Daftar Lagu Nasional Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Berikut adalah daftar lagu nasional Indonesia beserta penciptanya berdasar abjad.

A – D


  • Andika Bhayangkari (Amir Pasaribu)
  • Api Kemerdekaan (Joko Lelono / Marlene)
  • Bagimu Negeri (R. Kusbini)
  • Bangun Pemudi Pemuda (Alfred Simanjuntak)
  • Bendera Kita (Dirman Sasmokoadi)
  • Bungaku (Cornel Simanjuntak)
  • Bendera Merah Putih (Ibu Soed)
  • Berkibarlah Benderaku (Ibu Soed)
  • Bhinneka Tunggal Ika (Binsar Sitompul/A Thalib)
  • Dari Sabang Sampai Merauke (R Soerardjo)
  • Di Timur Matahari (Wage Rudolf Soepratman)
  • Dirgahayu Indonesia (Husein Mutahar)
  • Desaku (Ibu Soed)
  • Berkibarlah Bendera Negriku
  • Tanah air indonesia (E.L Pohan)

E – H


  • Garuda Pancasila (Sudharnoto)
  • Gugur Bunga (Ismail Marzuki)
  • Halo, Halo Bandung (Ismail Marzuki)
  • Hamba Menyanyi
  • Hari Merdeka (lagu nasional) (Husein Mutahar)
  • Himne Kemerdekaan (Ibu Soed/Wiratmo Sukito)
  • Himne Guru (Sartono)
  • Himne Pramuka
  • Himne Siswa (Husein Mutahar)

I – L


  • Ibu Kita Kartini (Wage Rudolf Soepratman)
  • Ibu Pertiwi (Lirik : Ismail Marzuki)
  • Indonesia Bersatulah (Alfred Simanjuntak)
  • Indonesia Jaya (Chaken M)
  • Indonesia Raya (Wage Rudolf Soepratman)
  • Indonesia Subur (M Syafei)
  • Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki)
  • Indonesia Tetap Merdeka (Cornel Simanjuntak)
  • Indonesia Tumpah Darahku (Ibu Soed)
  • Jembatan Merah (Gesang)
  • Kebyar Kebyar (Gombloh)
  • Ku Pinta Lagi (Cornel Simanjuntak)
  • Karang bunga dari selatan

M – P


  • Mengheningkan Cipta (Ismail Marzuki)
  • Maju Indonesia (Cornel Simanjuntak)
  • Maju Tak Gentar (Cornel Simanjuntak)
  • Mars Bambu Runcing (Kamsidi/Daldjono)
  • Mars Harapan Bangsa (Kamsidi/Daldjono)
  • Mars Pancasila (Sudharnoto)
  • Melati di Tapal Batas (Ismail Marzuki)
    (Hymne Pahlawan) Mengheningkan Cipta (Truno Prawit)
  • Merah Putih (Ibu Soed)
  • Merah Putih (Gombloh)
  • Nusantara
  • Nyiur Hijau (Maladi)
  • Pada Pahlawan (Cornel Simanjuntak/Usmar Ismail)
  • Padi menguning (Kusbini)
  • Pahlawan Merdeka (Wage Rudolf Soepratman)
  • Pantang Mundur (Titiek Puspa)

Q – T


  • Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki)
  • Satu Nusa Satu Bangsa (Liberty Manik)
  • Selamat Datang Pahlawan Muda (Ismail Marzuki)
  • Serumpun Padi (Maladi)
  • Syukur (Husein Mutahar)
  • Tanah Airku (Ibu Soed)
  • Tanah Airku (R. Iskak)
  • Tanah Tumpah Darahku (Cornel Simanjuntak/Sanusi Pane)
  • Teguh Kukuh Berlapis Baja (Cornel Simanjuntak/Usmar Ismail)
  • Terima Kasih Kepada Pahlawanku (Husein Mutahar)
  • Sumpah Kita
  • Sepasang Mata Bola
  • Syukur

34 Provinsi di Indonesia

 

Seperti telah dibahas pada artikel sebelumnya (baca pada artikel Pemekaran provinsi di Indonesia sejak merdeka), bahwa provinsi di Indonesia sampai saya menuliskan artikel sejarah ini berjumlah 34.

Nah, selanjutnya di sini akan saya sertakan 34 provinsi di Indonesia tersebut beserta nama ibu kotanya. Dengan begitu diharapkan anda akan lebih detail mengenal setiap provinsi yang ada di negeri ini.

Coba perhatikan gambar pulau di bawah ini, anda dapat melihat pulau dan mencocokkan dengan tabel provinsi yang ada, sehingga di mana letak provinsi akan terlihat.

