi sepanjang 90 km yang terdiri dari 4 seksi. Tol ini dikerjakan sebagian ruasnya oleh pemerintah sepanjang 21 km, sedangkan sisanya dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pemilik konsesi. Progres tanah saat ini sudah di angka 96,68%. Sementara konstruksi yang dikerjakan pemerintah mencapai progres 98,21% dan BUJT sebesar 76,15%. 

Kemudian, sebelum masuk ke ruas Surabaya-Mojokerto, didahului terlebih dahulu oleh Tol Ngawi-Kertosono sepanjang 87 km (4 seksi). Tol yang dikerjakan 37 km nya oleh pemerintah dan 50 km oleh BUJT ini sudah mencapai konstruksi keseluruhan 52,92% dengan pengadaan lahan 99,07%.

Terakhir adalah ruas Surabaya-Mojokerto. Dari 36 km panjang ruas ini, 20 km di antaranya sudah beroperasi di tahun 2011 dan 2016. Pekerjaan untuk sisa tol ini sudah rampung dan tinggal menunggu jadwal peresmian pengoperasian untuk ruas Sepanjang-Mojokerto sepanjang 16 km. (eds/dna)

Source: Eduardo Simorangkir – detikFinance.  28 Nov 2017

Proyek Strategis Jokowi yang Rampung Jadi 26

by Ardan Adhi Chandra – detikFinance. Rabu 20 Dec 2017, 15:21 WIB

360fca0e-5ff9-46af-a51e-d43bc4336bbe_169

Jakarta – Sebanyak 26 Proyek Strategis Nasional (PSN) telah selesai dibangun hingga 19 Desember 2017. Sebanyak 26 PSN yang telah selesai dibangun dengan rincian 20 diselesaikan di 2016 dan 6 proyek diselesaikan pada 2017.

Angka realisasi tersebut, bertambah 2 proyek dari perkembangan tanggal 14 Desember yang baru rampung 24 proyek.

Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Wahyu Utomo mengungkapkan sebanyak 26 proyek yang sudah selesai menelan dana investasi sebesar Rp 46,5 triliun. Selain itu, ada juga program 35.000 megawatt (MW) yang sudah beroperasi sebanyak 998 MW sebesar Rp 26,96 triliun, maka itu total 26 proyek ditambah dengan satu pogram ketenagalistrikan yang sudah beroperasi mencapai sekitar Rp 73 triliun.

Total project selesai 26 project Rp 46,5 triliun. 998 MW Rp 26,96 triliun, total semuanya Rp 73 triliun. Ini yang sudah selesai,” kata Wahyu dalam jumpa pers Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) di Penang Bistro, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017).

Adapun 6 proyek yang telah selesai di 2017 adalah

  1. Jalan Akses Tanjung Priok,
  2. PLBN Nanga Badau,
  3. PLBN Aruk,
  4. PLBN Wini,
  5. Tol Soreang-Pasirkoja
  6. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto

Dua proyek yang baru rampung beberapa waktu lalu yakni Jalan Tol Soreang-Pasirkoja, dan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto dengan nilai proyek keseluruhan mencapai Rp 13,1 triliun.

Sementara capaian untuk 35.000 MW hingga Desember 2017 sebanyak 998 MW beroperasi, 15.676 MW tahap konstruksi, 13.782 MW telah mendapatkan power purchase agreement (PPA) namun belum financial close, 3.163 MW dalam tahap pengadaan, dan 2.228 MW dalam tahap perencanaan.

35.000 MW, 998 MW sudah operasi sudah bisa digunakan oleh PLN dan bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Wahyu.

Selain itu, terdapat 145 proyek dan satu program yang sudah masuk tahap konstruksi, 9 proyek dalam tahap transaksi, 86 proyek dan 1 program dalam tahap penyiapan.

Dari 145 proyek tersebut, 37 di antaranya sudah beroperasi sebagian, seperti Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Jalan Tol Becakayu, KEK Tanjung Lesung, dan KEK Mandalika.

“Sebagian besar tahap konstruksi dan sebagian transaksi,” ujar Wahyu.

Sedangkan untuk 37 proyek yang masuk kategori proyek prioritas, hingga Desember 2017,

  • 20 proyek di antaranya telah memasuki tahap konstruksi,
  • 5 proyek dalam proses transaksi, dan
  • 12 proyek dalam tahap penyiapan.

Beberapa contoh proyek prioritas yang telah mencapai tahap konstruksi, antara lain

  • Jalan Tol Balikpapan-Samarinda,
  • MRT Jakarta fase I,
  • Palapa Ring Broadband,
  • PLTU Batang, dan
  • Tangguh LNG Train 3.

