Category Archives: The Body & How It Works

Sistem Reproduksi Pada Manusia

by Cah Samin. ArtikelMateri

peta-konsep sistem reproduksi pada manusia

Reproduksi pada manusia terjadi secara seksual, artinya terbentuknya individu baru diawali dengan bersatunya sel kelamin laki-laki (sperma) dan sel kelamin wanita (sel telur). Sistem reproduksi manusia dibedakan menjadi alat reproduksi laki-laki dan perempuan.

A. Organ Reproduksi Pria / Laki-laki


Alat reproduksi laki-laki terdiri dari alat kelamin bagian luar dan alat kelamin bagian dalam.

1. Alat Reproduksi Pria Luar

a. Penis (zakar) adalah alat kelamin luar pada pria. Penis berfungsi untuk memasukkan sperma ke dalam alat kelamin wanita melalui pertemuan keduanya (Kopulasi). Penis merupakan organ yang tersusun atas otot yang dapat tegang dan dilapisi oleh lapisan kulit tipis. Proses tegangnya penis disebut Ereksi, hal ini dikarenakan adanya rangsangan yang membuat pembuluh darah pada penis terisi. Setelah di sunat (khitan) kulit tipis (preputium) yang melapisi glan penis akan dipotong.

Struktur-Sperma

590160638

Penis Juga memiliki fungsi untuk ejakulasi, yaitu mengeluarkan sperma melalui uretra (saluran dalam penis), selama ejakulasi otot-otot pada kandung kemih akan mengkerut, untuk mencegah sperma masuk ke kandung kemih, oleh karena itu kita tidak bisa kencing sambil ejakulasi. Penis terdiri atas beberapa bagian yaitu :

  • Glan Penis, bagian kepala yang apabila telah dikhitan tidak dilapisi kulit
  • Batang (corpus) Penis
  • Pangkal Penis

b. Skrotum

Skrotum adalah kantong kulit yang melindungi testis dan berfungsi sebagai tempat bergantungnya testis. Skrotum berwarna gelap dan berlipat-lipat. Skrotum mengandung otot polos yang mengatur jarak testis ke dinding perut. Dalam menjalankan fungsinya, skrotum dapat mengubah ukurannya. Jika suhu udara dingin, maka skrotum akan mengerut dan menyebabkan testis lebih dekat dengan tubuh dan dengan demikian lebih hangat. Sebaliknya pada cuaca panas, maka skrotum akan membesar dan kendur. Akibatnya luas permukaan skrotum meningkat dan panas dapat dikeluarkan.

2. Alat Reproduksi Pria Dalam

Alat Reproduksi Pria

a. Testis

Testis adalah organ kelamin dalam pria berbentuk oval yang terletak di dalam skrotum. Testis berjumlah sepasang dan berfungsi untuk menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan hormon seks testosteron. Testis terletak di dalam skrotum yang merupakan organ berugae (memiliki lipatan kulit), berfungsu untuk menjaga suhu testis agar spermatogenesis dapat tetap berlangsung. Jika Suhu rendah (dingin) maka skrotum akan berkerut dan mendekat ke arah tubuh, sedangkan jika suhu tinggi, maka skrotum akan mengendur, menjauh dari tubuh.

Tempat pembentukan sperma dalam testis adalah tubulus seminiferus. Kemudian terdapat pintalan-pintalan tubulus seminiferus yang terdapat di dalam ruang testis yang disebut lobulus testis, satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis.

b. Epididimis

Epididimis adalah organ kelamin dalam pria berbentuk saluran berkelok – kelok yang terletak di dalam skrotum, diluar testis. Epididimis berbentuk seperti huruf C. Epididimis berfungsi dalam pengangkutan, penyimpanan, dan pematangan sperma. Sebelum memasuki epididimis, sperma tidak memiliki kemampuan untuk bergerak dan belum subur, namun setelah epididimis menjalankan fungsinya, sperma sudah subur dan mampu bergerak walaupun belum sempurna. Setelah dari epididimis sperma akan masuk ke vas (duktus) deferens, lalu disalurkan menuju vesikula seminalis.

c. Vas (duktus) Deferens

Vas Deferens adalah saluran berbentuk tabung yang berfungsi untuk menyalurkan sperma ke vesikula seminalis dan sebagai tempat penampungan sperma. Dalam proses pematangan dan penyimpanan sperma, duktus deferens ini mendorong sperma dengan gerak peristaltik lambat menuju vesikula seminalis. Sedangkan saat ejakulasi, gerakan yang dilakukan cepat dan kuat sehingga sperma yang keluar dapat muncrat.

d. Kelenjar Kelamin

Kelenjar kelamin adalah organ – organ kelamin dalam pria yang berfungsi untuk menghasilkan cairan tempat berenangnya sperma, dan cairan ini akan menjaga sperma tetap hidup dengan cara menetralisir asam, karena cairan itu bersifat basa. Dalam bahasa sehari – hari cairan ini kita kenal dengan air mani, sedangkan dalam bahasa ilmiah dikenal dengan nama semen. Dalam 1 ml air mani, terdapat sekitar 60 – 100 juta sel sperma. Normalnya semen memiliki pH 7,2 dengan volume 3-5 ml, dan berwarna putih susu sampai kekuning – kuningan serta sedikit kental. Berikut adalah organ yang termasuk ke dalam kelenjar kelamin :

  • Vesikula Seminalis (Kantung air mani), yaitu organ berupa saluran berbentuk tabung berjumlah sepasang di kanan dan kiri tubuh. Vesikula Seminalis memiliki panjang sekitar 5 – 10 cm. Vesikula Seminalis berfungsi untuk mensekresikan cairan bersifat basa y (pH 7,3) mukus, vitamin, fruktosa (sebagai nutrisi bagi sperma), protein, enzim, dan prostaglandin. Cairan dari vesikula seminalis ini merupakan 60% dari seluruh volume semen. Vesikula Seminalis akan menyatu dengan vas deferens dan kelenjar prostat untuk membentuk saluran ejakulasi.
  • Kelenjar Prostat, yaitu organ yang berada di bawah kandung kemih yang berfungsi untuk mensekresikan cairan berwarna putih keabu-abuan yang bersifat basa. Cairan ini disekresikan ke dalam saluran ejakulasi dan menyumbangkan sekitar 30% dari seluruh volume semen. Cairan kelenjar prostat akan bersatu dengan cairan dari vesikula seminalis dan akan menjadi tempat hidup dan bergeraknya sperma. Cairan yang disekresikan organ ini terdiri atas fosfolipid, asam sitrat (untuk nutrisi) dan juga antikoagulan.
  • Kelenjar Bulbouretra (Cowpery), yaitu kelenjar berjumlah sepasang yang berfungsi untuk menghasilkan cairan lendir bersifat basa ke dalam saluran ejakulasi. Kelenjar ini terletak di bawah kelenjar prostat. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar Bulbouretra ini keluar sebelum ejakulasi, dan dalam agama islam disebut mazi yang merupakan najis dan cara mensucikannya sama seperti mencucui kencing.

e. Uretra (Saluran Ejakulasi)

Uretra adalah saluran yang terletak di dalam penis, berfungsi untuk tempat keluarnya sperma dan juga sebagai tempat keluarnya urin.

Proses Spermatogenesis

Proses pembentukan dan pemasakan sperma disebut spermatogenis. Pada pembahasan sebelumnya dikatakan bahwa sperma dihasilkan oleh testis. Spermatogenis terjadi di tubulus seminiferus testis. Dalam tubulus tersebut terdapat sel sperma, yang disebut spermatogonium. Spermatogonium kemudian membelah secara mitosis menghasilkan spermatogonium yang haploid (Lihat gambar di bawah).

spermatogenesis (1)

Spermatogenesis

Spermatogonium ini kemudian membesar membentuk spermatosit primer. Spermatosit primer seterusnya akan membelah secara meiosis I untuk menghasilkan dua spermatosit sekunder yang haploid. Kemudian setiap spermatosit sekunder akan membelah secara meiosis II untuk menghasilkan dua spermatid yang hapolid. Sel-sel spermatid akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa atau sperma.

B. Organ Reproduksi Wanita


Secara garis besar alat reproduksi wanita terbagi kedalam dua kelompok, yaitu Alat Reproduksi (Genetalia) luar dan Alat Reproduksi (Genetalia) dalam.

1. ALAT REPRODUKSI (GENETALIA) LUAR

Luar Alat Reproduksi

female-reproductive-system

a. Mons Veneris

Mons veneris adalah bagian yang sedikit menonjol dan bagian yang menutupi tulang kemaluan (simfisis pubis). Bagian ini disusun oleh jaringan lemak dengan sedikit jaringan ikat. Mons Veneris juga sering dikenal dengan nama gunung venus, ketika dewasa bagian mons veneris akan ditutupi oleh rambut – rambut kemaluan dan membentuk pola seperti segitiga terbalik.

b. Labia Mayora (Bibir Besar Kemaluan)

Seperti namanya, Bagian ini berbentuk seperti bibir. Labia Mayora merupakan bagian lanjutan dari mons veneris yang berbentuk lonjok, menuju ke bawah dan bersatu membentuk perineum. Bagian Luar dari Labia Mayor disusun oleh jaringan lemak, kelenjar keringat, dan saat dewasa biasanya ditutupi oleh rambut – rambut kemaluan yang merupakan rambut dari mons veneris. Sedangkan selaput lemak yang tidak berambut, namun memiliki banyak ujung – ujung saraf sehingga sensitif saat melakukan hubungan seksual.

c. Labia Minora (Bibir Kecil Kemaluan)

Labia Minora merupakan organ berbentuk lipatan yang terdapat di dalam Labia Mayora. Alat ini tidak memiliki rambut, tersusun atas jaringan lemak, dan memiliki banyak pembuluh darah sehingga dapat membesar saat gairah seks bertambah. Bibir Kecil Kemaluan ini mengelilingi Orifisium Vagina (lubang Kemaluan). Labia Minora analog dengan Kulit Skrotum pada Alat Reproduksi Pria.

d. Klitoris

Klitoris adalah organ bersifat erektil yang sangat sensitif terhadap rangsangan saat hubungan seksual. Klitoris memiliki banyak pembuluh darah dan terdapat banyak ujung saraf padanya, oleh karena itu Organ ini sangat sensitif dan bersifat erektil. Klitoris Analog dengan Penis pada Alat Reproduksi Pria.

e. Vestibulum

Vestibulum adalah rongga pada kemaluan yang dibatasi oleh labia minora pada sisi kiri dan kanan, dibatasi oleh klitoris pada bagian atas, dan dibatasi oleh pertemuan dua labia minora pada bagian belakang (bawah) nya.

Vestibulum merupakan tempat bermuaranya :

  • Uretra (saluran kencing)
  • Muara Vagina (liang Senggama)

Masing – Masing Dua Lubang Saluran Kelenjar Bartholini dan Skene (Kelenjar ini mengeluarkan cairan seperti lendir saat pendahuluan hubungan untuk memudahkan masuknya penis)

f. Himen (Selaput Dara)

Himen merupakan selaput membran tipis yang menutupi lubang vagina. Himen ini mudah robek sehingga dapat dijadikan salah satu aspek untuk menilai keperawanan. Normalnya Himen memiliki satu lubang agak besar yang berbentuk seperti lingkaran. Himen merupakan tempat keluarnya cairan atau darah saat menstruasi. Saat Melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya himen biasanya akan robek dan mengeluarkan darah. Setelah melahirkan hanya akan tertinggal sisa – sisa himen yang disebut caruncula Hymenalis (caruncula mirtiformis).

2. ALAT REPRODUKSI (GENETALIA) DALAM

organ-reproduksi-wanita

alat-reproduksi-wanita

a. Vagina

Vagina adalah muskulo membranasea (Otot-Selaput) yang menghubungkan rahim dengan dunia luar. Vagina memiliki panjang sekitar 8 – 10 cm, terletak antara kandung kemih dan rektum, memiliki dinding yang berlipat – lipat, lapisan terluarnya merupakan selaput lendir, lapisan tengahnya tersusun atas otot-otot, dan lapisan paling dalam berupa jaringan ikat yang berserat. Vagina berfungsi sebagai jalan lahir, sebagai sarana dalam hubungan seksual dan sebagai saluran untuk mengalirkan darah dan lendir saat menstruasi.

Otot pada vagina merupakan otot yang berasal dari sphingter ani dan levator ani (Otot anus/dubur), sehingga otot ini dapat dikendalikan dan dilatih. Vagina tidak mempunyai kelenjar yang dapat menghasilkan cairan, tetapi cairan yang selalu membasahinya berasal dari kelenjar yang terdapat pada rahim.

b. Uterus (Rahim)

Uterus adalah organ berongga yang berbentuk seperti buah pir dengan berat sekitar 30 gram, dan tersusun atas lapisan – lapisan otot. Ruang pada rahim (Uterus) ini berbentuk segitiga dengan bagian atas yang lebih lebar. Fungsinya adalah sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya janin. Otot pada uterus bersifat elastis sehingga dapat menyesuaikan dan menjaga janin ketika proses kehamilan selama 9 bulan.

Pada bagian uterus terdapat Endometrium ( dinding rahim) yang terdiri dari sel –sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium ini akan menebal pada saat ovulasi dan akan meluruh pada saat menstruasi. Untuk mempertahankan posisinya uterus disangga oleh ligamentum dan jaringan ikat.

Uterus memiliki beberapa bagian :

  • Korpus Uteri, yaitu bagian yang berbentuk seperti segitiga pada bagian atas
  • Serviks uteri, yaitu bagian yang berbentuk seperti silinder
  • Fundus Uteri, yaitu bagian korpus yang terletak di atas kedua pangkal tuba fallopi

Pada saat persalinan, rahim merupakan jalan lahir yang penting karena ototnya mampu mendorong janin untuk keluar, serta otot uterus dapat menutupi pembuluh darah untuk mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan. Setelah proses persalinan, rahim akan kembali ke bentuk semula dalam waktu sekitar 6 minggu.

c. Tuba Fallopi (Oviduk)

Tuba Fallopi (Oviduk) adalah organ yang menghubungkan Uterus (Rahim) dengan Indung Telur (Ovarium). Tuba Fallopi (Oviduk) juga sering disebut saluran telur karena bentuknya seperti saluran. Organ ini berjumlah dua buah dengan panjang 8 – 20 cm. Tuba Fallopi berfungsi untuk :

  • Sebagai saluran spermatozoa dan ovum
  • Penangkap ovum
  • Bisa menjadi tempat pembuahan (fertilisasi)
  • Sebagai tempat pertumbuhan hasil pembuahan sebelum mampu masuk ke bagian dalam Uterus (Rahim).

Tuba Fallopi (Oviduk) terdiri atas 4 bagian :

  1. Infundibulum, yaitu bagian berbentuk seperti corong yang terletak di pangkal dan memiliki Fimbriae. Fimbriae berfungsi untuk menangkap ovum
  2. Pars ampularis, yaitu bagian agak lebar yang merupakan tempat bertemunya ovum dengan sperma (Pembuahan/fertilisasi)
  3. Pars Ismika, yaitu bagian tengah tuba yang sempit
  4. Pars Interstitialis, yaitu bagian tuba yang letaknya dekat dengan uterus.

d. Ovarium (Indung Telur)

Ovarium adalah kelenjar reproduksi utama pada wanita yang berfungsi untuk menghasilkan ovum (Sel telur) dan penghasil hormon seks utama. Ovarium berbentuk oval, dengan panjang 2,5 – 4 cm. Terdapat sepasang Ovarium yang terletak di kanan dan kiri, dan dihubungkan dengan rahim oleh tuba fallopi. Umumnya setiap Ovarium pada wanita yang telah pubertas memiliki 300.000-an, dan sebagian besar sel telus ini mengalami kegagalan pematangan, rusak atau mati, sehingga benih sehat yang ada sekitar 300 – 400-an benih telur dan 1 ovum dikeluarkan setiap 28 hari oleh ovarium kiri dan kanan secara bergantian melalui proses menstruasi, sehingga saat benih telur habis, terjadilah menopause . Ovarium juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang berperan dalam proses Menstruasi.

Proses Oogenesis

Proses pembentukan ovum disebut oogenesis dan terjadi di ovarium. Pembentukan ovum diawali dengan pembelahan mitosis lapisan luar ovarium untuk membentuk oogonium yang diploid. Setiap oogonium dilapisi oleh sel folikel. Keseluruhan struktur ini disebut folikel primer. Ketika folikel tumbuh, oosit primer membelah secara meiosis I menghasilkan satu oosit sekunder dan badan kutub. Oosit sekunder kemudian berkembang menjadi ovum haploid yang siap untuk dibuahi oleh sperma.

oogenesis1

Oogenesis

C. Fertilisasi dan Perkembangan Embrio


Fertilisasi adalah proses pembuahan. Ovum matang dilepas ovarium dan ditangkap rumbai-rumbai pada corong tuba fallopi. Jika ada sperma masuk, maka ovum dibuahi sperma. Ovum yang sudah dibuahi membentuk zigot, kemudian zigot bergerak menuju rahim. Jika ovum tidak dibuahi sperma, jaringan dalam dinding rahim yang telah menebal dan banyak pembuluh darah akan rusak dan luruh sehingga terjadi menstruasi.
Bersamaan dengan terjadinya pematangan ovum, sel-sel dinding rahim tumbuh menebal dan banyak pembuluh darah sehingga pada saat zigot datang dan menempel tidak terjadi gangguan. Pematangan ovum dan penebalan dinding rahim dipengaruhi hormon esterogen dan progesterone. Di rahim embrio berkembang selama 9 bulan untuk menjadi bayi.

Perkembangan Embrio:

1. Usia 4 minggu, sudah tampak pertumbuhan mata dan telinga.

embrio-usia-4-minggu

Embrio usia 4 minggu

2. Usia 8 minggu, sudah terbentuk janin yang mirip dengan bayi, mulai tampak tangan, jari tangan, hidung, dan kaki.

embrio-usia-8-minggu

Embrio usia 8 minggu

3. Usia 10 minggu, panjang janin lebih kurang 6 cm dan sudah terlihat seperti bayi. Ukuran kepalanya lebih besar dari pada ukuran badan.

4. Usia 16 minggu, panjang janin telah mencapai 40 cm dan memilliki organ yang sudah lengkap.

embrio-usia-16-minggu

Embrio usia 16 minggu

5. Usia 40 minggu, janin sudah siap untuk dilahirkan. Selama dalam rahim, embrio mendapatkan nutrisi dari induknya melalui plasenta. Plasenta mempunyai fungsi sebagai berikut.

  • Menyalurkan zat makanan dari induk ke embrio.
  • Mengalirkan zat-zat sampah dari embrio ke dalam darah induknya.
  • Melindungi janin dari berbagai zat racun atau kuman penyakit.

D. Siklus Menstruasi


Menstruasi disebut juga haid merupakan pendarahan yang terjadi akibat luruhnya dinding sebelah dalam rahim (endometrium) yang banyak mengandung pembuluh darah. Lapisan endometrium dipersiapkan untuk menerima pelekatan embrio. Jika tidak terjadi pelekatan embrio, maka lapisan ini akan luruh, kemudian darah keluar melalui serviks dan vagina.

Pendarahan ini terjadi secara periodik, jarak waktu antara menstruasi yang satu dengan menstruasi berikutnya dikenal dengan satu siklus menstruasi. Siklus menstruasi wanita berbeda-beda, namun rata-rata berkisar 28 hari. Hari pertama menstruasi dinyatakan sebagai hari pertama siklus menstruasi. Siklus ini terdiri atas 4 fase, yaitu:

1. Fase Menstruasi

Fase menstruasi ini terjadi jika ovum tidak dibuahi sperma, sehingga korpus luteum menghentikan produksi hormon esterogen dan progesteron. Turunnya kadar esterogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari endometrium yang disertai robek dan luruhnya endometrium, sehingga terjadi pendarahan. Fase menstruasi ini berlangsung kurang lebih 5 hari. Darah yang keluar selama menstruasi berkisar antara 50-150 mili liter.

2. Fase Pra-ovulasi

Fase pra-ovulasi disebut juga dengan fase poliferasi. Pada fase ini hormon pembebas gonadotropin yang dikeluarkan hipotalamus akan memacu hipofise untuk mengeluarkan FSH. FSH singkatan dari folikel stimulating hormon. FSH memacu pematangan folikel dan merangsang folikel untuk mengeluarkan hormon esterogen. Adanya esterogen menyebabkan pembentukan kembali (poliferasi) dinding endometrium. Peningkatan kadar esterogen juga menyebabkan serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifat basa. Lendir ini berfungsi untuk menetralkan suasana asam pada vagina sehingga mendukung kehidupan sperma.

3. Fase Ovulasi

Jika siklus menstruasi seorang perempuan 28 hari, maka ovulasi terjadi pada hari ke 14. Peningkatan kadar esterogen menghambat pengeluaran FSH, kemudian hipofise mengeluarkan LH. LH singkatan dari luternizing hormon. Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel, peristiwa ini disebut ovulasi.

4. Fase Pasca Ovulasi

Fase ini berlangsung selama 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Walaupun panjang siklus menstruasi berbeda-beda, fase pasca-ovulasi ini selalu sama yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Folikel de Graaf (folikel matang) yang telah melepaskan oosit sekunder akan berkerut dan menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengeluarkan hormon progesteron dan masih mengeluarkan hormon esterogen namun tidak sebanyak ketika berbentuk folikel. Progesteron mendukung kerja esterogen untuk mempertebal dan menumbuhkan pembuluhpembuluh darah pada endometrium serta mempersiapkan endometrium untuk menerima pelekatan embrio jika terjadi pembuahan atau kehamilan. Jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan yang hanya sedikit mengeluarkan hormon, sehingga kadar progesteron dan esterogen menjadi rendah. Keadaan ini menyebabkan terjadinya menstruasi demikian seterusnya.

perubahan-hormon-saat-menstruasi

E. Gangguan/Penyakit Sistem Reproduksi pada Manusia


Sistem reproduksi dapat mengalami gangguan atau kelainan. Gangguan ini dapat menyebabkan pasangan usia subur sulit memperoleh keturunan. Oleh karena itu, kamu harus selalu menjaga kesehatan organ-organ reproduksi, sehingga kelak dapat memperoleh keturunan yang sehat. Beberapa gangguan dan penyakit yang berkaitan dengan sistem reproduksi adalah sebagai berikut.

1. HIV/AIDS

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang kekebalan tubuh. Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah penderita AIDS, jarum suntik yang tercemar, dan ibu hamil kepada anaknya.

Tubuh yang terserang virus HIV kekebalannya rusak, sehingga mudah terinfeksi oleh berbagai jenis penyakit yang dapat menimbulkan kematian. Infeksi HIV awalnya tidak menampakkan gejala sakit. Pada tahap berikutnya muncul gejala flu berulang seperti lesu, demam, berkeringat di malam hari, dan otot sakit.

a. Gejala HIV

AIDS disebabkan oleh infeksi HIV. Virus ini akan merusak sistem kekebalan tubuh dengan cara menyerang sel darah putih. Seseorang yang mengidap AIDS tidak dapat melindungi dirinya dari segala macam bibit penyakit. Akibatnya, penderita bisa terserang berbagai penyakit.

Pada awalnya, orang yang terinfeksi HIV tampak seperti orang yang sehat dan tidak memperlihatkan gejala-gejala tertentu. Fase ini dapat terjadi selama 5 – 7 tahun, tergantung dari kekebalan tubuh si penderita.

Pada tahap selanjutnya, akan muncul gejala awal seperti hilangnya selera makan, tubuh terasa lemas, dan badan berkeringat secara berlebihan pada malam hari. Kemudian akan timbul bercak-bercak dikulit, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, mengalami diare terus menerus, serta flu yang tidak sembuh-sembuh. Fase ini berlangsung 6 bulan sampai 2 tahun.

Tahap terakhir atau fase AIDS akan terdiagnosa setelah kekebalan tubuh sudah sangat berkurang. Pada tahap ini biasanya penderita mudah terserang penyakit TBC, pneumonia, herpes, gangguan saraf, dan sebagainya. Kejadian ini berlangsung selama 3-6 bulan. Untuk mengetahui apakah seseorang dinyatakan positif menderita AIDS, harus dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap banyaknya jumlah sel T pada darahnya.

b. Penularan HIV

Sebagian besar orang tertular HIV karena hubungan seksual. Virus HIV dapat menyerang orang pemakai narkoba dan tato yang menggunakan jarum suntik dan semprotan yang telah terkontaminasi oleh virus HIV. Penularan HIV juga bisa melalui transfusi darah. Ibu hamil yang mengidap AIDS dapat menularkan virus HIV pada janinnya.

Penularan HIV sangat cepat sekali, seperti di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh pengguna narkoba semakin banyak, seks bebas, dan perpindahan penduduk yang tinggi. Untuk itulah, kita harus menanggapi dengan serius dan sebisa mungkin mencegah penyebaran virus ini.

c. Pencegahan HIV

Obat penyakit AIDS belum ditemukan sampai saat ini. Satu-satunya jalan supaya terhindar dari penyakit ini adalah meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, AIDS dapat juga dicegah dengan cara sebagai berikut.

  1. Menghindari hubungan seks bebas dengan orang yang menderita penyakit ini.
  2. Menghindari hubungan seks dengan orang yang pecandu narkoba.
  3. Mengadakan pemeriksaan laboratorium terhadap orang yang akan mendonorkan darahnya.
  4. Menjamin sterilitas alat suntik dan menggunakannya untuk sekali pakai.

2. Sifilis

Penyakit sifilis sering disebut raja singa. Sifilis bersifat menular dan disebabkan oleh bakteri Troponema pallidum. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah, dan kehamilan. Gejala awalnya timbul bisul pada bagian penis laki-laki atau di rahim perempuan. Bisul ini
tidak menyebabkan rasa sakit dan dapat sembuh dengan sendirinya. Gejala selanjutnya muncul lesi di permukaan kulit di seluruh tubuh namun tidak menyebabkan gatal, sariawan di mulut, sakit tenggorokan, demam ringan, dan pembengkakan kelenjar limfa pada lipatan tangan, leher, dan paha. Gejala-gejala ini juga dapat hilang dengan sendirinya. Pada infeksi tingkat lanjut, muncul gejala berupa kerusakan tulang dan sendi, aorta, dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Namun gejala-gejala ini dapat dihentikan dengan pengobatan.

3. Gonore

Penyakit gonore disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseiria gonokokus dan dapat menular melalui hubungan seksual. Gonore menyerang selaput lendir uretra, leher rahim, dan organ lain. Pada laki-laki, gejalanya adalah terasa sakit saat buang air dan keluar nanah dari uretra. Pada penderita wanita, muncul gejala keluar lendir berwarna hijau dari alat kelamin. Namun banyak perempuan yang tidak menunjukkan adanya gejala, sehingga penyakit akan berlanjut sampai terjadi komplikasi. Infeksi yang menyebar hingga ke testis (pada laki-laki) dan oviduk (pada wanita) dapat menyebabkan kemandulan. Infeksi yang menyebar ke persendian menyebabkan radang sendi. Bayi yang lahir dari penderita gonore dapat mengalami kebutaan jika tidak segera
mendapatkan pengobatan.

4. Klamidia (klamidiasis)

Pada laki-laki akan keluarnya nanah dari penis saluran urine. Sehingga mengakibatkan infeksi pada testis.

5. Herpes (dhab)

Luka pada vagina atau penis. Ini sangat membahayakan jantung dan otak, melalui ibu yang ditularkan ke fetusnya.

6. Candidiasis (keputihan)

Gejala yang timbul yaitu luka pada vagina atau penis seperti bercak-bercak yang menyerang pada alat kelamin manusia Infeksi pada dinding vagina, langit -langit, lipatan dekat anus. Melalui proses kelahiran infeksi berasal dari ibu selama kelahiran. Ini dapat diakibatkan karena kebersihan vagina, mulut dan anus tidak terjaga.

 

4 Jenis Makanan untuk Meningkatkan Kualitas Sperma

Oleh Arinda Veratamala | Data medis direview oleh Hello Sehat Medical Review Team.

makanan-untuk-meningkatkan-kualitas-sperma

Apakah Anda tahu bahwa apa yang Anda makan dapat mempengaruhi kualitas sperma Anda? Beberapa makanan dapat mempengaruhi kualitas sperma Anda, ada yang menjadikannya buruk dan ada yang menjadikannya berkualitas lebih baik. Sama seperti wanita, pria juga dianjurkan untuk memakan makanan sehat dan bergizi untuk menghasilkan kualitas sperma yang baik.

Jika Anda memiliki masalah kesuburan, mungkin salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah asupan makanan Anda. Kebiasaan makan yang buruk dan tidak sehat dapat menurunkan kualitas dan kuantitas sperma. Penelitian oleh Schmid, et al. pada tahun 2012 menunjukkan bahwa pria dengan asupan makanan dan suplemen dari mikronutrien tertentu, seperti vitamin E, vitamin C, vitamin A, folat, dan seng yang tinggi, dapat memproduksi sperma dengan kerusakan DNA yang lebih sedikit, terutama pada pria yang lebih tua.

Penelitian yang melibatkan 80 pria usia 20-80 ini membuktikan bahwa asupan makanan yang mengandung mikronutrien tertentu dapat meningkatkan kualitas sperma pria. Sehingga, tidak masalah bagi pria yang sudah berumur jika ingin mempunyai anak selama masih mempunyai kualitas sperma yang baik.

Makanan yang meningkatkan kualitas sperma

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas sperma adalah asupan makanan. Vitamin dan mineral dalam makanan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sperma sehingga membantu sperma untuk bergerak dan melakukan pembuahan. Beberapa makanan mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan sperma untuk meningkatkan kualitasnya, yaitu:

1. Seng dan Selenium

Seng dan selenium dapat meningkatkan kualitas sperma. Kadar seng dan selenium yang rendah dalam tubuh berhubungan dengan kualitas sperma yang buruk dan mengurangi kemampuan sperma untuk bergerak (motilitas rendah).

Bisa didapatkan dari:

Daging sapi, ayam, telur, produk susu, udang, dan tiram. Sedangkan makanan sumber selenium adalah roti, ikan, daging sapi, telur, dan bawang putih. Bawang putih selain mengandung selenium, juga mengandung alisin yang dapat meningkatkan aliran darah ke organ seksual serta melindungi sperma dari kerusakan.

2. Antioksidan

Makanan yang mengandung antioksidan adalah makanan yang mengandung vitamin C, vitamin E, dan vitamin A (dalam bentuk beta-karoten). Antioksidan dapat meningkatkan kualitas sperma dengan menurunkan jumlah radikal bebas dalam tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan pada membran sel. Antioksidan banyak terdapat di sayuran dan buah-buahan.

Bisa didapatkan dari:

  • Pisang, mengandung vitamin A dan vitamin C, selain itu juga mengandung enzim bromelain yang dapat membantu meningkatkan libido pria dan mengatur hormon seks.
  • Brokoli, wortel, dan bayam mengandung vitamin A. Kekurangan vitamin A dapat membuat sperma pria bergerak lamban.
  • Asparagus mengandung vitamin C yang dapat melindungi sperma dari kerusakan dan meningkatkan motilitas (pergerakan) dan volume sperma.
  • Cokelat hitam (dark chocolate) juga mengandung antioksidan tinggi yang dapat melawan radikal bebas dalam tubuh. Juga mengandung asam amino yang dapat meningkatkan volume sperma menjadi dua kali lipat.

3. Folat

Folat atau vitamin B9 penting untuk kualitas sperma, walaupun masih sedikit bukti yang menghubungkan antara asupan kaya folat dengan meningkatnya jumlah sperma.

Bisa didapatkan dari:

Sayuran berdaun hijau, seperti brokoli, bayam, asparagus, dan lobak hijau. Folat juga dapat ditemukan pada jeruk dan kentang, serta pada sereal yang sudah difortifikasi dengan asam folat.

4. Asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3 dapat membantu meningkatkan jumlah sperma dan membantu meningkatkan aliran darah ke alat kelamin. Seperti dilansir dari menshealth.com, pria yang banyak mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3 memiliki kualitas sperma yang lebih baik dari mereka yang kurang asupan asam lemak omega-3 berdasarkan penelitian Human Reproduction. Penelitian lain yang diterbitkan oleh Biology of Reproduction, menunjukkan bahwa pria yang memakan 75 gram kacang walnut per hari mempunyai kualitas sperma yang lebih baik setelah 3 bulan diikuti. Bentuk sperma lebih baik sehingga memudahkan pergerakan sperma. Peneliti menduga bahwa kandungan asam alfa-linoleat (ALA), salah satu jenis asam lemak omega-3, pada kacang walnut yang meningkatkan kualitas dari sperma ini.

Bisa didapatkan dari:

Kacang walnut, kepiting, salmon, ayam, dan lemak ikan.

Selain memperbanyak makanan di atas, bagi Anda yang mempunyai kebiasaan minum minuman beralkohol dan merokok sebaiknya dikurangi untuk dapat meningkatkan kualitas sperma Anda. Sedangkan, tidak masalah untuk tetap mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh, asalkan masih dalam batas yang wajar.

 

 

Struktur Jantung

p0070

Struktur Jantung pada Manusia – Untuk sirkulasi paru dan sistemik, jantung harus memompa darah ke paru-paru atau ke bagian-bagian tubuh.

Jantung adalah otot yang kompleks yang memompa darah melalui tiga divisi sistem peredaran darah: koroner (pembuluh yang melayani jantung), paru (jantung dan paru-paru), dan sistemik (sistem tubuh).

Sirkulasi koroner intrinsik ke jantung mengambil darah langsung dari arteri utama (aorta) yang berasal dari jantung.

Posisi dan Bentuk Jantung


heart-min

Jantung terletak di dalam rongga dada di antara paru-paru, 60% terletak di sebelah kiri. Lateralis proyeksi jantung memanjang dari tulang rusuk ke-3 sampai ke-6. Sebagian besar permukaan jantung ditutupi oleh paru-paru dan timus. Jantung meluas sampai diafragma. Variasi posisi dan ukuran jantng tergantung pada spesies, jenis, umur, kebugaran dan patologi. Secara kasar, jantung bertanggung jawab untuk sekitar 0,75% dari berat badan.

Untitled

 

 

Jantung berbentuk kerucut, dengan dasar yang luas di bagian atas dari mana pembuluh darah besar masuk dan keluar. Ujung, yang dikenal sebagai puncak, menunjuk ke bawah dan terletak dekat dengan tulang dada.

struktur-jantung-manusia1

Sumbu longitudinal dari jantung dimiringkan untuk beberapa derajat tergantung pada spesies yang mengakibatkan dasar menghadap craniodorsally dan caudoventrally puncak.

Jantung memiliki permukaan lateral kanan dan kiri, yang dipenuhi cranially di perbatasan ventrikel kanan dan caudally di perbatasan ventrikel kiri. auricles dari atrium terlihat di sisi kiri, sekitar akar aorta dan batang paru, sedangkan pembuluh darah besar dan bagian-bagian utama dari atrium terletak di sebelah kanan.

Lekukan pada permukaan mewakili divisi dari struktur internal jantung. Permukaan kanan jantung ditandai dengan alur subsinusoidal yang memanjang dari alur koroner dengan apeks jantung. Alur paraconal berjalan di atas permukaan kiri jantung dari alur koroner ke ujung distal margin tengkorak. Alur koroner lemak mengandung pembuluh darah koroner dan ditandai dengan pemisahan atrium dan ventrikel.

Selaput Jantung


rsj

Pericardium adalah membran yang mengelilingi dan melindungi jantung. Terdiri dari dua lapisan yang dipisahkan oleh rongga sempit. Lapisan dalam melekat erat pada dinding jantung dan dikenal sebagai lapisan visceral atau epikardium.

Lapisan luar terdiri dari jaringan ikat yang relatif inelastis dan disebut lapisan parietal. Lapisan berserat ini mencegah distensi jantung, sehingga mencegah peregangan berlebihan dari otot jantung. Rongga antara dua lapisan mengandung cairan yang berfungsi sebagai pelumas, untuk memfasilitasi pergerakan jantung dengan meminimalkan gesekan.

ligamen sternopericardiac menghubungkan lapisan parietal pada tulang dada dan ligamen phrenopericardiac menghubungkan lapisan parietal ke diafragma. Yang terakhir ini hadir hanya dalam anjing dan babi.

Lapisan Dinding Jantung


lapisan jantung

Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan: epikardium (lapisan luar), miokardium (lapisan tengah) dan endokardium (lapisan dalam). Epikardium sangat tipis, lapisan luar transparan dinding dan terdiri dari jaringan ikat halus.

Miokardium, terdiri dari jaringan otot jantung, membuat sebagian besar dinding jantung dan bertanggung jawab untuk tindakan memompa. Ketebalan miokardium mencerminkan beban pada masing-masing daerah spesifik jantung.

Endokardium adalah lapisan tipis endothelium atasnya lapisan tipis jaringan ikat. Ini memberikan lapisan halus untuk bilik jantung dan mencakup katup. Endocardium terhubung dengan lapisan endotel pembuluh darah besar yang melekat pada jantung.

Struktur Otot Jantung


Gambar Struktur otot jantung

Ciri-ciri Otot Jantung

Serat otot jantung lebih pendek dan lebih besar dari diameter serat otot rangka. Mereka juga menunjukkan bercabang, yang memberikan penampilan serat individu berbentuk Y. Sebuah serat otot jantung yang khas adalah 50-100μm panjang dan memiliki diameter sekitar 14μm.

Biasanya, hanya ada satu yang berlokasi di inti, meskipun kadang-kadang sel mungkin memiliki dua inti. sarcoplasma otot jantung lebih banyak daripada otot rangka dan mitokondria yang lebih besar dan lebih banyak.

Serat otot jantung memiliki filamen aktin dan myosin diatur dalam cara yang sama seperti serat otot rangka dan memiliki sistem tubulus-T yang berkembang dengan baik. Berbeda dengan otot rangka, otot jantung tidak pernah kelelahan, dan tidak dapat diperbaiki ketika rusak serta diatur oleh sistem saraf otonom.

Kerangka Berserat


Selain jaringan otot jantung, dinding jantung juga mengandung jaringan ikat padat yang membentuk kerangka berserat. Kerangka berserat terdiri dari cincin padat jaringan ikat yang mengelilingi empat lubang jantung.

Kerangka mengandung fibrocartilage yang nodul tulang (ossa cordis) dapat berkembang pada beberapa spesies. Meskipun tulang-tulang ini paling umum terjadi pada sapi, mereka tidak terbatas pada spesies ini. Kerangka melakukan beberapa fungsi:

  • Berfungsi sebagai titik lampiran untuk katup jantung
  • Bundel otot jantung masukkan ke kerangka berserat.
  • Mencegah katup dari overstretching saat darah melewati mereka.
  • Bertindak sebagai insulator listrik sehingga mencegah penyebaran langsung dari potensial aksi dari atrium ke ventrikel.

Ruang Jantung


Jantung berisi empat ruang. Dua ruang atas adalah atrium dan dua ruang bawah adalah ventrikel. Pada permukaan setiap atrium memiliki tambahan kantong yang diyakini akan meningkatkan sedikit kapasitas atrium.

struktur-jantung-1-322x400

Ketebalan miokardium dari empat kamar bervariasi sesuai dengan fungsinya. Atrium yang berdinding tipis karena mereka memberikan darah ke dalam ventrikel yang berdekatan dan ventrikel dilengkapi dengan dinding otot tebal karena mereka memompa darah pada jarak yang lebih besar.

Meskipun ventrikel kanan dan kiri bertindak sebagai dua pompa yang terpisah yang secara bersamaan mengeluarkan volume darah yang sama, sisi kanan memiliki beban kerja yang jauh lebih kecil. Hal ini karena ventrikel kanan hanya memompa darah ke paru-paru. Di sisi lain, ventrikel kiri memompa darah ke seluruh tubuh, di mana resistensi terhadap aliran darah jauh lebih tinggi.

Akibatnya, ventrikel kiri bekerja lebih keras dari ventrikel kanan untuk mempertahankan laju aliran darah yang sama. Perbedaan beban kerja mempengaruhi anatomi dinding ventrikel; dinding otot ventrikel kiri secara signifikan lebih tebal daripada ventrikel kanan.

Atrium Kanan

Atrium kanan membentuk bagian dorsocranial dari dasar hati dan menerima darah dari vena kava kranial, ekor vena cava dan sinus koroner. Septum interatrial adalah partisi tipis membagi atrium kanan dan kiri dan memiliki karakteristik depresi oval yang disebut fossa ovalis yang merupakan sisa dari janin foramen ovalis.

Atrium kanan juga rumah node sinoatrial. Arus darah dari atrium kanan ke ventrikel kanan melalui katup trikuspid (juga dikenal sebagai katup atrioventrikular kanan). Dalam kelinci katup atrioventrikular kanan bikuspid bukan trikuspid.

Ventrikel Kanan

Bentuk ventrikel kanan sebagian besar permukaan anterior jantung dan berbentuk bulan sabit di penampang. katup trikuspid yang terhubung ke tendon seperti tali, yang disebut tendinae korda, yang pada gilirannya, terhubung ke otot papilaris berbentuk kerucut dalam dinding ventrikel.

Ventrikel kanan dipisahkan oleh partisi yang disebut septum interventrikular. trabecula septomarginalis adalah serat otot yang melintasi lumen ventrikel kanan. Darah yang Terdeoksigenasi mengalir dari ventrikel kanan melalui katup semi-lunar paru ke batang paru, yang menyampaikan darah ke paru-paru.

Atrium Kiri

Atrium kiri membentuk bagian dorsocaudal dari dasar hati dan mirip dengan atrium kanan dalam struktur dan bentuk. Ini menerima darah beroksigen dari paru-paru melalui vena paru. Darah mengalir dari atrium kiri ke ventrikel kiri melalui katup atrioventrikular kiri atau bikuspid. Atrium kiri terletak di bawah bifurkasi trakea dan pembesaran daerah ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas.

Ventrikel Kiri

Ventrikel kiri membentuk apeks jantung dan berbentuk kerucut. Darah mengalir dari ventrikel kiri ke aorta melalui katup semi-lunar aorta. Dari sini beberapa darah mengalir ke arteri koroner, yang bercabang dari aorta dan membawa darah ke dinding jantung. Sisa darah mengalir ke seluruh tubuh.

Source: budisma | Oleh : Tedi Mulyadi

Ginjal

Anatomi Ginjal, Pengertian, Struktur dan Fungsinya Pada Manusia

anatomi-ginjal

Anatomi ginjal mempunyai bagian – bagian penting yang menyusun serta mendukung sistem kerja ginjal secara keseluruhan. Ginjal merupakan salah satu bagian organ dalam yang mempunyai fungsi utama yakni sebagai alat ekskresi penting bagi manusia.

Letak ginjal berada di bagian sebelah kiri dan juga bagian sebelah kanan antara ruas tulang pinggang yang ada di bagian dalam perut, sehingga tidak heran bahwa ginjal dinamakan sebagai buah pinggang. Ginjal sebelah kiri letaknya terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan letak ginjal sebelah kanan, hal ini disebabkan karena pada bagian atas ginjal sebelah kanan ada organ hati yang menempati hampir semua bagian di dalam rongga perut.

letak-ginjal-manusia-rangka

Letak Ginjal Manusia

Anatomi Ginjal


kidneywalsh0509

Ginjal tersusun dari dua lapisan. Pada bagian lapisan luar dinamakan sebagai korteks, sedangkan pada bagian lapisan dalam dinamakan sebagai medula. Sebuah ginjal terbentuk dari sekitar kurang lebih satu juta nefron.

kidney-anatomy-min

Nefron merupakan unit yang digunakan untuk alat penyaring terkecil pada ginjal. Satu nefron terbentuk dari simpai bowman, glomerulus, ansa henle, saluran berkelok-kelok, dan juga saluran pengumpul ginjal.

Semua zat – zat seperti gula, garam, air dan juga zat sampah yang berasal dari darah akan masuk ke bagian nefron. Kemudia ketika sudah masuk ke bagian dalam nefron, darah akan berubah menjadi bertekanan tinggi.

Darah akan bekerja dengan cepat mengalir ke bagian kapiler yang ada di dalam nefron. Kumpulan dari kapiler – kapiler yang ada di dalam nefron dinamakan sebagai glomerulus yang bisa ditemukan di bagian dalam dari korteks.

Akibat dari kondisi tekanan darah yang tinggi, maka zat – zat seperti vitamin, glukosa, air, asam urat, protein berukuran kecil, garam, asam amino, urea, dan juga ion – ion lainnya akan berusaha menembus bagian kapiler untuk masuk ke bagian dalam nefron yang dinamakan sebagai simpai bowman.

Simpai bowman merupakan bangunan yang bentuknya menyerupai mangkuk yang fungsinya membungkus seluruh bagian glomerulus. Pada proses ini, bagian dari sel-sel darah dan juga sebagian besar dari protein tidak akan bisa melakukan aktivitas menembus bagian dinding kapiler dikarena ukurannya yang terlalu besar. Dampak yang terjadi yakni bagian sel-sel darah dan juga protein akan tertinggal di bagian dalam kapiler.

Cairan yang ada di dalam simpai bowman akan mengalir ke bagian saluran yang bentukannya berkelok-kelok dan juga ke bagian ansa henle. Ansa henle merupakan saluran sempit yang mempunyai bentuk menyerupai huruf U. Selama cairan tersebut masih ada di sepanjang bagian saluran-saluran ini, maka sebagian besar dari ion, semua glukosa, air, asam amino, dan juga protein yang mempunyai ukuran kecil secara otomatis akan diserap kembali ke bagian dalam dari aliran darah.

Proses terjadinya suatu penyerapan kembali terhadap zat-zat yang masih dipakai dan dimanfaatkan oleh tubuh ini dinamakan sebagai reabsorbsi. Molekul kecil seperti contohnya air akan diserap kembali ke bagian kapiler menggunakan cara difusi. Difusi ialah suatu gerakan dari molekul – molekul zat dari suatu tempat yang mempunyai konsentrasi relatif tinggi ke suatu tempat yang mempunyai konsentrasi relatif rendah.

Pada anatomi ginjal, zat lain seperti misalnya ion – ion, akan secara otomatis dikembalikan ke bagian kapiler melalui cara transport aktif. Transport aktif merupakan suatu gerakan yang dilakukan oleh molekul – molekul dari satu larutan ke larutan lainnya dengan memakai bantuan energi.

Banyak kapiler yang di dalamnya terdapat isi zat yang kemudian diserap kembali dan bersatu akan mengalami pembentukan vena kecil. Vena-vena kecil yang sudah bersatu tersebut, akan mengalami tahap berikutnya yakni membentuk vena ginjal. Vena ginjal selanjutnya akan mengembalikan darah dalam kondisi sudah disaring ke bagian sistem peredaran darah.

Di samping kejadian yang ada di atas tadi, pada bagian dalam saluran pengumpul akan mengalami proses lainnya seperti halnya proses masuknya zat-zat sampah dan sudah tidak digunakan lagi dari bagian pembuluh darah. Zat-zat sampah ialah suatu zat sampah yang terdapat sisa, namun tidak dipakai lagi di bagian dalam pembuluh darah saat terjadi proses filtrasi. Dengan adanya proses tersebut berlangsung, maka urin di bagian dalam saluran pengumpul akan menjadi lebih pekat lagi.

Setelah proses penyerapan kembali selesai, maka cairan yang masih tersisa yang berada di bagian dalam saluran merupakan suatu cairan yang dinamakan sebagai urine, terdapat kandungan garam dan juga zat – zat sampah lainnya. Selanjutnya cairan urin ini akan mengalir ke bagian saluran pengumpul yang terdapat di ginjal yang posisinya berada di bagian medula.

Keseluruhan dari proses penyaringan terhadap cairan urine yang sedang berlangsung di dalam masing-masing bagian saluran pengumpul akan mengalir ke suatu tempat yang mempunyai bentuk menyerupai cerobong asap. Bagian tersebut dinamakan sebagai pelvis atau sering disebut dengan piala ginjal. Saluran ini lalu akan berlanjut ke bagian ureter. Ureter merupakan suatu saluran yang mempunyai pangkal mulai dari ginjal dan akan bergerak menuju bagian kantung kemih.

Kantung kemih merupakan suatu kantung yang mempunyai otot yang digunakan untuk membantu dalam menyimpan urin. Di bagian ini urin disimpan sementara sampai terjadi proses pengeluaran dari bagian tubuh (kencing). Selanjutnya urin akan secara langsung disalurkan ke bagian uretra agar bisa dialirkan ke bagian luar tubuh.

Jumlah urin yang dihasilkan atau pun dikeluarkan tentunya akan sesuai dengan banyaknya cairan yang diminum. Pada orang dewasa urin yang dihasilkan rata – rata sekitar 1 liter setiap harinya.

anatomi-dan-fisiologi-sistem-perkemihan-8-638

Struktur Ginjal


struktur-ginjal

Pada umumnya struktur dari ginjal pada anatomi ginjal dibagi menjadi 3 bagian penting yakni meliputi :

Kulit Ginjal (sering disebut dengan korteks)

Jika dilihat bagian korteks, maka bisa ditemukan bagian glomerulus dan juga bagian simpai bowman. Glomerulus dan juga simpai bowman akan mulai melakukan pembentukan menjadi satu kesatuan yang dinamakan sebagai badan malpighi. Pada bagian badan malpighi iniliah proses penyaringan terhadap darah dimulai dan akan berlangsung.

Badan malpighi ialah bisa dikatakan sebagai awal dari nefron. Nefron merupakan satuan dalam bentuk struktural dan juga fungsional. Dari bagian badan malpighi akan mulai membentuk suatu saluran yang digunakan untuk menuju ke bagian medula (sering disebut dengan sumsum ginjal).

Rongga Ginjal (sering disebut dengan pelvis renalis)

Pada bagian rongga ginjal akan bermuara ke bagian saluran yang bernama saluran pengumpul. Dari bagian rongga tersebut, makan urine akan mulai keluar dari bagian saluran ureter selanjutnya menuju ke bagian vesika urinaria (sering disebut sebagai kandung kemih). Dari bagian kandung kemih, kemudian urine akan mulai keluar dari bagian tubuh melewati bagian yang bernama saluran uretra.

Sumsum Ginjal (Medula)

Medula (sering disebut dengan sumsum ginjal) terbentuk dari bagian saluran-saluran yang bisa dikatakan sebagai kelanjutan dari bagian badan malphigi dan juga bagian saluran yang terdapat di bagian dalam korteks. Rongga ginjal merupakan rongga yang mempunyai fungsi dalam menampung semua urine yang ada dalam waktu tertentu (penyimpanan sementara) sebelum proses pengeluaran melalui bagian ureter.

Fungsi Ginjal


Fungsi-ginjal_1

Berikut fungsi ginjal pada anatomi ginjal yang perlu anda ketahui, yuk simak penjelasannya sebagai berikut :

  • Mendukung dalam proses pengaturan tekanan osmosis
  • Membantu proses pengontrolan terhadap kondisi pH dalam darah agar tetap dalam kondisi stabil.
  • Mempunyai peran aktif dalam membantu memproduksi hormon.
  • Membantu menjaga kestabilan air yang terkandung di seluruh bagian tubuh.
  • Membantu dalam proses pembentukan urine.
  • Membantu dalam proses ekskresi zat – zat yang tidak diperlukan dan yang merugikan bagi tubuh.
  • Membantu proses pengaturan terhadap kondisi keseimbangan asam dan juga basa di dalam anggota tubuh secara keseluruhan.
  • Membantu proses penyaringan darah.

Dapat diambil kesimpulan bahwa artikel mengenai anatomi ginjal di atas yang diulas secara detail dan dikemas dengan menarik, diharapkan bisa membantu memudahkan anda dalam mempelajari serta memahaminya lebih dalam lagi.

Sehingga nantinya mungkin bisa anda jadikan sebagai bahan referensi saat belajar dan menambah wawasan baru bagi anda. Sampai disini dulu ya artikel kali ini yang membahas mengenai anatomi ginjal. Semoga bermanfaat bagi sobat sekalian dan terima kasih sudah meluangkan sedikit waktunya untuk membaca artikel saya ini.

Source: dosenbiologi

Fungsi Pankreas

Pankreas merupakan kelenjar dengan warna abu-abu merah muda dan memiliki panjang 12 sampai 15 cm. Pankreas terletak di perut bagian atas memanjang ke sebelah kiri dan bagian kepalanya menempel pada usus dua belas jari (duodenum). Pankreas memiliki 4 bagian utama, yakni bagian kepala, leher, tubuh, dan ekor. Sebagai tambahan, pankreas juga memiliki uncinate yang berbeda bila dibandingkan dengan anatomi yang lain.

pankreas-1

a. Bagian Kepala

  • Bagian kepala terletak di perut sebelah kanan. Bagian ini nampak dekat dengan usus dua belas jari. (baca : fungsi usus 12 jari)
  • Bagian kepala merupakan bagian terluas yang terselip pada lengkung usus dua belas jari yang berbentuk C.

b. Bagian Leher

  • Bagian leher merupakan bagian yang relatif pendek dengan ukuran panjang sekitar 2,5 cm. Bagian ini menghubungkan kepala dan tubuh pankreas dengan bentuk memanjang dari kanan atas ke kiri.
  • Letak leher pankreas adalah sepanjang posterior sampai dengan bagian pilorus lambung.

c. Bagian Tubuh

  • Bagian tubuh merupakan bagian utama pankreas yang memiliki bentuk seperti prisma.
  • Perut kita terletak tepat di atas tubuh pankreas dengan dipisahkan omentum (sebuah kantong yang terletak antara kedua organ tersebut).

d. Bagian Ekor

  • Bagian ekor merupakan bagian paling sempit dan terletak berdekatan dengan limpa.
  • Bagian ini penting bagi proses sekresi sistem ekskresi pada manusia karena menghasilkan polipeptida pankreas atau asam amino.

e. Bagian Uncinate

  • Bagian uncinate merupakan salah satu bagian pada kepala yang diperpanjang.
  • Bagian uncinate berbentuk membengkok dan membentuk sudut pada bagian badan pakreas.

Selain bagian utama tersebut, ada lagi bagian permukaan dan sisi pankreas.

  • Bagian permukaan pankreas terdiri dari tiga bagian, yakni bagian inferior, posterior, dan anterior.
  • Bagian sisi pankreas merupakan bagian tepi batas pankreas.
  • Bagian sisi dibatasi oleh margin superior, inferior, dan anterior.
  • Selain bagian permukaan dan sisi, masih ada kelenjar pankreas atau saluran pankreas. Saluran ini berasal dari pankreas dan terhubung dengan usus dua belas jari.
  • Saluran pankreas mengeluarkan berbagai enzim pencernaan yang berperan dalam sistem pencernaan kita.

Pankreas memiliki fungsi utama sebagai organ eksokrin dan organ endokrin. Berikut penjelasan mengenai fungsi pankreas :

1. Sebagai Organ Eksokrin

  • Saat makanan telah berhasil dicerna di lambung dan secara bertahap menuju duodenum, duodenum akan menghasilkan sebuah hormon yang disebut hormon kolesistokinin. Hormon tersebut berfungsi untuk memberikan rangsangan pada pankreas untuk menghasilkan berbagai enzim dan cairan yang terkandung dalam bentuk getah pankreas yang membantu proses pencernaan.
  • Berbagai jenis jenis enzim dan cairan yang dihasilkan tersebut meliputi enzim lipase, enzim tripsinogen, enzim amilase, enzim karbohidrase pankreas, dan cairan NaCHO3.
  • Fungsi enzim lipase memiliki peranan untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Lipase juga akan menyimpan lemak jika lemak yang masuk ke tubuh melebihi batas.
  • Enzim trisinogen berperan memecah komponen protein, sifatnya belum aktif.
  • Ketika sudah aktif, enzim ini berubah menjadi enzim tripsin yang berfungsi memecah pepton menjadi asam amino.
  • Enzim amilase memiliki peran mengubah amilum (berupa polisakarida) menjadi berbentuk monosakarida. Polisakarida tidak dapat diserap oleh tubuh. Tubuh hanya bisa menyerap gula dalam bentuk monosakarida.
  • Enzim karbohidrase pankreas berperan untuk memcah disakarida menjadi monosakarida. Enzim karbohidrase pankreas meliputi enzim maltase, laktase, dan sukrose.
  • Cairan NaCHO3 memiliki sifat basa. Makanan yang berasal dari lambung bersifat asam. Makanan yang akan menuju duodenum harus bersifat netral agar tidak melukai dinding lambung. Cairan NaCHO3 menetralkan makanan dari lambung karena bersifat basa.
  • Dari berbagai penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa pankreas sebagai fungsi organ eksokrin memiliki peran dalam proses pencernaan untuk memecah molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana. Selain itu pankreas juga berfungsi untuk menetralkan pH makanan yang berasal dari lambung untuk kemudian menuju ke duodenum.

2. Sebagai Organ Endokrin

  • Fungsi pankreas sebagai organ endokrin dilaksanakan oleh pulau langerhans yang terdapat pada pankreas. Pulau langerhans ini memiliki 4 macam sel, setiap selnya menghasilkan hormon yang berbeda. Pulau langerhans ini tersebar di seluruh bagian pankreas dan kaya akan pembuluh darah. Sebesar 1%-2% pankreas tersusun atas sel-sel langerhans ini.
  • 4 macam sel pulau langerhans meliputi sel alfa pankreas, sel beta pankreas, sel gamma pankreas, dan sel delta pankreas. (baca : fungsi sel alfa dan beta pankreas)
    Sel alfa pankreas menghasilkan hormon glukagon. Hormon glukagon tersebut berperan meningkatkan kadar gula dalam darah dengan memecah cadangan gula dalam hati untuk dibawa ke aliran darah.
  • Sel beta pankreas menghasilkan hormon insulin. Hormon insulin berperan untuk menurunkan kadar gula dalam darh. Insulin akan membantu menurunkan kadar gula dalam darah yang terlalu berlebih untuk disimpan di dalam hati. Sebagian orang yang tidak memiliki hormon insulin atau pankreasnya hanya mampu menghasilkan sedikit hormon insulin maka ia akan terkena penyakit diabetes melitus.
  • Sel gamma pankreas menghasilkan polipeptida. Polipeptida tersebut berfungsi untuk memperlambat penyerapan makanan. Dalam proses pencernaan, makanan tidak dapat diserap secara sekaligus, melainkan penyerapan dilakukan sedikit demi sedikit.
  • Sel delta pankreas menghasilkan hormon somatostatin. Hormon somatostatin tersebut berguna untuk menghambat sekresi yang dilakukan oleh sel alfa, sel beta, dan sek gamma.
  • Dari berbagai penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa fungsi utama pankreas sebagai organ endokrin adalah untuk mengatur kadar gula dalam darah dan mengatur proses penyerapan makanan.

Berbagai Jenis Penyakit pada Pankreas

Beberapa jenis penyakit yang dapat hingga pada pankreas meliputi pankreatitis, tumor pankreas, insulinoma, ketosidosis diabetik, dan hipoglikemia.

  • Pankreatitis disebut juga penyakit inflamasi pankreas merupakan kondisi inflamasi di mana akan timbul rasa nyeri. Dalam hal ini enzim yang dihasilkan pankreas akan diaktifasi secara prematur hingga berakibat pada autodigestif dari pankreas.
  • Penyakit pankreatitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, batu saluran empedu, juga konsumsi alkohol berlebih.
  • Pankreatitis ditandai dengan rasa sakit pada ulu hati diikuti dengan rasa nyeri di punggung.
  • Penyakit pada pankreas selanjutnya adalah tumor pankreas. Penyakit ini dapat disebabkan oleh faktor genetik dan juga pola hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan tinggi kolesterol, konsumsi alkohol, merokok, kecanduan kopi, juga berbagai asupan yang mengandung zat karsinogenik.
  • Selanjutnya ada penyakit insulinoma. Penyakit ini merupakan munculnya tumor pada pankreas yang menghasilkan hormon insulin sehingga kadar gula darah akan rendah.
  • Penyakit insulinoma ditandai dengan sakit kepala, gangguan penglihatan, serta otot lemah.
  • Selanjutnya ada ketosidosis diabetik. Penyakit ini timbul akibat defiensi berat insulin yang disertai gangguan metabolisme.
  • Yang terakhir ada hipoglikemia. Penyakit ini merupakan gangguan pankreas yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi rendah.
  • Penyakit hipoglikemia tersebut bisa disebabkan pelepasan insulin yang berlebihan oleh pankreas, kelainan penyimpanan atau pembentukan glukosa dalam hati, juga kelainan kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal.

Source: dosenbiologi

6 Cara Meningkatkan Jumlah Sperma

KHUSUS PASUTRI


Oleh Adinda Rudystina. Data medis direview oleh Hello Sehat Medical Review Team.

sperma-kental[1]

Sperma merupakan sel reproduksi pada pria yang dihasilkan oleh testis dan bertujuan untuk membuahi sel telur wanita. Itulah mengapa pria terkadang merasa terbebani oleh jumlah sperma yang rendah. Jumlah sperma merupakan salah satu faktor penting dalam merencanakan kehamilan. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang, khususnya pria, untuk mengetahui bagaimana caranya meningkatkan jumlah sperma secara alami dan apa saja faktor yang menyebabkan jumlah sperma menjadi rendah.

Menurut Dr. Ray Sahelian, M.D., jumlah sperma normal terdiri dari 20 juta atau lebih sperma per satu mililiter air mani. Setidaknya 60% dari sperma tersebut harus memiliki bentuk yang normal dan menunjukkan motilitas (gerak maju) normal.

sperma-1

Faktor-faktor penyebab jumlah sperma rendah


Berikut ini adalah berbagai faktor penyebab rendahnya jumlah sperma pada pria yang harus dihindari:

  • Merokok
  • Paparan panas berlebih pada skrotum
  • Stres
  • Kurangnya ejakulasi air mani
  • Faktor keturunan
  • Obesitas
  • Memiliki beberapa Penyakit Menular Seksual (PMS)
  • Beberapa obat-obatan dan antibiotik tertentu yang bisa menyerang sperma
  • Masalah hormonal
  • Diet tak seimbang

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan jumlah sperma


1. Makan makanan berwarna merah

Pada bulan Mei 2014, Ohio’s Cleveland Clinic menerbitkan laporan yang memuat analisis dari 12 studi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok studi di seluruh dunia. Laporan tersebut menemukan bahwa konsumsi likopen dapat meningkatkan kualitas, mobilitas, dan volume sperma secara drastis hingga 70%. Likopen merupakan nutrisi penting yang umumnya ditemukan dalam buah dan sayuran seperti tomat, stroberi, ceri, dan paprika merah.

2. Selalu terhidrasi

Air sangat penting untuk metabolisme optimum suatu sel hidup. Setiap manusia membutuhkan sekitar 4 liter cairan setiap hari untuk menghindari dehidrasi pada tubuh dan meningkatkan jumlah sperma.

Paling tidak, minum 2 liter minuman sehat, seperti air, yoghurt, dan jus buah dapat meningkatkan jumlah sperma. Ketika cuaca lebih panas dari biasanya, minum dengan volume lebih dari itu sangat dibutuhkan.

3. Olahraga

Pria yang melakukan olahraga secara moderat memiliki motilitas yang lebih baik dibandingkan dengan pria yang kurang atau terlalu aktif secara fisik. Duduk untuk waktu yang lama, seperti menonton TV, akan mengurangi jumlah sperma.

4. Mengurangi makanan berbasis kedelai

Makan makanan yang berbasis kacang kedelai secara berlebihan akan menurunkan jumlah sperma pria, karena makanan yang berbasis kedelai mengandung fitoestrogen (hormon pada tanaman yang mirip estrogen manusia). Dr. Jorge Chavarro dari Harvard School of Public Health di Boston, menemukan bahwa pria yang mengonsumsi banyak makanan kedelai memiliki jumlah sperma lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi makanan kedelai.

5. Menghindari panas berlebih pada testis

Panas berlebih pada testis dapat menyebabkan jumlah sperma rendah. Oleh karena itu, wajib bagi pria untuk menghindari mandi air hangat, spa, dan sauna, terutama jika sedang mencoba untuk mempunyai anak.

Katun dan serat alami harus digunakan untuk mengganti pakaian dalam sintetis dan ketat. Penelitian juga mengungkapkan bahwa pria yang tidur di kasur air (waterbeds) mengalami empat kali kemungkinan lebih besar untuk memiliki jumlah sperma rendah daripada mereka yang tidur di kasur tradisional.

6. Mengonsumsi suplemen peningkat jumlah sperma

Zinc

Zinc merupakan salah satu mineral yang telah terbukti dapat meningkatkan jumlah sperma dan memiliki efek positif pada motilitas sperma, dan morfologi sperma.

Sumber makanan yang kaya akan zinc adalah daging sapi, bayam, asparagus, jamur, daging domba, biji wijen, biji labu, kacang, mete, kalkun, kacang hijau, tomat, yoghurt, tofu, brokoli, rumput laut, dan lain-lain.

Selenium

Selenium diperlukan untuk produksi sperma. Gizi selenium yang baik penting untuk antioksidan dan untuk alasan kesehatan lainnya.

Sumber makanan yang kaya akan selenium adalah tuna, udang, ikan sarden, salmon, ikan cod, jamur, asparagus, kalkun, daging sapi, daging domba, beras merah, telur, dan lain-lain.

Coenzyme Q10

Ini adalah antioksidan penting yang dibuat dalam tubuh manusia. Co Q10 dapat membantu melindungi sel-sel dari kerusakan radikal bebas, melindungi DNA, dan diperlukan untuk fungsi dasar sel. Co Q10 sangat penting bagi kesehatan sperma. Namun, tingkat Co Q10 akan menurun seiring bertambahnya usia, sehingga penting bagi pria untuk meningkatkan Co Q10.

Sumber makanan yang mengandung Co Q10 adalah brokoli, kacang-kacangan, ikan, kerang, daging babi, ayam, dan daging sapi.

Vitamin E

Vitamin E adalah antioksidan kuat yang dapat membantu sistem kekebalan tubuh secara alami. Studi telah menunjukkan manfaat vitamin E pada kesehatan sperma dan motilitas pada pria.

Sumber makanan yang kaya akan vitamin E adalah biji bunga matahari, bayam, asparagus, kale, udang, minyak, kacang, alpukat, dan lain-lain.

Asam Folat

Studi telah menunjukkan bahwa asam folat memiliki efek positif pada peningkatan jumlah sperma. Asupan rendah akan asam folat memiliki pengaruh yang sangat buruk, seperti peningkatan keguguran, cacat lahir dengan penyakit darah dan bahkan mungkin kanker.

Sumber makanan yang mengandung asam folat adalah lentil, bayam, kembang kol, brokoli, bayam, peterseli, kacang hitam, kacang navy, kacang merah, dan lain-lain.

Vitamin B12 Cobalamin

Ini adalah sejenis vitamin B kompleks yang sangat penting dalam mendukung kardiovaskular, produksi DNA, meningkatkan otak dan aktivitas sistem saraf, meningkatkan jumlah sperma secara alami, dan meningkatkan kesehatan sperma.

Sumber makanan yang mengandung B12 Cobalamin adalah ikan sarden, salmon, tuna, ikan cod, daging domba, udang, yoghurt, ayam, jamur, dan lain-lain.

Vitamin C

Di antara semua nutrisi mungkin ini adalah yang paling familiar. Vitamin C berisi kolagen untuk kesehatan kulit dan tulang, selain itu ia juga dapat memproduksi serotonin untuk fungsi otak, melindungi tubuh dari radikal bebas, meningkatkan jumlah sperma, dan meningkatkan motilitas sperma secara alami.

Sumber makanan yang kaya akan vitamin C adalah buah-buahan dan sayuran, terutama pepaya, nanas, jeruk, brokoli, kubis, stroberi, anggur, dan lain-lain.

L-Carnitine

L-Carnitine adalah asam amino yang secara alami diproduksi di dalam tubuh. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa L-Carnitine dapat membantu meningkatkan jumlah sperma dan motilitas sperma pada pria.

 

Human Body

From Wikipedia, the free encyclopedia

humanbody9

The human body is the entire structure of a human being. It is composed of many different types of cells that together create tissues and subsequently organ systems. They ensure homeostasis and the viability of the human body.

It comprises a head, neck, trunk (which includes the thorax and abdomen), arms and hands, legs and feet.

The study of the human body involves anatomy, physiology, histology and embryology. The body varies anatomically in known ways. Physiology focuses on the systems and organs of the human body and their functions. Many systems and mechanisms interact in order to maintain homeostasis, with safe levels of substances such as sugar and oxygen in the blood.

The body is studied by health professionals, physiologists, anatomists, and by artists to assist them in their work.

Opera Snapshot_2017-12-16_181044_en.wikipedia.org Human_Body

Contents
1 Composition
1.1 Cells
1.2 Tissues
1.3 Organs
1.4 Systems
2 Anatomy
3 Physiology
4 Development
5 Health and disease
6 Society and culture
6.1 Professional study
6.2 Depiction
6.3 History of anatomy
6.4 History of physiology

Composition


800px-201_Elements_of_the_Human_Body-01

Elements of the human body by mass. Trace elements are less than 1% combined (and each less than 0.1%).

The human body is composed of elements including hydrogen, oxygen, carbon, calcium and phosphorus. These elements reside in trillions of cells and non-cellular components of the body.

The adult male body is about 60% water for a total water content of some 42 litres. This is made up of about 19 litres of extracellular fluid including about 3.2 litres of blood plasma and about 8.4 litres of interstitial fluid, and about 23 litres of fluid inside cells. The content, acidity and composition of the water inside and outside cells is carefully maintained. The main electrolytes in body water outside cells are sodium and chloride, whereas within cells it is potassium and other phosphates.

Cells

The body contains trillions of cells, the fundamental unit of life. At maturity, there are roughly 30 trillion cells in the body, an estimate arrived at by totalling the cell numbers of all the organs of the body and cell types. The body is also host to about the same number of non-human cells as well as multicellular organisms which reside in the gastrointestinal tract and on the skin. Not all parts of the body are made from cells. Cells sit in an extracellular matrix that consists of proteins such as collagen, surrounded by extracellular fluids. Of the 70 kg weight of an average human body, nearly 25 kg is non-human cells or non-cellular material such as bone and connective tissue.

Cells in the body function because of DNA. DNA sits within the nucleus of a cell. Here, parts of DNA are copied and sent to the body of the cell via RNA. The RNA is then used to create proteins which form the basis for cells, their activity, and their products. Proteins dictate cell function and gene expression, a cell is able to self-regulate by the amount of proteins produced. However, not all cells have DNA – some cells such as mature red blood cells lose their nucleus as they mature.

Tissues

External Video

2120_Major_Systemic_Artery

Human Body 101, National Geographic, 5:10

The body consists of many different types of tissue, defined as cells that act with a specialised function. The study of tissues is called histology and often occurs with a microscope. The body consists of four main types of tissues – lining cells (epithelia), connective tissue, nervous tissue and muscle tissue.

Cells that lie on surfaces exposed to the outside world or gastrointestinal tract (epithelia) or internal cavities (endothelium) come in numerous shapes and forms – from single layers of flat cells, to cells with small beating hair-like cilia in the lungs, to column-like cells that line the stomach. Endothelial cells are cells that line internal cavities including blood vessels and glands. Lining cells regulate what can and can’t pass through them, protect internal structures, and function as sensory surfaces.

Organs

List of Organs of the Human Body

This article contains a list of organs of the human body. It is widely believed that there are 79 organs; however, there is no universally standard definition of what constitutes an organ, and some tissue groups’ status as one is debated. Since there is no single standard definition of what an organ is, the number of organs varies depending on how one defines an organ. For example, this list contains much more than 79 different organs.

Musculoskeletal System

  • Human skeleton
  • Joints
  • Ligaments
  • Muscular system
  • Tendons

Digestive System

  • Mouth
    • Teeth
    • Tongue
  • Salivary glands
    • Parotid glands
    • Submandibular glands
    • Sublingual glands
  • Pharynx
  • Esophagus
  • Stomach
  • Small intestine
    • Duodenum
    • Jejunum
    • Ileum
  • Large intestine
  • Liver
  • Gallbladder
  • Mesentery
  • Pancreas

Respiratory System

  • Nasal cavity
  • Pharynx
  • Larynx
  • Trachea
  • Bronchi
  • Lungs
  • Diaphragm

Urinary System

  • Kidneys
  • Ureters
  • Bladder
  • Urethra

Reproductive Organs

Female Reproductive System

  • Internal reproductive organs
  • Ovaries
  • Fallopian tubes
  • Uterus
  • Vagina
  • External reproductive organs
  • Vulva
  • Clitoris
  • Placenta

Male Reproductive System

  • Internal reproductive organs
  • Testes
  • Epididymis
  • Vas deferens
  • Seminal vesicles
  • Prostate
  • Bulbourethral glands
  • External reproductive organs
  • Penis
  • Scrotum

Endocrine Glands

  • Pituitary gland
  • Pineal gland
  • Thyroid gland
  • Parathyroid glands
  • Adrenal glands
  • Pancreas

Circulatory System

Cardiovascular System

  • Heart
  • Arteries
  • Veins
  • Capillaries

Lymphatic System

  • Lymphatic vessel
  • Lymph node
  • Bone marrow
  • Thymus
  • Spleen
  • Gut-associated lymphoid tissue
  • Tonsils

Nervous System

  • Brain
  • Cerebrum
  • Cerebral hemispheres
  • Diencephalon
  • The brainstem
  • Midbrain
  • Pons
  • Medulla oblongata
  • Cerebellum
  • The spinal cord
  • The ventricular system
  • Choroid plexus

Peripheral Nervous System

  • Nerves
  • Cranial nerves
  • Spinal nerves
  • Ganglia
  • Enteric nervous system

Sensory Organs

  • Eye
    • Cornea
    • Iris
    • Ciliary body
    • Lens
    • Retina
  • Ear
    • Outer ear
      • Earlobe
    • Eardrum
    • Middle ear
      • Ossicles
    • Inner ear
      • Cochlea
      • Vestibule of the ear
      • Semicircular canals
  • Olfactory epithelium
  • Tongue
    • Taste buds

Integumentary System

  • Mammary glands
  • Skin
  • Subcutaneous tissue

Organs, structured collections of cells with a specific function, sit within the body. Examples include the heart, lungs and liver. Many organs reside within cavities within the body. These cavities include the abdomen and pleura.

Systems

List of systems of the human body

Opera Snapshot_2017-12-16_182924_en.wikipedia.org

The main systems of the human body are:

  1. Circulates Blood around the body via the heart, arteries and veins, delivering oxygen and nutrients to organs and cells and carrrying their waste products away.
  2. Digestive System / Excretory System:
    1. Mechanical and Chemical processes that provide nutrients via the mouth, esophagus, stomach and intestines.
    2. Eliminates waste from the body.
  3. Endocrine System:
    1. Provides Chemical communications within the body using hormones.
  4. Integumentary System/ Exocrine System:
    1. Skin, hair, nails, sweat and other exocrine glands.
  5. Lymphatic System / Immune System:
    1. The system comprising a network of lymphatic vessels that carry a clear fluid called lymph.
    2. Defends the body against pathogenic viruses that may endanger the body .
  6. Muscular System
    1. Enables the body to move using muscles.
  7. Nervous System:
    1. Collects and processes information from the senses via nerves and the brain and tells the muscles to contract to cause physical actions.
  8. Renal System / Urinary System:
    1. The system where the kidneys filter blood.
  9. Reproductive System:
    1. The sex organs required for the production of offspring.
  10. Respiratory System
    1. The lungs and the trachea that bring air into the body.
  11. Skeletal System
    1. Bones supporting the body and its organs.

Organ_Systems_I

Clockwise from top left: the integumentary skeleta nervous cardiovascular endocrine and muscular systems.

Organ_Systems_II

Clockwise from top left: the lymphatic respiratory urinary reproductive (female male) and digestive systems.

Circulatory System

1024px-Diagram_of_the_human_heart_(cropped).svg

The circulatory system comprises the heart and blood vessels (arteries, veins and capillaries). The heart propels the circulation of the blood, which serves as a “transportation system” to transfer oxygen, fuel, nutrients, waste products, immune cells and signalling molecules (i.e., hormones) from one part of the body to another. The blood consists of fluid that carries cells in the circulation, including some that move from tissue to blood vessels and back, as well as the spleen and bone marrow.

Digestive System

Stomach_colon_rectum_diagram-en.svg

The digestive system consists of the mouth including the tongue and teeth, esophagus, stomach, (gastrointestinal tract, small and large intestines, and rectum), as well as the liver, pancreas, gallbladder, and salivary glands. It converts food into small, nutritional, non-toxic molecules for distribution and absorption into the body.

Endocrine System

Illu_endocrine_system

The endocrine system consists of the principal endocrine glands: the pituitary, thyroid, adrenals, pancreas, parathyroids, and gonads, but nearly all organs and tissues produce specific endocrine hormones as well. The endocrine hormones serve as signals from one body system to another regarding an enormous array of conditions, and resulting in variety of changes of function.

Immune System

PBNeutrophil

The immune system consists of the white blood cells, the thymus, lymph nodes and lymph channels, which are also part of the lymphatic system. The immune system provides a mechanism for the body to distinguish its own cells and tissues from outside cells and substances and to neutralize or destroy the latter by using specialized proteins such as antibodies, cytokines, and toll-like receptors, among many others.

Integumentary System

Skin-no_language

The integumentary system consists of the covering of the body (the skin), including hair and nails as well as other functionally important structures such as the sweat glands and sebaceous glands. The skin provides containment, structure, and protection for other organs, and serves as a major sensory interface with the outside world.

Lymphatic System

Sobo_1909_605

The lymphatic system extracts, transports and metabolizes lymph, the fluid found in between cells. The lymphatic system is similar to the circulatory system in terms of both its structure and its most basic function, to carry a body fluid.

Musculoskeletal System

Skelett-Mensch-drawing

The musculoskeletal system consists of the human skeleton (which includes bones, ligaments, tendons, and cartilage) and attached muscles. It gives the body basic structure and the ability for movement. In addition to their structural role, the larger bones in the body contain bone marrow, the site of production of blood cells. Also, all bones are major storage sites for calcium and phosphate. This system can be split up into the muscular system and the skeletal system.

Nervous System

Human_brain_NIH

The nervous system consists of the central nervous system (the brain and spinal cord) and the peripheral nervous system consists of the nerves and ganglia outside the brain and spinal cord. The brain is the organ of thought, emotion, memory, and sensory processing, and serves many aspects of communication and controls various systems and functions. The special senses consist of vision, hearing, taste, and smell. The eyes, ears, tongue, and nose gather information about the body’s environment.

Reproductive System

Male_anatomy

The reproductive system consists of the gonads and the internal and external sex organs. The reproductive system produces gametes in each sex, a mechanism for their combination, and in the female a nurturing environment for the first 9 months of development of the infant.

Respiratory System

Heart-and-lungs

The respiratory system consists of the nose, nasopharynx, trachea, and lungs. It brings oxygen from the air and excretes carbon dioxide and water back into the air.

Urinary System

Gray1120

The urinary system consists of the kidneys, ureters, bladder, and urethra. It removes toxic materials from the blood to produce urine, which carries a variety of waste molecules and excess ions and water out of the body.

Anatomy


Print

Cavities of human body

Human anatomy is the study of the shape and form of the human body. The human body has four limbs (two arms and two legs), a head and a neck which connect to the torso. The body’s shape is determined by a strong skeleton made of bone and cartilage, surrounded by fat, muscle, connective tissue, organs, and other structures. The spine at the back of the skeleton contains the flexible vertebral column which surrounds the spinal cord, which is a collection of nerve fibres connecting the brain to the rest of the body. Nerves connect the spinal cord and brain to the rest of the body. All major bones, muscles, and nerves in the body are named, with the exception of anatomical variations such as sesamoid bones and accessory muscles.

Blood vessels carry blood throughout the body, which moves because of the beating of the heart. Venules and veins collect blood low in oxygen from tissues throughout the body. These collect in progressively larger veins until they reach the body’s two largest veins, the superior and inferior vena cava, which drain blood into the right side of the heart. From here, the blood is pumped into the lungs where it receives oxygen and drains back into the left side of the heart. From here, it is pumped into the body’s largest artery, the aorta, and then progressively smaller arteries and arterioles until it reaches tissue. Here blood passes from small arteries into capillaries, then small veins and the process begins again. Blood carries oxygen, waste products, and hormones from one place in the body to another. Blood is filtered at the kidneys and liver.

The body consists of a number of different cavities, separated areas which house different organ systems. The brain and central nervous system reside in an area protected from the rest of the body by the blood brain barrier. The lungs sit in the pleural cavity. The intestines, liver, and spleen sit in the abdominal cavity

Height, weight, shape and other body proportions vary individually and with age and sex. Body shape is influenced by the distribution of muscle and fat tissue.

Physiology


Human physiology is the study of how the human body functions. This includes the mechanical, physical, bioelectrical, and biochemical functions of humans in good health, from organs to the cells of which they are composed. The human body consists of many interacting systems of organs. These interact to maintain homeostasis, keeping the body in a stable state with safe levels of substances such as sugar and oxygen in the blood.

Each system contributes to homeostasis, of itself, other systems, and the entire body. Some combined systems are referred to by joint names. For example, the nervous system and the endocrine system operate together as the neuroendocrine system. The nervous system receives information from the body, and transmits this to the brain via nerve impulses and neurotransmitters. At the same time, the endocrine system releases hormones, such as to help regulate blood pressure and volume. Together, these systems regulate the internal environment of the body, maintaining blood flow, posture, energy supply, temperature, and acid balance (pH).

Development


This section needs expansion. You can help by adding to it. (September 2016)

Health and Disease


Health is a difficult state to define, but relates to the self-defined perception of an individual and includes physical, mental, social and cultural factors. The absence or deficit of health is illness which includes disease and injury. Diseases cause symptoms felt, seen or perceived by a person, and signs which may be visible on a medical examination. Illnesses may be from birth (congenital) or arise later in life (acquired). Acquired diseases may be contagious, caused or provoked by lifestyle factors such as smoking, alcohol use and diet, arise as the result of injury or trauma, or have a number of different mechanisms or provoking factors. As life expectancy increases, many forms of cancer are becoming more common. Cancer refers to the uncontrolled proliferation of one or more cell types and occurs more commonly in some tissue types than others. Some forms of cancer have strong or known risk factors, whereas others may arise spontaneously. Depending on the type of cancer, risk factors can include exposure to carcinogens and radiation, excessive alcohol or tobacco intake, age, and hormone imbalances in the body.

Society and Culture


Professional Study

429px-Anatomical_Male_Figure_Showing_Heart,_Lungs,_and_Main_Arteries

Anatomical study by Leonardo da Vinci

Further information: History of anatomy, History of medicine, and History of physiology
Health professionals learn about the human body from illustrations, models, and demonstrations. Medical and dental students in addition gain practical experience, for example by dissection of cadavers. Human anatomy, physiology, and biochemistry are basic medical sciences, generally taught to medical students in their first year at medical school.

Depiction

Corinth_stehender_Mädchenakt

Figure drawing by Lovis Corinth (before 1925)

Anatomy has served the visual arts since Ancient Greek times, when the 5th century BC sculptor Polykleitos wrote his Canon on the ideal proportions of the male nude. In the Italian Renaissance, artists from Piero della Francesca (c. 1415–1492) onwards, including Leonardo da Vinci (1452–1519) and his collaborator Luca Pacioli (c. 1447–1517), learnt and wrote about the rules of art, including visual perspective and the proportions of the human body.

History of Anatomy

Externarvm_hvmani_corporis_sedivm_partivmve,_1543.

Two facing pages of text with woodcuts of naked male and female figures, in the Epitome by Andreas Vesalius, 1543

In Ancient Greece, the Hippocratic Corpus described the anatomy of the skeleton and muscles. The 2nd century physician Galen of Pergamum compiled classical knowledge of anatomy into a text that was used throughout the Middle Ages. In the Renaissance, Andreas Vesalius (1514–1564) pioneered the modern study of human anatomy by dissection, writing the influential book De humani corporis fabrica. Anatomy advanced further with the invention of the microscope and the study of the cellular structure of tissues and organs. Modern anatomy uses techniques such as magnetic resonance imaging, computed tomography, fluoroscopy and ultrasound imaging to study the body in unprecedented detail.

History of Physiology

The study of human physiology began with Hippocrates in Ancient Greece, around 420 BC, and with Aristotle (384–322 BC) who applied critical thinking and emphasis on the relationship between structure and function. Galen (c. 126–199) was the first to use experiments to probe the body’s functions. The term physiology was introduced by the French physician Jean Fernel (1497–1558). In the 17th century, William Harvey (1578–1657) described the circulatory system, pioneering the combination of close observation with careful experiment. In the 19th century, physiological knowledge began to accumulate at a rapid rate with the cell theory of Matthias Schleiden and Theodor Schwann in 1838, that organisms are made up of cells. Claude Bernard (1813–1878) created the concept of the milieu interieur (internal environment), which Walter Cannon (1871–1945) later said was regulated to a steady state in homeostasis. In the 20th century, the physiologists Knut Schmidt-Nielsen and George Bartholomew extended their studies to comparative physiology and ecophysiology. Most recently, evolutionary physiology has become a distinct subdiscipline.

Sistem Pencernaan (Lengkap)

sistem-pencernaan-manusia-1

Salah satu ciri makhluk hidup adalah memerlukan makanan. Makanan yang telah dimakan akan diuraikan dalam sistem pencernaan menjadi sumber energi, komponen penyusun sel dan jaringan, dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu sistem kompleks dalam tubuh adalah sistem pencernaan. Nah, apa sajakah bagian-bagian dari sistem pencernaan pada manusia?

Langsung saja kita simak selengkapnya…..

1. Pengertian Sistem Pencernaan Pada Manusia


Sistem pencernaan merupakan sistem yang memproses mengubah makanan dan menyerap sari makanan yang berupa nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sistem pencernaan juga akan memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan bantuan enzim sehingga mudah dicerna oleh tubuh.

Sistem pencernaan pada manusia hampir sama dengan sistem pencernaan hewan lain yaitu terdapat mulut, lambung, usus, dan mengeluarkan kotorannya melewati anus. Proses pencernaan pada manusia terbagi atas 5 macam yaitu:

1.1. Injesti

Adalah proses menaruh atau memasukkan makanan di mulut. Biasanya menggunakan tangan atau menggunakan alat bantu seperti sendok, garpu, sumpit, dan lain sebagainya.

1.2. Pencernaan Mekanik

Proses pencernaan mekanik yaitu proses mengubah makanan menjadi kecil dan lembut. Pencernaan mekanik dilakukan oleh gigi dan alat bantu lain seperti batu kerikil pada burung merpati. Proses ini bertujuan untuk membantu untuk mempermudah proses pencernaan kimiawi. Proses ini dilakukan secara sadar atau sesuai dengan keinginan kita.

1.3. Pencernaan Kimiawi

Proses pencernaan kimiawi yaitu proses mengubah molekul-molekul zat makanan yang kompleks menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna. Pencernaan kimiawi dilakukan oleh enzim, asam, ‘bile’, dan air. Proses ini dilakukan secara tidak sadar karena yang mengaturnya adalah enzim.

1.4. Penyerapan

Penyerapan adalah gerakan nutrisi dari sistem pencernaan ke sistem sirkulator dan ‘lymphatic capallaries’ melalui osmosis, transport aktif, dan difusi.

1.5. Penyingkiran

Yaitu penyingkiran/pembuangan material yang tidak dicerna dari ‘tract’ pencernaan melalui defekasi.

2. Organ Dalam Sistem Pencernaan Pada Manusia


Organ yang termasuk dalam sistem pencernaan terbagi menjadi dua kelompok. Yaitu:

2.1. Saluran Pencernaan

Saluran pencernaan adalah saluran yang kontinyu berupa tabung yang dikelilingi otot. Saluran pencernaan mencerna makanan, memecah nya menjadi bagian yang lebih kecil dan menyerap bagian tersebut menuju pembuluh darah. Organ-organ yang termasuk di dalam nya adalah : mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus serta usus besar. Dari usus besar makanan akan dibuang keluar tubuh melalui anus.

2.2. Organ Pencernaan Tambahan (Aksesoris)

Organ pencernaan tambahan ini berfungsi untuk membantu saluran pencernaan dalam melakukan kerjanya. Gigi dan lidah terdapat dalam rongga mulut, kantung empedu serta kelenjar pencernaan akan dihubungkan kepada saluran pencernaan melalui sebuah saluran. Kelenjar pencernaan tambahan akan memproduksi sekret yang berkontribusi dalam pemecahan bahan makanan. Gigi, lidah, kantung empedu, beberapa kelenjar pencernaan seperti kelenjar ludah, hati dan pankreas.

3. Bagian-Bagian Sistem Pencernaan Pada Manusia


Bagian-Bagian Sistem Pencernaan Pada Manusia[7]

4. Proses Pencernaan Makanan Dalam Sistem Pencernaan Pada Manusia


Proses masuknya makanan dalam tubuh manusia untuk kemudian dicerna sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan tenaga disebut juga proses pencernaan makanan pada manusia. Dalam artikel ini, sudah jelas kita hanyalah membahas bagaimana proses pencernaan makanan pada manusia. Jika Anda ingin mengetahui tentang pencernaan manusia dengan lengkap, Anda bisa membaca artikel tentang sistem pencernaan pada manusia.

Sehabis kita makan, makanan tidak akan tertampung dalam perut dan langsung diserap nutrisinya kemudian dibuang (seperti yang ‘diajarkan’ di berbagai film kartun). Makanan yang masuk ke dalam mulut akan diproses dulu supaya lebih mudah dicerna (diserap nutrisinya) dengan menggunakan berbagai macam enzim. Selain itu, makanan juga akan lebih dihaluskan di dalam lambung. Proses pencernaan pada manusia melalui berbagai tahapan yang cukup panjang dan membutuhkan waktu sekitar 24 jam.

Pertama-tama, pencernaan dilakukan oleh mulut. Disini dilakukan pencernaan mekanik yaitu proses mengunyah makanan menggunakan gigi dan pencernaan kimiawi menggunakan enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8 – 7 dan suhu 37oC. Supaya proses pencernaan berlangsung dengan lancar, sebaiknya kita mengunyah makanan sebanyak 32 kali kunyahan. Selain supaya makanan lebih mudah dihancurkan di lambung, kunyahan sebanyak 32 kali juga bertujuan supaya semua karbohidrat dalam makanan diubah menjadi maltosa oleh enzim ptialin. Jika tidak semuanya dirubah, maka akan susah dicerna dan akan terbuang sia-sia.

Makanan selanjutnya dibawa menuju lambung dan melewati kerongkongan. Makanan bisa turun ke lambung karena adanya kontraksi otot-otot di kerongkongan. Di lambung, makanan akan melalui proses pencernaan mekanik supaya makanan lebih halus dan pencernaan kimiawi menggunakan zat/enzim sebagai berikut:

  • Renin, berfungsi mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
  • Pepsin, berfungsi untuk memecah protein menjadi pepton.
  • HCl (asam klorida), berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus.
  • Lipase, berfungsi untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit.

Setelah makanan diproses di lambung yang membutuhkan waktu sekitar 3 – 4 jam, makanan akan dibawa menuju usus dua belas jari. Pada usus dua belas jari terdapat enzim-enzim berikut yang berasal dari pankreas:

  1. Amilase. Yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa).
  2. Lipase. Yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  3. Tripsinogen. Jika belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus.

Selain itu, terdapat juga empedu. Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung di dalam kantung empedu. Selanjutnya, empedu dialirkan melalui saluran empedu ke usus dua belas jari. Empedu mengandung garam-garam empedu dan zat warna empedu (bilirubin). Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Zat warna empedu berwarna kecoklatan, dan dihasilkan dengan cara merombak sel darah merah yang telah tua di hati. Empedu merupakan hasil ekskresi di dalam hati. Zat warna empedu memberikan ciri warna cokelat pada feses.

Selanjutnya makanan dibawa menuju usus halus. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan. Karbohidrat dicerna menjadi glukosa. Lemak dicerna menjadi asam lemak dan gliserol, serta protein dicerna menjadi asam amino tunggal untuk diserap ke dalam darah dengan menggunakan enzim peptidase yang terdapat dalam enterosit atau sel dinding usus halus. Jadi, pada usus dua belas jari, seluruh proses pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein diselesaikan. Selanjutnya, proses penyerapan (absorbsi) akan berlangsung di usus kosong dan sebagian besar di usus penyerap. Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa, lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol, dan protein diserap dalam bentuk asam amino. Vitamin dan mineral tidak mengalami pencernaan dan dapat langsung diserap oleh usus halus.

Makanan yang tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama dengan lendir akan menuju ke usus besar menjadi feses. Di dalam usus besar terdapat bakteri Escherichia coli. Bakteri ini membantu dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi feses. Selain membusukkan sisa makanan, bakteri E. coli juga menghasilkan vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sisa makanan (chymus) dalam usus besar masuk banyak mengandung air. Karena tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air diserap kembali ke usus besar. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar.

Selanjutnya sisa-sisa makanan akan dibuang melalui anus berupa feses. Proses ini dinamakan defekasi dan dilakukan dengan sadar.

5. Gangguan Pada Sistem Pencernaan Manusia


Gangguan pada sistem pencernaan cukup beragam. Faktor penyebabnya-pun bermacam-macam, di antaranya makanan yang kurang baik dari segi kebersihan dan kesehatan, keseimbangan nutrisi, pola makan yang kurang tepat, adanya infeksi, dan kelainan pada organ pencernaan.

Ada beberapa gangguan atau kelainan yang dapat terjadi pada sistem pencernaan pada manusia. Diantaranya:

5.1. Gastritis

Merupakan suatu peradangan akut atau kronis pada lapisan mukosa (lender) dinding lambung. Penyebabnya ialah penderita memakan yang mengandung kuman penyakit. Kemungkinan juga karena kadar asam klorida (HCL) pada lambung terlalu tinggi.

5.2. Hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi virus pada hati. Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan.

5.3. Diare

Diare terjadi karena adanya iritasi pada selaput dinding usus besar atau kolon. Fases penderita diare berbentuk encer. Penyebabnya adalah penderita memakan makanan yang mengandung bakteri atau kuman. Akibatnya gerakan peristaltic dalam usus tidak terkontrol. Sehingga, laju makanan meningkat dan usus tidak dapat menyerap air. Namun, apabila fases yang dikeluarkan bercampur dengan darah dan nanah, kemudian perut terasa mulas, gejala tersebut menunjuk pada penyakit desentri. Penyebabnya yakni infeksi bakteri Shigella pada dinding usus besar.

5.4. Konstipasi

Konstipasi atau yang sering kita sebut dengan sebutan “sembelit” adalah keadaan yang dialami seseoang dengan gejala fases mengeras sehingga susah dikeluarkan. Sembelit disebabkan oleh adanya penyerapan air pada sisia makanan. Akibatnya, fases kekurangan air dan menjadi keras. Ini terjadi dari kebiasaan buruk yang menunda-nunda buang besar. Selain itu, juga karenakurangnya penderita dalam mengkonsumsi makanan berserat. Oleh karena itu, banyak memakan buah-buahan dan sayur-sayuran berserat serta minum banyak air dapat mencegah gangguan ini.

5.5. Apendisitis

Apendisitis merupakan gangguan yang terjadi karena peradangan apendiks. Penyebabnya ialah adanya infeksi bakteri pada umbai cacing (usus buntu). Akibatnya, timbul rasa nyeri dan sakit.

5.6. Hemeroid/Wasir/Ambeyen

Hemoroid/Wasir/Ambeyen merupakan gangguan pembengkakan pada pembuluh vena disekitar anus. Orang yang sering duduk dalam beraktivitas dan ibu hamil seringkali mengalami gangguan ini.

5.7. Maag

Orang yang mengalami maag memiliki ciri-ciri rasa perih pada dinding lambung, mual, muntah, dan perut kembung. Gangguan ini disebabkan meningkatnya kadar asam lambung yang dipicu karena pikiran tegang, pola makan yang tak teratur, dan lain sebagainya.

5.8. Keracunan

Keracunan makanan dapat terjadi karena pengaruh beberapa bakteri semisal bakteri Salmonela yang menyebabkan penyakit demam tipus dan paratipus.

5.9. Tukak Lambung

Tukak lambung adalah salah satu kelainan sistem pencernaan yakni kerusakan pada selaput lendir. Tukak lambung dapat disebabkan oleh factor-faktor kuman, toksin, ataupun psikosomatis. Kecemasan, ketakutan, stress, dan kelelahan merupakan faktor psikosomatis yang akhirnya dapat merangsang pengeluaran HCL di lambung. Jika HCL berlebihan, selapu lendir lambung akan rusak.

5.10. Malnutrisi (Kurang Gizi)

Yakni penyakit yang disebabkan oleh terganggunya pembentukan enzim pencernaan. Gangguan tersebut disebabkan oleh sel-sel pancreas atropi yang kehilangan banyak reticulum endoplasma. Sebagai contoh adalah kwashiorkor, yakni penyakit akibat kekurangan protein yang parah dan pada umumnya menyerang anak-anak.

6. Organ Sistem Pencernaan pada Manusia


 

6 Organ Pencernaan Manusia dan Bagian-Bagiannya[3]

Organ pencernaan adalah alat penunjang sistem pencernaan pada manusia. Secara garis besar, terdapat 6 organ utama dalam sistem pencernaan yaitu mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Berikut adalah 6 organ pencernaan manusia beserta bagian-bagiannya. Langsung saja kita simak yang pertama:

1. Mulut

Mulut adalah pintu masuk makanan. Di dalam mulut terdapat lidah, rongga mulut, kelenjar ludah, dan gigi. Jadi fungsi mulut bermacam-macam yaitu menghancurkan makanan, mencerna makanan, mengecap rasa makanan, dan membantu menelan makanan. Di dalam mulut terjadi pencernaan mekanis (dengan gigi dan lidah) dan pencernaan kimiawi (dengan ludah yang mengandung enzim ptialin). Berikut adalah gambar anatomi mulut beserta bagian-bagiannya:

gambar anatomi mulut[11]

Mulut terdiri dari:

  1. Langit-langit
  2. Gigi
  3. Gusi
  4. Tulang langit-langit
  5. Pembuluh darah dan saraf langit-langit
  6. Amandel
  7. Lidah
  8. Anak lidah

2. Kerongkongan

Kerongkongan adalah penghubung antara mulut dan lambung. Kerongkongan disebut juga esofagus. Kerongkongan berbentuk tabung dan terdapat otot. Otot pada kerongkongan berfungsi untuk membawa makanan dari mulut ke lambung dengan menggunakan gerak peristaltik. Berikut adalah gambar anatomi kerongkongan beserta bagian-bagiannya:

kerongkongan[5]

Kerongkongan dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

  1. Bagian superior yang sebagian besar terdiri dari otot rangka.
  2. Bagian tengah yang terdiri dari campuran otot rangka (otot lurik) dan otot polos.
  3. Bagian inferior yang terdiri dari otot polos.

Organ Pencernaan Manusia yang Menyerap Banyak Nutrisi dari Makanan

Kita sudah mengetahui bahwa fungsi sistem pencernaan pada manusia adalah untuk menyerap banyak nutrisi dari makanan yang kita makan. Nah, di antara organ pencernaan tersebut ada yang berfungsi untuk merubah enzim supaya mudah dicerna, ada yang berfungsi sebagai penyerap nutrisi dari makanan, dan ada yang berfungsi sebagai alat pembuangan sisa makanan. Berikut adalah organ pencernaan manusia yang menyerap banyak nutrisi dari makanan. Langsung saja kita simak yang pertama:

  • Lambung
  • Usus Halus
  • Usus Besar
  • Umbai Cacing

3. Lambung

Lambung adalah organ pencernaan yang berfungsi untuk mencerna berbagai zat-zat makanan. Letak lambung berada di bawah sekat rongga badan. Di dalam lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan menggunakan enzim pepsin, enzim renin, enzim lipase, dan asam lambung (HCl). Berikut adalah gambar anatomi lambung beserta bagian-bagiannya:

lambung[3]

Lambung terdiri dari tiga bagian utama yaitu kardiak, fundus, dan pilorus. Di ujung bagian atas lambung yang berbatasan dengan kerongkongan terdapat sfingter yang berfungsi untuk menjaga makanan agar tidak keluar dari lambung dan dimuntahkan kembali. Sedangkan di bagian bawah yang berbatasan dengan usus dua belas jari disebut sfingter pilorus.

4. Usus Halus

Usus halus adalah tempat penyerapan sari-sari makanan. Disini juga terjadi proses pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim tripsin, enzim disakarase, enzim erepsin, dan enzim lipase. Sari-sari makanan diserap melalui jonjot-jonjot usus yang disebut vili. Seluruh sari makanan kecuali asam lemak dan gliserol diangkut melalui vena porta menuju ke hati. Sedangkan asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh limfa. Berikut adalah gambar anatomi usus halus beserta bagian-bagiannya:

usus halus[5]

Di usus halus juga terdapat duodendum (usus dua belas jari), jejunum, dan ileum.

5. Usus Besar

Usus besar adalah usus yang terbesar. Fungsi usus besar adalah untuk memilah kembali hasil pencernaan. Disini terjadi penyerapan air dengan jumlah yang terbesar daripada organ lain dan terjadi proses pembusukan sisa-sisa makanan dengan bantuan bakteri. Berikut adalah gambar anatomi usus besar beserta bagian-bagiannya:

usus besar[3]

Struktur usus besar terdiri dari:

  1. Usus buntu
  2. Kolon asedens (kolon naik)
  3. Kolon transversum (kolon datar)
  4. Kolon desendens (kolon turun)
  5. Rektum. Tempat menyimpan feses sebelum dikeluarkan melalui anus.

6. Anus

Anus atau dubur adalah penghubung antara rektum dengan lingkungan luar tubuh. Di anus terdapat otot sphinkter yang berfungsi untuk membuka dan menutup anus. Fungsi utama anus adalah sebagai alat pembuangan feses melalui proses defekasi (buang air besar). Berikut adalah gambar anatomi anus beserta bagian-bagiannya:

gambar anatomi anus[4]

Di anus terdapat otot sphinkter, rektum, dan vena. Fungsi otot sphinkter adalah untuk membuka atau menutup anus. Sedangkan fungsi rektum adalah untuk menyimpan feses sementara waktu.

Source: hedisasrawan blogspot

Opera Snapshot_2017-12-15_201840_hedisasrawan.blogspot.co.id

Memelihara Kesehatan Sistem Pencernaan

Memelihara Kesehatan Sistem Pencernaan[4]

Untuk menjaga kesehatan alat-alat pencernaan Anda, yang terpenting Anda lakukan adalah menjalani kebiasaan hidup yang baik dan sehat.

Untuk menjaga kesehatan mulutmu, janganlah memakan/meminum makanan atau minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin. Karena makanan atau minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat merusak alat-alat dalam rongga mulut Anda. Bisa saja lidah Anda atau gigi Anda sakit sehingga tidak berfungsi setidaknya beberapa waktu.

Biasakan menggosok gigi setelah bangun tidur, setiap sesudah makan, dan sebelum tidur. Gunakan sikat gigi yang lembut dan sesuai dengan keadaan rongga mulut Anda. Pilih pasta gigi yang mengandung fluoride. Lakukan gosok gigi yang baik dan benar.

(Selengkapnya baca artikel tentang Penyakit pada Sistem Pencernaan Manusia)

Makanan yang Anda makan pun harus terjaga. Makanlah makanan yang bergizi seimbang, cukup dan makanlah secara teratur. Jangan terlalu banyak makan makanan yang manis, karena dapat merusak gigi. Makanlah makanan yang banyak mengandung vitamin C agar tidak mudah terserang sariawan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Adapun makanan yang terlalu asam, kurang baik bagi lambung Anda yang sudah bersifat asam. Makanlah makanan yang bersih (higienis), karena makanan yang tidak bersih mungkin banyak mengandung kuman penyakit. Penyakit yang dapat menyerang dari sini ialah diare, disentri, demam tifoid, cacingan. Jajan hendaklah tidak sembarangan, perhatikan kebersihan dan bahayanya. Makanan yang warnanya mencolok dan kenyal tak wajar sebaiknya dihindari. Jangan pula memakan makanan yang berlendir, berbau, dan nampak tidak segar.

(Selengkapnya baca artikel tentang Sistem Pencernaan Pada Manusia)

Makan secara teratur adalah baik bagi kesehatan alat pencernaan. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak teratur adalah sakit maag, yang disebabkan di antaranya oleh kebiasaan makan yang tidak teratur atau telat makan. Biasanya ini ditambah dengan beban stres emosional dan fisik.

Selain makanan dan pola makan, kebiasaan hidup sehat membantumu menjaga kesehatan alat pencernaanmu. Misalnya, makan teratur, olahraga teratur dan cukup, tidur dan istirahat yang cukup.

(Selengkapnya baca artikel tentang Organ Pada Sistem Pencernaan Manusia)

Tetapi apabila Anda terkena penyakit yang ada hubungannya dengan alat pencernaan makanan, segera obati dengan obat yang tersedia di P3K keluarga. Tetapi jika penyakitnya tampak ‘berbahaya’, sebaiknya penderita harus segera dibawa ke dokter atau Puskesmas.

Source: hedisasrawan blogspot

Proses Pencernaan Makanan

Proses masuknya makanan dalam tubuh manusia untuk kemudian dicerna sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan tenaga disebut juga proses pencernaan makanan pada manusia. Dalam artikel ini, sudah jelas kita hanyalah membahas bagaimana proses pencernaan makanan pada manusia. Jika Anda ingin mengetahui tentang pencernaan manusia dengan lengkap, Anda bisa membaca artikel tentang sistem pencernaan pada manusia.

Sehabis kita makan, makanan tidak akan tertampung dalam perut dan langsung diserap nutrisinya kemudian dibuang (seperti yang ‘diajarkan’ di berbagai film kartun). Makanan yang masuk ke dalam mulut akan diproses dulu supaya lebih mudah dicerna (diserap nutrisinya) dengan menggunakan berbagai macam enzim. Selain itu, makanan juga akan lebih dihaluskan di dalam lambung. Proses pencernaan pada manusia melalui berbagai tahapan yang cukup panjang dan membutuhkan waktu sekitar 24 jam.

Pertama-tama, pencernaan dilakukan oleh mulut. Disini dilakukan pencernaan mekanik yaitu proses mengunyah makanan menggunakan gigi dan pencernaan kimiawi menggunakan enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8 – 7 dan suhu 37oC. Supaya proses pencernaan berlangsung dengan lancar, sebaiknya kita mengunyah makanan sebanyak 32 kali kunyahan. Selain supaya makanan lebih mudah dihancurkan di lambung, kunyahan sebanyak 32 kali juga bertujuan supaya semua karbohidrat dalam makanan diubah menjadi maltosa oleh enzim ptialin. Jika tidak semuanya dirubah, maka akan susah dicerna dan akan terbuang sia-sia.

Makanan selanjutnya dibawa menuju lambung dan melewati kerongkongan. Makanan bisa turun ke lambung karena adanya kontraksi otot-otot di kerongkongan. Di lambung, makanan akan melalui proses pencernaan mekanik supaya makanan lebih halus dan pencernaan kimiawi menggunakan zat/enzim sebagai berikut:

  • Renin, berfungsi mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
  • Pepsin, berfungsi untuk memecah protein menjadi pepton.
  • HCl (asam klorida), berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus.
  • Lipase, berfungsi untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit.

Setelah makanan diproses di lambung yang membutuhkan waktu sekitar 3 – 4 jam, makanan akan dibawa menuju usus dua belas jari. Pada usus dua belas jari terdapat enzim-enzim berikut yang berasal dari pankreas:

  1. Amilase. Yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa).
  2. Lipase. Yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  3. Tripsinogen. Jika belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus.

Selain itu, terdapat juga empedu. Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung di dalam kantung empedu. Selanjutnya, empedu dialirkan melalui saluran empedu ke usus dua belas jari. Empedu mengandung garam-garam empedu dan zat warna empedu (bilirubin). Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Zat warna empedu berwarna kecoklatan, dan dihasilkan dengan cara merombak sel darah merah yang telah tua di hati. Empedu merupakan hasil ekskresi di dalam hati. Zat warna empedu memberikan ciri warna cokelat pada feses.

Selanjutnya makanan dibawa menuju usus halus. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan. Karbohidrat dicerna menjadi glukosa. Lemak dicerna menjadi asam lemak dan gliserol, serta protein dicerna menjadi asam amino tunggal untuk diserap ke dalam darah dengan menggunakan enzim peptidase yang terdapat dalam enterosit atau sel dinding usus halus. Jadi, pada usus dua belas jari, seluruh proses pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein diselesaikan. Selanjutnya, proses penyerapan (absorbsi) akan berlangsung di usus kosong dan sebagian besar di usus penyerap. Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa, lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol, dan protein diserap dalam bentuk asam amino. Vitamin dan mineral tidak mengalami pencernaan dan dapat langsung diserap oleh usus halus.

Makanan yang tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama dengan lendir akan menuju ke usus besar menjadi feses. Di dalam usus besar terdapat bakteri Escherichia coli. Bakteri ini membantu dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi feses. Selain membusukkan sisa makanan, bakteri E. coli juga menghasilkan vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sisa makanan (chymus) dalam usus besar masuk banyak mengandung air. Karena tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air diserap kembali ke usus besar. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar.

Selanjutnya sisa-sisa makanan akan dibuang melalui anus berupa feses. Proses ini dinamakan defekasi dan dilakukan dengan sadar.

Source: hedisasrawan blogspot