Berikut daftar nama provinsi di Indonesia dan nama Ibu kotanya :

No

Nama Provinsi

Ibu Kota

1

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Banda Aceh

2

Provinsi Sumatra Utara

Medan

3

Provinsi Sumatra Barat

Padang

4

Provinsi Riau

Pekanbaru

5

Provinsi Kepulauan Riau

Tanjung Pinang

6

Provinsi Jambi

Jambi

7

Provinsi Sumatra Selatan

Palembang

8

Provinsi Bengkulu

Bengkulu

9

Provinsi Lampung

Bandar Lampung

10

Provinsi Bangka Belitung

Pangkal Pinang

11

Provinsi DKI Jakarta

Jakarta

12

Provinsi Jawa Barat

Bandung

13

Provinsi Banten

Serang

14

Provinsi Jawa Tengah

Semarang

15

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY)

Yogyakarta

16

Provinsi Jawa Timur

Surabaya

17

Provinsi Bali

Denpasar

18

Provinsi Nusa Tenggara Barat

Mataram

19

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Kupang

20

Provinsi Kalimantan Barat

Pontianak

21

Provinsi Kalimantan Tengah

Palangkaraya

22

Provinsi Kalimantan Selatan

Banjarmasin

23

Provinsi Kalimantan Timur

Samarinda

24

Provinsi Kalimantan Utara

Tanjung Selor

25

Provinsi Sulawesi Utara

Manado

26

Provinsi Gorontalo

Gorontalo

27

Provinsi Sulawesi Tengah

Palu

28

Provinsi Sulawesi Selatan

Makassar

29

Provinsi Sulawesi Barat

Mamuju

30

Provinsi Sulawesi Tenggara

Kendari

31

Provinsi Maluku

Ambon

32

Provinsi Maluku utara

Ternate

33

Provinsi Papua

Jayapura

34

Provinsi Papua Barat

Manukwari

Peta 34 Provinsi di Indonesia

Tabel-34-provinsi-di-indonesia (1)

Peta-34-Provinsi-Indonesia-sesuai-nomor-urut

_

5 Jenis Sertifikat Rumah

SERTIFIKAT RUMAH

Sertifikat Tanah

5 Jenis Sertifikat Rumah : AJB, HGB, SHM, Girik dan SHSRS

Apakah Anda mengetahui ternyata ada 5 jenis sertifikat rumah yaitu HGB, AJB, SHM, Girik dan SHSRS? Apa perbedaan masing-masing sertifikat tersebut?

Sertifikat Tanah dan Undang-Undang Agraria

Apakah Anda dalam waktu dekat ini ingin membeli sebuah rumah atau properti? Anda wajib mengerti jenis sertifikat rumah yang ingin Anda beli.

Sertifikasi tersebut memiliki tujuan utama agar, kita sebagai warga negara tertib dalam administrasi. Informasi mengenai jenis sertifikasi rumah dan peraturan terkait agraria diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Agraria menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti:

  1. Urusan pertanian atau tanah pertanian;
  2. Urusan pemilikan tanah

Menurut Pasal 16 ayat 1 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, terdapat delapan jenis hak-hak atas tanah, antara lain:

  1. Hak milik, dibuktikan dengan sertifikat hak milik
  2. Hak guna usaha, dibuktikan dengan sertifikat hak guna usaha
  3. Hak guna-bangunan, dibuktikan dengan sertifikat hak guna bangunan
  4. Hak pakai
  5. Hak sewa
  6. Hak membuka tanah
  7. Hak memungut-hasil hutan
  8. Hak-hak lain

5+ Jenis Sertifikat Rumah dan Properti

Dalam artikel kali ini Finansialku akan membahas lima jenis sertifikat rumah dan properti yang paling umum. Sertifikat tersebut terdiri dari

  1. Sertifikat Hak Milik (SHM)
  2. Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS)
  3. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)
  4. Tanah Girik atau Petok
  5. Akta Jual Beli (AJB)
  6. Plus tambahan: Acte van Eigendom

Oke langsung saja kita bahas satu persatu kelima jenis sertifikat rumah tersebut.

1. Sertifikat Hak Milik (SHM)

Hak milik adalah jenis kepemilikan rumah yang paling kuat dan penuh serta dapat dialihkan (dijual, dihibah atau diwariskan) secara turun temurun. Sertifikat Hak Milik (SHM) adalah sertifikat atas kepemilikan penuh hak lahan dan/atau tanah yang dimiliki pemegang sertifikat tersebut.

SHM sering disebut sertifikat yang paling kuat karena pihak lain tidak akan campur tangan atas kepemilikan tanah atau lahan tersebut. Tanah dengan sertifikat SHM hanya boleh dimiliki oleh warga negara Indonesia (WNI). Jadi orang asing atau berkebangsaan selain Indonesia tidak dapat memiliki tanah bersetifikat SHM.

Jika terjadi suatu masalah dengan tanah yang bersetifikat SHM, maka pemilik (nama yang tercantum dalam SHM) adalah pihak yang dianggap sebagai pemilik sah berdasarkan hukum. Tentu saja jika melihat karakteristiknya, tanah dengan sertifikat SHM adalah tanah dengan nilai yang paling tinggi (mahal). Jadi jika Anda berinvestasi properti, tanah atau lahan dengan SHM tentu memiliki nilai yang bagus.

Keuntungan tanah dengan sertifikat SHM adalah :

  1. Dapat diwariskan secara turun temurun.
  2. Sertifikat yang paling kuat dan penuh.
  3. Hak milik dapat diperjual belikan.
  4. Hak milik dapat dijadikan agunan untuk kredit.
  5. Tidak ada batas waktunya.