Proyeksi kemajuan PSN sampai dengan 2020, total proyek yang akan beroperasi sebanyak 170 proyek baik parsial maupun keseluruhan. Hal tersebut dengan tambahan proyek yang mulai beroperasi pada 2018 sebanyak 50 proyek, 2019 56 proyek, dan 2020 sebanyak 23 proyek. (ara/dna)

Tiga Tahun Memimpin, Presiden Jokowi Bangun 2.710 Pasar

Kementerian Perdagangan memastikan selama 3 tahun berjalannya pemerintahan kabinet kerja telah melakukan revitalisasi pasar rakyat, stabilisasi harga dan pasokan pangan, serta menjaga neraca perdagngan Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, dari tiga hal yang telah ditekankan Presiden Joko Widodo (Jokowi), setidaknya sudah memberikan hasil.

Seperti revitalisasi yang sampai saat ini telah terbangun 2.710 unit pasar rakyat baik bangun baru maupun renovasi dari target 5.000 pasar hingga 2019. 

“Dalam Nawa Cita 5.000 unit, baik revitalisasi maupun renovasi, kalau asumsi tiap tahun 1.000 unit, maka anggaran yang ada harus bisa. Tapi saya yakin tahun 2018 kita sudah bisa mengejar lebih dari 4.000 unit. Dengan demikian 2019 bisa lebih 5 ribu,” kata Enggar di Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Enggar menyebutkan, sejak 2015 telah terbangun 1.023 unit pasar rakyat, pada 2016 sebanyak 783 unit pasar rakyat, dan pada 2017 sebanyak 904 unit. Sehingga, totalnya ada 2.710 pasar rakyat yang sudah berdiri. Sedangkan sisanya masih ada 2.290 unit lagi yang akan dibangun.

Dengan revitalisasi dan renovasi pasar yang dilakukan pemerintah, maka terjadi peningkatan omzet bagi para pedagang pasar. Enggar menyebutkan, terjadi peningkatan omzet sebesar 24,38% di 77 pasar yang telah dibangun sejak 2015.

“Setiap renovasi dan revitalisasi pasar, omzet pasti meningkat. Semula meningkat tajam Pasar Induk Denpasar Bali, itu diolah bersih, tidak bau dan koridor bisa duduk. Tetapi omset meningkat tajam di Bengkulu Utara dari renovasi dilakukan,” tambah dia.

Dengan adanya peningkatan omzet, maka tugas pemerintah adalah mengendalikan pasokan pangan dengan melakukan penyerapan setiap produk bahan pokok melalui Kementerian Pertanian.

“Kalau pengendalian harga kita dikeluarkan harga eceran tertinggi (HET),” jelas dia.

Sedangkan yang berikutnya, yakni mengena Neraca Perdagangan. Menurut Enggar bahwa neraca perdagangan hingga September masih mengalami surplus sebesar US$ 1,76 Miliar.

“Jadi 3 hal yang penting neraca perdgangan dalam dan segala dampaknya, industri dalam negeri untuk ekspor,” kata dia.

Source: detik

Presiden Jokowi Bangun 4 Bendungan Rp 4,95 Triliun

INDONESIA MEMBANGUN-NEW

Monday, August 28, 2017

c96aa86e-f91b-4107-8919-7045a9d16b21_169

Ilustrasi Bendungan (Foto: Kementerian PUPR)

Presiden Jokowi Bangun 4 Bendungan Rp 4,95 Triliun, Ini Manfaatnya
 
Pemerintah segera membuka tender pembangunan empat bendungan baru yang merupakan bagian dari proyek 65 bendungan hingga 2019 mendatang. Keempat bendungan tersebut adalah Bendungan Pamukkulu di Sulawesi Selatan, Sidan di Bali, Margatiga di Lampung dan Bener di Jawa Tengah.

Berdasarkan data Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, yang diterima detikFinance, Senin (28/8/2017), keempat bendungan tersebut memiliki nilai kontrak mencapai Rp 4,95 triliun. Rinciannya, Bendungan Pamukkulu Rp 1,6 triliun, Bendungan Sidan Rp 420 miliar, Bendungan Margatiga Rp 870 miliar dan Bendungan Bener Rp 2,06 triliun.

Bendungan Sidan di Bali, direncanakan memiliki kapasitas sebesar 3,13 juta m3. Diharapkan dapat mengairi lahan seluas 4.595 Ha, menyediakan pasokan air baku sebesar 2,14 m3/detik, dan menghasilkan listrik sebesar 20 MW.

Kemudian Bendungan Margatiga, memiliki kapasitas 60 juta m3. Manfaatnya untuk irigasi 23.000 ha. Dan terakhir Bendungan Bener, berkapasitas 100,94 jt m3. Manfaatnya untuk irigasi 15.069 ha, air baku 1,60 m3/detik, dan menghasilkan listrik 6 MW.

