Category Archives: Wordpress

WordPress

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

540px-WordPress_logo.svg

WordPress adalah sebuah aplikasi sumber terbuka (open source) yang sangat populer digunakan sebagai mesin blog (blog engine). WordPress dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data (database) MySQL. PHP dan MySQL, keduanya merupakan perangkat lunak sumber terbuka (open source software). Selain sebagai blog, WordPress juga mulai digunakan sebagai sebuah CMS (Content Management System) karena kemampuannya untuk dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. WordPress adalah penerus resmi dari b2/cafelog yang dikembangkan oleh Michel Valdrighi. Nama WordPress diusulkan oleh Christine Selleck, teman Matt Mullenweg. WordPress saat ini menjadi platform content management system (CMS) bagi beberapa situs web ternama seperti CNN, Reuters, The New York Times, TechCrunch, dan lainnya .

Rilis terbaru WordPress adalah versi 4.8.1 (2 Agustus 2017). WordPress didistribusikan dengan Lisensi Publik Umum GNU.

Opera Snapshot_2018-01-15_192534_id.wikipedia.org Opera Snapshot_2018-01-15_192943_www.google.com

Sejarah


nya (programmer) yang bernama Michel Valdrighi, Matt Mullenweg merasa sayang dan mulai melanjutkan pengembangan b2.

WordPress muncul pertama kali pada tahun 2003 hasil kerja keras Matt Mullenweg dengan Mike Little. Yang membuat WordPress makin terkenal, selain karena banyaknya fitur dan tampilan yang menarik, adalah juga karena dukungan komunitas terhadap perangkat lunak sumber terbuka untuk blog.

WordPress.com dan WordPress.org


WordPress menyediakan dua alamat yang berbeda, yaitu WordPress . com dan WordPress . org.

WordPress . com merupakan situs layanan blog yang menggunakan mesin WordPress, didirikan oleh perusahaan Automattic. Dengan mendaftar pada situs WordPress . com, pengguna tidak perlu melakukan instalasi atau konfigurasi yang cukup sulit. Sayangnya, pengguna WordPress.com tidak dapat mengubah template standar yang sudah disediakan. Artinya, pengguna tidak dapat menambahkan asesori apa pun selain yang sudah disediakan. Meski demikian, fitur yang disediakan oleh WordPress . com sudah cukup bagus.

WordPress . org merupakan wilayah pengembang (developer). Di alamat ini, seseorang dapat mengunduh (download) aplikasi beserta seluruh berkas CMS WordPress. Selanjutnya, CMS ini dapat diubah ulang selama seseorang menguasai PHP, CSS dan skrip lain yang menyertainya. WordPress dengan Bahasa Indonesia ada berkat kerja para kontributor di Indonesia yang dipimpin oleh Huda Toriq, seorang Mahasiswa Kedokteran dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Berikut ringkasan perbedaan dalam penggunaan WordPress . com dan WordPress . org:

  • WordPress . com: untuk pengguna yang ingin membuat blog sendiri secara cepat dan punya alamat website.
  • WordPress . org: untuk pengguna yang ingin memodifikasi WordPress menurut kebutuhan sendiri atau ingin membuat blog menggunakan alamat dan server sendiri.

Keunggulan dan Fitur WordPress


1241px-Wordpress_3.3_(id)

Tampilan Administrasi WordPress 3.3

WordPress memiliki banyak keunggulan dan fitur untuk dunia blog, antara lain :

  • Gratis. Untuk mendapatkan perangkat lunak WordPress hanya perlu mengunduh dari situsnya tanpa dipungut biaya, bahkan untuk blog komersial sekalipun.
  • Berbasis kode sumber terbuka (open source). Pengguna dapat melihat dan memperoleh barisan kode-kode penyusun perangkat lunak WordPress tersebut secara bebas, sehingga pengguna tingkat lanjut yang memiliki kemampuan pemrograman dapat bebas melakukan modifikasi, bahkan dapat mengembangkan sendiri program WordPress tersebut lebih lanjut sesuai keinginan.
  • Templat atau desain tampilannya mudah dimodifikasi sesuai keinginan pengguna. Sehingga apabila pengguna memiliki pengetahuan HTML yang memadai, maka pengguna tersebut dapat berkreasi membuat template sendiri. Pengguna yang tidak mengerti HTML, tentu saja masih dapat memilih ribuan template yang tersedia di internet secara bebas, yang tentu saja gratis.
  • Pengoperasiannya mudah.
  • Satu blog WordPress, dapat digunakan untuk banyak pengguna (multi user). Sehingga WordPress juga sering digunakan untuk blog komunitas. Anggota komunitas tersebut dapat berperan sebagai kontributor.
  • Jika pengguna sebelumnya telah mempunyai blog tidak berbayar, misalnya di alamat Blogger, LiveJournal, atau TypePad, pengguna dapat mengimpor isi blog-blog tersebut ke alamat hosting blog pribadi yang menggunakan perangkat lunak WordPress. Dengan demikian pengguna tidak perlu khawatir isi blog yang lama akan menjadi sia-sia setelah menggunakan perangkat lunak WordPress.
  • Selain pengguna yang banyak, banyak pula dukungan komunitas (community support) untuk WordPress.
  • Tersedia banyak plugin yang selalu berkembang. Plugin WordPress sendiri yaitu sebuah program tambahan yang bisa diintegrasikan dengan WordPress untuk memberikan fungsi-fungsi lain yang belum tersedia pada instalasi standar. Misalnya plugin anti-spam, plugin web counter, album foto.
  • Kemampuan untuk dapat memunculkan XML, XHTML, dan CSS standar.
  • Tersedianya struktur permalink yang memungkinkan mesin pencari mengenali struktur blog dengan baik.
  • Kemungkinan untuk meningkatkan performa blog dengan ekstensi.
  • Mampu mendukung banyak kategori untuk satu artikel. Satu artikel dalam WordPress dapat dikatogorisasikan ke dalam beberapa kategori. Dengan multikategori, pencarian dan pengaksesan informasi menjadi lebih mudah.
  • Fasilitas Trackback dan Pingback. Juga memiliki kemampuan untuk melakukan otomatis Ping (RPC Ping) ke berbagai search engine dan web directory, sehingga website yang dibuat dengan WordPress akan lebih cepat ter index pada search engine.
  • Fasilitas format teks dan gaya teks. WordPress menyediakan fitur pengelolaan teks yang cukup lengkap. Fitur – fitur format dan gaya teks pada kebanyakan perangkat lunak pengolah kata seperti cetak tebal, cetak miring, rata kanan, rata kiri, tautan tersedia di WordPress.
  • Halaman statis (Halaman khusus yang terpisah dari kumpulan tulisan pada blog).
  • Mendukung LaTeX.
  • Mempunyai kemampuan optimalisasi yang baik pada Mesin Pencari (Search Engine Optimizer)