Tanah dengan status hak milik dapat hilang jika, terjadi salah satu kejadian berikut:

  • Tanah jatuh kepada negara, karena: pencabutan hak, penyerahan dengan sukarela oleh pemilik, karena ditelantarkan, pewarisan tanpa wasiat kepada orang asing (tidak dimiliki oleh WNI).
  • Tanah musnah

2. Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS)

Jenis sertifikat yang ketiga adalah Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS). Pada prakteknya SHSRS berlaku pada kepemilikan seseorang atas rumah vertikal atau apartemen (rumah susun) yang dibangun di atas tanah dengan kepemilikan bersama.

Karakteristik Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS) adalah:

  1. Hak milik atas satuan rumah susun bersifat perorangan dan terpisah.
  2. Pada sebuah bangunan apartemen atau rumah susun, tentu saja ada bagian seperti taman, lahan parkir yang menjadi kepemilikan bersama. Bagian bersama tersebut dikenal dengan istilah bagian bersama, tanah bersama atau benda bersama. Tentu saja bagian-bagian bersama terpisah dari kepemilikan suatu rumah susun. Istilah kerennya adalah strata title. Definisi strata title adalah sistem pembagian tanah dan bangunan dalam satuan unit.
  3. Jangka waktu strata title mengikuti status tanah tempat bangunan apartemen berdiri. Jika menggunakan status HGB, maka pada akhir masa haknya semua orang pemilik strata title harus bersama-sama memperpanjang HGB tanah.
  4. Jika status tanah SHM, berarti bangunan hanya boleh dimiiki oleh Warga Negara Indonesia.

3. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)

Hak Guna Bangunan (HGB) atau Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) merupakan hak atas seseorang untuk mendirikan dan memunyai bangunan-bangunan diatas tanah  yang bukan miliknya sendiri. Tanah tersebut dapat berupa tanah yang dimiliki oleh pemerintah ataupun tanah yang dimiliki perseorangan atau badan hukum. Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) ini berlaku hingga 30 tahun dan dapat diperpanjang hingga batas waktu 20 tahun.

Berdasarkan Peraturan Undang-Undang Pasal 36 ayat (1) UUPA, hak guna bangunan dapat dimilki oleh setiap WNI dan badan hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.  

Adapun Keuntungan dan kerugian memiliki Sertifikat Hak Guna Banguna (SHGB)

  1. Keuntungan Membeli Properti dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan
    • Tidak Membutuhkan Dana Besar
    • Peluang Usaha Lebih Terbuka. Properti dengan status HGB biasanya dijadikan pilihan untuk mereka yang berminat memiliki properti tetapi tidak bermaksud untuk menempati dalam waktu lama.
    • Bisa dimiliki oleh Non WNI
  2. Kerugian membeli Properti dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan
    • Jangka Waktu Terbatas
    • Tidak Bebas

Tanah yang dikuasai langsung oleh pemerintah dapat menjadi hak guna bangunan berdasarkan penetapan pemerintah. Sedangkan tanah milik dapat menjadi HGB karena adanya perjanjian otentik antara pemilik tanah dengan pihak yang akan memperoleh HGB.

Sertifikat Hak Guna Banguan (HGB)  ini dinyatakan tidak berlaku lagi ketika:

  • jangka waktunya berakhir;
  • dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir karena ada syarat yang tidak dipenuhi;
  • dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktunya berakhir;
  • dicabut untuk kepentingan umum;
  • ditelantarkan;
  • tanahnya musnah; atau
  • orang atau badan hukum yang mempunyai HGB namun tidak lagi memenuhi syarat, sehingga wajib melepaskan atau mengalihkan haknya kepada pihak lain. Jika tidak dilepaskan atau dialihkan maka HGB tersebut batal demi hukum atau gugur dengan sendirinya.

4. Girik atau Petok

Tanah dengan jenis surat Girik dan Petok sebenarnya bukan merupakan administrasi desa. Ingat girik atau petok bukan sertifikat kepemilikan tanah. Girik atau petok berfungsi untuk menunjukkan penguasaan atas lahan dan keperluan perpajakan. Di dalam surat girik atau petok terdapat nomor, luas tanah, dan pemilik hak karena jual-beli maupun waris. Umumnya surat girik dan petok harus disertai dengan Akta Jual Beli atau Surat Waris.

5. Akta Jual Beli (AJB)

AJB bukan sertifikat rumah, melainkan perjanjian jual-beli dan salah satu bukti pengalihan hak atas tanah (akibat dari jual-beli). AJB dapat terjadi dalam berbagai bentuk kepemilikan tanah pagi pembuatnya (pacta sunt servanda), baik Hak Milik, Hak Guna Bangunan, maupun Girik. Bukti kepemilikan berupa AJB biasanya sangat rentan terjadinya penipuan AJB ganda.

AJB diatas tanah SHM yang belum dipecah

Sering terjadi kasus ini, jika Anda membeli tanah kavling, dan pemilik kavling tidak ingin terbebani biaya pemecahan sertifikat. Pemilik kavling akan menawarkan pembeli untuk mengurus pemecahan sertifikat. AJB tipe ini adalah yang paling aman dan perlu kepastian dari Kantor BPN bahwa SHM tanahnya adalah asli.

