Category Archives: Transportation

Kereta Api Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

PT Kereta Api Indonesia (Persero) (disingkat KAI atau PT KAI) adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api. Layanan PT KAI meliputi angkutan penumpang dan barang. Pada akhir Maret 2007, DPR mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992, yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007, yang menegaskan bahwa investor swasta maupun pemerintah daerah diberi kesempatan untuk mengelola jasa angkutan kereta api di Indonesia. Dengan demikian, pemberlakuan undang-undang tersebut secara hukum mengakhiri monopoli PT KAI dalam mengoperasikan kereta api di Indonesia.

Peta jalur kereta api di Jawa.

Pada tanggal 12 Agustus 2008 PT KAI melakukan pemisahan Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek menjadi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) yang pada tahun 2017 lalu menjadi PT Kereta Commuter Indonesia untuk mengelola kereta api penglaju di daerah Jakarta dan sekitarnya. Selama tahun 2015, jumlah penumpang kereta api mencapai 325,94 juta.

Pada tanggal 28 September 2011, bertepatan dengan peringatan ulang tahunnya yang ke-66, PT KAI meluncurkan logo baru. Dan pada 29 Oktober 2014 PT KAI dipimpin oleh Edi Sukmoro yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengelolaan Aset Nonproduksi Railways, menggantikan direktur utama sebelumnya, Ignasius Jonan.

Sejarah

Pra-kemerdekaan

Pada hari Jumat, tanggal 17 Juni 1864, kereta api pertama di Indonesia lahir. Pembangunan diprakarsai oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dengan rute Samarang-Tanggung. Pencangkulan tanah pertama dilakukan di Desa Kemijen dan diresmikan oleh Mr. L.A.J.W. Baron Sloet van de Beele. Namun jalur ini dibuka tiga tahun berikutnya, 10 Agustus 1867. Hingga tahun 1873 tiga kota di Jawa Tengah, yaitu Semarang, Solo, dan Yogyakarta sudah berhasil dihubungkan.

Pada tahun 1869, untuk pertama kalinya, angkutan trem diperkenalkan oleh perusahaan trem Bataviasche Tramweg Maatschappij (BTM), untuk warga Batavia. Sarana penariknya berupa hewan kuda dengan lebar sepur 1.188 mm.

Masa politik kolonial liberal rupanya mengakibatkan Pemerintah Belanda enggan mendirikan perusahaannya dan justru memberikan kesempatan luas bagi perusahaan-perusahaan (KA) swasta. Namun sayangnya, perusahaan swasta itu tidak memberikan keuntungan berarti (apalagi NIS masih membutuhkan bantuan keuangan dari Pemerintah Kolonial), maka Departemen Urusan Koloni mendirikan operator KA lain, Staatsspoorwegen, yang membentang dari Buitenzorg hingga Surabaya. Pertama dibangun di kedua ujungnya, jalur pertama di Surabaya dibuka pada tanggal 16 Mei 1878 dan terhubung pada tahun 1894.

Selain itu, muncul juga lima belas operator KA swasta di Jawa yang menamakan dirinya sebagai “perusahaan trem uap”, namun meskipun namanya demikian, perusahaan itu sudah dapat dianggap sebagai operator KA regional.

Sebagai perusahaan kolonial, sebagian besar jalur KA di Indonesia mempunyai dua tujuan: ekonomis dan strategis. Nyatanya, syarat bantuan keuangan NIS antara lain membangun rel KA ke Ambarawa, yang memiliki benteng bernama Willem I (yang diambil dari nama Raja Belanda). Jalur KA negara pertama dibangun melalui pegunungan selatan Jawa, selain daerah datar di wilayah utara Jawa, untuk alasan strategis sama. Jalur KA negara di Jawa menghubungkan Anyer (lintas barat) menuju Banyuwangi (lintas timur).

Selain di Jawa, pembangunan rel KA juga dilakukan di Aceh, menghubungkan Banda Aceh hingga Pelabuhan Uleelhee, dengan lebar sepur 1.067 mm, yang digunakan untuk keperluan militer. Kemudian, lebar sepur yang sebelumnya 1.067 mm kemudian diganti menjadi 750 mm membentang ke selatan. Jalur ini kemudian berpindah kepemilikan dari Departemen Urusan Perang kepada Departemen Urusan Koloni tanggal 1 Januari 1916 menyusul perdamaian relatif di Aceh.

Ada pula jalur kereta api di Ranah Minangkabau (dibangun pada tahun 1891-1894) dan Sumatra Selatan (dibangun tahun 1914-1932). Kedua jalur ini digunakan untuk melintas layanan KA batu bara dari pertambangan bawah tanah menuju pelabuhan.

Di Sumatra Utara, ada perusahaan KA bernama Deli Spoorweg Maatschappij yang banyak mengangkut karet dan tembakau di daerah Deli.

Pembangunan jalur kereta api juga dilangsungkan di Sulawesi Selatan pada bulan Juli 1922 hingga 1930; sebagai bagian dari proyek besar-besaran pembangunan jalur rel di Kalimantan dan Sulawesi, menggabungkan sistem rel KA di Sumatra, serta elektrifikasi jalur KA utama di Jawa. Namun Depresi Besar telah membatalkan upaya ini. Meskipun tidak sempat dibangun, studi pembangunan jalur KA di Kalimantan, Bali, dan Lombok telah selesai dilakukan.

Semasa pendudukan Jepang, seluruh jalur KA (bahkan yang terpisah sekali pun) dikelola sebagai satu kesatuan. Sementara itu, di Sumatra, juga dikelola oleh cabang-cabang Angkatan Bersenjata Kekaisaran Jepang, secara terpisah.

Pendudukan Jepang akhirnya mengubah lebar sepur 1.435 mm di Jawa menjadi 1.067 mm, sebagai penyelesaian masalah lebar sepur ganda. Ini bukanlah “permasalahan nyata” karena tidak banyak perubahan materiil di kedua sistem itu, banyak rel 1.435 mm dipasangi rel ketiga pada tahun 1940, menghasilkan rel dengan lebar sepur campuran.

Pasca-kemerdekaan

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan perusahaan kereta api yang tergabung dalam Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari Jepang.

Pada tanggal 28 September 1945, pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya menegaskan bahwa mulai hari itu kekuasaan perkeretaapian berada di tangan bangsa Indonesia sehingga Jepang sudah tidak berhak untuk mencampuri urusan perkeretaapian di Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya tanggal 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api serta dibentuknya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) sebagai operator kereta api untuk wilayah Republik Indonesia saat itu. Sedangkan untuk ke-12 perusahaan kereta api dan trem swasta Belanda, dibentuklah Staatsspoorwegen Verenigde Spoorwegbedjrif (SS/VS).

Hingga 31 Desember 1949, DKARI dan SS/VS masih berstatus sebagai operator kereta api. Per 1 Januari 1950, DKARI dan SS/VS dilebur menjadi Djawatan Kereta Api (DKA). Nama DKA pun berubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), semasa Orde Lama. Lalu, pada tanggal 15 September 1971 berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Kemudian, pada tanggal 2 Januari 1991, PJKA berubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka), dan semenjak tanggal 1 Juni 1999, Perumka mulai menunjukkan keterbukaannya dan berubah menjadi PT Kereta Api (Persero) (PT KA). Pada bulan Mei 2010, nama PT KA berubah menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI)[19], hingga saat ini.

Galeri Logo

Logo DKA, PNKA, dan PJKA (1953-1988)
Logo Wahana Daya Pertiwi
Logo segilima warna biru PJKA & PERUMKA (1988-1990)
Logo Perumka, PT Kereta Api dan PT Kereta Api Indonesia (1990-28 September 2011)
Logo PT Kereta Api Indonesia (28 September 2011-saat ini)

Keterangan

  • PT KAI juga menggunakan logo Wahana Daya Pertiwi pada seragam pegawai KAI.

Makna Logo

  • Tiga garis melengkung melambangkan gerakan yang dinamis PT KAI dalam mencapai Visi dan Misinya.
  • Dua garis warna orange melambangkan proses Pelayanan Prima (Kepuasan Pelanggan) yang ditujukan kepada pelanggan internal dan eksternal. Anak panah berwarna putih melambangkan Nilai Integritas, yang harus dimiliki insan PT KAI dalam mewujudkan Pelayanan Prima.
  • Satu garis lengkung berwarna biru melambangkan semangat Inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan nilai tambah ke stakeholders. (Inovasi dilakukan dengan semangat sinergi di semua bidang dan dimulai dari hal yang paling kecil sehingga dapat melesat.)

Jalur Kereta Api

Stasiun Gambir Jakarta difoto dari udara.

PT Kereta Api Indonesia mengoperasikan kereta api di wilayah provinsi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Lampung serta semua provinsi di Jawa. Rencana PT Kereta Api Indonesia juga akan mengoperasikan kereta api di wilayah Sulawesi.

Jalur-jalur utama ini menghubungkan kota Medan dengan Rantauprapat, Padang dengan Pariaman, Bandar Lampung dengan Lubuklinggau dan Palembang, Jakarta dengan Surabaya melalui Cirebon dan Semarang maupun Bandung dan Yogyakarta, dan Surabaya dan Malang dan Banyuwangi.

Panjang keseluruhan jalur kereta api di Indonesia adalah 7.777,40 kilometer. 3.708 kilometer jalur telah ditutup, sebagian besarnya adalah jalur cabang yang dianggap tidak menguntungkan bila tetap dipergunakan. Pada saat ini, Kementerian Perhubungan sedang melakukan pembangunan jalur ganda di Pulau Jawa, yang diharapkan akan selesai pada tahun 2025. Jalur yang sudah diselesaikan adalah Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya, Cikampek-Purwakarta, Purwokerto-Cirebon, dan Kutoarjo-Yogyakarta-Surakarta. Pada saat ini jalur Kutoarjo-Gombong-Kroya, Surakarta-Madiun dan Kroya-Purwokerto sedang dikerjakan.

Layanan

PT Kereta Api Indonesia memberikan layanan kereta api penumpang dan barang. Hampir semua jalur yang beroperasi memiliki layanan angkutan kereta api penumpang yang dijalankan secara teratur.