Versi Rilis


Para pengembang inti WordPres saling berbagi layaknya membuat komposisi musik jazz, dan setiap rilis diberikan sebutan (nama) dalam rangka penghormatan kepada para musisi jazz tersebut dengan segala penghormatan dan pujian. Namun ada tiga rilisan sebelum versi 1.0 yang tidak mereka beri sebutan dan hanya menyertakan versinya saja. Berikut daftar versi, tanggal rilis dan nama sandi yang berasal dari nama musisi jazz:

Opera Snapshot_2018-01-15_185121_id.wikipedia.org

Masa Depan


Setelah merilis WordPress 3.0, Matt Mullenweg memperbarui blog WordPress untuk memberitahu komunitas bahwa timnya akan menghentikan siklus rilis dari perangkat lunak WordPress untuk fokus pada perluasan dan peningkatan komunitas WordPress. WordPress 3.1 selanjutnya dirilis pada Februari 2011. Dengan versi 3.2 yang dirilis 4 Juli 2011, persyaratan versi PHP dan versi MySQL minimum dinaikkan.

WordPress dan WordCamp di Indonesia


Wordcamp

Logo WordCamp

WordCamp merupakan konferensi yang fokus pada hal-hal yang berhubungan dengan WordPress. WordCamp menjadi acara resmi yang diselenggarakan oleh masyarakat pengguna WordPress. Setiap pengguna baik pengguna akhir (end user) maupun pengembang dapat berpartisipasi dalam WordCamp. Semua saling berbagi ide, dan mengenal satu sama lain. WordCamp terbuka bagi pengguna WordPress.com dan juga WordPress . org.

Valent Mustamin selaku salah satu penyelenggara WordCamp 2010 di Indonesia menjelaskan bahwa berdasarkan data WordPress, Jakarta memiliki jumlah pengunjung halaman yang unik (unique visitor) sebanyak 5.971.919. Jakarta menjadi kota nomor satu di dunia untuk jumlah pengunjung dan meningkat dibandingkan tahun 2009. Di bawah Jakarta terdapat Sao Paulo dengan 3.627.353 pengunjung unik ; London dengan 3.106.790; dan Meksiko dengan 2.388.013.

Sedangkan penggunaan Bahasa Indonesia menempati peringkat ke-empat sebagai bahasa terbanyak yang digunakan di platform penerbitan konten internet WordPress. Hingga Mei 2013, sebanyak 3,5 persen konten yang ada di WordPress ditulis dalam bahasa Indonesia. Peringkat pertama; bahasa Inggris mendominasi dengan 66 persen, lalu diiikuti bahasa Spanyol sebesar 8,7 persen, dan bahasa Portugis 6,5 persen .

Pada Januari 2010, WordPress merekam tingkat kunjungan ke situs WordPress di beberapa negara. Posisi nomor satu masih ditempati oleh Amerika dengan jumlah pengunjung halaman yang unik dengan 91.984.365, disusul dengan Brasil 22.379.967, Inggris dengan 13.593.967 dan Kanada dengan 10.896.310.

How Much Does It Really Cost to Build a WordPress Website?

Last updated on December 19th, 2017 by Editorial Staff

One of the questions we often get asked is: how much does it cost to build a WordPress website? While the core WordPress software is free, the cost of a WordPress site depends entirely on your budget and goals. In this article, we will break it all down to answer the ultimate question: How much does it really cost to build a WordPress website? We’ll also show you how to avoid overspending and minimize cost when building a website.

costofwebsite

What Do You Need to Build a WordPress Website?