AJB diatas HGB

AJB tipe dua ini mirip seperti tipe pertama, hanya saja pembeli tidak akan memiliki hak milik tetapi hanya hak guna bangunan (HGB).

AJB diatas tanah Eigendom, Girik, atau Petok

Tanah Eigendom, Girik, atau Petok seharusnya segera dikonversi menjadi SHM. Sangat tidak disarankan melakukan AJB di atas tanah yang belum dikonversi menjadi SHM.

6. Acte van Eigendom

Acte van Eigendom, adalah bukti kepemilikan tanah sebelum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Sekarang ini bukti kepemilikan Acte van Eigendom dapat dikonversi menjadi SHM selambat-lambatnya 20 tahun semenjak diundangkannya undang-undang pokok agraria. Permasalahannya hingga saat ini masih terdapat banyak tanah-tanah dengan bukti kepemilikan Acte van Eigendom, maka PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dengan konversi masih berlaku.

Selain Acte van Eigendom ada juga letter C, dan verponding Indonesia yang menunjukkan jenis kepemilikan. Jika Anda memiliki sertifikat tersebut maka sebaiknya Anda mengkonversi ke SHM.

Ketahui Sertifikat dan Kejelasan Hukumnya

Sebelum membeli rumah, tanah atau properti pastikan Anda sudah mengecek dengan seksama izin dan sertifikat rumah. Setiap jenis sertifikat rumah, memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Pastikan Anda menggunakan sesuai dengan kebutuhan Anda.

10 Gunung Tertinggi di Indonesia

GUNUNG-GUNUNG-INDONESIA-NEW

126016287

10 Gunung Tertinggi di Indonesia – Gunung adalah gundukan tanah yang sangat besar dan tinggi (lebih besar dan lebih tinggi dari bukit), yang biasanya digolongkan sebagai gunung adalah gundukan tanah atau bukit dengan ketinggian diatas 600 meter dari permukaan laut.  Indonesia yang merupakan Negara kepulauan terbesar di Dunia ini tentunya memiliki banyak sekali gunung-gunung tinggi yang tersebar dari pulau Sumatera, pulau Jawa, pulau Kalimantan, pulau Sulawesi hingga pulau Papua.

Diantara Gunung-gunung yang terdapat di Indonesia, Gunung Puncak Jaya yang terletak di Pulau Papua merupakan Gunung Tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 meter dari permukaan laut. Puncak Jaya juga merupakan Gunung Tertinggi di Benua Osenia dan termasuk salah satu dari 7 Puncak Dunia (Seven Summits). Sedangkan Gunung Tertinggi kedua di Indonesia adalah Puncak Mandala yang juga terletak di Pulau Papua dengan ketinggian 4.760 meter.

Daftar 10 Gunung Tertinggi di Indonesia

carstezn-pyramid-panorama Puncak Jaya

Puncak Jaya, Papua

Berikut ini adalah daftar 10 Gunung Tertinggi di Indonesia beserta ketinggiannya  dan lokasi gunung yang bersangkutan.

1. Puncak Jaya

mj-618_348_summiting-puncak-jaya-papua-new-guinea-best-islands-for-any-activity

Puncak Jaya, Papua. Klik Gambar untuk memperbesar

  • Ketinggian : 4.884 meter
  • Pulau : Papua
  • Provinsi : Papua
  • Sebutan lain : Cartensz Pyramid
  • Penakluk Pertama : Anton Colijn, Jean Jacques Dozy dan Frits Wissel (Tahun 1936)

PUNCAK JAJA SATELITE

Photo Puncak Jaya by NASA

landsat_carstenz_29may03_28.5m 128x1024-2

Puncak Jaya merupakan gunung tertinggi di Indonesia yang masuk kedalam tujuh puncak tertinggi di dunia (seven summit).

Terletak di Provinsi Papua yang merupakan bagian dari Barisan pegunungan Sudirman. Puncak Jaya dengan ketinggian (4,884 m.dpl) memiliki gletser yaitu gletser Carstensz, satu-satunya gletser tropika di Indonesia.

Walaupun Puncak Jaya masih sedikit tertutup es, ada beberapa gletser di lereng, termasuk Gletser Carstensz, Gletser Northwall Firn Barat, dan Gletser Northwall Firn Timur, baru-baru ini dikabarkan lenyaakibat pemanasan global.

Gletser di Puncak Trikora di Pegunungan Maoke menghilang sama sekali dalam kurun waktu antara 1939 dan 1962. Sejak tahun 1970-an, bukti dari citra satelit menunjukkan gletser Puncak Jaya telah menyusut dengan cepat.

Gletser Meren mencair antara tahun 1994 dan 2000. Sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Lonnie Thompson paleoclimatologist pada tahun 2010 menemukan bahwa gletser menghilang pada tingkat ketebalan 7 meter per tahun dan akan lenyap sama sekali pada tahun 2015.