Kereta Penumpang

Kapasitas angkut penumpang yang disediakan PT Kereta Api Indonesia di Jawa dan Sumatra adalah sebanyak 106.638 tempat duduk per hari dengan rasio kelas eksekutif (30%), bisnis (22%), dan ekonomi (59%). Bila tempat duduk dikaitkan dengan jarak tempuh, maka total kapasitas melambung menjadi sebanyak 41.528.450 tempat duduk per kilometer per hari dengan rasio kelas eksekutif (39%), kelas bisnis (25%), dan kelas ekonomi (58%).

Spesimen dari boarding pass KAI, berlaku mulai 2016

Kelas Eksekutif

Kereta eksekutif yang khusus digunakan untuk Argo Bromo Anggrek.

Kelas Eksekutif adalah kelas layanan tertinggi PT Kereta Api Indonesia, yaitu dengan kereta penumpang berkapasitas 50 orang per kereta. Layanan yang disediakan adalah tempat duduk yang bisa diatur, pendingin udara, hiburan audio visual dan layanan makanan.

Kereta eksekutif stainless steel produksi 2018.

Awalnya, kelas eksekutif dibedakan menjadi dua, yaitu kelas Argo dan kelas Satwa. Perbedaan antara dua kelas ini terletak pada nama kereta, jenis armada yang digunakan, dan tingkat kenyamanan pada masing-masing layanan. Namun, saat ini layanan kelas Argo dan Satwa telah disamakan sehingga hanya terdapat kelas Eksekutif saja.

Kereta eksekutif new image produksi 2016.
Bagian dalam kereta eksekutif buatan INKA dengan cita rasa pesawat terbang.
Kereta api Argo Wilis. Kereta ini merupakan kereta dengan prioritas tertinggi di jalur selatan.
Interior KA Argo Bromo Anggrek.
Kereta kelas eksekutif dengan eksterior ala pesawat.
Bagian dalam gerbong kereta bisnis.

Kereta api kelas eksekutif adalah:

  • Argo Bromo Anggrek yang melayani rute Gambir-Surabaya Pasar Turi.
  • Argo Muria dan Argo Sindoro yang melayani rute Gambir-Semarang Tawang.
  • Argo Lawu dan Argo Dwipangga yang melayani rute Gambir-Yogyakarta-Solo Balapan.
  • Kereta api Argo Wilis. Kereta ini merupakan kereta dengan prioritas tertinggi di jalur selatan.
  • Argo Wilis yang melayani rute Bandung-Surabaya Gubeng.
  • Argo Jati yang melayani rute Gambir-Cirebon.
  • Interior KA Argo Bromo Anggrek.
  • Argo Parahyangan yang melayani rute Gambir-Bandung (tidak setiap rangkaian).
  • Sembrani yang melayani rute Surabaya Pasar Turi-Gambir.
  • Gajayana yang melayani rute Malang-Gambir.
  • Bangunkarta yang melayani rute Gambir-Semarang Tawang-Surabaya Gubeng.
  • Taksaka yang melayani rute Yogyakarta-Gambir.
  • Bima yang melayani rute Malang-Gambir.
  • Turangga yang melayani rute Surabaya Gubeng-Bandung.
  • Purwojaya yang melayani rute Cilacap-Gambir.

Kelas Campuran

Kelas campuran adalah kelas layanan kedua tertinggi, dengan kereta penumpang kelas eksekutif (50 penumpang), bisnis AC (64 Penumpang) dan ekonomi AC (80-106 Penumpang). Layanan kelas campuran antara lain:

  • Argo Parahyangan (Eksekutif-Ekonomi) yang melayani rute Bandung-Gambir (tidak semua rangkaian).
  • Pangandaran (Eksekutif-Ekonomi) yang melayani rute Gambir-Bandung-Banjar.
  • Cirebon Ekspres (Eksekutif-Ekonomi) yang melayani rute Cirebon-Gambir.
  • Tegal Bahari (Eksekutif-Ekonomi) yang melayani rute Tegal-Gambir.
  • Ranggajati (Eksekutif-Bisnis) yang melayani rute Cirebon-Surabaya Gubeng-Jember.
  • Sancaka (Eksekutif-Ekonomi) yang melayani rute Surabaya Gubeng–Yogyakarta.
  • Mutiara Timur (Eksekutif-Bisnis) yang melayani rute Surabaya Gubeng–Banyuwangi. Pernah ada layanan terusan hingga Denpasar, Bali menggunakan bus dari Banyuwangi, namun sedang dibekukan.
  • Joglosemarkerto (Eksekutif-Ekonomi) yang melayani rute lingkar Jawa Tengah yaitu: Semarang-Solo-Yogyakarta-Purwokerto
  • Lodaya (Eksekutif-Ekonomi) yang melayani rute Bandung-Yogyakarta-Solo Balapan.
  • Malabar (Eksekutif-Bisnis-Ekonomi) yang malayani rute Bandung-Stasiun Yogyakarta-Stasiun Malang.
  • Gumarang (Eksekutif-bisnis) yang melayani rute Pasar Senen–Surabaya Pasar Turi.
  • Mutiara Selatan (Eksekutif-Bisnis) yang melayani rute Malang-Surabaya-Bandung.
  • Sawunggalih Utama (Eksekutif-Ekonomi) yang melayani rute Pasar Senen–Karanganyar–Kutoarjo.
  • Harina (Eksekutif-Ekonomi) yang melayani rute Bandung-Surabaya Pasar Turi lewat Stasiun Cikampek.
  • Malioboro Ekspres (Eksekutif-Ekonomi) yang melayani rute Malang–Yogyakarta.
  • Ciremai Ekspres (Eksekutif-Bisnis) yang melayani Bandung-Cirebon-Semarang Tawang.
  • Pangrango (Eksekutif-Ekonomi) relasi Bogor-Sukabumi.
  • Senja Utama Solo (Eksekutif-Ekonomi) dari Pasar Senen ke Stasiun Yogyakarta, dan Solo Balapan.
  • Wijayakusuma (Eksekutif-Ekonomi) yang melayani rute Cilacap-Banyuwangi
  • Sidomukti (Eksekutif-Ekonomi) yang melayani rute Yogyakarta-Solo Balapan.
  • Kamandaka (Eksekutif-Ekonomi) yang melayani rute Purwokerto-Semarang Tawang.
  • Sribilah (Eksekutif-Bisnis) yang melayani Medan-Rantauprapat.
  • Sindang Marga (Eksekutif-Bisnis) yang melayani Kertapati (Palembang)-Lubuklinggau.
  • Sriwijaya (Eksekutif-Bisnis) yang melayani Kertapati (Palembang)-Tanjungkarang (Bandar Lampung)

Kelas Ekonomi

Kereta kelas ekonomi buatan PT INKA Madiun.
Kereta kelas ekonomi AC bantuan pemerintah.
Kereta kelas ekonomi AC.
Kereta kelas Ekonomi AC Plus Generasi Ke 3, dengan kaca sambung seperti Kereta api Argo Bromo Anggrek, sudah diterapkan di Kereta api Menoreh, Kereta api Ambarawa Ekspres, dan Kereta api Kaligung untuk rangkaian penuh.
Interior kereta kelas Ekonomi AC Plus generasi 1 dan 2 buatan PT INKA.

Dalam rangka pemerataan pelayanan kepada semua lapisan masyarakat, selain mengoperasikan sejumlah kereta api komersial yang berfungsi sebagai subsidi silang pada pelayanan kereta api kelas ekonomi, PT Kereta Api Indonesia juga mengoperasikan sejumlah rangkaian kereta api kelas ekonomi unggulan, yaitu:

  • Matarmaja yang melayani rute Malang-Pasar Senen. (Ekonomi AC non-PSO)
  • Pasundan yang melayani rute Bandung-Surabaya Gubeng. (Ekonomi AC non-PSO)
  • Brantas yang melayani rute Pasar Senen–Blitar. (Ekonomi AC non-PSO)
  • Logawa yang melayani rute Purwokerto-Jember. (Ekonomi AC non-PSO)
  • Sri Tanjung yang melayani rute Banyuwangi–Lempuyangan. (Ekonomi AC PSO)
  • Tawang Jaya yang melayani rute Pasar Senen-Semarang Poncol. (Ekonomi AC non-PSO)
  • Tawang Alun yang melayani rute Malang Kotalama-Banyuwangi. (Ekonomi AC PSO)
  • Bengawan yang melayani rute Pasar Senen-Purwosari. (Ekonomi AC PSO)
  • Progo yang melayani rute Pasar Senen–Lempuyangan. (Ekonomi AC non-PSO)
  • Serayu yang melayani rute Pasar Senen-Kroya-Purwokerto. (Ekonomi AC PSO)
  • Kutojaya Utara yang melayani rute Pasar Senen-Karanganyar-Kutoarjo, (Ekonomi AC Premium non-PSO).
  • Kutojaya Selatan yang melayani rute Kiaracondong-Kutoarjo. (Ekonomi AC PSO)
  • Kertajaya yang melayani rute Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi. (Ekonomi AC non-PSO)
  • Kahuripan yang melayani rute Kiaracondong-Blitar. (Ekonomi AC PSO)
  • Gaya Baru Malam yang melayani rute Pasar Senen-Surabaya Gubeng. (Ekonomi AC non-PSO)
  • Putri Deli yang melayani rute Medan-Tanjungbalai. (Ekonomi AC PSO)
  • Siantar Ekspres yang melayani rute Medan-Siantar. (Ekonomi AC PSO)
  • Serelo yang melayani Kertapati (Palembang)-Lubuklinggau. (Ekonomi AC PSO)
  • Rajabasa yang melayani Kertapati (Palembang)-Tanjungkarang (Bandar Lampung). (Ekonomi AC PSO)
  • Menoreh yang melayani rute Pasar Senen–Semarang Tawang, (Ekonomi AC Plus non-PSO).
  • Bogowonto yang melayani rute Pasar Senen-Lempuyangan, (Ekonomi AC Plus non-PSO).
  • Gajah Wong yang melayani rute Pasar Senen–Lempuyangan, (Ekonomi AC Plus non-PSO).
  • Singasari yang melayani rute Pasar Senen-Purwokerto-Karanganyar-Yogyakarta-Blitar, (Ekonomi AC Plus non-PSO).
  • Majapahit yang melayani rute Pasar Senen – Malang, (Ekonomi AC Plus non-PSO).
  • Jayabaya yang melayani rute Pasar Senen – Malang, (Ekonomi AC Plus non-PSO).
  • Jaka Tingkir yang melayani rute Purwosari-Yogyakarta-Pasar Senen, (Ekonomi AC Plus non-PSO).
  • Jayakarta yang melayani rute Pasar Senen-Surabaya Gubeng, (Ekonomi AC Premium non-PSO).
  • Tegal Ekspres yang melayani Pasar Senen–Tegal. (Ekonomi AC PSO)
  • Kalijaga yang melayani rute Solo Balapan-Semarang Poncol. (Ekonomi AC PSO)
  • Kaligung yang melayani rute Brebes-Tegal-Semarang Poncol (Ekonomi AC Plus non-PSO).
  • Kuala Stabas yang melayani rute Tanjungkarang-Baturaja, (Ekonomi AC Premium non-PSO).