WordPress is free for anyone to download and use. It is an open source software which gives you freedom to install it on any kind of website.

So if WordPress is free, then where is the cost coming from?

The cost of a WordPress site can be broken down into following categories:

  • WordPress Hosting
  • Domain Name
  • Design
  • Plugins and Extensions (Apps)

To create a Self Hosted WordPress site, you need web hosting to store your files. Every website on the internet needs hosting. This is your website’s home on the internet.

Next, you will need a Domain Name. This will be your website’s address on the internet, and this is what your users will type in the browser to reach your website (example, wpbeginner dot com or google dot com).

With WordPress, there are tons of free website templates available that you can use. However if you want something more advanced / custom, then you can purchase a premium template or have one custom made which will raise the cost.

There are 40,000+ free plugins for WordPress. These are apps and extensions for your websites. Think features like contact form, gallery, etc.

So while you can build a website with just the hosting and domain cost, based on your situation, you may end up paying for additional tools and services. That’s why it’s often confusing for people to find out the real cost of a WordPress website.

Let us walk you through the real cost of building a WordPress site.

Estimating The Real Cost of Building a WordPress Site


calculatingcost

Depending on your needs, your cost to start a WordPress website can range from $100 to $500 to $3000, to even as high as $30,000 or more.

It’s important to know what type of website you are building, and what you’ll need for it because that will directly affect your cost.

But don’t worry, we’ll show you how to avoid a financial disaster and make the best decisions.

For the sake of this article, let’s break down websites into different budget categories:

  • Building a WordPress website (low budget)
  • Building a WordPress website (with more features)
  • Building a WordPress eCommerce website
  • Building a custom WordPress website

Now let’s see how much each of these projects cost and how you can avoid spending any more than necessary.

What’s the Cost of a WordPress Website (Low Budget)?


lowbudgetwebsite

You can build a fully functional WordPress website for yourself and keep your costs under $100. Here is the cost break down of a WordPress website on low budget.

First, you will need a domain name and web hosting.

A domain name typically costs $14.99 / year, and web hosting normally costs $7.99 / month.

Thankfully, Bluehost, an official WordPress recommended hosting provider, has agreed to offer our users a free domain name and over 60% off on web hosting.

For more hosting recommendations check out our guide on how to choose the best WordPress hosting.

Next, you will need to install WordPress on your hosting account. See our step by step guide on how to start a WordPress blog for complete instructions.

Once you have installed WordPress, you can choose a design for your website using a free template.

There are thousands of free and professionally designed templates available for WordPress that you can install. See our expert-pick of 43 beautiful free WordPress blog themes for some examples.

Once you have chosen a WordPress template, follow the instructions in our step by step guide on how to install a WordPress theme.

Next, you may want to add certain features to your website like adding a contact form, a photo gallery, a slider, etc. Don’t worry there are more than 40,000 WordPress plugins available that will help you do that.

Plugins are like apps or extensions for your WordPress site. See our step by step guide on how to install a WordPress plugin.

Below is our selection of the essentials WordPress plugins that you should install on your website. All of them are available for free.

Features

  • WPForms Lite – Add contact forms to your WordPress site
  • Envira Gallery Lite – Add beautiful image galleries to your site
  • Soliloquy Lite – Add beautiful image sliders in WordPress

Website Optimization

  • Yoast SEO – Improve your WordPress SEO and get more traffic from Google
  • MonsterInsights (Free) – Helps you track visitor stats using Google Analytics
  • WP Super Cache – Improves your website’s speed by adding cache

Website Security

  • UpdraftPlus – Free WordPress backup plugin
  • Sucuri – Free website malware scanner

There are many more free WordPress plugins to add different features and extend your WordPress site. See our best WordPress plugins category where we have reviewed hundreds of WordPress plugins.

Total Cost of website: $46 – $100 per year

What’s the Cost of a WordPress Site (with More Features)?


websiteaddons

We always recommend our users to start small and then add more features as their website grow. This way you will not be paying for anything that you don’t really need.
As you add more features to your website, your website cost will start to increase.
You can continue to use Bluehost for WordPress hosting to keep the cost low and get a free domain name.

However since you will be adding more features to your website, it may make sense to get a more powerful hosting configuration like SiteGround’s GoGeek plan. This will cost you a little more, but it comes with premium features like staging, faster performance, and can handle up to 100,000 visitors per month.

You can use our SiteGround coupon to get 60% off for the first year of your hosting.

You can also go for a premium WordPress template for your site. Unlike free WordPress templates, these templates come with extra features and priority support. See our expert selection of 40 best responsive WordPress themes for some great premium templates that you can use.

For more website features you need to use a combination of free + paid plugin addons.

Here are some essential premium WordPress plugins and extensions that you’ll need as your site grows:

Features

  • WPForms (Pro) – Adds a drag drop form builder to your WordPress site
  • Envira Gallery – WordPress image gallery plugin for photography or portfolio websites
  • Beaver Builder – Adds a drag and drop WordPress page builder

Marketing

  • Constant Contact – One of the best Email marketing services
  • OptinMonster – Converts abandoning website visitors into subscribers. Lead generation for WordPress.
  • MonsterInsights Pro – See how visitors find and use your website.

Security

  • BackupBuddy – For automatic WordPress backups
  • Sucuri Firewall – Website firewall and malware protection

There are many more WordPress plugins and services that you can add. Each paid service or addon that you add will increase the cost of your WordPress site.

Total cost of website: Depending on the premium WordPress plugins and services that you add, it can be anywhere between $500 and $1000 per year.

What’s the Cost of a WordPress Ecommerce Website?


ecommercewebsite

WordPress powers millions of eCommerce websites around the world.

The cost of building a WordPress eCommerce website can be significantly higher, but we will show you how to build a WordPress eCommerce website while avoiding potential losses and overspending.

In addition to hosting and domain, your eCommerce site will also need an SSL certificate which costs around $69.99/year. SSL is required to securely transfer customer data such as credit card information, usernames, passwords, etc.

We recommend using Bluehost Ecommerce plan. It gives you a free domain and SSL certificate, plus discount on hosting.

After that, you need to select a WordPress eCommerce plugin.

There are several eCommerce plugins for WordPress, but none comes even close to WooCommerce. It is the most popular WordPress eCommerce plugin that allows you to build robust online stores to sell your products/services.

Next, you will need to install WordPress and WooCommerce on your website. We have a step by step guide on how to start an online store.

While WooCommerce is free, you will need to use paid addons for additional features. The cost of your website will go up depending on how many addons you need to add on your website.

Once you are up and running, you will need to choose a WooCommerce ready WordPress template for your site. There are several paid and free WordPress templates with full WooCommerce support. Choosing a premium or paid template gives you access to support and extra features.

We have a list of the best free WooCommerce addons, but depending on your needs, you may have to use some paid extensions as well.

Here are some other paid services that you’ll need on your eCommerce website.

Features

  • WPForms – To add customer inquiries and feedback forms
  • Beaver Builder – To create stunning landing pages using a drag and drop page builder
  • Soliloquy – Create beautiful product sliders with their WooCommerce addon

Marketing

  • OptinMonster – Convert visitors into customers with this powerful lead generation tool
  • Constant Contact – powerful email marketing service
  • MonsterInsights – Ecommerce tracking with real time stats using Google Analytics

Security

  • BackupBuddy – Automatic WordPress backups
  • Sucuri – Website firewall and malware scanner

Remember the best way to keep your costs down is by starting small and adding extensions and services as your business grows.

Total cost of building a WordPress eCommerce website: $1000 – $3000. It could be higher depending on how many paid addons and services you add to your site.

What’s the Cost of a Custom WordPress Site?


customwebsite

A custom WordPress site is when you hire a WordPress developer to create a unique design and build specific features for it.

Usually well established, large to medium sized businesses choose this route.

To support a custom WordPress site, you may also want to go for a managed WordPress hosting provider. This is WordPress centric hosting environment, with managed updates, premium support, strict security, and developer friendly tools.

In addition to your hosting and domain name, you will also be paying the developer that’s building your website.

The cost of a custom website depends on your requirements, budget, and the rates of the developer or agency you hire.

A standard custom WordPress theme alone can cost you upto $5000. More robust WordPress sites with specific custom features can cost up to $15000 or even higher.

Update: Since several of you asked for a more details on this section, we have created a comprehensive guide on how much does a custom WordPress theme cost, and tips on how you can save money.

How to Avoid Overpaying and Cut Down Spending?


We always recommend our users to start small and then scale their WordPress site as it grows. In many cases you don’t need all the premium features that you see on many well established websites in your industry.

Keep in mind that those websites had a head start, and it likely took them time to figure out how to manage costs and grow their business.

You can start with a budget website using free plugins and template. Once you start getting visitors, you can consider adding premium features like a premium template, email marketing, paid backup plugin, website firewall and so on.

Same goes for your eCommerce website. Start with bare minimum and then as you start selling, you will find out exactly the tools that will help you and your customers.

Look for best WordPress deals and coupons to get additional discounts whenever you can.

Even for robust WordPress sites you don’t always need to hire a developer. We have step by step tutorials on how to create different types of WordPress websites such as:

  • How to create a business directory with WordPress
  • How to create an online review website with WordPress
  • How to build an auction website using WordPress
  • How to build a coupons website with WordPress
  • How to create a multilingual website with WordPress
  • How to create a job board with WordPress
  • How to create a questions & answers website with WordPress
  • How to create a portfolio website with WordPress
  • How to create a wiki knowledge base website using WordPress

We hope this article answered your questions about how much does it cost to build a WordPress website. You may also want to see our list of 25 legit ways to make money online blogging with WordPress.

If you liked this article, then please subscribe to our YouTube Channel for WordPress video tutorials. You can also find us on Twitter and Facebook.

Matt Wullenweg

MATT WULLENWEG

Perkembangan teknologi tidak akan habis dan bukan hanya seputar perkembangan dari gadget serta perangkatnya. Perkembangan website juga terus berkembang dengan banyak munculnya tema dan tampilan yang menarik dan segar. Website tidak akan henti sepi dari para pengguna, mengingat website sekarang ini banyak dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan terutama kebutuhan bisnis dan sebagai pencari mata uang.

Selain Blogger tentu saja terdapat Tumblr, serta WordPress. Namun kali ini tdak membicarakan mengenai Blogger atau Tumblr melainkan membahas WordPress. Mungkin anda sudah mendengar kata “Wordpress” jika anda pengguna internet. WordPress terkenal dengan tampilannya yang menarik dengan tema yang bervariasi dan terkenal juga karena responsive. WordPress dapat diakses dengan baik lewat mobile, sehingga pembaca akan lebih nyaman.

MATT

Pada tahun 2003, WordPress diciptakan oleh Matt Mullenweg yang berguna untuk meningkatkan penulisan di dunia maya. Menurut data yang ada terdapat sekitar 66,283 juta situs web yang menggunakan platform WordPress. Nah WordPress ini diciptakan oleh Matt yang keluar dari kampusnya dan belum sampai lulus dari kampusnya tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut berikut adalah Kisah sukses pendiri WordPress.

8ba524_65d2f36cf9d843d486a6a0bbb9da5589

Pendidikan dan Karir

Matt-MullenwegMatt Mullenweg adalah pengembang situs blogging wordpress serta pendiri. Dia lahir pada 11 Januari 1984 di Texas, Amerika Serikat. Matt Mullenweg pada waktu SMA mengambil jurusan seni pertunjukan dan visual, bahkan dirinya juga terampil dalam bermain saxophone. Kemudian setelah lulus dari SMA, Matt melanjutkan kuliah di University of Houston dengan mengambil jurusan Ilmu Politik. Pada tahun 2004 dirinya memutuskan untuk keluar dari bangku perkuliahannya untuk mengejar cita-citanya dan bekerja di CNET Networks. Lalu pada tahun 2005, dirinya keluar dari perusahaan tersebut.

wordpress-logo (1) Wordpress-logo1 wordpress (6)

Pada tahun 2005, Matt mendirikan Automatic yaitu perusahaan pengembang web yang kemudian dirinya juga mengembangkan wordpress ke level berikutnya. Pada bulan Februari 2005 dirinya bersama temannya merilis WordPress dengan versi 1.5 yang langsung populer di dunia maya dan web tersebut sudah di download sebanyak 900.000 kali.

Pada bulan Februari 2008, Automattic telah berhasil mendapatkan keuntungan yang besar yaitu sekitar US$ 29.500.000 yang berasal dari berbagai perusahaan. Kemudian pada bulan Juli 2012, WordPress berhasil melewati angka lebih dari 50 juta pengguna di berbagai belahan dunia. Pada tahun 2012 Automattic berhasil mengumpulkan dana mencapai US$ 45.000.000,-.

Awal WordPress

WordPress berawal dari sebuah Open Source lain yang bernama b2/cafelog. Pada awalnya Matt menggunakan b2/cafelog untuk menyimpan foto perjalanannya. Namun dalam beberapa bulan kemudian b2/cafelog ini tempat di Matt mempublikasikan fotonya mulai berhenti dalam pengembangannya. Matt memanggil temannya Mike Little, hingga akhirnya mereka mengembangkan WordPress berdasarkan beberapa kode yang berasal dari b2/cafelog. Untuk memperkuat WordPress, mereka bergabung dengan develop atau pengembang asli dari b2 yaitu Michel Valdrighi.

WordPress ini menggunakan bahasa PHP dan MySQL dalam pembuatannya. Matt pun membuktikan dirinya meskipun bukan berasal dari bidang pemrogaman atau teknologi komputer, dirinya mampu memunculkan produk yang digunakan oleh jutaan orang di dunia melalui WordPress.

Di usianya ketika itu 19 tahun, Matt bersama rekannya mendirikan GMPG dengan menggunakan format yang lebih kompleks dari HTML. Nah setahun kemudian, WordPress meluncurkan lagi fasilitas Ping-O-Matic yang bertujuan untuk memberikan ping notifikasi kepada search engine blog, hal inilah menjadi awal mula dikenalnya WordPress di kalangan pengguna internet di seluruh dunia.

Nah itulah informasi mengenai kisah sukses pendiri WordPress yang dapat sukses walaupun sekolahnya bukan pada bidang yang digelutinya. Matt Mullenweg serta kawannya berhasil masuk ke dalam daftar pengusaha muda kaya yang bergerak pada bidang internet, sekian dan semoga bermanfaat untuk anda.

Berikut ini adalah data tentang Matt Wullenweg yang dirangkum oleh wikipedia

Matthew Charles Mullenweg dikenal dengan Matt Mullenweg (lahir di Houston, Texas, Amerika Serikat, 11 Januari 1984; umur 31 tahun) adalah pendiri sekaligus pengembang perangkat lunak WordPress. Matt menempuh pendidikan SMA di bidang Seni Visual dan Pertunjukan. Ia pun mahir memainkan musik saksofon. Meskipun studinya bukan dibidang teknologi komputer dan programming, Matt berhasil mendirikan serta mengembangkan software yang kini sangat terkenal yakni WordPress.com, Akismet, dan bisnis Automattic-nya.

Sejarah Matt dan WordPress

WIKI.MATTSejarah WordPress bermula saat Matt berusia 18 tahun (tahun 2002). Ketika itu, Matt baru mulai menggunakan fasilitas blog b2cafelog. Ia menggunakan blog b2 (bbpress.org) untuk mempublikasi foto-fotonya selama perjalanan ke Washington D.C. Namun, beberapa bulan kemudian, blog bbpress tempat Matt mempublikasi fotonya berhenti dalam mengembangkan software-nya. Karena kondisi seperti itu, muncullah pemikiran kreatif dari Matt. Pada Januari 2003, Matt Mullenweg mengumumkan melalui blog-nya bahwa dia akan mengembangkan blog b2 sehingga sesuai dengan standar web saat itu.

Dengan inisiatif sendiri, Matt bersama Mike Little mulai memgembangkan coding WordPress berbasis b2. Kemudian, Mike dan Matt bersama Michel Valdrighi (mantan pengembang b2), mulai aktif mengembangkan WordPress hingga lahirlah WordPress yang Anda kenal saat ini. Pada 27 Mei 2003, WordPress versi 0.70 dirilis. Versi 0.7 ini masih mengandung struktur file yang sama dengan pendahulunya, b2cafelog.

Di usia 19 tahun (Maret 2003), Matt bersama rekannya mendirikan GMPG dengan format yang lebih kompleks dari HTML. Setahun kemudian, WordPress meluncurkan fasilitas Ping-O-Matic yang berguna untuk mengirim ping notifikasi kepada search engine blog seperti Technorati. Dan saat ini, Ping-O-Matic telah melayani lebih 1 juta ping tiap harinya.

Walau Matt merupakan mahasiswa Drop Out (DO) dari kampusnya, ia berhasil menjadi pengusaha muda yang kaya dan sukses. Pada tahun 2007, Ia pun dinobatkan sebagai 16 dari “50 Orang Terpenting di Dunia Internet” oleh PC World. Dan pada pertengahan Januari 2009, Matt berkunjung ke Indonesia dalam rangka menghadiri sekaligus menjadi tamu utama dalam acara Wordcamp Indonesia 2009 – “1st Annual Conference for Indonesian WordPress Enthusiasts”.

Biografi serta Kisah Sukses Pendiri WordPress

Dirangkum oleh seorang blogger dengan nama ‘ech-wan’ yang menyajikan Biografi Matt wullenweg dengan sangat detail dan apik.

Mengenal Sosok  Pendiri Wordpres : Matthew C  Mullenweg
Oleh : ech-wan

Sekapur Sirih

3862641910_1e0e40ee92_mSaya pengguna wordpress, tapi selama ini saya tidak begitu peduli siapa pendiri WordPress. Padahal mengenal pendiri/founder dari suatu bisnis, organisasi, atau situs yang terkenal [misalnya: WordPress] merupakan hal penting. Terlebih lagi kita adalah pengguna produk tersebut. Dari kisah hidup, pemikiran inovatif serta petualangan fantastis mereka sebenarnya dapat menjadi sumber inspirasi hidup kita.

Pola sikap saya yang apatis terhadap hal-hal (ataupun individu) yang sebenarnya sangat menakjubkan mungkin juga menimpa pada diri rekan-rekan di negeri ini. Sikap apatis tersebut merupakan sikap mental yang negatif. Sikap ini akan membuat diri kita sepanjang hidup hanya menjadi seorang user [pengguna], bukan seorang yang berperan sebagai kreator atau producer.Selama sikap mental bangsa ini seperti itu, maka selama itu pula bangsa ini tidak akan maju ke depan. Tidak akan ada inovasi, kreasi serta pembangunan yang progresif menatap ke depan.

Namun, pada malam Jum’at, 16 Januari 2009, saya kembali mendapat secercah harapan, tatkala “Apa Kabar Indonesia Malam” di TV-One menghadirkan pendiri sekaligus pengembang aplikasi gratis Wordpres. Dia seorang pemuda yang sukses bukan karena terbentuk ataupun dibentuk sejak kecil.  Ia mampu sukses meski di usia yang sangat muda. Meskipun latar pendidikannya berbeda dengan hasil karya yang dihasilkan saat ini.

Ia mampu sukses meski di usia yang sangat muda.Yah….tokoh muda tersebut adalah Matthew Mullenweg (25 tahun). Matt datang ke Indonesia dalam rangka menghadiri sekaligus menjadi host utama dalam acara Wordcamp Indonesia 2009 – “1st Annual Conference  for Indonesian WordPress Enthusiasts”. Acara tersebut akan diadakan pada hari ini dan besok, 17-18 Januari di Jakarta.

Berikut biografi Matt Mullenweg, sang pendiri Blog WordPress yang sedang saya dan Anda gunakan saat ini.

Riwayat Hidup Matt Mullenweg

boy-noshadowMatthew Charles Mullenweg atau dikenal dengan Matt Mullenweg lahir pada 11 Januari 1984 (baru berulang tahun ke-25), di Houston,Texas – Amerika Serikat. Di masa SMA, Matt belajar Seni Visual dan Pertunjukan di sekolahnya serta ia mahir di musik saxophone. Meskipun studinya bukan dibidang teknologi komputer dan programming, namun Mat berhasil mendirikan serta mengembangkan software yang kini sangat terkenal yakni WordPress.com, Akismet, dan bisnis Automattic-nya.

Awal Matt dan WordPress

Sejarah WordPress bermula saat Matt berusia 18 tahun (tahun 2002). Ketika itu, Matt baru mulai menggunakan fasilitas blog yakni blog b2cafelog. Ia menggunakan blog b2 (bbpress.org) untuk mempublikasi foto-fotonya selama perjalanan ke Washington D.C.

Namun, beberapa bulan kemudian, blog bbpress tempat Matt mempublikasi fotonya berhenti dalam mengembangkan software-nya. Karena kondisi seperti itu, muncullah pemikiran kreatif dari Matt. Pada Januari 2003, Matt Mullenweg mengumumkan melalui blog-nya bahwa dia akan mengembangkan blog b2 sehingga sesuai dengan standar web saat itu.

Dengan inisiatif sendiri, Matt bersama Mike Little mulai memgembangkan coding WordPress berbasis b2.  Kemudian, Mike dan Matt bersama Michel Valdrighi (mantan pengembang b2), mulai aktif mengembangkan WordPress hingga lahirlah WordPress yang Anda kenal saat ini. Pada 27 Mei 2003, WordPress versi 0.70 dirilis. Versi 0.7 ini masih mengandung struktur file yang sama dengan pendahulunya, b2cafelog.

Di usia 19 tahun (Maret 2003), Matt bersama rekannya mendirikan GMPG dengan format yang lebih kompleks dari HTML. Setahun kemudian, WordPress meluncurkan fasilitas Ping-O-Maticyang berguna untuk mengirim ping notifikasi kepada search engine blog seperti Technorati. Dan saat ini,  Ping-O-Matic telah melayani lebih 1 juta ping tiap harinya.

Matt Mullenweg, Mahasiswa DO (Drop Out)

Pada tahun 2004, nasib buruk menimpa Matt dalam bidang pendidikan formal. Ia drop-out alias DO dan pindah dari Houston ke San Fransisco (California) untuk bekerja pada CNET selama setahun.

Pekerjaannya di CNET selama setahun merupakan masa-masa terakhir Matt bekerja di perusahaan. Karena pada usia 21 tahun, Matt telah ‘pensiun muda’ dari perusahaan CNET dan ia menghabiskan waktunya berkarya untuk WordPress. Tidak lama dari masa pensiunnya, ia pun berhasil meluncurkan aplikasi Akismet yang berfungsi memblokir komentar dan trackback yang teridentifikasi sebagai spam.

Di tahun yang sama, Matthew memutuskan WordPress terbuka bagi kalangan umum di seluruh dunia pada November 2005. Di tahun yang sama, Matt meluncurkan Automattic yang menjadi perusahaan bisnis yang mendukung WordPress dan Akismet.

Pemuda 22 tahun Rekrut Eksekutif Yahoo

Jiwa entrepreneur dan kematangan Matt dalam mengembangkan WordPress dan Akismet telah menghantarkan usahanya masuk ke bisnis profesional. Pada tahun 2006 (22 tahun), pemuda Matt mampu merekrut mantan CEO Oddpost dan Senior Manager Yahoo!, Tony  Schneidersebagai CEO Automattic. Beberapa bulan setelah Tony Schneider berada di Automattic, Akismet (anak perusahaan) yang baru berusia kurang 2 tahun berhasil meraup USD 1.1 juta pada April 2006.

Kesuksesan Matthew Mullenweg

Daya pikir inovatif serta pantang menyerah pada diri seorang Matthew telah membawa dirinya sebagai jutawan muda. Di usia 25 tahun, Matthew Mullenweg telah berhasil menjadi miliader muda dengan kekayaan tidak kurang USD 40 juta (Rp 400 miliar).

Ia pun dinobatkan sebagai 16 dari “50 Orang Terpenting di Dunia Internet” oleh PC World pada tahun 2007. Dari daftar 50 orang tersebut, hanya Matt yang merupakan orang termuda (23 tahun).

Dengan fasilitas yang unik, cepat dan menarik, WordPress berhasil ‘memikat’ jutaan pengguna. Dengan tambahan ribuan blogger serta ratusan ribu posting terbaru tiap harinya, WordPress berhasil masuk ke dalam 30 situs teraktif di dunia. Setelah mendapat layanan Gravatar pada tahun 2007, beredar isu bahwa usaha yang didirikan Matt, Automattic, ditawari hingga USD 200 juta, namun Matt menolak menjualnya.

Wawancara Singkat di TV-One

Kisah Singkat Kesuksesan

3863787526_7751cbdc12_mBerikut ini, hasil wawancara Matt Muddenweg di TV-one yang relatif singkat Dan secara samar-samar saya mengutip pembicaraannya seperti berikut. [Jika rekan-rekan yang turut menyaksikannya, silahkan koreksi tulisan saya. Trims].