Gallery Puncak Jaya

17-Puncak.Jaya_.original.6311-582384 Puncak Jaya 3-634412 Puncak Jaya 4-634416 Puncak Jaya 1024x768 5-635048 Puncak Jaya 1024x768 6-636369 Puncak Jaya 1024x768 7-37667684.jpg-pyramid 8-37668920 Puncak Jaya 9-46265015 Puncak Jaya 10-52895857 Puncak Jaya 11-1375090634_Puncak Jaya 12-18115744872_5e69339a2c_b Puncak Jaya 13-P1050669 Puncak Jaya 1024x768 14-Puncak.Jaya_.original.631 1024x768 15-tumblr_mzr8gdFt791sq04bjo1_ 1024x768 16-tujuh-gunung-tertinggi-di-indonesia-xVscarstezn-pyramid-panorama Puncak Jaya

2. Puncak Mandala

  • Ketinggian : 4.760 meter
  • Pulau : Papua
  • Provinsi : Papua
  • Penakluk Pertama : Herman Verstappen, Arthur Escher, Max Tissing, Jan de Wijn dan Piet ter Laa (Tahun 1959)

Gunung-Tertinggi-di-Indonesia-puncak-mandala-Papua

Gunung teringgi nomor 2 di Indonesia masih berada di Pulau Papua Nugini, yaitu gunung Puncak Mandala yang merupakan jajaran dari pegunungan Jayawijaya. Gunung ini tepat terletak di Kabupaten Pegunungan Bintang dengan koordinat  letak 4°42’31”LU dan 140°17’21”BT. Nama lain dari gunung ini adalah Juliana Top atau Puncak Juliana yang terkenal di masa penjajahan Belanda.

Gunung yang memiliki ketinggian 4.670 mdpl dahulunya juga memiliki puncak yang tertutp oleh salju, namun seiring dengan terjadinya pemanasan global, maka akhirnya salju-salju tersebut menghilang. Pendakian yang pertama kali dilakukan di gunung ini adalah oleh Herman Verstappen, Arthur Escher, Max Tissing, Jan de Wijn & Piet ter Laag pada 9 September 1959.

3. Puncak Trikora

  • Ketinggian : 4.750 meter
  • Pulau : Papua
  • Provinsi : Papua
  • Sebutan lain : Wilhelmina Peak (digunakan hingga 1963)
  • Penakluk Pertama : Franssen Herderschee, Hubrecht and Versteeg (Tahun 1913)

Gunung-Tertinggi-di-Indonesia-puncak-trikora-Papua

Selanjutnya ada Gunung Puncak Trikora  yang memiliki nama lain gunung Wilhelmina yang berada di Papua Barat. Dengan ketinggian mencapai 4.750 mdpl atau 15.584 kaki, gunung ini memiliki beberapa kawasan hutan seperti hutan Montane, hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Ericaceous, dan hutan Dipterokarp Atas.

Pendakian yang pernah dilakukan di gunung ini adalah pendakian yang dilakukan oleh Ricky Munday pada bulan Desember 2010, akan tetapi tidak mencapai puncak. Titik awal pendakian gunung ini adalah di kota Dani di Lembah Baliem Wamena.

4. Ngga Pilimsit

  • Ketinggian : 4.717 meter
  • Pulau : Papua
  • Provinsi : Papua
  • Sebutan lain : Mount Idenberg (nama yang digunakan oleh Kolonial Belanda)
  • Penakluk Pertama : Heinrich Harrer and Philip Temple  (Tahun 1962)

Gunung-Tertinggi-di-Indonesia-Ngga-Pilimsit

Gunung Ngga Pilimsit pada zaman kolonial terkenal dengan nama gunung Idenburg. Gunung ini terletak di Propinsi Papua tepatnya di Pegunungan Maoke dengan ketinggian gunung mencapai 4.717 mdpl atau sekitar 15.476 kaki.

Puncak terdekat dengan puncak gunung ini adalah Cartenzs Pyramid, Wataikwa, Ubia, Venusberg, Otakwa, dan Puncak 4061. Pendakian pertama kali di gunung ini dilakukan pada tahun 1962 oleh Heinrich Harrer dan Philip Temple.

5. Gunung Kerinci

  • Ketinggian : 3.805 meter
  • Pulau : Sumatera
  • Provinsi : Jambi
  • Sebutan lain : Peak of Indrapura/Indrapoera
  • Penakluk Pertama : Arend Ludolf van Hasselt en Daniël David Veth (Tahun 1877)
  • Keterangan : Gunung Berapi Tertinggi di Indonesia

Gunung-Kerinci

Gunung Kerinci (juga dieja “Kerintji”, dan dikenal sebagai Gunung Kerenci, Gadang, Berapi Kurinci, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua.

Gunung Kerinci terletak di Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Ia adalah fitur paling terkenal dari Taman Nasional Kerinci Seblat.

Gunung Kerinci merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia (3.805 m dpl). Gunung ini memiliki kawah berbentuk kerucut dengan dinding bagian atas berukuran 600 x 580 meter dan 120 x 100 meter untuk dinding bagian bawah. Kawah ini diisi oleh air dengan warna hijau kekuning-kuningan.

Pada ketinggian 3.805 m dpl menawarkan pemandangan ke empat penjuru mata angin yang sangat mengagumkan.

Kerinci masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 1970.

6. Gunung Rinjani

  • Ketinggian : 3.726 meter
  • Pulau : Lombok
  • Provinsi : Nusa Tenggara Barat
  • Keterangan : Gunung Berapi

gunung-rinjani

Gunung Rinjani Merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl Berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat gunung Rinjani terletak diwilayah tiga kabupatenyaityu Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha. Gunung Rinjani dengan titik tertinggi 3.726 m dpl, mendominasi sebagian besar pemandangan Pulau Lombok bagian utara.

Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur dan barat. Di kaldera ini terdapat danau Segara Anak seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m.

Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut.

Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 – 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir aktif/meletus sejak tanggal 2 Mei 2009 dan sepanjang Mei, setelah sebelumnya meletus pula tahun 2004.

Jika letusan tahun 2004 tidak memakan korban jiwa, letusan tahun 2009 ini telah memakan korban jiwa tidak langsung 31 orang, karena banjir bandang pada Kokok (Sungai) Tanggek akibat desakan lava ke Segara Anak.

Sebelumnya, Gunung Barujari pernah tercatat meletus pada tahun 1944 (sekaligus pembentukannya), 1966, dan 1994.

7. Gunung Semeru

  • Ketinggian : 3.676 meter
  • Pulau : Jawa
  • Provinsi : Jawa Timur
  • Penakluk Pertama : Clignet (Tahun 1838)
  • Keterangan : Gunung Berapi

gunung-sumeru

Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya bernama Mahameru, memiliki ketinggian 3.676 mdpl. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.

Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06′ LS dan 120°55′ BT.

Gunung Semeru termasuk kedalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar.

Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Ranu Darungan.

Flora yang berada di wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju.

Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong dan Edelwiss putih,

Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.

Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain : macan kumbang, budeng, luwak, kijang, kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat belibis yang masih hidup liar.

8. Gunung Sanggar

  • Ketinggian : 3.564 meter
  • Pulau : Lombok
  • Provinsi : Nusa Tenggara Barat

gunung-sanggar

Gunung Sanggar adalah gunung tertinggi kedua di Nusa Tenggara Barat. Gunung ini memiliki ketinggian mencapai 3.564 mdpl atau sekitar 11.431 kaki.

Meskipun berada dalam gugusan pegunungan Rinjani, namun karena keindahan alamnya yang belum tersentuh, sehingga menjadikan pamor dari gunung sanggar kalah dari gunung Rinjani yang terkenal keindahannya.

Jika anda ingin berpetualang maka gunung ini hampir memiliki semua yang anda butuhkan untuk pengalaman berpetualang anda. Rintangan, alam yang asri, hingga berbagai flora dan fauna dapat anda temukan di sini.

9. Gunung Rantemario

  • Ketinggian : 3.478 meter
  • Pulau : Sulawesi
  • Provinsi : Sulawesi Selatan

10. Gunung Slamet

  • Ketinggian : 3.428 meter
  • Pulau : Jawa
  • Provinsi : Jawa Tengah
  • Keterangan : Gunung Berapi

gunung-slamet

Gunung Slamet adalah gunung berapi tertinggi kedua di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.428 mdpl.Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, dan merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa.

Kawah IV merupakan kawah terakhir yang masih aktif sampai sekarang, dan terakhir aktif hingga pada level SIAGA medio pertengahan 2009.Gunung Slamet cukup populer sebagai sasaran pendakian meskipun medannya dikenal sulit. Di kaki gunung ini terletak kawasan wisata Baturraden yang menjadi andalan Kabupaten Banyumas karena hanya berjarak sekitar 15 km dari Purwokerto.

Indonesia Facts (Maps of World Version)

indonesia-map-political-big

Quick Facts

Continent: Asia
Lat Long: 5 00 S, 120 00 E
Area: 1,904,569 sq km (735,355 Sq Miles)
Population: 255,993,674 (July 2015 est.)
Capital: Jakarta
Largest City: Jakarta
Ideology: Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity)
Official Languages: Bahasa Indonesia (official, modified form of Malay), English, Dutch
Major Religion:
  • Muslim 87.2%,
  • Christian 7%,
  • Roman Catholic 2.9%,
  • Hindu 1.7%,
  • other 0.9% (includes Buddhist and Confucian), unspecified 0.4% (2010 est.)
National Day: 17 August 1945 (declared)
Form of Government: Unitary presidential constitutional republic
President: Joko Widodo
Vice President: Jusuf Kalla
Currency: Indonesian rupiah (Rp) (IDR)
GDP: $2.840 trillion (2015 Est.)
Calling Code: 62
Time Zone: various (UTC+7 – +9) Summer (DST) not observed (UTC+7 – +9)
Internet TLD: .id

What is the capital of Indonesia ?

Jakarta is the capital of Indonesia, as well as the nation’s most populous city, and the world’s most populous island. Located on the island called Java, Jakarta has been an important city since the 4th century, though it has been known by various names. During Dutch colonization, the city was called Batavia, and was part of the Dutch East Indies. The city was renamed Jakarta during World War II.

What were the Dutch East Indies ?

“Dutch East Indies” was the name for Indonesia under Dutch rule. The Portuguese had established spice trade in the Indonesian archipelago in 1498 after being the first Europeans to arrive on the islands, but Dutch explorers wanted direct access to Asian spices, and began establishing trade routes to the region in 1595. In 1603, they created the Dutch East India Company, fought for control of the entire region, and had soon colonized Indonesia. The Dutch East India Company held a monopoly over the spice trade, which proved profitable for them until 1800, when it went bankrupt. Indonesia became known as the Dutch East Indies (part of the Dutch Republic), which lasted until World War II, when Japan took the country to control access to its rich oil supplies.