Kereta Api Lokal

Tarif kereta api kelas ekonomi ditetapkan oleh pemerintah sehingga secara keseluruhan biaya operasi tidak dapat ditutup dengan tarif yang dikenakan kepada masyarakat. Sampai saat ini, PT Kereta Api Indonesia melakukan subsidi silang dari pendapatan rangkaian kereta api kelas Argo dan kelas satu pada kelas ekonomi. Beberapa kereta yang dioperasikan adalah:

  • Kereta Api Siliwangi yang melayai rute Sukabumi-Cianjur
  • KRD Kertosono yang melayani rute Surabaya Pasar Turi-Cepu dan Surabaya Kota-Kertosono.
  • Penataran yang melayani rute Surabaya Kota-Blitar via Malang.
  • Probowangi yang melayani rute Surabaya Gubeng-Banyuwangi.
  • Rapih Dhoho yang melayani rute Surabaya Kota-Blitar via Kediri.
  • Patas Purwakarta yang melayani rute Purwakarta-Tanjung Priok.
  • Lokal Merak yang melayani rute Merak-Rangkasbitung.
  • Pandanwangi yang melayani rute Jember-Banyuwangi.
  • Kereta api Patas Bandung Raya dan kereta api lokal Cibatu relasi Purwakarta-Padalarang-Cicalengka-Cibatu.
  • KRD Surabaya Lamongan yang melayani rute Surabaya-Lamongan, Surabaya-Sidoarjo, dan Surabaya-Mojokerto.
  • KRD Perintis Jenggala yang melayani rute Mojokerto-Tulangan-Sidoarjo
  • KA Lokal Cibatu yang melayani rute Cibatu – Purwakarta
  • Sibinuang yang melayani rute Padang-Pariaman

Komuter

Kereta rel listrik (KRL) Commuter line seri 205 yang melayani rute Stasiun Jakarta Kota – Stasiun Depok – Stasiun Bogor
Interior kereta api Airport Railink Services Kualanamu

Komuter adalah kereta api yang beroperasi dalam jarak dekat, menghubungkan kota besar dengan kota-kota kecil di sekitarnya atau dua kota yang berdekatan. Penumpang kereta ini kebanyakan adalah para penglaju bermobilitas tinggi yang pergi-pulang dalam sehari, misalnya ke tempat kerja atau sekolah. Tidak mengherankan apabila frekuensi perjalanan komuter termasuk tinggi dan jumlah penumpangnya juga paling banyak dibanding kereta jenis lainnya.

Di Indonesia, jaringan komuter masih menjadi satu dengan kereta api jarak jauh, bahkan kebanyakan rangkaian kereta apinya juga diambil dari bekas kereta api jarak jauh. Walaupun demikian, pemerintah saat ini sedang mempersiapkan pembangunan jaringan kereta api komuter yang lebih canggih, seperti monorel, kereta bawah tanah, maupun Mass Rapid Transit (MRT) yang rencananya akan dibangun di Jakarta dan Surabaya.

Komuter umumnya dilayani oleh rangkaian kereta api ekonomi, tetapi beberapa sudah ada yang dilayani oleh kereta kelas bisnis bahkan kelas eksekutif, seperti kereta api Solo Ekspres jurusan Solo-Kutoarjo. Jalur-jalur kereta komuter yang ada di Indonesia antara lain:

  • KRL Jabodetabek/Commuter Line, merupakan jalur komuter tertua di Indonesia yang melingkupi daerah Jakarta Raya, melayani para penglaju dari Jakarta ke Bogor, Depok, Tangerang, Serpong, Lebak, dan Bekasi (kota/kabupaten), yang dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia.
  • Kereta api Prambanan Ekspres relasi Kutoarjo-Yogyakarta-Solo yang menggunakan Kereta rel diesel elektrik hasil modifikasi dari KRL BN-Holec PT INKA Madiun dan Kereta Rel Diesel Indonesia.
  • Kereta api Solo Ekspres relasi Kutoarjo-Yogyakarta-Solo.
  • Kereta api Kedung Sepur relasi Semarang-Ngrombo. Sebelumnya KRD ini hampir dialokasikan untuk Airport Railink Services dan kemudian dialokasikan untuk layanan kereta api Sri Wedari. Kereta api Blora Jaya Ekspres relasi Semarang-Bojonegoro.
  • Kereta api Seminung relasi Tanjung Karang-Kota Bumi.
  • Kereta api Way Umpu relasi Tanjung Karang-Kota Bumi.
  • Kereta api Sri Lelawangsa relasi Medan-Binjai.

Kereta Api Bandara

PT Kereta Api Indonesia menyediakan layanan kereta bandara yang menghubungkan stasiun-stasiun sekitar hingga ke bandara baik yang dioperasikan sendiri maupun yang dioperasikan oleh PT Railink. Moda transportasi ini sangat berguna karena mengurangi jumlah kepadatan kendaraan menuju bandara. Untuk saat ini sudah tersedia rute menuju ke Stasiun Bandara Kualanamu, Bandar Udara Internasional Minangkabau dan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Nantinya akan terdapat rute menuju Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo.

Kereta Wisata

Interior kereta wisata “Jawa”

PT Kereta Api Indonesia juga menyediakan layanan kereta wisata yang tarifnya disesuaikan dengan harga tiket tertinggi pada kereta yang dirangkaikan dengan kereta wisata tersebut. Gerbong kereta wisata diberi nama Nusantara, Bali, Toraja, Sumatra, Jawa, Imperial, dan Priority. Selain itu, di Ambarawa tersedia pula kereta wisata dengan lokomotif uap bergigi. Di Solo, kereta wisata Punokawan jurusan Purwosari–Wonogiri menelusuri jalan Slamet Riyadi di Kota Solo. Adapun di Sumatra Selatan, tersedia kereta wisata yang diberi nama Kereta Sultan, sedangkan di Sumatra Barat tersedia pula kereta wisata yang bertujuan ke Lembah Anai dan Pantai Pariaman.

Kereta Barang

Khusus di Pulau Jawa, pemasaran angkutan barang semula kurang diminati pasar karena dalam perjalanan kalah prioritas dengan kereta penumpang. Akan tetapi, sejalan dengan perkembangan terakhir yang sudah melalui tahapan modernisasi sarana angkutan barang, telah dimungkinkan hadirnya kereta barang dengan kecepatan yang tidak jauh berbeda dengan kereta penumpang sehingga perjalanannya jauh lebih lancar.

Layanan kereta barang yang dilayani saat ini sudah ada beberapa macam seperti kereta pengangkut peti kemas, kereta pengangkut batu bara, kereta pengangkut semen, dan sebagainya.

Untuk mengoptimalkan layanan kereta berbasis barang pada saat ini PT Kereta Api Indonesia membuat anak perusahaan yang bernama PT Kereta Api Logistik (Kalog) yang fungsi utamanya adalah untuk melayani dan mengoperasionalkan layanan barang berbasis kereta api.

Kereta Barang Peti Kemas

Kereta peti kemas.

Kereta barang peti kemas melayani beberapa rute, antara lain:

  • Stasiun Jakarta Gudang-Stasiun Kalimas
  • Stasiun Jakarta Gudang-Stasiun Benteng
  • Stasiun Jakarta Gudang-Stasiun Semarang Poncol
  • Stasiun Tanjung Priok-Stasiun Kalimas
  • Stasiun Tanjung Priok-Stasiun Gedebage
  • Stasiun Tanjung Priok-Stasiun Lemah Abang
  • Stasiun Krenceng-Stasiun Cibungur-Stasiun Kalimas
  • Stasiun Krenceng-Stasiun Benteng
  • Stasiun Klari-Stasiun Kalimas
  • Stasiun Lemah Abang-Stasiun Benteng

Barang yang diangkut kebanyakan berupa peti kemas yang jenis komoditas angkutannya tidak terbatas.

Kereta Barang Semen

KA semen mengangkut material semen

Kereta api barang ini mengangkut semen dan mempunyai beberapa rute, diantaranya:

  • Stasiun Nambo-Stasiun Cisaat
  • Stasiun Nambo-Stasiun Kalimas
  • Stasiun Nambo-Stasiun Banyuwangi Baru
  • Stasiun Nambo-Stasiun Brambanan
  • Stasiun Karangtalun-Stasiun Lempuyangan
  • Stasiun Karangtalun-Stasiun Solo Balapan
  • Stasiun Karangtalun-Stasiun Brumbung
  • Stasiun Karangtalun-Stasiun Cirebon Prujakan
  • Stasiun Arjawinangun-Stasiun Brambanan
  • Stasiun Arjawinangun-Stasiun Purwokerto
  • Stasiun Klari-Stasiun Kretek
  • Stasiun Kertapati-Stasiun Tigagajah
  • Stasiun Tigagajah-Stasiun Lubuk Linggau
  • Stasiun Bukit Putus-Stasiun Indarung

Rute kereta api Nambo-Banyuwangi Baru adalah rute kereta api terjauh yang pernah dioperasikan oleh PT KAI, dengan panjang rute mencapai 1060 km dan waktu tempuh mencapai 23 jam.

Kereta Barang Bahan Bbakar Minyak

Kereta api ketel adalah kereta api angkutan barang yang mengangkut bahan-bahan cair seperti bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar khusus (BBK). Salah satu kerja sama PT Kereta Api Indonesia dalam angkutan BBM dan BBK dengan PT Pertamina. Rute kereta barang ini di antaranya:

  • Stasiun Maos-Stasiun Tegal
  • Stasiun Cilacap-Stasiun Rewulu
  • Stasiun Rewulu-Stasiun Madiun
  • Stasiun Benteng-Stasiun Malang Kotalama
  • Stasiun Benteng-Stasiun Madiun
  • Stasiun Bangil-Stasiun Malang Kotalama
  • Stasiun Labuan-Stasiun Kisaran
  • Stasiun Labuan-Stasiun Siantar
  • Stasiun Kertapati-Stasiun Lubuklinggau
  • Stasiun Kertapati-Stasiun Lahat
  • Stasiun Kertapati-Stasiun Tigagajah

Kereta Barang Pupuk

Kereta api pupuk mengangkut pupuk milik Pusri dengan rute Stasiun Cilacap-Stasiun Prupuk dan Stasiun Cilacap-Stasiun Ceper.

Kereta Bbarang Cepat

Kereta barang ekspres Over Night Services Jakarta – Surabaya.

Kereta barang cepat yang diberi nama Over Night Service (ONS) beroperasi di koridor Stasiun Jakarta Gudang-Stasiun Surabaya Pasar Turi. Satu rangkaian kereta ONS terdiri dari 10-14 kereta bagasi.

Lokomotif

Saat ini, terdapat lima kelas utama lokomotif yang menjadi armada utama PT KAI. Untuk sistem penomoran lokomotif diatur oleh Kementerian Perhubungan mulai tahun 2011 menggunakan kombinasi huruf,angka yang menunjukan tahun didinaskan dan nomor urut. Kombinasi huruf yang digunakan untuk menunjukkan susunan roda (saat ini ada C, D, BB, dan jenis CC), dan nomor tiga digit digunakan untuk menunjukkan kelas (2 untuk kelas dengan transmisi listrik dan 3 untuk kelas dengan transmisi hidraulik atau mekanik), yang dimulai dari 00. Dua angka di tengah menunjukan lokomotif ini didinaskan pada tahun berapa dan dua atau tiga angka di belakangnya menunjukkan jumlah individu, mulai dari 01.

Misalnya

  • D301 68 70: Lokomotif diesel hidraulik generasi kedua dengan susunan roda D (empat gandar) didinaskan pada tahun 1968 dengan nomor urut 70
  • CC203 01 05: Lokomotif diesel elektrik dengan susunan roda Co-Co generasi keempat didinaskan pada tahun 2001 dengan nomor urut 05

Kelas lokomotif diesel PT Kereta Api Indonesia

Loko Diesel Hidraulik

  • C300 (Karl Marx V30C)
  • C301 (Nederlandse Constructiebedrijven Machinefabrik)
  • D300 (Krupp M350D)
  • D301 (Krupp M350D)
  • BB300 (Kruup M700BB)
  • BB301 (Krupp M1500BB)
  • BB302 (Henschel DHG 600 BB)
  • BB303 (Henschel DHG 1000 BB)
  • BB304 (Krupp M1500BB)
  • BB305 (Jenbacher Ldh1500BB, CFD BB1500HV, dan NS)
  • BB306 (Henschel DHG 800 BB)
  • CC300 (INKA CC 300*)

*) CC300 adalah milik Ditjen Perkeretaapian

Loko Diesel Elektrik

  • BB200 (EMD G8A1A)
  • BB201 (EMD G12U6)
  • BB202 (EMD G18U6)
  • BB203 (GE U18A1A)
  • BB204 (SLM HGm4/6)
  • CC200 (Alco-GE UM 106T)
  • CC201 (GE U18C)
  • CC202 (EMD G26MC-2U)
  • CC203 (GE U20C)
  • CC204 (GE C18MMi dan GE C20EMP)
  • CC205 (EMD GT38ACe)
  • CC206 (GE CM20EMP)

Armada

Pada tahun 2016, KAI mengoperasikan:

  • 420 unit lokomotif;
  • 578 unit KRL;
  • 121 unit KRD;
  • 1.607 unit kereta penumpang; dan
  • 6.782 unit gerbong

Lokomotif diesel elektrik PT KAI sebagian besar dibuat di Amerika Serikat atau Kanada, sedangkan diesel hidraulik kebanyakan Jerman. Unit kereta rel listrik didominasi oleh kereta bukan baru yang dibuat dan pernah beroperasi di Jepang. Industri lokal mampu membangun beberapa unit, baik diesel dan listrik.

MRT Jakarta Resmi Beroperasi 25 Maret 2019

MRT Jakarta

Foto: Stasiun MRT Bunderan HI (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

MRT Jakarta resmi beroperasi hari ini setelah sehari sebelumnya dioperasikan oleh Presiden Joko Widodo. Sekarang masyarakat dapat menikmati MRT Jakarta fase 1 rute Lebak Bulus – Bundaran Hotel Indonesia (HI) secara gratis.

Dalam sambutannya pada saat peresmian yang dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja, Jokowi meminta kepada masyarakat untuk beradaptasi dengan moda transportasi pertama di Indonesia ini.

Ia ingin masyarakat ikut serta dalam menjaga dan memelihara MRT. Kepala negara tak mau lagi mendengar masyarakat masih menerapkan budaya lama dalam menggunakan transportasi publik.

“Jaga agar tetap bersih, stasiun dan MRT-nya tidak kotor. Jangan buang sampah sembarangan. Budaya antre dan disiplin waktu,” kata Jokowi di lokasi peresmian.

Mimpi Indonesia memiliki sebuah kereta rel listrik cepat ini memang sudah lama. Rencana pembangunan MRT di Jakarta sesungguhnya sudah dirintis sejak 1985.

Penggagas MRT Jakarta

Namun, berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia yang dirangkum dari keterangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, desain proyek MRT baru dibuat pada medio 1995.

Pada sat itu, mantan Presiden RI ketiga BJ Habibie yang merancang dan menyusun sendiri dasar proyek MRT untuk rute Blok M. Pada saat itu, Habibie masih menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi.

Meskipun di tahun yang sama, Ali Sadikin – Gubernur DKI Jakarta waktu itu – sudah membentuk unit manajemen khusus, pembangunan tak dieksekusi hingga di 1998. Rencana ini dilanjutkan kembali oleh Gubernur Sutiyoso.

Beberapa tahun tak ada progres perkembangan signifikkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2005 menetapkan MRT sebagai proyek nasional. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah pun mulai bergerak menindaklanjuti arahan presiden.

Foto: Stasiun MRT Lebak Bulus (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Di masa kepemimpinan Fauzi Bowo, pemerintah provinsi DKI Jakarta meneken naskah perjanjian penerusan hibah proyek MRT dari pemerintah pusat. Langkah tersebut, kembali ditindaklanjuti di 2011 oleh era kepemimpinan Jokowi sebagai gubernur Jakarta.

Di era Jokowi, lelang fisik MRT fase I dilakukan, komposisi pinjaman pun berubah. Tongkat estafet beralih ke Basuki Tjahaja Purnama, dan tanda-tanda proyek tersebut hadir di ibu kota makin terlihat jelas.

Di zaman Basuki yang akrab disapa Ahok itu, pembebasan lahan dilakukan dengan memberikan insentif kepada pemilik lahan demi proyek MRT di sepanjang jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Kemudian di 2017, Djarot Saiful Hidayat menekan aturan mengenai PT MRT Jakarta sebagai operator utama pengelola kawasan TOD koridor Utara – Selatan Fase 1 MRT.

Akhirnya di era Anies Baswedan, masyarakat Jakarta bisa melihat MRT terwujud. Sebuah transportasi masal yang diharapkan menjadi jawaban tingginya mobilitas pekerja di ibu kota.

MRT akan mulai beroperasi hari ini Senin (25/3/2019) dan dapat dinikmati gratis dengan cara mengisi data di pintu. Baru kemudian MRT Jakarta beroperasi secara komersial pada 1 April 2019. Untuk kisaran tarifnya sendiri baru akan diumumkan pekan depan.

Source: Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia 25 March 2019 09:34

MRT Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

MRT Jakarta, singkatan dari Mass Rapid Transit Jakarta, Moda Raya Terpadu atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta (bahasa Inggris: Jakarta Mass Rapid Transit) adalah sebuah sistem transportasi transit cepat menggunakan kereta rel listrik di Jakarta. Proses pembangunan telah dimulai pada tanggal 10 Oktober 2013 dan diresmikan pada 24 Maret 2019.

Layanan MRT ini diberi nama “Ratangga”. Kata ratangga merupakan kata bahasa Jawa Kuno yang berarti “kendaraan beroda” atau “kereta”. Operator layanan ini, PT MRT Jakarta, merupakan badan usaha milik daerah yang modalnya dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sejarah

Latar belakang

Jakarta adalah ibu kota Indonesia dengan penduduk sebanyak 9 juta jiwa. Diperkirakan bahwa lebih dari empat juta penduduk di daerah sekitar Jabodetabek menempuh perjalanan ke dan dari kota setiap hari kerja. Masalah transportasi semakin mulai menarik perhatian politik dan telah diprediksikan bahwa tanpa terobosan transportasi utama, kemacetan akan membanjiri kota dan akan menjadi kemacetan lalu lintas yang sangat parah sehingga kendaraan tidak bisa bergerak bahkan pada saat baru keluar dari garasi rumah pada tahun 2020.

Sejak tahun 1980 lebih dari dua puluh lima studi subjek umum dan khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan sistem Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta. Salah satu alasan utama yang menunda penanggulangan masalah ini adalah krisis ekonomi dan politik 1997-1999. Sebelum krisis, sebuah Build-Operate-Transfer (BOT) yang dianggap sebagai bagian dari MRT baru melibatan sektor swasta. Setelah krisis, rencana mengandalkan BOT untuk menyediakan pembiayaan terbukti tidak layak dan proyek MRT kembali diusulkan sebagai skema yang didanai pemerintah.

Transportasi umum di Jakarta saat ini hanya melayani 56% perjalanan yang dilakukan oleh komuter sehari-hari. Angka ini perlu ditingkatkan mengingat Jakarta adalah kota dengan tingkat rata-rata pertumbuhan kendaraan bermotor sebesar 9,5% per tahunnya yang jauh melebihi panjang jalan dengan kenaikan hanya sebesar 0,01% antara tahun 2005 dan 2010 .

Pembangunan MRT di daerah Bundaran HI

Transportasi umum di Jakarta saat ini terdiri dari berbagai jenis bus, mulai dari bemo yang sangat kecil, mikrolet yang sedikit lebih besar, hingga mikrobus seperti MetroMini dan Kopaja. Selain bus kota ukuran penuh serta sistem angkutan cepat bus Transjakarta. Terdapat juga taksi dengan roda dua (ojek) dan empat serta sistem Kereta Commuter Jabodetabek.

Pendanaan

Tahap 1 (Lebak Bulus–Bundaran HI) didanai pinjaman lunak dari JICA (Japan Internasional Cooperation Agency) dengan tenor pinjaman 30 tahun dan masa tenggang 10 tahun dimana pembayaran pertama dilakukan 10 tahun setelah penandatanganan perjanjian pinjaman sampai 30 tahun setelahnya. Tingkat bunga yang dikenakan sebesar 0.25% per tahun.

Tahap 2 (Bundaran HI–Kota) didanai dengan skema serupa namun tenor 40 tahun dan juga dengan masa tenggang 10 tahun. Pencairan pertama pinjaman dikenakan bunga 0,1% per tahun. Pendanaan tahap 2 ini memuat sebagian kecil dari kekurangan anggaran tahap 1, yang disebabkan antara lain dengan adanya pemutakhiran peraturan pemerintah mengenai pencegahan dampak gempa bumi.

Pembangunan

Kemajuan tahap pertama didanai melalui pinjaman oleh Bank Jepang untuk Kerjasama Internasional (Japan Bank for International Cooperation, JBIC), sekarang bergabung ke Japan International Cooperation Agency (JICA). Jumlah pinjaman IP adalah 536 (ditandatangani November 2006) untuk jasa rekayasa. Pinjaman jasa rekayasa adalah pinjaman pra-konstruksi untuk mempersiapkan tahap konstruksi. Terdiri dari:

  • Paket desain dasar, dikelola oleh Ditjenka (Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Departemen Perhubungan)
  • Manajemen dan paket Operasi, dikelola oleh Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jakarta)
  • Bantuan pembangunan dalam tender, dikelola oleh PT MRT Jakarta

Pada tanggal 31 Maret 2009, Perjanjian Kredit 2 (LA2) dengan jumlah 48,150 miliar Yen untuk membangun Sistem MRT Jakarta telah ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia (diwakili oleh Duta Besar Indonesia untuk Jepang) dan JICA di Tokyo, Jepang. Pinjaman ini akan diteruskan dari Pemerintah Nasional untuk Administrasi DKI Jakarta sebagai hibah (perjanjian penerusan hibah). Setelah penandatanganan perjanjian pemberian untuk LA2, Pemprov DKI akan mengusulkan dua perjanjian pinjaman lain untuk LA3 dan LA4 ke pemerintah pusat. Proposal ini akan menjadi kesepakatan pinjaman untuk pemerintah daerah. Jumlah total LA3 dan LA4 ditujukan sebagai pinjaman oleh pemerintah daerah adalah sekitar ¥ 71 Miliar. Jumlah ini didasarkan pada kemajuan, hasil dan serapan LA2. Paket pinjaman total dari JICA untuk pengembangan sistem MRT Jakarta bernilai total ¥ 120 miliar.

Mulut terowongan MRT Jakarta di bawah Patung Pemuda Senayan

Pengerjaan pada desain dasar untuk tahap pertama dari proyek ini dimulai pada akhir 2010. Proses tender berlangsung pada akhir 2012. Proyek ini terdaftar sebagai salah satu proyek prioritas dalam anggaran kota Jakarta untuk 2013. Pada bulan September 2012, DMRC Delhi Metro mengumumkan bahwa mereka telah diberikan pekerjaan ‘Manajemen Jasa Konsultasi’ dari sistem MRT Jakarta oleh pemerintah Indonesia. Ini akan menjadi proyek pertama DMRC di luar India. DMRC akan bekerja sebagai bagian dari usaha patungan dengan 8 perusahaan internasional lainnya termasuk Padeco dan Konsultan Oriental, PT Ernst and Young Advisory Services, PT Indotek Teknik Jaya, PT Pamintori Cipia, Manajemen Lambaga dan PT Public Private Partnership dari Indonesia dan Seneca Group DMRC telah menyatakan bahwa tanggung jawab utama dalam JV akan menjadi “finalisasi struktur organisasi Metro Jakarta, perekrutan personil, pembangunan sarana pelatihan dan pelatihan. karyawan untuk berbagai kategori diperlukan untuk memulai operasi “. Konstruksi fisik diharapkan dimulai pada tahun 2013 dan jalur MRT diharapkan akan beroperasi pada 2017.

Pada tanggal 1 Juni 2013, 3 kontrak sipil pertama untuk bagian bawah tanah sepanjang 9,2 km ditandatangani. 3 kontrak dimenangkan oleh 2 konsorsium yang terpisah dari perusahaan Jepang dan Indonesia. 3 kontrak pekerjaan sipil untuk bagian jalur layang diharapkan akan ditandatangani pada kuartal ke-3 tahun 2013. Pengerjaan diharapkan akan dimulai pada Oktober 2013.

Lintas

Jalur MRT Jakarta rencananya akan membentang kurang lebih ±110,8 km, yang terdiri dari Koridor Selatan–Utara (Koridor Lebak Bulus–Kampung Bandan) sepanjang ±23,8 km dan Koridor Timur – Barat sepanjang ±87 km.

Jalur Utara–Selatan

Jalur Selatan–Utara merupakan jalur yang pertama dibangun. Jalur ini akan menghubungkan Lebak Bulus, Jakarta Selatan dengan Kampung Bandan, Jakarta Utara. Pengerjaan jalur ini dibagi menjadi 2 tahap pembangunan.

Tahap I (Lebak Bulus–Bundaran HI)

Tahap I yang dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus, Jakarta Selatan sampai dengan Bundaran HI, Jakarta Pusat sepanjang 15.7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah). Proses pembangunannya sudah dimulai sejak 10 Oktober 2013[1] dan rencananya akan dioperasikan secara penuh pada 1 Maret 2019.

Stasiun pemberhentian

Tahap II (Bundaran HI–Kota)

Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan–Utara dari Bundaran HI sampai dengan Kota sepanjang 8.1 km. Tahap II akan mulai dibangun ketika tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai.

Konstruksi terowongan MRT Jakarta rute Utara–Selatan
Penumpang MRT Jakarta menunggu di Stasiun Lebak Bulus

Jalur Barat–Timur

Jalur Barat–Timur saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan. Jalur ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024–2027.

Armada

MRT Jakarta menggunakan kereta rel listrik produksi Sumitomo Corporation, Jepang, bekerjasama dengan Nippon Sharyo. Kontrak antara PT MRT Jakarta dan Sumitomo Corporation telah ditandatangani pada tanggal 3 Maret 2015. KRL yang akan dioperasikan MRT Jakarta rencananya akan menggunakan sistem pengoperasian kereta api otomatis.

KRL pertama MRT Jakarta diturunkan dari kapal.
KRL MRT Jakarta di depot Lebak Bulus

Tiket Elektronik dan Tarif

Kartu Jelajah

Dalam rangka memenuhi kebutuhan e-ticketing pada 1 Maret 2019 nanti, PT MRT Jakarta telah merilis e-ticketing yang diberi nama “Kartu Jelajah”. “Kartu Jelajah” ini dirilis dalam bentuk 2 jenis kartu yaitu kartu untuk perjalanan tunggal (single-trip) dan prabayar untuk perjalanan berkali-kali (multi-trip). Untuk kartu single-trip hanya bisa digunakan untuk sekali perjalanan dan diwajibkan untuk isi ulang (top-up) dengan rentang waktu maksimal 7 hari setelah pembelian. Sementara untuk kartu multi-trip dapat digunakan berkali-kali selama saldo di dalam kartu masih mencukupi. Sampai saat ini PT MRT Jakarta terhitung telah memproduksi 954.000 tiket dengan jenis single-trip dan multi-trip. Untuk implementasi kartu jelajah sebagai alat transaksi pembayaran, PT MRT Jakarta masih menunggu perizinan dari pihak Bank Indonesia.

Jak Lingko

Untuk mengoptimalkan angkutan antarmoda, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengintegrasikan MRT dengan moda transportasi lain yang diatur oleh Pemerintah Provinsi melalui kartu Jak Lingko: LRT Jakarta, Transjakarta, serta KRL Commuter Line.