Bendungan Pamukkulu di Sulawesi Selatan memiliki kapasitas 81,3 juta m3. Manfaatnya untuk irigasi 6.400 ha, air baku 0,20 m3/detik, dan menghasilkan listrik sebesar 2,5 MW.

Dan terakhir, bendungan Bener di Jawa Tengah, direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 100,94 juta m3, diharapkan dapat mengairi lahan seluas 15.069 ha, mengurangi debit banjir sebesar 210 m3/detik, dan menyediakan pasokan air baku sebesar 1,60 M³/detik. Bendungan ini juga bakal menghasilkan listrik sebesar 6 MW.

Jika tender keempat bendungan ini telah dibuka, diharapkan, dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan, kontrak pembangunan bendungan bakal ditandatangani sehingga bisa segera dilakukan konstruksi. 

Jalan Trans Papua Sorong-Manokwari 594 Km Sudah Tersambung 100%

INDONESIA MEMBANGUN-NEW

178406cc-9c94-4654-9365-60ea47685779_169

Sorong – Jalan Trans Papua yang menghubungkan Sorong-Kambuaya-Manokwari sepanjang 594,81 kilometer (km) sudah tersambung 100%. Ruas ini merupakan segmen I proyek Trans Papua yang berada di provinsi Papua Barat.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional 17 Papua Barat Ditjen Bina Marga, Yohanis Tulak, mengatakan titik nol km pada Segmen I ini berada di Pasar Boswesen atau Gereja Immanuel, hingga perempatan jalan di Pelabuhan Utama Manokwari.

“Kalau untuk Segmen I sudah tersambung dari Sorong-Manokwari,” kata Tulak di sela-sela peninjauan Jalan Trans Papua, Senin (20/2/2017).

4b5f857c-4406-4e70-9fd8-be2c9e93896f

Jalan Trans Papua memiliki panjang 4.330,07 km, yang dimulai dari Kota Sorong di Provinsi Papua Barat hingga Merauke di Provinsi Papua. Khusus di Provinsi Papua Barat hanya 2 ruas, dengan total panjang 1.070,62 km.

bf3287e9-37ff-40bc-ad05-d1fe4ffe5732

Tulak menyebutkan, dari 594,81 km di segmen I ini, jalan yang sudah diaspal sepanjang 459,93 km, dan sisanya 134,88 km masih merupakan urugan pilihan (urpil) atau tanah/japat.

Ruas yang belum teraspal ini tidak sekaligus sepanjang 134,88 km, melainkan berada di koridor-koridor tertentu, seperti mulai dari titik km 252 jembatan Ipaif, km 290 di Kali Sisu, dan di koridor lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Pemantauan Evaluasi Dit Pembangunan Jalan Bina Marga, Sadaarih Ginting, mengatakan masih ada beberapa titik pada segmen I yang harus ditingkatkan lagi proses pembangunannya.

6d775038-9e82-4916-a4b0-62ae0db4ff7c

“Segmen I sudah tembus, tapi memang ada beberapa yang perlu perbaikan grade untuk yang menanjak, kalau perbaikan nanti jangan terlalu curam,” kata dia.

Menurutnya, titik-titik yang belum diaspal juga harus dipastikan terawat dan terus dipelihara agar kendaraan dapat melalui dengan aman.

“Target kita fungsional, sudah bisa melayani walaupun ada yang sebagian masih urpil (urugan pilihan),” ungkapnya.

 

Pelabuhan Wasior Papua Barat

19 Agustus 2017

NEWS 150x13

20664454_1932823973633344_7203797606074316512_n

Gagasan tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk menghubungkan Sabang-Merauke kian menampakkan hasil. Berbagai pelabuhan pendukung konektivitas transportasi laut sudah terbangun. Satu di antaranya adalah Pelabuhan Wasior yang berada di Teluk Wondama, Papua Barat. Pelabuhan Wasior menempati lahan seluas 55.718 meter persegi, berperan sebagai pelabuhan pengumpul dalam hierarki pelabuhan laut.

Fasilitas yang telah dibangun di pelabuhan Wasior meliputi dermaga seluas 174×10 meter persegi, Trestle I seluas 48×8 meter persegi, Trestle II seluas 47×8 meter persegi, Causeway I seluas 160×6 meter persegi, Causeway II seluas 127×8 meter persegi dan reklamasi 12.500 meter persegi. Selain itu terdapat pembangunan fasilitas darat seperti kantor, terminal penumpang, pos jaga, rumah pompa, genset, gudang seluas 15×40 meter persegi dan lapangan penumpukan seluas 10.000 meter persegi. Pelabuhan ini mampu disandari kapal seberat 3.500 DWT dengan faceline dermaga -10 mLWS.

Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada bulan April 2016, pelabuhan ini telah mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi setempat. Fungsinya sebagai jalur penghubung Kabupaten Teluk Wondana dengan kabupaten lain di Indonesia telah melancarkan arus distribusi barang dan jasa sekaligus memangkas disparitas harga. Pembangunan Pelabuhan Wasior merupakan bentuk komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan program Nawa Cita, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan.

 

Seminggu Uji Coba, Simpang Susun Semanggi Dilintasi 50.000 Kendaraan per Hari

By Bruniq, August 8, 2017

NEWS 150x13

simpang-susun-semanggi2toga-1-640x366

JAKARTA – Selama sepekan jalan layang Simpang Susun Semanggi Jakarta berlangsung.

Jalan layang itu pun diklaim telah mengurangi sebanyak 30 persen kemacetan di wilayah sekitarnya.

“Dengan adanya Simpang Susun Semanggi. evaluasi sementara, kami menilai berhasil mengurangi kemacetan 30 persen di empat kupingan eksisting,” kata Priyanto, Kabid Rekayasa Lalu Lintas, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Jumlah kendaraan yang melintas di empat kupingan eksisting, menurut Priyanto, terdapat 250.000 kendaraan per hari.

Sementara, jumlah kendaraan yang melintas di Simpang Susun Semanggi, sebanyak 20 persen dari 250.000 kendaraan yang melintas di kupingan eksisting.

Yaitu sebanyak 50.000 kendaraan per hari.

“Untuk evaluasi nanti akan kami sampaikan setelah peresmian pada 17 Agustus nanti,” katanya.

Sementara itu, Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Miyanto, bahwa dengan Simpang Susun Semanggi berdampak mengurai kemacetan di beberapa ruas.

“Sangat membantu di area Semanggi. Pagi hari yang biasanya ngantre, sekarang sangat tidak ngantre ke luar tol depan Polda,” katanya.

Seluruh rambu di Simpang Susun Semanggi pun telah lengkap terpasang. Jumlahnya kurang lebih 20 buah.

“Sudah lengkap larangan sepeda motor, larangan mobil barang, larangan sepeda ontel, sepeda kayuh, gerobak, kemudian khususnya sepeda motor. Jadi khusus mobil saja. Kalau truk gak boleh. Kecuali ada pembangunan LRT, tapi lewat bawah. Rambu pejalan kaki juga tidak boleh. Berlaku kawasan ganjil genap,” katanya.

Simpang Susun Semanggi bisa digunakan bagi kendaraan roda empat yang mengarah dari Tomang atau Slipi, menuju Blok M. Serta dari arah Cawang atau Pancoran, menuju Bundaran HI.

Uji coba dilakukan sejak 29 Juli 2017 yang dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat.

Resmikan Simpang Susun Semanggi, Jokowi Puji Ahok-Djarot

NEWS 150x13

PERESMIAN SIMPANG SUSUN SEMANGGI 17-08-2017

Presiden Joko Widodo meresmikan simpang susun Semanggi, di Jakarta, Kamis (17/8/2017) malam.

Jokowi berangkat dari Istana Merdeka, Jakarta, pukul 19.00 WIB setelah rangkaian perayaan dan upacara HUT RI selesai digelar. Pukul 20.00 WIB, iring-iringan kendaraan Jokowi sudah tiba di simpang susun Semanggi.

Selama beberapa menit, Jokowi mendengar penjelasan dari Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya.

Ia juga sempat melihat gambar simpang susun Semanggi yang berada di lokasi. Akhirnya, Jokowi pun memencet tombol peresmian.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini simpang susun Semanggi saya resmikan,” kata Jokowi diikuti bunyi sirine tanda peresmian.

Puji Ahok-Djarot

Dalam kesempatan ini, Jokowi pun sempat memuji kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sejak dipimpin Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, hingga kemudian digantikan Djarot Saiful Hidayat.

“Saya sangat menghargai kecepatan pembangunan simpang susun Semanggi, yang cepat sekali, satu tahun. Sangat menghargai sekali kerja gubernur sekarang (Djarot) maupun gubernur sebelumnya (Ahok),” kata Jokowi.

Kepala Negara mengatakan, kawasan Semanggi bukan hanya jantungnya Jakarta, tapi jantung Indonesia. Keramaian yang paling padat ada di Semanggi. Oleh karena itu, simpang susun Semanggi ini sangat penting untuk mengurai kemacetan.

Jokowi sendiri mengaku sudah lebih dari 10 kali bolak-balik simpang susun Semanggi.

“Sekali lagi saya mengapresiasi pekerjaan cepat yang dikerjakan di simpang susun sesuai dengan rencana. Ini dikerjakan PT Wijaya Karya dengan ketepatan waktu,” kata Jokowi sambil mengacungkan jempolnya.

Dalam peresmian ini, selain ditemani Djarot, Jokowi juga didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya.