Category Archives: Pil KB

Ingin Tahu Efek Samping Pil KB?

PASUTRI 150

ingin-tahu-efek-samping-pil-kb-alodokter

Alat kontrasepsi memiliki ragam jenis, di antaranya alat kontrasepsi hormonal, seperti pil. Di Indonesia, pil tersebut lebih dikenal dengan pil KB atau pil Keluarga Berencana. Pengguna pil ini cukup banyak karena terbukti efektif.

Ketika dikonsumsi dengan tepat, pil KB dapat mencegah kehamilan hingga lebih dari 99 persen. Artinya dari 1000 wanita yang mengonsumsi pil KB sebagai metode kontrasepsi, kurang dari sepuluh orang yang mengalami kegagalan berupa kehamilan. Namun di balik efektivitas pil KB tersebut, adakah risiko bagi penggunanya?

Pil KB mencegah kehamilan melalui kandungan hormon estrogen dan progestin, dengan menghambat indung telur berovulasi atau melepaskan sel telur. Selain itu, pil juga akan membuat sperma kesulitan mencapai sel telur atau menghalangi sel telur menempel pada lapisan rahim.

Sejalan dengan cara kerja pil KB tersebut, tidak jarang menimbulkan efek samping bagi penggunanya. Mulai dari yang sangat ringan, hingga dampak yang cukup mengganggu. Berikut ini beberapa risiko efek samping yang dapat dipicu oleh penggunaan pil KB.

Mual

Reaksi ini kemungkinan akan hilang dalam dua bulan. Cobalah untuk mengonsumsi bersama dengan makanan sebelum beralih ke metode kontrasepsi lain.

Sakit kepala dan rasa tidak nyaman pada payudara

Efek ini biasanya akan terasa pada awal mengonsumsi pil KB. Jika efek tersebut tidak berkurang, pertimbangkan untuk berganti merek obat atau metode kontrasepsi dan konsultasikan dengan dokter.

Pendarahan secara tiba-tiba di luar masa haid

Pengguna pil KB bisa saja mengalami pendarahan yang terjadi tanpa diduga, di luar masa haid. Mengonsumsi pil KB dengan waktu yang sama tiap hari kemungkinan bisa membantu meringankan. Namun jika Anda merasa khawatir atau tidak nyaman, konsultasikan dengan dokter.

Peningkatan berat badan

Walau tergolong efek samping yang jarang, beberapa wanita mengalami kenaikan berat badan tubuh. Hal ini umumnya terjadi karena penumpukan cairan. Efek samping ini biasanya tidak berlangsung lama dan berat badan bisa kembali normal setelah beberapa waktu menggunakan pil KB.

Gairah seks yang menurun

Jika mengalami hal ini, Anda bisa mencoba jenis pil KB yang berbeda. Sebagian wanita bisa terbantu jika menggunakan pil yang mengandung hormon androgen. Apabila hal tersebut tidak berhasil, ganti metode kontrasepsi Anda.

Perubahan suasana hati yang terjadi secara mendadak

Jika tidak ada hal lain yang menyebabkan hal itu dan pil KB dirasa sebagai penyebab utama, Anda dapat beralih ke metode kontrasepsi nonhormonal.

Ketika baru mulai mengonsumsi obat, efek samping yang terjadi bisa mengganggu. Tapi pada umumnya gejala efek samping akan berkurang seiring tubuh menyesuaikan diri dengan penggunaan obat. Namun jika Anda tidak tahan atau gejala tidak mereda, Anda dapat beralih ke merek atau metode kontrasepsi lain.

Kemungkinan Dampak Lebih Serius

Bagi sebagian besar wanita, pil KB aman untuk dikonsumsi dan hanya menimbulkan efek samping yang ringan. Meski demikian, perlu diketahui bahwa alat kontrasepsi ini memiliki risiko lain yang tergolong tinggi, terutama bagi wanita dengan kondisi tertentu.

Kandungan hormon estrogen dalam pil KB dapat menyebabkan darah lebih mudah menggumpal. Jika sampai terbentuk gumpalan darah beku, maka dapat menyebabkan trombosis vena pada kaki, gumpalan darah beku pada paru-paru atau memicu serangan jantung atau stroke.

Risiko ini memang tergolong sangat jarang dialami, namun konsultasikan kembali dengan dokter jika Anda memiliki faktor risiko yang membuat Anda lebih rentan.

Sementara itu, penelitian mengenai kaitan efek samping pil KB dengan kanker payudara masih terus dilakukan. Ada yang menyebutkan pengguna alat kontrasepsi hormonal,  termasuk pil, memiliki kemungkinan sedikit lebih tinggi untuk terdiagnosis kanker payudara.

Namun dengan berhenti mengonsumsi pil KB selama 10 tahun, risiko terkena kanker payudara akan kembali menurun seperti mereka yang tidak pernah mengonsumsi pil KB. Sementara untuk risiko kanker serviks dan sejenis kanker hati, belum terbukti sepenuhnya terkait dengan penggunaan pil KB.

Untuk itu, penting untuk mengetahui tentang adanya beberapa kondisi yang dapat terjadi akibat efek samping pil KB yang serius, antara lain:

  • Nyeri di bagian dada.
  • Sakit perut.
  • Gangguan pandangan, misalnya pandangan kabur atau samar.
  • Sakit kepala yang tidak tertahankan.
  • Bengkak atau nyeri pada kaki dan paha.

Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, segera temui dokter atau pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Gejala tersebut bisa merupakan indikasi penyakit berbahaya, seperti gangguan pada organ hati, empedu, hati, pembekuan darah, stroke, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung.

Faktor-faktor Risiko yang Perlu Diperhatikan

Metode kontrasepsi pil ini terbilang praktis karena dapat dibeli secara bebas. Namun, sebelum memutuskan menggunakannya, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli medis atau dokter. Bagi wanita dengan dua atau lebih ciri-ciri berikut sebaiknya menghindari konsumsi pil KB:

  • Berusia lebih dari 35 tahun.
  • Berat badan berlebih atau obesitas dengan indeks massa tubuh atau body mass index 35 atau lebih
  • Perokok atau baru saja berhenti merokok selama satu tahun.
  • Memiliki saudara dekat yang memiliki riwayat gumpalan darah beku pada usia kurang dari 45 tahun.
  • Tidak mampu bergerak untuk periode yang panjang, misalnya karena menggunakan kursi roda atau kaki yang harus menggunakan gips.

Jika Anda hanya mengalami satu dari faktor-faktor yang disebutkan di atas, Anda bisa mengonsumsi pil KB, tapi secara berhati-hati. Kenali efek samping yang telah disebutkan di atas dan konsultasikan dahulu pada dokter sebelum mulai mengonsumsi pil KB.

Anda juga sebaiknya menghindari pil KB jika:

  • Memiliki riwayat penggumpalan darah.
  • Menderita serangan migrain yang parah
  • Memiliki gangguan empedu atau hati.
  • Memiliki kelainan jantung atau sakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi.
  • Mengidap diabetes dengan komplikasi atau terserang diabetes lebih dari 20 tahun.
  • Mengidap kanker payudara.

Konsultasikan  dengan dokter mengenai pilihan kontrasepsi paling sesuai berdasarkan riwayat kesehatan Anda dan pasangan, guna menekan efek samping dan risiko.

 

 

 

 

Pil KB – Manfaat, Efek Samping, dan Kontraindikasinya

PASUTRI 150

 

 

Adakah Manfaat Pil KB Selain Mencegah Kehamilan?

Pil KB tidak hanya mencegah kehamilan, tetapi juga memiliki beberapa manfaat kesehatan. Beberapa manfaat kesehatan dari pil KB antara lain:

  1. Periode menstruasi yang teratur dan ringan. Pil KB dapat membantu mengatur siklus menstruasi sehingga periodanya sekitar 28 hari. Pil KB juga menyebabkan haid yang lebih ringan.
  2. Kulit yang lebih bersih. Pil KB dapat memperbaiki kulit berjerawat. Hormon-hormon yang terdapat dalam pil KB umumnya dapat menghentikan pembentukan jerawat. Namun efek ini biasaya baru terlihat beberapa bulan setelah penggunaan pil KB.
  3. Mengurangi kram. Pil KB dapat mengurangi bahkan menghilangkan kram yang sering terjadi pada saat menstruasi.
  4. Manfaat lainnya. Pil KB mengurangi resiko anemia, karena pil KB dapat mengurangi pendarahan menstruasi. Pil KB juga mengurangi resiko kanker endometrium (kanker selaput lendir rahim), kanker rahim, dan kista rahim. Pil KB juga melindungi tuba fallopi terhadap penyakit radang panggul (pelvic inflammatory diseases, PID). Pil KB juga mencegah terjadinya kehamilan di luar rahim.

Efek Samping Penggunaan Pil KB

Kebanyakan wanita yang menggunakan pil KB tidak mengalami efek. Namun ada juga wanita yang mengalami menstruasi yang tidak teratur, mual, sakit kepala, atau perubahan berat badan. Masing-masing jenis pil KB mungkin memberikan efek samping yang berbeda. Beberapa efek samping yang mungkin dialami pengguna pil KB adalah:

  • Pendarahan (spotting). Ini dapat terjadi selama minggu pertama sampai minggu ketiga sejak penggunaan pertama pil KB atau jika anda lupa minum pil KB tersebut. Jika pendarahan semakin parah atau berlangsung lebih dari tiga hari padahal anda telah nenggunakannya selama beberapa bulan, sebaiknya segera hubungi dokter anda.
  • Mual. Mual sering terjadi ketika anda pertama kali mulai menggunakan pil KB, dan biasanya akan lenyap dalama beberapa hari. Hal ini biasanya jarang terjadi jika anda minum pil KB setelah makan malam atau anda makan snack sebelum tidur.
  • Sakit Kepala. Sakit kepala dapat terjadi karena stress, kurang tidur, infeksi sinus, atau migraine. Pil KB dapat membuat sakit kepala lebih baik atau lebih buruk. Jika dokter anda menduga sakit kepala anda disebabkan karena pil KB, ia akan membuat resep pil kontrasepsi dengan jumlah estrogen yang lebih kecil atau meminta anda menghentikan penggunaan pil KB untuk sementara waktu.
  • Perubahan Mood. Emosi naik dan turun dapat terjadi dan sebenarnya sangat jarang disebabkan oleh pil KB. Berolahraga dan makan makanan sehat dapat membantu disamping konsultasi dengan dokter. Biasanya dokter dapat membantu jika anda menjelaskan kondisi yang anda alami.
  • Payudara sakit atau membesar. Sangat jarang terjadi, payudara menjadi lebih lembek dan/atau membesar.
  • Perubahan berat badan. Ada wanita yang mengalami kenaikan berat badan dan ada pula wanita yang mengalami penurunan berat badan setelah menggunakan pil KB.
  • Pembekuan darah. Pembekuan darah di kaki atau di paru-paru merupakan efek samping serius yang sangat jarang terjadi. Jika anda tiba-tiba mengalami nyeri atau pembengkakan di kaki atau sesak napas dan nyeri dada, segera ke dokter untuk diperiksa. Jika anda pernah mengalami penggumpalan darah di kaki anda tidak boleh minum pil KB.

Jika efek samping terjadi, biasanya efek tersebut ringan dan hilang dengan sendirinya dalam tiga atau empat siklus pertama. Jika anda mengalami efek samping segera hubungi dokter anda untuk mendapatkan penjelasan. Jika efek samping tersebut membuat anda tidak nyaman atau efek tersebut tidak segera hilang, dokter anda mungkin menyarankan untuk mengganti pil KB anda dengan pil KB jenis lainnya.

Kontraindikasi Menggunakan Pil KB Kombinasi

Orang-orang dengan kondisi berikut tidak boleh menggunakan pil KB:

  • Pernah mengalami pembekuan darah
  • Sakit kepala migraine dengan aura (migraine dengan “melihat” bintik atau cahaya silau atau kesulitan melihat 5 sampai 30 menit sebelum sakit kepala terasa), atau gejala kelainan syaraf seperti mati rasa atau tidak bisa bicara.
  • Penyakit jantung tipe tertentu
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan pengobatan medis
  • Pernah mengalami penyakit kuning (jaundice) saat hamil

 

Related Posts

  1. Tips Memilih Alat Kontrasepsi Yang Aman
  2. Ini 9 Hal yang Harus Wanita Ketahui Soal Alat Kontrasepsi
  3. Wanita-wanita yang Tak Boleh Pakai KB Hormonal
  4. Sudah Minum Pil KB Kok Masih Hamil?

Sudah Minum Pil KB Kok Masih Hamil?

PASUTRI 150

20 Agustus 2013

184916_womaneatpillts

Pil kontrasepsi atau pil KB merupakan salah satu kontrasepsi yang cukup efektif untuk mencegah kehamilan. Tapi pada beberapa kasus, kenapa masih ada wanita yang hamil meski sudah minum pil KB?

“Sebetulnya pil KB sangat efektif bila penggunaannya tepat dan kepatutannya tinggi,” jelas dr Shanty Olivia, Sp.OG, dokter dari RSCM dalam acara ‘Seminar Nasional Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Bidan Praktik Mandiri dalam Program KB Nasional’, dalam rangka Hari Keluarga XX Tingkat Nasional, di Universitas Haluoleo, Kendari, Kamis (27/6/2013).

Menurut dr Shanty, kehamilan setelah minum pil KB sering terjadi akibat ketidakpatutan klien untuk minum pil. ” Ada beberapa ibu hamil yang pakai pil KB tapi minum pil sesukanya. Jadi misal, dalam siklus haid dia minum sembarangan,” lanjut dr Shanty.

Kontrasepsi menggunakan pil juga disebut kontrasepsi oral, tipenya adalah meminum pil yang mengandung hormon yang bisa mencegah ovarium perempuan mengeluarkan sel telur sehingga mencegah kehamilan.

Perempuan yang menggunakan kontrasepsi ini harus mengonsumsi pil tersebut setiap hari, bahkan pada waktu yang sama setiap harinya.

Pil kontrasepsi merupakan alat kontrol kelahiran yang paling dapat dipercaya dan tetap tidak mengurangi sensasi terhadap pasangan. Keuntungan lain dari kenyamanan ini adalah perempuan bisa tetap mendapatkan siklus menstruasi yang teratur dan bisa diprediksi, meskipun ada juga yang tidak mendapatkan siklus teratur.

Ini 9 Hal yang Harus Wanita Ketahui Soal Pil KB

PASUTRI 150

20 Agustus 2013

pilkb
Untuk mengendalikan angka kelahiran, setiap pasangan, terutama para istri, diminta untuk menggunakan atau mengonsumsi alat kontrasepsi. Karena faktor kepraktisan, tampaknya sejauh ini alat kontrasepsi yang paling sering dipergunakan oleh wanita adalah yang berbentuk pil.

Hanya saja tak banyak yang mereka ketahui tentang pil kontrasepsi itu sendiri dan mengapa mereka harus mengonsumsinya setiap hari.

Agar tak salah kaprah, setiap wanita PERLU mengetahui 9 hal tentang pil pengendali kelahiran ini, baik yang hormonal maupun non-hormonal (non-permanen), seperti halnya dikutip dari Huffingtonpost, Senin (1/7/2013) berikut ini.

1. Pemakaian yang tak konsisten bisa jadi masalah besar

Guttmacher Institute melaporkan kehamilan yang tak diinginkan (unintended pregnancy) pada dua-pertiga wanita yang menggunakan kontrasepsi secara konsisten dan dengan cara yang benar hanya sebesar lima persen. Sedangkan 19 persen wanita yang tidak konsisten memakai kontrasepsi mengakibatkan kehamilan tak diinginkan mencapai 43 persen.

Untuk pil KB misalnya, setiap tahunnya diperkirakan hanya 1 dari 100 wanita yang akan hamil jika mereka minum pil itu setiap hari, tapi hanya 9 dari 100 wanita yang hamil jika mereka tak meminumnya setiap hari. Para wanita biasanya benar-benar percaya jika pil KB itu efektif, tapi itu tergantung konsistensi mereka sendiri dalam menggunakannya.

2. Efek sampingnya harus diperhatikan

Sebenarnya semua merk pil kontrasepsi sama efektifnya dalam mencegah kehamilan, tapi belum tentu semuanya sesuai dengan tubuh Anda. Yang bisa membantu Anda dalam memilih hal ini adalah dokter kandungan Anda.

Setidaknya ketahui hal-hal mendasar tentang pil pilihan Anda. Ada pil kombinasi yang mengandung hormon estrogen sekaligus progestin, ada juga yang hanya mengandung progestin bagi wanita yang tak bisa mengonsumsi estrogen. Namun pahami juga pilihan kontrasepsi lain seperti IUD atau vaginal ring.

Tapi jika Anda merasa terkena efek samping berkaitan dengan pengendali kelahiran Anda, cobalah menemukan hal itu dengan memanfaatkan kalender dan kemukakan informasi tersebut ketika menemui ginekolog Anda. Hal ini akan membantu dokter atau perawat untuk memahami apa yang Anda alami dan menuntun Anda menemukan kontrasepsi yang lebih baik.

Lagipula sejumlah efek samping bisa jadi akan menghilang setelah tubuh Anda menyesuaikan diri, meski ada juga yang tidak demikian.

3. IUD adalah kontrasepsi yang paling efektif

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine menemukan bahwa intrauterine devices atau IUD 20 kali lebih baik dalam mencegah kehamilan tak diinginkan ketimbang pil, koyo (patch) atau vaginal ring.

Apa sebabnya? Karena IUD dapat menghilangkan faktor ‘kesalahan manusia’ (human error) yang menyebabkan terjadinya kehamilan tak diinginkan. Selain efektif, sampai detik ini IUD masih tercatat sebagai kontrasepsi yang aman dan tahan lama, meski selama ini IUD dianggap tidak begitu.

4. Pil tidak menyebabkan berat badan naik

Versi lama pil pengendali kelahiran mengandung dosis hormon yang lebih tinggi dari yang modern sehingga para wanita yang mengonsumsinya mengalami penambahan berat badan.

Lagipula banyak pakar yang tidak menemukan adanya keterkaitan antara pil kombinasi dengan penambahan berat badan, walaupun American Congress of Obstetricians and Gynecologists menyatakan bahwa pil KB yang berisi progestin dapat menyebabkan berat badan wanita yang mengonsumsinya menjadi bertambah.

Ada dua alasan wanita bisa mengalami penambahan berat badan ketika mengonsumsi pil KB: biasanya mereka mulai mengonsumsi pil KB saat masih remaja jadi penambahan berat badan itu hanya karena mereka sedang tumbuh, tapi mereka mengira ini karena pilnya. Selain itu banyak wanita yang mengonsumsi pil ini saat sudah menikah, dan beberapa studi menyatakan bahwa berat badan wanita yang telah bersuami cenderung bertambah.

5. Konsumsi obat-obatan lain ikut pengaruhi efektivitas pil

Itulah mengapa dokter Anda kerap menanyakan apakah ada obat-obatan yang sedang Anda konsumsi sebelum menuliskan resep pil kontrasepsi. Pasalnya sejumlah obat-obatan tertentu tak dapat dicampur antara satu sama lain, salah satunya bagi pil pengendali kelahiran Anda.

Beberapa jenis obat yang tak boleh dikombinasikan dengan pil kontrasepsi diantaranya antibiotik, obat anti-jamur, antidepresan tertentu serta sejumlah suplemen alami yang dapat mengurangi kemampuan pil kontrasepsi (terutama yang mengandung estrogen) untuk menghasilkan efek yang diinginkan.

6. Pil kontrasepsi dapat digunakan sampai kapanpun

“Bertahun-tahun yang lalu banyak yang mengira penggunakan pil pengendali kelahiran dalam waktu lama akan menggangu kemampuan seorang wanita untuk hamil, tapi ternyata ini salah besar,” terang dokter kandungan dari Mayo Clinic, Dr. Mary M. Gallenberg.

“Para dokter dulunya juga kerap merekomendasikan agar pasiennya sesekali mengambil jeda (dari konsumsi pil kontrasepsi), tapi nyatanya hal ini tak memberikan manfaat apapun, bahkan justru meningkatkan risiko kehamilan tak diinginkan,” tambahnya.

Tentu saja ada beberapa alternatif alat pengendali kelahiran yang permanen seperti sterilisasi, terutama jika para wanita berikut pasangannya mempertimbangkan untuk tidak punya anak atau berhenti punya anak.

7. Wanita bisa langsung hamil kalau berhenti minum pil

“Di masa lalu, para dokter khawatir jika Anda langsung hamil setelah berhenti minum pil, maka risiko keguguran Anda akan tinggi. Tapi teori ini terbukti salah karena hormon dari pil pengendali kelahiran tidaklah mengganggu sistem di dalam tubuh seorang wanita,” tandas peneliti dari Mayo Clinic.

Hal ini diamini Dr. Katharine O’Connell White, dokter kandungan dari Baystate Medical Center, Springfield, Massachussets. “Para wanita tak perlu berhenti minum pil dalam kurun tiga hingga enam bulan sebelum mencoba untuk hamil karena tubuhnya akan segera kembali normal,” tambahnya.

Kondisi serupa juga terjadi pada IUD: American Congress of Obstetricians and Gynecologists menyatakan bahwa para wanita dapat mencoba hamil sesegera setelah IUD-nya dilepas.

8. Pil dapat memberikan perlindungan lima hari pasca melakukan seks tak aman

Jenis obat tertentu seperti Plan B diketahui dapat mencegah kehamilan pada wanita lima hari setelah orang yang bersangkutan melakukan seks tak aman alias tanpa perlindungan. Opsi lainnya adalah memasukkan IUD lima hari setelah seks tak aman.

Intinya, meski Anda melakukan seks tak aman, ada sejumlah metode aman yang dapat membantu mencegah kehamilan jika itulah yang Anda inginkan.

9. Pil KB untuk pria akan segera hadir

Bill and Melinda Gates Foundation baru-baru ini menggelar sayembara untuk menemukan alat pengendali kelahiran yang diperuntukkan bagi pria, baik yang hormonal maupun non-hormonal. Sejumlah peneliti pun menemukan adanya sebuah molekul yang dapat menurunkan jumlah sperma pada tikus secara dramatis, yang suatu ketika diharapkan dapat digunakan pada manusia.