Related Posts:

Daftar Bandar Udara di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Berikut ini adalah daftar bandar udara di Indonesia beserta kode IATA masing-masing, tetapi tidak semua bandara memilki kode IATA:

Daftar isi

  1. Internasional
    1. Sumatera
    2. Jawa
    3. Bali dan Nusa Tenggara
    4. Kalimantan
    5. Sulawesi
    6. Papua dan Maluku
  2. Domestik
    1. Sumatera
      1. 1Aceh
      2. Sumatera Utara
      3. Sumatera Barat
      4. Riau
      5. Kepulauan Riau
      6. Jambi
      7. Sumatera Selatan
      8. Kepulauan Bangka Belitung
      9. Bengkulu
      10. Lampung
    2. Jawa
      1. Banten
      2. DKI Jakarta
      3. Jawa Barat
      4. Jawa Tengah
      5. Jawa Timur
    3. Bali dan Nusa Tenggara
      1. Bali
      2. Nusa Tenggara Barat
      3. Nusa Tenggara Timur
    4. Kalimantan
      1. Kalimantan Barat
      2. Kalimantan Timur
      3. Kalimantan Tengah
      4. Kalimantan Selatan
      5. Kalimantan Utara
    5. Sulawesi
      1. Sulawesi Barat
      2. Sulawesi Utara
      3. Sulawesi Tengah
      4. Sulawesi Tenggara
      5. Sulawesi Selatan
      6. Gorontalo
    6. Maluku
      1. Maluku Utara
      2. Maluku
    7. Papua
      1. Papua Barat
      2. Papua
  3. Pangkalan militer
  4. Tidak beroperasi

Internasional


Sumatera

  1. BTH – Bandar Udara Hang Nadim, Batam
  2. BTJ – Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda , Banda Aceh
  3. KNO – Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang
  4. MES – Bandar Udara Internasional Polonia, Medan
  5. PDG – Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman
  6. PKU – Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru
  7. PLM – Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang
  8. TKG – Bandar Udara Internasional Radin Inten II, Bandar Lampung
  9. TNJ – Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang

Jawa

  1. BDO – Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung
  2. HLP – Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta
  3. CGK – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang
  4. JOG – Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Sleman
  5. SOC – Bandar Udara Internasional Adisumarmo, Boyolali
  6. SRG – Bandar Udara Internasional Achmad Yani, Semarang
  7. SUB – Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo

Bali dan Nusa Tenggara

  1. DPS – Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar
  2. LOP – Bandar Udara Internasional Lombok Praya, Lombok Tengah
  3. KOE – Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang
  4. LBJ – Bandar Udara Komodo, Manggarai Barat

Kalimantan

  1. PNK – Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak
  2. TRK – Bandar Udara Internasional Juwata, Tarakan
  3. BPN – Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan
  4. BDJ – Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor, Banjarbaru

Sulawesi

  1. MDC – Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado
  2. UPG – Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros
  3. BUW – Bandar Udara Internasional Sultan Murhum Kaimuddin, Baubau

Papua dan Maluku

  1. TIM – Bandar Udara Internasional Mozes Kilangin, Mimika
  2. DJJ – Bandar Udara Internasional Sentani, Jayapura
  3. BIK – Bandar Udara Internasional Frans Kaisiepo, Biak Numfor
  4. AMQ – Bandar Udara Internasional Pattimura, Ambon
  5. MKQ – Bandar Udara Internasional Mopah, Merauke

Ket: Bandar udara internasional memiliki 2 jenis penerbangan, yaitu penerbangan internasional dan penerbangan domestik.

Domestik


Sumatera 

Aceh

  1. ??? – Bandar Udara Alas Leuser, Kutacane
  2. ??? – Bandar Udara Bireun, Bireun
  3. ??? – Bandar Udara Blangkejeran, Gayo Lues
  4. MEQ – Bandar Udara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya
  5. ??? – Bandar Udara Kuala Batu, Blang Pidie
  6. SNB – Bandar Udara Lasikin, Sinabang
  7. SBG – Bandar Udara Maimun Saleh, Sabang
  8. LSW – Bandar Udara Malikus Saleh, Lhokseumawe
  9. ??? – Bandar Udara Rembele, Bener Meriah
  10. SKL – Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri, Singkil
  11. TPK – Bandar Udara Teuku Cut Ali, Tapaktuan
  12. LSX – Bandar Udara Lhok Sukon, Aceh Utara

Sumatera Utara

  1. KNO – Bandara Udara Kuala Namo, Lubuk Pakam
  2. AEG – Bandar Udara Aek Godang, Padang Sidempuan
  3. GNS – Bandar Udara Binaka, Gunung Sitoli
  4. ??? – Bandar Udara Bukit Malintang, Mandailing Natal
  5. FLZ – Bandar Udara Ferdinand Lumban Tobing, Sibolga
  6. LSE – Bandar Udara Lasondre, Pulau-pulau Batu
  7. SIW – Bandar Udara Sibisa, Toba Samosir
  8. DTB – Bandar Udara Silangit, Siborong-borong
  9. ??? – Bandar Udara Simalungun, Simalungun
  10. ??? – Bandar Udara Teluk Dalam, Nias Selatan
    BRT – Bandar Udara Barita, Parbaba

Sumatera Barat

  1. ??? – Bandar Udara Sikabaluan, Siberut
  2. ??? – Bandar Udara Pusako Anak Nagari, Pasaman Barat
  3. RKO – Bandar Udara Rokot, Sipora

Riau

  1. ??? – Bandar Udara Teluk Bano I, Bagansiapiapi
  2. RGT – Bandar Udara Japura, Rengat
  3. SEQ – Bandar Udara Sungai Pakning, Bengkalis
  4. PPR – Bandar Udara Pasir Pengaraian, Pasir Pengaraian
  5. DUM – Bandar Udara Pinang Kampai, Dumai
  6. ??? – Bandar Udara Tempuling, Indragiri Hilir

Kepulauan Riau

  1. SIQ – Bandar Udara Dabo, Singkep
  2. ??? – Bandar Udara Letung, Jemaja Timur
  3. NTX – Bandar Udara Ranai, Natuna
  4. TJB – Bandar Udara Sei Bati, Karimun
  5. ??? – Bandar Udara Tambelan, Tambelan
  6. MWK – Bandar Udara Matak, Pal Matak

Jambi

  1. KRC – Bandar Udara Depati Parbo, Kerinci
  2. MRB – Bandar Udara Muara Bungo, Muara Bungo

Sumatera Selatan

  1. PGA – Bandar Udara Atung Bungsu, Kota Pagar Alam
  2. LLG – Bandar Udara Silampari, Lubuklinggau
  3. PDO – Bandar Udara Pendopo, Muara Enim
  4.  ??? – Bandar Udara Banding Agung, Danau Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu SelatanR,

Kepulauan Bangka Belitung

  1. PGK – Bandar Udara Depati Amir, Pangkalpinang
  2. TJQ – Bandar Udara Internasional H. A. S. Hanandjoeddin , Tanjung Pandan

Bengkulu

  1. ??? – Bandar Udara Enggano, Enggano
  2. MPC – Bandar Udara Mukomuko, Mukomuko

Lampung

  1. SRY – Bandar Udara Pekon Serai, Pesisir Barat
  2. WTB – Bandar Udara Gatot Subroto. Way Kanan

Jawa

  1. Bandar Udara Trunojoyo

Banten

  1. BTO – Bandar Udara Budiarto, Curug
  2. ??? – Bandar Udara Tanjung Lesung, Tanjung Lesung

DKI Jakarta

  1. PPJ – Bandar Udara Pulau Panjang, Kepulauan Seribu

Jawa Barat

  1. CBN – Bandar Udara Cakrabhuwana, Cirebon
  2. CMS – Bandar Udara Nusawiru, Ciamis
  3. TSY – Bandar Udara Cibeureum, Tasikmalaya

Jawa Tengah

  1. CXP – Bandar Udara Tunggul Wulung, Cilacap
  2. PWL – Bandar Udara Wirasaba, Purbalingga
  3. KWB – Bandar Udara Dewandaru, Karimunjawa
  4. CPF – Bandar Udara Ngloram, Cepu

Jawa Timur

  1. MLG – Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Malang
  2. SUP – Bandar Udara Trunojoyo, Sumenep
  3. MSI – Bandar Udara Masalembo, Masalembo
  4. BWX – Bandar Udara Blimbingsari, Banyuwangi
  5. JBB – Bandar Udara Notohadinegoro, Jember
  6. ??? – Bandar Udara Iswahyudi, Madiun
  7. BWN – Bandar Udara Harun Thohir, Bawean

Bali dan Nusa Tenggara

Bali

  1. ??? – Bandar Udara Letkol Wisnu, Buleleng, Bali

Nusa Tenggara Barat

  1. SWQ – Bandar Udara Brangbiji, Sumbawa Besar
  2. LYK – Bandar Udara Lunyuk, Sumbawa
  3. BMU – Bandar Udara Muhammad Salahuddin, Bima

Nusa Tenggara Timur

  1. KOE – Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang
  2. RTG – Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng
  3. LBJ – Bandar Udara Labuhan Bajo, Manggarai Barat
  4. TMC – Bandar Udara Tambolaka, Waikabubak
  5. WGP – Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Waingapu
  6. BJW – Bandar Udara Soa, Bajawa
  7. ENE – Bandar Udara H Hasan Aroeboesman, Ende
  8. MOF – Bandar Udara Wai Oti, Maumere
  9. LKA – Bandar Udara Gewayantana, Larantuka
  10. LWE – Bandar Udara Wonopito, Lewoleba
  11. ARD – Bandar Udara Mali, Alor
  12. RTI – Bandar Udara Lekunik, Rote
  13. SAU – Bandar Udara Tardamu, Pulau Sawu
  14. ABU – Bandar Udara Haliwen, Atambua

Kalimantan

Kalimantan Barat

  1. ??? – Bandar Udara Tebelian, Sintang
  2. KTG – Bandar Udara Rahadi Oesman, Ketapang
  3. SQG – Bandar Udara Susilo, Sintang
  4. NPO – Bandar Udara Nanga Pinoh, Nanga Pinoh
  5. PSU – Bandar Udara Pangsuma, Putussibau, Kapuas Hulu

Kalimantan Timur

  1. BEJ – Bandar Udara Kalimarau, Kabupaten Berau
  2. DTD – Bandar Udara Datah Dawai, Mahakam Ulu
  3. MLK – Bandar Udara Melalan, Melak
  4. SGQ – Bandar Udara Sangkimah, Sangatta
  5. SRI – Bandar Udara Temindung, Samarinda
  6. STA – Bandar Udara Tanjung Bara, Sangatta
  7. TSX – Bandar Udara Tanjung Santan, Marang Kayu
    1. Bandar Udara Uyang Lahay, Kongbeng, Kutai Timur
    2. Bandar Udara Maratua, Berau

Kalimantan Tengah

  1. PKY – Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya
  2. PKN – Bandar Udara Iskandar, Pangkalan Bun
  3. TMB – Bandar Udara Tumbang Samba, Katingan
  4. KLK – Bandar Udara Kuala Kurun, Gunung Mas
  5. KLP – Bandar Udara Kuala Pembuang, Seruyan
    1. Bandar Udara Sanggu, Buntok
    2. Bandar Udara Tira Tangka Balang, Murung Raya
  6. SMQ – Bandar Udara H. Asan, Sampit
  7. MTW – Bandar Udara Beringin, Muara Teweh

Kalimantan Selatan

  1. BDJ – Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor, Banjarmasin
  2. TJG – Bandar Udara Warukin, Tanjung
  3. BTW – Bandar Udara Bersujud, Batulicin
  4. KBU – Bandar Udara Stagen, Kotabaru

Kalimantan Utara

  1. BYQ – Bandar Udara Pulau Bunyu, Bunyu
  2. LBW – Bandar Udara Yuvai Semaring, Long Bawan
  3. LPU – Bandar Udara Long Apung, Long Apung
  4. MLN – Bandar Udara R.A. Bessing, Malinau
  5. NNX – Bandar Udara Nunukan, Nunukan
  6. TJS – Bandar Udara Tanjung Harapan, Bulungan

Sulawesi

Sulawesi Barat

  1. MJU – Bandar Udara Tampa Padang, Mamuju

Sulawesi Utara

  1. MNA – Bandar Udara Melonguane, Melonguane
  2. NAH – Bandar Udara Naha, Tahuna
  3. BJG – Bandar Udara Mopait, Bolaang Mongondow

Sulawesi Tengah

  1. PSJ – Bandar Udara Kasiguncu, Poso
  2. PLW – Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu
  3. UOL – Bandar Udara Pogugol, Buol
  4. TLI – Bandar Udara Lalos, Tolitoli
  5. LUW – Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk

Sulawesi Tenggara

  1. BUW – Bandar Udara Betoambari, Bau-bau
  2. WKB – Bandar Udara Matahora , Wangi-wangi
  3. MRG – Bandar Udara Maranggo , Pulau Tomia
  4. KDI – Bandar Udara Haluoleo, Kendari
  5. RAQ – Bandar Udara Sugimanuru, Raha
  6. PUM – Bandar Udara Sangia Ni Bandera, Pomalaa

Sulawesi Selatan

  1. MXB – Bandar Udara Andi Djemma, Masamba
  2. TTR – Bandar Udara Pongtiku, Tana Toraja
  3. SLY – Bandar Udara H. Aroeppala , Selayar
  4. LWU – Bandar Udara Lagaligo , Luwu
  5. SQR – Bandar Udara Inco Soroako Waws, Sorowako

Gorontalo

  1. GTO – Bandar Udara Internasional Jalaluddin, Gorontalo

Maluku

Maluku Utara

  1. SQN – Bandar Udara Emalamo, Sanana, Kepulauan Sula
  2. GLX – Bandar Udara Gamarmalamo, Galela, Halmahera Utara
  3. GEB – Bandar Udara Gebe, Gebe, Halmahera Timur
  4. KAZ – Bandar Udara Kuabang, Kao, Halmahera Utara
  5. LAH – Bandar Udara Oesman Sadik, Labuha, Halmahera Selatan
  6. OTI – Bandar Udara Pitu, Morotai
  7. TTE – Bandar Udara Internasional Sultan Babullah, Kota Ternate
  8. TAX – Bandar Udara Taliabu, Taliabu, Kepulauan Sula
  9. ??? – Bandar Udara Buli, Maba, Halmahera Timur

Maluku

  1. AHI – Bandar Udara Amahai, Masohi, Seram
  2. NDA – Bandar Udara Bandaneira, Banda
  3. DOB – Bandar Udara Dobo, Kepulauan Aru
  4. LUV – Bandar Udara Dumatubun, Langgur, Maluku Tenggara
  5. ??? – Bandar Udara Liwur Bunga, Larat [1] Maluku Tenggara Barat
  6. MAL – Bandar Udara Mangole, Mangole, Kepulauan Sula
  7. ??? – Bandar Udara Leti, Moa [2] Maluku Barat Daya
  8. NAM – Bandar Udara Namlea, Namlea, Buru
  9. NRE – Bandar Udara Namrole, Namrole, Buru Selatan
  10. BJK – Bandar Udara Nangasuri, Benjina, Kepulauan Aru
  11. SXK – Bandar Udara Matilda Batlayeri, Saumlaki, Maluku Tenggara Barat
  12. ??? – Bandar Udara Purpura, Kisar [3] Maluku Barat Daya
  13. WHI – Bandar Udara Amahai, Pulau Seram, Seram Bagian Barat
  14. AMQ – Bandar Udara Internasional Pattimura, Kota Ambon
  15.  ??? – Bandara Karel Satsuid Tubun, Langgur, Maluku Tenggara
  16.  ??? – Bandar Udara Saumlaki Baru, Maluku Tenggara Barat
  17.  ??? – Bandar Udara Bula, Kufar, Seram Bagian Timur

Papua

Papua Barat

  1. RSK – Bandar Udara Abresso, Manokwari
  2. AGD – Bandar Udara Anggi, Anggi
  3. AYW – Bandar Udara Ayawasi, Sorong
  4. BXB – Bandar Udara Babo, Babo
  5. NTI – Bandar Udara Bintuni, Bintuni
  6. INX – Bandar Udara Inanwatan, Inanwatan
  7. SOQ – Bandar Udara Jeffman, Sorong
  8. KBX – Bandar Udara Kambuaya, Kabupaten Maybrat
  9. KEQ – Bandar Udara Kebar, Manokwari
  10. RDE – Bandar Udara Merdey, Manokwari
  11. GAV – Bandar Udara Pulau Gag, Raja
  12. MKW – Bandar Udara Rendani, Manokwari
  13. TXM – Bandar Udara Teminabuan, Teminabuan
  14. WSR – Bandar Udara Wasior, Wasior
  15. FKQ – Bandar Udara Torea, Fakfak

Papua

  1. AAS – Bandar Udara Apalapsili, Jayawijaya
  2. ARJ – Bandar Udara Arso, Arso
  3. BXD – Bandar Udara Bade, Merauke
  4. BXM – Bandar Udara Batom, Pegunungan Bintang
  5. BUI – Bandar Udara Bokondini, Jayawijaya
  6. DRH – Bandar Udara Dabra, Puncak Jaya
  7. ELR – Bandar Udara Elilim, Jayawijaya
  8. EWI – Bandar Udara Enarotali, Enarotali
  9. EWE – Bandar Udara Ewer, Merauke
  10. ILA – Bandar Udara Illaga, Paniai
  11. IUL – Bandar Udara Ilu, Puncak Jaya
  12. FOO – Bandar Udara Yemburwo., Numfor Timur
  13. KCD – Bandar Udara Kamur, Asmat
  14. KBF – Bandar Udara Karubaga, Jayawijaya
  15. LLN – Bandar Udara Kelila, Jayawijaya
  16. KEI – Bandar Udara Kepi, Merauke
  17. KMM – Bandar Udara Kimaan, Merauke
  18. KOX – Bandar Udara Kokonao, Mimika
  19. LHI – Bandar Udara Lereh, Jayapura
  20. ZRM – Bandar Udara Mararena, Sarmi
  21. MDP – Bandar Udara Mindiptana, Boven Digoel
  22. ONI – Bandar Udara Moanamani, Dogiyai
  23. LII – Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya
  24. MUF – Bandar Udara Muting, Merauke
  25. NBX – Bandar Udara Nabire, Nabire
  26. OBD – Bandar Udara Obano, Nabire
  27. OKQ – Bandar Udara Okaba, Puncak Jaya
  28. OKL – Bandar Udara Oksibil, Pegunungan Bintang
  29. SEH – Bandar Udara Senggeh, Keerom
  30. ZEG – Bandar Udara Senggo, Mappi
  31. NKD – Bandar Udara Sinak, Puncak Jaya
  32. ZRI – Bandar Udara Sudjarwo Tjondronegoro, Serui
  33. TMH – Bandar Udara Tanah Merah, Tanah Merah
  34. TMY – Bandar Udara Tiom, Jayawijaya
  35. UBR – Bandar Udara Ubrub, Keerom
  36. KNG – Bandar Udara Utarom, Kaimana
  37. WET – Bandar Udara Waghete, Deiyai
  38. WMX – Bandar Udara Wamena, Wamena
  39. WAR – Bandar Udara Waris, Keerom
  40. RUF – Bandar Udara Yuruf, Jayawijaya
  41. UGU – Bandar Udara Zugapa, Paniai

Pangkalan Militer


  1. ARS – Pangkalan Udara Atang Senjaya, Bogor
  2. MES – Pangkalan Udara Soewondo, Medan
  3. PDG – Bandar Udara Tabing, Padang
  4. PKU – Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru
  5. TRK – Bandar Udara Juwata, Tarakan
  6. AKQ – Bandar Udara Astraksetra, Way Tuba
  7. MAN – Bandar Udara Wiridinata, Tasikmalaya
  8. SOQ – Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong
  9. MKQ – Bandar Udara Internasional Mopah, Merauke
  10. IWH – Bandar Udara Iswahyudi, Madiun
  11. AGD – Bandar Udara Angi, Manokwari
  12. LHI – Bandar Udara Lereh, Jayapura
  13. ATS – Bandar Udara Atang Sendjaja, Bogor
  14. ??? – Bandar Udara Suryadarma Kalijati, Subang
  15. ??? – Bandar Udara Sulaiman Margahayu, Bandung
  16. SKI – Bandar Udara Sugiri Sukani Jatiwangi, Majalengka
  17. GDA – Bandar Udara Gorda Cikande, Serang
  18. GDA – Bandar Udara Budiarto Curug, Tangerang
  19. MRT – Bandar Udara Pitu, Morotai – Halmahera Utara
  20. ??? – Bandar Udara Cakrabuana Ciperna, Kabupaten Cirebon
  21. BTH – Bandar Udara Hang Nadim, Batam

Tidak Beroperasi


  1. JKT – Bandar Udara Kemayoran, Jakarta
  2. ZRI – Bandar Udara Sudjarwo Tjondronegoro, Serui

Jokowi Resmikan Kereta Bandara Soetta 2 Januari 2018

Eduardo Simorangkir – detikFinance. Selasa 19 Dec 2017, 18:57 WIB

a465948b-c8c0-4666-9174-0fc09f5778c4_169

Jakarta – Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang dibangun oleh PT Railink dipastikan akan beroperasi pada awal tahun depan atau lebih tepatnya 2 Januari 2018. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditanyakan mengenai jadwal pengoperasian kereta ini.

“Kereta bandara akan dioperasikan resmi oleh Presiden Jokowi pada 2 Januari 2018. Jadi kita serahkan kepada KAI untuk operasionalnya,” katanya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Dengan beroperasinya KA Bandara sehari setelah tahun baru, maka jadwal pengoperasiannya pun terhitung mundur satu bulan dari jadwal awal. Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pengoperasian sejatinya sudah bisa dilakukan pada tanggal 1 Desember 2017 lalu, namun adanya beberapa hal yang harus dikoordinasikan mengenai jalur yang dilewati membuat jadwal operasi pun harus ditunda.

“Mestinya tanggal 1 itu sudah bisa dioperasikan secara rutin. Komersialnya nanti saat diresmikan oleh pak Presiden Jokowi. Jadi ini semacam simulasi terhadap beberapa rangkaian-rangkaian baik yang di Jakarta maupun Soekarno Hatta dulu supaya matching,” katanya kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

Sementara Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pengoperasian KA Bandara menunggu perkerasan jalur baru yang dilewati oleh kereta agar kecepatannya bisa optimal saat beroperasi.

“Nanti kita tunggu waktu dari Presiden. Tapi karena tadi masih ada pembersihan sedikit, lalu pengerasan kestabilan jalur lintasannya, minimal 10 hari dari sekarang baru bisa selesai. Mungkin di atas tanggal 7 Desember,” katanya saat menjajal KA Bandara pada akhir November lalu.

PT Railink selaku operator kereta Bandara Soetta sendiri telah menyiapkan 10 trainset kereta Bandara Soekarno-Hatta dengan kapasitas 33.000 penumpang setiap harinya. Jadwal pengoperasian kereta akan tiba setiap 30 menit sekali, mulai dari pukul 3 dini hari hingga jam 11 malam.

(eds/zlf)

Automated People Mover System (APMS/SkyTrain ) Bandara Soekarno-Hatta

Senin, 21 Agustus 2017

SKYTRAIN-APMS

Calon penumpang pesawat udara yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta bakal semakin mudah untuk melakukan perpindahan dari satu terminal ke terminal lainnya. Karena, PT Angkasa Pura II (AP II) tengah menyediakan SkyTrain atau Automated People Mover System (APMS) Bandara Soekarno-Hatta.

Fasilitas ini akan menggantikan fasilitas shuttle bus yang selama ini melayani perpindahan antar terminal di Bandara Soekarno-Hatta.

Perpindahan akan lebih cepat karena skytrain akan bergerak di jalur khusus. Berbeda dengan shuttle bus yang menggunakan jalan biasa dan sangat rentan terhambat saat lalu lintas di kawasan bandara mengalami kepadatan.

Dari akun resmi PT LEN Industri di Instagram diketahui, saat ini, moda transportasi berbentuk kereta dua gerbong tersebut mulai dilakukan uji coba.

Saat ini, moda transportasi tersebut masih dikendalikan secara manual oleh manusia. Namun, saat beroperasi penuh nanti, Skytrain itu akan bergerak secara automatis tanpa bantuan tenaga manusia di dalamnya.

Pada pengoperasiannya nanti skytrain akan berfungsi untuk memobilisasi penumpang dari terminal satu ke terminal lainnya di Bandara Soekarno Hatta, yang memiliki jarak cukup jauh. Selama ini, untuk memobilisasi penumpang, AP II hanya mengoperasikan 12 unit shuttle bus.

Bus ini dirasa kurang efektif di tengah kondisi bandara yang memiliki rata-rata pengunjung hingga ratusan ribu orang per hari. Hingga akhirnya skytrain digagas untuk memberikan layanan yang lebih baik.

Untuk pengadaan rangkaian kereta skytrain serta teknologinya, AP II setidaknya merogoh kocek hingga Rp 530 miliar. Biaya tersebut sudah termasuk tiga rangkaian kereta yang didatangkan dari perusahaan asal Korea Selatan, Woojin Industrial System Co Ltd.

Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Senin, 21 Agustus 2017

KERETA BANDARA

Saat ini Pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun moda transportasi umum berbasis rel. Salah satunya dengan membangun Kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Seperti yang kita tahu, tepat pada tanggal 14 Agustus 2017 malam kemarin satu train set pertama untuk Kereta Bandara Soekarno-Hatta telah tiba di Balai Yasa Manggarai. Dimana sembilan train set lainnya akan menyusul dan direncanakan kesepuluh train set tersebut sudah masuk di Balai Yasa Manggarai pada bulan Oktober 2017 dan diharapkan dapat beroperasi paling cepat pada bulan November 2017. Kini PT. KAI masih dalam tahap penyelesaian prasarana KA Bandara Soekarno Hatta.

Diharapkan kedepannya, kereta ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di Ibukota. Khususnya bagi masyarakat yang akan bepergian menggunakan pesawat agar bisa tepat waktu.

Like It, Comments dan Shared info ini kalau Kita Cinta Indonesia dan mau Indonesia menjadi lebih baik lagi dan bisa sejajar dengan negara-negara maju di dunia.

Bandara Letung Riau [Under Construction]

16 Agustus 2017

BANDARA LETUNG - ANAMBAS - RIAU

Akses lalu lintas transportasi udara di Kabupaten Kepulauan Anambas kini lebih mudah setelah Bandara Letung dioperasikan. Daerah yang terletak Laut Natuna Utara dan berdekatan dengan negara tetangga Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Kamboja itu, telah siap menjadi pintu gerbang Indonesia. Pembukaan bandara domestik baru tersebut merupakan wujud agenda Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo, sekaligus bentuk kehadiran negara bagi masyarakat di kawasan terluar Indonesia.

Bandara Letung difungsikan sebagai bandara pengumpan. Lokasinya berada di pulau Jemaja, Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Pengoperasiannya dimulai sejak 22 November 2016. Bandara ini memiliki runway sepanjang 1.200 meter dan lebar 30 meter yang mampu didarati pesawat sejenis C-212 dan DHC-6. Sebidang Apron berukuran 125 meter kali 70 meter juga telah tersedia. Sedangkan gedung terminalnya didirikan dengan luas 600 meter persegi.

Sejak Kepulauan Anambas ditetapkan sebagai Kawasan Wisata Laut Nasional, peran Bandara Letung semakin vital. Di samping menjadi pintu gerbang udara yang memudahkan mobilitas masyarakat, juga berlaku sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi daerah seiring kelancaran distribusi barang dan jasa, serta kebangkitan industri pariwisata.

Like It, Comments dan Shared info ini kalau Kita Cinta Indonesia dan mau Indonesia menjadi lebih baik lagi dan bisa sejajar dengan negara-negara maju di dunia.

Bandara Koroway Batu – Papua [Under Construction]

18  Agustus 2017

BANDARA KOROWAY BATU PAPUA

Konektivitas transportasi di Papua menjadi fokus perhatian Pemerintah. Bandara-bandara perintis gencar dikembangkan. Selain untuk menghubungkan wilayah-wilayah di sana, juga berfungsi sebagai pembangkit industri wisata, tempat distribusi barang dan jasa untuk memangkas disparitas harga, jalur logistik saat terjadi bencana alam dan sarana pertahanan serta keamanan negara. Satu diantara sekian bandara yang sedang dibenahi adalah Bandar udara Koroway Batu di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Saat ini bandara tersebut dikelola Satuan Kerja Bandar Udara, Kementerian Perhubungan.

Bandara domestik ini berperan sebagai bandara pengumpan. Pesawat-pesawat yang diperbolehkan mendarat adalah jenis Grand Caravan C-208. Landasan pacunya terbentang sepanjang 800 meter dan lebar 18 meter. Apron yang semula hanya 1000 meter persegi, kini diluaskan menjadi 2400 meter persegi. Bandara ini mampu didarati pesawat sejenis Grand Caravan C-208. Penambahan dimensi landasan masih terus dilakukan sehingga Bandara ini mampu didarati pesawat berbadan besar sejenis ATR. Akhir tahun ini, pekerjaan tersebut ditargetkan rampung.

Pengembangan bandara-bandara di antero Papua yang dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo ini merupakan langkah nyata perwujudan Nawacita untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Selain juga untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Like It, Comments dan Shared info ini kalau Kita Cinta Indonesia dan mau Indonesia menjadi lebih baik lagi dan bisa sejajar dengan negara-negara maju di dunia.

Bandara Utarom – Kaimana – Papua Barat

18 Agustus 2017 BANDARA UTAROM - KAIMANA - PAPUA BARAT

Bandara Utarom menjadi salah satu ikon kebanggaan Provinsi Papua Barat. Setelah rampung dikembangkan pada akhir 2015, bandara yang terletak di Kabupaten Kaimana tersebut makin membantu mobilitas masyarakat, termasuk memudahkan distribusi barang dan jasa. Bandara tersebut telah diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Joko Widodo pada 30 Desember 2015.

Bandara Utarom merupakan bandara kelas III yang memiliki panjang runway 2000 m x 30 m, 2 taxi way, 1 appron seluas 170 m x 60m, dan mampu didarati pesawat sejenis ATR 72-500. Terminal penumpangnya diperluas menjadi 1.800 meter persegi dan dapat menampung hingga 128 penumpang yang dapat dioptimalkan sampai 172 penumpang. Lingkungan terminal dibuat sedemikian bersih dan nyaman dalam rangka peningkatan pelayanan kepada penumpang. Demi peningkatan keselamatan, bandara ini telah dilengkapi dengan peralatan navigasi seperti, Non Directional Beacon (NDB), Doppler VHF Omnidirectional Range (DVOR), Precission Approach path indicator (PAPI), dan Airfield Lighting System (AFL).

Pengembangan Bandara Utarom yang dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo ini, merupakan langkah nyata perwujudan Nawacita untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Selain juga untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Like It, Comments dan Shared info ini kalau Kita Cinta Indonesia dan mau Indonesia menjadi lebih baik lagi dan bisa sejajar dengan negara-negara maju di dunia.