Hal pertama yang dibahas adalah latar belakang pendidikan Matt Muddenweg. Ia bukan lulusan programming ataupun ilmu komputer. Di masa SMA, ia terjun dalam bidang seni. Sedangkan kuliahnya [tidak selesai] di bidang ilmu politik. Walaupun demikian, motivasi dan minat yang ia berikan pada blog membawa dirinya sukses dalam dunia software dan teknologi informasi.

Topik lain yang dibahas adalah lika-liku perjalanan sukses Matt. Jalan keberhasilan Matt tidaklah pendek dan mulus. Keberhasilan ia raih dimulai dari hobbinya dalam fotografi serta mempublikasi fotonya di blog/website. Jadi, langkah awal kesuksesan dimulai dari blog. [selamat bagi Anda yang telah mulai blog dari ide dan hobbi pribadi, bukan copy-paste].

Karena blog yang ia gunakan saat itu (b2cafelog) tidak user friendly, akhirnya ia bertekad mengubahnya. [selamat bagi Anda yang merasa WordPress tidak nyaman, dan Anda berkeinginan mengubahnya.

Tentu, pada awalnya dia tidak menyangka bahwa usahanya yang kreatif dapat membawa dirinya berhasil seperti saat ini. Namun saat ini, karyanya yakni WordPress telah memikat 20.000 pendatang baru (blogger) tiap hari.

Korelasi Ilmu Politik, Seni dan Blog-Software

Ketika ditanya apakah ada korelasi/manfaat yang diperoleh dari pendidikan politik dan seni [saxophone] terhadap pengembangan software WordPress-nya, Matt menjawab secara tegas yah.

Ada dua hal yang berpengaruh. Pertama, ilmu politik berkontribusi besar pada paradigma software open-source (gratis)…Kebanyakan orang yang bekerja dibidang software adalah volunteer (relawan). Mereka bekerja karena mereka menyukai pekerjaannya, bukan karena ditekan atau sejenisnya. Jadi, dalam hal ini prinsip politik adalah tetap membuat mereka senang/bahagia serta menjaga komunitas dimana mereka terlibat langsung. Dan kita hanya perlu memfasilitasinya. Dan saya pikir [hal kedua seni], software yang bagus memiliki struktur dan desain yang baik.

Dilematis : WordPress digunakan untuk Kejahatan

Bagaimana tanggapan Anda terhadap beberapa orang [oknum] yang menggunakan fasilitas WordPress untuk tindakan merugikan orang lain [ancaman, teroris, penghasutan]?
Jawaban Matt:

Ini adalah masalah rumit. Kami menyediakan fasilitas tersebut [WordPress secara gratis] dengan harapan semua orang dapat menggunakannya untuk hal-hal berguna dan positif, dan tentu kita tidak mengharapkan mereka yang menggunakannya untuk hal-hal buruk.”

Harapan Matt pada Program Wordcamp Indonesia 2009

Matt hadir pada Wordcamp Indonesia 2009 pada 17-18 April 2009, dan tujuannya untuk adalah memperkenal WordPress sekaligus mengedukasi kebebasan berekspresi di dunia maya yang benar.

Ada satu hal yang menjadi alasan utama saya datang ke Indonesia yakni WordPress memilik daya tarik besar di Indonesia. Melalui WordPress, diharapkan orang mulai lebih tertarik dengan budaya blog, serta tertarik dengan software open-source. Alasan lain kehadiran saya adalah untuk belajar lebih banyak di Indonesia. Dan hal yang ingin saya sampaikan pada Wordcamp adalah mengenai landasan kebebasan (freedom). Kita tahu bahwa, WordPress adalah software gratis (free). Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk menikmati fasilitas ini. Disini saya tekankan bahwa dengan software gratis, Anda bebas bereksperesi tanpa harus membayarnya.”

Dengan kata lain, melalui blog dan komunitas yang beragam warna, kepentingan, pandangan dan perbedaan, ada hal yang fundamental yakni kebebasan yang memberi manfaat bagi orang lain [prinsip politik Matt]. Melalui semangat kebebasan ini, WordPress diharapkan bisa memberi inspirasi dan setiap orang dapat mengungkapkan apa saja yang ada dalam pikirannya.

Pelajaran dan Inspirasi “Matt WordPress”

Sahabat-sahabatku, satu nusa dan satu bangsa. Anda telah membaca sepenggal kisah menarik dari seorang ‘Raja WordPress” serta sepotong dialog Matthew di TV-One. Meskipun gagal di sisi lain [kuliah], Matt terus berusaha menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Meskipun latar pendidikan tidak langsung berkorelasi, namun setiap nafas hidup dan pendidikan kita pasti akan mempengaruhi sisi kehidupan kita baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tiada hari tanpa pelajaran yang dapat kita petik. Hanya saja, apakah kita membuka peluang itu atau menutupnya. Silahkan membaca dengan seksama, bagian yang saya beri warna orange, adalah kalimat yang patut kita hayati dan renungi kembali, guna memberikan kemajuan pemikiran, sikap dan batin kita.

Semoga, generasi muda dan remaja dapat menggunakan waktunya dengan kegiatan positif,kreatif, inovatif untuk berkontribusi banyak bagi masyarakat dan bangsa ini.

best-wordpress-plugins

.