Where is Indonesia located ?

Indonesia is an archipelago located in the Southeast Asia / Oceania between the Pacific and Indian Oceans. Indonesia stretches across both sides of the equator.

What countries border Indonesia ?

Indonesia shares land borders with
  • Timor-Leste (East Timor)
  • Papua New Guinea
  • Malaysia

What is the population of Indonesia ?

There are over 245 million people estimated to be living in Indonesia, making it the 4th most populous nation in the world.

What are the largest cities in Indonesia ?

  1. Jakarta
  2. Surabaya
  3. Bandung
  4. Medan
  5. Semarang

How many islands make up Indonesia?

The nation of Indonesia is made up of over 17,500 islands, over 6,000 of which are inhabited, but around 1,000 are permanently settled. The major islands of Indonesia are Java, Sumatra, Borneo and New Guinea.

Why does Indonesia have so much seismic activity?

Indonesia is located on the edge of three tectonic plates: Pacific, Eurasian, and Australian. When one of the plates moves, it causes earthquakes, volcanic eruptions, and tsunamis in the entire area, especially Indonesia. The seismic zone’s volcanoes are responsible for the creation of the many small islands that make up Indonesia. The 2004 Indian Ocean tsunami was caused by an earthquake on the ocean floor near Sumatra in Indonesia. It hit Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Maldives, and even Africa. It was one of the worst natural disasters the world has ever seen, with a death toll of over 230,000 people. The earthquake ranked between 9.1. and 9.3 on the Richter scale, making it the 3rd largest earthquake ever recorded.

How many volcanoes are in Indonesia ?

Because of Indonesia’s location between the Pacific, Eurasian, and Australian tectonic plates, the region is a seismic zone with around 150 active volcanoes. The many volcanoes have created the ever-changing geography, and rich soils of the area. The most famous volcanoes are Krakatoa, Tambora, and Toba.

What languages are spoken in Indonesia ?

Bahasa Indonesian is the official and most commonly spoken language in Indonesia, and is a modified version of Malay. Hundreds of local dialects are spoken, the most common of which is Javanese. Dutch and English are also widely spoken in Indonesia.

What are the major religions of Indonesia ?

Indonesia does not have an official religion, the government recognizes 6 religions. Even though it is not officially an Islamic country, Indonesia is home to the world’s largest Muslim population, at over 85% of its large population. Protestant Christianity comes in a distant second, followed by Catholicism and Hinduism. Indonesia also recognizes Buddhism and Confucianism.

When did Indonesia gain independence ?

The Dutch had colonies in Indonesia from the 17th century, but Japan took control of Indonesia from 1942 to 1945. Japan surrendered Indonesia in 1945, and shortly afterwards, Indonesia declared its own independence on August 17, 1945. The Netherlands recognized Indonesian independence after several years of negotiations on December 27, 1949, though the Netherlands recently announced that they had actually recognized it immediately.

Who are the political leaders of Indonesia ?

  • President: Joko Widodo
  • Vice President: Jusuf Kalla

What currency is used in Indonesia ?

Indonesia uses the Rupiah (IDR).

What are Indonesia’s major industries ?

Indonesia has the largest economy in the entire region of Southeast Asia. With rich soils and natural resources thanks to ash from the many active volcanoes across the country, Indonesia has a thriving agricultural industry. The regions of Java and Sumatra have helped Indonesia become the 4th largest coffee producer in the world. Indonesia’s other major industries are oil and textile production, and tourism is a rapidly growing sector, with visitors traveling to popular destinations such as Sumatra, Bali, and Jakarta.

Last Updated Date: January 04, 2017

Source: Maps of World

Pancasila

From Wikipedia

PANCASILAPancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

  1. Belief in the divinity of God, (in Indonesian, Ketuhanan Yang Maha Esa).
  2. Just and civilized humanity, (in Indonesian, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab).
  3. The unity of Indonesia, (in Indonesian, Persatuan Indonesia).
  4. Democracy guided by the inner wisdom in the unanimity arising out of deliberations amongst representatives (in Indonesian, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan, Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan)
  5. Social justice for all of the people of Indonesia (in Indonesian, Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia)

Pancasila shield containing the five symbols of Pancasila.

National_emblem_of_Indonesia_Garuda_Pancasila.svg

Sejarah Perumusan


Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :

  • Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.
  • Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul “Lahirnya Pancasila“. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :

  • Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) – tanggal 22 Juni 1945
  • Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar – tanggal 18 Agustus 1945
  • Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat – tanggal 27 Desember 1949
  • Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara – tanggal 15 Agustus 1950
  • Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)

Hari Kesaktian Pancasila

Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif dibelakangnya. Akan tetapi otoritas militer dan kelompok reliji terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.

Pada hari itu, enam Jendral dan 1 Kapten serta berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Butir-butir Pengamalan Pancasila


Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.

36 BUTIR-BUTIR PANCASILA/EKA PRASETIA PANCA KARSA

A. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA108px-Pancasila_Sila_1_Star.svg

  1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

B. SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB110px-Pancasila_Sila_2_Chain.svg

  1. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
  2. Saling mencintai sesama manusia.
  3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

C. SILA PERSATUAN INDONESIA110px-Pancasila_Sila_3_Banyan_Tree.svg

  1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
  3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
  4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia.
  5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

D. SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN110px-Pancasila_Sila_4_Buffalo's_Head.svg

  1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
  2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
  5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
  6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

E. SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA110px-Pancasila_Sila_5_Rice_and_Cotton.svg

  1. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
  2. Bersikap adil.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak-hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
  6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak bersifat boros.
  8. Tidak bergaya hidup mewah.
  9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
  10. Suka bekerja keras.
  11. Menghargai hasil karya orang lain.
  12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Ketetapan ini kemudian dicabut dengan Tap MPR no. I/MPR/2003 dengan 45 butir Pancasila. Tidak pernah dipublikasikan kajian mengenai apakah butir-butir ini benar-benar diamalkan dalam keseharian warga Indonesia.

BINTANG

 Sila Pertama

  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Sila Kedua

RANTAI

  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Sila Ketiga

POHON BERINGIN

  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Sila Keempat

KEPALA BANTENG

  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Sila Kelima

PADI & KAPAS

  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

 Lagu Garuda Pancasila

Garuda Pancasila juga merupakan dan nama sebuah lagu nasional Indonesia yang diciptakan lagu dan liriknya oleh Sudharnoto.

Garuda Pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu

Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentausa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju


Patung besar Garuda Pancasila, terpasang di Ruang Kemerdekaan Monas, Jakarta.

Ukuran/dimensi resmi lambang negara.

GARUDA PANCASILA

Lambang Garuda juga digunakan di jersey Tim Nasional Sepak Bola Indonesia

Lambang Garuda juga digunakan di jersey Tim Nasional Sepak Bola Indonesia

Kota dengan Biaya Hidup Paling Mahal di Indonesia

Update terbaru Kabupaten/Kota dengan Biaya Hidup Paling Mahal di Indonesia 2016. Sumber: DATABOKS 26 Sept. 2016

Baca juga : Kabupaten/Kota dengan Biaya Hidup Paling Murah di Indonesia

Survei Biaya Hidup (SBH) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan kota Jakarta sebagai salah satu provinsi dengan biaya hidup paling mahal di Indonesia. Untuk hidup di kota ini biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 7,5 juta. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sebulan dengan rata-rata anggota rumah tangga sebanyak 4 orang. Secara nasional rata-rata biaya hidup di Indonesia adalah Rp 5,5 juta per bulan.

SBH merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh BPS setiap lima tahun sekali. SBH terakhir diadakan pada 2012 mencakup 136.080 rumah tangga di Indonesia yang dipantau besarnya nilai pengeluaran konsumsi baik jenis barang maupun jasa selama setahun penuh.

Dibandingkan dengan hasil SBH 2007, terjadi penurunan persentase biaya hidup pada kelompok bahan makanan dari 19,57 persen menjadi 18,85 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau dari 16,55 persen menjadi 16,19 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar dari 25,41 persen menjadi 25,37 persen.

Kota Meulaboh merupakan kota dengan proporsi biaya hidup makanan tertinggi, sedangkan Jakarta merupakan kota dengan proporsi biaya hidup makanan terendah.

kota-dengan-biaya-hidup-paling-mahal-di-indonesia

Kabupaten/Kota dengan Biaya Hidup Paling Murah di Indonesia

Update terbaru Kabupaten/Kota dengan Biaya Hidup Paling Murah di Indonesia   2016. Sumber: DATABOKS 26 Sept. 2016

Hasil Survei Biaya Hidup (SBH) Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan Banyuwangi sebagai kabupaten/kota dengan biaya hidup terendah di Indonesia. Untuk hidup sebulan di kabupaten yang terletak di Jawa Timur ini, satu keluarga dengan jumlah 4 orang hanya membutuhkan biaya Rp 3,03 juta. Kudus berada di peringkat dua dengan biaya hidup Rp 3,08 juta per bulan.

SBH merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh BPS setiap lima tahun sekali di 82 kota. SBH terakhir diadakan pada 2012 mencakup 136.080 rumah tangga. Rumah tangga ini dipantau besarnya nilai pengeluaran konsumsi baik jenis barang maupun jasa selama setahun penuh. Secara nasional rata-rata biaya hidup di Indonesia adalah Rp 5,5 juta per bulan.

Baca juga : Kota dengan Biaya Hidup Paling Mahal di Indonesia

56% Pekerja Indonesia Status Pendidikan dan Pekerjaan Tidak Cocok
Dibandingkan dengan hasil SBH 2007, terjadi penurunan persentase biaya hidup pada kelompok bahan makanan dari 19,57 persen menjadi 18,85 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau dari 16,55 persen menjadi 16,19 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar dari 25,41 persen menjadi 25,37 persen.

Kota Meulaboh merupakan kota dengan proporsi biaya hidup makanan tertinggi, sedangkan Jakarta merupakan kota dengan proporsi biaya hidup makanan terendah.

kabupatenkota-dengan-biaya-hidup-paling-murah-di-indonesia-1